JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 6 Juni 2025 – Ada suasana berbeda di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini. Tak seperti hari-hari biasa, halaman rutan tampak lebih ramai dan penuh semangat. Bukan karena kunjungan tamu istimewa, tapi karena datangnya hewan kurban: seekor sapi dan seekor kambing! Yang membuat momen ini lebih istimewa, hewan kurban tersebut berasal dari Bupati Jepara, Wiwit Witiarso, dan Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, RA Dhini Ardhany. Sapi disumbangkan langsung oleh Bupati, sementara kambing berasal dari Kajari Jepara—sebuah bentuk kepedulian yang jarang terlihat, namun begitu bermakna. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyambut penuh rasa syukur. “Ini bukan sekadar hewan kurban, tapi simbol perhatian dan kepedulian dari para pemimpin daerah terhadap warga binaan. Kami sangat berterima kasih,” ujarnya. Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada seluruh warga binaan untuk dinikmati bersama, sementara sebagian juga akan disalurkan kepada warga sekitar rutan. Momen berbagi ini menjadi oase kebahagiaan di tengah kehidupan yang terbatas di balik jeruji besi. Yang tak kalah penting, peristiwa ini menjadi kesempatan emas bagi rutan untuk mempererat hubungan dengan stakeholder dan masyarakat. “Kami ingin Rutan Jepara bukan hanya tempat menjalani hukuman, tapi juga tempat pembinaan dan harapan baru,” tambah Renza. Warga binaan pun tampak gembira. Beberapa bahkan ikut membantu dalam proses persiapan penyembelihan, sebagai bagian dari pelatihan kerja dan pembinaan spiritual. Melalui momen ini, Idul Adha di Rutan Jepara bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga penyemai nilai—tentang kepedulian, kebersamaan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik ke depan.(Wely-jateng) .
SUKABUMI,BIDIK-KASUSNEWS.COM-Pimpinan daerah Kabupaten Sukabumi melaksanakan sholat Idul Adha 1446 Hijriah di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Assalam Putri Kecamatan Warungkiara, Jumat, 6 Juni 2025. Dalam salat yang dilaksanakan bersama masyarakat Kecamatan Warungkiara ini, dihadiri pula oleh Forkopimda dan kepala perangkat daerah Kabupaten Sukabumi. Bupati Sukabumi H. Asep Japar dalam kesempatan tersebut mengajak nasyarakat untuk memperkuat kebersamaan. Hal itu termasuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama. “Mari kita bersama-sama ikhtiar dan bangkit untuk mrwujudkan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin menuju Sukabumi yang mubarakah,” ujarnya. Oleh karena itu, H. Asep berpesan agar semuanya menjaga keimanan dan ketakwaan dengan menjadikan pengorbanan Nabi Ibrahim AS sebagai contoh dan tauladan. Selain itu, meenjadikan perayaan Idul Adha sebagai momentum peningkatan kepekaan dan kepedulian sosial. “Mari kita menjauhkan diri dari nafsu duniawi secara berlebihan. Karena dapat menjerumuskan diri dalam kelalaian kepada Allah SWT,” ucapnya. Di akhir sambutannya, H. Asep mengucapkan selamat Idul Adha 1446 Hijriah. Bupati pun berharap, Allah SWT dapat meridhoi dan menerima semua amal ibadah. Selain itu, mengampuni semua kesalahan yang diperbuat selama ini. “Semoga Allah SWT memberikan kekuatan untuk bersama-sama mewujudkan Sukabumi yang Mubarakah (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah),” pungkasnya. Dalam kegiatan tersebut, dilaksanakan penyerahan hewan kurban bantuan presiden dan sembako oleh pimpinan daerah Kabupaten Sukabumi DICKY, S
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024. Penghargaan ini diserahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) di Kantor BPK Perwakilan Jawa Tengah, Semarang, pada Kamis (5/6/2025). Dalam acara tersebut, Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, secara langsung menyerahkan dokumen hasil audit kepada Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, dan Ketua DPRD Jepara, H. Agus Sutisna. Opini WTP ini menandai keberhasilan Kabupaten Jepara dalam mempertahankan kualitas pengelolaan keuangan daerah secara konsisten selama 15 tahun berturut-turut. Prestasi ini menjadi bukti nyata atas komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik. Bupati Jepara, yang akrab disapa Mas Wiwit, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian tersebut. > “Alhamdulillah, Jepara kembali mendapat WTP. Ini buah kerja keras seluruh perangkat daerah. Semoga menjadi semangat untuk mewujudkan Jepara yang makmur, unggul, lestari, dan religius,” ujar Mas Wiwit. Sementara itu, Ketua DPRD Jepara, H. Agus Sutisna, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil audit BPK mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menciptakan pengelolaan anggaran yang tertib, transparan, dan bertanggung jawab. > “Kami mendukung penuh upaya pemda dalam membangun Jepara yang lebih maju dan sejahtera,” ungkapnya. Menanggapi capaian ini, Plt. Inspektur Kabupaten Jepara, Moh Khafid, menjelaskan bahwa strategi mempertahankan opini WTP dilakukan melalui evaluasi menyeluruh dan penguatan fungsi pengawasan internal. > “Inspektorat akan memaksimalkan peran APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) untuk mencegah temuan berulang dan menjaga standar yang sudah tercapai,” tegas Khafid. Dengan perolehan opini WTP ini, Kabupaten Jepara dinilai mampu menjaga kepercayaan publik dalam pengelolaan keuangan daerah yang tertib, terbuka, dan akuntabel. Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. (Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
Lampung, Bidik-kasusnews.com Lampung Selatan, – Polres Lampung Selatan menggelar perayaan Shoat Idul Adha dengan penuh khidmat di Lapangan Apel Mapolres Lampung Selatan, pada hari raya Idul Adha tahun ini. Jumat, 6 Juni 2025 pukul 07.00 Wib. Acara tersebut dipimpin oleh Ustadz Haji Nurhasan, S.Pd, yang memberikan tausiyah dan doa-doa untuk keberkahan serta keselamatan umat. Kegiatan ini dihadiri oleh keluarga besar Polres Lampung Selatan, termasuk anggota kepolisian, ASN, PHL, serta Pengurus Bhayangkari. Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin, dalam sambutannya mengungkapkan, “Idul Adha adalah momen yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi di antara kita semua. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini juga sebagai wujud kepedulian kita terhadap sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Semoga kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi seluruh anggota Polres Lampung Selatan dan masyarakat sekitar.” Idul Adha tahun ini menjadi momentum penting bagi Polres Lampung Selatan untuk berbagi kebahagiaan dan keberkahan dengan masyarakat sekitar. Ustadz Haji Nurhasan, S.Pd, yang menjadi penceramah, menyampaikan makna sejati dari perayaan Idul Adha. Ia mengingatkan para jamaah tentang pengorbanan Nabi Ibrahim yang menunjukkan keteguhan iman dan ketaatan kepada Allah SWT. Dalam tausiyahnya, Ustadz Haji Nurhasan menyampaikan, “Idul Adha mengajarkan kita untuk berkorban dengan ikhlas, seperti Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan yang terpenting bagi Allah. Semoga kita juga bisa memberikan yang terbaik untuk sesama, baik harta, waktu, maupun tenaga, demi kebaikan umat.” Setelah melaksanakan sholat Idul Adha, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban berupa sapi. Tahun ini, Polres Lampung Selatan menyembelih empat ekor sapi yang kemudian dibagikan kepada berbagai pihak yang berhak menerimanya. Pembagian daging kurban dilakukan dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi para Pegawai Harian Lepas (PHL), Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota Polres, serta keluarga Pengurus Bhayangkari yang turut hadir dalam acara tersebut. Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, “Kegiatan kurban ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kita terhadap sesama. Semoga daging kurban yang dibagikan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah wujud nyata dari rasa syukur dan pengorbanan yang kita lakukan bersama, sebagai keluarga besar Polres Lampung Selatan.” Selain itu, acara tersebut juga mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang tinggi di antara keluarga besar Polres Lampung Selatan. Para anggota Polres, PHL, ASN, dan Bhayangkari menunjukkan kekompakan dan saling berbagi dalam suasana penuh keakraban. Hal ini juga merupakan simbol kekuatan solidaritas di lingkungan kepolisian. Dengan semangat kebersamaan dan pengorbanan, Shoat Idul Adha Polres Lampung Selatan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua yang terlibat, serta memperkuat ikatan sosial antara polisi dan masyarakat.(Mg)
JATENG:Bidik-kasusnenws.com Polda Jateng-Kota Semarang | Menyambut dan memperingati Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1446 Hijriah, Polda Jawa Tengah menggelar Sholat Idul Adha secara terbuka di halaman Mapolda Jateng pada Jumat, (6/6/2025) pukul 06.15 WIB. Kegiatan ini diikuti ribuan jamaah sholat yang tidak hanya terdiri dari seluruh personel Polda Jateng namun juga masyarakat yang turut serta menunaikan sholat ied berjamaah di lingkungan Mapolda Jateng. Sholat Idul Adha ini diimami oleh Guru Besar Fakultas Hukum Unwahas Semarang, Prof. Dr. H. Mahmutarom, SH, MH, yang. Usai memimpin sholat, H. Mahmutarom selaku khotib melanjutkan dengan ceramah yang mengangkat tema “Idul Adha Meningkatkan Keimanan, Ketaqwaan dan Kepedulian Sosial Guna Mewujudkan Polri Presisi”. Dalam ceramahnya, H. Mahmutarom berpesan agar seluruh personil Polri mengambil hikmah dan makna dari hari haya Idul Adha dengan meneladani sikap dan pengorbanan Nabi Ibrahim as. Dirinya juga berpesan agar Polri dalam setiap langkah tugasnya dilandasi dengan niat mencari keridhoan Allah SWT. “Hal ini selaras dengan doa dalam surat Al Fatihah yang selalu kita baca di setiap sholat baik wajib maupun sunah,” tutur ulama kharismatik tersebut. Di dalam surat Al Fatihah kita diajarkan untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, menebarkan kasih sayang, memiliki sikap rendah hati dan tidak berharap selain kepada Allah SWT. Pelayanan kepada masyarakat juga harus dilakukan secara tulus. Pangkat dan jabatan yang diemban adalah amanah yang dititipkan kepada kita. “Semakin tinggi pangkat dan jabatan, maka semakin banyak masyarakat yang harus dilayani,” ujarnya. Dirinya berharap, rangkaian ibadah hari raya Idul Adha tahun ini semakin menguatkan komitmen Polri khususnya Polda Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas dalam memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat dengan menempuh jalan yang diridhoi Allah SWT. Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto turut menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pesan-pesan spiritual yang disampaikan dalam khutbah menjadi pengingat penting bagi anggota Polri untuk terus menjaga keikhlasan dalam melayani masyarakat. “Alhamdulillah, pelaksanaan Sholat Idul Adha pagi ini berjalan lancar dan penuh kekhusyukan. Ceramah yang disampaikan Prof. Mahmutarom memberi bekal spiritual yang mendalam bagi kita semua, khususnya personel Polri, agar senantiasa tulus dan rendah hati dalam menjalankan amanah jabatan,” ungkapnya di Mapolda Jateng usai sholat ied. Ia juga menambahkan bahwa rangkaian Idul Adha akan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban di Mako Sat Brimob Polda Jateng. Nantinya, daging kurban akan dibagikan kepada masyarakat sekitar, panti asuhan, dan pondok pesantren di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya. “Semoga semangat Idul Adha ini membawa keberkahan dan memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kebersamaan, keamanan, dan ketertiban di Jawa Tengah,” pungkasnya.(Wely-jateng) Sumber:Humas Polda jateng
JATENG Bidik-Kasusnews.com Grobogan – Seorang pria berinisial SW yang mengaku sebagai wartawan di Kabupaten Grobogan jawa Tengah ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Polres Grobogan bersama Kejaksaan Negeri Grobogan. SW ditangkap atas dugaan pemerasan terhadap sebuah perusahaan properti dengan total permintaan uang mencapai Rp12 juta. Kapolres Grobogan, AKBP Dedy Anung Kurniawan, dalam konferensi pers pada Kamis (16/3/2023), menyampaikan bahwa OTT dilakukan pada Senin, 13 Maret 2023, sekitar pukul 17.36 WIB. Dalam penangkapan tersebut, aparat mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp3 juta yang baru saja diberikan korban kepada pelaku. Menurut Kapolres, SW melakukan intimidasi kepada pihak perusahaan dengan mengancam akan memberitakan konflik perusahaan dengan konsumennya melalui saluran YouTube milik salah satu organisasi tempat SW bernaung. Pelaku bahkan menyebutkan bahwa dalam penyelesaian masalah tersebut, ia melibatkan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Grobogan untuk memberi tekanan tambahan. “Korban merasa khawatir jika pemberitaan tersebut disebarluaskan, maka nama baik perusahaan akan tercemar, sehingga korban meminta agar pelaku tidak memberitakan kasus tersebut,” jelas Kapolres. Menanggapi permintaan itu, SW justru meminta imbalan sebesar Rp12 juta dengan dalih sebagai bentuk ‘bantuan’ agar masalah tidak diliput dan agar dapat dibantu komunikasinya dengan pihak kejaksaan. Polres Grobogan kini tengah mendalami kasus ini lebih lanjut. Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada aparat penegak hukum jika mengalami pemerasan atau intimidasi serupa. “Kami ingin menjaga kondusifitas wilayah Grobogan, sekaligus memberikan perlindungan kepada para investor dan pelaku usaha agar tidak takut berinvestasi di daerah ini,” tandas AKBP Dedy. (Wely-jateng) Sumber:humas polres Grobogan
Bidik-kasusnews.com Jakarta – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum), Prof. Dr. Asep N. Mulyana, S.H., M.Hum., menerima kunjungan dari Tim Advokat Penegak Hukum Anti Premanisme (TUMPAS) pada Rabu, 4 Juni 2025, di Ruang Rapat JAM-Pidum, Kejaksaan Agung RI. Pertemuan ini bertujuan mempererat kerja sama antara Kejaksaan dan kalangan advokat dalam melawan praktik premanisme yang marak terjadi di masyarakat, khususnya yang bersembunyi di balik nama organisasi kemasyarakatan (ormas). Audiensi ini dihadiri oleh 29 orang anggota dan pengurus TUMPAS, dipimpin langsung oleh Ketua Tim, Saor Siagian, S.H., M.H. Dalam pertemuan tersebut, TUMPAS menyampaikan dukungannya terhadap Kejaksaan RI, khususnya dalam penegakan hukum yang tegas terhadap premanisme. “Kami melihat premanisme sudah menyusup ke berbagai sektor, bahkan di pemerintahan. Ini tidak hanya meresahkan masyarakat, tapi juga menghambat investasi dan pembangunan. Kami ingin Kejaksaan mengambil peran aktif dalam pencegahan dan penindakan,” ujar Saor. Menanggapi hal itu, JAM-Pidum menyampaikan apresiasi atas dukungan dari kalangan advokat. Ia menjelaskan bahwa Kejaksaan RI terus berupaya memperkuat penanganan premanisme melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya lewat penyusunan rencana aksi oleh Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) yang akan diteruskan ke bidang intelijen untuk langkah selanjutnya. Namun, JAM-Pidum juga menekankan bahwa ada batasan kewenangan dalam tugas Kejaksaan. “Kami hanya bisa menangani perkara yang sudah disidik oleh Kepolisian. Tanpa SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan), Kejaksaan tidak bisa bertindak,” jelasnya. Selain isu premanisme, TUMPAS juga menanyakan soal penempatan personel TNI di lingkungan Kejaksaan. JAM-Pidum menjelaskan bahwa hal tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 dan didukung oleh kerja sama resmi antara Kejaksaan dan TNI. Penempatan itu dilakukan demi perlindungan jaksa dan pengamanan institusi Kejaksaan. Menutup audiensi, kedua pihak sepakat untuk terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi. Kerja sama antara aparat penegak hukum dan masyarakat sipil, khususnya advokat, dinilai penting untuk menciptakan lingkungan hukum yang lebih aman, adil, dan tertib. Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pejabat eselon II di lingkungan JAM-Pidum, antara lain Direktur A Nanang Ibrahim Soleh, S.H., M.H., Direktur D Agus Sahat, S.H., M.H., Plt. Direktur E Dr. Desy Meutia Firdaus, S.H., M.Hum., serta Koordinator Abdullah Noerdeny, S.H., M.H.(Wely)
HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM Amuntai – Dua pria berinisial MI (21) dan MN (25) harus berurusan dengan hukum setelah kedapatan memiliki serta menguasai narkotika jenis sabu. Mereka ditangkap personel Satresnarkoba Polres Hulu Sungai Utara (HSU) pada Rabu dini hari (4/6/2025) sekitar pukul 00.10 WITA di sebuah rumah di Gang Ridha Kelurahan Antasari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU. Kedua pelaku, yang diketahui masih berstatus sebagai mahasiswa, ditangkap setelah tim Satresnarkoba menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba di wilayah tersebut. Dari tangan MI alias Ami, polisi menyita 10 paket sabu dengan berat kotor 3,31 gram dan berat bersih 1,32 gram, satu set alat hisap (bong), timbangan digital, plastik klip, hingga handphone dan sepeda motor yang digunakan sebagai sarana operasional. Sementara dari MN alias Anuy, polisi menemukan uang tunai sebesar Rp 1.550.000, satu unit handphone dan sepeda motor yang diduga merupakan hasil transaksi narkoba. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui Kasat Resnarkoba AKP Sutargo membenarkan penangkapan tersebut dan menyebut bahwa pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkotika. “Ini adalah hasil dari laporan masyarakat yang resah terhadap peredaran narkoba di lingkungan mereka. Kami apresiasi keberanian masyarakat dan akan terus menindaklanjuti setiap informasi yang masuk. Siapa pun yang terlibat dalam jaringan narkoba, akan kami tindak tegas tanpa pandang bulu,” tegas AKP Sutargo. Selain penangkapan di Gang Ridha, penggeledahan juga dilakukan di rumah lain milik MI di Desa Kota Raja, Kecamatan Amuntai Selatan, yang turut membuahkan barang bukti berupa timbangan digital yang disimpan di bawah kasur. Saat ini, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres HSU guna proses penyidikan lebih lanjut. Keduanya dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) dan/atau Pasal 112 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. “Kami berharap masyarakat terus mendukung pemberantasan narkoba dengan tidak takut melapor. Komitmen Polres HSU jelas, perang terhadap narkoba adalah prioritas utama demi menyelamatkan generasi muda,” tutup AKP Sutargo.(Agus) Sumber: Humas HSU
Bidik-kasusnews.com Jakarta, 5 Juni 2025 – Upaya pemberantasan korupsi kembali menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Agung Republik Indonesia memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Salah satu saksi yang diperiksa dalam perkara ini adalah seorang pegawai berinisial SBY, yang menjabat sebagai anggota tim teknis analisa kebutuhan perangkat TIK untuk sekolah dasar dan menengah pada tahun anggaran 2020. Pemeriksaan dilakukan oleh tim Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dalam rangka mendalami keterlibatan berbagai pihak dalam proyek digitalisasi pendidikan tersebut. Selain SBY, penyidik juga memeriksa MLS, yang kala itu menjabat sebagai Direktur Sekolah Menengah Pertama sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tahun 2020. Keduanya dianggap memiliki posisi strategis dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program yang kini tengah diusut akibat dugaan penyimpangan anggaran. Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar, pemeriksaan ini merupakan bagian dari rangkaian penyidikan terhadap 28 orang saksi yang telah dimintai keterangan sejak kasus ini mencuat. Namun hingga kini, belum ada mantan menteri atau pejabat eselon I yang ikut terseret. > “Belum ada eks Menteri yang diperiksa dari 28 saksi yang dimintai keterangan,” ujar Harli kepada awak media, Rabu (4/6/2025) malam. Meski demikian, penyidik terus melakukan pengembangan, termasuk menelusuri barang bukti hasil penggeledahan yang dilakukan di tiga lokasi berbeda—yakni kediaman tiga mantan staf khusus Menteri Nadiem Makarim, yaitu Ibrahim Arief, Fion Handayani, dan Juris Stan. Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita berbagai dokumen penting dan perangkat elektronik yang diduga terkait dengan dugaan korupsi pengadaan laptop untuk digitalisasi sekolah. Program pengadaan laptop ini merupakan bagian dari inisiatif besar pemerintah untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan. Namun, realisasinya kini menghadapi sorotan tajam setelah muncul dugaan mark-up harga dan ketidaksesuaian spesifikasi barang. Kejaksaan belum mengungkap siapa calon tersangka dalam kasus ini, namun penelusuran terhadap aliran dana dan tanggung jawab pengambilan keputusan akan menjadi kunci untuk mengurai siapa aktor utama di balik skandal ini. Publik menantikan kelanjutan penyidikan, terutama apakah kasus ini akan menyeret pejabat tinggi yang saat itu berperan dalam program digitalisasi pendidikan. Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proyek-proyek berskala nasional. Pendidikan digital adalah masa depan, namun masa depan itu tak boleh dikotori oleh praktik korupsi.(Wely) Sumber:Suara.com
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, menggelar Panen Raya Jagung Serentak Tahap II di lahan pertanian Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, pada Kamis (5/6/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri dan dilaksanakan serentak secara virtual melalui Zoom langsung dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Acara ini dihadiri oleh Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso yang diwakili oleh Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, masyarakat, kelompok tani, hingga para petani setempat. Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. “Panen raya ini adalah bukti komitmen dan kontribusi nyata Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kita ingin hadir, tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjaga ketersediaan pangan rakyat,” tegas Kompol Edy Sutrisno. Kegiatan panen serentak ini juga dilakukan di Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo, dengan pelaksanaan virtual terpusat di Bengkayang Kalimantan Barat. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama serta sambutan dari Wakapolres Jepara. Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi panen raya oleh Wakapolres Jepara bersama jajaran Forkopimda serta tamu undangan lainnya. “Ketahanan pangan adalah pondasi utama bagi kemajuan bangsa. Jika kita bisa swasembada jagung, padi, dan hasil pertanian lainnya, itu adalah titik balik kemandirian Indonesia,” pungkasnya. Panen raya ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk memaksimalkan lahan produktif demi mendukung produksi pangan lokal. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Jepara. (Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara