SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, meninjau langsung persiapan pelaksanaan kegiatan Touring Ngabumi di Lapang Lodaya Setra, Kecamatan Surade, pada Selasa (21/10/2025). Ali menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh rencana kegiatan yang telah disusun sebelumnya berjalan sesuai harapan. “Hari ini kami berkunjung ke Kecamatan Surade untuk memastikan rencana yang sudah disusun, baik berdasarkan hasil pertemuan, data sekunder, maupun informasi dari perangkat daerah di lapangan,” ujarnya. Menurutnya, Kecamatan Surade menjadi salah satu titik penting dalam pelaksanaan Touring Ngabumi karena banyak kegiatan sosial yang akan digelar di wilayah tersebut. “Di Kecamatan Surade ini luar biasa. Akan ada kegiatan khitanan massal, santunan bagi kaum duafa dan lansia, bantuan bagi warga terdampak gagal panen, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis,” terangnya. Ali juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Surade yang turut berpartisipasi dalam menyambut kegiatan ini. “Pak Camat bersama warga bergotong royong menyiapkan jamuan khas daerah untuk para peserta dan tamu yang datang dari berbagai wilayah. Ini menjadi wujud nyata semangat Ngabumi, Nya’ah ka Warga, Bela ka Cahaya. Mudah-mudahan semua dimudahkan dan berjalan lancar,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Seorang nelayan dilaporkan hilang akibat tenggelam di perairan Cicaladi, Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Selasa (21/10/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Korban diketahui bernama Ahmad Sugandi (38), warga Kampung Sukatani, Desa Sukatani, Kecamatan Surade. Saat kejadian, korban tengah memasang jaring perangkap udang lobster di laut menggunakan alat bantu ban dalam mobil. Menurut keterangan dua saksi, Agus (47) dan Hadrom (41), keduanya sesama nelayan asal Surade, korban tiba-tiba dihempas gelombang tinggi dan tak terlihat lagi di permukaan air. ”Kami sama-sama melaut seperti biasa. Tapi tiba-tiba teman kami itu tersapu ombak dan gelombang tinggi. Dari situ saya sudah tidak melihat keberadaannya lagi,” ujar Agus. Warga setempat segera melakukan pencarian dan melaporkan kejadian itu kepada Tim SAR Gabungan. Hingga saat ini mereka terus melakukan pencarian di titik-titik tertentu yang diduga menjadi lokasi mereka tenggelam. Upaya pencarian terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan bersama nelayan setempat. Berbagai upaya dilakukan sambil berharap korban ditemukan dalam keadaan selamat. Selain itu, aparat juga memberikan imbauan kepada warga agar selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah perairan selatan Sukabumi. Pihak berwenang mengingatkan bahwa gelombang di perairan selatan kerap berubah cepat dan berpotensi membahayakan nelayan maupun pengunjung pantai. Perkembangan pencarian akan dilaporkan lebih lanjut sesuai hasil pemantauan di lapangan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menegaskan komitmen bersama untuk memberantas peredaran narkoba, handphone ilegal, dan barang terlarang lainnya di lingkungan pemasyarakatan. Penandatanganan komitmen ini digelar secara serentak di seluruh Lapas, Rutan, LPKA, dan Bapas se-Indonesia melalui sambungan daring. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIB Sukabumi ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, fungsional, dan jajaran pelaksana. Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta penandatanganan komitmen bersama oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi, disusul seluruh satuan kerja pemasyarakatan di tanah air. Dalam arahannya, Mashudi menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lembaga pemasyarakatan. Ia menekankan agar tidak ada lagi pelanggaran yang berkaitan dengan peredaran narkoba maupun penggunaan handphone ilegal. Selain itu, Mashudi juga menyoroti pentingnya sinergi dengan TNI–Polri serta pelaksanaan patroli rutin demi mencegah potensi gangguan keamanan. Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, A.Md.IP., S.H., M.H. menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar seremonial. “Kami sepenuhnya mendukung arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba dan barang terlarang. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral seluruh petugas dalam menjaga marwah institusi serta menciptakan Lapas yang aman dan tertib,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, Kalapas Sukabumi menegaskan kesiapannya untuk terus bekerja profesional, disiplin, dan berintegritas tinggi demi terwujudnya lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari segala bentuk pelanggaran. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUS.NEWS.COM – SDN 3 Surade di Kelurahan Surade, Kabupaten Sukabumi, terus berbenah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, asri, dan ramah bagi peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan ialah menata pekarangan sekolah dengan aneka tanaman hias dan ornamen taman yang indah. Kepala SDN 3 Surade, Tuti Lisnawati, saat ditemui di halaman sekolah, Senin (20/10/2025), mengatakan bahwa penataan lingkungan sekolah merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Suasana yang bersih dan tertata, kata dia, mampu menumbuhkan semangat belajar sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan kepada para siswa. “Dulu sekolah ini terlihat gersang. Tapi seiring waktu, kami mulai melakukan penataan dengan menempatkan tanaman hias di setiap sudut sekolah, mulai dari pekarangan, depan kelas, hingga di dalam ruang belajar,” ujarnya, Senin (20/10/2025). Menurut Tuti, inisiatif tersebut bermula dari keinginan pribadi untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang indah sekaligus edukatif. Ia bahkan menggunakan dana pribadi untuk membeli berbagai kebutuhan taman. “Alhamdulillah, sebagian besar biaya kami keluarkan sendiri. Termasuk bambu-bambu di dinding taman yang berasal dari kebun pribadi saya,” tambahnya. Kini wajah SDN 3 Surade tampak jauh berbeda. Di setiap sudutnya, berjejer bonsai dan ornamen taman yang menyejukkan mata. Di salah satu sudut halaman, terpampang pula tulisan berisi sejarah singkat berdirinya Surade beserta silsilah tokoh pendirinya menjadi perpaduan unik antara edukasi lingkungan dan sejarah lokal. Dengan langkah berkelanjutan tersebut, SDN 3 Surade kini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga contoh nyata sekolah yang peduli terhadap kelestarian lingkungan dan nilai-nilai kearifan lokal. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Sukabumi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 dengan kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Suryakencana, Senin (20/10/2025). Sekretaris DPD Golkar Kota Sukabumi, Hasen Candra, menyampaikan rasa syukur atas kiprah panjang partai berlambang pohon beringin tersebut. “Dirgahayu Golkar ke-61. Golkar Solid, Indonesia Maju, Suara Rakyat Suara Golkar. Di Kota Sukabumi, kita punya empat legislator yang siap mengemban aspirasi masyarakat,” ujarnya. Hasen menambahkan, sebelum ziarah, DPD Golkar telah menggelar serangkaian acara diantaranya bazar sembako murah yang melibatkan PKPL dan warga sekitar. “Alhamdulillah, hingga kini Golkar masih berkibar dan terus berkomitmen memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sukabumi dan Indonesia,” imbuhnya. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Gundar Kulyubi, menilai peringatan HUT kali ini berjalan lancar dan penuh makna. “Sebagai generasi penerus, kita wajib bersyukur atas pencapaian Golkar hingga hari ini. Jangan lupakan perjuangan para pendahulu yang telah membesarkan partai ini,” tuturnya. Sementara Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Sukabumi, Suhud Jaya Kusuma, mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-61, mulai dari bakti sosial, sembako murah, ziarah, hingga tasyakur binikmah. “Empat anggota legislatif asal Golkar telah menjalankan amanat rakyat dengan baik sesuai arahan pimpinan. Fraksi Golkar akan terus solid mendukung kemajuan Kota Sukabumi,” tegasnya. Di tempat yang sama, anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi, H. Agus Rahman, menambahkan bahwa kader dan legislator Golkar senantiasa hadir di tengah masyarakat. “Alhamdulillah, setiap kali rakyat memerlukan, kami dari Fraksi Golkar selalu hadir dan mengaplikasikan arahan DPP untuk terus berkhidmat kepada masyarakat,” ungkapnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum (LPBH) Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) resmi menyatakan kesiapannya memberikan pendampingan dan bantuan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga kecil dan menengah di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Berlokasi di Jalan Raya Cibuntu, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, LPBH PJTM hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh hak-hak hukumnya secara adil. Bentuk bantuan yang diberikan meliputi pendampingan, mediasi, perwakilan hingga pembelaan hukum di berbagai tingkatan perkara. Ketua Umum PJTM sekaligus Pembina LPBH PJTM, H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa lembaga ini berkomitmen menjadi “cahaya keadilan” bagi masyarakat yang terpinggirkan. “Para pengacara yang tergabung dalam LPBH PJTM memiliki tekad tulus untuk membantu masyarakat kecil menghadapi permasalahan hukum, baik pidana maupun perdata,” ujar Hendra. Sementara itu, Ketua LPBH PJTM Iman Budiansyah, S.H., M.H., yang juga dikenal aktif mendampingi berbagai kasus masyarakat, menjelaskan bahwa setiap pemberian bantuan hukum tetap mengikuti mekanisme yang jelas. ”Kami ingin benar-benar hadir membantu warga. Banyak masyarakat kecil yang kesulitan membayar jasa pengacara, di sinilah kami hadir memberikan pendampingan mulai dari awal perkara hingga putusan akhir,” tegasnya. Iman menambahkan, biaya jasa hukum yang tinggi sering menjadi hambatan bagi masyarakat kecil untuk mencari keadilan. Karena itu, LPBH PJTM hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut dengan pelayanan yang profesional dan humanis. “Kami berharap keberadaan LPBH Paguyuban Jampang Tandang Makalangan bisa menjadi cahaya di tengah kegelapan hukum bagi masyarakat yang termarjinalkan,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki didampingi Wakil Wali Kota, Bobby Maulana kembali turun ke lapangan memastikan program Pemerlu Atensi Sosial (PAS) berjalan tepat sasaran. Di tengah akhir pekan, ia menyalurkan bantuan sosial bagi lima keluarga penerima manfaat di Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Minggu (19/10/2025). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial Een Rukmini, Camat Citamiang Sandra Utama Teguh, Lurah Dayeuhluhur Supardi, serta jajaran perangkat daerah lainnya. Ayep menegaskan bahwa program “Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah” bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjangkau warga rentan. “Saya ingin memastikan bantuan ini benar-benar sampai ke mereka yang membutuhkan. Karena itu, saya turun langsung, bukan hanya menunggu laporan,” ujarnya. Dalam kunjungan itu, Ayep juga menaruh perhatian pada dua warga, Mih Uum dan Bah Aceng, yang telah puluhan tahun tinggal di tanah milik orang lain. “Alhamdulillah ada warga yang bersedia menghibahkan tanahnya. Saya sudah minta lurah segera urus administrasinya. Insya Allah tahun 2026 rumah mereka bisa dibangun,” katanya. Program 12 PAS yang digulirkan Pemkot Sukabumi mencakup berbagai kelompok rentan mulai dari warga miskin, lansia, penyandang disabilitas, hingga masyarakat tanpa tempat tinggal. Melalui kegiatan rutin setiap akhir pekan, pemerintah berupaya membangun sistem perlindungan sosial yang lebih responsif dan berdampak langsung. “Program ini akan terus kami kawal sampai lima tahun ke depan. Semoga langkah kecil ini membawa berkah dan memperkuat solidaritas sosial di Kota Sukabumi,” tutupnya. Adapun lima penerima manfaat yang dikunjungi yakni Ejeh (RT 01 RW 17), Nata (RT 01 RW 16), Aep (RT 01 RW 16), Mimin (RT 03 RW 16), dan Uum (RT 04 RW 13) di Kampung Koleberes, Kelurahan Dayeuhluhur. (Usep)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Penemuan bocah laki-laki berusia 11 tahun yang ditemukan meninggal di toilet masjid area Kantor Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Sabtu (18/10/2025) sore, sempat menggegerkan warga setempat. Kepala Desa Sadasari, Abdul Miskad, mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang tukang baso yang kebetulan hendak ke toilet. “Ditemukan pertama sama tukang baso yang mau kencing ke toilet, ternyata ada anak di bak mandi,” ujar Abdul Miskad saat ditemui di lokasi RSUD Majalengka, Minggu (19/10/2025) dini hari. Menurutnya, setelah melihat tubuh anak itu di dalam bak, tukang baso langsung memberi tahu seorang ibu-ibu yang sedang berada di area tempat wudhu masjid. “Disampaikan ke ibu itu oleh tukang baso. Kata si ibu, ini keluarga saya. Lalu disampaikan ke imam masjid untuk melapor ke keluarga korban,” jelasnya. Abdul Miskad menambahkan, lokasi masjid memang tidak jauh dari rumah korban. “Awalnya dikira anak itu jatuh dan tenggelam di bak, tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Karena itu sempat dibawa ke Puskesmas Maja menggunakan motor,” ujarnya. Namun kecurigaan muncul setelah jenazah dimandikan. Dari kepala bagian belakang korban keluar darah. “Baru setelah dimandikan di Puskesmas, keluar darah dari belakang kepala. Di situ mulai curiga,” kata dia. Warga pun melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. “Setelah ramai, saya langsung laporan ke Polsek Argapura, antara jam tujuh sampai jam delapan malam,” tambahnya. Sebelumnya, Polres Majalengka tengah menyelidiki penyebab kematian seorang anak laki-laki berinisial MR (11). Ia anak SD kelas 5 yang ditemukan meninggal dunia dengan luka di kepala. (Asep.R)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Gelombang ketidakpuasan warga Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, akhirnya sampai pada puncaknya. Ratusan warga dari berbagai kampung mendatangi kantor desa pada Minggu (19/10/2025) untuk menyerahkan mosi tidak percaya terhadap Kepala Desa Babakanjaya. Dalam aksi damai yang dijaga ketat aparat keamanan, masyarakat membawa surat resmi berisi 12 poin tuntutan yang menyoroti dugaan minimnya transparansi anggaran. Diperparah dengan lemahnya pola komunikasi publik, serta kebijakan desa yang dianggap tidak pro-rakyat. <span;>Lebih dari 1.000 tanda tangan warga dilampirkan sebagai bentuk dukungan atas mosi tersebut. Surat mosi tidak percaya itu diserahkan langsung kepada Ketua BPD Babakanjaya di hadapan pihak kecamatan, Polsek, dan Koramil Parungkuda. “Kami menerima aspirasi warga dengan tanggung jawab penuh. BPD akan mempelajari isi mosi dan melaporkannya ke instansi terkait,” ujar Ketua BPD, Piat Supriatna. Aksi berjalan tertib, damai, dan penuh wibawa. Warga menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk permusuhan, melainkan seruan agar pemerintahan desa kembali berpihak pada kepentingan rakyat. ”Kami datang dengan damai, tapi tegas. Kami ingin perubahan nyata dan kepala desa harus mendengar suara masyarakat,” tegas salah satu tokoh warga, Ugud Gunawan. Tak berhenti di tingkat desa, surat mosi ini juga ditembuskan kepada Bupati Sukabumi dan Gubernur Jawa Barat, sebagai bukti keseriusan warga menuntut pembenahan tata kelola pemerintahan di Babakanjaya. Mereka pun mengultimatum, jika dalam waktu dekat tidak ada respons atau langkah konkret, massa siap kembali dengan jumlah yang lebih besar. “Kalau tidak ada tanggapan, kami akan turun lagi. Suara rakyat tidak bisa dibungkam,” ujar H. Dindin. Aksi ini menjadi peringatan keras bahwa masyarakat Babakanjaya tidak lagi ingin diam. Mereka menuntut transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan sejati dari pemerintah desanya. (Reno)
CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM. Julukan “Kota Wali” yang melekat pada Cirebon seharusnya mencerminkan nilai religius dan keteladanan moral. Namun, di tengah citra suci itu, muncul ironi di wilayah Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, di mana sebuah warung di kawasan Kebon Pelok diduga bebas menjual minuman keras jenis tuak dan AO tanpa hambatan. Warga sekitar menuturkan bahwa praktik penjualan miras tersebut telah berlangsung lama. “Setiap malam ramai pembeli, padahal sudah sering kami laporkan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya. Yang membuat masyarakat kecewa, aktivitas itu berada tidak jauh dari kantor kelurahan dan kecamatan, namun tak ada tindakan berarti. “Seolah tutup mata. Kami sudah sampaikan berkali-kali, tapi tak ada respons,” keluh warga lain. Lebih memprihatinkan lagi, tim patroli kepolisian disebut kerap melintas bahkan berhenti di sekitar lokasi, namun warung itu tetap beroperasi tanpa gangguan. “Kalau yang seperti itu saja dibiarkan, mau jadi apa kota ini?” ujar warga, Minggu (19/10/2025). Padahal, Peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 4 Tahun 2013 secara tegas melarang peredaran dan penjualan minuman beralkohol. Pembiaran terhadap praktik tersebut bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga merusak citra Cirebon sebagai kota religius dan bersejarah. Kini masyarakat menanti langkah tegas dari pemerintah kota dan aparat penegak hukum. Sebab jika pembiaran ini terus terjadi, yang tercoreng bukan hanya moral masyarakat, melainkan marwah “Kota Wali” itu sendiri. Anehnya, hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak Kelurahan Kalijaga maupun Polsek Cirebon Selatan Timur terkait aktivitas tersebut. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan publik akan adanya praktik pembiaran yang disengaja, atau bahkan kemungkinan adanya oknum yang bermain di balik aktivitas ilegal itu. Tokoh masyarakat setempat berharap, Wali Kota Cirebon dan Kapolres Cirebon Kota segera turun tangan untuk menertibkan situasi ini. “Kami tidak ingin kawasan ini dikenal karena miras, tapi karena religiusitasnya. Pemerintah harus buktikan keberpihakannya pada moral dan aturan,” tegas salah seorang tokoh warga. Jika semua pihak terus berdiam diri, maka yang akan lahir bukan sekadar keresahan sosial, melainkan ketidakpercayaan publik terhadap aparat dan pemerintahnya sendiri. Sebab di balik diamnya hukum, ada reputasi kota dan iman masyarakat yang perlahan-lahan terkikis. (Amin)