SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat upaya penanganan sampah menyusul meningkatnya volume sampah harian yang kini mencapai sekitar 190 ton per hari. Bahkan pada akhir pekan maupun musim libur panjang, jumlah tersebut diperkirakan bisa menembus angka 200 ton per hari. Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi salah satu perhatian serius pemerintah daerah yang membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah dan masyarakat. “Kita serius menangani persoalan sampah. Semua OPD harus bergerak dan berkolaborasi agar penanganannya lebih optimal,” ujar Bobby saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirangkaikan dengan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kota Sukabumi di Lapang Merdeka, Sabtu (6/6/2026). Menurutnya, peningkatan timbulan sampah tidak terlepas dari tingginya aktivitas masyarakat dan pertumbuhan sektor ekonomi yang terjadi di Kota Sukabumi. Kondisi tersebut berdampak langsung pada bertambahnya volume sampah yang harus dikelola setiap hari. Sebagai langkah penanganan, Pemkot Sukabumi telah menyiapkan strategi dalam tiga tingkatan. Pada skala kecil, fokus diarahkan pada peningkatan kebersihan lingkungan melalui pembersihan gulma dan ilalang serta penguatan tim kebersihan yang bekerja pada malam hingga dini hari untuk memastikan kondisi kota tetap bersih saat aktivitas warga dimulai. Untuk skala menengah, pemerintah memperkuat edukasi pemilahan sampah dari sumbernya sekaligus menertibkan keberadaan tempat pembuangan sementara (TPS) liar yang dinilai tidak sesuai ketentuan. Selain itu, berbagai kawasan juga didorong agar mampu mengelola sampah secara mandiri sehingga tidak menjadi titik timbulan sampah baru. Sementara itu, pada skala besar, Pemkot Sukabumi tengah mengkaji sejumlah alternatif pembangunan fasilitas pengolahan sampah dengan kapasitas antara 200 hingga 240 ton per hari. Kajian tersebut mencakup skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), dukungan pemerintah provinsi, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk unsur TNI. Saat ini, dari total produksi sampah harian sekitar 190 ton, sebanyak 132 ton masih dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul. Adapun sisanya dikelola melalui berbagai mekanisme seperti pemilahan mandiri oleh masyarakat, bank sampah, dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Pemkot berharap berbagai langkah yang sedang disiapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap TPA sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di masa mendatang. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Yayasan Lentera Ibnu Sina yang menaungi Dapur Sumber Pangan dan Gizi (SPPG) Citanglar Surade menggelar tes wawancara bagi calon relawan, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Direktur Yayasan Lentera Ibnu Sina, Bambang Jatnika Baroy, didampingi Tuti Suyati. Puluhan peserta mengikuti tahapan seleksi dengan antusias. Sebelum menjalani wawancara, seluruh calon relawan diwajibkan mengenakan pakaian yang telah ditentukan, yakni kemeja putih dengan bawahan bebas sebagai bentuk penilaian awal terhadap kedisiplinan dan keseriusan peserta. Bambang Jatnika Baroy menjelaskan, proses rekrutmen relawan kali ini mengutamakan masyarakat sekitar lokasi dapur gizi serta warga yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kategori 1, 2, dan 3. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan upaya untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat sekaligus membuka kesempatan bagi warga yang membutuhkan untuk ikut berkontribusi dalam program pelayanan gizi. “Melalui seleksi ini kami ingin mendapatkan relawan yang tidak hanya memiliki kemauan untuk bekerja, tetapi juga memiliki komitmen terhadap kedisiplinan dan aturan yang berlaku di lingkungan Dapur SPPG Citanglar Surade,” ujar Bambang. Semangat para peserta terlihat selama proses wawancara berlangsung. Rizky dan Santni, dua di antara calon relawan yang mengikuti seleksi, mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk bergabung dalam proses rekrutmen tersebut. “Kami berharap bisa menjadi bagian dari relawan SPPG Citanglar Surade. Jika dipercaya dan diterima, kami siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ungkap keduanya. Pernyataan serupa disampaikan Najwa Aprilia R. Ia mengaku termotivasi untuk terlibat dalam program yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta siap mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku apabila dinyatakan lolos seleksi. Seluruh rangkaian tes wawancara berjalan tertib dan lancar. Hasil seleksi akan diumumkan setelah seluruh tahapan selesai dan menjadi dasar penetapan relawan yang akan bertugas mendukung pelayanan gizi bagi masyarakat di wilayah Surade dan sekitarnya. (Dicky)
Cirebon Kota,-Bidik-kasusnews.com,. Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda terus dilakukan Satlantas Polres Cirebon Kota melalui kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Jagasatru, pada Jumat pukul 13.00 WIB hingga selesai (05/06/2026). Kegiatan ini menyasar para santri sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam mewujudkan keselamatan di jalan raya melalui perilaku berkendara yang disiplin dan bertanggung jawab. Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Hadi Suryanto, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para santri, mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sebagai langkah nyata dalam mencegah pelanggaran dan menekan angka kecelakaan di jalan raya. Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman bahwa keselamatan berlalu lintas bukan sekadar kewajiban yang harus dipatuhi ketika ada pengawasan petugas, melainkan kebutuhan yang harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Kesadaran tersebut dinilai penting mengingat masih banyak kecelakaan yang dipicu oleh kelalaian pengguna jalan dalam mematuhi aturan dasar berkendara. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek keselamatan, mulai dari pentingnya menggunakan helm berstandar, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, hingga menghormati hak pengguna jalan lainnya. Langkah-langkah sederhana tersebut menjadi faktor penting dalam menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Lingkungan pesantren dipandang sebagai tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai disiplin berlalu lintas karena para santri telah terbiasa dengan budaya kepatuhan terhadap aturan dan tata tertib. Melalui pendekatan edukatif, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan pula saat berada di jalan raya. Selain membahas aturan lalu lintas, peserta juga diberikan gambaran mengenai berbagai risiko yang dapat timbul akibat pelanggaran, seperti berkendara tanpa perlengkapan keselamatan, menggunakan telepon genggam saat mengemudi, melawan arus, maupun mengabaikan marka dan rambu yang telah tersedia. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting agar para santri mampu menghindari perilaku yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Kegiatan sosialisasi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas. Dengan komunikasi yang terbuka dan edukatif, masyarakat dapat lebih memahami bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat membahas berbagai contoh kasus yang sering ditemukan di jalan raya dan cara sederhana untuk menghindarinya. Edukasi yang diberikan secara langsung dinilai lebih mudah dipahami karena berkaitan erat dengan aktivitas sehari-hari para peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya menjadi pengguna jalan yang patuh terhadap aturan, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sehingga budaya disiplin berlalu lintas dapat tumbuh secara berkelanjutan di Kota Cirebon. Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas perlu dilakukan secara berkesinambungan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat. “Keselamatan di jalan raya dimulai dari kedisiplinan setiap individu dalam mematuhi aturan yang berlaku. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya sehari-hari sehingga dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya,” ujarnya. (Asep Rusliman)
Indramayu,-Bidik-kasusnew.com,. Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik secara dalam jaringan (Daring). Kegiatan strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi aparatur ini, berlangsung selama 2 hari mulai dari tanggal 3-4 Mei 2026. Acara ini dibuka oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Indramayu, Muhammad Zaenal Muttaqin yang didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, Kegiatan ini juga dihadiri Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Jawa Barat selaku narasumber. Adapun peserta bimtek, berasal dari berbagai instansi dan lini pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, meliputi perwakilan Badan, Dinas, Kecamatan, Puskesmas, hingga tingkat satuan pendidikan yang terdiri dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dalam sambutan pembukaannya, Kepala BKPSDM Indramayu, Muhammad Zaenal Muttaqin menekankan pentingnya bagi seluruh instansi dan unit pelayanan untuk segera melakukan evaluasi standar pelayanan secara berkala demi menghindari potensi mal-administrasi. “Melalui bimbingan teknis ini, kita ingin memastikan seluruh layanan publik di Kabupaten Indramayu benar-benar memenuhi prinsip yang cepat, mudah, transparan, akuntabel, inklusif, dan bebas dari maladministrasi. Seluruh OPD harus memperkuat fungsi pengawasan internal serta mengoptimalkan pengelolaan pengaduan masyarakat agar kepercayaan publik terus terjaga,” ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Kepala Diskominfo Indramayu, H. Suwenda, dalam sambutannya mengatakan, pelayanan publik yang responsif merupakan cerminan dari komitmen bersama dalam menyukseskan visi daerah. “Pelayanan publik yang responsif adalah cerminan dari perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik demi mewujudkan visi Indramayu REANG,” katanya. Suwenda menegaskan, pengaduan masyarakat bukanlah beban atau ancaman. ” Melainkan bentuk partisipasi aktif, kritik, dan masukan berharga untuk mengukur serta meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya. Suwenda menyebut, pengelolaan laporan masyarakat melalui kanal SP4N-LAPOR! di Kabupaten Indramayu sepanjang Januari hingga Mei 2026 cukup banyak. Tercatat dari total 1.050 laporan yang masuk, sebanyak 1.027 laporan (97,6%) telah berhasil diselesaikan, dengan persentase tindak lanjut mencapai 99,9%. Rata-rata kecepatan verifikasi awal pun sangat responsif, hanya memakan waktu 0,4 hari. Kanal digital seperti Call Center (538 laporan), aplikasi Android (200 laporan), dan WhatsApp (138 laporan) menjadi sarana utama yang paling aktif digunakan warga. Meski menorehkan capaian positif, Suwenda mengingatkan para peserta mengenai sanksi tegas jika mengabaikan aduan masyarakat, di mana kinerja pengelolaan dumas kini dipantau. Selama 2 hari pelaksanaan, materi bimtek disampaikan secara komprehensif oleh para narasumber yang kompeten dari Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat. Pada hari pertama, materi berfokus pada Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik serta Metode dan Skema Pengawasan oleh Ombudsman yang dipaparkan oleh Tria Malasari, dilanjutkan dengan materi Maladministrasi dalam Pelayanan Publik oleh Ujang Solihulwildan. Sementara pada hari kedua, materi akan berlanjut pada Penanganan Laporan dan Pemeriksaan Maladministrasi oleh Ujang Solihulwildan, serta perumusan Mewujudkan Pelayanan Publik Inklusi dan Digitalisasi Dalam Pelayanan Publik yang disampaikan oleh Kartika Purwaningtyas. Melalui pelaksanaan bimbingan teknis ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap dapat melahirkan komitmen baru bagi seluruh aparatur untuk menghadirkan pelayanan publik yang jauh lebih responsif, transparan, akuntabel, dan sepenuhnya bersih dari praktik maladministrasi. (Asep Rusliman)
Indramayu,-Bidik-kasusnews.com,.Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung progres pembangunan pabrik yang digadang-gadang menjadi salah satu pusat industri manufaktur terbesar di wilayah barat selatan Kabupaten Indramayu. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan harapannya agar keberadaan PT Free View Internasional dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,Indramayu dan Daerah Penyangga “Pembangunan pabrik ini diharapkan mampu membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat sekitar serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” ujar Dedi Mulyadi. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah guna mendukung iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. “Investasi akan berkembang dengan baik apabila didukung oleh lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif,mari kita kedepankan berkomunikasi apa bila ada permasalahan Mari kita jaga bersama agar investasi yang masuk dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,baik untuk Angkatan kerja maupun manfaat bagi masyarakat setempat tambahnya. Sementara itu, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan bahwa pembangunan pabrik tersebut telah sesuai dengan tata ruang wilayah Kabupaten Indramayu. Menurutnya, kehadiran pabrik sepatu berskala besar tersebut akan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian daerah. “Alhamdulillah, proses pembangunan terus berjalan sesuai rencana. Pabrik sepatu di wilayah barat selatan Indramayu ini diharapkan mampu menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal,” ungkap Lucky Hakim. Berdasarkan rencana perusahaan, pembangunan fisik pabrik ditargetkan selesai pada tahun 2025, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan mesin produksi pada tahun 2026 sebelum proses rekrutmen tenaga kerja dilakukan secara bertahap. PT Free View Internasional merupakan perusahaan manufaktur sepatu berskala besar yang diproyeksikan mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal. Informasi yang berkembang menyebutkan kebutuhan tenaga kerja perusahaan ini dapat mencapai sekitar 20.000 hingga 25.000 pekerja. Kehadiran Gubernur Jawa Barat dan Bupati Indramayu mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Cikawung dan sekitarnya. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para pekerja proyek pembangunan pabrik serta mentraktir makan siang sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka. Masyarakat berharap kehadiran PT Free View Internasional dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi Kabupaten Indramayu,dan kabupaten penyangga khususnya dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Komisi III DPRD Majalengka melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke hasil pekerjaan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka tepatnya di Jalan Ciandeu-Sidamukti dan menekankan semua pekerjaan proyek pemerintah hasilnya berkualitas dan bermanfaat. Menurut keterangan Ketua Komisi III DPRD Majalengka, Iing Misbahuddin bahwa karena ini menjadi atensi dari masyarakat secara fisik hasil pekerjaan ini sudah kita lihat. “Secara fisik sudah kita lihat,kita juga mencari titik titik mana saja yang kemarin ada belah, ada pecah kita cek. Dan kelihatannya sudah ditutup yang retak retak rambut itu, kita lihat sudah ditambal atau diperbaiki. Tapi apapun itu yang menjadi perhatian masyarakat, intinya kan maayarakat itu sederhana, anggaran ini kan dari pemerintah dari uang pajak rakyat, ini masyarakat sudah memberikan perhatian dan setidaknya dari pemerintah merupakan sebuah catatan sudah banyak juga dari tahun tahun sebelumnya dan kami menegaskan dari Komisi III agar jangan sampai anggaran tahun 2026 ini apalagi yang belum dilaksanakan terjadi penyimpangan penyimpangan atau hasil pekerjaannya bermasalah, ” tegas Iing, Kamis (04/06/26). Masih kata Iing, kita sebagai bagian dari pemerintah daerah, kita mendukung apa yang menjadi visi misi dari Bupati Majalengka dan Wakil Bupati Majalengka yakni ingin mewujudkan Majalengka Langkung SAE. “Kita juga apresiasi dari Bapak.Bupati bagaimana ingin jalan bagus artinya sudah sejalan dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat,tinggal bagaimana di lapangannya. Nah ini yang menjadi perhatian kita bersama. Kita juga tidak bosan bosan mengingatkan agar para pelaksana di lapangan mengerjakan proyek jangan asal asalan, tetapi mengedepankan kualitas walaupun mungkin sekarang harga harga sudah naik, dan ini juga menjadi perhatian pemetintah untuk menyesuaikan,” paparnya. Ditambahkannya, jangan sampai nanti anggarannya ketat akan tetapi harga harganya naik, bisa mengurangi volume pekerjaan. Akan tetapi kita tidak menginginkan itu berimbas kepada kualitas pekerjaan proyek PUTR. “Tetap dijaga kualitas proyek pekerjaannya, jangan sampai mengecewakan masyarakat karena pembangunan kan dari uang pajak rakyat, makanya kita sedang membahas Raperda pengawasan kontruksi,” imbuhnya. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Di tengah polemik yang berkembang terkait kepengurusan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi periode 2026–2031, para pengurus Kwartir Ranting (Kwarran) menegaskan komitmennya untuk tetap mengabdi dan memajukan Gerakan Pramuka melalui jalur organisasi yang berlaku. Ketua Kwarran Cibeureum, Miftahudin, mengatakan pihaknya akan menghormati keputusan yang telah ditetapkan dan menempuh langkah normatif secara administratif. “Jika sudah menjadi keputusan, apa boleh buat. Berarti kita akan kembali ke kandang masing-masing, karena kandang kita itu di ranting kecamatan,” ujarnya, Jumat (5/6/2026). Menurutnya, dinamika yang terjadi tidak akan mengurangi semangat pengabdian para pengurus di tingkat ranting. Ia menegaskan, tujuan utama keterlibatan dalam Gerakan Pramuka adalah untuk membina generasi muda dan memajukan organisasi, bukan mencari keuntungan pribadi. “Tidak berkarya di Kwarcab, kami tetap mengabdi di Kwarran masing-masing. Semangat kami semata-mata demi Gerakan Pramuka. Secara ekonomis apa yang diharapkan,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Kwarran Gunungpuyuh, Sutrisno, menjelaskan bahwa proses penyusunan kepengurusan yang dilakukan sebelumnya merupakan pelaksanaan amanat Musyawarah Cabang (Muscab). Ia menyebut tim formatur terdiri dari lima unsur, yakni perwakilan Mabicab yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Ketua Kwarcab terpilih Ranty Rachmatilah, serta perwakilan Kwarran Cibeureum dan Gunungpuyuh. Menurut Sutrisno, rapat formatur yang berlangsung di rumah dinas wakil wali kota berjalan dengan baik, kolaboratif, dan mengakomodasi berbagai aspirasi dari peserta rapat. “Aspirasi dari masing-masing peserta semuanya terakomodir, baik dari unsur pengurus lama maupun baru. Memang waktu itu ada yang tertunda karena ada andalan yang harus ditanya kesiapannya,” katanya. Ia mengungkapkan, salah satu usulan yang belum terakomodasi saat itu adalah terkait posisi Ketua Harian. Meski muncul berbagai pandangan dan isu setelah rapat formatur, Sutrisno menilai yang terpenting saat ini adalah menjaga semangat kebersamaan serta memastikan Gerakan Pramuka tetap berjalan dan berkembang. Menurutnya, kolaborasi antara generasi senior dan generasi muda dalam kepengurusan menjadi modal penting untuk menghadirkan semangat baru dalam organisasi. “Pada prinsipnya kolaborasi tua dan muda dalam kepengurusan diharapkan membawa atmosfer dan semangat baru yang lebih baik. Pertanyaannya sekarang, Pramuka ini mau dibawa ke mana ke depannya?” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus memperkuat langkah perencanaan guna mendukung program prioritas Wali Kota Sukabumi. Salah satu fokus yang kini menjadi perhatian adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta percepatan pembangunan infrastruktur melalui berbagai sumber pembiayaan. Sekretaris Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, mengatakan seluruh jajaran Bappeda berkomitmen mengawal visi pembangunan daerah yang telah ditetapkan kepala daerah. “Setiap bidang di lingkungan Bappeda diarahkan untuk bekerja secara terpadu agar program pembangunan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah pusat,” ujarnya, Kamis (4/6/2026). Lebih lanjut ia menjelaskan, kondisi fiskal daerah yang terbatas menuntut pemerintah lebih cermat dalam menyusun perencanaan. Karena itu, penggunaan anggaran harus difokuskan pada program yang memiliki dampak nyata dan mendukung pencapaian target pembangunan. Selain memastikan efisiensi anggaran, Bappeda juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing. Langkah tersebut dilakukan guna memperkuat pendapatan daerah sekaligus menciptakan ruang fiskal yang lebih besar untuk pembangunan. Menurut Frendy, upaya peningkatan PAD perlu dibarengi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. Infrastruktur yang baik diyakini mampu meningkatkan aktivitas ekonomi, menarik investasi, serta mendorong bertambahnya kunjungan ke Kota Sukabumi. Untuk itu, Bappeda terus mendorong pembaruan data yang berkaitan dengan retribusi daerah dan pemetaan potensi sumber-sumber pendapatan yang masih bisa dikembangkan. Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar bagi perangkat daerah dalam menyusun kebijakan peningkatan PAD. Di sisi lain, tingginya kebutuhan pembangunan membuat pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan keuangan daerah. Oleh karena itu, berbagai alternatif pembiayaan mulai dikaji untuk mendukung pelaksanaan program strategis. Frendy mengungkapkan, pemerintah tengah mempelajari peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui berbagai skema yang memungkinkan, termasuk Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Selain itu, opsi pendanaan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi juga terus diupayakan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk menjawab tantangan pembangunan ke depan. Dengan dukungan pendanaan yang lebih beragam, berbagai kebutuhan pembangunan diharapkan dapat terealisasi lebih cepat dan tepat sasaran. “Ke depan diperlukan inovasi dalam pembiayaan pembangunan agar program-program prioritas tetap berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Frendy. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Koordinator Aksi 2626 Forum Komunikasi Pengurus RT dan RW (FK RT-RW) Kota Sukabumi, Mauly Fahlevi Prawira, menyampaikan pesan terbuka kepada masyarakat usai pelaksanaan aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung di Balai Kota Sukabumi pada 2 Juni 2026. Dalam pernyataannya, Levi mengapresiasi ribuan pengurus RT dan RW serta berbagai elemen masyarakat yang telah berpartisipasi dalam aksi tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menunjukkan tingginya kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di Kota Sukabumi. Ia menilai aksi yang berlangsung secara terbuka itu menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dalam kehidupan demokrasi. Meski berbagai tuntutan yang disampaikan belum sepenuhnya mendapatkan hasil sesuai harapan, Levi menyebut semangat persatuan dan solidaritas yang muncul menjadi nilai penting dari gerakan tersebut. “Yang paling utama adalah semangat kebersamaan yang terbangun selama proses perjuangan ini. Aspirasi masyarakat telah tersampaikan dan menjadi perhatian publik,” ujarnya dalam surat terbuka yang disampaikan, Rabu (3/6/2026). Pada kesempatan yang sama, Levi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai dampak yang mungkin timbul selama maupun setelah aksi berlangsung. Ia mengakui adanya sejumlah dinamika yang berkembang di luar agenda resmi FK RT-RW. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam aksi tersebut menyebabkan munculnya aktivitas lanjutan yang tidak seluruhnya berada dalam kendali panitia maupun forum penggerak aksi. Meski demikian, Levi menegaskan dirinya tidak akan menghindar dari tanggung jawab moral atas rangkaian kegiatan yang masih berkaitan dengan Aksi 2626. Ia menyatakan siap memberikan penjelasan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan aksi sesuai kapasitasnya sebagai koordinator. Levi juga mengajak seluruh pihak untuk tidak terjebak pada perbedaan pandangan yang muncul selama proses penyampaian aspirasi. Sebaliknya, ia berharap momentum tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama demi membangun Kota Sukabumi yang lebih baik. “Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini lahir dari keinginan untuk menyampaikan aspirasi demi kepentingan bersama, bukan untuk menciptakan perpecahan,” katanya. Lebih lanjut, ia menegaskan FK RT-RW tetap berkomitmen menjalankan fungsi sosial kemasyarakatan dan mendorong penyampaian aspirasi melalui cara-cara yang damai, tertib, serta menghormati aturan hukum. Menutup pernyataannya, Levi mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, aparat keamanan, dan berbagai pihak yang telah membantu menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama ini dapat terus dijaga untuk mendukung pembangunan dan kemajuan Kota Sukabumi. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kabar duka menyelimuti masyarakat Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Kepala Desa Sukatani, H. Sulaeman, meninggal dunia pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB di RSUD Jampangkulon setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya. Kepergian sosok pemimpin yang dikenal sederhana, dekat dengan masyarakat, dan aktif melayani warga itu menyisakan kesedihan mendalam. Tidak lama setelah kabar wafatnya tersebar, rumah duka dipadati warga yang datang silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan doa terakhir bagi almarhum. Suasana haru terlihat di kediaman almarhum. Tangis keluarga dan warga pecah saat kabar meninggalnya orang nomor satu di Desa Sukatani itu diterima masyarakat. Banyak warga mengaku kehilangan figur pemimpin yang selama ini dikenal responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat. Sekretaris Desa Sukatani, Hasan, membenarkan kabar meninggalnya H. Sulaeman. Menurutnya, almarhum menghembuskan napas terakhir di RSUD Jampangkulon dengan didampingi keluarga tercinta. “Pada saat-saat terakhir, beliau didampingi istri tercinta Ibu Asma serta putranya, Saudara Pirman. Almarhum berpulang sekitar pukul 19.30 WIB,” ujar Hasan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Semoga almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah, diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala khilaf dan dosanya, serta ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan menghadapi ujian ini,” ucapnya. Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan pada Rabu (3/6/2026) di pemakaman keluarga dengan prosesi yang akan dihadiri keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, dan warga Desa Sukatani. Semasa menjabat sebagai Kepala Desa Sukatani, H. Sulaeman dikenal sebagai pemimpin yang memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan desa dan pelayanan masyarakat. Berbagai program kemasyarakatan yang digagasnya menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga. Kepergian H. Sulaeman bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar yang ditinggalkan, tetapi juga bagi masyarakat Desa Sukatani yang selama ini merasakan langsung dedikasi dan pengabdiannya. Sosoknya akan dikenang sebagai pemimpin yang hadir di tengah masyarakat dan mengabdikan dirinya untuk kemajuan desa. Selamat jalan H. Sulaeman. Jasa, pengabdian, serta kebaikan yang telah ditorehkan selama memimpin Desa Sukatani akan selalu menjadi kenangan dan teladan bagi masyarakat. Semoga segala amal baktinya menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT. (Dicky)