SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Puluhan tahun mengabdi sebagai aparatur negara bukanlah perjalanan singkat. Di dalamnya ada tanggung jawab, kedisiplinan, loyalitas, sekaligus komitmen untuk tetap hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat. Atas dedikasi tersebut, sebanyak 156 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung Bupati Sukabumi H. Asep Japar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Kamis, 10 September 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156. Para penerima penghargaan berasal dari berbagai masa pengabdian. Sebanyak enam PNS menerima Satyalancana Karya Satya atas pengabdian selama 30 tahun, lima orang untuk pengabdian 20 tahun, dan 145 orang atas pengabdian selama 10 tahun. Bagi Asep Japar, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan atas lamanya seseorang berada dalam birokrasi. Satyalancana Karya Satya harus dimaknai sebagai bentuk kepercayaan sekaligus dorongan agar semangat pengabdian terus dipertahankan. Menurutnya, pengalaman panjang para ASN merupakan modal berharga dalam membangun birokrasi yang semakin profesional. Pengalaman tersebut juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi ASN yang lebih muda dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. “Bangun mentalitas baru yang positif, berintegritas, beretos kerja tinggi, dan mengedepankan sinergi serta kolaborasi,” kata Asep Japar. Ia menegaskan, tantangan birokrasi ke depan tidak semakin ringan. Perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman menuntut ASN untuk mampu beradaptasi, bekerja lebih inovatif, serta memberikan respons yang cepat terhadap berbagai persoalan. Karena itu, penghargaan yang diterima para PNS tersebut diharapkan menjadi pemantik untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kinerja. Jangan sampai penghargaan berhenti sebagai simbol, sementara semangat untuk memberikan pelayanan justru berkurang. Asep Japar pun mengingatkan seluruh ASN bahwa masyarakat merupakan pihak yang harus mendapatkan manfaat nyata dari setiap kerja pemerintahan. “Saya titip layani masyarakat sebaik mungkin. ASN harus lebih peka terhadap lingkungan. Berikan pelayanan terbaik. Perlihatkan kita sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya. Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa status sebagai ASN membawa konsekuensi pengabdian. Semakin lama seseorang berada dalam birokrasi, semakin besar pula tanggung jawab untuk memberikan contoh, menjaga integritas, dan menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Momentum HJKS ke-156 pun menjadi ruang refleksi bahwa pembangunan Kabupaten Sukabumi membutuhkan aparatur yang bukan hanya memiliki masa kerja panjang, tetapi juga memiliki semangat yang terus diperbarui. Satyalancana Karya Satya akhirnya bukan sekadar tanda kehormatan atas pengabdian yang telah dilewati. Penghargaan itu diharapkan menjadi semangat baru untuk bekerja lebih baik, melayani lebih tulus, dan meninggalkan keteladanan bagi generasi ASN berikutnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 berlangsung dalam balutan budaya Sunda yang kental, Kamis (10/9/2026), Kegiatan Sekar Budaya di Alun-alun Palabuhanratu, berlangsung meriah dengan pernak-pernik atraksi yang ditampilkan oleh para peserta. Selain itu juga makin meneguhkan kembali identitas dan nilai-nilai budaya sebagai bagian dari perjalanan pembangunan daerah. Penggunaan bahasa Sunda, busana adat, hingga berbagai prosesi budaya membuat suasana peringatan HJKS terasa semakin kuat dengan nuansa kearifan lokal. Salah satu prosesi yang menjadi perhatian adalah pengumpulan air dari sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi. Air tersebut kemudian disatukan ke dalam sebuah kendi sebagai simbol persatuan. Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas, pembangunan Kabupaten Sukabumi tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan seluruh wilayah dan elemen masyarakat. Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, peringatan HJKS ke-156 bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk mensyukuri perjalanan panjang Kabupaten Sukabumi yang telah melewati berbagai fase sejarah, perjuangan, hingga pembangunan. Menurutnya, rasa syukur atas perjalanan tersebut harus diwujudkan melalui pengabdian dan kerja nyata. Jejak perjuangan para pendahulu juga harus menjadi sumber inspirasi bagi generasi saat ini untuk meneruskan pembangunan dengan semangat kebersamaan. “Semangat, keteladanan, dan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi penerus,” ujar Asep Japar. Ia menegaskan, tantangan pembangunan Kabupaten Sukabumi ke depan membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, komunitas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya. Arah pembangunan, kata dia, harus terus berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian lingkungan, penguatan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, semangat gotong royong dinilai menjadi modal penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan. Kebersamaan tersebut harus diterjemahkan dalam kerja nyata agar kemajuan Kabupaten Sukabumi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan perlindungan dalam setiap ikhtiar kita untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” tandasnya. Sekar Budaya HJKS ke-156 pun menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang menjaga jati diri daerah. Budaya, persatuan, dan gotong royong menjadi kekuatan yang diharapkan terus mengiringi langkah Kabupaten Sukabumi menuju masa depan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak mendapat penghargaan khusus dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Melalui Gebyar SIPENYU 2026, warga yang selama ini tertib memenuhi kewajiban pajaknya berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah menarik, mulai dari sepeda motor hingga paket umrah. Gebyar SIPENYU (Gerakan Sadar Membayar Pajak dan Retribusi Melalui Pelayanan Rakyat Terpadu) berlangsung di GOR Palabuhanratu, Selasa (8/9/2026), dan dihadiri Bupati Sukabumi Asep Japar bersama jajaran Forkopimda serta sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat. Bagi Pemkab Sukabumi, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang pembagian hadiah. Lebih dari itu, Gebyar SIPENYU menjadi bentuk penghormatan kepada masyarakat yang telah ikut menopang pembangunan daerah melalui kepatuhan membayar pajak. Bupati Sukabumi Asep Japar mengapresiasi masyarakat yang telah memiliki kesadaran untuk melaksanakan kewajibannya sebagai wajib pajak. “Saya haturkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah patuh dan sadar untuk membayar pajak, kami berikan apresiasi berupa hadiah,” ujar Asep Japar. Ia menegaskan, penerimaan pajak memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pembangunan. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa pajak yang dibayarkan pada akhirnya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan dan pembangunan. “Anggaran pajak kita kembalikan ke masyarakat untuk percepatan pembangunan seperti infrastruktur jalan, kesehatan dan pendidikan,” jelasnya. Pesan tersebut menjadi salah satu tujuan utama digelarnya Gebyar SIPENYU, yakni membangun kesadaran bahwa membayar pajak bukan hanya persoalan memenuhi kewajiban administrasi, tetapi juga bagian dari kontribusi langsung masyarakat terhadap kemajuan Kabupaten Sukabumi. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi Herdy Somantri mengatakan, apresiasi diberikan kepada masyarakat, pengelola maupun mitra pajak yang selama ini turut membantu meningkatkan pendapatan daerah. “Kegiatan ini merupakan apresiasi bagi masyarakat, pengelola, dan mitra pengelola pajak daerah yang telah sadar membayar serta membantu peningkatan pajak daerah untuk pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” ungkap Herdy. Beragam hadiah disiapkan dalam kegiatan tersebut. Untuk masyarakat yang patuh membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), tersedia 10 unit sepeda motor yang diundi dalam rangkaian acara. Sementara itu, tujuh unit sepeda motor lainnya diperuntukkan bagi desa dengan kategori lunas PBB-P2 tercepat. Apresiasi juga diberikan dalam bentuk empat paket umrah bagi masyarakat yang telah melunasi PBB, ditambah tiga paket umrah untuk kepala dusun terbaik dalam ajang Anugerah Pajak. Gebyar SIPENYU semakin meriah dengan penampilan seni yang seluruh talent-nya berasal dari internal Bapenda Kabupaten Sukabumi. Para pegawai Bapenda tampil membawakan beragam pertunjukan, mulai dari tarik suara, grup band, pencak silat, tari jaipong hingga kreasi seni debus. Kegiatan tersebut turut dihadiri kepala dusun se-Kabupaten Sukabumi, kepala desa, camat, pelaku usaha, mitra pajak, notaris dan jajaran perangkat daerah. Selain penghargaan dan hiburan, Pemkab Sukabumi juga menyerahkan santunan kepada anak yatim dan lansia. Di tengah upaya meningkatkan kepatuhan, Bapenda juga terus membenahi sistem pelayanan agar pembayaran pajak semakin mudah dijangkau masyarakat. Herdy menyebutkan, salah satu inovasi yang kini dapat dimanfaatkan masyarakat adalah layanan perpajakan melalui WhatsApp. Masyarakat dapat melakukan transaksi pajak melalui nomor layanan 085798888110. “Kualitas layanan perpajakan saat ini terus ditingkatkan dengan adanya sistem layanan WhatsApp, sehingga masyarakat bisa melakukan transaksi pajak melalui layanan WhatsApp,” pungkasnya. Pemkab Sukabumi berharap kemudahan layanan yang dibarengi dengan pemberian apresiasi dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat. Dengan demikian, kepatuhan membayar pajak tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi tumbuh sebagai budaya bersama untuk mendukung pembangunan Kabupaten Sukabumi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar menghadiri Wisuda ke-16 Program Magister dan Sarjana Universitas Nusa Putra Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Gedung Anton Soedjarwo, Jalan Bhayangkara Nomor 166, Kota Sukabumi, Sabtu (5/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asep Japar menegaskan bahwa toga dan gelar akademik yang kini disandang para wisudawan dan wisudawati bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan dan perjuangan. Menurutnya, kelulusan justru menjadi awal bagi para lulusan untuk mengamalkan ilmu pengetahuan serta memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat. “Jadilah agen perubahan yang menjunjung tinggi etika, moral, dan integritas. Berikan kontribusi nyata untuk masyarakat dan pembangunan Kabupaten Sukabumi,” ujar Bupati. Bupati juga mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar. Perkembangan teknologi yang semakin pesat serta perubahan zaman, kata dia, menuntut setiap individu untuk terus meningkatkan kemampuan dan mampu beradaptasi menghadapi berbagai tantangan. “Ilmu yang diperoleh jangan berhenti pada gelar. Ilmu tersebut harus mampu memberikan manfaat, menjawab persoalan, dan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Bupati turut memberikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga wisudawan. Menurutnya, keberhasilan para lulusan meraih gelar akademik tidak terlepas dari doa, dukungan, pengorbanan, dan pendampingan keluarga selama menjalani proses pendidikan. “Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Amalkan ilmu yang telah diperoleh dan teruslah mengembangkan diri melalui proses belajar sepanjang hayat,” ungkapnya. Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Putra, Assoc. Prof. Dr. H. Kurniawan, S.T., M.Si., M.M., mengatakan bahwa momentum wisuda merupakan bagian penting dari perjalanan akademik para mahasiswa. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan meraih gelar akademik bukan hanya hasil perjuangan pribadi, melainkan juga tidak terlepas dari peran besar orang tua dan keluarga. Kurniawan pun berpesan agar para lulusan tidak melupakan orang tua yang telah memberikan dukungan sejak awal hingga berhasil menyelesaikan pendidikan. “Setelah selesai wisuda ini, saya berharap adik-adik bersimpuh kepada kedua orang tua dan keluarga. Dukungan utama adalah dukungan keluarga,” pungkasnya. Selain itu, Rektor berharap para lulusan tetap membawa dan mengamalkan nilai-nilai Trilogi Nusa Putra dalam menjalani kehidupan dan perjalanan karier ke depan, terutama semangat cinta kasih kepada Tuhan, keluarga, dan sesama manusia. Wisuda ke-16 Universitas Nusa Putra ini menjadi momentum lahirnya sumber daya manusia baru yang diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, serta kepedulian untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (Usep)
KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,.Ketika ada pelantikan kepala daerah baru, pemerintah kabupaten biasanya menerbitkan instruksi atau himbauan resmi agar seluruh instansi di bawahnya—termasuk pemerintah desa—memasang foto resmi pemimpin daerah yang sedang menjabat sebagai bentuk penghormatan tata krama birokrasi. Desa Giriwaringin Kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan Jawa Barat,diduga abaikan bentuk penghormatan dan tata Krama Birokrasi kepada Pemimpin daerah propinsi Jawa Barat dan Bupati Kuningan,karena diruangan pelayanan yang menjadi sorotan warga tidak terpasang Poto pemimpin daerah. Dari penelusuran awak media saat silahturahmi ke desa Giriwaringin Kecamatan Maleber Kuningan,diruangan nya tidak ada terpampang Poto Gubernur Jawa Barat dan Bupati Kuningan yang ada Poto Presiden dan wakil Presiden Indonesia dan temboknya kelihatan jelas kotor padahal ruang tersebut ruang pelayanan masyarakat Desa Giriwaringin. Saat dikonfirmasi Rabu 2 September 2026 ,Sekdes (Ulis) Giriwaringin yang pada saat itu kami temui, “Poto Gubernur Jawa Barat baik Poto Bupati Kuningan sudah ada namun tidak dipasang karenakarena temboknya keras cepat pecah kalau dipaku” ucapnya . Perlu diingat ,masyarakat perlu tau dan mengenal siapa nama Gubernur Jawa Barat dan Bupati Kuningan saat ini kalau di kantor desanya tidak terpasang Poto pemimpin daerahnya,ini jelas bahwa Desa Giriwaringin tidak menghormati birokrasi adanya Pemimpin. Warga sekitar yang berhasil kami wawancaraipun merasa kecewa terhadap situasi yang ada disekitar ruangan dan halaman Desa Giriwaringin,papan informasi kelihatan rusak tidak terawat dan air mancur tidak berfungsi,padahal awal pembuatan tentunya menggunakan anggaran dari pemerintah. Secara hukum, tidak ada undang-undang nasional yang mewajibkan secara mutlak pemasangan foto Gubernur dan Bupati di dalam ruangan kantor desa. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 hanya mewajibkan pemasangan Lambang Negara (Garuda Pancasila) di instansi, meskipun demikian, pemasangan foto kepala daerah di kantor desa tetap dilakukan atas dasar bentuk Tata Krama penghormatan birokrasi terhadap Pemimpinnya. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat kebersamaan akan mewarnai peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 Tahun 2026. Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas dijadwalkan memimpin kegiatan touring bertajuk “Hayu Ngalongok Dulur Dilembur” menuju kawasan wisata Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HJKS ke-156 dengan mengusung semangat “Hayu Ngalongok Dulur Dilembur, Maruruh Hikmah Mihareup Berkah, Pikeun Sukabumi Mubarokah.” Touring bersama ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Selain Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, kegiatan juga akan melibatkan jajaran Forkopimda serta masyarakat. Rombongan akan memulai perjalanan dari Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi. Selanjutnya, peserta akan melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Jampang Tengah, Lengkong, Alun-alun Jampangkulon, Surade, hingga tiba di titik akhir Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, mengajak masyarakat untuk turut ambil bagian dan menjadikan momentum tersebut sebagai ajang mempererat kebersamaan warga Sukabumi. “Hayu dulur, ngalongok dulur dilembur. Saatnya warga Sukabumi ngahiji, ngariung, dan ngabring bersama-sama,” ujar Ali Iskandar, Jumat (4/9). Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perjalanan bermotor menuju wilayah selatan Sukabumi. Lebih dari itu, touring “Hayu Ngalongok Dulur Dilembur” menjadi simbol untuk memperkuat tali persaudaraan dan membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Momentum HJKS ke-156 juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk semakin mengenalkan potensi daerah, khususnya wilayah selatan Kabupaten Sukabumi yang memiliki kekayaan alam dan destinasi wisata unggulan. Ali Iskandar pun mengajak masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan tersebut dan ikut memeriahkan perayaan hari jadi Kabupaten Sukabumi. “Tong cicing di imah, hayu gabung, ngabring, nguriling, urang ramekeun, urang sauyunan, urang jaga duduluran,” serunya. Melalui kegiatan tersebut, semangat ngahiji, sauyunan, dan duduluran diharapkan semakin kuat dalam menyambut usia ke-156 Kabupaten Sukabumi. Peringatan HJKS tahun ini pun tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia Kabupaten Sukabumi, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antarmasyarakat serta bersama-sama menatap masa depan menuju Sukabumi yang semakin mubarokah. (Dicky)
MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Iing Misbahuddin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) meninjau langsung pekerjaan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka tahun anggaran 2026 di jalur Sukaraja–Gunungsari, Rabu (02/09/2026). Peninjauan dari pangkal hingga ujung ruas jalan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Berbagai jenis pekerjaan—mulai dari aspal, jalan rigid, lapisan perkerasan jalan (TPT), hingga tembok penahan tanah—dinilai tidak memenuhi standar kualitas yang diharapkan untuk proyek pemerintah. “Dilihat dari pangkal sampai ujung pekerjaan rigid, kalau kita lihat, ada aspal, ada rigid, ada juga TPT atau tembok penahan tanah. Tadi melihat cukup prihatin, karena seharusnya pekerjaan tahun 2026 ini kita ingin hasil yang bagus,” ungkap Iing kepada media. Iing menyoroti ketidaksempurnaan di setiap bagian pekerjaan. Kualitas aspal dinilai buruk, pengerjaan jalan rigid tidak layak menjadi jalan proyek pemerintah, sementara TPT dan tembok penahan tanah terlihat lapuk serta tidak rapi. “Kita lihat dari sisi kualitas masih buruk. Dari aspal kemudian dari pekerjaan rigid tidak seperti layaknya sebuah jalan proyek pemerintah yang seharusnya berkualitas bagus. Kita lihat TPT juga cukup lapuk, tidak rapi,” tegasnya. Karena itu, pihaknya berencana memanggil dan berdiskusi kembali dengan pihak Dinas PUTR Kabupaten Majalengka untuk menelusuri akar masalahnya. Iing mempertanyakan apakah pengawasan yang dilakukan dinas belum berjalan maksimal, atau justru ada kelalaian dari pihak pelaksana proyek. “Kita mungkin ingin kembali berdiskusi dengan Dinas PUTR Kab. Majalengka, kenapa hal ini masih terjadi? Kita nanti mempertanyakan ke Dinas PUTR: apakah dari sisi pengawasannya masih belum maksimal, atau pelaksana proyek? Ini menunjukkan kalau pekerjaan belum “Langkung Sae” seperti tagline Bupati Majalengka, ” tanyanya. Iing menegaskan, anggaran rakyat harus dipertanggungjawabkan dengan hasil yang berkualitas, tahan lama, dan layak digunakan masyarakat. Pihaknya akan menindaklanjuti temuan ini agar perbaikan segera dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar menunjukkan sikap tegas terhadap kasus dugaan intimidasi, pengancaman, hingga pemerasan yang dialami Kepala SDN 2 Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Siti Julaeha. Peristiwa yang viral di media sosial tersebut mendapat perhatian langsung dari pimpinan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Pada Selasa (1/9/2026), Bupati Asep Japar mendatangi SDN 2 Sukaraja untuk memberikan dukungan moral kepada kepala sekolah dan para guru. Dalam kunjungannya, Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena, Ketua PGRI, pengawas pendidikan, serta sejumlah unsur terkait. Bupati menegaskan, pemerintah daerah mengutuk keras tindakan intimidasi yang diduga dilakukan oleh oknum terhadap tenaga pendidik. Menurutnya, dunia pendidikan harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan terbebas dari segala bentuk tekanan. “Saya datang menemui Ibu Kepala Sekolah yang kasusnya viral di media sosial, didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Ketua PGRI, dan pengawas. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kami mengutuk keras kejadian tersebut,” tegas Asep Japar. Ia menilai peristiwa tersebut tidak hanya berdampak terhadap korban, tetapi juga dapat mengganggu ketenangan lingkungan sekolah dan psikologis peserta didik. Karena itu, segala bentuk tindakan intimidasi di lingkungan pendidikan harus ditangani secara serius sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Asep Japar juga memberikan dukungan kepada Siti Julaeha agar tetap tegar dan tidak kehilangan semangat dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah. Ia meminta pihak sekolah untuk mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. “Kepada Ibu Kepala Sekolah, tetap tegar, bersabar, dan lanjutkan tugas dengan semangat. Serahkan persoalan ini kepada aparat penegak hukum dan biarkan proses hukum berjalan,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena mengingatkan seluruh kepala sekolah agar tidak takut menghadapi pihak-pihak yang mencoba melakukan intimidasi maupun pemerasan. Ia meminta setiap dugaan tindakan melawan hukum segera dilaporkan kepada pihak berwenang. “Jangan takut jika ada oknum yang mencoba mengintimidasi atau melakukan pemerasan. Hadapi sesuai aturan dan segera laporkan kepada aparat penegak hukum,” kata Deden. Namun demikian, Deden menegaskan bahwa perilaku oknum tertentu tidak boleh digeneralisasi terhadap profesi wartawan secara keseluruhan. Menurutnya, masih banyak insan pers yang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional serta menjunjung tinggi kode etik. Terpisah, Polsek Sukaraja dikabarkan telah menetapkan seorang pria berinisial AG (45), yang disebut sebagai oknum wartawan, sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti, termasuk keterangan saksi dan rekaman video. Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada kepolisian. Bupati berharap proses hukum dapat berjalan secara profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak. Kehadiran Bupati Sukabumi di SDN 2 Sukaraja menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam ketika tenaga pendidik mendapat tekanan atau intimidasi. Sekolah, kata dia, harus tetap menjadi ruang aman bagi guru, siswa, dan seluruh warga pendidikan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – KH E Fatahillah Nadziri kembali dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi untuk masa bakti 2026-2031. Pelantikan jajaran pengurus MUI tersebut berlangsung di Gedung Bazul Asyhab, Kompleks Pusbangdai Cikembang, Kecamatan Cikembar, Selasa (1/9/2026). Pelantikan turut dihadiri Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman. Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan infrastruktur. Menurutnya, pembangunan mental dan spiritual masyarakat juga memiliki peran penting, terutama di tengah perkembangan modernisasi dan globalisasi yang semakin kompleks. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan mendukung berbagai program yang dijalankan MUI. “Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program kerja MUI,” ujar bupati. Semua untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, menjaga kerukunan umat, dan membimbing masyarakat menuju tatanan sosial yang lebih agamis, harmonis, dan sejahtera, tambahnya. Asjap sapaan Asep Japar juga memohon doa, dukungan, serta bimbingan dari para kiai, alim ulama, dan para sesepuh agar roda kepemimpinan dan pembangunan di Kabupaten Sukabumi senantiasa mendapatkan keberkahan serta ridha Allah SWT. Menurutnya, peran ulama sangat penting dalam memberikan arah dan bimbingan moral bagi masyarakat maupun pemerintah dalam menjalankan pembangunan. “Kami mohon doa dan dukungan para kiai agar terwujud Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah atau Mubarakah,” ucapnya. Dia pun menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus MUI Kabupaten Sukabumi yang baru dilantik. Ia berharap MUI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah, sekaligus menjadi pembimbing umat, penjaga akidah, dan perekat persatuan di tengah dinamika persoalan masyarakat yang semakin berkembang. “Selamat mengemban amanah sebagai pembimbing umat, penjaga akidah, perekat persatuan, serta mitra pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan persoalan umat yang semakin dinamis,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Sukabumi masa bakti 2026-2031, KH E Fatahillah Nadziri, menegaskan bahwa kekompakan, kebersamaan, dan persatuan akan menjadi fondasi utama dalam menjalankan kepengurusan ke depan. Menurutnya, tiga nilai tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat organisasi dan mengangkat marwah MUI Kabupaten Sukabumi. “Pekerjaan atau tugas seberat apa pun akan terasa ringan jika di dalamnya terdapat kekompakan, kebersamaan, dan persatuan. Mari kita bersama-sama memajukan, meramaikan, dan mengangkat marwah MUI. Insya Allah MUI akan terus maju,” ungkapnya. KH E Fatahillah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam proses perjalanan organisasi, mulai dari pelaksanaan Musyawarah Daerah hingga pelantikan pengurus baru. Ia menilai seluruh tahapan tersebut dapat berlangsung dengan lancar, aman, damai, dan penuh kebersamaan. “Terima kasih kepada semuanya, termasuk pengurus MUI yang lama. Sejak Musyawarah Daerah hingga pelantikan ini, semua berjalan aman, damai, dan sukses. Mari kita terus bersama-sama memajukan MUI,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pasar Rakyat UMKM dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 resmi dibuka Bupati Sukabumi H Asep Japar di Lapangan Cangehgar Palabuhanratu, Sabtu (29/8/2026) malam. Ribuan masyarakat antusias memadati lokasi untuk menyaksikan pembukaan sekaligus menikmati beragam produk dan sajian UMKM. Pesta rakyat ini akan berlangsung hingga 13 September 2026. Selama pelaksanaan, masyarakat dapat mengunjungi berbagai stan yang menyajikan produk unggulan dan hasil kreativitas pelaku usaha lokal Kabupaten Sukabumi. Pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H Andreas, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Kapolres Sukabumi, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Sukabumi, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sukabumi. Dalam sambutannya, Bupati H Asep Japar mengatakan Pasar Rakyat UMKM sebagai momentum strategis untuk memperkuat keberadaan pelaku usaha lokal. “Pasar Rakyat UMKM merupakan momentum strategis yang diyakini dapat menjadi ruang yang lebih terbuka bagi para pelaku UMKM,” ujarnya. Ia menyampaikan, geliat transaksi di pasar rakyat tidak hanya berdampak terhadap pemasaran produk lokal, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengenalkan beragam potensi Kabupaten Sukabumi sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap produk daerah. Bupati menjelaskan, Pasar Rakyat UMKM tahun ini mengusung tema “Sukabumi Mubarokah, Memacu Agroindustri, Memajukan Pariwisata.” Tema tersebut kata dia, sejalan dengan upaya Pemkab Sukabumi memperkuat sektor unggulan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Beliau pun mengajak masyarakat untuk menjadikan produk UMKM lokal sebagai pilihan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Saya berharap dukungan konsumen dapat memacu pelaku usaha terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan memperkuat daya saing produk hingga mampu menembus pasar yang lebih luas,” tuturnya. (Dicky)