SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polemik penggunaan istilah “wartawan bodrex” yang mencuat di kalangan jurnalis Kabupaten Sukabumi akhirnya mendapat tanggapan langsung dari pemilik akun media sosial @Rere Said Subakti. Unggahan tersebut sebelumnya menuai reaksi keras karena dianggap merendahkan profesi wartawan, terutama di tengah sorotan terhadap pengelolaan wisata Ujunggenteng. Sejumlah insan pers menegaskan bahwa kritik terkait isu publik mulai dari tiket masuk, kebersihan, hingga dugaan pungutan liar merupakan bagian dari fungsi pers sebagai kontrol sosial. Mereka menilai, penggunaan istilah yang bernada merendahkan dapat mencederai marwah profesi jurnalistik yang dilindungi undang-undang. Menanggapi hal itu, Rere Said Subakti yang diketahui bernama asli Reni Sumarni (38) menyampaikan klarifikasi saat dikonfirmasi di Polsek Ciracap, Rabu (1/4/2026). “Saya tegaskan, tidak ada niat sedikit pun untuk menyindir wartawan secara umum ataupun lembaga pers. Pernyataan saya tidak ditujukan ke sana,” ujarnya. Rere menjelaskan, unggahan tersebut berangkat dari kegelisahannya melihat sejumlah konten di media sosial yang dinilai memicu persepsi negatif terhadap kondisi wisata Ujunggenteng. “Ada beberapa postingan yang menyoroti soal karcis, sampah, hingga dugaan pungli. Itu kemudian berkembang menjadi opini pro dan kontra, bahkan cenderung menyudutkan,” katanya. Ia mengungkapkan, saat itu kawasan wisata tengah menghadapi lonjakan kunjungan karena momentum libur panjang. Kondisi tersebut membuatnya khawatir narasi negatif yang beredar tanpa penjelasan utuh dapat berdampak pada citra daerah. “Pengunjung sedang ramai dari luar daerah. Saya khawatir jika narasi negatif terus menyebar, bisa memengaruhi kepercayaan orang untuk datang,” ungkapnya. Lebih lanjut, Rere menegaskan bahwa istilah yang digunakannya merujuk pada oknum tertentu, bukan profesi wartawan secara keseluruhan. Ia bahkan menyebut individu yang dimaksud bukan berasal dari kalangan jurnalis. “Yang saya maksud adalah oknum, dan itu bukan wartawan. Saya tidak menyebutkan siapa pun karena unggahan saya bersifat umum,” jelasnya. Meski begitu, ia mengakui pilihan kata yang digunakannya menimbulkan multitafsir dan melukai perasaan sejumlah pihak. Ia pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. “Saya mohon maaf kepada rekan-rekan wartawan yang merasa tersinggung. Sungguh, itu bukan maksud saya. Ini menjadi pelajaran penting bagi saya,” ucapnya. Rere juga berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruang digital agar tidak menimbulkan kesalahpahaman serupa di masa mendatang. “Ke depan saya akan lebih bijak dalam bermedia sosial,” tambahnya. Sementara itu, kalangan jurnalis berharap polemik ini menjadi refleksi bersama tentang pentingnya menjaga etika komunikasi publik. Mereka menekankan bahwa peran pers sebagai pilar demokrasi harus dihormati, sekaligus mengajak semua pihak untuk lebih arif dalam menyampaikan kritik di ruang tterbuka (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, melontarkan pesan yang tegas, lugas dan sarat makna di momen Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Sukabumi. Ia menegaskan, peringatan tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan alarm keras untuk membenahi kinerja birokrasi dan tata kelola anggaran. Dari Lapang Merdeka, Rabu (1/4/2026), Ayep secara terbuka menuntut lonjakan kualitas kerja aparatur. Ia bahkan memasang standar tinggi, dengan target capaian kinerja di atas 90. “Kalau ingin kesejahteraan tercapai, kinerja tidak boleh biasa-biasa saja. Harus di atas standar,” tegasnya. Ayep menyoroti bahwa selama ini masih ada pola kerja yang belum sepenuhnya efektif. Karena itu, empat tahun ke depan harus menjadi fase percepatan, bukan lagi tahap uji coba kebijakan. Di sektor program, rencana pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu yang disorot. Namun, kendala klasik kembali muncul yaitu keterbatasan lahan datar dengan luas ideal. Kondisi geografis Kota Sukabumi dinilai membuat biaya pembangunan melonjak. Alih-alih berhenti di kendala, Pemkot memilih tancap gas dengan skema sekolah perintis. Langkah ini disebut sebagai solusi cepat agar program tetap berjalan sambil menyiapkan konsep jangka panjang. Tak hanya itu, Ayep juga “ngegas” di sektor infrastruktur. Ia memastikan tiga tahun ke depan pembangunan akan difokuskan pada proyek-proyek yang benar-benar berdampak, bukan sekadar mengejar realisasi anggaran. “Jangan sampai bangun hari ini, beberapa tahun sudah rusak. Kita ingin yang tahan lama, minimal 25 tahun manfaatnya,” ujarnya. Sorotan tajam juga diarahkan pada belanja daerah. Ayep terang-terangan menargetkan efisiensi besar-besaran hingga 20–30 persen, khususnya pada belanja barang dan jasa yang selama ini dinilai masih berpotensi boros. Langkah tersebut akan dikawal bersama lembaga pengawas seperti BPK dan BPKP, sebagai upaya memastikan anggaran tidak lagi bocor di titik-titik yang tidak produktif. “Anggaran itu uang rakyat. Harus dipakai seefektif mungkin,” kata Ayep. Sementara itu, terkait kebijakan pusat seperti pembatasan BBM dan penerapan work from home (WFH), Pemkot Sukabumi memilih mengikuti garis kebijakan nasional. Namun, pelayanan publik dipastikan tetap berjalan normal, dengan pejabat strategis tetap bekerja di kantor. Di akhir, Ayep menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan pembangunan ada pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tanpa fiskal yang kuat, menurutnya, program sehebat apa pun akan sulit direalisasikan. “HUT ke-112 ini jadi momentum berbenah. Kita gas semua—kinerja, anggaran, dan pembangunan—biar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tandasnya. (Usep)

BIDIK-KASUSNEWS.COM BANDAR LAMPUNG  Kodim 0410/KBL menggelar Upacara Korp Raport dalam rangka kenaikan pangkat periode 1 April 2026 bagi personel Bintara dan Tamtama. Upacara yang berlangsung khidmat di Makodim 0410/KBL, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gunung Agung, Kecamatan Langkapura, Rabu (1/4/2026) pagi, dipimpin langsung oleh Pasi Intel Kodim 0410/KBL, Mayor Inf Bagus Setiawan, S.Sos. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dihadiri oleh sejumlah perwira staf dan jajaran komando kewilayahan, antara lain Danramil 410-02/TBS Mayor Inf Sabariyanto, Danramil 410-06/Kdt Mayor Cke Yudi Nugroho, serta para Wadanramil dan kepala urusan di lingkungan Kodim 0410/KBL. Upacara berlangsung tertib dan aman, serta selesai pada pukul 08.00 WIB. Dalam amanatnya, Mayor Inf Bagus Setiawan menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar seremonial administratif, melainkan bentuk penghargaan serta kepercayaan tinggi dari negara dan bangsa atas dedikasi serta prestasi prajurit dalam menjalankan tugas. “Kenaikan pangkat ini merupakan wujud pembinaan karier yang harus dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya ucapkan selamat kepada personel yang menerima kenaikan pangkat. Semoga dengan pangkat yang baru, dapat meningkatkan moral dan semangat dalam pengabdian,” ujar Mayor Inf Bagus Setiawan di hadapan para peserta upacara. Lebih lanjut, Pasi Intel tersebut mengingatkan bahwa tantangan tugas ke depan akan semakin kompleks dan berat. Oleh karena itu, ia berharap para personel yang naik pangkat dapat meningkatkan kinerja, mengubah perilaku dan budaya kerja lama menuju arah yang lebih baik, serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Kepercayaan rakyat yang telah ada harus terus dipupuk dan diwujudkan melalui kinerja nyata. Kenaikan pangkat ini harus menjadi inspirasi untuk memantapkan rasa kejuangan dan meningkatkan profesionalisme prajurit yang berlandaskan pada jiwa Sapta Marga,” tegasnya. Upacara Korp Raport ini menjadi momentum bagi Kodim 0410/KBL untuk terus memperkuat soliditas internal sekaligus menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang profesional dan berdedikasi tinggi. (Agus)

KUNINGAN,Bidik-kasusnews.com,- Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia Koordinator Wilayah (Korwil) Kuningan, yang dipimpin Ahmad Nur Cahya, menjalin sinergi strategis dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kuningan dalam mendukung keterbukaan informasi publik, khususnya terkait pembinaan warga binaan. Kerja sama ini dilakukan bersama Kepala Lapas (Kalapas) Kuningan, Sukarno Ali, sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan informasi yang akurat, transparan, dan edukatif kepada masyarakat luas. Melalui sinergi ini, berbagai program pembinaan, pelayanan, serta fasilitas di Lapas Kuningan akan dipublikasikan secara lebih luas. Salah satu fokus utama dalam publikasi tersebut adalah peningkatan kualitas layanan bagi warga binaan, termasuk penyediaan konsumsi yang layak serta program pembinaan yang berkelanjutan. Kalapas Kuningan, Sukarno Ali, menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi publik. Ia juga menyampaikan rencana untuk melibatkan kalangan akademisi. “Kami berkomitmen menjaga transparansi dan akan membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat langsung proses pembinaan di dalam lapas, sehingga masyarakat mendapatkan gambaran yang objektif,” ujarnya. Sementara itu, FWJ Indonesia Korwil Kuningan menilai kolaborasi ini sebagai langkah positif dalam membangun kepercayaan publik serta memperkuat peran media sebagai jembatan informasi antara institusi dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai sistem pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan. (Asep Rusliman)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com, Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bandar Lampung pada sore hari, Selasa (31/03/2026), menyebabkan genangan air cukup tinggi di Jalan Sukarno Hatta, tepatnya di Kampung Ketapang Atas, Kelurahan Way Gubak. Kondisi tersebut mengakibatkan arus lalu lintas tersendat parah dan menimbulkan kekhawatiran bagi pengendara yang melintas. Di tengah situasi darurat tersebut, seorang sosok yang tak asing bagi warga sekitar langsung tergerak untuk turun tangan. Sertu Aan Asrori, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Way Gubak, Koramil 410-01/Panjang, dengan sigap meninggalkan kendaraannya dan langsung mengatur lalu lintas di titik terparah genangan. Terlihat dengan atribut dinasnya yang basah kuyup, Sertu Aan tidak hanya sekadar mengatur kendaraan. Ia dengan sigap membantu warga yang hendak menyeberang, mendorong sepeda motor yang mogok akibat rendaman air, serta memberikan arahan jelas kepada para pengendara agar tidak saling mendahului yang justru berpotensi memperparah kemacetan. “Ini memang langganan genangan kalau hujan deras. Saya lihat antrean kendaraan sudah panjang sampai ujung jalan. Kalau dibiarkan, warga bisa terjebak berjam-jam. Saya merasa ini tanggung jawab moral saya sebagai Babinsa yang sehari-hari tinggal dan bergaul dengan warga di sini. Kehadiran kita di lapangan itu yang utama,” ujar Sertu Aan Asrori saat ditemui di sela-sela aksinya mengurai kemacetan. Aksi nyata Babinsa tersebut mendapat apresiasi luar biasa dari para pengendara dan warga sekitar. Salah satu pengendara roda empat, Bapak Rudi (42), mengaku terbantu dengan kehadiran Sertu Aan. “Tadi saya lihat dari jauh macet total, sudah siap muter balik. Eh, ternyata ada Pak Babinsa yang langsung sigap ngatur. Beliau tegas tapi ramah, ngasih tahu mana yang bisa lewat mana yang harus antre. Berkat beliau, antrean yang semula mengular perlahan mulai bergerak,” ungkapnya. Danramil 410-01/Panjang, melalui keterangan terpisah, membenarkan kegiatan yang dilakukan oleh anggotanya. Pihaknya menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan wujud nyata dari komitmen TNI AD untuk selalu hadir dan meringankan beban kesulitan rakyat, tidak hanya dalam situasi keamanan, namun juga dalam permasalahan sosial sehari-hari seperti bencana hidrometeorologi dan kemacetan. “Sertu Aan telah mencontohkan bagaimana seorang Babinsa harus responsif. Ini adalah bagian dari tugas kami untuk membantu mengatasi kesulitan warga di wilayah binaan,” ujar Danramil. Hingga pukul 19.00 WIB, genangan air mulai berangsur surut seiring berhentinya hujan. Arus lalu lintas pun kembali normal berkat kerja sama antara Babinsa, unsur kelurahan, serta kesadaran masyarakat pengguna jalan untuk saling bergotong royong. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Memasuki masa panen raya, kehadiran seorang Babinsa di tengah-tengah petani bukan sekadar tugas rutin, tetapi merupakan wujud nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. Hal itu kembali ditunjukkan oleh Peltu Joko Pandoyo, Babinsa Kelurahan Rajabasa Nunyai, Koramil 410-06/KDT, yang dengan penuh semangat turun langsung membantu proses panen padi milik Bapak Sadikin, warga RT 6, Lk I, Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Selasa (31/03/2026). Dengan mengenakan seragam loreng khas TNI AD, Peltu Joko Pandoyo terlihat sigap dan cekatan menyabit padi serta ikut merontokkan gabah bersama para petani di lahan seluas setengah hektar tersebut. Kegiatan yang dimulai pukul 14.30 WIB hingga selesai ini bukan hanya sekadar kegiatan fisik semata, tetapi juga menjadi momen penting dalam mempererat tali silaturahmi antara aparat teritorial dengan masyarakat binaannya. “Sebagai seorang Babinsa, kehadiran saya di sini adalah bentuk kepedulian dan kebersamaan. Membantu warga yang sedang panen adalah bagian dari tugas kami untuk memastian kesulitan warga bisa teratasi bersama. Ini juga merupakan wujud nyata bahwa TNI selalu hadir untuk rakyat,” ujar Peltu Joko Pandoyo di sela-sela kesibukannya membersihkan gabah hasil panen. Kegiatan panen padi varietas Ciherang ini diperkirakan menghasilkan kurang lebih 2 ton Gabah Kering Panen (GKP). Menariknya, hasil panen yang melimpah ini tidak dijual oleh pemilik lahan, Bapak Sadikin. Ia memilih untuk menyimpan seluruh hasil panen sebagai stok pangan cadangan keluarga untuk dikonsumsi sendiri dalam jangka panjang. Bapak Sadikin mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Babinsa yang sudah meluangkan waktu membantu panen. Dengan adanya beliau, pekerjaan terasa lebih ringan dan semangat kami bertambah,” ungkapnya dengan haru. Kehadiran Peltu Joko Pandoyo di sela-sela kesibukannya ini menunjukkan bahwa TNI, khususnya Koramil 410-06/KDT, tidak hanya fokus pada urusan pertahanan, tetapi juga aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta membangun kemandirian pangan sejak dari tingkat keluarga. Danramil 410-06/KDT melalui laporan yang diterima menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Babinsa jajarannya yang terus aktif mendampingi petani. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bentuk sinergitas TNI dengan rakyat dalam mendukung program ketahanan pangan. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sukabumi Tahun 2027 semakin mengerucut setelah digelarnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Bale Pangripta Bapperida, Selasa (31/3/2026). Forum ini menjadi titik temu antara pemerintah daerah, DPRD, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan yang lebih fokus dan berdampak langsung bagi masyarakat. Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa Musrenbang merupakan tahapan penting untuk memastikan seluruh program pembangunan tersusun secara terarah dan tidak lepas dari kebutuhan masyarakat di lapangan. “Integrasi usulan dari berbagai tingkatan wilayah harus menjadi perhatian utama agar kebijakan yang dihasilkan tidak bersifat parsial, melainkan menyeluruh dan berkelanjutan,” kata Budi. Dalam proses tersebut, DPRD mengambil peran strategis dengan membawa sebanyak 2.238 usulan kegiatan yang tertuang dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Tahun 2026. Usulan itu merupakan hasil penyerapan aspirasi masyarakat melalui reses dan pengawasan langsung di lapangan. Ribuan usulan tersebut dipastikan telah diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah serta arah kebijakan dalam RPJMD 2025–2029, sehingga memiliki relevansi kuat dalam mendukung target pembangunan jangka menengah. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan tema pembangunan tahun 2027, yakni penguatan ekosistem dan regulasi untuk mendorong sektor unggulan daerah. Ketua DPRD menilai, fokus tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui pengembangan agroindustri dan sektor pariwisata yang dinilai memiliki potensi besar di Kabupaten Sukabumi. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara legislatif, eksekutif, dan seluruh elemen masyarakat dalam mengawal implementasi program agar berjalan efektif dan tepat sasaran. Melalui Musrenbang ini, diharapkan lahir rumusan prioritas pembangunan yang lebih tajam, terukur, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah pada tahun 2027. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinamika berbeda terlihat dalam rapat paripurna DPRD Kota Sukabumi, Selasa (31/3/2026). Tidak sekadar agenda formal, forum ini menjadi penentu arah baru kebijakan daerah setelah rekomendasi terhadap LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2025 resmi dikunci menjadi keputusan DPRD yang bersifat definitif. Rapat yang berlangsung sekitar satu jam lebih itu memunculkan satu pesan utama yaitu percepatan kerja politik anggaran. Ketua DPRD Kota Sukabumi, H. Wawan Juanda, S.H., secara terbuka menilai kinerja Panitia Khusus (Pansus) tahun ini sebagai salah satu yang paling cepat, bahkan berani menyebutnya berpotensi menjadi yang tercepat secara nasional. Menurut Wawan, kecepatan tersebut bukan sekadar soal waktu, tetapi mencerminkan kematangan koordinasi antara legislatif dan eksekutif. Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan tidak hanya pada penyelesaian dokumen, melainkan pada kualitas rekomendasi yang dihasilkan dan kesiapan pemerintah daerah dalam mengeksekusinya. “Semua catatan strategis sudah dirumuskan. Sekarang ukurannya bukan lagi di pembahasan, tapi pada sejauh mana ini dijalankan,” isyaratnya. Di balik penetapan tersebut, tersimpan sejumlah tekanan kebijakan yang harus segera dijawab pemerintah daerah. DPRD menyoroti perlunya penguatan sektor layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, sekaligus mendorong reformulasi strategi fiskal di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Sorotan paling tajam mengarah pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). DPRD memberi sinyal bahwa peningkatan PAD tidak bisa lagi mengandalkan pola lama, melainkan membutuhkan pendekatan yang lebih agresif, terukur, dan berbasis potensi riil. Menjawab hal itu, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah taktis dalam waktu dekat. Salah satunya melalui penyisiran ulang sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) oleh tim khusus yang akan mulai bekerja dalam waktu dekat. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari reposisi strategi pendapatan daerah. Ayep menyebut, tren PAD menunjukkan peningkatan, dengan kenaikan sekitar 9 persen pada Maret dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka sementara diproyeksikan menyentuh Rp123 miliar, mendekati target awal Rp125 miliar. Namun, ia menegaskan bahwa capaian tersebut belum menjadi titik aman. Pemerintah masih akan melakukan penyesuaian hingga batas akhir perhitungan, sekaligus membuka ruang koreksi dalam perubahan anggaran. Lebih jauh, Ayep memberikan gambaran bahwa efisiensi anggaran yang dijalankan saat ini tidak bersifat simbolik. Pemerintah mulai mengarah pada perombakan pola belanja, termasuk kemungkinan memangkas rantai distribusi dengan melakukan pembelian langsung ke produsen. “Efisiensi itu harus terasa dampaknya. Bukan hanya mengurangi biaya, tapi juga meningkatkan kualitas belanja,” ujarnya. Di sisi lain, suasana paripurna juga memperlihatkan solidnya relasi politik antara DPRD dan pemerintah kota. Tidak ada friksi terbuka, justru yang mengemuka adalah kesepahaman untuk menjaga ritme pembangunan tetap stabil di tengah tekanan fiskal. Penetapan rekomendasi LKPJ ini sekaligus menjadi penanda bahwa fase evaluasi telah selesai, dan Kota Sukabumi kini memasuki tahap eksekusi yang lebih menantang. Ayep juga memastikan akan terus mengawal implementasi rekomendasi, sementara pemerintah dituntut bergerak cepat agar seluruh catatan tidak berhenti sebagai dokumen semata. Dengan waktu yang terus berjalan menuju perubahan APBD, hasil paripurna ini menjadi fondasi awal bagi arah kebijakan berikutnya—apakah mampu mendorong lompatan kinerja, atau justru kembali terjebak pada rutinitas tahunan. (Usep)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Pengusutan kasus dugaan pembunuhan disertai mutilasi di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, bergerak cepat. Saat memburu jejak pelaku, polisi mengerahkan K-9 untuk membantu menemukan potongan tubuh korban. Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan pencarian dilakukan pada Minggu (29/3/2026) pukul 10.30 WIB setelah tim menerima permohonan bantuan dari Jatanras Polda Metro Jaya. Tim K-9 kemudian dikerahkan menyisir area kebun bambu di pinggir Jalan Gunung Batu Puncak 2, Desa Selawangi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. “Ditemukan di kebun bambu di pinggir Jalan Gunung Batu Puncak 2, Desa Selawangi, Kecamatan Cariu, Bogor. Di lokasi itu ditemukan tas yang berisikan potongan tubuh berupa tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri, serta satu paha atas. Selain itu, satu paha atas lainnya ditemukan di daerah Kecamatan Tanjungsari. Kedua lokasi tersebut berada di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” kata Budi, Senin (30/3/2026). Di sisi lain, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga telah menangkap dua pelaku berinisial DS alias A dan S pada Minggu (29/3/2026) pukul 09.30 WIB di Desa Sindang Panji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka. Polisi kini masih mendalami motif, konstruksi peristiwa, serta peran masing-masing pelaku dalam kasus tersebut. “Benar, Subdit Jatanras telah mengamankan dua orang pelaku dalam perkara ini. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mendalami motif, konstruksi peristiwa, serta peran masing-masing pihak,” ujarnya. Budi menegaskan, penanganan perkara ini dilakukan dengan scientific crime investigation dan seluruh fakta akan dibuka bertahap berdasarkan hasil pemeriksaan, alat bukti, serta temuan forensik. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Momentum halal bihalal dimanfaatkan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, untuk menegaskan perubahan arah kebijakan di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Di hadapan para pejabat dan ASN, Selasa (31/3/2026), ia menyoroti pentingnya pergeseran cara kerja birokrasi agar lebih efisien dan berdampak nyata. Dalam arahannya, Ayep menekankan bahwa pengelolaan anggaran tidak boleh lagi berjalan dengan pola lama yang cenderung boros. Ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk menata ulang sistem belanja, terutama dengan mengurangi ketergantungan terhadap pihak ketiga. Menurutnya, praktik pengadaan melalui perantara harus mulai ditinggalkan dan diganti dengan skema belanja langsung ke produsen. Langkah ini dinilai mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan transparansi penggunaan anggaran. “Perubahan ini harus dimulai sekarang. Kita ingin anggaran benar-benar digunakan secara efektif dan langsung menyentuh kebutuhan,” ujarnya. Ia menyebut, efisiensi yang dihasilkan dari pola tersebut bisa mencapai kisaran 30 persen, khususnya pada belanja rutin seperti pengadaan barang operasional dan kebutuhan layanan publik. Untuk memastikan kebijakan berjalan sesuai aturan, Ayep meminta Sekretaris Daerah dan Inspektorat memperkuat koordinasi dengan lembaga pengawas, termasuk BPK dan BPKP, agar setiap langkah efisiensi tetap akuntabel. Selain itu, ia juga menyinggung pola kerja ASN yang harus lebih adaptif. Skema work from home (WFH) dimungkinkan, namun tidak diberlakukan penuh. Pemerintah mempertimbangkan penerapan terbatas pada hari Jumat, sementara hari kerja lainnya tetap berjalan normal guna menjaga kualitas pelayanan. Di sektor pembangunan, Ayep mengungkapkan fokus pemerintah dalam beberapa tahun ke depan akan diarahkan pada percepatan infrastruktur. Sejumlah titik prioritas seperti Jalan Gudang, Jalan Otista, dan kawasan depan Stukpa direncanakan mulai dikerjakan dalam waktu dekat. Langkah tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya menghadirkan hasil pembangunan yang dapat langsung dirasakan masyarakat, sekaligus menandai momentum Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Sukabumi. Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan HUT kota telah disiapkan dengan berbagai kegiatan. Mulai dari ziarah ke taman pahlawan, apel dan rapat paripurna DPRD, hingga karnaval pada 18 April sebagai puncak acara. Selain itu, akan digelar car free day, pertunjukan musik, serta rencana kunjungan duta besar negara sahabat. Rangkaian peringatan dijadwalkan berakhir pada awal Mei dengan festival kaligrafi tingkat anak-anak, sebagai bagian dari upaya membangun nilai budaya dan religius di tengah masyarakat. (Usep)