KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Suasana haru menyelimuti acara perpisahan dan penyambutan (Pisah Sambut) Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kuningan di Gedung Pemerintah Kabupaten Kuningan, baru-baru ini. Di tengah alunan doa dan tepuk tangan hangat, Bupati Kuningan menyampaikan pesan mendalam yang menjadi inti dari seluruh rangkaian acara tersebut. “Jabatan hanyalah sementara, tetapi kebaikan akan selalu dikenang masyarakat,” tutur Bupati dengan nada tegas namun penuh ketulusan. Pesan itu seolah menjadi benang merah yang mengikat dua momen penting dalam acara tersebut: pelepasan AKBP Muhammad Ali Akbar yang mutasi ke Brebes, dan penyambutan resmi Kapolres baru, AKBP Belen Anggara Pratama. Selamat Datang di Bumi Santri yang Sejuk Dalam sambutannya, Bupati secara khusus menyambut kedatangan AKBP Belen Anggara Pratama. Ia menggambarkan Kuningan bukan sekadar wilayah administratif, melainkan sebuah komunitas yang hidup dengan nilai-nilai religius, berhawa sejuk, dan memiliki semangat gotong royong yang mengakar kuat. Namun, di balik kelembutan budaya tersebut, Kuningan sedang bergerak dinamis. Bupati menekankan bahwa percepatan pembangunan dan masuknya gelombang investasi saat ini menuntut fondasi keamanan yang kokoh. “Kuningan tidak membutuhkan pemimpin yang berjalan sendiri. Yang kami butuhkan adalah kolaborasi,” tegasnya. Bupati mengajak seluruh elemen—mulai dari Forkopimda, TNI, Polri, DPRD, ulama, hingga masyarakat umum—untuk bersinergi. Menurutnya, hanya melalui kekompakan inilah Kuningan dapat melaju lebih maju dan stabil. Pemimpin yang Menyentuh Hati Menutup sambutannya, Bupati kembali menyentuh sisi humanis dari seorang pemimpin. Kalimatnya disambut gemuruh tepuk tangan dari seluruh tamu undangan. “Pemimpin yang baik tidak diukur dari lamanya menjabat atau tingginya jabatan. Pemimpin dikenang karena mampu menyentuh hati masyarakat, menghadirkan pertolongan, dan menghadirkan senyum kebahagiaan,” ujarnya. Apresiasi dari Serikat Pekerja Acara ini juga mendapat perhatian luas dari kalangan buruh. Melalui tayangan video, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi AKBP Muhammad Ali Akbar selama memimpin Polres Kuningan. Andi Gani juga mengucapkan selamat bertugas kepada AKBP Ali Akbar di tempat tugas barunya, Brebes, serta memberikan selamat datang kepada AKBP Belen Anggara Pratama. Ia berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat terus diperkuat demi menjaga kondusivitas yang mendukung iklim investasi, baik di Kuningan maupun Brebes. Pelukan Perpisahan, Awal Pengabdian Baru Acara ditutup dengan suasana yang sangat emosional. Pelukan hangat, jabat tangan erat, dan doa-doa terbaik mengiringi langkah AKBP Muhammad Ali Akbar menuju bab baru pengabdiannya. Sebaliknya, sorot mata penuh semangat terlihat pada wajah AKBP Belen Anggara Pratama, menandai dimulainya tanggung jawab barunya sebagai penjaga keamanan Bumi Kuningan. Pergantian kepemimpinan ini menjadi pengingat bijak bagi semua yang hadir: Seorang pemimpin boleh berganti tugas, namun jejak pengabdian, persaudaraan, dan ketulusan dalam melayani rakyat akan selalu hidup abadi dalam ingatan mereka yang pernah merasakannya. (Asep Rusliman)

MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Anggota DPR RI Ateng Sutisna melaksanakan acara Nonton Bareng (Nobar) pertandingan sepakbola Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung melawan Tampines Rovers dengan skor 1 – 0 yang dikolaborasikan bersama bobotoh Persib Viking Majalengka, bertempat di Rumah Aspirasi Atemg Sutisna Saung Nganteur Kahayang pada Jumat malam, (31/07/26). Ateng mengataka bahwa benar kegiatan tersebut untuk menampung aspirasi kawula muda yakni bobotoh Persib Bandung (Viking Majalengka dengan Nobar pertandingan Piala Presiden. “Kegiatan malam ini merupakan kerjasama antara Saung Panganteur dengan komunitas Viking Alengka Majalengka yang bertujuan ingin mencoba mewadahi para bobotoh Persib yang mana punya fanatisme terhadap olahraga Tim Jawa Barat dan mudah mudahan ke depan akan menjadi suatu ikatan yang positif dalam rangka saling kerjasama mengisi kegiatan positif anak.muda,” papar Ateng. Sambungnya, yang berawal dari hobby, anak muda contoh dari komunitas Viking Alengka ini bisa dikembangkan ke depan kegiatan kegiatan positif atau berbuat sesuatu yang kemudian akan bermanfaat bagi masyarakat luas. “Alhamdulillah sekarang saya bangga sekali kepada komunitas Viking Alengka ini karena dalam kegiatan nobar ini pada datang dengan tertib, terus menyaksikan tim kesayangannya dengan aman dan kondusif,” tuturnya. Masih kata Ateng, sebagai warga Jawa Barat kita doakan Persib Juara pada Piala Presiden tahun 2026 ini, dan ke depan final insyallah akan diadakan lagi.di Saung Nganteur Kahayang. “Pesan saya kepada para pemuda Majalengka khususnya yang tergabung di Viking, mari kita berkontribusi kemanfaatan kita buat orang banyak dan hobby ini ke depan bisa menunjang kehidupan kita,” pungkasnya. Sementara itu Ketua Komunitas Viking Alengka Majalengka, Bambam mengucapkan terimakaaih kepada anggota DPR RI Ateng Sutisna yang sudah menampung aspirasi atau keinginan kawula muda dalam kegiatan Nobar pertandingan Persib Bandung pada Piala Presiden ini. (Asep Rusliman)

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Kekeringan di Majalengka kembali menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Krisis air yang melanda lahan pertanian di Kecamatan Ligung membuat banyak petani diliputi kekhawatiran gagal tanam hingga gagal panen pada musim kemarau tahun ini. Merespons kondisi tersebut, Bupati Majalengka Eman Suherman turun langsung menemui para petani di Desa Burujul Kulon, Kecamatan Ligung, untuk mendengarkan keluhan sekaligus memastikan langkah penanganan segera dilakukan. Dalam dialog bersama petani, Eman mengakui bahwa persoalan utama yang dihadapi masyarakat saat ini adalah minimnya pasokan air irigasi. Menurutnya, keberhasilan musim tanam di wilayah tersebut sangat bergantung pada ketersediaan air. “Di Ligung masyarakat masih harap-harap cemas. Berhasil panen atau tidak sangat ditentukan oleh ada atau tidaknya air,” ujarnya. Pemkab Bergerak Cari Solusi Kekeringan Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam menangani persoalan kekeringan yang sebelumnya juga terjadi di Kecamatan Jatitujuh dan Kertajati. Eman mengungkapkan, sejak awal menjabat sebagai Bupati Majalengka dirinya langsung mengusulkan pembangunan sodetan dari Bendungan Rentang sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kekurangan air di sejumlah kawasan pertanian. Langkah tersebut kini mulai membuahkan hasil. Aliran air menuju lahan pertanian di Kecamatan Jatitujuh disebut sudah kembali normal sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan lebih baik. “Saya berasal dari keluarga petani dan tumbuh di desa. Saya memahami betul bagaimana sulitnya mencari air untuk sawah. Karena itu, persoalan ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah,” katanya. (Asep Rusliman)

MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,.Program bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM),kini program bantuan tersebut tersalurkan di Desa Heuleut Kecamatan Lewimunding,Kabupaten Majalengka.oleh penerima kelompok tani yang di ketuai oleh Asan. Pemerintahan melalui dinas terkait memberikan program bantuan IRPOM untuk menyediakan air irigasi dengan pompa di lahan pertanian yang tidak terjangkau jaringan irigasi (teknis), terutama lahan sawah dan daerah rawan kekeringan. Tujuannya meningkatkan luas tanam, produktivitas, dan mendukung swasembada pangan lokal. Dari hasil temuan di lapangan program bantuan IRPOM tersebut kini masih dalam pembangunan di desa heuleut kecamatan Lewimunding,terlihat jelas para pekerja masih dalam proses pemasangan bata,dan baru mulai pada hari Minggu kemarin,dan tidak tau terkait sumber dana,karena di lokasi tidak terpangpang papan informasi. “Saya tidak tau pa terkait papan informasi,ini juga baru bekerja dari hari Minggu belum ada satu Minggu,dan ketua kelompok pun saya tidak tau ada dimana”.ujar si pekerja.Kamis 30/07/2026 Saat awak media mendatangi ketua kelompok Asan di kediaman nya, yang tak jauh dari proyek IRPOM,namun Asan tidak ada hanya ada kakak nya yang bernama Amin,ia pun menjelaskan kan terkait irpom yang saat ini lagi di kerjakan yang melibatkan kakak sebagai ketua kelompok. “Kalau masalah Asan betul adik saya yang menjadi ketua kelompok tani,tapi hanya sekedar di tulis tonggong,(punggung).mangga silahkan ke desa saja hubungi pak ambang Ato”.kata amin. Di sisi lain, saat di ruangan balai desa heuleut wartawan ini hanya bertemu dengan kepala Dusun (Kadus),dan membenarkan kan ada nya proyek IRPOM, “terkait proyek tersebut biasa nya ke pak ambang dan nanti juga di tembuskan ke pak Kuwu”.kata kadus Kami pun mengkonfirmasi pak ambang,menggunakan handpon nya Kadus bahwa pernyataan dari kakak nya Asan yakni amin itu tidak benar,dan terkait papan informasi itu dari RAB nya emang tidak di cantum kan. “Iya proyek IRPOM di situ betul lagi di laksanakan,terkait ketua kelompok Asan hanya sekedar di tulis punggung,itu tidak benar.dan tidak di pasang nya papan informasi karena dari RAB nya tidak ada,dan yang bikin RAB nya itu dari konsultan dan saya juga tidak tau nama nya”. pungkas ambang sambil matikan handpon. Sampai nya berita ini di tulis dan di terbitkan belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait.dan program pembangunan bantuan IRPOM tersebut masih belum jelas sumerdana dari mana dan berapa nilai nya masih misteri.publik masih menunggu untuk keterbukaan dan transparansi. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Acara pelepasan purna bakti Camat Surade Unang Suryana, S.IP.,Kp., M.Si digelar pada Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban ini dihadiri oleh perwakilan berbagai instansi serta unsur masyarakat se-Kecamatan Surade. Hadirnya dalam kesempatan ini jajaran Forkopimcam Surade, Ketua PGRI Cabang Surade, Ketua K3S. Hadir juga para Kepala Sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA dan SMK, Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) H. Hendra Permana. Tampak deretan tamu undangan yang terdiri dari seluruh Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Surade, Kepala KUA Kecamatan Surade, Ketua Karang Taruna Kecamatan Surade, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta para tamu undangan lainnya. Rangkaian acara dipandu oleh Hikmat Ashadi (Staf Kecamatan Surade) yang bertindak sebagai pembawa acara sekaligus pengatur waktu. Dalam sambutannya, Unang Suryana menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang telah hadir dan bersinergi melaksanakan tugas bersama selama dirinya menjabat. “Terima kasih sebesar-besarnya saya sampaikan kepada rekan kerja, seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat yang telah berbarengan menjalankan amanah pelayanan dan pembangunan di wilayah ini,” ujarnya. Sambutan juga disampaikan Sekcam Surade E’ah Nurlaila, Danramil Surade Kapten Inf Didik, serta Ketua Paguyuban Serdadu Jampang (PSJ) Asep M Rapidi yang memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Camat selama bertugas. Sementara Ketua MUI Kecamatan Surade Asep Mustofa (Aa Bentang) turut mengapresiasi sekaligus mendoakan, khususnya atas peran beliau dalam mewujudkan Masjid Al-Jalil Kecamatan Surade. Selanjutnya penyampaian kesan dan pesan disampaikan perwakilan Kepala Desa oleh Kades Citanglar Surahman yang juga Ketua Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Pajampangan (PKPP), perwakilan KNPI Kecamatan Surade, serta perwakilan PGRI Cabang Surade oleh Ibu Rofikoh. Pada kesempatan tersebut Rofikoh turut menyuguhkan lagu ciptaan PGRI yang berjudul Purna Bakti Camat Surade khusus untuk menghormati masa bakti Unang Suryana. Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama dan makan bersama dalam suasana kekeluargaan yang hangat. (Dicky)

Jakarta Utara,-Bidik-kasusnews.com,.28 Juli 2026 Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI),, Alhamdulillah korwil kabupaten Kuningan resmi di kukuhkan di jakarta,,yang di ketuai oleh RATIM ( Ahmad Nurcahya) dan para pengurus yg ada di struktur kepengurusan korwil Kuningan,, sekaligus menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 yang dirangkaikan dengan pengukuhan sembilan Koordinator Wilayah (Korwil) FWJI. Acara berlangsung di Gedung Auditorium Gelanggang Jakarta Utara (GJU) pada Selasa (28/7/2026) dengan penuh khidmat, semangat kebersamaan, dan rasa kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan ungkapan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik. Momen ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antaranggota sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam meningkatkan profesionalisme, integritas, dan solidaritas insan pers di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FWJI, Mustopa Hadi Karya, hadir didampingi istri tercinta, Ibu Wulan. Turut hadir Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Ketua DPD FWJI Jakarta Rosyid, Ketua DPD FWJI Banten Robi Liu, Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Utara AKBP Hadi Wahyudi, S.I.K., M.H. sebagai perwakilan Kapolres, serta perwakilan Kodim 0502/Jakarta Utara. Hadir pula para pengurus, anggota FWJI, keluarga besar FWJI, serta tamu undangan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Pengukuhan sembilan Korwil  FWJI menjadi salah satu agenda utama dalam acara ini sebagai langkah memperkuat struktur organisasi dan memperluas koordinasi antarwilayah. Dengan dikukuhkannya para Korwil, diharapkan FWJI semakin solid dalam menjalankan tugas jurnalistik yang profesional, independen, serta menjunjung tinggi kode etik pers. Suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Perayaan HUT ke-7 FWJI menjadi bukti bahwa organisasi terus berkembang dan berkomitmen menjadi wadah bagi para wartawan yang mengedepankan integritas, kualitas, serta pengabdian kepada masyarakat melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. (Asep Rusliman)

Cirebon,-Bidik-kasusnews.com,.27 Juli 2026 – Pemerintah membuat Peraturan dan undang-undang agar untuk bisa di laksanakan oleh seluruh pejabat pemerintah dengan sebaik mungkin, namun peraturan dan undang-undang ini selalu dilanggar oleh pejabat yang memiliki kewenangan. Salah satunya peraturan larangan tentang penjualan baju seragam di sekolah maupun di koperasi sekolah, hal ini diduga masih didapati pada sekolah negeri (SDN 2 Kerandon) yang menjual seragam sekolah . Menurut informasi yang diproleh bahwasanya kegiatan jual baju seragam di SDN 2 Kerandon ini diduga sudah berlangsung setiap tahunnya. Dari informasi warga masyarakat, awak media melakukan mengkonfirmasi salah satu wali murid yang anaknya bersekolah di SDN 2 Kerandon, sebut saja inisialnya A, terkait apakah benar anaknya membeli baju di sekolah, Ibu A mengatakan,”Iya benar pak, kami mebeli baju muslim, kaos olahraga, rompi batik dan map rapot total seluruhnya Rp. 480.000,- Senin, 27/07/2026 Sudah menjadi Kebiasan buruk bagi oknum menjual baju seragam kepada anak didik tanpa bisa dicegah oleh pengawas sekolah ( PS ) kenapa?! Karna diduga pengawas sekolah tidak menjalankan tupoksinya atau tugas yang di amanahkan selaku seorang pengawas dan oknum kepala sekolah tidak punya kesadaran pada dirinya serta sudah keenakan bisnis tersebut tanpa punya resiko. Padahal mereka tau adanya dasar hukum Larangan yang diatur dalam beberapa peraturan pemerintah, antara lain: Peraturan Pemerintah ( PP ) Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan: Pasal 181 dan 198 secara tegas melarang pihak sekolah, tenaga pendidik, dewan pendidikan, dan komite sekolah menjual seragam. Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022 tentang Pakaian Seragam Sekolah: Pasal 12 ayat (1) menyebutkan bahwa pengadaan pakaian seragam sekolah menjadi tanggung jawab orang tua/wali murid. Sampai berita ini di terbitkan awak media belum bisa menemui kepala SDN 2 Kerandon Ade Priyono karena yang bersahutan sedang tidak ada di tempat “alesan ada rapat di korwil”, ucap salah satu Guru. (Korwil)

Bandung,-Bidik-kasusnews.com,.29 Juli 2026 – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, secara resmi mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga generasi muda di seluruh wilayah Jawa Barat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial terhadap sesama. Dalam pernyataannya, Kapolda Jawa Barat menegaskan bahwa kepedulian terhadap sesama bukan sekadar kewajiban kemanusiaan, melainkan fondasi penting untuk menjaga kerukunan, mencegah potensi gesekan, serta memperkokoh keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. “Kekuatan kita bukan hanya dari sistem keamanan yang berjalan, melainkan seberapa besar kita saling peduli, saling bantu, dan saling menguatkan. Ketika kepedulian tumbuh subur di setiap lapisan masyarakat, maka setiap kesulitan akan lebih mudah teratasi dan setiap perbedaan akan menjadi kekayaan yang menyatukan kita,” ujar Kapolda. Ajakan ini ditujukan khususnya untuk lebih memperhatikan kelompok yang membutuhkan dukungan: keluarga kurang mampu, lansia yang hidup sendiri, anak terlantar, penyandang disabilitas, hingga warga yang terkena musibah atau kesulitan hidup lainnya. Bentuk kepedulian dapat diwujudkan dalam berbagai cara yang sederhana namun bermakna: mulai dari kepekaan terhadap lingkungan sekitar, memberikan bantuan sesuai kemampuan, turut serta dalam kegiatan gotong royong, berbagi informasi yang bermanfaat, hingga menjaga tutur kata dan perbuatan yang menghargai martabat orang lain. Kapolda Jawa Barat juga menyatakan bahwa jajaran Polri di wilayah Jawa Barat akan terus menjadi bagian aktif dari gerakan kepedulian ini, memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam melaksanakan program sosial, serta menjadikan pelayanan yang ramah dan berpihak pada kepentingan masyarakat sebagai wujud nyata kepedulian institusi. “Mari kita mulai dari diri sendiri, dari lingkungan terdekat, dan berlanjut bersama-sama. Semakin kita peduli, semakin kuat ikatan persaudaraan kita sebagai bangsa, dan semakin kokoh pula kita menjaga Jawa Barat yang aman, damai, dan sejahtera bersama,” pungkasnya.

Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar meminta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan dievaluasi secara menyeluruh. Permintaan itu muncul setelah ia menerima laporan bahwa angka stunting justru mengalami kenaikan, meski dana MBG yang beredar di daerah tersebut diperkirakan mencapai Rp1,4 triliun setiap tahun. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Dian saat menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa 28 Juli 2026. Menurut Dian, persoalan stunting masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani bersama. Selain itu, Kabupaten Kuningan juga masih dihadapkan pada persoalan kemiskinan, pengangguran, hingga pengelolaan sampah yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk PKK. Bupati mengaku terkejut setelah mengetahui besarnya anggaran Program MBG yang masuk ke Kabupaten Kuningan. Dengan nilai sekitar Rp1,4 triliun per tahun, program tersebut dinilai semestinya mampu memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan gizi anak dan percepatan penurunan stunting. Namun, laporan dari Dinas Kesehatan menunjukkan hasil yang belum sesuai harapan. “Seharusnya anggaran sebesar itu mampu memberikan dampak besar terhadap perbaikan gizi anak. Tetapi laporan yang saya terima justru menunjukkan angka stunting belum membaik, bahkan meningkat. Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama,” tegas Dian. Minta Sekda Evaluasi Total Program MBG Bupati meminta Sekretaris Daerah bersama seluruh perangkat daerah terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Evaluasi tersebut mencakup mekanisme pelaksanaan program, sistem distribusi makanan. Ketepatan sasaran penerima manfaat dan fektivitas program terhadap penurunan stunting. Menurut Dian, keberhasilan program tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi harus terlihat dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. “Kalau memang ada yang keliru dalam pelaksanaannya, harus segera diperbaiki. Sangat disayangkan apabila dana negara yang begitu besar tidak mampu menjadi daya ungkit untuk menurunkan angka stunting,” ujarnya. Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap evaluasi tersebut menghasilkan langkah konkret agar Program Makan Bergizi Gratis benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak. Sebelumnya, Pemkab Kuningan juga telah menyatakan komitmennya mendukung pelaksanaan MBG melalui berbagai langkah pendukung di daerah. (Asep Rusliman)

Cirebon,-Bidik-kasusnews.com,. Warga Desa Kerandon, Kecamatan Talun, kabupaten Cirebon, mengeluhkan bau busuk yang berasal dari tumpukan limbah bulu ayam. Aktivitas warga kerap terganggu akibat aroma tak sedap yang menyengat. Bahkan sampai mengganggu pengendara di jalan dan sawah pertanian. Pantauan Awak media, bau busuk itu berasal dari limbah bulu ayam yang dikeringkan dengan cara dijemur di sebuah bangun Gudang terbuka Desa Kerandon milik Aripin warga Desa Cirebon Girang kecamatan Talun Salah satu warga Desa Kerandon yang tidak menyebutkan nama di sekitar tempat penjemuran bulu ayam mengutarakan keluhannya. Ia mengatakan aroma tak sedap itu sudah ada sejak sejak 1 tahun lebih. “Baunya seperti bangkai. Semua datang dan melintas semuanya mengeluh bau busuk dari dalam Gudang bulu ayam, Orang-orang yang lewat di sekitar menutup hidungnya,” terang warga pada awak media di lokasi, Senin, 27/07/2026. Saat awak media menemui kepala Desa/Kuwu Kerandon Warnawan, memaparkan bahwa ada aktifitas penyemur serta proses daur ulang Bulu Ayam tidak mempunyai ijin baik dari lingkungan setempat maupun dari pemdes Kerandon. Ujar Kuwu Dari desa desus masyarakat mengeluh dengan bau busuk sudah di terima secara obrolan dan Kuwu Warnawan sudah menindak lanjuti ke Dinas Lingkungan Hidup serta sudah di tinjau pihak DLH pada tanggal 9/7 beserta Pemdes Kerandon kelokasi daur ulang Bulu Ayam, DLH memberikan surat tegur di tgl 25/6 yang isi memberikan waktu luang selama 2 Minggu kedepan agar menghentikan aktifitas daur ulang Bulu Ayam dengan bau busuknya. Pungkas Kuwu Masyarakat berharap pemerintah segera menutup usaha pengeringan limbah bulu ayam yang semakin hari semakin mengganggu warga. “Kami sangat berharap agar ini segera ditutup. Karena sudah mengganggu sekali. Aromanya tertiup angin dan ke sana sini,” jelasnya. Dan kini masyarakat Desa Kerandon berharap keberanian DLH untuk melakukan penutup usaha Bulu Ayam dengan bau busuknya, karena ini sangat mengganggu warga, jadi warga meminta Dinas terkait segera menutupnya. Pungkas Warga Sampai berita ini di terbitkan awak media belum bisa menemui Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Cirebon dan melakukan konfirmasi serta tidak kedepan atas keluhan warga Desa Kerandon yang terganggu adanya aktivitas daur ulang Bulu Ayam dengan bau busuknya. (Asep Rusliman)