SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pembentukan karakter peserta didik tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran akademik. SMA Negeri 1 Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, turut memperkuat pendidikan keagamaan bagi siswi melalui kegiatan Keputrian bertema “Fiqih Muslimah”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membekali siswi dengan pemahaman keislaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan kehidupan seorang muslimah, mulai dari menjaga kesucian diri, tata cara beribadah, hingga adab dan tata krama. Kepala SMA Negeri 1 Surade, Hardika, S.Pd., mengatakan pendidikan karakter perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan akademik. Menurutnya, siswi perlu memiliki bekal ilmu agama agar mampu memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan. “Menjadi muslimah yang berilmu adalah langkah awal untuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia,” ujar Hardika saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (8/8/2026). Ia berharap kegiatan Keputrian tidak berhenti sebagai kegiatan pembinaan di lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan para siswi di luar sekolah. “Semoga kegiatan ini menjadi bekal yang bermanfaat untuk membentuk generasi muslimah yang beriman, berilmu, dan mampu mengamalkan ajaran Islam dalam setiap langkah kehidupannya,” katanya. Menurut Hardika, pemahaman terhadap fiqih Muslimah penting diberikan sejak usia sekolah karena berkaitan langsung dengan berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, para siswi juga diarahkan untuk memahami bahwa ilmu agama tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi memiliki keterkaitan erat dengan sikap, perilaku, tanggung jawab, serta pembentukan akhlak. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Surade, Sugeng Nuryanto, S.Pd., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik. Apresiasi serupa disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat, Dian Wardiana, S.Pd. Menurutnya, kegiatan Keputrian bertema Fiqih Muslimah memiliki nilai strategis karena memberikan ruang bagi siswi untuk memperdalam pemahaman keislaman sekaligus membangun jati diri yang berlandaskan akhlak. Dengan kegiatan tersebut, SMAN 1 Surade berupaya menempatkan pendidikan karakter dan nilai keagamaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Sehingga para siswi diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan, pengetahuan agama, keimanan, dan akhlak mulia. (Dicky)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus mengawal perkembangan program swasembada pangan melalui pemantauan lahan jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Monitoring dilakukan pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WITA. Petugas memantau kondisi tanaman jagung yang dibudidayakan di lahan milik Sadikin, yang tergabung dalam kelompok tani Mandiri binaan Polri. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Jagung ditanam pada 12 Mei 2026 dan saat dilakukan pemantauan telah memasuki usia sekitar 89 hari. Berdasarkan hasil monitoring, pertumbuhan tanaman tergolong baik dengan tinggi mencapai sekitar 2 hingga 2,1 meter. Komoditas yang dibudidayakan merupakan jagung pakan menggunakan benih Hibrida Bisi 18. Dalam proses budidayanya, pengelola menggunakan sekitar 100 bungkus atau 100 kilogram benih. Pemupukan dilakukan menggunakan NPK 16.16.16 dan dolomit, sedangkan pengendalian gulma menggunakan herbisida Basmilang. Pengelolaan lahan hingga saat ini masih dilakukan secara manual. Berdasarkan perkiraan perkembangan tanaman, lahan tersebut ditargetkan memasuki masa panen sekitar 10 Oktober 2026. Kapolsek Banjang melalui personelnya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan sekaligus memastikan kegiatan pertanian di wilayah hukum Polsek Banjang berjalan dengan baik. Monitoring kali ini dilaksanakan oleh Aipda Nasrullah, Aipda Robbi Utama, S.H., dan Briptu Zakir. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang dilaporkan aman dan terkendali. Pemantauan secara berkala diharapkan dapat membantu memastikan perkembangan tanaman tetap terpantau hingga memasuki masa panen. Program pengembangan jagung tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan serta pemanfaatan lahan produktif di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mengajak seluruh Komandan Satuan (Dansat) TNI Angkatan Darat untuk memperkuat kepedulian terhadap prajurit, institusi, dan masyarakat, sekaligus mendukung berbagai program strategis pemerintah sebagai wujud nyata pengabdian TNI AD kepada bangsa dan negara. Hal tersebut disampaikan Kasad saat memberikan pengarahan kepada lebih dari 700 peserta Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI AD Tahun 2026 yang dipusatkan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus), Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026). Dalam arahannya, Kasad menegaskan bahwa keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan di tingkat satuan. Seorang komandan tidak hanya dituntut mampu melaksanakan tugas operasional, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap prajurit beserta keluarganya, membangun satuan yang solid, serta menjadi teladan dalam sikap dan tindakan. “Kita tingkatkan pengawasan kita, latih anggotamu dengan baik dan buat kedekatan sebagai komandan dengan anggota, sehingga setiap permasalahan anggota dapat diselesaikan dengan baik,” tegas Kasad. Kasad juga mengingatkan agar para Dansat terus meningkatkan profesionalisme prajurit melalui pembinaan yang terukur, latihan yang berkelanjutan, serta penegakan disiplin yang humanis. Menurutnya, kepemimpinan yang baik akan melahirkan satuan yang berintegritas, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas. Selain pembinaan internal, Kasad menekankan pentingnya peran aktif TNI AD dalam mendukung berbagai program pemerintah, seperti ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, pelestarian lingkungan, penanggulangan bencana, serta kegiatan lain yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Para Dansat juga didorong untuk menyampaikan berbagai kontribusi positif TNI AD kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Pada kesempatan tersebut, Kasad juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas peningkatan tunjangan kinerja prajurit dan ASN TNI sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan personel. Menurutnya, kebijakan tersebut harus disyukuri dengan meningkatkan dedikasi, profesionalisme, dan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara. Rangkaian Apel Dansat TNI AD Tahun 2026 juga diisi dengan pembekalan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan mengenai Transformasi Ekonomi Indonesia: Penguatan Program Strategis Pemerintah. Selain itu, Kasad meninjau hasil Program Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (Litbanghan) Mandiri alutsista TNI AD serta menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Pencak Silat Militer dan komandan satuan berprestasi pada kategori renang militer, kesegaran jasmani, dan menembak. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Salah satunya melalui monitoring perkembangan lahan jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU. Monitoring tersebut dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WITA. Petugas Polsek Banjang memantau langsung perkembangan tanaman jagung yang dikelola Sadikin melalui kelompok tani Mandiri yang merupakan binaan Polri. Lahan yang dipantau memiliki luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Tanaman jagung tersebut ditanam pada 12 Mei 2026 dan saat dilakukan monitoring telah memasuki usia sekitar 89 hari. Dari hasil pemantauan, tanaman jagung tumbuh dengan ketinggian berkisar 2 hingga 2,1 meter. Komoditas yang dibudidayakan merupakan jagung pakan dengan menggunakan benih Hibrida Bisi 18. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, pengelola menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Dalam proses pengelolaannya, lahan tersebut masih menggunakan metode manual dan belum menggunakan alat serta mesin pertanian (alsintan). Berdasarkan perkembangan tanaman saat monitoring, panen diperkirakan dapat dilakukan sekitar 10 Oktober 2026. Kegiatan monitoring ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian dalam mengawal dan mendukung program swasembada pangan, khususnya pengembangan komoditas jagung di wilayah Kecamatan Banjang. Dalam kegiatan tersebut, monitoring dilakukan oleh Aipda Nasrullah, Aipda Robbi Utama, S.H., dan Briptu Zakir. Polsek Banjang menyatakan kegiatan monitoring berlangsung aman dan lancar. Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Banjang selama kegiatan berlangsung juga terpantau aman dan terkendali. Melalui pemantauan secara berkala, perkembangan tanaman dan kondisi lahan diharapkan dapat terus terpantau hingga memasuki masa panen, sekaligus mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Satuan Reserse Narkoba Polres Hulu Sungai Utara (HSU) mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial AM alias U, berusia 33 tahun, yang diketahui berdomisili di Desa Babirik Hilir, Kecamatan Babirik. Berdasarkan laporan kepolisian, yang bersangkutan disebut merupakan residivis dan diduga terlibat dalam peredaran narkotika. Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Kamis, 6 Agustus 2026 sekitar pukul 17.15 WITA, di sebuah rumah di Jalan Basuki Rahmat, Desa Babirik Hilir, RT 002/RW 001, Kecamatan Babirik, Kabupaten HSU. Kasat Resnarkoba Polres HSU melaporkan, petugas melakukan pengamanan terhadap tersangka yang kemudian dilanjutkan dengan penggeledahan di tempat tinggalnya. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Di antaranya 34 paket sabu dengan berat keseluruhan 12,5 gram dan berat bersih 6,38 gram. Barang bukti tersebut ditemukan di beberapa lokasi di dalam rumah. Sebanyak 29 paket sabu ditemukan di dalam sebuah dompet kecil berwarna hitam yang berada di bawah kasur kamar. Selain itu, petugas juga menemukan lima paket sabu lainnya yang disimpan di dalam wadah kecil produk perawatan bayi. Barang tersebut ditemukan di ruangan belakang, tepatnya di atas lemari, dan dibungkus menggunakan plastik berwarna hitam serta tisu. Dalam penggeledahan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika, di antaranya plastik klip, sedotan plastik yang diduga digunakan sebagai alat bantu, timbangan digital, kotak timbangan, satu unit telepon seluler, serta uang tunai sebesar Rp450 ribu. Seluruh barang bukti bersama tersangka kemudian dibawa ke Satresnarkoba Polres HSU untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga melakukan pemeriksaan awal terhadap barang bukti menggunakan tes kit, pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka, serta gelar perkara sebagai bagian dari tahapan penyidikan. Dalam laporan tersebut, tersangka disangkakan dengan ketentuan Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau ketentuan Pasal 609 Ayat (2) huruf (a) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo. UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, sebagaimana diterapkan dalam proses hukum perkara tersebut. Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara. Kepolisian memastikan proses hukum terhadap tersangka dan barang bukti masih berlanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 7 Agustus 2026 – Wujud kepedulian dan solidaritas ditunjukkan Ketua Squad Nusantara Ranting Pecangaan, Amir Yahya, bersama jajaran anggota dengan menjenguk putra salah satu anggota Squad Nusantara, Arjuna Rasya Putra, pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Arjuna Rasya Putra merupakan putra dari Slamet, anggota Squad Nusantara Ranting Pecangaan, yang beralamat di Desa Troso RT 03 RW 01, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Saat ini Arjuna menjalani perawatan di RS Kumala Siwi Pecangaan setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit sejak pagi hari karena mengalami gejala tifus yang disertai dugaan demam berdarah (DB). Kehadiran Amir Yahya bersama anggota Squad Nusantara merupakan bentuk dukungan moril kepada keluarga agar tetap kuat dan tabah dalam mendampingi proses pengobatan putranya. Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga menyampaikan doa agar Arjuna segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Amir Yahya mengatakan bahwa semangat kebersamaan dan rasa kekeluargaan menjadi salah satu nilai yang selalu dijunjung tinggi oleh Squad Nusantara. Menurutnya, organisasi tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga saling memberikan perhatian ketika ada anggota maupun keluarganya yang sedang mengalami musibah atau sakit. “Kami datang untuk memberikan semangat kepada keluarga Pak Slamet. Semoga Arjuna Rasya Putra segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT, diangkat penyakitnya, dan bisa segera berkumpul kembali bersama keluarga dalam keadaan sehat,” ujar Amir Yahya. Kunjungan tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan menjadi bukti nyata bahwa solidaritas antaranggota Squad Nusantara terus terjaga, sehingga keberadaan organisasi dapat memberikan manfaat dan dukungan bagi seluruh anggotanya, terutama saat menghadapi cobaan. (Wely)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – RSUD Jampangkulon Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui Podcast Senada Episode ke-50. Edisi spesial yang tayang bertepatan dengan peringatan Hari Pekan ASI Sedunia, Jumat (7/8/2026), mengangkat tema “Dari Pelukan Ibu Menuju Masa Depan Cerah: Mengapa ASI Tidak Bisa Digantikan.” Program yang berada di bawah kepemimpinan Direktur RSUD Jampangkulon, dr. Lusi Apriani, tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui penyampaian informasi yang mudah dipahami dan dapat diakses secara luas. Dipandu oleh Adis Ilvia Suhenda, S.ST., Podcast Senada menghadirkan narasumber Siti Masparidah, S.Tr.Keb., Bdn. Dalam kesempatan itu, ia mengulas pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) sebagai nutrisi terbaik bagi bayi. Ia juga menjelaskan manfaat ASI terhadap tumbuh kembang anak serta alasan mengapa ASI tidak dapat digantikan oleh produk lain. Pembahasan juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, sehingga para ibu dapat memberikan nutrisi terbaik bagi buah hati sejak awal kehidupan. Humas RSUD Jampangkulon, Lia Desty, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat terhadap Podcast Senada yang kini telah memasuki episode ke-50. Menurutnya, media digital menjadi sarana efektif untuk menyebarluaskan edukasi kesehatan kepada masyarakat. “Kami berharap, melalui tayangan ini masyarakat luas dapat memperoleh pemahaman yang utuh dan bermanfaat, khususnya bagi para ibu dalam memberikan ASI demi tumbuh kembang anak yang optimal dan masa depan yang lebih cerah,” ujar Lia Desty. Ia menambahkan, siaran Podcast Senada dapat disaksikan secara langsung melalui akun TikTok resmi RSUD Jampangkulon sehingga masyarakat dapat mengikuti berbagai informasi kesehatan secara praktis dan interaktif. Melalui episode spesial ini, RSUD Jampangkulon kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan edukasi kesehatan yang informatif, terpercaya, dan mudah diakses sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. (Dicky)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Peserta calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Tahun 2026 mendapat pembekalan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Edukasi tersebut menjadi bagian dari persiapan sekaligus upaya membangun karakter generasi muda yang sehat, disiplin, dan memiliki masa depan yang positif. Kegiatan pembekalan berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten HSU, Kamis (6/8/2026), mulai pukul 20.00 hingga 22.00 Wita. Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan yang diikuti para calon Paskibraka HSU tersebut. Hadir di antaranya Ketua DPRD Kabupaten HSU H. Fadilah, Sekda HSU Adi Lesmana, M.Si., Kapolres HSU yang diwakili Kasat Resnarkoba AKP Sutargo, S.H., M.M., Kepala Badan Kesbangpol HSU Amberani, M.H., Kabid Ekososbud, Agama dan Wasnas Dr. Hatmiati, M.Pd., serta para peserta calon Paskibraka HSU Tahun 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan Kepala Kesbangpol Kabupaten HSU. Selanjutnya, peserta menerima sejumlah materi yang disampaikan oleh Sekda HSU, Ketua DPRD HSU, serta Kasat Resnarkoba Polres HSU AKP Sutargo. Dalam kesempatan tersebut, AKP Sutargo menyampaikan materi khusus mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Pembekalan ini menjadi penting mengingat remaja merupakan kelompok yang perlu mendapatkan pemahaman sejak dini mengenai berbagai risiko penyalahgunaan narkotika. Melalui materi tersebut, para calon Paskibraka diharapkan mampu memahami dampak buruk narkoba sekaligus memiliki sikap tegas untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab. Para peserta diberikan kesempatan untuk berinteraksi dan menggali pemahaman lebih jauh terkait materi yang disampaikan. Pembekalan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari persiapan calon Paskibraka menghadapi tugas kenegaraan, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran terhadap pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan. Polres HSU melalui Sat Resnarkoba terus mendorong upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan generasi muda. Dengan pemahaman yang diberikan sejak dini, diharapkan para calon Paskibraka HSU dapat menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitarnya dan turut menyampaikan pesan bahaya narkoba kepada teman sebaya. Seluruh rangkaian kegiatan pembekalan calon Paskibraka Kabupaten HSU Tahun 2026 berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. (Agus)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – atuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Sukabumi. Dari hasil operasi yang dilakukan di Kecamatan Surade dan Ciemas, polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam jaringan penyalahgunaan dan peredaran sabu. Pengungkapan kasus berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui serangkaian penyelidikan hingga petugas berhasil menangkap tersangka berinisial EY (40) di Kampung Karang Tengah, Kecamatan Surade, pada Rabu (5/8/) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 22 paket kecil yang diduga berisi sabu, satu unit timbangan digital, serta sebuah telepon genggam yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika. Penangkapan tersebut menjadi pintu masuk bagi polisi untuk mengembangkan kasus. Dari hasil pemeriksaan terhadap EY, petugas kemudian bergerak dan berhasil mengamankan tersangka kedua berinisial I (50) di wilayah Surade. Polisi kembali menemukan enam paket kecil yang diduga sabu sebagai barang bukti. Penyelidikan berlanjut hingga mengarah kepada tersangka ketiga berinisial US (57) yang diamankan di Kecamatan Ciemas. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, US diduga berperan sebagai penyalahguna narkotika jenis sabu. Ketiga tersangka selanjutnya dibawa ke Mapolres Sukabumi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes urine yang menunjukkan hasil positif mengandung metamfetamin. Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H. melalui Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto, S.H., M.M., mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat yang memberikan informasi kepada kepolisian. “Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah memberikan informasi kepada kepolisian sehingga kasus ini dapat diungkap. Polres Sukabumi berkomitmen untuk terus memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika hingga ke akar-akarnya demi menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba,” ujar Kompol Agus, Kamis (6/8). Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Sukabumi AKP Iwan Hendi Sutisna, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan secara berkesinambungan setelah anggotanya menerima informasi dari masyarakat. “Dari hasil penyelidikan, kami berhasil mengamankan tiga tersangka dengan peran yang berbeda. Barang bukti yang disita di antaranya 28 paket kecil diduga sabu, satu unit timbangan digital, alat hisap atau bong, pipet kaca, serta beberapa telepon genggam yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika. Saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terkait,” jelasnya. Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1), Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, dengan jaminan identitas pelapor akan dirahasiakan sebagai bagian dari upaya bersama memutus mata rantai peredaran narkoba di Kabupaten Sukabumi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat penanganan persoalan sosial masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada perlindungan sosial, tetapi juga percepatan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dan peningkatan kualitas fasilitas publik. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, keberhasilan berbagai program pemerintah sangat bergantung pada keterlibatan banyak pihak. Karena itu, pemerintah daerah membuka ruang sinergi dengan lembaga sosial, dunia usaha, perbankan, aparat keamanan, hingga unsur kewilayahan. Sejumlah pihak yang selama ini terlibat dalam mendukung program sosial tersebut antara lain Bank BJB, Telkom, BAZNAS, Pegadaian, Indomaret dan Alfamart. Dukungan juga datang dari jajaran kepolisian melalui Kapolsek dan Bhabinkamtibmas serta TNI melalui Babinsa. Menurut Ayep, kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting dalam memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Antusiasme warga dalam berbagai kegiatan sosial juga dinilai menunjukkan respons positif terhadap program yang dijalankan. “Tingginya antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa program yang dijalankan pemerintah mendapat respons positif,” kata Ayep Zaki, Kamis (6/8). Karena itu, kolaborasi tersebut akan terus dipertahankan dan diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat, tambahnya. Selain menjalankan Program 12 PAS, Pemkot Sukabumi juga memusatkan perhatian pada tiga persoalan yang dinilai membutuhkan penanganan berkelanjutan, yakni stunting, kemiskinan ekstrem dan pengangguran. Ketiganya menjadi sasaran intervensi melalui kebijakan serta dukungan anggaran yang bersumber dari APBD. Ayep menyebut persoalan pengangguran memerlukan langkah yang lebih konkret, terutama melalui pemberdayaan masyarakat dan pembukaan kesempatan kerja. Pemerintah daerah berharap dukungan anggaran yang diberikan dapat membantu mempercepat penurunan angka pengangguran di Kota Sukabumi. “Intervensi anggaran diharapkan mampu mempercepat penurunan angka pengangguran di Kota Sukabumi,” ujarnya. Pada sektor perumahan, Pemkot Sukabumi juga terus mendorong percepatan penanganan Rutilahu. Tahun 2026, sebanyak 1.025 unit rumah ditargetkan mendapat pembangunan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Dari target tersebut, sekitar 380 unit pada tahap pertama telah memasuki proses pelaksanaan. Dukungan terhadap penanganan Rutilahu juga berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memberikan bantuan untuk 33 unit rumah. Sementara itu, Yayasan Buddha Tzu Chi turut berkontribusi dengan rencana pembangunan 80 unit rumah bagi masyarakat yang membutuhkan. Ayep menilai dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas cakupan pembangunan Rutilahu di Kota Sukabumi. Ia menyebut capaian tersebut menjadi salah satu realisasi pembangunan Rutilahu terbesar yang pernah dilaksanakan di daerah tersebut. Pemantauan langsung ke lapangan juga akan terus dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target dan menghasilkan rumah yang layak bagi masyarakat penerima manfaat. Tak berhenti pada sektor perumahan, Pemkot Sukabumi pada 2026 turut mengalokasikan program rehabilitasi terhadap 13 gedung sekolah dasar (SD). Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus memperbaiki pelayanan publik. Dengan dukungan lintas sektor yang terus diperkuat, Pemkot Sukabumi berharap berbagai program sosial, perumahan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga. (Usep)