Cirebon kota Bidik-kasusnews.com,.ajaran Polres Cirebon Kota melaksanakan pengamanan maksimal menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Senin (16/02/2026), dengan memfokuskan pengamanan pada lima vihara dan klenteng di wilayah Kota Cirebon. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan Imlek dapat berjalan dengan aman, tertib, serta memberikan rasa nyaman bagi umat yang melaksanakan sembahyang. Salah satu titik utama pengamanan berada di Vihara Dewi Welas Asih, klenteng Tridharma yang berlokasi di Jalan Kantor, Kota Cirebon, yang selama ini menjadi pusat kegiatan ibadah umat Konghucu, Buddha, dan Tao dengan jumlah jemaat cukup besar setiap perayaan Imlek. Kapolres Cirebon Kota Eko Iskandar menjelaskan bahwa pengamanan telah dimulai sejak pagi hari dan akan terus dilaksanakan hingga malam pergantian tahun, bahkan berlanjut sampai hari berikutnya menyesuaikan dengan rangkaian ibadah. “Sejak pagi hingga sore ini, dan nanti malam, kami melaksanakan pengamanan untuk saudara-saudara kita yang merayakan Imlek. Di Kota Cirebon terdapat lima titik yang menjadi fokus atensi pengamanan selama rangkaian perayaan Imlek,” ujarnya saat memantau langsung kesiapan pengamanan. Sebanyak 250 personel Polres Cirebon Kota dikerahkan dan disebar di masing-masing vihara dan klenteng, dengan jumlah personel yang disesuaikan berdasarkan estimasi jemaat di setiap lokasi ibadah. “Mulai pagi, sore, malam ini, hingga besok pagi dan malam masih terdapat kegiatan sembahyang. Anggota kami standby di sekitar vihara untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman,” tambahnya. Kapolres juga menegaskan bahwa hingga saat ini situasi di seluruh vihara dan klenteng terpantau aman dan terkendali, serta mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati antarumat beragama. “Kota Cirebon sejak dahulu dikenal sebagai wilayah yang kental dengan nilai pluralisme. Kerukunan antarumat beragama terlihat nyata, dan ini harus terus kita jaga bersama,” tegasnya. Menjelang bulan suci Ramadan, semangat toleransi di Kota Cirebon juga terlihat dari partisipasi masyarakat lintas agama yang turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan Imlek sebagai bentuk solidaritas sosial. “Tidak hanya umat Konghucu dan Buddha, masyarakat Muslim di Kota Cirebon juga ikut berpartisipasi membantu. Ini merupakan wujud nyata toleransi dan kerukunan umat beragama yang sangat kami apresiasi,” ungkap Kapolres. Sementara itu, salah satu pengurus Vihara Dewi Welas Asih, Hendra, menyampaikan bahwa perayaan Imlek tahun ini dilaksanakan lebih sederhana mengingat waktunya yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan, termasuk tidak dilaksanakannya perayaan Cap Go Meh secara besar-besaran. “Cap Go Meh dilaksanakan secara internal vihara saja, sebagai bentuk saling menghormati karena berdekatan dengan bulan Ramadan. Persiapan Imlek sendiri sudah hampir 100 persen dan tinggal penyempurnaan,” ujarnya. Ia menambahkan, rangkaian ibadah tetap dilaksanakan seperti biasa, termasuk menyalakan lilin dan sembahyang bersama menjelang pergantian tahun sebagai simbol harapan agar di tahun baru semangat semakin kuat dan cita-cita dapat terwujud, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. (Asep Rusliman)
Kuningan-Bidikkasus-news.com..Menjelang genap satu tahun masa jabatan pada 20 Februari 2026, lembaga survei Jamparing Research merilis hasil penelitian terkait evaluasi kinerja Bupati dan Wakil Bupati Kuningan. Hasil survei menunjukkan mayoritas masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja kepala daerah selama tahun pertama memimpin. Peneliti Jamparing Research, Topic Offirstson, menjelaskan survei dilaksanakan pada 8–12 Februari 2026 di 32 kecamatan se-Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan jumlah sampel 1.200 responden. “Margin of error sebesar ±2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden dipilih secara acak bertingkat mulai dari desa atau kelurahan hingga tingkat rumah tangga,” ujarnya, Minggu (15/2). Wawancara dilakukan secara tatap muka oleh 100 surveyor yang tersebar di seluruh kecamatan. Proses pengendalian mutu dilakukan melalui pelatihan surveyor, pengawasan lapangan, serta verifikasi data melalui mekanisme call-back. Menurut Topic, pelaksanaan survei dimajukan satu pekan sebelum genap setahun masa jabatan karena mempertimbangkan momentum menjelang Ramadan. Berdasarkan hasil survei, sebanyak 88,84 persen responden memberikan nilai positif terhadap kinerja Bupati selama satu tahun menjabat. Sementara itu, 84,49 persen responden juga memberikan penilaian positif terhadap kinerja Wakil Bupati. Dalam aspek realisasi janji politik, 83,01 persen responden menilai program dan komitmen yang disampaikan saat kampanye telah berjalan cukup baik. (Asep Rusliman)
KUNINGAN Bidik-kasusnews.com,. Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menghadiri kegiatan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Kuningan. Acara ini digelar di Ballroom Arya Kamuning Lantai 3 Gedung Pemda Kabupaten Kuningan, pada Sabtu pagi (14/2/2026). Pada kesempatan tersebut, Bupati Dian memberikan sambutan sekaligus arahan kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, S.Pd., M.M.Pd., Dicky Mahardika, S.E., M.Si Kabid Paud Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan, Ketua DPW FK PKBM Provinsi Jawa Barat Heru Saleh, S.Pd., M.Pd., serta para pengelola PKBM se-Kabupaten Kuningan. Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Kuningan tidak hanya dapat berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi harus dibarengi dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). “Kuningan membangun maju itu tidak hanya bersifat fisik saja, tetapi juga non-fisik. Salah satunya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Itu sebuah keniscayaan,” tegasnya. Ia menyampaikan, kemajuan daerah masih diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meliputi indikator pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Dari sisi pendidikan, rata-rata lama sekolah masyarakat usia produktif di Kuningan masih menjadi tantangan bersama. Oleh karena itu, Bupati menilai keberadaan PKBM memiliki peran sentral dalam mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Menurutnya, masih terdapat warga usia produktif yang belum memiliki ijazah formal (SD, SMP, maupun SMA), sehingga PKBM menjadi jembatan penting menuju akses pendidikan yang lebih layak. “PKBM ini menjadi jembatan penghubung antara harapan masyarakat yang belum mengakses pendidikan formal dengan kesempatan hidup yang lebih baik,” ujarnya. Ia juga mendorong sinergi PKBM dengan pemerintah desa, perangkat desa, hingga pondok pesantren agar semakin banyak warga yang dapat difasilitasi memperoleh pendidikan kesetaraan. Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk hadir langsung di tengah masyarakat, terutama dalam menangani persoalan anak tidak sekolah dan keterbatasan akses pendidikan di wilayah pelosok. Ia meminta jajaran perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk aktif turun ke lapangan. “Jangan hanya bekerja di belakang meja. Pastikan masyarakat merasakan kehadiran pemerintah,” pesannya. Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa pengelolaan PKBM harus dilakukan secara akuntabel, transparan, dan berbasis data. Validasi serta pembaruan data warga belajar merupakan langkah awal dalam perencanaan program yang tepat sasaran. Selain itu, ia mendorong pengembangan pendidikan kecakapan hidup (life skills), literasi digital, pelatihan sektor pertanian, serta penguatan UMKM agar lulusan PKBM memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Menutup arahannya, Bupati berharap agar PKBM menjadi forum yang konsultatif dan konstruktif dalam memberikan masukan kebijakan pendidikan di daerah. “Setiap warga berhak belajar, dan setiap kesempatan belajar adalah pintu perubahan. Mari kita bangun pendidikan yang berdampak dan membawa senyum bagi masyarakat Kuningan,” pungkasnya. Kegiatan ini menandai momentum penguatan peran pendidikan nonformal dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Kuningan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. (Asep Rusliman)
Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Pemerintah Kabupaten Kuningan akan segera melakukan perombakan besar-besaran pada struktur birokrasinya. Agenda mutasi, rotasi dan promosi pejabat tersebut direncanakan sebelum memasuki Bulan Suci Ramadan. Hal itu untuk memastikan stabilitas kinerja pemerintahan selama masa ibadah puasa dan mempercepat pencapaian target pembangunan daerah. Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kuningan, Hartanto, mengonfirmasi rencana tersebut mengatakan, pelaksanaan mutasi hanya tinggal menunggu penyelesaian proses administrasi di Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Pelantikannya direncanakan digelar sebelum Bulan Ramadan. “Namun hari dan jam pastinya masih bersifat tentatif,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Kamis, 12 Februari 2026. Ratusan Pejabat Terlibat Mutasi kali ini melibatkan jumlah personel yang cukup signifikan di berbagai tingkatan jabatan. Direncanakan akan menyasar ratusan pejabat. Di antaranya rotasi di lingkungan pejabat Eselon II atau setingkat kepala dinas (kadis) dan kepala badan (kaban) sekitar 7 hingga 8 orang. Selain itu, terdapat 1 atau 2 orang yang akan dipromosikan untuk mengisi kekosongan jabatan Eselon III. Sedangkan pergeseran paling masif terjadi di level Eselon IV dengan jumlah mencapai kurang lebih 230 pejabat. Perombakan tersebut diharapkan mampu menyegarkan suasana kerja di tingkat teknis pelayanan masyarakat. Sementara itu, isu mengenai rolling di level Eselon II semakin santer karena dikabarkan lebih bersifat rotasi atau pertukaran posisi antar kadis saja. Meliputi: Guruh Irawan Zulkarnaen yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), diprediksi akan berpindah tugas menjadi Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan karena H. Deni Hamdani yang menjabat sebelumnya ramai diisukan bakal menduduki kursi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan . (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar meresmikan Instalasi Reaktor Biogas dan Rumah Pengering Bertenaga Surya (Solar Dryer House) di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/2026). Fasilitas tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan Yayasan Rumah Energi melalui Program Pro Women 3 yang telah berjalan sekitar satu tahun di wilayah Pelabuhanratu dan sekitarnya. Direktur Eksekutif Yayasan Rumah Energi, Sumanda Tondang, menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar peluncuran infrastruktur, tetapi simbol komitmen menuju masa depan yang hijau, lestari, dan mandiri energi. “Hari ini bukan hanya peresmian fisik solar dryer dan biogas, tetapi simbol komitmen nyata dalam mewujudkan transisi energi yang inklusif dan tidak meninggalkan siapa pun, termasuk perempuan,” ujarnya. Sumanda menjelaskan, Yayasan Rumah Energi telah berkiprah di Indonesia selama 13 tahun dengan program di 20 provinsi. Hingga kini, sekitar 30 ribu reaktor biogas rumah tangga telah diimplementasikan. Instalasi di Simpenan menjadi yang pertama di Indonesia yang mengintegrasikan reaktor biogas dengan dapur MBG (Makan Bergizi Gratis). Limbah dapur MBG sekitar 80 kilogram per hari diolah menjadi biogas yang mampu menghasilkan energi memasak hingga lima jam per hari. Selain itu, Solar Dryer House dihadirkan untuk mendukung produktivitas petani, khususnya petani bawang di Desa Loji. Teknologi pengering bertenaga surya ini membantu proses pascapanen tanpa bergantung pada cuaca, sekaligus meningkatkan kualitas dan nilai jual produk. Program tersebut didukung PT Insight Investment Management yang membiayai penuh pembangunan fasilitas. Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengapresiasi sinergi yang terbangun. Menurutnya, program ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat swasembada pangan dan mendorong penciptaan lapangan kerja. Ia menilai pemanfaatan limbah dapur menjadi energi dan pupuk cair turunan biogas mampu mendukung sektor pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil. “Keberhasilan Kabupaten Sukabumi yang belum lama ini mendapat apresiasi dari Presiden atas capaian swasembada pangan perlu diperkuat dengan inovasi pengelolaan limbah dan energi terbarukan. Limbah MBG ini harus bisa dimanfaatkan untuk mendukung swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. Dalam kesempatan tersebut, Yayasan Rumah Energi menyerahkan secara simbolis pupuk cair hasil turunan biogas kepada Bupati. Petani Desa Loji turut menyerahkan bawang hasil panen sebagai simbol integrasi energi terbarukan dan ketahanan pangan di tingkat desa. (Dicky)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Momentum Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi refleksi penting bagi seluruh insan pers di Indonesia. Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, peringatan tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan menjadi penguat komitmen terhadap peran strategis pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Hartanto Boechori, dalam pernyataannya menegaskan bahwa tema HPN 2026 mengandung tanggung jawab besar yang harus diwujudkan secara nyata, bukan hanya menjadi slogan. “Tema ini jangan hanya menggema dalam slogan dan terjebak pada ritual semata. Harus diimplementasikan dengan penuh makna dalam setiap karya jurnalistik,” tegasnya. Boechori mengingatkan bahwa pers memiliki peran vital sebagai agen kebenaran. Ia menyerukan kepada seluruh insan pers untuk menjaga integritas, objektivitas, dan kredibilitas dalam setiap pemberitaan. Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin kompleks, terutama di tengah derasnya arus informasi dan disrupsi digital. “Jadilah agen kebenaran yang sebenar-benarnya. Tegakkan etika jurnalistik, hadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan relevan. Jangan hanya lip service,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pers yang sehat bukan sekadar istilah simbolik dalam perayaan tahunan. Lebih dari itu, pers yang sehat adalah pilar utama dalam menegakkan demokrasi, mengawal kebijakan publik, serta mendorong terciptanya ekonomi yang berdaulat dan bangsa yang kuat. Menurut Boechori, media massa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi ruang publik yang jernih dan terpercaya. Dalam setiap sarana publikasi, pers harus mampu menghadirkan informasi yang mencerahkan serta berpihak pada kepentingan masyarakat luas. “Pers yang sehat menjadi pilar penting dalam menegakkan demokrasi, mendukung ekonomi berdaulat, serta memperkuat fondasi bangsa,” imbuhnya. Di akhir pernyataannya, Boechori menyampaikan semangat perjuangan bagi seluruh insan pers nasional. Ia mengajak agar pers tetap menjadi suara rakyat yang sejati, bukan sekadar gema ritual tahunan. “Maju terus Pers Nasional. Jadilah suara rakyat yang sejati, bukan sekadar gema ritual. Merdeka!” serunya. Sebagai organisasi yang mengusung semangat profesionalisme dan integritas, PJI menegaskan komitmennya sebagai penegak pilar demokrasi, sejalan dengan semangat Hari Pers Nasional 2026. (Asep Rusliman)
Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan melaksanakan kegiatan sosialisasi Operasi Keselamatan dengan pendekatan humanis melalui pembagian helm dan pemasangan stiker imbauan keselamatan pada kendaraan yang melintas di Jalan Raya Cirendang, Selasa (10/2/2026). Selain pendekatan humanis, petugas juga melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, khususnya penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong. Petugas memberikan edukasi langsung kepada pengendara agar mematuhi aturan berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya., seperti safety riding dan kelengkapan kendaraannya. Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dan edukatif dalam menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Kuningan. Serta menumbuhkan kesadaran Masyarakat agar tertib berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di jalan raya. “Kami mengedepankan pendekatan persuasif melalui pembagian helm dan pemasangan stiker keselamatan sebagai pengingat bagi pengendara agar selalu mematuhi aturan lalu lintas. Namun demikian, kami juga melaksanakan kegiatan represif atau penegakan hukum kepada beberapa pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan, misalkan balap liar dan pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi dapat meningkatkan fatalitas kecelakaan,” jelas Kasat. AKP Aktuin menyebutkan, dalam kegiatan tersebut pihaknya menindak sebanyak 33 kendaraan yang kedapatan menggunakan knalpot brong. Seluruh pengendara yang terjaring diberikan penjelasan serta tindakan sesuai ketentuan yang berlaku. “Penggunaan knalpot brong tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat. Karena itu kami akan terus melakukan penertiban secara berkelanjutan,” tegas Kasat. Melalui Operasi Keselamatan ini, Satlantas Polres Kuningan berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas serta ikut berperan aktif dalam menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif. “Kami dari Satlantas Polres Kuningan mengimbau kepada Masyarakat agar selalu memperhatikan keselamatan utamanya dalam berkendara, baik kesiapan kendaraan maupun pengemudinya,” ujar Kasat. (Asep.R)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,. Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas di kalangan generasi muda, Satuan Lalu Lintas Polres Majalengka Polda Jabar. melaksanakan kegiatan Polantas Menyapa melalui program Police Goes To Campus dalam rangka Operasi Keselamatan Lodaya 2026, bertempat di Kampus Instbunas Majalengka, pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi Instbunas Majalengka dengan tujuan memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) terkait Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), sebagai upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Pandu Renata S., S.T.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan Police Goes To Campus merupakan langkah strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini, khususnya di kalangan mahasiswa sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. “Melalui kegiatan ini, kami memberikan sosialisasi Kamseltibcarlantas dalam rangka Ops Keselamatan Lodaya 2026, agar para mahasiswa memahami pentingnya disiplin berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar AKP Pandu Renata. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut melibatkan Kasat Lantas Polres Majalengka, Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Majalengka, serta anggota Kamsel Sat Lantas Polres Majalengka yang secara interaktif menyampaikan materi dan imbauan keselamatan berlalu lintas. Dengan adanya kegiatan ini, Sat Lantas Polres Majalengka berharap tercipta kesadaran kolektif di lingkungan kampus untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, sehingga dapat mewujudkan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Kabupaten Majalengka. (Asep.R)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan publik melalui penyelesaian sejumlah pembangunan infrastruktur strategis, mulai dari jembatan, perumahan warga, hingga fasilitas layanan pemerintahan. Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya usai meninjau sekaligus meresmikan Kantor Kecamatan Warungkiara, Senin, 9 Februari 2026. Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang memadai akan menciptakan layanan publik yang lebih nyaman, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Selain Kantor Kecamatan Warungkiara, pemerintah daerah juga telah menyelesaikan pembangunan Gedung Data Center Diskominfosan, Gedung Inspektorat, serta Jembatan Tarisi yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Di tengah keterbatasan anggaran, Bupati meminta agar seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar memiliki usia pakai yang panjang serta manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga tengah menyiapkan program hunian tetap bagi warga terdampak bencana, khususnya di wilayah Palabuhanratu. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor guna memastikan masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang lebih aman dan layak. Sementara itu, pembangunan dan perbaikan jalan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan desa. Bupati menekankan pentingnya pemahaman publik terkait pembagian tanggung jawab tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyampaikan bahwa berbagai pembangunan infrastruktur yang telah rampung. Seluruhnya dirancang untuk mendukung pelayanan langsung kepada masyarakat, memperkuat akselerasi digital, serta menunjang mobilitas warga. Camat Warungkiara, Toni Sugiarto, turut mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap wilayahnya. Ia menyebut selain kantor kecamatan, pembangunan jembatan dan rumah tidak layak huni juga telah terealisasi dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah daerah. Seluruh program berjalan dengan baik dan sangat membantu masyarakat,” tutupnya. (Dicky)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Majalengka melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Gabungan di wilayah hukum Polres Majalengka, pada Sabtu malam, 7 Februari 2026. Kegiatan KRYD Gabungan tersebut melibatkan personel Polres Majalengka yang dilaksanakan secara terpadu sebagai langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, khususnya pada malam akhir pekan dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kabag Ops Polres Majalengka Kompol M. Simangunsong, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pelaksanaan KRYD merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam menciptakan rasa aman dan nyaman. “KRYD Gabungan ini difokuskan pada pencegahan tindak kriminalitas, penyakit masyarakat, serta gangguan kamtibmas lainnya. Dengan kehadiran personel di lapangan, diharapkan situasi wilayah tetap kondusif,” jelas Kompol M. Simangunsong. Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan melalui patroli dan pemantauan di titik-titik rawan, sekaligus memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Polres Majalengka berkomitmen untuk terus melaksanakan KRYD secara berkelanjutan sebagai upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Majalengka. (Asep.R)