SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Yayasan Dharma Abipraya Nusantara resmi menetapkan susunan pengurus baru untuk masa bakti 2026–2031 sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi dalam menjalankan program rehabilitasi penyalahgunaan narkoba. Pergantian kepengurusan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan visi, misi, dan program kerja yayasan di tingkat nasional maupun daerah. Yayasan yang berdiri berdasarkan Akta Notaris Nomor 44 tanggal 24 Oktober 2016 tersebut menetapkan kepengurusan baru melalui Surat Keputusan Nomor 005/SK/Yayasan Dharma Abipraya Nusantara/VII/2026. Keputusan itu merupakan hasil Rapat Kerja Pengurus yang digelar pada 18 Juli 2026 dan disahkan pada 20 Juli 2026 di Jakarta. Dalam struktur kepengurusan yang baru, Kismono, S.E. dipercaya menjabat sebagai Ketua Yayasan didampingi Ir. Maiyendri Abdul Muis sebagai Wakil Ketua. Jabatan Sekretaris diemban Iwan Setiawan, CFLS., CPM bersama Badar Ziham sebagai Wakil Sekretaris. Sementara posisi Bendahara dijabat Sendi Irawan, CFLS., CPM dengan Indra Gunawan sebagai Wakil Bendahara. Selain pimpinan harian, yayasan juga membentuk sejumlah bidang strategis yang meliputi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Hubungan Masyarakat, Kerohanian dan Keagamaan, Kesehatan dan Tim Medis. Bidang-bidang lainnya Hukum, Advokasi dan HAM, Umum, Media dan Publikasi, hingga Satuan Tugas (Satgas). Masing-masing bidang diisi oleh personel yang dinilai memiliki kompetensi sesuai bidang tugasnya. Dewan Penasehat juga diperkuat oleh sejumlah tokoh, di antaranya Buya Prof. Dr. Adv. Hamdan Firmansyah, M.M., Pd., MH., CT., CMT, Muhammad Salahuddin Apendi, H. Asep Badrun Mulyana, S.E., M.M., Ridwanulah, S.E., M.Pd., M.M., Azis Abdul Majid, serta Herry Yusda Ateng. Kehadiran para penasehat diharapkan mampu memberikan arahan strategis bagi pengembangan organisasi. Ketua Yayasan Dharma Abipraya Nusantara, Kismono, S.E., berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta mendapat kemudahan dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat. “Semoga untuk langkah-langkah berikutnya, kita semua diberikan kelancaran dan kemudahan segala sesuatunya oleh Allah SWT,” ujar Kismono, Minggu (2/8). Wakil Ketua, Ir. Maiyendri Abdul Muis, menyampaikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Ketua Yayasan dan optimistis seluruh program yang telah direncanakan dapat direalisasikan secara maksimal melalui kerja sama seluruh pengurus. Sementara itu, Sekretaris Yayasan, Iwan Setiawan, CFLS., CPM, mengajak seluruh anggota untuk menjaga kekompakan organisasi. Menurutnya, soliditas menjadi modal utama dalam mewujudkan program rehabilitasi narkoba, pencegahan penyalahgunaan narkotika, serta pelayanan kepada masyarakat. Sebagai pusat kegiatan organisasi, Yayasan Dharma Abipraya Nusantara berkantor di Palma One 7 Unit 709, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Memiliki kantor cabang di Kampung Asgora, Desa Nyangkewok, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Dengan kepengurusan baru ini, yayasan berharap dapat memperluas kolaborasi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dunia kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung upaya rehabilitasi narkoba serta mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. (Dicky)

JAKARTA,-Bidik-kasusnews.com,. Memasuki bulan Agustus, atmosfer kebangsaan di seluruh pelosok Tanah Air kembali membara menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Bulan Agustus bukan sekadar deretan angka di kalender, melainkan bulan sakral yang menyimpan jejak sejarah, keringat, dan darah para pahlawan bangsa. Menanggapi momentum bersejarah ini, Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman, menyampaikan pandangan dan refleksi kritisnya mengenai makna sejati kemerdekaan di era modern. Menurutnya, pemaknaan kemerdekaan di masa kini tidak boleh berhenti pada seremoni pengibaran bendera Merah Putih atau perlombaan rakyat semata, melainkan harus diwujudkan dalam kerja nyata penegakan hukum yang adil, transparansi, dan kesejahteraan masyarakat. Kemerdekaan Adalah Kepastian dan Keadilan Hukum Dalam pandangan H. Dian Surahman, salah satu pilar utama kemerdekaan yang sesungguhnya adalah terwujudnya keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali (equality before the law). “Kemerdekaan yang telah diraih para pendiri bangsa dengan perjuangan berat harus kita isi dengan menjaga nilai-nilai keadilan. Di mata hukum, seluruh rakyat Indonesia memiliki kedudukan yang sama. Tidak boleh ada tebang pilih, tidak boleh ada hak istimewa, dan tidak boleh ada kepastian hukum yang terkesan ‘abu-abu’. Hukum harus menjadi panglima untuk melindungi hak-hak rakyat,” tegas Ketum FRIC, H. Dian Surahman. Ia menekankan bahwa institusi penegak hukum, khususnya institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama jajaran penegak hukum lainnya, memegang peranan kunci dalam menjaga independensi, transparansi, dan profesionalisme demi mempertahankan kepercayaan publik. Mengawal Program Pro-Rakyat Demi Indonesia Emas 2045 Selain penegakan hukum, H. Dian Surahman juga menyoroti aspek kesejahteraan sosial sebagai wujud nyata keberlanjutan kemerdekaan. Menurutnya, rakyat dikatakan merdeka secara utuh apabila hak-hak dasarnya, termasuk pemenuhan gizi dan ekonomi, dapat terpenuhi dengan baik dan transparan. Sejalan dengan visi pemerintah menuju Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045, FRIC secara tegas berkomitmen mengawal berbagai program strategis pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk generasi muda bangsa. “FRIC sebagai wadah kontrol sosial yang bersinergi dengan pemerintah dan Presisi Polri akan berdiri di barisan terdepan mengawasi pelaksanaan program-program pro-rakyat. Kemerdekaan berarti tidak boleh ada oknum yang bermain-main atau mengurangi hak rakyat sekecil apa pun. Apa yang dialokasikan negara untuk rakyat harus sampai secara utuh dan berkualitas,” lanjut H. Dian Surahman. Menjaga Kamtibmas dan Menangkal Informasi Hoaks Di tengah pesatnya era digitalisasi, Ketum FRIC juga mengingatkan tantangan baru kemerdekaan bangsa, yaitu maraknya penyebaran berita bohong (hoaks) dan provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan nasional. Sebagai organisasi yang menaungi insan pers dan wadah counter opinion, FRIC menginstruksikan seluruh anggotanya di berbagai daerah untuk aktif menjaga kondusivitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). “Di bulan Agustus yang penuh semangat juang ini, mari kita perkuat sinergi antara media, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Tugas kita adalah menyajikan informasi yang edukatif, jujur, dan membangun, serta bersama-sama menangkal berita hoaks yang dapat merusak persatuan bangsa,” imbau H. Dian. Menutup Bulan Agustus dengan Semangat Gotong Royong Menutup pernyataannya, H. Dian Surahman mengajak seluruh jajaran pengurus FRIC dari tingkat DPP hingga DPW se-Indonesia, serta seluruh elemen masyarakat, untuk menjadikan bulan Agustus sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan semangat gotong royong. “Merdeka bukan berarti berhenti berjuang, melainkan melanjutkan perjuangan dengan menjaga amanah kebangsaan. Mari kita jadikan peringatan Hari Kemerdekaan ini sebagai pemicu semangat untuk terus berkontribusi positif bagi bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (Asep Rusliman)

CIREBON,-Bidik-kasusnews.com,.Kabupaten Cirebon,_Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Cikalahang,, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, mengajak seluruh masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih mulai 1 hingga 30 Agustus 2026. Ajakan tersebut disampaikan melalui Bewara Kawarga sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam memeriahkan peringatan hari kemerdekaan Rrpublik Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme. Warga diimbau untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di depan rumah, tempat usaha,pariwisata, perkantoran, maupun lingkungan masing-masing selama periode tersebut. Langkah ini diharapkan menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air. Kepala Desa Cikalahang, Kusnan mengatakan bahwa momentum peringatan kemerdekaan harus dimaknai tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai upaya memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat. “Melalui pengibaran Bendera Merah Putih, kami ingin mengajak seluruh warga Desa Cikalahang, menunjukkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan serta memperindah lingkungan dengan nuansa merah putih sebagai simbol kecintaan kepada bangsa dan negara,” ujar Kusnsn. Pemerintah Desa Cikalshang, berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif menyukseskan imbauan tersebut sehingga semarak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dapat dirasakan di setiap sudut desa. Dengan kibaran Merah Putih di setiap rumah dan lingkungan, semangat nasionalisme diharapkan semakin tumbuh dan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan merupakan hasil perjuangan yang harus di jaga bersama. (Asep Rusliman)

KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Suasana haru menyelimuti acara perpisahan dan penyambutan (Pisah Sambut) Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kuningan di Gedung Pemerintah Kabupaten Kuningan, baru-baru ini. Di tengah alunan doa dan tepuk tangan hangat, Bupati Kuningan menyampaikan pesan mendalam yang menjadi inti dari seluruh rangkaian acara tersebut. “Jabatan hanyalah sementara, tetapi kebaikan akan selalu dikenang masyarakat,” tutur Bupati dengan nada tegas namun penuh ketulusan. Pesan itu seolah menjadi benang merah yang mengikat dua momen penting dalam acara tersebut: pelepasan AKBP Muhammad Ali Akbar yang mutasi ke Brebes, dan penyambutan resmi Kapolres baru, AKBP Belen Anggara Pratama. Selamat Datang di Bumi Santri yang Sejuk Dalam sambutannya, Bupati secara khusus menyambut kedatangan AKBP Belen Anggara Pratama. Ia menggambarkan Kuningan bukan sekadar wilayah administratif, melainkan sebuah komunitas yang hidup dengan nilai-nilai religius, berhawa sejuk, dan memiliki semangat gotong royong yang mengakar kuat. Namun, di balik kelembutan budaya tersebut, Kuningan sedang bergerak dinamis. Bupati menekankan bahwa percepatan pembangunan dan masuknya gelombang investasi saat ini menuntut fondasi keamanan yang kokoh. “Kuningan tidak membutuhkan pemimpin yang berjalan sendiri. Yang kami butuhkan adalah kolaborasi,” tegasnya. Bupati mengajak seluruh elemen—mulai dari Forkopimda, TNI, Polri, DPRD, ulama, hingga masyarakat umum—untuk bersinergi. Menurutnya, hanya melalui kekompakan inilah Kuningan dapat melaju lebih maju dan stabil. Pemimpin yang Menyentuh Hati Menutup sambutannya, Bupati kembali menyentuh sisi humanis dari seorang pemimpin. Kalimatnya disambut gemuruh tepuk tangan dari seluruh tamu undangan. “Pemimpin yang baik tidak diukur dari lamanya menjabat atau tingginya jabatan. Pemimpin dikenang karena mampu menyentuh hati masyarakat, menghadirkan pertolongan, dan menghadirkan senyum kebahagiaan,” ujarnya. Apresiasi dari Serikat Pekerja Acara ini juga mendapat perhatian luas dari kalangan buruh. Melalui tayangan video, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi AKBP Muhammad Ali Akbar selama memimpin Polres Kuningan. Andi Gani juga mengucapkan selamat bertugas kepada AKBP Ali Akbar di tempat tugas barunya, Brebes, serta memberikan selamat datang kepada AKBP Belen Anggara Pratama. Ia berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat terus diperkuat demi menjaga kondusivitas yang mendukung iklim investasi, baik di Kuningan maupun Brebes. Pelukan Perpisahan, Awal Pengabdian Baru Acara ditutup dengan suasana yang sangat emosional. Pelukan hangat, jabat tangan erat, dan doa-doa terbaik mengiringi langkah AKBP Muhammad Ali Akbar menuju bab baru pengabdiannya. Sebaliknya, sorot mata penuh semangat terlihat pada wajah AKBP Belen Anggara Pratama, menandai dimulainya tanggung jawab barunya sebagai penjaga keamanan Bumi Kuningan. Pergantian kepemimpinan ini menjadi pengingat bijak bagi semua yang hadir: Seorang pemimpin boleh berganti tugas, namun jejak pengabdian, persaudaraan, dan ketulusan dalam melayani rakyat akan selalu hidup abadi dalam ingatan mereka yang pernah merasakannya. (Asep Rusliman)

MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Anggota DPR RI Ateng Sutisna melaksanakan acara Nonton Bareng (Nobar) pertandingan sepakbola Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung melawan Tampines Rovers dengan skor 1 – 0 yang dikolaborasikan bersama bobotoh Persib Viking Majalengka, bertempat di Rumah Aspirasi Atemg Sutisna Saung Nganteur Kahayang pada Jumat malam, (31/07/26). Ateng mengataka bahwa benar kegiatan tersebut untuk menampung aspirasi kawula muda yakni bobotoh Persib Bandung (Viking Majalengka dengan Nobar pertandingan Piala Presiden. “Kegiatan malam ini merupakan kerjasama antara Saung Panganteur dengan komunitas Viking Alengka Majalengka yang bertujuan ingin mencoba mewadahi para bobotoh Persib yang mana punya fanatisme terhadap olahraga Tim Jawa Barat dan mudah mudahan ke depan akan menjadi suatu ikatan yang positif dalam rangka saling kerjasama mengisi kegiatan positif anak.muda,” papar Ateng. Sambungnya, yang berawal dari hobby, anak muda contoh dari komunitas Viking Alengka ini bisa dikembangkan ke depan kegiatan kegiatan positif atau berbuat sesuatu yang kemudian akan bermanfaat bagi masyarakat luas. “Alhamdulillah sekarang saya bangga sekali kepada komunitas Viking Alengka ini karena dalam kegiatan nobar ini pada datang dengan tertib, terus menyaksikan tim kesayangannya dengan aman dan kondusif,” tuturnya. Masih kata Ateng, sebagai warga Jawa Barat kita doakan Persib Juara pada Piala Presiden tahun 2026 ini, dan ke depan final insyallah akan diadakan lagi.di Saung Nganteur Kahayang. “Pesan saya kepada para pemuda Majalengka khususnya yang tergabung di Viking, mari kita berkontribusi kemanfaatan kita buat orang banyak dan hobby ini ke depan bisa menunjang kehidupan kita,” pungkasnya. Sementara itu Ketua Komunitas Viking Alengka Majalengka, Bambam mengucapkan terimakaaih kepada anggota DPR RI Ateng Sutisna yang sudah menampung aspirasi atau keinginan kawula muda dalam kegiatan Nobar pertandingan Persib Bandung pada Piala Presiden ini. (Asep Rusliman)

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Kekeringan di Majalengka kembali menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Krisis air yang melanda lahan pertanian di Kecamatan Ligung membuat banyak petani diliputi kekhawatiran gagal tanam hingga gagal panen pada musim kemarau tahun ini. Merespons kondisi tersebut, Bupati Majalengka Eman Suherman turun langsung menemui para petani di Desa Burujul Kulon, Kecamatan Ligung, untuk mendengarkan keluhan sekaligus memastikan langkah penanganan segera dilakukan. Dalam dialog bersama petani, Eman mengakui bahwa persoalan utama yang dihadapi masyarakat saat ini adalah minimnya pasokan air irigasi. Menurutnya, keberhasilan musim tanam di wilayah tersebut sangat bergantung pada ketersediaan air. “Di Ligung masyarakat masih harap-harap cemas. Berhasil panen atau tidak sangat ditentukan oleh ada atau tidaknya air,” ujarnya. Pemkab Bergerak Cari Solusi Kekeringan Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam menangani persoalan kekeringan yang sebelumnya juga terjadi di Kecamatan Jatitujuh dan Kertajati. Eman mengungkapkan, sejak awal menjabat sebagai Bupati Majalengka dirinya langsung mengusulkan pembangunan sodetan dari Bendungan Rentang sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kekurangan air di sejumlah kawasan pertanian. Langkah tersebut kini mulai membuahkan hasil. Aliran air menuju lahan pertanian di Kecamatan Jatitujuh disebut sudah kembali normal sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan lebih baik. “Saya berasal dari keluarga petani dan tumbuh di desa. Saya memahami betul bagaimana sulitnya mencari air untuk sawah. Karena itu, persoalan ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah,” katanya. (Asep Rusliman)

MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,.Program bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM),kini program bantuan tersebut tersalurkan di Desa Heuleut Kecamatan Lewimunding,Kabupaten Majalengka.oleh penerima kelompok tani yang di ketuai oleh Asan. Pemerintahan melalui dinas terkait memberikan program bantuan IRPOM untuk menyediakan air irigasi dengan pompa di lahan pertanian yang tidak terjangkau jaringan irigasi (teknis), terutama lahan sawah dan daerah rawan kekeringan. Tujuannya meningkatkan luas tanam, produktivitas, dan mendukung swasembada pangan lokal. Dari hasil temuan di lapangan program bantuan IRPOM tersebut kini masih dalam pembangunan di desa heuleut kecamatan Lewimunding,terlihat jelas para pekerja masih dalam proses pemasangan bata,dan baru mulai pada hari Minggu kemarin,dan tidak tau terkait sumber dana,karena di lokasi tidak terpangpang papan informasi. “Saya tidak tau pa terkait papan informasi,ini juga baru bekerja dari hari Minggu belum ada satu Minggu,dan ketua kelompok pun saya tidak tau ada dimana”.ujar si pekerja.Kamis 30/07/2026 Saat awak media mendatangi ketua kelompok Asan di kediaman nya, yang tak jauh dari proyek IRPOM,namun Asan tidak ada hanya ada kakak nya yang bernama Amin,ia pun menjelaskan kan terkait irpom yang saat ini lagi di kerjakan yang melibatkan kakak sebagai ketua kelompok. “Kalau masalah Asan betul adik saya yang menjadi ketua kelompok tani,tapi hanya sekedar di tulis tonggong,(punggung).mangga silahkan ke desa saja hubungi pak ambang Ato”.kata amin. Di sisi lain, saat di ruangan balai desa heuleut wartawan ini hanya bertemu dengan kepala Dusun (Kadus),dan membenarkan kan ada nya proyek IRPOM, “terkait proyek tersebut biasa nya ke pak ambang dan nanti juga di tembuskan ke pak Kuwu”.kata kadus Kami pun mengkonfirmasi pak ambang,menggunakan handpon nya Kadus bahwa pernyataan dari kakak nya Asan yakni amin itu tidak benar,dan terkait papan informasi itu dari RAB nya emang tidak di cantum kan. “Iya proyek IRPOM di situ betul lagi di laksanakan,terkait ketua kelompok Asan hanya sekedar di tulis punggung,itu tidak benar.dan tidak di pasang nya papan informasi karena dari RAB nya tidak ada,dan yang bikin RAB nya itu dari konsultan dan saya juga tidak tau nama nya”. pungkas ambang sambil matikan handpon. Sampai nya berita ini di tulis dan di terbitkan belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait.dan program pembangunan bantuan IRPOM tersebut masih belum jelas sumerdana dari mana dan berapa nilai nya masih misteri.publik masih menunggu untuk keterbukaan dan transparansi. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Acara pelepasan purna bakti Camat Surade Unang Suryana, S.IP.,Kp., M.Si digelar pada Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban ini dihadiri oleh perwakilan berbagai instansi serta unsur masyarakat se-Kecamatan Surade. Hadirnya dalam kesempatan ini jajaran Forkopimcam Surade, Ketua PGRI Cabang Surade, Ketua K3S. Hadir juga para Kepala Sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA dan SMK, Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) H. Hendra Permana. Tampak deretan tamu undangan yang terdiri dari seluruh Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Surade, Kepala KUA Kecamatan Surade, Ketua Karang Taruna Kecamatan Surade, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta para tamu undangan lainnya. Rangkaian acara dipandu oleh Hikmat Ashadi (Staf Kecamatan Surade) yang bertindak sebagai pembawa acara sekaligus pengatur waktu. Dalam sambutannya, Unang Suryana menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang telah hadir dan bersinergi melaksanakan tugas bersama selama dirinya menjabat. “Terima kasih sebesar-besarnya saya sampaikan kepada rekan kerja, seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat yang telah berbarengan menjalankan amanah pelayanan dan pembangunan di wilayah ini,” ujarnya. Sambutan juga disampaikan Sekcam Surade E’ah Nurlaila, Danramil Surade Kapten Inf Didik, serta Ketua Paguyuban Serdadu Jampang (PSJ) Asep M Rapidi yang memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Camat selama bertugas. Sementara Ketua MUI Kecamatan Surade Asep Mustofa (Aa Bentang) turut mengapresiasi sekaligus mendoakan, khususnya atas peran beliau dalam mewujudkan Masjid Al-Jalil Kecamatan Surade. Selanjutnya penyampaian kesan dan pesan disampaikan perwakilan Kepala Desa oleh Kades Citanglar Surahman yang juga Ketua Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Pajampangan (PKPP), perwakilan KNPI Kecamatan Surade, serta perwakilan PGRI Cabang Surade oleh Ibu Rofikoh. Pada kesempatan tersebut Rofikoh turut menyuguhkan lagu ciptaan PGRI yang berjudul Purna Bakti Camat Surade khusus untuk menghormati masa bakti Unang Suryana. Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama dan makan bersama dalam suasana kekeluargaan yang hangat. (Dicky)

Jakarta Utara,-Bidik-kasusnews.com,.28 Juli 2026 Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI),, Alhamdulillah korwil kabupaten Kuningan resmi di kukuhkan di jakarta,,yang di ketuai oleh RATIM ( Ahmad Nurcahya) dan para pengurus yg ada di struktur kepengurusan korwil Kuningan,, sekaligus menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 yang dirangkaikan dengan pengukuhan sembilan Koordinator Wilayah (Korwil) FWJI. Acara berlangsung di Gedung Auditorium Gelanggang Jakarta Utara (GJU) pada Selasa (28/7/2026) dengan penuh khidmat, semangat kebersamaan, dan rasa kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan ungkapan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik. Momen ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antaranggota sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam meningkatkan profesionalisme, integritas, dan solidaritas insan pers di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FWJI, Mustopa Hadi Karya, hadir didampingi istri tercinta, Ibu Wulan. Turut hadir Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Ketua DPD FWJI Jakarta Rosyid, Ketua DPD FWJI Banten Robi Liu, Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Utara AKBP Hadi Wahyudi, S.I.K., M.H. sebagai perwakilan Kapolres, serta perwakilan Kodim 0502/Jakarta Utara. Hadir pula para pengurus, anggota FWJI, keluarga besar FWJI, serta tamu undangan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Pengukuhan sembilan Korwil  FWJI menjadi salah satu agenda utama dalam acara ini sebagai langkah memperkuat struktur organisasi dan memperluas koordinasi antarwilayah. Dengan dikukuhkannya para Korwil, diharapkan FWJI semakin solid dalam menjalankan tugas jurnalistik yang profesional, independen, serta menjunjung tinggi kode etik pers. Suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Perayaan HUT ke-7 FWJI menjadi bukti bahwa organisasi terus berkembang dan berkomitmen menjadi wadah bagi para wartawan yang mengedepankan integritas, kualitas, serta pengabdian kepada masyarakat melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. (Asep Rusliman)

Cirebon,-Bidik-kasusnews.com,.27 Juli 2026 – Pemerintah membuat Peraturan dan undang-undang agar untuk bisa di laksanakan oleh seluruh pejabat pemerintah dengan sebaik mungkin, namun peraturan dan undang-undang ini selalu dilanggar oleh pejabat yang memiliki kewenangan. Salah satunya peraturan larangan tentang penjualan baju seragam di sekolah maupun di koperasi sekolah, hal ini diduga masih didapati pada sekolah negeri (SDN 2 Kerandon) yang menjual seragam sekolah . Menurut informasi yang diproleh bahwasanya kegiatan jual baju seragam di SDN 2 Kerandon ini diduga sudah berlangsung setiap tahunnya. Dari informasi warga masyarakat, awak media melakukan mengkonfirmasi salah satu wali murid yang anaknya bersekolah di SDN 2 Kerandon, sebut saja inisialnya A, terkait apakah benar anaknya membeli baju di sekolah, Ibu A mengatakan,”Iya benar pak, kami mebeli baju muslim, kaos olahraga, rompi batik dan map rapot total seluruhnya Rp. 480.000,- Senin, 27/07/2026 Sudah menjadi Kebiasan buruk bagi oknum menjual baju seragam kepada anak didik tanpa bisa dicegah oleh pengawas sekolah ( PS ) kenapa?! Karna diduga pengawas sekolah tidak menjalankan tupoksinya atau tugas yang di amanahkan selaku seorang pengawas dan oknum kepala sekolah tidak punya kesadaran pada dirinya serta sudah keenakan bisnis tersebut tanpa punya resiko. Padahal mereka tau adanya dasar hukum Larangan yang diatur dalam beberapa peraturan pemerintah, antara lain: Peraturan Pemerintah ( PP ) Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan: Pasal 181 dan 198 secara tegas melarang pihak sekolah, tenaga pendidik, dewan pendidikan, dan komite sekolah menjual seragam. Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022 tentang Pakaian Seragam Sekolah: Pasal 12 ayat (1) menyebutkan bahwa pengadaan pakaian seragam sekolah menjadi tanggung jawab orang tua/wali murid. Sampai berita ini di terbitkan awak media belum bisa menemui kepala SDN 2 Kerandon Ade Priyono karena yang bersahutan sedang tidak ada di tempat “alesan ada rapat di korwil”, ucap salah satu Guru. (Korwil)