Bidik-kasusnews.com,Melawi Kalimantan Barat Proyek peningkatan jalan di ruas Jalan Sayan yang dibiayai melalui APBD Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2024 kembali menuai sorotan publik. Meski baru selesai dikerjakan, kondisi jalan dilaporkan sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik, sehingga memicu keluhan dari warga setempat. Proyek tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat, melalui Bidang Bina Marga, dengan durasi kontrak 140 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender. Berdasarkan data dari portal LPSE Provinsi Kalimantan Barat, pekerjaan dengan kode lelang 9503097 ini memiliki nilai pagu Rp50.865.220.000,00 dan HPS Rp50.864.987.000,00, dengan pelaksana pekerjaan tercatat PT Arony Duta Indotama. Warga Keluhkan Kerusakan Dini Di lapangan, sejumlah warga mengungkapkan kekecewaannya. Mereka menilai kualitas jalan yang baru selesai dikerjakan tersebut jauh dari harapan. Beberapa kerusakan yang terlihat antara lain: Retakan pada beberapa titik Pengelupasan permukaan aspal Lubang kecil yang mulai muncul Batas aspal dengan bahu jalan dipenuhi kerikil Struktur bahu jalan tampak tidak padat Material mudah tergerus air saat hujan “Kami ingin pekerjaan ini benar-benar dikerjakan dengan kualitas yang baik. Jangan sampai baru beberapa bulan selesai, jalannya sudah rusak lagi,” ujar salah seorang warga. Warga lainnya menambahkan bahwa kondisi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada musim hujan. “Ini jalan umum yang dipakai masyarakat. Apalagi nilainya mencapai puluhan miliar. Seharusnya hasilnya sepadan,” tegasnya. Diduga Lemahnya Pengawasan Kerusakan pada proyek yang masih berada dalam masa pemeliharaan memunculkan dugaan bahwa pengawasan dari pihak terkait tidak berjalan optimal. Seorang pemerhati pembangunan lokal menyebutkan bahwa proyek dengan nilai besar seharusnya menerapkan standar konstruksi jalan nasional secara ketat, mulai dari pemadatan lapisan dasar hingga kualitas material yang digunakan. “Kalau kualitas pekerjaan benar, jalan tidak mungkin rusak secepat ini. Pihak Dinas PUPR Provinsi Kalbar harus turun mengecek fisik, jangan hanya menerima laporan administrasi,” ujarnya. Desakan Evaluasi Menyeluruh Masyarakat meminta Pemerintah Provinsi Kalbar untuk segera: Melakukan pengecekan lapangan Melaksanakan audit mutu pekerjaan Mengevaluasi pengawasan internal Mewajibkan kontraktor memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan masa pemeliharaan Mengusut jika terdapat dugaan pelanggaran spesifikasi atau praktik yang merugikan keuangan negara “Proyek ini menggunakan uang rakyat. Kami berharap hasilnya sesuai anggaran dan bisa bermanfaat dalam jangka panjang,” kata salah satu warga. Dengan nilai anggaran yang mencapai lebih dari Rp 50 miliar, warga berharap ruas Jalan Sayan dapat menjadi akses transportasi yang aman, nyaman, dan layak, bukan sebaliknya memunculkan kekhawatiran akibat kerusakan dini. Belum Ada Keterangan Resmi Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana maupun Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan warga dan kondisi kerusakan yang terjadi di lapangan. (Team/read)

CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Apel Hari Bakti PU ke-80 di halaman DPUTR sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi insan Pekerjaan Umum sekaligus memperkuat komitmen pembangunan infrastruktur yang merata. ‎ ‎Apel dipimpin Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag, didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR, R. Tomy Hendrawan, S.T. serta jajaran struktural dan perwakilan Dinas Perhubungan. ‎ ‎Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan sinergi pemerintah daerah dalam meningkatkan mobilitas dan kualitas layanan publik. ‎ ‎Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa tema nasional “Infrastruktur Berkeadilan, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” menjadi arah pembangunan di Kabupaten Cirebon. ‎ ‎Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terfokus di kawasan perkotaan, tetapi harus menjangkau seluruh desa agar manfaatnya dirasakan secara merata. ‎ ‎Bupati juga mengapresiasi dedikasi insan PU yang selama ini menjadi garda terdepan pembangunan daerah. ‎ ‎Tantangan tahun-tahun mendatang, kata dia, mencakup percepatan peningkatan kualitas jalan, drainase, irigasi, serta infrastruktur dasar lainnya. ‎ ‎Momentum Hari Bakti PU ke-80 ini sekaligus menjadi evaluasi program 2024 dan penegasan target pembangunan tahun 2025, seiring telah disahkannya anggaran DPUTR dalam APBD 2025. ‎ ‎Di akhir amanat, Bupati mengajak seluruh insan PU menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian demi mewujudkan infrastruktur yang berkeadilan dan mendukung kesejahteraan masyarakat. (Amin)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pangkalan TNI AL (Lanal) Bandung Pos TNI AL Ujunggenteng bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat menggelar aksi bersih-bersih pantai di kawasan wisata Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, Selasa (2/12/2025). ‎ ‎Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Jabar Raksa Sagara 2025. ‎ ‎Aksi berlangsung di dua lokasi utama yaitu Pantai Pangumbahan, yang merupakan kawasan konservasi penyu, dan Pantai Ujunggenteng, destinasi wisata unggulan di selatan Sukabumi. ‎Berbagai unsur lintas sektor terlibat, antara lain TNI AL, TNI AU Satrad 402 Cibalimbing, TNI AD Koramil 2214 Surade, Forkopimcam Ciracap ‎ ‎Selain itu ikut berpartisipasi dari kesatuan Polairud, Polsus KKP, Satpel Konservasi Penyu, Syahbandar, Puskesmas Ciracap, HNSI, Balawista, Karang Taruna, serta Organisasi Penggerak Wisata. ‎ ‎Danpos AL Ujunggenteng, Letda Laut Andri Kurniawan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi wujud nyata komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian pesisir. ‎ ‎“Dengan semangat Jalesveva Jayamahe dan Jabar Istimewa, menjaga laut harus dimulai dari tindakan nyata dan dilakukan bersama,” ujar Letda Andri. ‎ ‎Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program Raksa Sagara dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir baik untuk wisatawan maupun biota laut. ‎ ‎Aksi ini juga diapresiasi warga. Wandi, pemilik warung setempat, berharap pantai yang lebih bersih dapat meningkatkan kunjungan wisata, terutama menjelang libur akhir tahun. ‎ ‎“Mudah-mudahan dengan kondisi pantai yang bersih, jumlah pengunjung meningkat saat Tahun Baru 2026,” ujarnya. ‎ ‎Kegiatan bersih-bersih ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian pesisir Ujunggenteng serta menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Seorang pria bernama Didi (45), warga Desa Cipinang, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, ditemukan meninggal dunia di WC Masjid Nuhurhuda, Kampung Gandasoli, Desa Ciparay, Kecamatan Jampangkulon, Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. ‎ ‎Kapolsek Jampangkulon Iptu Muhlis mengatakan, penemuan jasad tersebut bermula ketika Dadim, warga setempat yang tengah bekerja di rumah warga dekat masjid, hendak menggunakan MCK sekitar pukul 09.00 WIB. ‎ ‎”Ia mendengar suara seseorang buang air besar disertai rintihan kesakitan dari dalam WC yang terkunci. Dadim kemudian memanggil warga lain, termasuk Tata, untuk memastikan kondisi di dalam,” kata Iptu Muhlis. ‎ ‎Karena suara rintihan tak kunjung berhenti, warga berinisiatif membuka pintu dari atas dengan menggunakan tangga. Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam posisi meringkuk dan sudah tidak sadarkan diri. ‎ ‎Korban kemudian dievakuasi dan diperiksa oleh tenaga medis Puskesmas Jampangkulon, dr. Adi Yusuf, yang memastikan bahwa Didi telah meninggal dunia. ‎ ‎Korban diketahui bekerja sebagai kolektor kredit pakaian di CV Lintang Grup dan baru dua bulan bekerja. Menurut pengurus cabang perusahaan, Maman, almarhum berangkat dari kontrakannya di Surade sekitar pukul 08.00 WIB dalam keadaan sehat tanpa keluhan apa pun. ‎ ‎Tindakan aparat kepolisian dari Polsek Jampangkulon meliputi mendatangi lokasi, mengevakuasi korban, mengamankan TKP, meminta keterangan saksi, berkoordinasi dengan pihak medis, serta menghubungi keluarga korban. ‎ ‎Hasil pemeriksaan luar dari dr. Adi Yusuf menunjukkan adanya memar di bagian kepala kanan yang diduga akibat benturan saat jatuh, serta lendir kecokelatan dari hidung. ‎ ‎Tidak ditemukan tanda kekerasan fisik lainnya. Pemeriksaan lanjutan di RSUD Jampangkulon oleh dr. Mega memastikan tidak ada luka terbuka. Korban diduga meninggal akibat serangan jantung dan pecah pembuluh darah. ‎ ‎Barang-barang yang diamankan dari korban antara lain satu unit sepeda motor Honda Supra X, sebuah tas berisi buku catatan tagihan, dompet, uang tunai Rp163.000, serta topi berwarna hitam. ‎ ‎Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima musibah ini sebagai takdir. Jenazah telah dibawa ke ruang jenazah RSUD Jampangkulon untuk proses selanjutnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pelayanan Bank BRI KCP Minajaya, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mendapat apresiasi dari paralegal Cici Amelia. ‎ ‎Salah satu mantri, Raden Galih Rakasiwi, dinilai menunjukkan respons cepat dan kebijakan yang membantu nasabah, khususnya mereka yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran. ‎ ‎Galih, yang mewakili Kepala Kantor BRI KCP Minajaya, memberikan ruang kebijakan kepada seorang nasabah bernama Said dengan menyesuaikan skema pembayaran berdasarkan kemampuan. ‎ ‎Kebijakan tersebut mencakup penghapusan suku bunga, merujuk pada ketentuan dari Kementerian Keuangan. ‎ ‎Ia menegaskan bahwa penghapusan bunga bukan berarti menghapus kewajiban nasabah. Said tetap harus memenuhi pembayaran pokok setiap bulan sesuai ketentuan, sementara beban bunga tidak lagi dibebankan. ‎ ‎“Hal ini sesuai dengan aturan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang kami terapkan di BRI KCP Minajaya,” ujarnya, Selasa (2/12/2025). ‎ ‎Dia menilai pelayanan tersebut sangat membantu kliennya. Menurutnya, respons Galih dan jajaran KCP BRI Minajaya menunjukkan komitmen untuk mendengar dan memahami keluhan baik nasabah baru maupun lama. ‎ ‎“Atas pelayanan ini, kami menilai Raden Galih Rakasiwi dan pimpinan KCP BRI Minajaya layak mendapat promosi. Semoga bisa menjadi contoh bagi KCP BRI lainnya di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Sukabumi,” ujar Cici. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dorongan publik untuk mempercepat penuntasan kasus korupsi kembali menguat di Kota Sukabumi. Senin 1 Desember 2025, DPC Lembaga Satuan Pelajar Mahasiswa Diaga Sukabumi Raya menggelar aksi demonstrasi. ‎ ‎Selain itu perwakilan mahasiswa juga mengadakan audiensi di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, menuntut kepastian atas sederet perkara yang dinilai tak kunjung menunjukan progres jelas. ‎ ‎Aksi yang diikuti sekitar 15 orang itu berawal dari Gelanggang Cisaat. Massa kemudian melakukan konvoi menuju kantor Kejari di Gunungparang, Cikole. Setelah menyampaikan orasi dan membacakan dokumen tuntutan, perwakilan demonstran diterima dalam audiensi resmi. ‎ ‎Dalam forum tersebut, Ketua DPC Diaga, Dasep Indra Witarsa, menyampaikan bahwa lembaganya telah mengirimkan somasi terkait perkembangan sejumlah kasus tindak pidana khusus, termasuk dugaan korupsi Pasar Gudang tahun 2023 serta dugaan penyimpangan retribusi lahan parkir 2023–2024. ‎ ‎Ia mengkritisi lamban dan minimnya respons dari Kejari dan mempertanyakan komitmen lembaga penegak hukum dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. ‎ ‎Tidak hanya itu, Tim Kajian Diaga mengungkapkan kekhawatiran mengenai mandeknya proses hukum, terutama pada kasus yang diduga melibatkan mantan pejabat Pemkot Sukabumi dan pihak swasta. ‎ ‎Mereka mendesak Kejaksaan membuka perkembangan penanganan secara terang, sekaligus menindak oknum internal yang dianggap menghambat jalannya penyelidikan. ‎ ‎Kasi Pidsus Kejari Kota Sukabumi, Muhammad Haris, SH MH, menjawab bahwa sampai saat ini belum ada perkara tindak pidana korupsi yang masuk tahap penetapan tersangka. ‎ ‎Ia menegaskan proses penyidikan tetap berjalan. Untuk kasus Pasar Gudang, penghitungan kerugian negara tengah dilakukan dan pemeriksaan saksi telah berlangsung. ‎ ‎Adapun perkara retribusi parkir masih berada pada tahap penyelidikan dengan dukungan kajian ahli. ‎ ‎“Apa pun laporan yang masuk, kami proses sesuai prosedur,” ujarnya dalam audiensi tersebut. ‎ ‎Aksi berjalan singkat dan kondusif. Pengamanan dilakukan oleh personel Polres Sukabumi Kota bersama instansi terkait hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 10.15 WIB. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pengurus DPC Apdesi Merah Putih Kabupaten Sukabumi periode 2025–2030 resmi dilantik di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Senin (1/12/2025). ‎ ‎Pelantikan dihadiri Gubernur Jawa Barat H Dedi Mulyadi, Bupati Sukabumi H Asep Japar, Sekda H Ade Suryaman, unsur Forkopimda, anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, serta jajaran DPD Apdesi Merah Putih Jawa Barat. ‎ ‎Susunan pengurus lengkap, mulai dari penasihat, ketua, wakil ketua, hingga jajaran anggota, dikukuhkan untuk mengemban tugas organisasi lima tahun ke depan. ‎ ‎Gubernur Jawa Barat H Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya soliditas kepala desa dan sinkronisasi program pembangunan antara desa, kabupaten, dan provinsi. ‎ ‎Menurutnya, kompleksitas persoalan Sukabumi hanya dapat diatasi melalui konektivitas wilayah dan perencanaan pembangunan terpadu. ‎ ‎“Masalah Sukabumi tidak berdiri sendiri. Perbaikan infrastruktur harus terkoneksi antardesa dan antardaerah,” ujarnya. ‎ ‎Dedi menargetkan seluruh jalan desa di Jawa Barat saling terhubung dan selesai dibeton pada 2027, sekaligus memastikan pemerintah provinsi akan mendukung kebutuhan infrastruktur dasar desa. ‎ ‎“Kalau ada jalan rusak, jangan salahkan bupati. Tanggung jawab gubernur,” tegasnya. ‎ ‎Ia juga mengingatkan para kepala desa untuk memperbaiki pola pikir, bekerja profesional, dan menghindari stigma negatif masyarakat. ‎ ‎Bupati Sukabumi H Asep Japar mengapresiasi perhatian Gubernur dan meminta seluruh kepala desa di Kabupaten Sukabumi mendukung kebijakan pembangunan provinsi maupun pusat. ‎ ‎“Ini perhatian besar untuk kita. Maka seluruh kebijakan harus didukung bersama,” kata Bupati. ‎ ‎Asep juga menekankan pentingnya kekompakan dan komunikasi yang sehat antara desa dan pemerintah daerah agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan cepat. ‎ ‎Ketua DPD Apdesi Merah Putih Jawa Barat, Sukarya, turut mengapresiasi pelantikan yang dinilai sebagai momentum penting, terlebih karena dihadiri langsung oleh gubernur. ‎ ‎Ia menekankan pentingnya menjaga etika organisasi dan menyampaikan aspirasi secara benar. ‎ ‎Sementara itu, Ketua DPC Apdesi Merah Putih Kabupaten Sukabumi, Deden Deni Wahyudin, menyatakan siap memperkuat sinergi dan mendukung program pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suta Widhya mengenang kembali bagaimana Gerakan 212 bermula, sembilan tahun lalu. Ia masih ingat betul rapat pada Jumat, 7 Oktober 2016, di rumah Habib Rizieq Shihab di Markas Besar FPI, KS Tubun, Jakarta. ‎ ‎Saat itu ia hadir sebagai praktisi hukum dan mengusulkan agar selain mendengar pandangan ahli pidana, perlu juga dihadirkan ahli bahasa untuk membedah ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengenai Surah Al-Maidah ayat 51. ‎ ‎Usulan itu disetujui dan menjadi dasar lahirnya aksi pertama pada 14 Oktober 2016 di depan Balai Kota DKI Jakarta. ‎ ‎Bagi Suta, aksi yang diikuti lebih dari dua puluh ribu orang tersebut menjadi sinyal awal bahwa publik menilai Ahok telah melampaui batas ketika berbicara mengenai ayat suci umat Islam. ‎ ‎Dari situ gelombang aksi terus membesar. Ia menyebutkan bagaimana Aksi 411 dan kemudian 212 menjadi rangkaian demonstrasi yang tersusun rapi seperti barisan yang kompak, menggambarkan ketaatan massa dalam menyampaikan aspirasi. ‎ ‎Ia melihat Gerakan 212 bukan semata aksi protes, tetapi simbol persatuan umat Islam yang menuntut penegakan hukum. Aksi puncak pada 2 Desember 2016, yang dihadiri jutaan peserta dari berbagai daerah, menurutnya menjadi momentum terbesar yang menandai perubahan lanskap sosial-politik Indonesia. ‎ ‎Ketidakhadiran Presiden Joko Widodo kala itu menjadi salah satu hal yang diingat publik, sementara tuntutan massa dan tekanan publik akhirnya membawa Ahok pada kekalahan dalam Pilgub serta vonis dua tahun penjara. ‎ ‎Suta juga mencatat perubahan yang muncul setelahnya: meningkatnya konservatisme, menguatnya ekspresi keagamaan di ruang publik, serta polarisasi masyarakat yang semakin terasa. ‎ ‎Namun dari semua itu, ia menggarisbawahi satu hal: kedisiplinan massa 212 yang menurutnya tidak pernah meninggalkan kerusakan atau sampah. Panitia saat itu menyiapkan petugas kebersihan internal untuk memastikan seluruh area tetap tertib. ‎ ‎Menjelang Reuni 212 tahun 2025, Suta menilai gerakan ini telah berkembang semakin dewasa dan cerdas. Ia berharap momentum tahunan tersebut bukan hanya menjadi ajang temu kembali, tetapi melahirkan resolusi penting bagi umat. ‎ ‎Menurutnya, masyarakat kini lebih peka terhadap fenomena sosial dan situasi bangsa, sehingga gerakan 212 harus mampu menjawab tantangan zaman yang terus berubah. (Dicky)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 30 November 2025 — Program turun gunung 100 hari pascadeklarasi kembali dilaksanakan oleh Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Bapak Eko Basuki atau yang akrab disapa Mbah So, pada Minggu sore (30/11) sekitar pukul 16.15 WIB. Kali ini, kunjungan dilakukan ke Ranting Kecamatan Tahunan, Jepara. Kedatangan Ketua DPC disambut hangat oleh Ketua Ranting Tahunan, Bapak H. Purwanto, beserta seluruh anggota ranting. H. Purwanto menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran langsung Ketua DPC untuk memberikan arahan, motivasi, serta memperkuat komunikasi organisasi di tingkat ranting. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Eko Basuki. Arahan dan masukan beliau sangat bermanfaat bagi perkembangan keanggotaan di Ranting Tahunan. Kami siap mendukung penuh program turun gunung ini,” ujar H. Purwanto. Dalam kesempatan tersebut, Mbah So mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme dan kekompakan anggota ranting yang begitu luar biasa. Ia menyebutkan bahwa banyak masukan berharga dari para anggota ranting yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi DPC Squad Nusantara Jepara. “Saya sangat bangga melihat semangat para anggota ranting Tahunan. Banyak masukan yang luar biasa untuk memperkuat Squad Nusantara Jepara ke depannya agar lebih solid, kompak, dan berjiwa korsa,” kata Mbah So. Acara temu muka tersebut berlangsung penuh keakraban. Dialog dua arah antara pengurus DPC dan anggota ranting menjadi ruang penting untuk memperkuat hubungan internal. Berbagai aspirasi, ide, dan harapan disampaikan secara terbuka oleh anggota ranting Tahunan. Kegiatan ditutup dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan penguatan solidaritas antaranggota. Program turun gunung ini rencananya akan terus dilaksanakan di seluruh ranting dalam rangka mempererat konsolidasi organisasi hingga ke akar rumput.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 30 November 2025 — Program Turun Gunung 100 Hari yang sedang digalakkan DPC Squad Nusantara Jepara kembali menyasar ranting-ranting di wilayah kabupaten. Kali ini, Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Bpk. Eko Basuki (Mbah So), hadir langsung di Ranting Kedung pada Minggu siang pukul 13.00 WIB. Kehadiran Ketua DPC bersama jajaran, termasuk Ketua Harian Wawan dan Kepala Bidang Seni & Budaya Bpk. Arie, disambut penuh kekeluargaan oleh Ketua Ranting Kedung, Bpk. Junedi, beserta anggota ranting lainnya. Suasana hangat dan antusias terlihat sejak rombongan tiba di lokasi. Menurut Ketua Ranting Kedung, Bpk. Junedi, kunjungan Ketua DPC merupakan momen penting bagi pihaknya. “Kami sangat senang dan berterima kasih atas kehadiran Ketua DPC. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus aktif dan solid dalam berorganisasi,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa program turun gunung memberikan banyak dampak positif, mulai dari memperkuat persaudaraan hingga membuka pemahaman baru dalam menjalankan organisasi di tingkat bawah. “Program seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan anggota dan memperkokoh hubungan antar-ranting,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC Eko Basuki kembali menegaskan pentingnya loyalitas dan kecintaan terhadap organisasi. Ia mendorong anggota Ranting Kedung untuk tetap menjaga komitmen dalam membesarkan Squad Nusantara. “Saya ingin semua anggota memiliki jiwa Squad Nusantara. Tanpa rasa memiliki, organisasi tidak akan kuat,” tegasnya. Harapan juga disampaikan oleh Ketua Junedi agar program turun gunung dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Banyak manfaat yang kami rasakan untuk kemajuan ranting Kedung,” ujarnya. Kegiatan kunjungan tersebut ditutup dengan sesi makan bersama, yang semakin menguatkan rasa persaudaraan antaranggota dan menandai berakhirnya rangkaian kegiatan dengan suasana penuh keakraban.(Wely-jateng)