Cirebon, Bidik-kasusnews.com – Polresta Cirebon melaksanakan kegiatan Sosialiasi Mudik Aman, Keluarga Nyaman dan Hotline Mudik 110, Senin (24/3/2025). Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di Wilayah Hukum Polresta Cirebon. Sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon KOMBES POL SUMARNI, S.I.K.,S.H.,M.H., didampingi Kasat Lantas Polresta Cirebon KOMPOL MANGKU ANOM SUTRESNO, S.H., S.I.K., M.H., dan diikuti PJU serta Anggota Polresta Cirebon. “Kegiatan sosialisasi ini berlangsung di sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Cirebon, termasuk di perempatan jalan dan area publik yang ramai dilalui masyarakat,” ujar Kapolresta Cirebon. Jajaran Polresta Cirebon dengan humanis membagikan pamflet, memasang spanduk serta menempelkan stiker yang berisi informasi mengenai layanan Mudik Aman, Keluarga Nyaman dan Hotline Mudik 110 yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan kejadian darurat, termasuk adanya aksi premanisme yang mengganggu atau membutuhkan bantuan kepolisian secara cepat dan tepat. “Kegiatan ini juga dilaksanakan oleh 27 Polsek Jajaran Polresta Cirebon di Wilayahnya. Layanan ini dapat diakses secara gratis oleh masyarakat untuk melaporkan kejadian kriminalitas, kecelakaan, atau kondisi darurat lainnya khususnya selama mudik lebaran 2025,” pungkasnya. Asep Rusliman
Bidik-Kasus.com,Sekadau Kalimantan Barat Konsultan Merangkap Sebagai Kontraktor di proyek peningkatan jalan peniti – Seguri,APH tindak tegas Pekerjaan peningkatan jalan Peniti – Seguri di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, diduga menggunakan tanah timbunan dari galian C yang tidak memiliki izin. Selain itu, muncul dugaan bahwa konsultan proyek juga merangkap sebagai kontraktor. Aparat Penegak Hukum (APH) diminta segera turun tangan untuk menindaklanjuti temuan ini. Proyek ini merupakan bagian dari program perbaikan infrastruktur yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sekadau dengan alokasi anggaran hampir Rp 1 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD 2024. Berdasarkan plank proyek, pekerjaan yang dilakukan mencakup penimbunan jalan sepanjang 200 meter dengan ketinggian 1,5 meter serta pembangunan Dua titik box culvert. Namun, di lapangan, pengerjaan proyek ini diduga tidak sesuai ketentuan. Warga setempat mengungkapkan bahwa Tanah Timbunan yang digunakan berasal dari Desa Peniti tanpa izin resmi. Salah seorang warga, G, mengonfirmasi bahwa tanah tersebut diambil dari lahan miliknya dengan biaya Rp 10.000 per ret angkutan Dum Truck, menggunakan alat berat jenis exsavator. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Muslimin, yang disebut-sebut sebagai konsultan sekaligus kontraktor proyek ini, memberikan jawaban yang terkesan menghindar. Ketika ditanya mengenai legalitas Tanah Timbunan dan penggunaan galian C, ia hanya menyebut bahwa ” proyek tersebut masih dalam tahap pemeliharaan ” dan mengaku tidak memahami soal perizinan galian C. Dugaan pelanggaran ini menimbulkan keresahan di masyarakat, terutama terkait kualitas pekerjaan dan kepatuhan terhadap aturan hukum. Oleh karena itu, masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap proyek peningkatan jalan Peniti – Seguri guna memastikan tidak ada pelanggaran yang merugikan Negara maupun masyarakat. ( Team/read)
Bidik-kasus.com,Ciamis LAKRI (Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia), sebagai LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) ternyata bukan hanya konsentrasi dengan program advokasi untuk rakyat dalam beberapa sindikasi kasus saja, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang cukup tinggi. Diketahui, sebagaimana yang dilansir literasikata.id, LAKRI menggelar acara buka puasa bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum duafa. Asep Sopian selaku ketua pelaksana kegiatan tersebut mengatakan, bahwa sebanyak 1.000 paket sembako telah didistribusikan/ dibagikan kepada kaum duafa dan anak yatim, dalam acara yang berlangsung di Desa Budiharja, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (22/3/2025) kemarin. “Bulan Suci Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk berbagi dan mempererat silaturahmi. Maka, kegiatan baik ini diberi tema: Ramadhan Menyatukan Silaturahmi, Menguatkan Kebersamaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan sosial serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” ungkap Asep Sopian. Acara itu dihadiri oleh H.M. Steven L.L, SH, STH selaku Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LAKRI, yang akrab disapa Bung Sammy dan Ossie Gumanti selaku Dewan Pembina LAKRI dan Team Garuda 08 Bung Sammy dan Ossie Gumanti secara langsung menyerahkan bingkisan serta santunan kepada anak yatim dan kaum duafa dan juga melalui perwakilan yayasan dan panti asuhan yang hadir. “Saya menegaskan, semangat Gerakan Rakyat Bantu Rakyat, harus terus digalakkan untuk memperkuat solidaritas sosial ditengah masyarakat,” ungkap Bung Sammy. Kepada media, Ossie Gumanti juga mengharapkan, bahwa kegiatan itu dapat dilaksanakan dalam setiap kesempatan dan keadaan yang memungkinkan. Sehingga, LAKRI dapat menjadi contoh bagi LSM lainnya, untuk berbuat aktif ditengah masyarakat. “Teruslah berbuat untuk masyarakat. Agar kelak kehadiran LAKRI, bukan hanya bergerak untuk mencarikan keadilan bagi yang membutuhkan dan mengungkap kebenaran, tetapi juga mampu berbuat kebaikan dengan kegiatan-kegiatan sosialnya,” ujar Ossie Gumanti, Minggu (23/3/2025), saat diminta tanggapannya. Lebih lanjut Ossie mengatakan, bahwa mengutip Pesan Presiden Prabowo Subianto: _”Kalau tidak bisa bantu banyak orang, bantulah beberapa orang. Kalau tidak bisa bantu beberapa orang, bantulah satu orang. Kalau tidak bisa bantu satu orang, janganlah buat orang lain susah atau menderita”._ Sementara itu KY. Abdul Jaelani dari Pondok Pesantren Barokatul Mustofa, Banjaran, didapuk sebagai penceramah dalam kegiatan itu. Dalam Tausiyahnya, ia mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat nilai-nilai keimanan di Bulan Suci Ramadhan. Yang tidak kalah pentingnya, acara itu mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, di antaranya: Team Garuda 08, Yayasan ITMI, Karang Taruna Bojong Cibodas, Pemerintah Desa Budiharja, serta para tokoh agama dan masyarakat setempat. Masih dilansir dari media yang sama, Ahmad Sarif selaku Kepala Desa Budiharja menyatakan apresiasi khusus kepada Haji Yusuf atau Bung Sammy, yang dikenal sebagai tokoh masyarakat yang sangat dibanggakan oleh warga setempat. “Beliau adalah sosok yang selalu peduli terhadap masyarakat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang,” kata Ahmad Sarif. “Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan dapat memberikan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan serta memperkuat tali silaturahmi antarwarga,” harapnya. *(Rel)* Editor Basori
JATENG:Bidik-kasusnews.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik korupsi di lingkungan pemerintahan dengan mengeluarkan Surat Edaran Ketua KPK Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pencegahan dan Pengendalian Gratifikasi Terkait Hari Raya. Dalam edaran tersebut, KPK mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Penyelenggara Negara (PN) untuk menolak segala bentuk gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan dan bertentangan dengan tugasnya, terutama dalam momen perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446H. Larangan Penerimaan Gratifikasi KPK menekankan bahwa permintaan dana, hadiah, atau tunjangan hari raya (THR) dalam bentuk apapun, baik secara individu maupun atas nama institusi, dari masyarakat, perusahaan, atau sesama ASN/PN adalah tindakan yang dilarang. Praktik ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan bertentangan dengan peraturan serta kode etik, bahkan dapat berujung pada tindak pidana korupsi. Lebih lanjut, KPK juga mengimbau agar pimpinan kementerian/lembaga/pemerintah daerah (K/L/PD) serta BUMN/BUMD melarang penggunaan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi. Fasilitas dinas hanya boleh digunakan untuk keperluan kedinasan, bukan untuk kepentingan pribadi, termasuk dalam perayaan hari besar keagamaan. Tanggung Jawab Perusahaan dan Masyarakat Selain mengingatkan ASN dan PN, KPK juga meminta pimpinan perusahaan, asosiasi, serta masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan korupsi dengan tidak memberikan atau menerima gratifikasi dalam bentuk apapun yang bisa dikategorikan sebagai suap atau uang pelicin. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan budaya kerja yang bersih dan transparan di lingkungan pemerintahan maupun sektor swasta. Mekanisme Pelaporan Gratifikasi Jika dalam kondisi tertentu ASN atau PN tidak dapat menolak gratifikasi, maka mereka wajib melaporkannya kepada KPK dalam waktu maksimal 30 hari kerja setelah penerimaan. Pelaporan dapat dilakukan melalui aplikasi Gratifikasi Online (GOL) yang dapat diakses di https://gol.kpk.go.id, atau melalui email pelaporan.gratifikasi@kpk.go.id. Selain itu, masyarakat dan ASN juga dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pengendalian gratifikasi dan pencegahan korupsi melalui platform https://jaga.id, layanan konsultasi via WhatsApp +6281145575, atau menghubungi Call Centre KPK di nomor 198. Mewujudkan Budaya Antikorupsi Dengan adanya edaran ini, KPK berharap semua pihak, terutama ASN dan PN, dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menolak gratifikasi dan menerapkan budaya antikorupsi dalam setiap aspek kehidupan. Transparansi dan integritas harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai abdi negara, sehingga dapat mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. Masyarakat juga diharapkan ikut berperan aktif dalam pengawasan, sehingga praktik gratifikasi dan suap tidak lagi menjadi bagian dari budaya birokrasi di Indonesia. Dengan kerja sama semua pihak, upaya pemberantasan korupsi dapat semakin efektif dan berdampak positif bagi kemajuan bangsa.(Wely-jateng) Sumber:www.kpk.go.id(15/03/2025)
Majalengka, Bidik-kasusnews.com – Kapolres Majalengka AKBP Indra Novianto,S.I.K.,M.H.,CPHR mengecek kesiapan Pos Pengamanan (Pos Pam) Operasi Ketupat Lodaya tahun 2025 dalam rangka pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. AKBP Indra Novianto didampingi Kasat Bag Ops Polres Majalengka KOMPOL Jaja Gardaja, Kasat Samapta Polres Majalengka AKP Adam R Hidayat, melakukan pengecekan sejumlah Pos Pengamanan di wilayah Majalengka. Pengecekan dilakukan di Pos Pam Rajagaluh Posyam Res Area KM 166 Tol Cipali Wilayah Majalengka untuk memastikan kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik. Beberapa hal yang dicek oleh Kapolres yakni kesiapan dan kelengkapan personel yang bertugas, data-data, administrasi pendukung Pos Pam. Kapolres Majalengka AKBP Indra Novianto mengatakan, pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya ini tugas pokoknya selain mengamankan kegiatan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri, juga meminimalisir terjadinya gangguan Kamseltibcar lalu lintas di wilayah Kabupaten Majalengka. “Ya, kami mengecek kesiapan seluruh Pos Pam Ketupat Lodaya 2025, yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka, serta memberikan motivasi kepada personel yang bertugas,” ungkap Kapolres Majalengka AKBP Indra Novianto. Dalam penanganan mudik lebaran ini, Kapolres menyebut, 14 pos tersebut berada di seluruh wilayah hukum Polres Majalengka, baik itu Polsek-polsek maupun Rest Area di Jalan Tol. “Di Kabupaten Majalengka kita ada 14 Pos untuk melaksanakan operasi Ketupat Lodaya 2025, yang dilakukan gabungan dari Polres Majalengka TNI, Pemkab Majalengka, dan seluruh unsur lainnya,” ucap Kapolres Majalengka AKBP Indra Novianto. Kapolres mengimbau, bagi masyarakat yang akan mudik ke Kabupaten Majalengka atau melintasi jalur Majalengka agar tetap mencari informasi terbaru dan mengikuti arahan dari petugas dilapangan. “Dengan persiapan matang dan koordinasi yang baik, kami berharap arus mudik tahun ini berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Mudah-mudahan momen mudik tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan selamat sampai tujuan, sehingga tercipta Mudik Aman, Keluarga Nyaman,” ucap AKBP Indra Novianto. Asep Rusliman
Majalengka, Bidik-kasusnews.com – Pamatwil Polres Majalengka Polda Jabar wilayah Pospam Jatiwangi dan Pospam Gate Tol Sumberjaya AKP Ari Rinaldo bersama IPDA Riyana melaksanakan pengecekan Pos Pengamanan Jatiwangi dan Pos Pengamanan Gate Tol Sumberjaya, Minggu, (23/3/2025). Setelah melaksanakan kegiatan di Pospam Jatiwangi, Pamatwil Polres Majalengka disambut Langsung Ka Pos Pam Gate Tol Sumberjaya AKP Adeng beserta Anggota Pospam Gate Tol Sumberjaya. Kapospam Gate Tol Sumberjaya AKP Adeng menjelaskan, kedatangan Pamatwil dalam rangka untuk melihat kesiapan para personel di Pos Pengamanan ops Ketupat Lodaya Tahun 2025, khususnya di Pospam Gate Tol Sumberjaya baik dari kesiapan personel maupun sarana prasarana. “Hasil pengecekan Pamatwil cukup baik. Sejumlah masukan diberikan dalam rangka meningkatkan pelayanan ke masyarakat saat pengamanan arus mudik dan balik Lebaran Tahun 2025,” jelas Kapospam AKP Adeng. “Kami sangat bangga dan termotivasi karena dikunjungi oleh Pamatwil. Kami ucapkan terima kasih kepada Pamatwil sudah datang berkunjung ke Pos Pengamanan Gate Tol Sumberjaya” tutupnya. Asep Rusliman
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara Sekelompok pemuda di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), berhasil dibubarkan aparat kepolisian lantaran nekat pesta minuman keras (miras) ketika bulan suci Ramadan pada Sabtu (22/3/2025) malam. Pembubaran tersebut terjadi setelah Tim Presisi Siraju Polres Jepara menerima laporan masyarakat melalui WhatsApp Siraju (08112894040) dan Call Center 110 Polri. Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengatakan, bahwa pembubaran dilakukan Tim Patroli Polres Jepara terkait adanya aduan dari masyarakat bahwa di sekitar jembatan cinta dan Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara sering terjadi kegiatan pesta miras. Pesta Miras yang dilakukan oleh sekelompok pemuda ini menjadi sorotan setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat sekitar maupun melalui Layanan Aduan Polres Jepara yakni WhatsApp Siraju dinomer 08112894040 dan panggilan telepon darurat Call Center 110 Polri. “Setelah tiba di lokasi, Tim Siraju langsung melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang terlibat dalam kegiatan minum-minuman keras itu,” ujarnya. Di dua lokasi tersebut, polisi pun menyita tiga botol Miras berbagai merk. “Sekelompok pemuda yang terlibat dalam pesta miras ini langsung kami didata identitas diri dan diberikan pembinaan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” sambung Kasihumas. “Pesta miras yang dilakukan sekelompok pemuda ini sangat mengganggu kenyamanan warga. Ini yang dikeluhkan warga. Bisa jadi terjadi keributan atau perkelahian yang dipicu miras, terlebih saat ini memasuki bulan suci ramadan,” papar dia. AKP Dwi pun mengapresiasi respons cepat dari Tim Patroli Siraju Polres Jepara dalam menindaklanjuti aduan dari warga. “Hal ini sebagai langkah antisipasi bertujuan untuk menciptakan situasi kondusif dan meminimalisir tindak kriminal, dimana perbuatan tindak pidana yang biasanya terjadi berawal dari minuman keras yang dikonsumsi pelaku,” tambahnya. Untuk itu, Kasihumas mengimbau pada warga untuk tidak melakukan aktifitas yang dapat mengganggu kamtibmas diwilayah hukum Polres Jepara seperti minum-minuman keras. “Kami akan terus melakukan patroli dan pengawasan di wilayah Kabupaten Jepara untuk mencegah terulangnya kegiatan negatif seperti ini. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kegiatan yang mencurigakan atau melanggar hukum,” jelasnya. AKP Dwi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar demi terciptanya suasana yang aman dan nyaman ditengah-tengah masyarakat, terlebih saat ini bulan suci Ramadan 1446 H/2025 M. Selain membubarkan pesta miras, tim Patroli Siraju ini juga berhasil membubarkan sekelompok anak muda pengguna roda dua yang melakukan aksi konvoi dan blayer-blayer motor dikawasan Jalan Pemuda Jepara. Hal itu, berawal dari laporan masyarakat melalui WhatsApp Siraju dinomer 08112894040 dan panggilan telepon darurat Call Center 110 Polri yang menyebutkan kehadiran mereka dinilai meresahkan hingga mengganggu kelancaran lalu lintas masyarakat di sekitar lokasi tersebut. “Oleh karena itu, Tim Patroli Siraju langsung turun untuk membubarkan kerumunan secara persuasif,” ucapnya. Para pemuda pun juga diberikan imbauan untuk membubarkan diri dengan kesadaran sendiri. Berkat pendekatan yang humanis, situasi dapat dikendalikan, dan para pemuda meninggalkan lokasi tanpa insiden. Kegiatan berlangsung kondusif dan mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Selain itu, Tim Patroli Siraju jugamelakukan kegiatan patroli antisipasi aksi balap liar di wilayah SPBU Kalitekuk Tahunan hingga jalan raya Rengging-Pecangaan, hal ini untuk memastikan situasi lingkungan masyarakat tetap kondusif.(Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara
Pati – Bidik-kasusnews.com | Polresta Pati kembali menggelar aksi simpatik dengan membagikan takjil gratis kepada para pengguna jalan dan pemudik di jalur utama Pati-Gabus, tepatnya di depan Terminal Kembangjoyo, Sabtu (22/3/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB ini dilaksanakan serentak di 20 Polsek jajaran Polresta Pati selama bulan suci Ramadhan 1446H. Dipimpin langsung oleh Kapolresta Pati, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, kegiatan ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam mendekatkan diri dengan masyarakat. Turut hadir Wakapolres Pati, para Pejabat Utama (PJU) Polresta Pati, seluruh anggota Polresta Pati, serta perwakilan dari RS. KSH Pati, menunjukkan sinergi lintas sektor dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terminal Kembangjoyo, yang terletak di jalur strategis penghubung antar kota, dipilih sebagai lokasi pembagian takjil. Lokasi ini menjadi titik temu para pemudik dan pengguna jalan yang melintas, menjadikannya tempat yang tepat untuk berbagi Takjil. “Alhamdulillah, terima kasih Pak Polisi. Takjil ini sangat membantu saya untuk berbuka puasa di jalan,” ungkap Budi, seorang sopir angkot yang menjadi salah satu penerima takjil. Kapolresta Pati, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polresta Pati terhadap masyarakat, khususnya di bulan Ramadan. “Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan para pengguna jalan dan pemudik yang sedang dalam perjalanan. Semoga takjil yang kami bagikan dapat bermanfaat bagi mereka,” tuturnya. “Polri Untuk Masyarakat” Polresta Pati berperan aktif sebagai garda terdepan untuk membantu masyarakat dalam aksi sosial dan dalam aksi keagamaan. (Kasnadi)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Karimunjawa memiliki potensi besar dalam sektor budi daya rumput laut. Selain menjadi sumber ekonomi utama bagi masyarakat pesisir, sektor ini juga berpeluang dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis maritim. Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen untuk mendukung pengembangan budi daya rumput laut agar lebih produktif dan berkelanjutan. Dukungan Penuh dari Pemerintah Kabupaten Jepara Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, menegaskan komitmennya dalam mengembangkan budi daya rumput laut di Karimunjawa. Saat berdiskusi dengan para pembudidaya di Dukuh Mrican, Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, pada Sabtu (22/3/2025), ia menargetkan peningkatan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat. “Saya ingin program rumput laut di Karimunjawa ini dan di Jepara wajib hukumnya sukses berkelanjutan,” ujar Bupati, yang akrab disapa Mas Wiwit. Menurut warga setempat, budi daya rumput laut di Karimunjawa telah berlangsung selama 25 tahun. Melihat potensi besar ini, pemerintah berencana memberikan bantuan berupa bibit dan peralatan guna mengembangkan lahan seluas lebih dari 500 hektare. Mas Wiwit meminta pembudidaya mengajukan proposal agar bantuan dapat disalurkan secara merata. “Saya sudah berbincang dengan Pak Petinggi, kira-kira ada lebih dari 500 hektare yang bisa kita kelola untuk pengembangan budi daya rumput laut di Kemujan. Silakan ajukan proposalnya agar bantuan dapat disalurkan,” tambahnya. Potensi Budi Daya Rajungan dan Solusi Kendala Pembudidaya Selain rumput laut, pemerintah juga melihat potensi budi daya rajungan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Pemkab Jepara berencana memberikan bantuan berupa kompartemen budi daya rajungan dengan kajian bahan yang lebih ramah lingkungan. Namun, tantangan utama yang dihadapi para pembudidaya adalah faktor cuaca dan hama. Untuk mengatasi kendala ini, Mas Wiwit mengusulkan agar pembudidaya belajar dari daerah lain yang lebih maju dalam sektor ini, seperti Wakatobi. “Jika para petani rumput laut ingin belajar ke Wakatobi, kami siap memfasilitasi. Dengan begitu, sebelum investasi dari Pemerintah Pusat datang, kita sudah memiliki pengalaman, termasuk dalam pengendalian hama,” jelasnya. Integrasi dengan Wisata Edukasi Selain meningkatkan produksi, pengembangan industri berbasis rumput laut juga menjadi perhatian. Pemerintah ingin menjadikan budi daya rumput laut sebagai daya tarik wisata edukasi, di mana wisatawan dapat melihat langsung proses pembudidayaan, panen, hingga pengolahan rumput laut. “Saya ingin nanti wisatawan yang datang ke sini tidak hanya menikmati pantai, tapi juga bisa melihat langsung proses budi daya, pemanenan, hingga pengolahan rumput laut. Dengan begitu, sektor wisata dan perikanan bisa saling mendukung,” kata Mas Wiwit. Dengan konsep ini, diharapkan ada peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat serta menarik lebih banyak wisatawan ke Karimunjawa. Target Kontribusi untuk Produksi Nasional Mas Wiwit menegaskan bahwa program ini harus berkelanjutan dan bukan sekadar seremoni. Pemerintah daerah menargetkan kontribusi 10 persen dari total 10 ribu hektare yang dicanangkan secara nasional. “Kemarin saya menjanjikan akan mengecek berapa hektare yang siap dikelola. Pemerintah Pusat mencanangkan 10 ribu hektare, kalau saya bisa mencapai seribu, itu berarti 10 persen dari target nasional. Harapannya, Jepara bisa menjadi penyumbang utama komoditas rumput laut,” tegasnya. Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Mereka mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjembatani komunikasi dengan kementerian serta membuka peluang pasar yang lebih luas. “Terima kasih sudah menjembatani ikhtiar kami agar sukses. Dengan adanya dukungan ini, kami optimis bisa meningkatkan produksi dan kesejahteraan,” ujar salah satu pembudidaya.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kunir, Dukuh Jehan RT 01 RW 04, Kecamatan Keling, mengakibatkan tanah longsor yang menutup akses jalan utama. Material berupa lumpur, tanah, dan batu membuat jalan tidak bisa dilewati oleh warga sekitar. Menanggapi kejadian ini, Squad Nusantara PAC Keling dengan sigap turun tangan untuk melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran. Dipimpin oleh Bendahara DPC dan Wakorcam Keling, yaitu Bapak Sunajil dan Bapak Topan, tim bersama warga setempat bekerja sama untuk menyingkirkan lumpur dan bebatuan yang menghalangi jalan. Menurut salah satu anggota Squad Nusantara, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat agar akses jalan bisa kembali digunakan. “Kami berusaha secepat mungkin membersihkan jalan supaya aktivitas warga tidak terganggu. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami,” ujarnya. Selain anggota Squad Nusantara, warga sekitar juga turut serta dalam kegiatan gotong royong ini. Dengan alat seadanya, mereka bahu-membahu mengangkut tanah dan batu yang menutupi jalan. Berkat kerja sama yang solid, jalur yang sempat tertutup akhirnya bisa kembali digunakan. Pihak berwenang mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi. Diharapkan juga adanya tindakan lanjutan dari pemerintah setempat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, seperti pemasangan talud atau sistem drainase yang lebih baik. Aksi cepat tanggap seperti ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat. Salut untuk Squad Nusantara PAC Keling dan semua pihak yang terlibat dalam kerja bakti ini!(Wely-jateng) JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kunir, Dukuh Jehan RT 01 RW 04, Kecamatan Keling, mengakibatkan tanah longsor yang menutup akses jalan utama. Material berupa lumpur, tanah, dan batu membuat jalan tidak bisa dilewati oleh warga sekitar. Menanggapi kejadian ini, Squad Nusantara PAC Keling dengan sigap turun tangan untuk melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran. Dipimpin oleh Bendahara DPC dan Wakorcam Keling, yaitu Bapak Sunajil dan Bapak Topan, tim bersama warga setempat bekerja sama untuk menyingkirkan lumpur dan bebatuan yang menghalangi jalan. Menurut salah satu anggota Squad Nusantara, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat agar akses jalan bisa kembali digunakan. “Kami berusaha secepat mungkin membersihkan jalan supaya aktivitas warga tidak terganggu. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami,” ujarnya. Selain anggota Squad Nusantara, warga sekitar juga turut serta dalam kegiatan gotong royong ini. Dengan alat seadanya, mereka bahu-membahu mengangkut tanah dan batu yang menutupi jalan. Berkat kerja sama yang solid, jalur yang sempat tertutup akhirnya bisa kembali digunakan. Pihak berwenang mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi. Diharapkan juga adanya tindakan lanjutan dari pemerintah setempat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, seperti pemasangan talud atau sistem drainase yang lebih baik. Aksi cepat tanggap seperti ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat. Salut untuk Squad Nusantara PAC Keling dan semua pihak yang terlibat dalam kerja bakti ini!(Wely-jateng)