Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangkaian Operasi Zebra 2025, Satlantas Polres Kuningan melaksanakan kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas dengan membagikan helm berstandar SNI, kopi, layanan pengobatan gratis, serta stiker imbauan kepada para pengendara di Terminal Kertawangunan, Kabupaten Kuningan, Kamis (27/11/2025). Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan humanis kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berkendara, khususnya penggunaan helm standar nasional bagi pengendara roda dua. Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Pandu Renata melalui KBO Satlantas IPTU Deni Supriyana menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan strategi preemtif dan preventif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. “Dalam Operasi Zebra ini, kami tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan edukasi. Pembagian helm, kopi, layanan pengobatan gratis, dan stiker keselamatan adalah bentuk perhatian kami kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan di jalan,” ujar IPTU Deni. Menurutnya, temuan di lapangan menunjukkan masih banyak pengendara yang belum mematuhi kewajiban memakai helm SNI, baik pengendara maupun penumpang. Karena itu, kegiatan humanis semacam ini akan terus diperkuat selama operasi berlangsung. Advertisement Selain membagikan helm, petugas juga menempelkan stiker bertema keselamatan pada kendaraan dan memberikan imbauan mengenai tertib berlalu lintas, mulai dari penggunaan helm, kelengkapan kendaraan, hingga kepatuhan terhadap rambu-rambu. IPTU Deni berharap masyarakat semakin memahami bahwa keselamatan berkendara adalah kebutuhan utama. “Kami ingin memastikan bahwa kedisiplinan berlalu lintas mampu menekan potensi kecelakaan dan menciptakan Kuningan yang lebih aman,” tegasnya. Operasi Zebra 2025 sendiri berlangsung hingga 30 November 2025, dengan fokus pada pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan seperti tidak memakai helm, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, serta pelanggaran lain yang membahayakan. Hingga hari ini, tercatat sekitar 1.200 pengendara telah diberikan surat teguran. Satlantas Polres Kuningan mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan dan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama saat berada di jalan raya. (Asep.R)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi menggelar Temu Teknis Nelayan Tangkap Ikan Tahun 2025 di Hotel Pondok Mutiara Sariah, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan 80 peserta dari dua kecamatan pesisir. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nelayan mengenai teknis pengelolaan perikanan tangkap, arah kebijakan pembangunan, serta pemanfaatan sarana dan prasarana bantuan. “Sebelum kelompok nelayan menerima bantuan, perlu ada sosialisasi pemanfaatan bantuan tersebut agar tepat guna dan tepat sasaran,” ujar Sri Padmoko. Kegiatan juga menghadirkan Forkopimcam Surade agar mengetahui regulasi dan turut mengawasi implementasi materi di lapangan. Penyuluh perikanan serta perwakilan kelompok nelayan turut menjadi peserta. Para narasumber berasal dari berbagai institusi, di antaranya Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, akademisi PSP IPB Bogor, Satker SDKP Sukabumi, Polsek Surade, dan Pos TNI AL Ujunggenteng. Setelah paparan mengenai potensi perikanan tangkap di kawasan Minajaya dan Ujunggenteng oleh Kadis Perikanan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Yofi Yuspilan dari Satker SDKP Sukabumi. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kasi Trantib Kecamatan Surade, H. Rumbayana, yang mewakili Camat Surade Unang Suryana. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Surade dan Ciracap memiliki potensi laut besar yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. “Diperlukan dukungan lintas sektor dan para pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan pembangunan kelautan dan perikanan, terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya saat membuka acara. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Ratusan warga memadati Aula Kantor Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, sejak Rabu (26/11/2025) siang. Mereka rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) sebesar Rp 900 ribu. Pantauan di lokasi menunjukkan antrean warga sudah mengular sejak siang hari. Proses penyaluran dilakukan langsung oleh PT Pos Indonesia Cabang Surade. Para penerima didampingi Pendamping PKH Kecamatan Surade Ridho Akbar Padilah, Sekretaris Kelurahan Surade Hilmawan, petugas kecamatan, serta sejumlah perwakilan terkait. Sebanyak 218 Kepala Keluarga (KK) tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan Rp 900 ribu tersebut merupakan akumulasi untuk tiga bulan, dari Oktober hingga Desember 2025. Sinta (45), salah satu penerima manfaat, mengaku sudah mengantre sejak pukul 13.00 WIB. “Antreannya luar biasa, tapi nggak apa-apa nunggu agak lama karena dapat bantuan,” ujarnya dengan wajah sumringah. Ia mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi kebutuhan ekonomi keluarganya. “Alhamdulillah ada bantuan dari pemerintah, sekarang kan susah cair uang. Ini buat beli beras dan kebutuhan dapur,” tambahnya. Sekretaris Kelurahan Surade, Hilmawan, menegaskan bahwa BLTS Kesra bukan sekadar bantuan uang, tetapi wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat. “Total ada 218 penerima. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban kebutuhan warga, khususnya masyarakat Kelurahan Surade,” ungkapnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Konflik pemanfaatan ruang pesisir antara nelayan pengguna alat tangkap jaring tanam dan pihak rapus akhirnya menemukan titik terang. Dalam pertemuan koordinasi yang digelar Rabu (26/11/2025), para pihak sepakat melakukan penataan ulang zona penangkapan serta alur pelayaran demi menghindari gesekan di lapangan. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menjelaskan bahwa pemasangan jaring tanam kerap menghambat alur pelayaran karena jumlah dan posisinya tidak teratur. ”Dari hasil diskusi, nelayan dari HNSI Minajaya, Ujung Genteng, dan Tegalbuleud sepakat membuat jurnal khusus jaring tanam,” kata Sri. Dia menambahkan, jurnal tersebut akan memuat jumlah pengguna, unit alat tangkap, hingga jarak antarjaring yang wajib disepakati untuk menjaga jalur pelayaran tetap aman. Sri menegaskan bahwa zona penempatan jaring harus seragam, tidak boleh saling melintang ataupun menyangkut. Setelah zona dan jumlah alat ditentukan oleh para nelayan, Dinas Perikanan akan memfasilitasi proses konfirmasi kesesuaian ruang. Selain isu zona tangkap, rapat juga membahas meningkatnya minat investasi tambak udang vannamei di wilayah pesisir selatan. Menurut Sri, kualitas air laut Sukabumi yang baik menjadi magnet bagi investor, namun masyarakat mengkhawatirkan potensi pencemaran dari limbah tambak. Untuk itu disepakati bahwa setiap usaha tambak wajib menyerahkan dokumen UKL-UPL kepada Dinas Perikanan, meski perizinannya dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Dokumen tersebut juga akan dibuka untuk kelompok nelayan, pariwisata, dan komunitas pemerhati lingkungan agar dapat dipelajari secara transparan. Selain itu kata dia, sebelum membuang air limbah, pengelola tambak wajib melakukan pengecekan kualitas air, termasuk kandungan oksigen, nitrat, nitrit, dan potensi virus seperti WSSV. ”Hasil pengecekan harus dilaporkan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan keresahan ketika pembuangan limbah dilakukan. Kelompok masyarakat juga dipersilakan melakukan identifikasi ulang untuk memastikan hasilnya akurat,” ujarnya. Rapat turut membahas rencana investasi PT BSM yang mendapat dukungan luas dari masyarakat. Namun Sri menegaskan bahwa investasi tidak boleh berjalan sebelum seluruh perizinan rampung. Termasuk izin pengambilan air laut untuk instalasi pipa bawah tanah. Selama izin belum terbit, perusahaan tidak diizinkan melakukan aktivitas apa pun di lapangan. Sri berharap ke depan setiap proses usaha di wilayah pesisir dilakukan secara transparan, kolaboratif, dan mengedepankan harmonisasi dengan masyarakat. Menurutnya, investasi yang terbuka dan sesuai aturan akan menciptakan iklim usaha yang sehat di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, perwakilan TNI AL Pos Ujung Genteng, Polsus KKP Pos Ujung Genteng, Forkopimcam Surade, HNSI Ujunggenteng, Minajaya, Cicaladi, perwakilan perusahaan tambak udang, serta unsur terkait lainnya. (Dicky)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Majalengka, Kompol Asep Agustoni, S.E., M.M., memberikan pengarahan penting kepada para Kepala Satuan (Kasat) dan Pejabat Utama (PJU) Polres Majalengka dalam kegiatan yang digelar di Aula Sindangkasih Polres Majalengka, pada Senin (24/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres turut didampingi oleh Plh. Kabag Ops, AKP Endoy Sahru, S.Sos., M.M., serta dihadiri para PJU dan anggota yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas di lapangan. Pada kesempatan itu, Kompol Asep Agustoni menekankan pentingnya peran para Kasat dan PJU untuk melakukan pengawasan serta memberikan penekanan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) agar tidak melakukan pelanggaran, terutama saat menjalankan tugas operasional. “Saya meminta kepada seluruh Kasat dan PJU untuk lebih meningkatkan pembinaan dan pengawasan kepada seluruh personel. Pastikan PNPP memahami aturan, mematuhi SOP, dan tidak melakukan tindakan yang dapat mencoreng nama baik institusi,” tegas Wakapolres. Ia mengingatkan bahwa pelanggaran sekecil apa pun dalam pelaksanaan tugas dapat berdampak besar terhadap citra Polri di mata masyarakat. Oleh sebab itu, pimpinan satuan diminta untuk aktif memberikan arahan, pengendalian, dan evaluasi secara berkala. Plh. Kabag Ops AKP Endoy Sahru turut menambahkan pentingnya ketegasan dan konsistensi dalam setiap tindakan kepolisian di lapangan. “Kedisiplinan adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas. Setiap personel harus mengedepankan profesionalisme dan bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan,” ujarnya. Dengan adanya pengarahan ini, diharapkan para Kasat dan PJU dapat semakin memperkuat pembinaan internal, mencegah potensi pelanggaran, serta memastikan setiap PNPP melaksanakan tugas dengan penuh integritas, sesuai aturan dan nilai-nilai kepolisian. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga kehormatan dan profesionalisme Polres Majalengka dalam melayani masyarakat.(*) (Asep Rusliman)
Kota Cirebon Bidik-kasusnews.com,., (Senin, 24/11/2025), – Kodim 0614/Kota Cirebon menggelar acara silaturahmi bersama Keluarga Besar TNI (KBT) yang berlangsung di Pendopo Makodim 0614/Kota Cirebon. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai organisasi yang tergabung dalam Keluarga Besar TNI, antara lain KB PEPABRI, LVRI, KB FKPPI, GM FKPPI, serta PPM Kota Cirebon. Acara silaturahmi ini merupakan wujud nyata hubungan harmonis dan komunikasi yang terus terjalin antara Kodim 0614/Kota Cirebon dengan seluruh unsur Keluarga Besar TNI. Kehadiran para tokoh dan pengurus organisasi KBT memberikan suasana hangat dan penuh keakraban. Dandim 0614/Kota Cirebon dalam kesempatan tersebut menyampaikan pengarahan sekaligus sambutan kepada seluruh peserta silaturahmi. Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas, memperkuat komunikasi, serta terus berperan aktif dalam mendukung tugas-tugas TNI di wilayah Kota Cirebon. “Silaturahmi ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mempererat hubungan emosional, memperkuat sinergi, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan dan semangat persatuan,” ujarnya. Lebih lanjut, Dandim juga mengapresiasi kontribusi seluruh organisasi KBT yang selama ini ikut menjaga kondusivitas wilayah serta mendukung berbagai program TNI di tingkat daerah. Ketua PEPABRI Kota Cirebon yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya acara silaturahmi bersama Keluarga Besar TNI. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga kebersamaan, memperkuat hubungan emosional, serta mempertahankan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu. “Kami sangat mengapresiasi undangan dari Kodim 0614/Kota Cirebon. Silaturahmi ini menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara para purnawirawan, veteran, dan seluruh keluarga besar TNI. Nilai persatuan, disiplin, dan semangat juang harus terus kita pelihara bersama,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan komitmen PEPABRI untuk terus mendukung setiap program TNI, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan serta membina generasi muda agar tetap memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Kegiatan silaturahmi berjalan dengan lancar, khidmat, dan penuh kekeluargaan. Acara diakhiri dengan ramah tamah sebagai bentuk memperkokoh kebersamaan antara Kodim 0614/Kota Cirebon dan Keluarga Besar TNI. (pendim0614)* (Asep Rusliman)
Cirebon kota Bidik-kasusnews.com,. Satlantas Polres Cirebon Kota menggencarkan upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas dengan menyasar langsung komunitas pekerja di jalan raya. Sekitar 60 pengemudi ojek online (Ojol) Grab mengikuti sosialisasi intensif Operasi Zebra Lodaya 2025 yang dirangkai dengan edukasi safety driving, Jumat (21/11) pagi. Kegiatan ini merupakan langkah pembinaan preventif untuk memperkuat kedisiplinan dan menekan risiko kecelakaan di wilayah Kota Cirebon, mengingat tingginya intensitas Ojol di jalan raya setiap hari. Pemaparan yang dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, AKP Ridwan Sandhi Maulana, menekankan pentingnya kesadaran pengemudi Ojol untuk menjaga keselamatan kerja di tengah mobilitas tinggi. Materi yang disampaikan meliputi Aturan dasar lalu lintas dan sasaran prioritas Operasi Zebra Lodaya 2025 (seperti helm standar, kelengkapan surat, dan pelanggaran arus), Teknik berkendara aman dalam kondisi lalu lintas padat maupun cuaca ekstrem, dan Larangan membawa muatan berlebih dan bahaya penggunaan ponsel saat berkendara. “Edukasi keselamatan berkendara sangat penting khususnya bagi para pengemudi ojek online… kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci keselamatan bagi diri mereka dan masyarakat lainnya,” ujar AKP Ridwan Sandhi Maulana. Kegiatan berlangsung interaktif, memberikan ruang bagi para pengemudi untuk berbagi pengalaman di lapangan dan memperkuat komunikasi antara kepolisian dan mitra Ojol. (Asep.R)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Polresta Cirebon menyalurkan 9.000 liter air bersih untuk warga Desa Mekarsari dan Gunungsari, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, usai banjir merendam wilayah tersebut pada Rabu (19/11/2025) malam. Bantuan ini menjadi kebutuhan mendesak setelah air sumur warga berubah keruh akibat tingginya genangan. Banjir yang melanda dua desa itu membuat aktivitas warga terganggu sejak malam hingga Kamis pagi. Selain merendam sejumlah rumah, luapan air juga mencemari sumber air bersih sehingga warga kesulitan mendapatkan pasokan layak konsumsi. Melihat kondisi tersebut, Polresta Cirebon bergerak cepat mengirimkan bantuan melalui Polsek Waled. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, melalui Kapolsek Waled AKP M. Fadholi, S.H., menegaskan bahwa bantuan air bersih ini menjadi langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. ”Kami dari Polresta Cirebon memberikan bantuan air bersih kepada Desa Mekarsari dan Gunungsari, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon,” ujarnya, Kamis (20/11/2025). Menurutnya, air bersih segera disalurkan karena kondisi pascabanjir membuat pasokan air di dua desa tersebut tidak dapat digunakan. ”Mengingat peristiwa yang menimpa desa tersebut, Polresta Cirebon memberikan bantuan air bersih karena air di wilayah tersebut keruh imbas banjir tadi malam. Kami memberikan 9.000 liter air bersih,” ungkap Kapolsek Waled. Kedatangan mobil tangki air disambut antusias oleh masyarakat yang sejak pagi sudah menunggu di beberapa titik distribusi. Warga tampak membawa jeriken, ember, dan galon untuk mendapatkan jatah air bersih yang disediakan aparat kepolisian. Kuwu (Kepala Desa) Mekarsari, Gojin, menyampaikan apresiasi atas respon cepat Polresta Cirebon terhadap kebutuhan warganya. ”Kami mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan Polresta Cirebon,” ucapnya. Ucapan serupa disampaikan Pemerintah Desa Gunungsari. Mereka berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang masih memulihkan diri dari dampak banjir. “Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat Desa Gunungsari,” tuturnya. Banjir di Kecamatan Waled beberapa kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir, terutama saat intensitas hujan meningkat. Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait terus memperhatikan kondisi infrastruktur dan pengelolaan aliran air agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Sementara itu, Polresta Cirebon memastikan akan terus memantau kondisi di wilayah terdampak serta menyiapkan langkah bantuan tambahan apabila diperlukan. Bagi warga Mekarsari dan Gunungsari, distribusi 9.000 liter air bersih ini menjadi bantuan awal yang sangat berarti di tengah masa pemulihan. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Camat Cibitung Hodan Firmansyah, S.IP., M.Si., bersama Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra serta jajaran kecamatan Sekretaris Kecamatan, Kasi Binwasdes, Kasi Pemerintahan, dan Kasi PMD. Kehadiran para pejabat tersebut untuk melaksanakan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/11/2025). ”Kegiatan ini diadakan untuk memperkuat koordinasi serta memberikan arahan terkait tata kelola pemerintahan desa, termasuk peningkatan kualitas layanan publik kepada masyarakat,” ujarnya. Dalam sesi pembinaan, Camat Hodan Firmansyah berdialog dengan Kepala Desa Cidahu Wahyu Hidayat beserta perangkat desa. Pembahasan mencakup administrasi kependudukan, pengelolaan keuangan desa, hingga progres pembangunan yang tengah berjalan di Desa Cidahu. “Pembinaan ini penting untuk memastikan pemerintahan desa berjalan sesuai regulasi dan dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Camat. Adapun beberapa fokus pembinaan meliputi administrasi kependudukan yang menuntut ketelitian dalam pengelolaan data warga, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa. Selain itu program untuk penguatan pelayanan publik agar lebih responsif. Camat juga menekankan pentingnya sinkronisasi program pembangunan desa dengan prioritas kecamatan dan kabupaten. Camat Hodan turut mengapresiasi kinerja perangkat Desa Cidahu dan mendorong terus terjalinnya sinergi antara pemerintah kecamatan dan desa demi kemajuan masyarakat. “Agar tercapai Sukabumi Mubarokah, Cibitung Nanggung,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Desa Cidahu Wahyu Hidayat menyambut baik kegiatan pembinaan ini dan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di desanya. ”Pembinaan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di Desa Cidahu ke depan,” tandasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Warga di kawasan selatan Kabupaten Sukabumi menyambut dengan antusias pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Surade–Ujunggenteng. Program yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Jabar Caang ini dinilai membawa perubahan besar bagi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama saat malam hari. Pemasangan yang hingga Minggu (16/11) telah mencapai Kampung Warungjati, Kecamatan Ciracap, dikerjakan secara bertahap. Saat ini, tim pelaksana fokus pada pemasangan angkur atau dudukan tiang lampu menggunakan pasir beton instan untuk memastikan konstruksi benar-benar kokoh. Dadang, pelaksana lapangan, menyebutkan bahwa total 395 titik PJU akan menerangi jalur sepanjang kurang lebih 10 kilometer tersebut. Pemasangan dimulai dari Kampung Warungtilu, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, hingga kawasan Pantai Ujunggenteng, salah satu destinasi wisata utama Sukabumi Selatan. ”Sebanyak 112 titik lampu dipasang mulai Surade hingga Jembatan Cikarang, Desa Pasiripis. Sementara 183 titik lampu lainnya dibentangkan dari seberang Jembatan Cikarang hingga kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujunggenteng, kata dia, Rabu (19/11/2025). Menurut Dadang, program ini bukan sekadar menghadirkan penerangan, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan dan mendongkrak perekonomian wilayah selatan Sukabumi. Penerangan yang memadai akan membuat mobilitas masyarakat dan wisatawan jauh lebih aman. Respons positif pun datang dari warga. Mereka menilai keberadaan PJU sangat dibutuhkan mengingat jalur Surade–Ujunggenteng merupakan akses utama menuju kawasan wisata dan aktivitas ekonomi. “Alhamdulillah, dengan adanya lampu PJU ini masyarakat, khususnya para pengguna jalan, akan merasa lebih aman dan nyaman,” ujar seorang warga Surade. Masyarakat berharap proyek ini dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan secara penuh. Hadirnya penerangan di sepanjang jalur tersebut diyakini akan membuka peluang ekonomi baru sekaligus mendukung perkembangan pariwisata di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. (Dicky)