HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM Amuntai, 05 Juni 2025 – Dalam rangka mendukung pencapaian Swasembada Pangan pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar kegiatan Panen Raya Jagung Serentak. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis, 5 Juni 2025, pukul 11.00 Wita bertempat di Kebun Jagung milik Saudara Bahri, yang terletak di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU. Pada kesempatan ini, luas lahan yang dipanen mencapai 0,50 hektar dengan jenis jagung manis merk Eskotec. Estimasi hasil panen basah diperkirakan sekitar 6,25 ton, yang menunjukkan potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan aparat yang mendukung kesuksesan program ketahanan pangan, antara lain: • Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. • Camat Amuntai Tengah yang mewakili Bupati HSU. • Danramil dan Babinsa yang mewakili Dandim. • Kepala Dinas Pertanian yang diwakili oleh Kabid Tanaman. • Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten HSU. • Para Pejabat Utama (PJU) Polres HSU. • Kapolsek dan Personel Polres HSU dari berbagai jajaran. • Kelompok Tani (Poktan). “Kami harapkan bahwa kegiatan panen raya jagung ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Hulu Sungai Utara. Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan produksi jagung di wilayah Kota HSU.”Ungkap AKBP Agus Nuryanto, S.I.K.,M.Si. Dengan adanya kegiatan panen raya jagung ini, diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan dan mencapai swasembada pangan tahun 2025. “Kegiatan panen raya jagung ini juga menunjukkan komitmen Polres HSU dalam mendukung program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”Terang AKBP Agus Nuryanto, S.I.K.,M.Si. Kegiatan panen berjalan dengan lancar dan tertib, situasi tetap kondusif selama acara berlangsung. Sebagai penutupan, kegiatan ini berakhir pada pukul 13.00 Wita, dilanjutkan dengan pelaksanaan panen jagung di kebun milik Saudara Bahri. Ini adalah salah satu langkah penting dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional pada tahun 2025.(Agus) Sumber: Humas HSU
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 5 Juni 2025 — Dalam rangka mempererat hubungan antarlembaga dan meningkatkan sinergitas dalam pelaksanaan tugas, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando Distrik Militer (Kodim) Jepara. Kunjungan ini disambut langsung oleh Komandan Kodim Jepara beserta jajaran. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Dandim. Dalam kesempatan tersebut, Renza Maisetyo menyampaikan pentingnya memperkuat kerja sama antara Rutan dan Kodim, khususnya dalam hal pengamanan dan pembinaan warga binaan. “Sinergi dan Harmonisasi antar instansi merupakan kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas negara. Kami berharap Kodim Jepara dapat terus menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di lingkungan Rutan,” ujar Renza. Dandim Jepara menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program Rutan Jepara yang sejalan dengan misi pembinaan dan keamanan. Ia juga menegaskan bahwa TNI siap berkolaborasi dalam berbagai kegiatan positif, baik di dalam rutan maupun dalam bentuk penguatan wawasan kebangsaan bagi warga binaan. Pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan bersama, termasuk pelatihan kedisiplinan, pembekalan bela negara, serta peningkatan koordinasi dalam hal kontinjensi keamanan. Kunjungan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama sebagai simbol terjalinnya hubungan baik antarinstansi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Rutan Jepara dalam membangun kolaborasi lintas sektor guna menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, aman, dan berkelanjutan. (Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 5 Juni 2025 – Baru seratus hari menjabat, duet kepemimpinan Bupati Jepara H. Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar sudah menunjukkan langkah nyata menuju perubahan. Di bawah visi besar Jepara Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (MULUS), pasangan ini memulai gebrakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dalam acara pemaparan capaian 100 hari kerja di Sokorame Kafe Jepara, Rabu (4/6), Mas Wiwit – sapaan akrab Bupati Jepara – menegaskan bahwa perubahan tidak cukup hanya dengan janji. Perubahan harus hadir melalui kerja konkret dan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Bupati Ngantor di Desa: Pemimpin Hadir di Tengah Rakyat Salah satu program yang paling menyita perhatian adalah “Bupati Ngantor di Desa.” Dalam 100 hari, Mas Wiwit dan perangkat daerah hadir langsung di delapan desa untuk menyerap aspirasi warga. Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi wadah nyata bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan, usulan, hingga keluhan. Hebatnya, program ini menjadi yang pertama dan satu-satunya di Jawa Tengah. Tak heran jika apresiasi mengalir dari berbagai kalangan. Menjalin Harmoni Lewat Jumat Berangkat Tak hanya menyapa umat Islam di masjid, program “Jumat Berangkat” juga menyentuh tempat ibadah umat lain, seperti vihara dan gereja. Gus Wabup, sapaan akrab Wakil Bupati, menegaskan komitmennya membangun Jepara yang religius dan menjunjung tinggi toleransi. “Jepara harus menjadi rumah yang damai bagi semua keyakinan,” ungkap Gus Hajar. Tiga Kartu, Tiga Harapan Baru Di bidang kesejahteraan sosial, trio kartu diluncurkan: Kartu Kader Kesehatan Sejahtera (K3S) untuk 7.227 kader desa. Kartu Guru Sejahtera yang tahun ini sudah menyasar 10–11 ribu guru dari total 17 ribu. Kartu Sarjana Jepara untuk mahasiswa kurang mampu, bekerja sama dengan 12 kampus dan sudah mencetak 139 penerima. Target tahun depan? 2.000 sarjana baru. Jepara Tanggap 112: Satu Nomor, Semua Darurat Pada 19 Mei 2025, layanan Jepara Tanggap 112 resmi diluncurkan. Masyarakat kini bisa melapor darurat – dari kebakaran hingga bencana – secara cepat dan gratis. Ini adalah langkah krusial untuk membangun sistem penanganan yang responsif dan profesional. Jalan Mulus, Ekonomi Tancap Gas Tak bisa dimungkiri, infrastruktur jalan adalah urat nadi perekonomian. Dalam 100 hari, sebanyak 123,8 km jalan kabupaten berhasil diperbaiki, termasuk 2,7 km ruas baru dan 35 km jalan provinsi. Klinik Jalan bahkan mencatat realisasi 128 km dari target 101 km, dan tahun ini ditargetkan menembus 300 km perbaikan. “Masyarakat berhak menikmati jalan yang aman dan nyaman,” ujar Mas Wiwit. Lapangan Kerja & UMKM Jadi Prioritas Program Jepara Karya mempertemukan 27 perusahaan dengan 2.600 pencari kerja. Hasilnya, 518 orang langsung diterima. Sementara itu, program UMKM Naik Kelas memberi pelatihan, akses modal, sertifikasi halal, hingga legalitas usaha. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Tugas kami adalah membuat mereka naik kelas,” tegas Bupati. Pariwisata Digital, Pendapatan Meroket Langkah digitalisasi destinasi wisata lewat e-ticketing pun mulai berbuah manis. Dalam lima bulan, pendapatan daerah dari sektor wisata melonjak 19,9% – dari Rp1,86 miliar menjadi Rp2,23 miliar. Menatap Ke Depan: Bersama Kawal Jepara MULUS Mas Wiwit menutup pemaparannya dengan ajakan terbuka: masyarakat diajak terus mengawal, mengkritik, dan memberi masukan lewat kanal partisipatif seperti Wadul Bupati. “Kita wujudkan Jepara yang makmur dan berkeadilan bukan hanya lewat program, tapi lewat kolaborasi,” pungkasnya.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
CIREBON – BIDIK-KASUSNEWS.COM | SMP Negeri 3 Kota Cirebon menggelar acara EXPO SPENTA 2025 dan Pesona Purnawiyata 2025 dengan penuh semarak pada Rabu, 4 Juni 2025. Sebanyak 202 siswa kelas IX secara resmi dilepas setelah menyelesaikan masa belajar mereka di sekolah ini. Mengusung tema: “Menatap Asa Menapak Jalan Cita – Siswa Berkarya, Sekolah Berjaya”, acara ini menjadi momentum penuh haru dan kebanggaan bagi seluruh civitas akademika, orang tua siswa, dan para tamu undangan. Acara dihadiri oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Kota Cirebon H. Sahlan, S.Pd., M.Pd., para guru dan staf Tata Usaha, ketua dan pengurus komite sekolah, pengawas pendidikan, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Cirebon, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan, Kadini, S.Pd., M.Pd. Turut hadir juga beberapa Kepala Sekolah, perwakilan Koramil dan Polsek Lemahwungkuk, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Kelurahan Pegambiran, serta sejumlah orang tua siswa. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, disusul dengan tarian penyambut tamu dan sambutan dari perwakilan siswa selaku panitia pelaksana. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah H. Sahlan menyampaikan rasa bangganya terhadap para siswa. “Anak-anak didik Bapak, kalian telah menghadirkan karya yang luar biasa. Acara ini murni inisiatif kalian, dan kami para guru hanya membimbing. Terima kasih atas pencitraan positif yang telah kalian bangun untuk sekolah tercinta ini,” ujar H. Sahlan. Beliau juga mengucapkan selamat kepada 202 siswa yang telah menyelesaikan pendidikannya dan berpesan agar mereka terus semangat melanjutkan ke jenjang lebih tinggi serta tetap menjaga nama baik almamater. Pesona Purnawiyata dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni seperti tarian, drama, hingga pertunjukan teatrikal yang memukau. Sedangkan EXPO SPENTA 2025 menampilkan hasil karya siswa dalam Program P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), sebagai wujud kreativitas dan kemandirian dalam berkarya. Wakasek Kurikulum SMP Negeri 3, Lusti Damayanti, S.Pd., menjelaskan bahwa acara ini merupakan manifestasi dari semangat siswa yang tinggi dan keseriusan mereka dalam menerapkan pembelajaran P5. “Awalnya ini murni keinginan anak-anak. Kami guru hanya mengarahkan agar semua bisa maksimal. Ini adalah bagian dari implementasi Program P5 yang telah mereka pelajari. Dan hasilnya luar biasa,” ujar Lusti Damayanti. Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan apresiasinya atas keberhasilan acara. “Penampilan anak-anak luar biasa. Saya bangga dan puas melihat kreativitas mereka yang dituangkan secara nyata melalui Expo dan pertunjukan seni ini,” kata Kadisdik. Sebagai penutup, dilakukan prosesi penyematan tanda kelulusan kepada 202 siswa kelas IX angkatan 2024/2025 yang secara resmi telah menuntaskan masa pendidikan di SMP Negeri 3 Kota Cirebon. Acara yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang ini bukan hanya sekadar perpisahan, tetapi juga menjadi ajang syukuran dan perayaan hasil karya nyata siswa. Sebuah paket kegiatan inspiratif yang menunjukkan arah pendidikan yang tepat: Siswa Berkarya, Sekolah Berjaya. (Rico – BIDIK-KASUSNEWS.COM)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,. Kapolres Majalengka, AKBP Willy Andrian, S.H., S.I.K., M.H. memimpin langsung kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Propam yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada para Kepala Unit (Kanit) Propam Polsek jajaran Polres Majalengka, pada Rabu (4/6/2025), bertempat di Aula Kanyawasista Polres Majalengka. Kegiatan ini merupakan bentuk evaluasi kinerja pengawasan internal Polri serta apresiasi atas dedikasi dan integritas personel Propam di tingkat Polsek dalam menjaga disiplin anggota dan menjunjung tinggi etika profesi kepolisian. Dalam arahannya, Kapolres menyampaikan pentingnya peran Propam sebagai garda terdepan dalam pembinaan kedisiplinan dan penegakan kode etik di tubuh Polri. Ia menekankan agar seluruh personel Propam tetap konsisten menjalankan tugas dengan profesional, transparan, dan berkeadilan. “Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada Kanit Propam yang telah menunjukkan kinerja baik dan mampu menjaga marwah institusi. Ini harus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan pengawasan internal,” tegas AKBP Willy Andrian. Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan Propam dalam menciptakan budaya disiplin dan pelayanan yang bersih akan berdampak langsung pada kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Penghargaan diberikan kepada sejumlah Kanit Propam yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pelaksanaan tugas, baik melalui pencegahan pelanggaran, penegakan disiplin, maupun pembinaan etika di lingkungan Polsek masing-masing. (Asep.R)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Tim gabungan yang terdiri dari anggota Dalmas Polresta Cirebon dan unit K-9 Polda Jawa Barat telah melaksanakan kegiatan penanganan pasca bencana alam longsor di kawasan Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Rabu pagi (4/6/2025). Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB di lokasi kejadian. Tim K-9 melakukan proses pengendusan untuk mendeteksi kemungkinan adanya korban yang masih tertimbun material longsor. Hasil pengendusan menunjukkan adanya empat titik yang diduga sebagai lokasi tertimbunnya korban. Keempat titik tersebut langsung diberi tanda menggunakan patok, salah satunya berada di dekat sebuah alat berat jenis Kobelco berwarna kuning yang juga ikut tertimbun. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung kegiatan di lapangan dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur serta tetap mengutamakan keselamatan personel dan relawan yang terlibat. “Proses evakuasi akan dilanjutkan dengan penggalian di titik-titik yang telah ditandai, sesuai dengan hasil pengendusan dari tim K-9. Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar para korban bisa segera ditemukan dan dievakuasi,” ujar Kombes Pol Sumarni. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 21 korban meninggal dunia (MD) telah berhasil dievakuasi, sementara diperkirakan masih ada 4 korban lagi yang belum ditemukan. Proses evakuasi masih terus dilakukan secara intensif dengan tetap mengutamakan keselamatan tim di lapangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari respons cepat aparat dalam menindaklanjuti kejadian bencana longsor yang terjadi sebelumnya di wilayah tersebut. Tim gabungan masih akan melanjutkan upaya pencarian dan evakuasi dalam beberapa hari ke depan, sambil terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat setempat. (Asep Rusliman)
SUKABUMI, BIDIK-KASUSNEWS.COM– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuka Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Pemberantasan Korupsi yang diikuti oleh Pemerintah Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Wilayah Jawa Barat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. Rakor tersebut diselenggarakan di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandar Dinata No. 1 Bandung, Rabu 4 Juni 2025. Dalam kesempatan tersebut Bupati Sukabumi H. Asep Japar hadir mengikuti Rakor bersama Ketua DPRD, Budi Azhar Mutawali. Serta didampingi Sekretaris Daerah , Inspektur dan Ketua APDESI Kabupaten Sukabumi. Diketahui kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan sinergitas dan kolaborasi dalam upaya pemberantasan korupsi terintegrasi antara Kepala Daerah dengan DPRD di Wilayah Jawa Barat, Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sambutannya mengatakan bahwa pemerintah provinsi Jabar akan memastikan perencanaan dan penganggaran APBD bebas dari intervensi, dengan mengutamakan kepentingan serta kemanfaatan publik demi kesejahteraan rakyat. Di samping itu , Pemprov juga akan Menguatkan fungsi pengawasan dan pengendalian untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pemberantasan korupsi. Gubernur berharap dengan terselenggaranya Rakor ini dapat menghasilkan keputusan yang dapat menguatkan sinergitas lintas Sektor dalam ikhtiar pemberantasan korupsi di Jawa barat Di akhir kegiatan dilaksanakan penandatanganan dokumen komitmen anti korupsi Kepala Daerah dan Ketua DPRD guna mewujudkan tata kelola Pemerintahan yang efektif dan efisien. Penandatanganan dilakukan oleh seluruh Kepala Daerah dan Ketua DPRD se Jawa Barat DICKY, S
JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang, 4 Juni 2025 – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyerahkan secara langsung Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 3.947 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penyerahan SK tersebut berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya integritas bagi seluruh pegawai yang baru diangkat. Ia mengingatkan bahwa pengangkatan ini bukan semata-mata bentuk penghargaan atau prestasi pribadi, melainkan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. > “Kerja dengan hati, bukan terikat kepada pujian atau jabatan, tetapi bagaimana rekan-rekan bekerja dengan tulus dan ikhlas untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. Selain penyerahan SK CPNS dan PPPK, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelantikan 107 guru menjadi Kepala Sekolah di tingkat SMA, SMK, dan SLB Negeri. Gubernur menekankan bahwa proses penempatan kepala sekolah dilakukan dengan prinsip profesionalisme dan tidak boleh ada titipan atau intervensi yang tidak sesuai aturan. > “Syukuri penempatan yang ada, karena semua penugasan ini adalah amanah,” tegasnya. Ia juga menyampaikan bahwa penempatan kepala sekolah mempertimbangkan kedekatan domisili, guna mendukung efektivitas kerja dan keseimbangan kehidupan pribadi. Kepala SMK Negeri 2 Cilacap, Navy Hardiati, menyambut baik kebijakan ini dan menyatakan bahwa kebijakan tersebut sangat berdampak positif terhadap semangat kerja para guru. Sementara itu, salah satu guru yang diangkat sebagai PPPK, Rahmadi dari SMAN 6 Kota Semarang, menyampaikan rasa syukurnya. Ia telah mengabdi sebagai guru honorer selama 12 tahun dan menyatakan kesiapannya untuk bekerja lebih optimal dalam mencerdaskan siswa. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, melaporkan bahwa total formasi CPNS dan PPPK tahun 2024 yang terisi sebanyak 3.947 formasi, dengan rincian sebagai berikut: 230 CPNS umum 2 CPNS teknis 228 CPNS fungsional kesehatan 6 CPNS kedinasan STTD 2.578 PPPK guru 1.133 PPPK teknis Adapun 107 guru yang dilantik sebagai Kepala Sekolah terdiri dari: 53 Kepala SMA Negeri 50 Kepala SMK Negeri 4 Kepala SLB Negeri Gubernur berharap agar seluruh pegawai yang baru diangkat mampu menjaga integritas dan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.(wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id
JATENG – Bidik-kasusnews.com | Pati – Kodim 0718/Pati menggelar upacara penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2025 di Desa Sukobubuk, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Rabu (4/6/2025). Bertindak selaku Inspektur Upacara, Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Jon Young Saragi, S.Sos., M.I.P., memimpin langsung jalannya prosesi penutupan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Dalam amanatnya, Dandim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menyukseskan program TMMD, baik dari unsur TNI, pemerintah daerah, maupun masyarakat setempat. “TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI dan rakyat dalam membangun desa, serta memperkuat ketahanan wilayah. Kegiatan ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat jiwa kebangsaan dan gotong royong masyarakat,” ujar Dandim. Selama pelaksanaan TMMD yang berlangsung selama satu bulan, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, antara lain pembangunan jalan, renovasi rumah tidak layak huni, serta penyuluhan kepada masyarakat mengenai wawasan kebangsaan, kesehatan, dan pertanian. Program TMMD di Desa Sukobubuk ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, serta mempererat hubungan antara aparat dan warga. Upacara penutupan dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Pati, perangkat desa, tokoh masyarakat, pelajar, serta warga setempat yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Dengan berakhirnya program ini, diharapkan hasil pembangunan yang telah dicapai dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi modal untuk terus meningkatkan kesejahteraan serta semangat kebersamaan di tengah masyarakat.(Kasnadi)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Malam yang sepi di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, berubah tegang saat sekelompok remaja tertangkap basah mencoba membobol sebuah counter HP, Senin (2/6/2025) sekitar pukul 23.30 WIB. Aksi mereka berhasil digagalkan berkat kewaspadaan warga yang sigap bertindak. Kejadian bermula ketika Muhammad Riga Setiawan (28), pemilik counter, menutup tokonya sekitar pukul 22.00 WIB dan pergi ke acara pengajian di Desa Mantingan. Tak disangka, malam itu tokonya menjadi sasaran kelompok remaja yang nekat mencoba membongkar pintu belakang.ungkap kasat Reskrim jepara AKP Wildan Kepada Bidik-kasusnews Rabo 4/6/2025 Warga sekitar, khususnya Budi (40), mencurigai suara berisik dari arah toko. Ia langsung mengecek namun tak menemukan siapa pun. Merasa ada yang tidak beres, Budi menghubungi Riga. Bersama-sama mereka kembali ke lokasi dan menemukan pintu belakang counter dalam kondisi rusak. Puncak ketegangan terjadi ketika dua remaja, belakangan diketahui berinisial RF (16) dan WD (18), muncul di lokasi untuk mengambil motor Honda Vario Techno milik mereka yang diparkir di dekat counter. Gerak-gerik mencurigakan mereka segera menarik perhatian warga. Tak berselang lama, tiga remaja lainnya datang menyusul dengan motor Honda Beat berwarna putih-merah. Setelah diinterogasi oleh warga, kelimanya akhirnya mengakui perbuatannya — mencoba membobol counter dalam kondisi sepi.ujar wildan Identitas para terduga pelaku: RF (16) – warga Desa Ngemplak AD (15) – warga Desa Pekalongan GF (20) – warga Desa Tanah Abang WD (18) – warga Desa Kauman MR (14) – warga Desa Ngemplak Beruntung, warga tidak main hakim sendiri. Para pelaku langsung diamankan dan dilaporkan ke Polsek Batealit, yang dengan sigap mengirim petugas ke lokasi kejadian. Polisi segera melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta mendata saksi dan pelaku. Barang bukti yang diamankan: 1 unit Honda Vario Techno (K 6690 JV) 1 unit Honda Beat putih-merah (K 5932 ANC) Untuk mencegah amukan massa, kelima pelaku kini diamankan di Mapolsek Batealit. Pihak kepolisian juga memfasilitasi proses mediasi antara pelaku dan korban. Surat pernyataan telah dibuat, sebagai langkah awal penyelesaian kasus. > “Kami mengapresiasi warga yang cepat tanggap namun tetap tenang, tidak main hakim sendiri. Semua proses kami tangani sesuai hukum.tambanya Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada, bahkan di lingkungan yang terlihat aman. Sementara itu, harapan besar disematkan agar para remaja yang terlibat bisa mendapat pembinaan yang layak dan tidak mengulangi kesalahan serupa.(Wely-jateng)