SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Camat Surade Unang Suryana memanfaatkan cara yang unik untuk mengajak masyarakat menjaga keamanan lingkungan sekaligus melestarikan budaya Sunda. Melalui lagu berjudul “Urang Aronda”, ia mengkampanyekan kembali tradisi ronda kepada warga Kedusunan Jagamukti, Desa Jagamukti, Kecamatan Surade, Jumat (12/6/2026) malam. Di hadapan warga, Unang menyampaikan pesan penting tentang pentingnya ronda malam melalui lantunan lagu yang mudah diingat. Lirik lagu tersebut mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi ngaronda yang telah menjadi bagian dari budaya Sunda dan kehidupan masyarakat Indonesia. Menurut Unang, ronda bukan sekadar aktivitas menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan kepedulian antarwarga. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, tenteram, dan nyaman. Kegiatan itu mendapat sambutan antusias dari warga. Hadir dalam kesempatan tersebut Babinsa Koramil Surade Sersan Muslim, Bhabinkamtibmas Polsek Surade Aipda Mochamad Ramdan, Kepala Desa Jagamukti Apay Suyatman, Kasi Trantib Kecamatan Surade H. Rimbayana beserta jajaran, serta tokoh masyarakat dan warga setempat. Suasana semakin semarak ketika ajakan ronda dibalut dengan gerakan tari bersama yang dikenal sebagai gaya pemugaran tubuh. Selain menyampaikan pesan tentang keamanan lingkungan, gerakan tersebut juga menjadi sarana menjaga kebugaran dan kesehatan jasmani masyarakat. Kepala Desa Jagamukti bersama warga tampak mengikuti gerakan tersebut dengan penuh semangat. Lagu “Urang Aronda” yang dipersembahkan oleh Tri Sinergi diharapkan mampu menjadi media edukasi yang efektif dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya ronda di lingkungan masing-masing. “Semoga dengan cara yang menyenangkan ini, kesadaran warga untuk melestarikan tradisi ngaronda semakin tumbuh sehingga lingkungan tetap aman, tenteram, nyaman, dan budaya leluhur tetap terjaga,” ujar Unang. (Dicky)

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,. Menegakkan keadilan bukan sekadar profesi di atas kertas, melainkan sebuah panggilan jiwa. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Rahmat Hidayat, SH.,. Seorang Advokat sekaligus Aktivis Hukum yang kini mendedikasikan hidupnya untuk membela masyarakat kecil di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Darah Pelayanan Publik dan Akar Pendidikan Lahir di Majalengka pada 1 Juli 1983, Rahmat merupakan anak ketiga dari pasangan (Alm) H. Usman Apandi, S.IP., dan Ibu Hj. E. Casnirah. Tumbuh besar di bawah asuhan seorang Ayah yang berlatar belakang Sarjana Ilmu Politik. Rahmat sejak dini sudah akrab dengan diskusi mengenai sistem pemerintahan, kebijakan, dan tanggung jawab besar dalam melayani publik. Nilai-nilai pengabdian itulah yang kemudian membentuk karakter dan arah hidupnya. Perjalanan Akademis Perjalanan Akademis Rahmat dimulai dari SDN Banjarsari. Kemudian berlanjut ke SLTPN 1 Sumberjaya, Majalengka. Memasuki usia remaja, ia mengambil langkah berani dengan menimba ilmu di SMKN 1 Mundu Cirebon, sebuah sekolah kejuruan yang berfokus pada bidang kelautan dengan kedisiplinan tinggi sebagai pondasi awal sekolah tersebut. Namun, ketertarikannya yang mendalam pada dunia Sosial, Politik dan Hukum, akhirnya menuntun Rahmat ke pendidikan yang berorientasi tentang Hukum. Pada akhirnya, Rahmat memutuskan masuk ke dunia Pendampingan Hukum dan resmi merengkuh gelar Sarjana Hukum (SH) dari Fakultas Hukum Universitas Majalengka. Jiwa Aktivis yang Mengakar Sejak Kecil Sifat kritis, berani bersuara, dan enggan tinggal diam melihat ketidakadilan ternyata sudah melekat pada diri Rahmat sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Karakter pemberani ini tidak luntur, melainkan makin matang seiring berjalannya waktu. Bagi Rahmat, Hukum bukanlah sekadar pasal-pasal kaku. Ketika resmi menyandang gelar Advokat dan bergabung dengan Organisasi Advokat (OA) Perhimpunan Advokat Indonesia – Peradi Nusantara, Ia membawa “roh” aktivisme tersebut ke dalam ruang sidang. Jiwa aktivisnya diwujudkan secara nyata melalui pendampingan hukum, khususnya bagi masyarakat kecil yang kerap kesulitan mendapatkan keadilan formal. Mimpi tanpa aksi hanya akan menjadi wacana Kalimat di atas merupakan kompas hidup yang selalu dipegang teguh oleh Rahmat. Baginya, memperjuangkan apa yang diimpikan harus dibuktikan dengan tindakan nyata di lapangan. Bergerak di Tiga Jalur Langkah Rahmat tidak berhenti setelah menjadi pengacara. Di tengah kesibukannya memberikan pendampingan hukum dan berorganisasi di Peradi Nusantara, ia tetap menaruh perhatian besar pada peningkatan kapasitas diri. Saat ini, Rahmat sedang menempuh studi S2 Magister Hukum di Fakultas Hukum Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon dan setelah lulus, dirinya berwacana untuk melanjutkan Doktoral atau S3 Hukum di Universitas Diponegoro Semarang. Kini, Rahmat Hidayat, S.H. terus bergerak secara konsisten di tiga jalur utama: mengabdi secara profesional sebagai Advokat Peradi Nusantara. Memperdalam khazanah keilmuan di bangku pascasarjana Unswagati, dan tetap setia pada khitah awalnya sebagai aktivis yang menyuarakan hak-hak masyarakat. Sinergi antara belajar, berjuang, dan membela masyarakat menjadi motor penggerak utamanya dalam memberi warna bagi dunia Penegakan Hukum di Indonesia. Biografi Rahmat Hidayat, SH., (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi mencatat luas kawasan kumuh yang masih tersisa mencapai sekitar 160 hektare hingga akhir tahun 2025. Kawasan tersebut tersebar hampir di seluruh kelurahan dan menjadi fokus penanganan pemerintah dalam beberapa tahun ke depan. Sekretaris Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, mengatakan hanya dua kelurahan yang saat ini telah dinyatakan bebas dari kawasan kumuh, yakni Kelurahan Citamiang dan Kelurahan Gunungparang. Sementara itu, wilayah lainnya masih memerlukan berbagai intervensi pembangunan untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman. “Kawasan kumuh yang tersisa sekitar 160 hektare. Sebarannya hampir ada di semua kelurahan. Hanya Citamiang dan Gunungparang yang sudah dinyatakan bebas kawasan kumuh,” ujar Frendy. Menurutnya, pemerintah terus melakukan penanganan melalui berbagai program, termasuk memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kawasan kumuh. Namun pada tahun 2026, pemerintah pusat belum mengalokasikan anggaran untuk program tersebut dan baru direncanakan kembali pada tahun 2027. Meski demikian, usulan program penataan kawasan kumuh telah diajukan dan saat ini pemerintah daerah menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat. Salah satu lokasi yang direncanakan menjadi sasaran program pada 2027 berada di RW 04 Kelurahan Cikundul. Frendy menjelaskan, penetapan kawasan kumuh didasarkan pada sejumlah indikator, di antaranya kondisi bangunan, jalan lingkungan, drainase, pengelolaan air limbah, persampahan, dan ketersediaan air minum. Berbagai program pembangunan dan penataan lingkungan akan terus diarahkan untuk memperbaiki indikator-indikator tersebut. Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga menyerahkan 61 sertifikat di kawasan hasil penataan. Sebanyak 60 sertifikat diberikan kepada warga penerima manfaat dan satu sertifikat Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) diserahkan kepada pemerintah daerah. Frendy berharap warga dapat menjaga dan memanfaatkan rumah yang telah diberikan dengan baik serta tidak menjual atau memindahtangankannya kepada pihak lain. Menurutnya, keberhasilan penataan kawasan kumuh tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada komitmen masyarakat untuk mempertahankan hasil pembangunan tersebut. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas melepas kontingen atlet pelajar yang akan mewakili Kabupaten Sukabumi pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Polwida) Jawa Barat Tahun 2026. Pelepasan berlangsung di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Selasa (9/6/2026). Sebanyak puluhan atlet dari lima cabang olahraga akan berlaga di Kota Bandung pada 15–19 Juni 2026. Adapun cabang yang diikuti meliputi bola voli putra, bola basket putra, sepak bola, pencak silat, dan sepak takraw. Dalam arahannya, H. Andreas meminta seluruh atlet untuk tampil maksimal dengan mengedepankan sportivitas serta semangat juang yang tinggi selama mengikuti pertandingan. “Bertandinglah dengan penuh percaya diri, tetap fokus, dan jangan mudah menyerah. Tunjukkan kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan selama ini serta jaga nama baik Kabupaten Sukabumi,” ujarnya. Menurutnya, keikutsertaan dalam Polwida bukan hanya soal mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi kesempatan berharga bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan, menambah pengalaman, dan membentuk karakter sebagai atlet yang berprestasi. Ia menilai olahraga memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang sehat, disiplin, produktif, dan mampu bersaing di berbagai tingkat kompetisi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga pelajar sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. “Semoga dari ajang ini lahir atlet-atlet potensial yang nantinya mampu membawa nama Kabupaten Sukabumi berprestasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” katanya. Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Sukabumi, Sirojudin, menyampaikan optimisme terhadap kesiapan para atlet yang akan bertanding. Berbagai kebutuhan dan persiapan telah dilakukan agar para atlet dapat fokus menghadapi pertandingan. Ia berharap seluruh anggota kontingen mampu memberikan hasil terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Sukabumi. “Selamat bertanding, jaga kekompakan, sportivitas, dan nama baik daerah. Semoga seluruh atlet dapat meraih hasil yang membanggakan,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG yang aman menjadi salah satu fokus utama dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VI Hiswana Migas yang berlangsung di Hotel Horison Sukabumi, Selasa (9/6/2026). Ketua Panitia Muscab VI Hiswana Migas, Yose Dwi Okta Mahaputra, mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga wadah memperkuat komitmen pelaku usaha migas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurut Yose, distribusi LPG subsidi yang tepat sasaran menjadi salah satu perhatian utama. Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan, termasuk mendukung penerapan sistem barcode yang bertujuan memudahkan pengawasan sekaligus memastikan subsidi diterima oleh masyarakat yang berhak. Selain itu, Hiswana Migas juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan Pertamina guna menjaga kelancaran distribusi energi di daerah. Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengapresiasi peran Hiswana Migas yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Ia menyebutkan, kondisi pasokan BBM dan LPG di Kota Sukabumi hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, Pertamina, dan Hiswana Migas menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan. “Hiswana Migas memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha sektor energi. Kolaborasi ini harus terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujarnya. Bobby menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendukung berbagai langkah yang bertujuan menjaga ketersediaan energi, termasuk memastikan program subsidi berjalan tepat sasaran. Dengan pasokan yang terjaga, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap kebutuhan BBM maupun LPG. Melalui Muscab VI Hiswana Migas, seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ketahanan energi daerah sekaligus memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat Kota Sukabumi. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat upaya penanganan sampah menyusul meningkatnya volume sampah harian yang kini mencapai sekitar 190 ton per hari. Bahkan pada akhir pekan maupun musim libur panjang, jumlah tersebut diperkirakan bisa menembus angka 200 ton per hari. Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi salah satu perhatian serius pemerintah daerah yang membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah dan masyarakat. “Kita serius menangani persoalan sampah. Semua OPD harus bergerak dan berkolaborasi agar penanganannya lebih optimal,” ujar Bobby saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirangkaikan dengan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kota Sukabumi di Lapang Merdeka, Sabtu (6/6/2026). Menurutnya, peningkatan timbulan sampah tidak terlepas dari tingginya aktivitas masyarakat dan pertumbuhan sektor ekonomi yang terjadi di Kota Sukabumi. Kondisi tersebut berdampak langsung pada bertambahnya volume sampah yang harus dikelola setiap hari. Sebagai langkah penanganan, Pemkot Sukabumi telah menyiapkan strategi dalam tiga tingkatan. Pada skala kecil, fokus diarahkan pada peningkatan kebersihan lingkungan melalui pembersihan gulma dan ilalang serta penguatan tim kebersihan yang bekerja pada malam hingga dini hari untuk memastikan kondisi kota tetap bersih saat aktivitas warga dimulai. Untuk skala menengah, pemerintah memperkuat edukasi pemilahan sampah dari sumbernya sekaligus menertibkan keberadaan tempat pembuangan sementara (TPS) liar yang dinilai tidak sesuai ketentuan. Selain itu, berbagai kawasan juga didorong agar mampu mengelola sampah secara mandiri sehingga tidak menjadi titik timbulan sampah baru. Sementara itu, pada skala besar, Pemkot Sukabumi tengah mengkaji sejumlah alternatif pembangunan fasilitas pengolahan sampah dengan kapasitas antara 200 hingga 240 ton per hari. Kajian tersebut mencakup skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), dukungan pemerintah provinsi, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk unsur TNI. Saat ini, dari total produksi sampah harian sekitar 190 ton, sebanyak 132 ton masih dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul. Adapun sisanya dikelola melalui berbagai mekanisme seperti pemilahan mandiri oleh masyarakat, bank sampah, dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Pemkot berharap berbagai langkah yang sedang disiapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap TPA sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di masa mendatang. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Yayasan Lentera Ibnu Sina yang menaungi Dapur Sumber Pangan dan Gizi (SPPG) Citanglar Surade menggelar tes wawancara bagi calon relawan, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Direktur Yayasan Lentera Ibnu Sina, Bambang Jatnika Baroy, didampingi Tuti Suyati.   Puluhan peserta mengikuti tahapan seleksi dengan antusias. Sebelum menjalani wawancara, seluruh calon relawan diwajibkan mengenakan pakaian yang telah ditentukan, yakni kemeja putih dengan bawahan bebas sebagai bentuk penilaian awal terhadap kedisiplinan dan keseriusan peserta. Bambang Jatnika Baroy menjelaskan, proses rekrutmen relawan kali ini mengutamakan masyarakat sekitar lokasi dapur gizi serta warga yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kategori 1, 2, dan 3. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan upaya untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat sekaligus membuka kesempatan bagi warga yang membutuhkan untuk ikut berkontribusi dalam program pelayanan gizi. “Melalui seleksi ini kami ingin mendapatkan relawan yang tidak hanya memiliki kemauan untuk bekerja, tetapi juga memiliki komitmen terhadap kedisiplinan dan aturan yang berlaku di lingkungan Dapur SPPG Citanglar Surade,” ujar Bambang. Semangat para peserta terlihat selama proses wawancara berlangsung. Rizky dan Santni, dua di antara calon relawan yang mengikuti seleksi, mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk bergabung dalam proses rekrutmen tersebut. “Kami berharap bisa menjadi bagian dari relawan SPPG Citanglar Surade. Jika dipercaya dan diterima, kami siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ungkap keduanya. Pernyataan serupa disampaikan Najwa Aprilia R. Ia mengaku termotivasi untuk terlibat dalam program yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta siap mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku apabila dinyatakan lolos seleksi. Seluruh rangkaian tes wawancara berjalan tertib dan lancar. Hasil seleksi akan diumumkan setelah seluruh tahapan selesai dan menjadi dasar penetapan relawan yang akan bertugas mendukung pelayanan gizi bagi masyarakat di wilayah Surade dan sekitarnya. (Dicky)

Cirebon Kota,-Bidik-kasusnews.com,. Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda terus dilakukan Satlantas Polres Cirebon Kota melalui kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Jagasatru, pada Jumat pukul 13.00 WIB hingga selesai (05/06/2026). Kegiatan ini menyasar para santri sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam mewujudkan keselamatan di jalan raya melalui perilaku berkendara yang disiplin dan bertanggung jawab. Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Hadi Suryanto, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para santri, mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sebagai langkah nyata dalam mencegah pelanggaran dan menekan angka kecelakaan di jalan raya. Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman bahwa keselamatan berlalu lintas bukan sekadar kewajiban yang harus dipatuhi ketika ada pengawasan petugas, melainkan kebutuhan yang harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Kesadaran tersebut dinilai penting mengingat masih banyak kecelakaan yang dipicu oleh kelalaian pengguna jalan dalam mematuhi aturan dasar berkendara. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek keselamatan, mulai dari pentingnya menggunakan helm berstandar, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, hingga menghormati hak pengguna jalan lainnya. Langkah-langkah sederhana tersebut menjadi faktor penting dalam menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Lingkungan pesantren dipandang sebagai tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai disiplin berlalu lintas karena para santri telah terbiasa dengan budaya kepatuhan terhadap aturan dan tata tertib. Melalui pendekatan edukatif, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan pula saat berada di jalan raya. Selain membahas aturan lalu lintas, peserta juga diberikan gambaran mengenai berbagai risiko yang dapat timbul akibat pelanggaran, seperti berkendara tanpa perlengkapan keselamatan, menggunakan telepon genggam saat mengemudi, melawan arus, maupun mengabaikan marka dan rambu yang telah tersedia. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting agar para santri mampu menghindari perilaku yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Kegiatan sosialisasi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas. Dengan komunikasi yang terbuka dan edukatif, masyarakat dapat lebih memahami bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat membahas berbagai contoh kasus yang sering ditemukan di jalan raya dan cara sederhana untuk menghindarinya. Edukasi yang diberikan secara langsung dinilai lebih mudah dipahami karena berkaitan erat dengan aktivitas sehari-hari para peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya menjadi pengguna jalan yang patuh terhadap aturan, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sehingga budaya disiplin berlalu lintas dapat tumbuh secara berkelanjutan di Kota Cirebon. Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas perlu dilakukan secara berkesinambungan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat. “Keselamatan di jalan raya dimulai dari kedisiplinan setiap individu dalam mematuhi aturan yang berlaku. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya sehari-hari sehingga dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya,” ujarnya. (Asep Rusliman)

Indramayu,-Bidik-kasusnew.com,. Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik secara dalam jaringan (Daring). Kegiatan strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi aparatur ini, berlangsung selama 2 hari mulai dari tanggal 3-4 Mei 2026. Acara ini dibuka oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Indramayu, Muhammad Zaenal Muttaqin yang didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, Kegiatan ini juga dihadiri Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Jawa Barat selaku narasumber. Adapun peserta bimtek,  berasal dari berbagai instansi dan lini pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, meliputi perwakilan Badan, Dinas, Kecamatan, Puskesmas, hingga tingkat satuan pendidikan yang terdiri dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dalam sambutan pembukaannya, Kepala BKPSDM Indramayu, Muhammad Zaenal Muttaqin menekankan pentingnya bagi seluruh instansi dan unit pelayanan untuk segera melakukan evaluasi standar pelayanan secara berkala demi menghindari potensi mal-administrasi. “Melalui bimbingan teknis ini, kita ingin memastikan seluruh layanan publik di Kabupaten Indramayu benar-benar memenuhi prinsip yang cepat, mudah, transparan, akuntabel, inklusif, dan bebas dari maladministrasi. Seluruh OPD harus memperkuat fungsi pengawasan internal serta mengoptimalkan pengelolaan pengaduan masyarakat agar kepercayaan publik terus terjaga,” ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Kepala Diskominfo Indramayu, H. Suwenda, dalam sambutannya mengatakan, pelayanan publik yang responsif merupakan cerminan dari komitmen bersama dalam menyukseskan visi daerah. “Pelayanan publik yang responsif adalah cerminan dari perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik demi mewujudkan visi Indramayu REANG,” katanya. Suwenda menegaskan, pengaduan masyarakat bukanlah beban atau ancaman. ” Melainkan bentuk partisipasi aktif, kritik, dan masukan berharga untuk mengukur serta meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya. Suwenda menyebut, pengelolaan laporan masyarakat melalui kanal SP4N-LAPOR! di Kabupaten Indramayu sepanjang Januari hingga Mei 2026 cukup banyak. Tercatat dari total 1.050 laporan yang masuk, sebanyak 1.027 laporan (97,6%) telah berhasil diselesaikan, dengan persentase tindak lanjut mencapai 99,9%. Rata-rata kecepatan verifikasi awal pun sangat responsif, hanya memakan waktu 0,4 hari. Kanal digital seperti Call Center (538 laporan), aplikasi Android (200 laporan), dan WhatsApp (138 laporan) menjadi sarana utama yang paling aktif digunakan warga. Meski menorehkan capaian positif, Suwenda mengingatkan para peserta mengenai sanksi tegas jika mengabaikan aduan masyarakat, di mana kinerja pengelolaan dumas kini dipantau. Selama 2 hari pelaksanaan, materi bimtek disampaikan secara komprehensif oleh para narasumber yang kompeten dari Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat. Pada hari pertama, materi berfokus pada Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik serta Metode dan Skema Pengawasan oleh Ombudsman yang dipaparkan oleh Tria Malasari, dilanjutkan dengan materi Maladministrasi dalam Pelayanan Publik oleh Ujang Solihulwildan. Sementara pada hari kedua, materi akan berlanjut pada Penanganan Laporan dan Pemeriksaan Maladministrasi oleh Ujang Solihulwildan, serta perumusan Mewujudkan Pelayanan Publik Inklusi dan Digitalisasi Dalam Pelayanan Publik yang disampaikan oleh Kartika Purwaningtyas. Melalui pelaksanaan bimbingan teknis ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap dapat melahirkan komitmen baru bagi seluruh aparatur untuk menghadirkan pelayanan publik yang jauh lebih responsif, transparan, akuntabel, dan sepenuhnya bersih dari praktik maladministrasi. (Asep Rusliman)

Indramayu,-Bidik-kasusnews.com,.Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung progres pembangunan pabrik yang digadang-gadang menjadi salah satu pusat industri manufaktur terbesar di wilayah barat selatan Kabupaten Indramayu. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan harapannya agar keberadaan PT Free View Internasional dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,Indramayu dan Daerah Penyangga “Pembangunan pabrik ini diharapkan mampu membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat sekitar serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” ujar Dedi Mulyadi. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah guna mendukung iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. “Investasi akan berkembang dengan baik apabila didukung oleh lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif,mari kita kedepankan berkomunikasi apa bila ada permasalahan Mari kita jaga bersama agar investasi yang masuk dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,baik untuk Angkatan kerja maupun manfaat bagi masyarakat setempat tambahnya. Sementara itu, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan bahwa pembangunan pabrik tersebut telah sesuai dengan tata ruang wilayah Kabupaten Indramayu. Menurutnya, kehadiran pabrik sepatu berskala besar tersebut akan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian daerah. “Alhamdulillah, proses pembangunan terus berjalan sesuai rencana. Pabrik sepatu di wilayah barat selatan Indramayu ini diharapkan mampu menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal,” ungkap Lucky Hakim. Berdasarkan rencana perusahaan, pembangunan fisik pabrik ditargetkan selesai pada tahun 2025, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan mesin produksi pada tahun 2026 sebelum proses rekrutmen tenaga kerja dilakukan secara bertahap. PT Free View Internasional merupakan perusahaan manufaktur sepatu berskala besar yang diproyeksikan mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal. Informasi yang berkembang menyebutkan kebutuhan tenaga kerja perusahaan ini dapat mencapai sekitar 20.000 hingga 25.000 pekerja. Kehadiran Gubernur Jawa Barat dan Bupati Indramayu mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Cikawung dan sekitarnya. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para pekerja proyek pembangunan pabrik serta mentraktir makan siang sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka. Masyarakat berharap kehadiran PT Free View Internasional dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi Kabupaten Indramayu,dan kabupaten penyangga khususnya dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (Asep Rusliman)