Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com    Perselisihan terkait pekerjaan berujung aksi penganiayaan di Desa Teluk Paring, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Dalam kejadian tersebut, seorang pria berinisial S (46) mengalami sejumlah luka setelah diduga diserang menggunakan senjata tajam jenis parang. Sementara terduga pelaku berinisial A (48) telah diamankan aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan laporan awal Polsek Amuntai Selatan, kejadian bermula ketika terduga pelaku selesai membersihkan halaman di depan rumah. Setelah itu, ia disebut hendak pergi ke warung dengan membawa sebilah parang. Saat berada di lokasi, terjadi cekcok antara terduga pelaku dan korban yang diduga berkaitan dengan persoalan pekerjaan. Perselisihan tersebut kemudian memanas. Terduga pelaku diduga mengayunkan parang ke arah korban, mengenai bagian kepala dan punggung. Korban berupaya melindungi diri dengan menyanggah menggunakan kedua tangannya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian kepala sebelah kiri dan belakang, kedua tangan, serta bagian punggung. Warga kemudian membawa korban ke RSUD Pambalah Batung Amuntai untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, petugas kepolisian bergerak mengamankan terduga pelaku. A kemudian dibawa ke Polres Hulu Sungai Utara untuk menjalani proses pemeriksaan dan penanganan hukum lebih lanjut. Dalam penanganan perkara tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian. Barang bukti tersebut berupa satu lembar celana panjang jeans warna biru, satu lembar baju lengan pendek warna hitam, serta satu buah parang panjang. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk membantu mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut. Kapolsek Amuntai Selatan melalui laporan awal menyampaikan bahwa penanganan perkara masih berproses. Laporan lengkap mengenai perkembangan kasus akan disampaikan setelah tahapan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut dilakukan. Hingga laporan ini dibuat, situasi di Desa Teluk Paring pascakejadian dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi perselisihan dan mengutamakan penyelesaian secara damai maupun melalui jalur hukum apabila terjadi persoalan. (Agus)

MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Komisi IV DPRD Majalengka melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMP Negeri 1 Majalengka dan SD Negeri 7 Majalengka pada Jumat (07/08/26). Dalam.kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi IV, Gugun Sugiana dan anggota yang hadir Dhora Darojatin, Nono Suharno Ma’arif, Sahidi, Moch Adam Nurhilaludin, Edi Karsidi dan Ade Duryawan. Selain itu hadir pula dari Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Kabid SD, Joko Setiyono dan jajaran serta staf DPRD Komisi IV. Ketua Komisi IV DPRD Majalengka Gugun Sugiana mengatakan bahwa sidak kali ini ke SMP Negeri 1 Majalengka terkait adanya pengaduan dari orang tua siswa perihal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. “Diketahui bahwa SMPN 1 Majalengka dalam pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027 menggunakan sistem aplikasi, jadi semua pendaftaran menggunakan sistem online. Akan tetapi ada salah satu orang tua siswa yang menyatakan awalnya lulus seleksi dan menjadi tidak lulus seleksi. Dan kami datang untuk mengetahui permasalahan teesebut,” kata Gugun. Kami komisi IV mendorong agar ke depan pelaksanaan SMPB secara online ini bisa lebih sempurna lagi, dan aplikasi yang digunakan bisa lebih baik lagi. Sementara itu, Kepala.SMPN 1 Majalengka, Dedi mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan aplikasi khusus untuk SPMB mengingat tahun tahun sebelumnya banyak permasalahan dan guna transparansi pelaksanaan SPMB tersebut. Untuk sidak ke SD Negeri 7 Majalengka komisi IV mengingatkan agar pelaksanaan KBM tetap berjalan walaupun sekolah sedang mendapatkan bantuan revitalisasi sarana pendidikan sebesar Rp. 1,1 miliar. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Gelaran Apel Akbar Gerakan Cinta Prabowo (GCP) 08 se-Jawa Barat yang berlangsung di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Minggu (10/8), menjadi ajang penegasan komitmen politik sekaligus konsolidasi narasi publik di era digital. Tokoh relawan GCP, Ahmad Haikal Hasan Baras—yang akrab disapa Babeh Haikal—menyerukan agar seluruh simpatisan GCP dari Aceh hingga Papua aktif meredam disinformasi di media sosial melalui penyampaian informasi yang menyejukkan. “Banyak miskomunikasi dan narasi yang tidak sesuai fakta beredar di ruang publik. Oleh karena itu, relawan harus hadir membawa narasi yang santun, memilih diksi yang sopan, serta menghindari bahasa yang memicu perpecahan,” ujar Babeh Haikal usai menghadiri kegiatan tersebut. Selain membawa agenda konsolidasi, kehadiran pengurus pusat GCP di Sukabumi juga menjadi ajang apresiasi terhadap capaian pembangunan daerah yang dinilai menunjukkan grafik positif. Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyambut baik konsolidasi tersebut dan menegaskan komitmen Pemkot Sukabumi untuk tegak lurus mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto. Ayep menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah direalisasikan secara konkret melalui dukungan APBD serta pengawasan ketat terhadap program nasional. “Salah satu bentuk nyatanya adalah pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang kami targetkan rampung pada 30 Mei 2025, dengan pembiayaan yang disokong APBD Kota Sukabumi,” jelas Ayep. Tak hanya sektor ekonomi kerakyatan, Pemkot Sukabumi juga memberi perhatian khusus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah daerah memastikan aspek kualitas dan higienitas makanan menjadi prioritas utama dalam penerapannya di lapangan. “Secara konstitusional, kami siap mengawal seluruh program prioritas Presiden. Penyelenggaraan Koperasi Merah Putih hingga program MBG akan terus dipantau agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dentuman tambur mengiringi pembukaan Palabuhanratu Festival (Plara Fest) di Pantai Bupolo, Sabtu (8/8/2026). Gelaran tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi ke-156 Kabupaten Sukabumi. Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas secara resmi membuka festival yang menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya. Tarian khas Singa Perbangsa dari Sanggar Seni Palabuhanratu hingga atraksi Barongsai menjadi bagian dari kemeriahan acara yang menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi yang juga Ketua Pelaksana Hari Jadi ke-156, H. Ali Iskandar, mengatakan Plara Fest merupakan satu dari 14 agenda utama yang disiapkan dalam rangkaian peringatan hari jadi tahun ini. Pelaksanaan Plara Fest kata dia, tidak terlepas dari respons positif masyarakat terhadap penampilan komunitas seni Palabuhanratu pada peringatan Hari Tari Dunia, 29 April lalu. Besarnya antusiasme publik kemudian menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut kembali digelar dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. “Antusiasme dan apresiasi masyarakat saat Hari Tari Dunia menjadi dorongan bagi kami untuk menghadirkan kembali kegiatan ini dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi,” ujar Ali. Plara Fest juga tidak hanya menawarkan hiburan. Festival tersebut menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat dan wisatawan yang datang ke Palabuhanratu. Sedikitnya 25 pelaku usaha mikro, industri kecil menengah dan UMKM dari Palabuhanratu serta daerah sekitarnya ambil bagian. Kehadiran pelaku usaha dari Provinsi Banten turut memperluas keberagaman produk yang ditampilkan dalam festival. Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menilai Palabuhanratu memiliki posisi penting dalam pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi. Selain memiliki potensi wisata bahari, kawasan ini merupakan pintu gerbang menuju Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Kekayaan alam, budaya dan warisan geologi yang dimiliki kawasan tersebut, kata Andreas, merupakan modal besar yang harus terus dikembangkan secara berkelanjutan agar memberikan dampak lebih luas terhadap masyarakat. Karena itu, Andreas berharap Plara Fest tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi agenda yang mampu memperkuat daya tarik Palabuhanratu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Barat. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap kunjungan wisatawan terus meningkat, usaha mikro dan kecil semakin berkembang, serta ekonomi kreatif masyarakat semakin kuat dan memiliki daya saing,” tegas Andreas. (Dicky)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnees.com      Program ketahanan pangan melalui pengembangan tanaman jagung pakan terus mendapat perhatian dari jajaran Polsek Danau Panggang. Pada Sabtu (8/8/2026), petugas melakukan monitoring dan pengecekan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung binaan Polri di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.30 Wita tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman sekaligus mendukung kelompok tani dalam menjaga produktivitas lahan. Dari hasil pengecekan, tanaman jagung yang dikelola Kelompok Tani Setia Usaha di Desa Pinangkara menunjukkan pertumbuhan cukup baik. Lahan yang ditanami jagung pakan tersebut memiliki luas sekitar 3 hektare. Tanaman yang kini berusia kurang lebih dua bulan itu memiliki tinggi rata-rata sekitar 120 hingga 130 sentimeter. Sejumlah tanaman bahkan mulai memasuki fase berbunga, yang menjadi salah satu tanda perkembangan tanaman berjalan dengan baik. Monitoring dilakukan oleh Kapolsek Danau Panggang bersama Kasium Polsek Danau Panggang serta Bhabinkamtibmas, yakni Aipda Syaipul Hadi dan Brigpol Becklin Sidea. Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, petugas juga terus mendorong kelompok tani agar menjaga perawatan lahan secara rutin. Pemeliharaan dilakukan dengan dukungan petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang memberikan pendampingan kepada para petani. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu petani mempertahankan pertumbuhan tanaman hingga memasuki masa panen sehingga hasil yang diperoleh nantinya dapat maksimal. Keberadaan lahan jagung binaan Polsek Danau Panggang di Desa Pinangkara menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan dan swasembada pangan, khususnya melalui pengembangan komoditas jagung pakan. Polsek Danau Panggang berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan tanaman sekaligus menjalin sinergi dengan kelompok tani dan pihak terkait. Dengan perawatan yang berkelanjutan serta pendampingan kepada petani, lahan jagung binaan tersebut diharapkan mampu menghasilkan panen yang optimal dan memberikan manfaat bagi penguatan sektor pertanian di wilayah Kabupaten HSU. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com    Satuan Lalu Lintas Polres Hulu Sungai Utara (HSU) meningkatkan patroli malam di sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan, pelanggaran, dan kemacetan. Kegiatan tersebut dilakukan melalui patroli daerah rawan serta Blue Light Patrol pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026. Patroli dimulai sekitar pukul 21.00 Wita hingga selesai dengan menyasar sejumlah ruas jalan di wilayah Amuntai dan sekitarnya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran patroli antara lain Jalan Khuripan Amuntai, Jalan Jenderal A. Yani, Jalan Brigjen H. Hasan Baseri, Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Empu Jatmika, Jalan Bayur atau Bypass Amuntai, Jalan Amuntai–Sungai Turak, Jalan Pembalah Batung, serta Jalan Basuki Rahmat Amuntai. Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas tidak hanya melakukan pemantauan arus lalu lintas, tetapi juga melaksanakan pengaturan di titik-titik yang dianggap rawan kecelakaan, pelanggaran maupun kemacetan. Petugas juga memberikan teguran kepada pengguna jalan yang ditemukan melakukan tindakan berpotensi membahayakan keselamatan. Salah satunya terkait penggunaan lampu strobo pada kendaraan pribadi yang dapat menyilaukan pengguna jalan lainnya. Selain itu, personel turut memberikan perhatian terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang berpotensi menimbulkan gangguan keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Patroli tersebut dilaksanakan oleh Aipda Saner Y., Brigadir Sumaryono, Briptu M. Widiyonata F.S., S.H., Briptu M. Zainuddin, dan Bripda M. Rangga Hidayat. Melalui kegiatan patroli malam dan Blue Light Patrol, Satlantas Polres HSU berupaya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas maupun berkendara pada malam hari. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah untuk menekan potensi kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengutamakan keselamatan saat berkendara. Dengan patroli yang dilakukan secara rutin di sejumlah kawasan rawan, diharapkan situasi lalu lintas di wilayah hukum Polres HSU tetap aman, lancar, dan kondusif. Satlantas Polres HSU mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan. Sebab, keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi merupakan kepentingan bersama. “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan. Keselamatan untuk Kemanusiaan.” (Agus)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com                      Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dedi Prasetyo memimpin Opening Ceremony E-Sports Kapolri Cup 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri didampingi Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, serta dihadiri para pejabat utama Mabes Polri, jajaran Polda, dan tamu undangan dari kementerian/lembaga. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Wakapolri bersama pejabat Polri dan tamu VVIP, dilanjutkan dengan opening performance serta defile kontingen peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dari jajaran Polda dan kontingen perlombaan lainnya. Dalam amanatnya, Wakapolri menyampaikan bahwa E-Sports Kapolri Cup 2026 menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, keterampilan, dan prestasi di bidang digital. Menurutnya, aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah berkembang menjadi ruang ekspresi, kompetisi, dan prestasi yang memiliki peluang besar untuk melahirkan talenta digital Indonesia. Wakapolri berharap kompetisi dengan tema “Dream to Become” tersebut dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas, dan berdaya saing global. Ia juga menekankan bahwa kemampuan teknis dalam e-sports perlu diimbangi dengan karakter positif, seperti sportivitas, disiplin, kerja sama tim, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan. Wakapolri mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kompetisi semata-mata sebagai ajang mengejar kemenangan, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun karakter dan menjunjung tinggi fair play. Semangat tersebut diharapkan mampu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan. E-Sports Kapolri Cup 2026 diikuti sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres di seluruh Indonesia. Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap e-sports sekaligus memperlihatkan besarnya potensi talenta digital yang dimiliki Indonesia. Dalam amanatnya, Wakapolri juga mengajak para peserta untuk menjadi Duta Kamtibmas Siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman, produktif, dan bertanggung jawab. Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap berbagai potensi ancaman dan kejahatan siber. Wakapolri menekankan pentingnya membangun ekosistem digital yang sehat melalui kepedulian dan tanggung jawab bersama. Literasi digital dan kesadaran masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai ancaman di ruang siber, seperti judi online, penipuan digital, berita bohong, serta berbagai bentuk kejahatan siber lainnya. Puncak acara ditandai dengan opening ceremony melalui penekanan tombol simbolik oleh Wakapolri bersama para stakeholder sebagai tanda dimulainya E-Sports Kapolri Cup 2026. Melalui tema “Dream to Become”, E-Sports Kapolri Cup 2026 diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengukir prestasi, serta membangun masa depan melalui ekosistem digital yang positif. Korbrimob Polri turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen Polri dalam membangun kedekatan dengan generasi muda dan mendorong terciptanya ruang digital yang aman, sehat, kreatif, dan produktif. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com    Jajaran Polsek Amuntai Tengah, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan program swasembada jagung sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten HSU. Monitoring dilakukan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, sekitar pukul 10.30 WITA di kawasan Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan lahan jagung di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah sekaligus memastikan kondisi di lapangan dapat terus terdata dan dilaporkan kepada pimpinan. Selain melakukan pemantauan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya mencapai kemandirian pangan. Produksi pertanian diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan domestik, termasuk kebutuhan bahan pangan maupun pakan ternak. Monitoring dilakukan oleh personel Polsek Amuntai Tengah yang terdiri dari Aiptu Eko Yuli Setyawan, Bripka Roy Hermawan, Brigpol M. Fajar Adha, Brigpol Juliansyah, dan Bripda M. Zainal Hilmi. Dalam pelaksanaan tugas, personel menggunakan satu unit kendaraan patroli roda empat Polsek Amuntai Tengah serta perangkat komunikasi HT Motorola APX 1000 untuk menunjang koordinasi selama kegiatan berlangsung. Kepolisian terus mendorong pemantauan secara berkala terhadap program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi perkembangan maupun kendala yang muncul di lapangan sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dalam mendukung keberlanjutan program swasembada pangan. Seluruh rangkaian monitoring berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Perkembangan situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah akan terus dipantau dan dilaporkan sesuai kebutuhan. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com    Jajaran Polsek Sungai Pandan, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melakukan monitoring perkembangan lahan program swasembada jagung di Desa Sungai Pinang dan Desa Tambalang Kecil, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Pemantauan tersebut dilakukan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WITA, sebagai bagian dari upaya mengawal perkembangan program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan. Dalam monitoring tersebut, petugas menemukan bahwa pertumbuhan tanaman jagung di kedua lokasi belum sepenuhnya optimal. Sebagian tanaman memang berhasil tumbuh, sementara sebagian lainnya dilaporkan mengalami kegagalan akibat terdampak banjir yang terjadi setelah curah hujan tinggi beberapa waktu sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan lahan jagung di wilayah tersebut. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus kondisi aktual lahan setelah terdampak genangan. Kegiatan monitoring dilaksanakan oleh Aiptu Agus Tri Saptiawan, S.Hut., Aipda Eddy Khairudin, S.H., dan Briptu Ahmad Hasan. Untuk menuju lokasi, personel menggunakan satu unit kendaraan roda empat milik Polsek Sungai Pandan. Meski terdapat lahan yang terdampak banjir, seluruh rangkaian kegiatan monitoring berlangsung lancar. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan juga dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali. Pemantauan secara berkala diharapkan dapat memberikan gambaran perkembangan lahan secara nyata, termasuk berbagai kendala yang dihadapi petani dalam mendukung program swasembada jagung dan ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

BOGOR, Bidik-kasusnews.com                   Rencana tiga warga untuk berlibur ke Taiwan pada pertengahan 2026 justru berujung persoalan. Mereka mengaku mengalami kerugian total sekitar Rp66 juta setelah menyerahkan uang untuk jasa pengurusan visa kepada seorang perempuan berinisial R. Ketiga calon wisatawan tersebut, yakni Aris, Firman, dan Anto, awalnya berencana melakukan perjalanan wisata ke Taiwan sekitar Juni 2026. Dalam proses persiapan keberangkatan, mereka bertemu dengan R yang disebut menawarkan jasa pengurusan visa dengan biaya Rp22 juta untuk masing-masing orang. Karena percaya dengan tawaran tersebut, ketiganya kemudian menyerahkan uang sesuai nominal yang diminta. Namun, setelah pembayaran dilakukan, visa yang dijanjikan belum juga diterima. Para korban menyebut berbagai alasan sempat disampaikan terkait proses pengurusan visa. Akan tetapi, hingga waktu yang dijanjikan, kepastian mengenai penerbitan visa maupun keberangkatan ke Taiwan tidak kunjung diperoleh. Persoalan tersebut semakin panjang setelah Firman dan Aris mengaku sempat tinggal selama hampir dua bulan di sebuah rumah kontrakan di kawasan Perumahan Manzil Blok A15, Kabupaten Bogor, sembari menunggu proses pengurusan yang mereka harapkan segera selesai. Karena tidak melihat adanya kepastian, para korban kemudian meminta agar uang yang telah diserahkan dikembalikan. Menurut pengakuan mereka, R sempat menyatakan kesediaannya untuk mengembalikan seluruh dana tersebut dan berjanji menyelesaikan pembayaran dalam waktu dekat. Namun, hingga lebih dari satu bulan berlalu, uang yang mereka harapkan kembali belum diterima secara penuh. “Kami sangat kecewa. Bukan hanya kami bertiga yang mengalami kerugian, tetapi keluarga juga ikut terdampak. Awalnya kami ingin berlibur bersama keluarga,” ujar Firman saat dikonfirmasi media pada 28 Juli 2026. Para korban berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara hukum. Mereka meminta aparat penegak hukum menelusuri dugaan penipuan tersebut, termasuk aliran dana yang telah diserahkan, apabila laporan resmi nantinya dibuat. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat yang hendak bepergian ke luar negeri agar lebih berhati-hati menggunakan jasa pengurusan dokumen perjalanan. Calon wisatawan disarankan memastikan legalitas pihak yang menawarkan jasa, prosedur pengurusan visa, serta bukti pembayaran dan dokumen pendukung sebelum menyerahkan sejumlah uang. Hingga berita ini diterbitkan, R belum memberikan tanggapan atau klarifikasi atas tuduhan yang disampaikan para korban. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak yang disebut dalam pemberitaan. Perlu ditegaskan, dugaan tersebut masih berdasarkan keterangan pihak yang mengaku sebagai korban dan belum merupakan kesimpulan hukum. Asas praduga tak bersalah tetap berlaku sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. (Agus)