JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pakis Aji sejak pukul 15.00 hingga 17.30 WIB mengakibatkan tanah longsor di Desa Gronggong, Desa Tanjung. Longsor tersebut menimpa rumah salah satu warga, Bapak Agus, yang tinggal di RT 30/04. Mendengar kabar tersebut, Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara bersama anggota dan didampingi PAC Pakis Aji segera bergerak menuju lokasi untuk memberikan bantuan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPC Srikandi Squad Nusantara, Bapak Eko Basuki, Ketua Harian Bapak Wawan, serta anggota lainnya, termasuk Bapak Sugeng, Bapak Inggi Tanjung, dan Bapak Harianto. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Inggi menyampaikan apresiasi terhadap gerak cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. Ia berharap sinergi antara anggota PAC Pakis Aji dengan masyarakat di Desa Tanjung bisa semakin erat, sehingga ke depan dapat lebih cepat dan tanggap dalam menghadapi berbagai situasi darurat. “Kami sangat bangga dengan inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Srikandi Squad Nusantara. Semoga para anggota di PAC Pakis Aji semakin aktif bersinergi dalam berbagai kegiatan sosial di Desa Tanjung,” ungkap Bapak Inggi. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di wilayah rawan longsor. Dukungan dan kerja sama antara berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat membantu warga yang terdampak serta memperkuat solidaritas dalam menghadapi situasi sulit. Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara terus mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan selalu siap siaga dalam menghadapi bencana. Semoga kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara:23-Maret-2025 Hujan deras yang mengguyur wilayah Senggrong, Kecamatan Pakis Aji, mengakibatkan tanah longsor yang menimpa rumah salah satu warga. Kejadian yang terjadi pada Minggu sore, pukul 17.00 WIB, mengakibatkan kerusakan di rumah milik Bapak Agus yang berlokasi di RT 29/04, Dukuh Gronggong, Desa Tanjung. Longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi serta posisi rumah yang berada di bawah tebing. Material tanah yang longsor menyebabkan kerusakan pada bagian rumah, meski beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Mendengar kabar tersebut, Srikandi Squad Nusantara segera turun ke lokasi untuk meninjau kondisi korban dan memberikan bantuan darurat. Kehadiran tim ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Selain memberikan bantuan, tim juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan warga sekitar serta mencegah longsor susulan Upaya Tanggap Darurat dan Imbauan Tim relawan dan warga sekitar bekerja sama untuk membersihkan puing-puing akibat longsor. Selain itu, pihak berwenang juga melakukan asesmen terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan longsor lanjutan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor. Langkah-langkah pencegahan seperti menjaga kelestarian vegetasi di daerah perbukitan serta menghindari pembangunan rumah di lereng curam sangat disarankan guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang. Srikandi Squad Nusantara mengajak semua pihak untuk saling membantu dalam menghadapi bencana alam serta terus meningkatkan kesadaran akan mitigasi bencana demi keselamatan bersama.(Wely-jateng)
Cirebon, Bidik-kasusnews.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, suasana Pasar Perumnas Cirebon semakin ramai oleh para pembeli yang berburu kebutuhan Lebaran. Namun, di balik keramaian itu, aksi pencopetan makin marak. Modusnya pun semakin lihai—menggunakan silet atau pisau cutter untuk menyayat tas korban tanpa disadari. Salah satu korban terbaru adalah seorang ibu paruh baya berusia 84 tahun yang kehilangan uang Rp 600.000 saat sedang berbelanja pada Minggu (23/3). Sang ibu yang datang ke pasar bersama menantunya tak menyangka bahwa tas yang dibawanya telah disayat pelaku. Saat hendak membayar belanjaan, ia baru menyadari bahwa dompet kecil berisi uang telah raib. “Padahal saya yakin uangnya ada di dalam tas, tapi tiba-tiba sudah hilang. Saya juga tidak merasa ada yang menyentuh atau mencurigakan,” ujar korban dengan wajah sedih. Kejadian ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, seorang ibu juga mengalami nasib serupa saat berbelanja di pasar yang sama. Aksi para pencopet ini diduga semakin merajalela karena minimnya pengawasan dari petugas keamanan pasar serta kondisi pasar yang padat dan berdesakan, membuat pelaku leluasa beraksi. Para pedagang dan pengunjung pun mulai resah. Mereka berharap ada peningkatan pengamanan di pasar, terutama di momen menjelang Lebaran, di mana perputaran uang tinggi dan pengunjung semakin membludak. “Kami harap ada tindakan dari pihak terkait, baik dari pengelola pasar maupun aparat kepolisian. Jangan sampai banyak korban lagi,” ujar salah satu pedagang pasar. Masyarakat, khususnya ibu-ibu yang sering berbelanja ke pasar, diimbau untuk lebih waspada. Hindari membawa uang dalam jumlah besar, gunakan tas dengan resleting kuat, dan selalu perhatikan barang bawaan. Jangan sampai momen bahagia menjelang Idul Fitri berubah menjadi petaka akibat kelengahan. (Reporter: Rico)
Cirebon, Bidik-kasusnews.com – Keluhan demi keluhan terus terdengar dari warga Kota Cirebon dan para pengguna jalan yang melintas di berbagai ruas jalan kota. Kondisi jalan yang rusak parah dan berlubang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara. Warga mengaku kecewa karena hingga saat ini perbaikan jalan terkesan dilakukan setengah hati. Meski sempat ada upaya penambalan di beberapa titik, seperti di Jalan Ciremai Raya Perumnas dan Kesambi, namun pengerjaan yang terburu-buru membuat hasilnya tidak maksimal. Masih banyak jalan berlubang yang belum tersentuh perbaikan. “Jalan ini sudah lama rusak, dan sampai sekarang masih seperti ini. Perbaikan yang dilakukan hanya tambal sulam, bahkan ada yang dikerjakan asal-asalan,” keluh seorang pengguna jalan. Keprihatinan ini semakin menjadi karena sebentar lagi memasuki musim mudik Lebaran 2025. Lonjakan kendaraan yang melintas di Kota Cirebon diperkirakan akan meningkat, memperparah kondisi jalan yang sudah rusak. Pengendara yang melintas pun terpaksa ekstra waspada agar tidak terperosok ke lubang jalan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Yang lebih memprihatinkan, anggaran dari Provinsi dan dana bagi hasil yang diterima Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cirebon melalui Bina Marga diduga tidak sepenuhnya digunakan untuk perbaikan jalan. Miliaran rupiah yang seharusnya dialokasikan untuk infrastruktur jalan, dipertanyakan keberadaannya oleh warga. “Sebenarnya anggaran itu ada, tapi kok perbaikannya lambat dan tidak menyeluruh? Kami sebagai warga hanya ingin jalan yang layak dan aman,” ujar seorang warga dengan nada geram. Sebelumnya, beberapa media sudah melaporkan kondisi ini kepada pihak terkait. Meski sempat ada respons berupa perbaikan di beberapa titik, tetapi hasilnya belum maksimal. Kini, warga berharap Wali Kota Cirebon segera turun tangan untuk memastikan perbaikan jalan dilakukan dengan serius dan transparan. Jalan yang baik akan menunjang kelancaran ekonomi dan mobilitas warga. Kini, bola ada di tangan pemerintah. Akankah mereka mendengar jeritan warga atau membiarkan jalan-jalan di Kota Cirebon terus berlubang? (Reporter: Rico)
Majalengka,Bidik-kasusnews.com – Dalam menunjang kesehatan dan stamina anggota Polri, Si Dokkes Polres Majalengka Polda Jabar melakukan pemeriksaan kesehatan di sejumlah Pos Pam dan Pos Yan di wilayah hukum Polres Majalengka, Sabtu malam (22/3/2025). Pelayanan yang diberikan berupa pemeriksaan tekanan darah, pengecekan darah sederhana berupa : Gds, Asam Urat dan Kolesterol, Pemberian masker dan Konsultasi Kesehatan dengan melakukan pemeriksaan tensi serta melayani keluhan personil, memberikan obat dan vitamin. Pemeriksaan kesehatan di gelar di beberapa Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Ops Ketupat Lodaya 2025 diantaranya Pospam Majalengka Kota, Pospam Jatiwangi dan Posyan Res Area Tol Cipali KM 166. Hal ini dalam rangka mengecek kondisi kesehatan petugas selama melaksanakan pengamanan Lebaran 2025. Kasi Dokkes Polres Mrajalengka mengatakan, kegiatan pemeriksaan kesehatan ini kami gelar untuk mendukung kesehatan personil gabungan pengamanan Lebaran, dalam menunjang pelaksanaan tugas di lapangan dalam melayani masyarakat,” Ucapnya. Pemeriksaan kesehatan ini juga dilakukan terhadap TNI, Instansi lain maupun masyarakat yang ada di sekitar Pospam. Dengan langkah ini, Polres Majalengka menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan dan kesiapan personelnya demi menjamin kelancaran dan keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2025 dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Majalengka. Asep Rusliman
Medan,Bidik-kasusnews.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi Polda Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu (22/3/2025). Dalam kunjungan ini, ia meninjau renovasi Masjid Al-Hidayah, menghadiri kegiatan bakti sosial, serta menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru. Setibanya di Masjid Al-Hidayah Polda Sumut, Kapolri disambut oleh Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen Rio Firdianto, serta pimpinan dan perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut. Irwasda Polda Sumut, Kombes Nanang Masbudi, memberikan penjelasan mengenai progres renovasi masjid tersebut. Setelah itu, Jenderal Sigit mengunjungi lokasi Bakti Kesehatan TNI-Polri, yang menargetkan 1.000 penerima manfaat. Kegiatan ini mencakup layanan pengobatan umum, pemeriksaan gigi, serta pemberian kacamata dan tongkat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kabiddokkes Polda Sumut, Kombes dr. Ginting, turut memberikan laporan mengenai pelaksanaan bakti kesehatan ini. Kapolri juga menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Ditlantas dan Ditresnarkoba Polda Sumut. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat serta alat bantu bagi penyandang disabilitas. Total bantuan sosial yang disalurkan mencapai 1.000 paket, yang berisi bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan roti kaleng. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kapolri meresmikan renovasi Masjid Al-Hidayah dengan penandatanganan prasasti. Ia juga secara simbolis melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan helipad di lingkungan Polda Sumut.(asep/Red)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, bersama Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, serta jajaran kepala daerah, melakukan tinjauan langsung terhadap kondisi infrastruktur di Karimunjawa pada Sabtu (22/3/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran aksesibilitas ke kawasan wisata Karimunjawa, yang semakin berkembang sebagai destinasi unggulan. Dalam tinjauan tersebut, Bupati Jepara menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa kondisi jalan di Karimunjawa dan akan segera melakukan perbaikan setelah Lebaran. “Kami akan melakukan penanganan melalui klinik jalan secara menyeluruh pada ruas jalan kabupaten di Karimunjawa sepanjang 25 kilometer, dengan menggunakan material yang lebih baik dan tahan lama,” ujar Bupati saat memeriksa kondisi jalan. Selain penambalan jalan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan proposal pengajuan perbaikan infrastruktur kepada pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Jika disetujui, maka perbaikan ini akan dilanjutkan dengan pengaspalan total pada tahun 2026. Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, memberikan dukungan penuh terhadap upaya tersebut. “Kami akan mendukung langkah-langkah Bupati dalam menyelesaikan masalah infrastruktur di Karimunjawa. Tanpa infrastruktur yang baik, pengoptimalan sektor wisata akan sulit tercapai,” kata Agus Sutisna. Komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di Karimunjawa diharapkan dapat memperlancar akses wisatawan dan masyarakat setempat. Dengan akses jalan yang lebih baik, potensi wisata Karimunjawa dapat berkembang secara maksimal, memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jepara juga terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata dengan berbagai langkah strategis, termasuk peningkatan fasilitas pendukung dan promosi wisata yang lebih luas. Dengan adanya perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan, Karimunjawa semakin siap menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 22 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Papasan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, menyebabkan terjadinya tanah longsor pada Sabtu (22/3) sekitar pukul 17.15 WIB. Longsoran tanah dari tebing setinggi 7 meter mengakibatkan tembok rumah milik Ibu Suni (55 tahun) jebol. Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, pemilik rumah mengalami kerugian materil yang diperkirakan mencapai Rp. 8.500.000,-. Kepala Desa papasan saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan whatsap Sabtu(22/03/2025)Menyampekan Menurut kesaksian warga sekitar, Suluri (44 tahun) dan Sholeh (33 tahun) yang tinggal di RT 02 RW 01, kejadian ini berlangsung tiba-tiba. Saat itu, Suluri mendengar suara gemuruh dari arah rumah Ibu Suni. Merasa curiga, ia bersama Sholeh segera mengecek asal suara tersebut. Ketika mereka sampai di lokasi, tembok rumah Ibu Suni sudah dalam keadaan jebol akibat dorongan tanah longsoran. Diduga, kondisi tanah yang labil akibat curah hujan yang tinggi menjadi penyebab utama longsor tersebut.ujar kepala desa Kerugian dan Tindak Lanjut Kerugian yang dialami oleh Ibu Suni diperkirakan mencapai Rp. 8.500.000,-, mencakup kerusakan tembok rumah dan perabotan yang terkena dampak longsor. Warga setempat bersama pihak terkait segera melakukan pembersihan dan gotong royong untuk membantu korban membersihkan puing-puing. Pihak berwenang diharapkan dapat memberikan bantuan serta solusi pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di daerah yang rawan longsor. Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi bencana, terutama di musim hujan dengan curah hujan tinggi. Kesimpulan Bencana tanah longsor di Desa Papasan, Bangsri, Jepara menjadi peringatan bagi warga yang tinggal di daerah berbukit untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Tindakan pencegahan, seperti memperkuat struktur tanah dan membangun sistem drainase yang baik, menjadi langkah penting guna menghindari kejadian serupa di masa depan. Semoga korban dapat segera mendapatkan bantuan, dan pemerintah setempat dapat mengambil langkah preventif untuk mengantisipasi bencana serupa.(Wely-jateng)
BIDIK-KASUS.COM, MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT Dalam situasi yang serius ini, ironisnya, PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) seolah-olah buta dan tuli terhadap keluhan warga. Padahal, dampak pencemaran udara dan kerusakan jalan sudah sangat jelas terlihat. Warga yang seharusnya hidup damai justru harus berjuang untuk hak dasar mereka: udara bersih dan jalan yang layak. Jika ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Dusun Kembang Lada akan menjadi laboratorium pencemaran udara terbesar di Provinsi Kalimantan Barat. Adalah warga Dusun Kembang Lada, Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat resah. Itu dampak akibat pencemaran udara yang diduga berasal dari aktivitas pabrik PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI). Kamis 20 Maret 2025 malam jadi saksi bisu keheningan desa. Warga serius menggelar rapat darurat untuk membahas dampak pencemaran tersebut, termasuk masalah kesehatan, kerusakan jalan, dan risiko bencana banjir yang semakin parah. Dampak Kesehatan dan Lingkungan Akibat Pencemaran Udara Ketua rapat, M Daud, mengingatkan banyak warga mengalami sesak napas dan gatal-gatal akibat buruknya kualitas udara. “Kami tidak bisa lagi mengabaikan dampak kesehatan yang dialami warga. PT BAI harus segera mengambil langkah nyata,” tegasnya. Warga juga menyoroti risiko bencana banjir yang semakin mengancam nyawa manusia di daerah tersebut. Kerusakan Jalan Poros Bukit Batu Jadi Sorotan Selain pencemaran udara, warga juga meminta Pemerintah Kabupaten Mempawah, khususnya Dinas PUPR, untuk segera memperbaiki jalan poros Bukit Batu yang rusak. Kondisi jalan yang semakin memburuk dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan. “Jalan ini sudah tidak layak digunakan. Jika tidak segera diperbaiki, bisa menimbulkan kecelakaan,” ujar salah seorang warga. Maman Suratman Ditunjuk Sebagai Perwakilan Warga Sebagai langkah konkret, warga sepakat menunjuk Maman Suratman, S.Pd.I, M.Sos, sebagai perwakilan resmi untuk memperjuangkan aspirasi mereka. Maman menegaskan, PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) harus bertanggung jawab atas pencemaran udara yang terjadi dan memberikan kompensasi yang adil bagi masyarakat terdampak. “Kami menuntut perusahaan untuk segera bertindak. Masyarakat yang mengalami dampak kesehatan dan ekonomi harus mendapatkan kompensasi yang layak,” tegas Maman. Tuntutan Kompensasi dan Relokasi Jadi Opsi Terakhir Maman juga menyebut bahwa jika pencemaran terus berlanjut tanpa penyelesaian yang jelas, relokasi bisa menjadi opsi terakhir. “Masyarakat Dusun Kembang Lada siap direlokasi, tetapi harus dengan ganti rugi yang disepakati bersama antara perusahaan dan warga,” tambahnya. Warga juga mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan efektif dalam mengatasi pencemaran udara dan melindungi hak-hak masyarakat yang terdampak. Warga Bertekad Awasi Tuntutan Hingga Ada Respons Nyata Rapat ini diakhiri dengan keputusan bahwa warga akan terus mengawal tuntutan mereka hingga ada respons nyata dari PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) maupun pemerintah daerah hingga pusat. Maman Suratman, sebagai penerima mandat, berjanji akan melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat Dusun Kembang Lada. “Kami tidak akan berhenti sampai ada solusi yang jelas dan adil bagi warga,” tegas Maman. //Deskripsi// Warga Dusun Kembang Lada, Desa Bukit Batu, Mempawah, resah akibat pencemaran udara dari PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI). Dampak kesehatan, kerusakan jalan, dan risiko banjir jadi sorotan. Warga desak PT BAI bertanggung jawab dan minta kompensasi sekarang juga, gak pake lama-lama lah itu. //Tags// Pencemaran Udara PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) Warga Dusun Kembang Lada Dampak Kesehatan Lingkungan Kerusakan Jalan Bukit Batu Tuntutan Kompensasi Warga Relokasi Warga Mempawah Sumber: FW LSM Kalbar indonesia (Team/read)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) bagi empat Kapolres yang baru dilantik di Aula Lantai 2 Mapolda Jateng. Dalam kesempatan itu, Irjen Ribut memberikan pesan penting kepada para Kapolres yang baru agar segera beradaptasi dengan wilayah tugasnya, serta fokus pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.21 Maret 2025 Irjen Ribut menekankan pentingnya peran Kapolres dalam menjaga keamanan selama perayaan Idulfitri dan arus mudik. “Saya berharap para Kapolres dapat bekerja maksimal dalam memastikan keamanan pemudik serta kelancaran perayaan Idulfitri tahun ini,” ujar Irjen Ribut. Selain itu, Kapolda Jateng juga menjelaskan bahwa rotasi jabatan di kepolisian merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja. Dia mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi mereka selama bertugas dan berharap pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab yang ada. Irjen Ribut mengingatkan para Kapolres untuk memahami karakter masyarakat di wilayah masing-masing dan berpikir strategis dalam setiap pengambilan keputusan. Ia juga menyoroti kesiapan jajaran kepolisian dalam menjalankan Operasi Ketupat Candi 2025 yang bertujuan mengamankan arus mudik dan perayaan Lebaran. Dengan adanya rotasi jabatan ini, Kapolda berharap kinerja Polda Jawa Tengah semakin baik, dengan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat, terutama selama masa-masa perayaan besar seperti Idulfitri.(Wely-jateng) Sumber:jpnn.com(22/03/2025)