SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi kembali menegaskan pentingnya toleransi dan kerukunan sosial sebagai landasan strategis pembangunan daerah. Komitmen tersebut diperkuat seiring capaian Kota Sukabumi yang meraih peringkat pertama kota tertoleran di Jawa Barat dan posisi keenam secara nasional. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyatakan bahwa harmoni dalam keberagaman bukan sekadar simbol sosial, melainkan modal penting bagi stabilitas dan kemajuan kota. “Kondisi masyarakat yang rukun menciptakan rasa aman, memperkuat kepercayaan publik, dan mendorong optimisme pembangunan,” ujarnya usai menghadiri perayaan Imlek di Vihara Widhi Sakti, Senin malam (16/2/2026). Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Kapolres Sukabumi Kota Sentot Kunto Wibowo, jajaran perangkat daerah, serta perwakilan organisasi lintas agama. Menurut Ayep, Pemkot Sukabumi tengah menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem toleransi melalui kebijakan yang lebih solid. Salah satu upaya yang ditempuh yakni mendorong regulasi terkait toleransi dan kerukunan hidup beragama agar memiliki payung hukum yang lebih kuat. “Penguatan regulasi menjadi kunci keberlanjutan program, termasuk dalam memastikan konsistensi kebijakan dan dukungan anggaran,” jelasnya. Ia menilai, stabilitas sosial yang terjaga memiliki dampak langsung terhadap berbagai sektor pembangunan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas layanan publik, hingga daya tarik investasi daerah. Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, Sentot Kunto Wibowo, menegaskan kesiapan jajaran kepolisian dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya pada kegiatan masyarakat yang bersifat keagamaan maupun budaya. “Kami memastikan situasi keamanan tetap terkendali sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman,” tegasnya. Pengamanan kegiatan, lanjutnya, dilaksanakan sesuai prosedur standar, termasuk pengaturan arus lalu lintas dan pengawasan di sekitar lokasi acara. Dengan kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian dalam indeks toleransi di tingkat nasional. (Usep)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon menggelar Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian bagi anggota Polri, Senin (16/2/2026), di Lapangan Apel Mapolresta Cirebon. Upacara tersebut berlangsung khidmat dan penuh rasa bangga sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi serta loyalitas personel yang memasuki masa purna tugas. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polresta Cirebon. Dalam amanatnya, Kapolresta Cirebon menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada empat personel yang menerima kenaikan pangkat pengabdian setingkat lebih tinggi. “Pagi hari ini kita semua menyaksikan ada empat orang saudara kita yang mendapatkan anugerah kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Tidak semua anggota yang menjelang purna tugas bisa mendapatkan anugerah ini. Artinya, kinerja dan dedikasi beliau-beliau dinilai layak oleh pimpinan,” tegasnya. Ia menambahkan, kenaikan pangkat pengabdian merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian panjang tanpa cacat dan tanpa pelanggaran selama berdinas di Kepolisian Negara Republik Indonesia. “Ini adalah kebanggaan bagi Bapak-Bapak dan keluarga. Tolong dijaga betul anugerah dari pimpinan ini. Jadikan ini contoh bagi kita semua agar dapat melaksanakan tugas hingga akhir masa dinas dengan baik, tanpa kendala yang berat,” ujar Kapolresta. Adapun empat personel yang menerima kenaikan pangkat pengabdian TMT 1 Februari 2026 yakni IPTU Wiyono, Ka SPKT Polresta Cirebon, yang naik pangkat menjadi AKP; AIPTU Karmu, Brigadir Sat Samapta, naik menjadi IPDA; AIPTU Abidin, Brigadir Si TIK, naik menjadi IPDA; serta AIPTU Edi Rosandi, Kasubnit 2 Unit 4 Sat Intelkam, naik menjadi IPDA. Kenaikan pangkat pengabdian tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, serta prestasi kerja yang telah dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab selama bertugas. Upacara Korps Raport ini tidak hanya menjadi momentum penghargaan bagi personel yang memasuki masa purna, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh anggota Polresta Cirebon untuk terus meningkatkan profesionalisme, bekerja dengan ikhlas dan bertanggung jawab, serta senantiasa hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat Kabupaten Cirebon. (Asep Rusliman)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., menghadiri kegiatan penaburan bibit ikan koi yang digelar di objek wisata Situ Cipanten, Kabupaten Majalengka, pada Minggu (15/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus pengembangan potensi wisata daerah. Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan tamu undangan, di antaranya artis nasional Irfan Hakim, Panji Sang Petualang, Adi Syahreza, serta Hartono Soekwanto. Kehadiran para tokoh ini menambah semarak kegiatan yang disambut antusias oleh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, AKBP Rita Suwadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan penaburan bibit ikan koi sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem perairan. Ia menegaskan bahwa Polri mendukung penuh setiap kegiatan positif yang bertujuan menjaga kelestarian alam serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Majalengka. “Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memperindah kawasan wisata, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga dan merawat lingkungan. Situ Cipanten merupakan salah satu destinasi unggulan Majalengka yang harus kita jaga bersama,” ujarnya. Sementara itu, Irfan Hakim mengungkapkan rasa kagumnya terhadap keindahan alam Situ Cipanten. Ia berharap penaburan bibit ikan koi ini dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Kegiatan penaburan bibit ikan koi berlangsung dengan penuh kebersamaan. Para tamu undangan bersama masyarakat secara simbolis menaburkan bibit ikan ke perairan Situ Cipanten, disaksikan oleh ratusan warga yang hadir. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Situ Cipanten semakin dikenal luas sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan. (Asep Rusliman)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Jajaran Satreskrim Polres Majalengka melalui Polsek Majalengka Kota berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang menyasar toko swalayan Alfamart di wilayah Kelurahan Majalengka Kulon. Pengungkapan kasus besar ini secara resmi disampaikan oleh Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Majalengka Kota Iptu Piki Krismanto, S.H., M.H., pada Sabtu (14/2/2026). Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang semuanya diketahui merupakan residivis lintas daerah, yakni Adi Mulyadi alias Yogi, Riki Solehudin alias Ahong, dan Yoga Saputra alias Atep. Aksi kriminal ini bermula pada Jumat dini hari tanggal 6 Februari 2026, ketika para pelaku mendatangi Alfamart Pasar Balong sekira pukul 03.41 WIB. Modus yang dijalankan kawanan ini tergolong nekat, di mana dua orang pelaku awalnya berpura-pura menjadi pembeli kopi. Namun, saat berada di meja kasir untuk membayar, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam jenis golok dan menodongkannya kepada karyawan toko yang sedang bertugas. Dibawah ancaman senjata tajam, korban dipaksa untuk menunjukkan dan membuka brankas utama hingga pelaku berhasil menggasak uang tunai puluhan juta rupiah dari dalam brankas dan laci kasir. Akibat kejadian penodongan tersebut, pihak PT. Sumber Alfaria Trijaya mengalami kerugian materil mencapai Rp34.460.537. Setelah menguras uang tunai, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian. Menindaklanjuti laporan dari korban, tim penyidik Polsek Majalengka Kota bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta menganalisis rekaman CCTV yang berada di toko tersebut guna mengidentifikasi pergerakan para pelaku. Dari hasil penangkapan, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting di antaranya satu buah flashdisk berisi rekaman CCTV, ponsel milik pelaku, serta pakaian berupa switer hitam dan celana jeans yang digunakan para tersangka saat melancarkan aksinya. Keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan komitmen tegas Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi dalam memberantas kejahatan jalanan dan memberikan rasa aman bagi pelaku usaha maupun warga di Kabupaten Majalengka. Saat ini, ketiga tersangka telah diamankan dan dijerat dengan Pasal 479 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum. (Asep Rusliman)
CIREBON Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Polresta Cirebon bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di wilayah hukumnya, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., dan diikuti oleh Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., Danlanal Cirebon Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, S.E., M.Tr.Opsla., Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon H. Hendra Nirmala, S.Sos., M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sofhi Zulfia, S.H., M.H., unsur TNI-Polri, para kepala dinas terkait, camat, kuwu, hingga kepala pasar. Adapun lokasi pengecekan meliputi Pasar Gebang Mekar dan Pasar Losari Kidul. Dari hasil monitoring di Pasar Gebang Mekar, ditemukan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, di antaranya beras premium di kisaran Rp15.000–Rp16.000 per kilogram, beras medium Rp13.000–Rp14.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp95.000–Rp100.000 per kilogram, bawang merah Rp38.000–Rp40.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp20.000–Rp21.000 per liter, daging sapi Rp130.000–Rp150.000 per kilogram, daging ayam ras Rp36.000–Rp40.000 per kilogram, serta telur ayam negeri Rp28.000–Rp30.000 per kilogram. Sementara sejumlah komoditas lain seperti gula pasir, tepung terigu, bawang putih, hingga LPG 3 kilogram relatif stabil. Di Pasar Losari Kidul, harga bahan pokok secara umum terpantau relatif stabil. Beras premium berada di kisaran Rp14.900 per kilogram dan beras medium Rp13.000 per kilogram. Cabai merah biasa Rp30.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp90.000 per kilogram, daging sapi Rp140.000 per kilogram, daging ayam ras Rp37.000 per kilogram, serta telur ayam negeri Rp31.000 per kilogram. Kapolresta Cirebon menyampaikan bahwa kegiatan sidak ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi lonjakan harga serta mencegah praktik penimbunan bahan pokok menjelang Ramadhan. “Kami bersama Forkopimda turun langsung ke lapangan untuk memastikan stok bahan pokok aman dan harga masih dalam batas wajar. Apabila ditemukan adanya indikasi penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat, tentu akan kami tindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya. Selain melakukan pengecekan harga, jajaran Polresta Cirebon juga memberikan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat terkait layanan Hotline 110. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk melaporkan gangguan kamtibmas, kejahatan jalanan, maupun aksi premanisme berkedok organisasi kemasyarakatan, sehingga masyarakat dapat memperoleh respons cepat dan tepat dari kepolisian. Kegiatan sidak ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kepastian kepada masyarakat Kabupaten Cirebon bahwa kebutuhan pokok menjelang Ramadhan 1447 H dalam kondisi tersedia dan terpantau, serta situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. (Asep Rusliman)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Larangan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon kepada Sekolah Dasar Negeri untuk tidak mengadakan buku Modul diabaikan oleh sejumlah SDN 1 Kaliwadas, Kecamatan Sumber. Buktinya, masih banyak oknum Guru dan kepala sekolah yang menyuruh murid untuk membeli buku Modul yang di tunjuk toko fotocopy oleh sekolah. Jumat, 13/02/2026 Sejumlah orangtua wali murid kepada awak media menuturkan, instruksi pembelian buku Modul ini disampaikan secara lisan saja kepada para murid oleh masing-masing guru wali kelas. Murid ditekankan untuk segera membeli buku Modul. “Yang anehnya ketika kita orangtua tanya ke guru buku itu tidak wajib harus membeli, tapi saat anak pulang sekolah nanti anak nangis-nangis minta uang buat beli buku Modul, katanya guru mereka suruh supaya beli buku Modul. Jadi bingung kami orangtua ini,” ujar orangtua wali murid SDN 1 Kaliwadas. Begitu juga dengan orangtua murid lain pengadaan buku Modul ini terkesan diwajibkan kepada murid. Meskipun tidak secara gamblang disampaikan ke orangtua namun diam-diam oknum guru memaksakan anak murid untuk memiliki buku Modul. Pihak toko fotocopy yang merasa di titipi buku Modul ini semata mata hanya mencari ke untungan, pembelinya dari SDN mana saja, kata pemilik toko Lanjut, pihak toko tidak ada mengharuskan absen siswa/siswi yang membeli buku itu, ada beberapa wali murid meminta nota pembelian sejumlah buku Modul untuk di perlihatkan ke Guru nya bahwa Sanya anaknya sudah membeli buku Modul dengan menunjukan Noto toko penyedia buku Modul. Pungkasnya Kepala SDN 1 Kaliwadas yang baru di pindah jabat kepala SDN 1 Tukmudal pada bulan Februari, Wardina, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa buku Modul yang di jual Toko FotoCopy diri beralibi tidak tau dan tidak ada penggiring sekolah memerintahkan agar murid murid nya membeli buku modul di Toko FotoCopy tersebut. Ucapnya. Dugaan awak media di sini ada koordinasi yang baik antara penyedia barang dengan pihak Sekolah tentunya hal ini ada timbal balik ke untungan yang di dapat dari jumlah buku Modul yang terjual di toko fotocopy. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Menjelang bulan Ramadhan, para pemuda Desa Cipeundeuy kompak menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Kalaju Mandala Ratu, Sabtu (14/2/2026). Dengan penuh semangat, para pemuda membersihkan areal wisata sambil bercanda dan menikmati suasana kebersamaan. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekompakan. Usai aksi bersih-bersih, kegiatan dilanjutkan dengan memasak nasi liwet dan makan bersama di tepi pantai. Momen tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antar pemuda. “Kegiatan ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga kebersamaan. Bersih-bersih pantai, masak liwet bareng, seru,” ujar Opik, salah satu pemuda yang terlibat. Aksi positif tersebut mendapat apresiasi dari warga dan pengunjung. Pantai terlihat lebih bersih dan nyaman, sekaligus menghadirkan suasana yang lebih menyenangkan. Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif para pemuda. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan potensi wisata desa. Ia pun mengajak masyarakat yang hendak berlibur atau papajar menjelang puasa untuk berkunjung ke Pantai Kalaju Mandala Ratu dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. (Dicky)
CIREBON Bidik-kasusnews.com,. Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Kapolresta Cirebon Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok di dua pasar tradisional, yakni Pasar Sumber dan Pasar Pasalaran, Kabupaten Cirebon. Jumat (13/2/2026). Kegiatan dihadiri Bupati Cirebon Imron, Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, unsur TNI, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, jajaran pejabat utama Polresta Cirebon, para Kapolsek, kepala pasar, serta awak media. Rombongan pertama menyambangi Pasar Sumber di Jalan R. Dewi Sartika, Kecamatan Sumber. Kapolresta Cirebon bersama Forkopimda menyusuri lorong-lorong pasar, menyapa pedagang sekaligus menanyakan harga dan ketersediaan barang secara langsung. Di lapak beras, Kapolresta tampak mengambil sampel beras dari dalam karung untuk memastikan kualitasnya. Ia juga berdiskusi mengenai perbedaan harga beras premium dan medium, serta kestabilan distribusinya menjelang Ramadan. Berdasarkan hasil pengecekan di Pasar Sumber, harga beras premium berada di kisaran Rp15.000–Rp15.500 per kilogram dan beras medium Rp13.000–Rp13.500 per kilogram, keduanya terpantau stabil. Harga gula pasir berada di kisaran Rp17.500–Rp18.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp19.000–Rp19.500 per liter, serta daging sapi Rp130.000–Rp140.000 per kilogram. Namun demikian, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga. Cabai rawit merah menjadi yang tertinggi dengan harga Rp98.000–Rp100.000 per kilogram. Telur ayam negeri naik menjadi Rp30.500–Rp31.000 per kilogram. Bawang putih dan bawang kating juga tercatat mengalami kenaikan, begitu pula kentang yang mencapai Rp16.000 per kilogram. Sementara itu, daging ayam ras justru mengalami penurunan harga menjadi Rp38.000–Rp39.000 per kilogram. Kapolresta Cirebon menyampaikan bahwa kenaikan harga menjelang Ramadan merupakan pola tahunan yang kerap terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa lonjakan tersebut masih dalam batas wajar. “Kami turun langsung untuk memastikan stok tersedia dan harga masih terkendali. Kami juga memonitor dari hulu ke hilir, mulai dari supplier, petani, peternak hingga pedagang. Tujuannya agar masyarakat tidak terbebani kenaikan yang terlalu tinggi,” ujar Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H.,. Ia menegaskan, Polresta Cirebon bersama Forkopimda akan terus melakukan pemantauan secara berkala selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Setelah dari Pasar Sumber, rombongan melanjutkan pengecekan ke Pasar Pasalaran di Kecamatan Weru. Di lokasi ini, harga bahan pokok secara umum juga terpantau relatif stabil. Beras premium dijual seharga Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp90.000 per kilogram, daging sapi Rp140.000 per kilogram, serta telur ayam negeri Rp31.000 per kilogram. Beberapa komoditas seperti kol mengalami kenaikan sekitar Rp1.000, sedangkan mayoritas bahan pokok lainnya masih dalam kondisi tetap. Kapolresta Cirebon juga berdialog dengan pedagang sayur mayur dan komoditas lainnya untuk memastikan tidak ada kendala distribusi yang berpotensi mengganggu stabilitas harga. Selain memantau harga di tingkat pasar, Polresta Cirebon melalui Satreskrim turut melakukan pengawasan terhadap jalur distribusi guna mengantisipasi praktik penimbunan dan permainan harga oleh oknum tertentu. “Kami sudah menyiapkan langkah antisipasi. Jika ditemukan adanya penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya. Ia juga mengimbau para pedagang agar tidak menaikkan harga secara berlebihan di luar kewajaran. “Kami harapkan para pedagang tetap menjaga stabilitas harga dan menyesuaikan dengan harga dari supplier. Jangan sampai ada kenaikan yang tidak rasional,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Cirebon juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan dugaan penimbunan atau gangguan kamtibmas melalui Layanan Hotline 110. Kegiatan sidak berjalan dengan tertib, aman dan kondusif. Monitoring serupa akan terus dilakukan di sejumlah pasar lainnya di wilayah hukum Polresta Cirebon guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman serta harga terkendali sepanjang Ramadan 1447 H hingga Idulfitri. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Erpa Aris Purnama, mengunjungi dua keluarga korban kebakaran rumah di Kampung Cirajang Sawah, RT 01 RW 04, Desa Karangmekar, Kecamatan Cimanggu, Jumat (13/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus memberikan bantuan dan dukungan moril kepada warga terdampak, yakni Deni dan Tajmu. Dalam kesempatan itu, Erpa menyerahkan bantuan uang tunai kepada masing-masing korban. Sebelumnya, rumah milik Deni dan Tajmu dilaporkan mengalami kebakaran pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik. Api yang muncul dari dalam rumah dengan cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya. Erpa Aris Purnama menyampaikan rasa prihatin atas musibah tersebut. Ia berharap para korban tetap tabah dan memastikan akan mendukung proses pemulihan pascakebakaran. “Saya turut berduka atas musibah ini. Semoga keluarga diberikan kesabaran, dan insyaallah kami siap membantu upaya pemulihan,” ujarnya. Deni dan Tajmu menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan bantuan yang diberikan. Mereka mengaku terbantu dengan perhatian serta dukungan yang diterima. Fraksi PKS menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kepedulian sosial serta mendukung warga yang mengalami musibah, termasuk korban bencana kebakaran.
SUKABUMI-BIDIK-KASUNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi kembali mencatatkan capaian membanggakan dengan menerima Piagam Penghargaan Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 dari Ombudsman Republik Indonesia. Dalam penilaian tersebut, Lapas Sukabumi meraih nilai 91,58 dengan predikat Kualitas Pelayanan Sangat Baik, sebagaimana tertuang dalam Opini Ombudsman RI yang ditetapkan pada 29 Januari 2026. Penghargaan diserahkan dalam kegiatan Penyerahan Hasil Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Lingkungan UPT Pemasyarakatan Jawa Barat yang berlangsung di Rumah Tahanan Negara Kelas I Bandung, Kamis (12/2/2026). Acara tersebut dihadiri Anggota Ombudsman RI Dadan S. Suharma Wijaya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat Kusnali, serta para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Jawa Barat. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, menyampaikan apresiasi atas capaian UPT yang meraih predikat sangat baik. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen jajaran Pemasyarakatan Jawa Barat dalam menghadirkan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. “Capaian ini harus terus dijaga dan ditingkatkan sebagai bagian dari upaya mempertahankan WBK dan menuju WBBM,” ujarnya. Sementara itu, Anggota Ombudsman RI, Dadan S. Suharma Wijaya, menekankan bahwa Opini Ombudsman bukan sekadar penilaian administratif, melainkan instrumen pembinaan untuk mencegah maladministrasi. “Kami mendorong agar hasil penilaian diintegrasikan dalam perencanaan dan indikator kinerja, serta memperkuat pengelolaan pengaduan masyarakat,” katanya. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas dedikasi yang telah ditunjukkan. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui inovasi, transparansi, dan orientasi pada kepuasan masyarakat,” pungkasnya. (Usep)