Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon berhasil mengungkap 24 kasus tindak pidana di wilayah Kabupaten Cirebon. Dalam pengungkapan puluhan kasus tersebut, petugas juga berhasil mengamankan 31 tersangka. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, mengatakan, seluruh kasus tersebut terdiri dari 2 kasus pencurian sepeda motor (curanmor), 3 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 3 kasus kepemilikan senjata tajam (sajam), 8 kasus penggelapan, 4 kasus pencabulan, 1 kasus pembunuhan, 1 kasus percobaan pembunuhan, 1 kasus penyalahgunaan migas, dan 1 kasus penganiayaan berat. “Dari pengungkapan tersebut, kami mengamankan 31 tersangka yang terdiri dari 2 tersangka kasus curanmor, 3 tersangka kasus curat, 4 tersangka kasus kepemilikan sajam, 9 tersangka kasus penggelapan, 7 tersangka kasus pencabulan, dan masing-masing 1 tersangka kasus pembunuhan, percobaan pembunuhan, penyalahgunaan migas, hingga penganiayaan berat,” ujarnya, Jumat (28/10/2025). Ia mengatakan, berbagai barang bukti juga turut diamankan dalam pengungkapan seluruh kasus tersebut. Hingga kini, para tersangka berikut barang bukti yang telah diamankan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Cirebon. “Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap 31 tersangka yang diamankan. Adapun Pasal yang diterapkan dalam pengungkapan 23 Kasus tersebut antara lain Pasal 362 KUHP, Pasal 363 KUHP, Pasal 2 ayat 1 UU Darurat, dan lainnya,” katanya. Adapun kasus yang menonjol diantaranya pembunuhan yang dilakukan para tersangka di Kabupaten Ciamis, kemudian jenazah korbannya dibuang di wilayah Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Para tersangka pun mengambil perhiasan emas berupa dua buah cincin dan handphone milik korban. Selain itu, petugas juga berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan solar bersubsidi yang dijual dengan harga nonsubsidi. Dalam kasus tersebut, tersangka membeli solar bersubsidi dari SPBU di wilayah Brebes, Jawa Tengah, kemudian menjualnya dengan harga nonsubsidi di Pelabuhan Cirebon. Pihaknya berhasil mengamankan mobil tangki yang membawa solar bersubsidi tersebut di wilayah Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Berdasarkan pengakuan tersangka, solar bersubsidi tersebut hendak dikirimkan ke Pelabuhan Cirebon untuk dijual dengan harga nonsubsidi. “Kami mengimbau seluruh masyarakat, tolong tidak ada yang main-main dengan distribusi solar bersubsidi, karena ini diberikan pemerintah untuk rakyat yang membutuhkan. Bagi masyarakat yang melihat atau yang mengetahui dugaan tindak kriminal apapun silakan melaporkan kepada kami melalui layanan hotline 110 atau menghubungi nomor pengaduan 08112497497, dan nomor layanan CLBK 081383990086,” pungkasnya. (Asep Rusliman)

Indramayu Bidik-kasusnews.com,.Polres Indramayu Polda Jabar menerapkan pola pengamanan yang lebih humanis dalam mengawal aksi damai yang digelar Aliansi Topi Jerami (ATJ) di sejumlah lokasi, mulai dari Kantor PDAM, Kejaksaan Negeri, DPRD, hingga Pendopo Indramayu, Kamis (27/11/2025). Pendekatan ini sejalan dengan arahan Kapolri yang menekankan perubahan pola penanganan aksi unjuk rasa, dari sekadar menjaga menjadi memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selama penyampaian tuntutan, para peserta aksi dikawal dengan pendekatan dialogis oleh personel kepolisian. Petugas tampak menempati titik-titik strategis untuk menjaga kelancaran kegiatan, sekaligus membuka ruang komunikasi yang baik dengan massa aksi. Di sisi lain, polisi juga terus memberikan imbauan agar peserta menjaga ketertiban serta memastikan arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap lancar untuk menghindari gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasie Humas Polres Indramayu AKP Tarno menegaskan bahwa pola pengamanan dialogis tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. “Polres Indramayu mengedepankan pendekatan pelayanan. Kami memastikan peserta aksi dapat menyampaikan pendapat dengan aman, tertib, dan tanpa intimidasi,” ujar AKP Tarno. Ia menambahkan bahwa kepolisian terus menjaga situasi tetap kondusif, termasuk dengan mengimbau massa aksi agar menghormati fasilitas umum dan tidak terprovokasi. “Alhamdulillah, rangkaian aksi berlangsung damai. Perbedaan pendapat itu hal wajar dalam demokrasi, namun ketertiban dan keselamatan bersama harus tetap dijaga,” tuturnya. (Asep.R)

Kota Cirebon Bidik-kasusnews.com,.(Jum’at, 28/112025), — Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia tahun 2025, Kodim 0614/Kota Cirebon bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon menggelar kegiatan pembinaan lingkungan hidup dengan tema “Bersatu dengan Alam untuk Indonesia Hijau”. Pada sambutan Dandim 0614/Kota Cirebon yang dibacakan oleh Pasi Ter Kodim 0614/Kota Cirebon, Kapten Inf Kodrat, yang mewakili Dandim 0614/Kota Cirebon, menyampaikan bahwa Kegiatan ini merupakan bagian dari program TNI AD dan komitmen Kodim 0614/Kota Cirebon dalam mendukung program dari Pemerintah, khususnya dalam menjaga kelestarian alam, meningkatkan kwalitas udara dan menciptakan ruang terbuka hijau yang bermanfaat bagi masyarakat. “Terimaksih dan penghargaan yang setingi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, baik dari unsur TNI Polri, Pemerintah Daerah melalui DLH, BUMN, Lembaga Pendidikan, Pihak Swasta, hingga para Komunitas penggiat lingkungan, sebagai salah satu bentuk kolaborasi menjaga kelestarian alam.” tambahnya. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa kepedulian, kebersamaan dan tanggung awab terhadap bumi yang kita tinggali, sesui tema kita yaitu “Bersatu dengan alam untuk Indonesia hijau, hijaukan negeri dan pulihkan bumi”, untuk Kota Cirebon yang nyaman. “pungkasnya.” Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan aksi menanam seribu pohon yang dipusatkan di area Eks TPA Grenjeng, Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon. Lokasi ini dipilih sebagai bagian dari upaya pemulihan lahan serta peningkatan ruang terbuka hijau di wilayah kota. Kegiatan penanaman pohon tersebut diikuti oleh berbagai instansi dan elemen masyarakat. Hadir di antaranya perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon, aparat Kelurahan Harjamukti bersama warga, perwakilan pelajar SMP se-Kota Cirebon, pihak perhotelan Kota Cirebon, PT Pelindo, komunitas pegiat lingkungan, serta undangan lainnya. Melalui kegiatan ini, Kodim 0614/Kota Cirebon dan DLH berharap semangat menjaga lingkungan dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat serta mendorong terciptanya Kota Cirebon yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. (pendim0614)* (Asep.R)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Direktur Lembaga Wakaf Doa Bangsa (LWDB), Tus Wahid, menyampaikan langkah berani lembaganya dalam menempatkan dana wakaf uang sebesar Rp 440 juta ke Sukuk Tabungan ST015T4, instrumen Green Sukuk Ritel yang diterbitkan negara. ‎ ‎Bagi Tus Wahid, keputusan ini bukan hanya teknis investasi, melainkan bagian dari gerakan besar untuk mendorong wakaf uang naik kelas menjadi kekuatan ekonomi baru yang aman, produktif, dan benar-benar menyentuh masyarakat. ‎ ‎”Wakaf uang tidak boleh berhenti sebagai amal. Wakaf harus menjadi investasi sosial kekuatan ekonomi yang produktif, halal, dan bermanfaat untuk generasi sekarang dan mendatang. Penempatan dana di ST015T4 adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai nazhir untuk menjaga amanah dan memaksimalkan manfaat wakaf,” tegas Tus Wahid, Jumat (28/11/2025). ‎ ‎Dana sebesar Rp 440 juta itu berasal dari berbagai program Dana Abadi yakni DAIM Rp 240 juta, DAKS Rp 160 juta, DANG Rp 24 juta, DANKS Rp 13 juta, dan DAS Rp 3 juta. ‎ ‎Dengan keputusan ini, tingkat penempatan pokok wakaf LWDB melonjak ke 97,7%, dengan capaian tiap program berada di angka: DAIM 97,4%, DAKS 99,2%, DABM 97,3%, DANG 96%, DANKS 96,4%, dan DAS 62,5%. ‎ ‎Lebih jauh dia menjelaskan, pemilihan ST015T4 adalah kombinasi antara keberanian strategis dan kehati-hatian syariah. Instrumen ini dijamin negara, baik pokok maupun imbal hasil, sehingga risikonya sangat rendah. Imbal hasilnya berbentuk floating with floor dengan batas minimal 5,45% per tahun, dan dibayarkan setiap bulan. ‎ ‎“Ini bukan sekadar aman secara syariah. Ini instrumen yang memungkinkan wakaf uang bukan hanya terjaga, tetapi tumbuh,” jelasnya. ‎ ‎Hasil kupon yang diterima LWDB tidak akan berhenti di laporan keuangan. Semua imbal hasil ST015T4 akan dialirkan ke program-program yang telah menjadi ruh LWDB yaitu Qardhul Hasan (pembiayaan tanpa bunga), pendidikan, bantuan sosial, dan program kemaslahatan lainnya yang sudah ditetapkan sejak awal dalam akta ikrar wakaf. ‎ ‎Tus Wahid menekankan bahwa model wakaf produktif ini bukan teori, tetapi sudah berjalan dan terbukti. Berkat dukungan Pemda Kota Sukabumi, sejak April 2025 program Qardhul Hasan telah menyentuh 809 pelaku UMK, dengan dana bergulir mencapai Rp 178.750.000. ‎ ‎Dari jumlah itu, 214 pelaku UMK Kota Sukabumi menerima pembiayaan yang berasal dari manfaat wakaf DAIM dan DAKS. Tingkat pengembaliannya mencapai 100%. “Ini bukti bahwa masyarakat kecil bisa dipercaya. Wakaf produktif itu nyata, bukan konsep di atas kertas,” tegas Tus Wahid. ‎ ‎Dalam pandangan Tus Wahid, langkah menempatkan dana wakaf ke instrumen negara bukan hanya soal teknis, tetapi cara baru memaknai wakaf. Ia merumuskannya dalam tiga fondasi: transparansi dan amanah, keberlanjutan manfaat dan kepastian syariah. ‎ ‎Melalui instrumen resmi negara, wakaf bisa tumbuh, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. ‎Di akhir penjelasannya, Tus Wahid menyampaikan ajakan yang lebih besar: jadikan wakaf uang sebagai gerakan perubahan. ‎ ‎“Kami ingin menginspirasi. Wakaf uang bisa menjadi mesin sosial yang mengangkat UMK, membiayai pendidikan, membantu masyarakat, dan memperkuat bangsa. Yang kita butuhkan hanya satu: pengelolaan yang transparan dan amanah,” tutupnya. (Usep)

Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangkaian Operasi Zebra 2025, Satlantas Polres Kuningan melaksanakan kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas dengan membagikan helm berstandar SNI, kopi, layanan pengobatan gratis, serta stiker imbauan kepada para pengendara di Terminal Kertawangunan, Kabupaten Kuningan, Kamis (27/11/2025). Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan humanis kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berkendara, khususnya penggunaan helm standar nasional bagi pengendara roda dua. Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Pandu Renata melalui KBO Satlantas IPTU Deni Supriyana menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan strategi preemtif dan preventif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. “Dalam Operasi Zebra ini, kami tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan edukasi. Pembagian helm, kopi, layanan pengobatan gratis, dan stiker keselamatan adalah bentuk perhatian kami kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan di jalan,” ujar IPTU Deni. Menurutnya, temuan di lapangan menunjukkan masih banyak pengendara yang belum mematuhi kewajiban memakai helm SNI, baik pengendara maupun penumpang. Karena itu, kegiatan humanis semacam ini akan terus diperkuat selama operasi berlangsung. Advertisement Selain membagikan helm, petugas juga menempelkan stiker bertema keselamatan pada kendaraan dan memberikan imbauan mengenai tertib berlalu lintas, mulai dari penggunaan helm, kelengkapan kendaraan, hingga kepatuhan terhadap rambu-rambu. IPTU Deni berharap masyarakat semakin memahami bahwa keselamatan berkendara adalah kebutuhan utama. “Kami ingin memastikan bahwa kedisiplinan berlalu lintas mampu menekan potensi kecelakaan dan menciptakan Kuningan yang lebih aman,” tegasnya. Operasi Zebra 2025 sendiri berlangsung hingga 30 November 2025, dengan fokus pada pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan seperti tidak memakai helm, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, serta pelanggaran lain yang membahayakan. Hingga hari ini, tercatat sekitar 1.200 pengendara telah diberikan surat teguran. Satlantas Polres Kuningan mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan dan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama saat berada di jalan raya. (Asep.R)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi menggelar Temu Teknis Nelayan Tangkap Ikan Tahun 2025 di Hotel Pondok Mutiara Sariah, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan 80 peserta dari dua kecamatan pesisir. ‎ ‎Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nelayan mengenai teknis pengelolaan perikanan tangkap, arah kebijakan pembangunan, serta pemanfaatan sarana dan prasarana bantuan. ‎ ‎“Sebelum kelompok nelayan menerima bantuan, perlu ada sosialisasi pemanfaatan bantuan tersebut agar tepat guna dan tepat sasaran,” ujar Sri Padmoko. ‎ ‎Kegiatan juga menghadirkan Forkopimcam Surade agar mengetahui regulasi dan turut mengawasi implementasi materi di lapangan. Penyuluh perikanan serta perwakilan kelompok nelayan turut menjadi peserta. ‎ ‎Para narasumber berasal dari berbagai institusi, di antaranya Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, akademisi PSP IPB Bogor, Satker SDKP Sukabumi, Polsek Surade, dan Pos TNI AL Ujunggenteng. ‎ ‎Setelah paparan mengenai potensi perikanan tangkap di kawasan Minajaya dan Ujunggenteng oleh Kadis Perikanan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Yofi Yuspilan dari Satker SDKP Sukabumi. ‎ ‎Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kasi Trantib Kecamatan Surade, H. Rumbayana, yang mewakili Camat Surade Unang Suryana. ‎ ‎Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Surade dan Ciracap memiliki potensi laut besar yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. ‎ ‎“Diperlukan dukungan lintas sektor dan para pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan pembangunan kelautan dan perikanan, terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya saat membuka acara. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Ratusan warga memadati Aula Kantor Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, sejak Rabu (26/11/2025) siang. ‎ ‎Mereka rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) sebesar Rp 900 ribu. ‎ ‎Pantauan di lokasi menunjukkan antrean warga sudah mengular sejak siang hari. Proses penyaluran dilakukan langsung oleh PT Pos Indonesia Cabang Surade. ‎ ‎Para penerima didampingi Pendamping PKH Kecamatan Surade Ridho Akbar Padilah, Sekretaris Kelurahan Surade Hilmawan, petugas kecamatan, serta sejumlah perwakilan terkait. ‎ ‎Sebanyak 218 Kepala Keluarga (KK) tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan Rp 900 ribu tersebut merupakan akumulasi untuk tiga bulan, dari Oktober hingga Desember 2025. ‎ ‎Sinta (45), salah satu penerima manfaat, mengaku sudah mengantre sejak pukul 13.00 WIB. “Antreannya luar biasa, tapi nggak apa-apa nunggu agak lama karena dapat bantuan,” ujarnya dengan wajah sumringah. ‎ ‎Ia mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi kebutuhan ekonomi keluarganya. “Alhamdulillah ada bantuan dari pemerintah, sekarang kan susah cair uang. Ini buat beli beras dan kebutuhan dapur,” tambahnya. ‎ ‎Sekretaris Kelurahan Surade, Hilmawan, menegaskan bahwa BLTS Kesra bukan sekadar bantuan uang, tetapi wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat. ‎ ‎“Total ada 218 penerima. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban kebutuhan warga, khususnya masyarakat Kelurahan Surade,” ungkapnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Konflik pemanfaatan ruang pesisir antara nelayan pengguna alat tangkap jaring tanam dan pihak rapus akhirnya menemukan titik terang. ‎ ‎Dalam pertemuan koordinasi yang digelar Rabu (26/11/2025), para pihak sepakat melakukan penataan ulang zona penangkapan serta alur pelayaran demi menghindari gesekan di lapangan. ‎ ‎Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menjelaskan bahwa pemasangan jaring tanam kerap menghambat alur pelayaran karena jumlah dan posisinya tidak teratur. ‎ ‎”Dari hasil diskusi, nelayan dari HNSI Minajaya, Ujung Genteng, dan Tegalbuleud sepakat membuat jurnal khusus jaring tanam,” kata Sri. ‎ ‎Dia menambahkan, jurnal tersebut akan memuat jumlah pengguna, unit alat tangkap, hingga jarak antarjaring yang wajib disepakati untuk menjaga jalur pelayaran tetap aman. ‎ ‎Sri menegaskan bahwa zona penempatan jaring harus seragam, tidak boleh saling melintang ataupun menyangkut. Setelah zona dan jumlah alat ditentukan oleh para nelayan, Dinas Perikanan akan memfasilitasi proses konfirmasi kesesuaian ruang. ‎ ‎Selain isu zona tangkap, rapat juga membahas meningkatnya minat investasi tambak udang vannamei di wilayah pesisir selatan. ‎ ‎Menurut Sri, kualitas air laut Sukabumi yang baik menjadi magnet bagi investor, namun masyarakat mengkhawatirkan potensi pencemaran dari limbah tambak. ‎ ‎Untuk itu disepakati bahwa setiap usaha tambak wajib menyerahkan dokumen UKL-UPL kepada Dinas Perikanan, meski perizinannya dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup. ‎ ‎Dokumen tersebut juga akan dibuka untuk kelompok nelayan, pariwisata, dan komunitas pemerhati lingkungan agar dapat dipelajari secara transparan. ‎ ‎Selain itu kata dia, sebelum membuang air limbah, pengelola tambak wajib melakukan pengecekan kualitas air, termasuk kandungan oksigen, nitrat, nitrit, dan potensi virus seperti WSSV. ‎ ‎”Hasil pengecekan harus dilaporkan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan keresahan ketika pembuangan limbah dilakukan. Kelompok masyarakat juga dipersilakan melakukan identifikasi ulang untuk memastikan hasilnya akurat,” ujarnya. ‎ ‎Rapat turut membahas rencana investasi PT BSM yang mendapat dukungan luas dari masyarakat. Namun Sri menegaskan bahwa investasi tidak boleh berjalan sebelum seluruh perizinan rampung. ‎ ‎Termasuk izin pengambilan air laut untuk instalasi pipa bawah tanah. Selama izin belum terbit, perusahaan tidak diizinkan melakukan aktivitas apa pun di lapangan. ‎ ‎Sri berharap ke depan setiap proses usaha di wilayah pesisir dilakukan secara transparan, kolaboratif, dan mengedepankan harmonisasi dengan masyarakat. ‎ ‎Menurutnya, investasi yang terbuka dan sesuai aturan akan menciptakan iklim usaha yang sehat di Kabupaten Sukabumi. ‎ ‎Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, perwakilan TNI AL Pos Ujung Genteng, Polsus KKP Pos Ujung Genteng, Forkopimcam Surade, HNSI Ujunggenteng, Minajaya, Cicaladi, perwakilan perusahaan tambak udang, serta unsur terkait lainnya. (Dicky)

Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Majalengka, Kompol Asep Agustoni, S.E., M.M., memberikan pengarahan penting kepada para Kepala Satuan (Kasat) dan Pejabat Utama (PJU) Polres Majalengka dalam kegiatan yang digelar di Aula Sindangkasih Polres Majalengka, pada Senin (24/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres turut didampingi oleh Plh. Kabag Ops, AKP Endoy Sahru, S.Sos., M.M., serta dihadiri para PJU dan anggota yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas di lapangan. Pada kesempatan itu, Kompol Asep Agustoni menekankan pentingnya peran para Kasat dan PJU untuk melakukan pengawasan serta memberikan penekanan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) agar tidak melakukan pelanggaran, terutama saat menjalankan tugas operasional. “Saya meminta kepada seluruh Kasat dan PJU untuk lebih meningkatkan pembinaan dan pengawasan kepada seluruh personel. Pastikan PNPP memahami aturan, mematuhi SOP, dan tidak melakukan tindakan yang dapat mencoreng nama baik institusi,” tegas Wakapolres. Ia mengingatkan bahwa pelanggaran sekecil apa pun dalam pelaksanaan tugas dapat berdampak besar terhadap citra Polri di mata masyarakat. Oleh sebab itu, pimpinan satuan diminta untuk aktif memberikan arahan, pengendalian, dan evaluasi secara berkala. Plh. Kabag Ops AKP Endoy Sahru turut menambahkan pentingnya ketegasan dan konsistensi dalam setiap tindakan kepolisian di lapangan. “Kedisiplinan adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas. Setiap personel harus mengedepankan profesionalisme dan bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan,” ujarnya. Dengan adanya pengarahan ini, diharapkan para Kasat dan PJU dapat semakin memperkuat pembinaan internal, mencegah potensi pelanggaran, serta memastikan setiap PNPP melaksanakan tugas dengan penuh integritas, sesuai aturan dan nilai-nilai kepolisian. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga kehormatan dan profesionalisme Polres Majalengka dalam melayani masyarakat.(*) (Asep Rusliman)

Kota Cirebon Bidik-kasusnews.com,., (Senin, 24/11/2025), – Kodim 0614/Kota Cirebon menggelar acara silaturahmi bersama Keluarga Besar TNI (KBT) yang berlangsung di Pendopo Makodim 0614/Kota Cirebon. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai organisasi yang tergabung dalam Keluarga Besar TNI, antara lain KB PEPABRI, LVRI, KB FKPPI, GM FKPPI, serta PPM Kota Cirebon. Acara silaturahmi ini merupakan wujud nyata hubungan harmonis dan komunikasi yang terus terjalin antara Kodim 0614/Kota Cirebon dengan seluruh unsur Keluarga Besar TNI. Kehadiran para tokoh dan pengurus organisasi KBT memberikan suasana hangat dan penuh keakraban. Dandim 0614/Kota Cirebon dalam kesempatan tersebut menyampaikan pengarahan sekaligus sambutan kepada seluruh peserta silaturahmi. Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas, memperkuat komunikasi, serta terus berperan aktif dalam mendukung tugas-tugas TNI di wilayah Kota Cirebon. “Silaturahmi ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mempererat hubungan emosional, memperkuat sinergi, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan dan semangat persatuan,” ujarnya. Lebih lanjut, Dandim juga mengapresiasi kontribusi seluruh organisasi KBT yang selama ini ikut menjaga kondusivitas wilayah serta mendukung berbagai program TNI di tingkat daerah. Ketua PEPABRI Kota Cirebon yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya acara silaturahmi bersama Keluarga Besar TNI. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga kebersamaan, memperkuat hubungan emosional, serta mempertahankan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu. “Kami sangat mengapresiasi undangan dari Kodim 0614/Kota Cirebon. Silaturahmi ini menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara para purnawirawan, veteran, dan seluruh keluarga besar TNI. Nilai persatuan, disiplin, dan semangat juang harus terus kita pelihara bersama,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan komitmen PEPABRI untuk terus mendukung setiap program TNI, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan serta membina generasi muda agar tetap memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Kegiatan silaturahmi berjalan dengan lancar, khidmat, dan penuh kekeluargaan. Acara diakhiri dengan ramah tamah sebagai bentuk memperkokoh kebersamaan antara Kodim 0614/Kota Cirebon dan Keluarga Besar TNI. (pendim0614)* (Asep Rusliman)