MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti acara Nonton Bareng (Nobar) laga final Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya dalam ajang sepakbola Piala Presiden tahun 2026. Acara berlangsung meriah di Saung Nganteur Kahayang Ateng Sutisna, anggota DPR RI dari Fraksi PKS yang beralamat di Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka pada Kamis malam, (06/08/26), acara dilaksanakan dengan kerjasama bersama komunitas Bobotoh Persib Viking Alengka Majalengka. Kegiatan ini turut dihadiri langsung Anggota DPR RI Bapak Ateng Sutisna, Bupati Majalengka, Eman Suherman serta Kapolres Majalengka, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman serta anggota DPRD Majalengka fraksi PKS dan undangan lainnya. Kehadiran para tokoh pimpinan daerah semakin menambah semarak dan kebersamaan seluruh pendukung yang hadir. Dalam sambutannya, Ateng Sutisna menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat. “Semoga laga ini berjalan indah dan penuh sportivitas. Dukung tim kesayangan dengan semangat, tetap jaga ketertiban, keamanan, serta kebersamaan,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah. Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan harapan agar kegiatan ini makin mempererat persaudaraan. “Sepak bola bukan sekadar pertandingan, melainkan sarana menyatukan hati. Tetap rukun, saling menghormati, dan jaga nama baik daerah,” ujarnya. Sementara itu, Kapolres Majalengka, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman mengajak seluruh pendukung untuk tetap santun, menjaga ketertiban, dan menjamin suasana aman hingga acara selesai. Sejak sore hari warga mulai berdatangan dengan penuh semangat. Selama pertandingan sorak-sorai bergema, namun suasana tetap tertib dan akrab — menunjukkan persatuan yang kuat di tengah masyarakat Majalengka. Panitia dari Viking Alengka Majalengka menyampaikan terima kasih kepada Bapak Ateng Sutisna, Bupati, Kapolres, dan seluruh warga yang hadir. “Semoga kebersamaan ini terus terjalin dan semoga Persib meraih hasil terbaik, menang atau kalah tetap kompak, ” ujar perwakilan panitia. Acara pun berakhir dengan penuh kehangatan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga di Saung Nganteur Kahayang, Salagedang, Majalengka. (Asep Rusliman)
Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Dalam upaya memperkuat sinergitas antara instansi pemerintah dan insan pers, perwakilan Humas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Eska Nata Suryana, menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kuningan yang dipimpin oleh Ketua Korwil Ahmad Nurcahya, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di kantor Balai TNGC yang beralamat di Jalan Raya Kuningan–Cirebon KM.9 No.1, Manislor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara Balai TNGC dan insan pers di Kabupaten Kuningan. Dalam suasana penuh keakraban, kedua belah pihak membahas pentingnya kolaborasi dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat, khususnya mengenai upaya pelestarian lingkungan, konservasi kawasan hutan, edukasi kepada masyarakat, serta berbagai program yang dijalankan Balai TNGC. Perwakilan Humas Balai TNGC, Eska Nata Suryana, menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis sebagai mitra dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan membangun kepada masyarakat. Melalui hubungan yang harmonis dengan wartawan, diharapkan berbagai program konservasi dapat lebih dikenal dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Sementara itu, Ketua FWJI Korwil Kuningan, Ahmad Nurcahya, mengapresiasi sambutan hangat dari jajaran Balai TNGC. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen FWJI untuk terus menjalin kerja sama yang positif dengan berbagai instansi, termasuk Balai TNGC, dalam menyampaikan informasi yang berimbang, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia menambahkan bahwa FWJI Korwil Kuningan siap mendukung publikasi berbagai kegiatan positif Balai TNGC, terutama yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup, perlindungan kawasan konservasi, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. Pertemuan tersebut diakhiri dengan sesi diskusi dan foto bersama sebagai simbol terjalinnya sinergitas antara Balai TNGC dan FWJI Korwil Kuningan. Diharapkan, kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata dalam penyampaian informasi yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai sebagai salah satu aset lingkungan yang sangat berharga di Jawa Barat. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, H. Aep Majmudin, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Ciracap, Kamis (6/8/2026). Kunjungan Aep untuk berdialog langsung dengan para petani sekaligus meninjau berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian di wilayah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Aep didampingi jajaran Dinas Pertanian dan disambut Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ciracap Miftah, Kepala UPTD Wilayah VI Jampangkulon Yayat, serta para penyuluh dan perwakilan kelompok tani. Forum dialog dimanfaatkan petani untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi di lapangan. Berbagai aspirasi tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas sebagai bahan evaluasi dalam penyusunan program pembinaan dan pendampingan pertanian di Kabupaten Sukabumi. Aep Majmudin mengatakan, pemerintah daerah saat ini memprioritaskan peningkatan produksi padi. Ia berharap para petani dapat mempersiapkan musim tanam dengan baik sehingga pada akhir tahun seluruh areal yang telah direncanakan bisa ditanami dan hasil panennya terserap oleh Bulog. Selain mendorong peningkatan produksi padi, ia mengajak petani mulai mengembangkan pola usaha tani yang lebih beragam. Menurutnya, komoditas seperti bawang merah, semangka, kopi, kelapa, singkong hingga kedelai memiliki potensi ekonomi yang dapat menambah pendapatan masyarakat. “Jangan hanya bergantung pada satu komoditas. Diversifikasi tanaman akan memberikan peluang ekonomi yang lebih baik bagi petani,” ujarnya, Kamis (6/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Aep juga mengingatkan pentingnya perawatan alat dan mesin pertanian yang telah diterima kelompok tani melalui program bantuan pemerintah. Menurutnya, alat seperti combine harvester harus dimanfaatkan secara optimal serta dirawat agar umur pakainya lebih panjang. Ia juga meminta petani lebih cepat melaporkan apabila menemukan serangan organisme pengganggu tanaman. Dokumentasi berupa foto atau video dapat dikirimkan kepada petugas BPP maupun Dinas Pertanian agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Nani selaku perwakilan Kementerian Pertanian sebagai Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi. Sementara itu, Ketua Gapoktan Desa Cikangkung, Nurhaman, menyampaikan berbagai masukan dan harapan petani agar dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian terus ditingkatkan, baik melalui pembinaan, sarana produksi, maupun pendampingan di lapangan. (Dicky)
Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Majalengka saat ini berada pada fase penting dalam perjalanan pemerintahannya. Berbagai upaya pembenahan birokrasi terus dilakukan setelah sekian lama publik menilai adanya kerusakan tata kelola yang diwariskan dari masa sebelumnya. Harapan masyarakat sesungguhnya sederhana: lahirnya pemerintahan yang bersih, profesional, dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik. Namun di tengah proses pembenahan tersebut, ruang publik justru diramaikan oleh isu rotasi dan pengangkatan aparatur sipil negara (ASN). Percakapan mengenai adanya “titipan jabatan” hingga dugaan jual beli posisi kembali mencuat dan menyebar luas, terutama melalui media sosial. Berbagai unggahan, komentar, dan narasi yang beredar seolah membentuk opini bahwa rotasi jabatan kali ini tidak sepenuhnya berjalan berdasarkan kompetensi. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: mampukah Pemerintah Kabupaten Majalengka menahan guncingan tersebut? Di era digital, persepsi publik sering kali terbentuk lebih cepat daripada klarifikasi pemerintah. Ketika media sosial terus memframing bahwa pengangkatan dan rotasi ASN dipengaruhi oleh oknum tertentu, kepercayaan masyarakat dapat tergerus apabila pemerintah tidak segera menjawabnya dengan keterbukaan. Transparansi menjadi kata kunci. Publik ingin mengetahui apakah proses seleksi pejabat benar-benar didasarkan pada kemampuan, rekam jejak, inovasi, dan integritas. Pemerintah tentu memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa keadaan saat ini lebih baik dibanding sebelumnya. Salah satunya dengan membuka mekanisme penjaringan pejabat secara jelas, menyampaikan indikator penilaian, serta memastikan setiap ASN memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Jika langkah-langkah tersebut dilakukan secara konsisten, isu miring perlahan akan kehilangan ruang. Meski demikian, gonjang-ganjing yang terus beredar tidak bisa dianggap remeh. Pemerintahan Kabupaten Majalengka kini mendekati dua tahun masa kepemimpinan. Pada fase ini masyarakat mulai menilai bukan lagi janji, melainkan hasil nyata. Karena itu, isu rotasi jabatan berpotensi memengaruhi elektabilitas pemerintah apabila dibiarkan tanpa penjelasan yang memadai. Masyarakat tentu berharap cita-cita yang disampaikan dalam kampanye dan janji politik dapat diwujudkan dengan baik. Pembenahan birokrasi tidak cukup hanya dengan mengganti pejabat, tetapi juga harus diikuti perubahan budaya kerja, peningkatan pelayanan, serta pengelolaan pemerintahan yang tertib dan profesional. Lalu, masihkah pengelolaan pemerintahan kita semrawut? Jawabannya akan terlihat dari keberanian pemerintah membangun sistem yang akuntabel dan bebas intervensi. Publik akan menilai dari fakta, bukan sekadar slogan. Sebagai masyarakat Majalengka, kami menantikan yang terbaik. Kami berharap pemerintah mampu menghadirkan suasana yang nyaman dan tenteram sehingga warga dapat menjalankan kehidupan sehari-hari tanpa dihantui kecurigaan terhadap birokrasi. Majalengka membutuhkan pemerintahan yang dipercaya rakyat, karena dari kepercayaan itulah pembangunan dapat berjalan dengan tenang, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Asep Rusliman) PJI Majalengka
MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Majalengka, Efrans Galuh Setiawan, melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Majalengka. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara dekat berbagai program pembinaan bagi para warga binaan serta fasilitas pelayanan dasar di dalam Lapas pada Selasa, 4 Agustus 2026. Dalam kunjungannya, rombongan Anggota DPRD diawali dengan meninjau program pembinaan kepribadian. Suasana khusyuk terlihat saat menyaksikan langsung kegiatan keagamaan warga binaan, salah satunya Program Pesantren Bina Santri Al-Awwabin di masjid Lapas Majalengka. Tak hanya fokus pada pembinaan rohani, Efrans juga menyempatkan diri untuk melihat langsung Klinik Pratama Lapas Majalengka. Dalam kesempatan tersebut, ia bahkan ikut melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengecekan tekanan darah. Peninjauan kemudian dilanjutkan ke area pembinaan kemandirian yang menjadi wadah pemulihan serta pembekalan keterampilan kerja. Rombongan melihat langsung proses produksi di bidang tata boga, keterampilan merajut, menjahit, hingga pembuatan kerajinan rotan. Peninjauan dilanjutkan ke area Sarana Asimilasi dan Edukasi yang mencakup sektor pertanian, perikanan, serta peternakan yang dikelola secara terpadu oleh warga binaan. Efrans menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran Lapas Majalengka dalam mengelola program pembinaan yang berjalan. Diharapkan pembinaan ini dapat menjadi bekal bagi para warga binaan saat bebas nanti. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi mulai memperkuat penataan kawasan Jalan Ahmad Yani sebagai pusat aktivitas kuliner malam melalui monitoring rutin yang difokuskan pada kebersihan lingkungan, pengaturan Pedagang Kaki Lima (PKL), serta ketertiban parkir. Kegiatan tersebut dilakukan setiap akhir pekan saat jumlah pengunjung mengalami lonjakan. Peninjauan dilakukan langsung Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana dengan menyusuri sepanjang kawasan pedestrian dan berdialog langsung dengan para pedagang. Pemerintah kata Bobby ingin memastikan penataan dilakukan dengan pendekatan yang humanis sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengabaikan fungsi ruang publik dan keselamatan pengguna jalan. Dalam kebijakan yang diterapkan, PKL tetap diberikan ruang untuk berjualan di atas area trotoar yang telah ditentukan. “Pemerintah tidak ada mentolerir para pedagang yang memanfaatkan badan jalan karena berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan maupun membahayakan pengguna jalan,” kata Bobby, Senin (3/8). Dia menambahkan, penataan juga menyasar sistem parkir kendaraan pengunjung. Untuk menghindari kemacetan, kendaraan hanya diperbolehkan parkir di satu sisi jalan, sedangkan sisi lainnya dijaga tetap steril melalui pemasangan water barrier sebagai pembatas. Selain penataan fisik kawasan, Pemerintah Kota Sukabumi mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Pedagang dan pengunjung diminta menerapkan prinsip carry in, carry out dengan membawa kembali atau membuang sampah pada tempat yang telah disediakan sehingga kebersihan kawasan tetap terjaga. Hasil monitoring menunjukkan kesadaran pedagang terhadap pengelolaan sampah mulai meningkat. Sebagian besar telah melakukan pemilahan sampah organik dan nonorganik sebelum diangkut oleh petugas kebersihan, sesuai standar operasional yang diterapkan pemerintah. Untuk mempercepat penanganan sampah, Dinas Lingkungan Hidup melalui Tim Saber menambah jam operasional pengangkutan pada malam hari. Langkah tersebut dinilai efektif mengurangi penumpukan sampah setelah aktivitas kuliner berakhir. “Kami juga telah menyiapkan gerobak tempat sampah berbahan fiber yang akan ditempatkan di beberapa akses masuk kawasan, seperti Gang Tekwat, Gang Lipur, dan Gang Perniagaan. Setiap gerobak akan dilengkapi tempat terpisah untuk sampah organik, nonorganik, dan residu agar proses pengangkutan menjadi lebih mudah,” ungkapnya. Di sisi lain, pemerintah mengimbau pelaku usaha skala besar, termasuk rumah makan dan hotel, agar mengolah sampah organik secara mandiri sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan pengelolaan lingkungan sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Melalui penataan yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Sukabumi berharap kawasan Jalan Ahmad Yani dapat berkembang sebagai sentra kuliner malam yang bersih. Selain itu juga menciptakan suasana tertib, aman, sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang, pengunjung, dan seluruh masyarakat yang memanfaatkan ruang publik tersebut. (Usep)
Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Guna memastikan stabilitas keamanan, kelancaran acara adat budaya, serta mempererat tali silaturahmi dan sinergitas antarinstansi di wilayah Kabupaten Majalengka, Kepolisian Resor (Polres) Majalengka Polda Jabar mengoptimalkan kehadiran dan pengamanan kegiatan masyarakat. Langkah proaktif yang dikemas dalam wujud pelayanan prima kepolisian di bidang kemitraan masyarakat dan pengamanan objek tradisi daerah ini difokuskan pada pengawalan prosesi adat hingga berjalan khidmat, aman, dan lancar, Senin (03/08/2026). Dalam pelaksanaannya di lapangan, Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si. menghadiri secara langsung kegiatan Peresmian Wajah Baru Ruang Museum Talaga Manggung sekaligus Prosesi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung yang berlokasi di Museum Talaga Manggung, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka. Acara adat sakral dan peresmian tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M. Turut hadir mendampingi yakni Wakil Bupati Majalengka Dena Muhammad Ramdhan, Sekda Majalengka Aeron Randi, serta Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat Dr. H. Dedi Supandi, S.STP., M.Si. (mantan Pj. Bupati Majalengka), beserta jajaran Forkopimda dan tokoh adat setempat. Sinergitas yang terjalin antara jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan para pemangku adat ini bertujuan nyata untuk melestarikan cagar budaya sekaligus memberikan rasa aman bagi para tamu undangan dan masyarakat yang menyaksikan jalannya prosesi tradisi tahunan tersebut. Kehadiran pimpinan daerah dan kepolisian di tengah-tengah acara tradisi ini menjadi momentum penting dalam merawat nilai sejarah serta memperkuat persatuan warga. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Yayasan Dharma Abipraya Nusantara resmi menetapkan susunan pengurus baru untuk masa bakti 2026–2031 sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi dalam menjalankan program rehabilitasi penyalahgunaan narkoba. Pergantian kepengurusan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan visi, misi, dan program kerja yayasan di tingkat nasional maupun daerah. Yayasan yang berdiri berdasarkan Akta Notaris Nomor 44 tanggal 24 Oktober 2016 tersebut menetapkan kepengurusan baru melalui Surat Keputusan Nomor 005/SK/Yayasan Dharma Abipraya Nusantara/VII/2026. Keputusan itu merupakan hasil Rapat Kerja Pengurus yang digelar pada 18 Juli 2026 dan disahkan pada 20 Juli 2026 di Jakarta. Dalam struktur kepengurusan yang baru, Kismono, S.E. dipercaya menjabat sebagai Ketua Yayasan didampingi Ir. Maiyendri Abdul Muis sebagai Wakil Ketua. Jabatan Sekretaris diemban Iwan Setiawan, CFLS., CPM bersama Badar Ziham sebagai Wakil Sekretaris. Sementara posisi Bendahara dijabat Sendi Irawan, CFLS., CPM dengan Indra Gunawan sebagai Wakil Bendahara. Selain pimpinan harian, yayasan juga membentuk sejumlah bidang strategis yang meliputi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Hubungan Masyarakat, Kerohanian dan Keagamaan, Kesehatan dan Tim Medis. Bidang-bidang lainnya Hukum, Advokasi dan HAM, Umum, Media dan Publikasi, hingga Satuan Tugas (Satgas). Masing-masing bidang diisi oleh personel yang dinilai memiliki kompetensi sesuai bidang tugasnya. Dewan Penasehat juga diperkuat oleh sejumlah tokoh, di antaranya Buya Prof. Dr. Adv. Hamdan Firmansyah, M.M., Pd., MH., CT., CMT, Muhammad Salahuddin Apendi, H. Asep Badrun Mulyana, S.E., M.M., Ridwanulah, S.E., M.Pd., M.M., Azis Abdul Majid, serta Herry Yusda Ateng. Kehadiran para penasehat diharapkan mampu memberikan arahan strategis bagi pengembangan organisasi. Ketua Yayasan Dharma Abipraya Nusantara, Kismono, S.E., berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta mendapat kemudahan dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat. “Semoga untuk langkah-langkah berikutnya, kita semua diberikan kelancaran dan kemudahan segala sesuatunya oleh Allah SWT,” ujar Kismono, Minggu (2/8). Wakil Ketua, Ir. Maiyendri Abdul Muis, menyampaikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Ketua Yayasan dan optimistis seluruh program yang telah direncanakan dapat direalisasikan secara maksimal melalui kerja sama seluruh pengurus. Sementara itu, Sekretaris Yayasan, Iwan Setiawan, CFLS., CPM, mengajak seluruh anggota untuk menjaga kekompakan organisasi. Menurutnya, soliditas menjadi modal utama dalam mewujudkan program rehabilitasi narkoba, pencegahan penyalahgunaan narkotika, serta pelayanan kepada masyarakat. Sebagai pusat kegiatan organisasi, Yayasan Dharma Abipraya Nusantara berkantor di Palma One 7 Unit 709, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Memiliki kantor cabang di Kampung Asgora, Desa Nyangkewok, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Dengan kepengurusan baru ini, yayasan berharap dapat memperluas kolaborasi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dunia kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung upaya rehabilitasi narkoba serta mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. (Dicky)
JAKARTA,-Bidik-kasusnews.com,. Memasuki bulan Agustus, atmosfer kebangsaan di seluruh pelosok Tanah Air kembali membara menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Bulan Agustus bukan sekadar deretan angka di kalender, melainkan bulan sakral yang menyimpan jejak sejarah, keringat, dan darah para pahlawan bangsa. Menanggapi momentum bersejarah ini, Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman, menyampaikan pandangan dan refleksi kritisnya mengenai makna sejati kemerdekaan di era modern. Menurutnya, pemaknaan kemerdekaan di masa kini tidak boleh berhenti pada seremoni pengibaran bendera Merah Putih atau perlombaan rakyat semata, melainkan harus diwujudkan dalam kerja nyata penegakan hukum yang adil, transparansi, dan kesejahteraan masyarakat. Kemerdekaan Adalah Kepastian dan Keadilan Hukum Dalam pandangan H. Dian Surahman, salah satu pilar utama kemerdekaan yang sesungguhnya adalah terwujudnya keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali (equality before the law). “Kemerdekaan yang telah diraih para pendiri bangsa dengan perjuangan berat harus kita isi dengan menjaga nilai-nilai keadilan. Di mata hukum, seluruh rakyat Indonesia memiliki kedudukan yang sama. Tidak boleh ada tebang pilih, tidak boleh ada hak istimewa, dan tidak boleh ada kepastian hukum yang terkesan ‘abu-abu’. Hukum harus menjadi panglima untuk melindungi hak-hak rakyat,” tegas Ketum FRIC, H. Dian Surahman. Ia menekankan bahwa institusi penegak hukum, khususnya institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama jajaran penegak hukum lainnya, memegang peranan kunci dalam menjaga independensi, transparansi, dan profesionalisme demi mempertahankan kepercayaan publik. Mengawal Program Pro-Rakyat Demi Indonesia Emas 2045 Selain penegakan hukum, H. Dian Surahman juga menyoroti aspek kesejahteraan sosial sebagai wujud nyata keberlanjutan kemerdekaan. Menurutnya, rakyat dikatakan merdeka secara utuh apabila hak-hak dasarnya, termasuk pemenuhan gizi dan ekonomi, dapat terpenuhi dengan baik dan transparan. Sejalan dengan visi pemerintah menuju Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045, FRIC secara tegas berkomitmen mengawal berbagai program strategis pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk generasi muda bangsa. “FRIC sebagai wadah kontrol sosial yang bersinergi dengan pemerintah dan Presisi Polri akan berdiri di barisan terdepan mengawasi pelaksanaan program-program pro-rakyat. Kemerdekaan berarti tidak boleh ada oknum yang bermain-main atau mengurangi hak rakyat sekecil apa pun. Apa yang dialokasikan negara untuk rakyat harus sampai secara utuh dan berkualitas,” lanjut H. Dian Surahman. Menjaga Kamtibmas dan Menangkal Informasi Hoaks Di tengah pesatnya era digitalisasi, Ketum FRIC juga mengingatkan tantangan baru kemerdekaan bangsa, yaitu maraknya penyebaran berita bohong (hoaks) dan provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan nasional. Sebagai organisasi yang menaungi insan pers dan wadah counter opinion, FRIC menginstruksikan seluruh anggotanya di berbagai daerah untuk aktif menjaga kondusivitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). “Di bulan Agustus yang penuh semangat juang ini, mari kita perkuat sinergi antara media, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Tugas kita adalah menyajikan informasi yang edukatif, jujur, dan membangun, serta bersama-sama menangkal berita hoaks yang dapat merusak persatuan bangsa,” imbau H. Dian. Menutup Bulan Agustus dengan Semangat Gotong Royong Menutup pernyataannya, H. Dian Surahman mengajak seluruh jajaran pengurus FRIC dari tingkat DPP hingga DPW se-Indonesia, serta seluruh elemen masyarakat, untuk menjadikan bulan Agustus sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan semangat gotong royong. “Merdeka bukan berarti berhenti berjuang, melainkan melanjutkan perjuangan dengan menjaga amanah kebangsaan. Mari kita jadikan peringatan Hari Kemerdekaan ini sebagai pemicu semangat untuk terus berkontribusi positif bagi bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (Asep Rusliman)
CIREBON,-Bidik-kasusnews.com,.Kabupaten Cirebon,_Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Cikalahang,, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, mengajak seluruh masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih mulai 1 hingga 30 Agustus 2026. Ajakan tersebut disampaikan melalui Bewara Kawarga sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam memeriahkan peringatan hari kemerdekaan Rrpublik Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme. Warga diimbau untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di depan rumah, tempat usaha,pariwisata, perkantoran, maupun lingkungan masing-masing selama periode tersebut. Langkah ini diharapkan menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air. Kepala Desa Cikalahang, Kusnan mengatakan bahwa momentum peringatan kemerdekaan harus dimaknai tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai upaya memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat. “Melalui pengibaran Bendera Merah Putih, kami ingin mengajak seluruh warga Desa Cikalahang, menunjukkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan serta memperindah lingkungan dengan nuansa merah putih sebagai simbol kecintaan kepada bangsa dan negara,” ujar Kusnsn. Pemerintah Desa Cikalshang, berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif menyukseskan imbauan tersebut sehingga semarak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dapat dirasakan di setiap sudut desa. Dengan kibaran Merah Putih di setiap rumah dan lingkungan, semangat nasionalisme diharapkan semakin tumbuh dan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan merupakan hasil perjuangan yang harus di jaga bersama. (Asep Rusliman)