Jakarta Timur, Bidik-kasusnews.com            Polsek Jatinegara menerima laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 terkait adanya aksi tawuran yang terjadi di kawasan Jembatan Serong, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Rabu (12/8/2026) Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Jatinegara yang dipimpin langsung oleh IPTU Sugeng Sriyono selaku Perwira Pengendali (Pa-Dal) yang bertugas pada malam itu segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), personel kepolisian langsung mengambil tindakan dan melakukan upaya pembubaran terhadap kelompok yang terlibat tawuran. Berkat respons cepat anggota kepolisian, aksi tawuran berhasil dibubarkan dan situasi di sekitar Jembatan Serong kembali kondusif. Tidak berhenti setelah situasi berhasil diamankan, personel Polsek Jatinegara tetap melakukan penjagaan di Posko Terpadu Jembatan Serong. Penjagaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya kembali aksi tawuran serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. Kehadiran personel kepolisian di lokasi juga menjadi bentuk respons cepat Polsek Jatinegara terhadap setiap laporan masyarakat, khususnya melalui layanan 110, dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Polsek Jatinegara mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban melalui layanan 110. Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dengan cepat sesuai situasi dan kondisi di lapangan. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Dukungan terhadap program swasembada pangan terus dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Personel kembali turun ke lapangan untuk memantau perkembangan tanaman jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Rabu (12/8/2026). Monitoring yang dilaksanakan sekitar pukul 15.00 Wita tersebut menyasar lahan pertanian seluas 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi milik Sadikin. Lahan tersebut dikelola secara perorangan dan menjadi salah satu lahan binaan Polri. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung telah memasuki usia 94 hari setelah tanam (HST). Tanaman tercatat memiliki tinggi sekitar 2 hingga 2,10 meter dan terus dipantau perkembangannya menjelang masa panen. Lahan tersebut mulai ditanami pada 12 Mei 2026 dengan jenis jagung pakan. Petani menggunakan benih hibrida Bisi 18 sebanyak sekitar 100 kilogram atau 100 bungkus. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, digunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Proses pengolahan serta perawatan tanaman masih dilakukan secara manual. Apabila pertumbuhan tanaman berjalan sesuai perkiraan, lahan jagung tersebut diproyeksikan memasuki masa panen sekitar 10 Oktober 2026. Polisi Pastikan Perkembangan Lahan Terpantau Monitoring dilakukan sebagai bagian dari pendampingan dan pemantauan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Banjang. Pemantauan secara berkala diperlukan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi petani hingga masa panen. Personel yang melaksanakan kegiatan tersebut yakni Aiptu Noryadi, Brigadir Fahmi R dan Briptu Alvito G. Kehadiran personel kepolisian di lokasi diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan masyarakat, khususnya petani, dalam mendukung program ketahanan pangan. Budidaya jagung pakan juga memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan bahan baku pakan. Karena itu, keberhasilan panen diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus ikut memperkuat ketahanan pangan di wilayah HSU. Polsek Banjang akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan tersebut hingga memasuki masa panen. Data hasil monitoring selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan pelaporan perkembangan program swasembada jagung kepada pimpinan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang dilaporkan aman, lancar dan terkendali. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi mengungkap jaringan peredaran obat-obatan tertentu (OKT) tanpa izin edar serta minuman keras (miras) di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi. Dalam pengungkapan yang dilakukan selama kurang lebih tiga bulan terakhir, polisi mengamankan 19 pelaku. Kasat Narkoba Polres Sukabumi AKP Iwan Hendi Sutisna, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan 19 pelaku tersebut terdiri atas 15 tersangka kasus peredaran obat-obatan tertentu dan empat pelaku yang diduga berperan sebagai kurir minuman keras. Pengungkapan kasus tersebut disampaikan AKP Iwan didampingi Kasi Humas Polres Sukabumi, Kapolsek Cibadak AKP Joko Susanto Supono, S.Kom., serta Kasat Pol PP Kabupaten Sukabumi Deni Yudono, SKM, KP, MM. Dari kasus peredaran obat-obatan, petugas mengamankan barang bukti sebanyak 41.479 butir. Rinciannya terdiri dari 28.163 butir tramadol, 12.474 butir hexymer, dan 842 butir trihexyphenidyl. Selain obat-obatan, polisi turut menyita uang hasil penjualan sebesar Rp3.860.000, 14 unit telepon genggam, empat sepeda motor, serta satu unit mobil Toyota Kijang dengan nomor polisi B 2948 FVK. Sementara dalam perkara miras, petugas mengamankan 3.641 botol berbagai merek. Kasus obat-obatan tersebut terungkap di sejumlah wilayah, di antaranya Cicurug, Kabandungan, Parungkuda, Nagrak, Caringin, Ciambar, Cibadak, Cikembar hingga Jampang Tengah. Sedangkan pengungkapan peredaran miras dilakukan di sebuah rumah kontrakan di Kampung Bakti RT 02/RW 01, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan. AKP Iwan menegaskan, penindakan tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian untuk menekan peredaran obat-obatan berbahaya dan minuman keras yang berpotensi mengganggu keamanan serta berdampak terhadap generasi muda. “Kami akan terus melakukan penindakan terhadap setiap bentuk peredaran obat-obatan berbahaya dan minuman keras di wilayah hukum Polres Sukabumi. Kami tidak ingin barang-barang tersebut merusak generasi muda maupun mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya, Rabu (12/8). Menurutnya, keberhasilan pengungkapan kasus juga tidak terlepas dari informasi masyarakat dan hasil penyelidikan anggota di lapangan. Karena itu, masyarakat diminta aktif menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan aktivitas peredaran obat-obatan berbahaya maupun miras. Dari keseluruhan barang bukti yang diamankan, polisi memperkirakan nilai ekonominya mencapai sekitar Rp461.330.000. Pengungkapan tersebut juga diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 15.104 jiwa dari potensi penyalahgunaan obat-obatan dan minuman keras. Untuk perkara peredaran obat-obatan tertentu, penyidik menerapkan Pasal 435 dan Pasal 436 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ketentuan tersebut memuat ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp5 miliar. Sementara untuk kasus peredaran minuman keras, pelaku dijerat Pasal 11 Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 7 Tahun 2015 tentang Larangan Minuman Beralkohol, dengan ancaman pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp50 juta. Polres Sukabumi memastikan penindakan terhadap peredaran obat-obatan berbahaya dan minuman keras akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga situasi kamtibmas sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sebanyak 150 mahasiswa Universitas Indonesia (UI) melakukan kunjungan edukatif ke Museum Megalodon atau Museum Sri Asih Pakidulan di Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Rabu (12/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi para mahasiswa untuk mengenal lebih dekat sejarah, kekayaan geologi, serta berbagai peninggalan alam yang tersimpan di kawasan Pakidulan Sukabumi. Rombongan mahasiswa disambut Kepala Desa Gunungsungging Nanang bersama pengelola Museum Megalodon, Mansur dan Eli Yulianti. Dalam kesempatan itu, Nanang menyampaikan apresiasi atas kedatangan para mahasiswa sekaligus memaparkan keberadaan dan perkembangan museum kepada rombongan. Menurut Nanang, Museum Megalodon memiliki nilai edukasi dan potensi yang cukup besar untuk memperkenalkan kekayaan alam serta sejarah geologi Sukabumi kepada masyarakat luas, termasuk kalangan akademisi. Sementara itu, pengelola museum Mansur memberikan penjelasan mengenai koleksi serta berbagai informasi yang berkaitan dengan geologi dan peninggalan alam yang menjadi bagian penting dari keberadaan Museum Megalodon. Mansur mengaku bersyukur karena museum tersebut mendapat kunjungan dari kalangan mahasiswa. Menurutnya, kunjungan itu menjadi bentuk perhatian sekaligus dorongan agar keberadaan museum dapat terus dikembangkan. “Alhamdulillah kami sangat bersyukur museum ini dapat dikunjungi. Kami juga mohon maaf apabila tempat yang ada saat ini belum sepenuhnya memuaskan pengunjung,” ujar Mansur. Ia berharap Pemerintah dapat memberikan dukungan terhadap pembangunan gedung Museum Megalodon. Saat ini, kegiatan museum masih memanfaatkan bangunan milik Pemerintah Desa Gunungsungging. “Tanah untuk pembangunan gedung khusus Alhamdulillah sudah tersedia. Kami sangat berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah agar segera dapat dibangunkan gedung yang layak dan memadai,” katanya. Kunjungan 150 mahasiswa tersebut diharapkan tidak hanya menambah wawasan akademik, tetapi juga memperluas pengenalan terhadap potensi geologi dan kekayaan alam Desa Gunungsungging. Di sisi lain, keberadaan museum diharapkan semakin mendapat perhatian sehingga dapat berkembang menjadi ruang edukasi yang representatif bagi masyarakat dan dunia pendidikan. (Dicky)

Palembang, Bidik-kasusnews.com          Wakapolda Sumatera Selatan bersama Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James P. Hutagaol, S.I.K., M.H., mengikuti kegiatan gladi persiapan peresmian Jembatan Merah Putih Presisi yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan menjelang pelaksanaan peresmian Jembatan Merah Putih Presisi. Gladi dilaksanakan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan, termasuk kesiapan teknis, susunan acara, koordinasi antarinstansi, serta pelaksanaan kegiatan secara daring maupun luring dapat berjalan dengan baik. Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Sumsel dan Dansat Brimob Polda Sumsel mengikuti setiap tahapan gladi dengan memperhatikan arahan serta koordinasi yang disampaikan oleh panitia. Keikutsertaan jajaran Polda Sumsel menjadi bentuk kesiapan dalam mendukung kelancaran agenda peresmian tersebut. Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James P. Hutagaol, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya kesiapan personel dan koordinasi yang baik dalam setiap kegiatan, khususnya kegiatan yang melibatkan banyak pihak dan menjadi perhatian masyarakat. Melalui pelaksanaan gladi ini, diharapkan seluruh rangkaian peresmian Jembatan Merah Putih Presisi dapat terlaksana secara tertib, aman, lancar, dan sesuai dengan susunan acara yang telah ditetapkan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan koordinasi dalam mendukung suksesnya pelaksanaan peresmian Jembatan Merah Putih Presisi. (Agus)

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com          Kepedulian Polri terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui program bedah rumah bagi warga yang membutuhkan. Kesiapan program tersebut ditinjau langsung Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol. dr. Alfian Nurizal, S.H., S.I.K., M.Hum., di wilayah Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Metro Jakarta Timur didampingi Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono, S.H., M.H.. Pengecekan dilakukan untuk memastikan lokasi, personel, serta berbagai kebutuhan pendukung program bedah rumah telah dipersiapkan dengan baik. Kegiatan bedah rumah yang diselenggarakan oleh Polda Metro Jaya tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak. Kapolres meninjau langsung kondisi lokasi sekaligus mengecek kesiapan personel yang nantinya terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Koordinasi juga menjadi perhatian agar seluruh rangkaian pembangunan dapat berjalan aman, tertib dan sesuai dengan rencana. Kapolsek Jatinegara bersama jajarannya menyatakan siap mendukung pelaksanaan program tersebut, termasuk memastikan koordinasi dan pengamanan di lapangan berjalan optimal hingga seluruh kegiatan selesai. Bukan Sekadar Bedah Rumah Program bedah rumah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan memperbaiki bangunan tempat tinggal. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata kepolisian di tengah masyarakat. Melalui kegiatan sosial seperti ini, Polri berupaya memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong. Kehadiran personel di tengah warga juga diharapkan dapat mempererat komunikasi serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Pengecekan langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Timur sekaligus menjadi langkah untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi penerima. Kapolsek Jatinegara menegaskan dukungan jajarannya terhadap seluruh rangkaian kegiatan. Pengamanan dan koordinasi akan terus dilakukan agar proses bedah rumah dapat berlangsung dengan aman, lancar dan kondusif. Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat Presisi tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian sosial, pelayanan serta gotong royong bersama masyarakat. Dengan adanya program bedah rumah ini, Polri berharap warga penerima manfaat dapat memiliki hunian yang lebih layak, aman dan nyaman, sekaligus merasakan secara langsung kehadiran polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. (Agung)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com    Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 TA 2026 Kodim 0410/KBL terus menunjukkan progres menggembirakan di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Pada Rabu (12/8/2026), Dansatgas TMMD ke-129 Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan bersama jajaran Babinsa dari seluruh Koramil Kodim 0410/KBL terus mengerahkan personel untuk menyelesaikan berbagai sasaran fisik yang telah ditentukan. Sejumlah pekerjaan bahkan telah mendekati dan mencapai tahap akhir. RTLH Ibu Nur Hayati di Jalan Bukit Pinang Jaya telah mencapai 90 persen, rabat beton Jalan Nangka 2 Gang Alpukat II sepanjang 210 meter dengan lebar 2 meter telah mencapai 100 persen, MCK-5 Jalan Nangka 1 mencapai 99 persen, tempat wudu Musala Baitul Saudah mencapai 100 persen, bedah rumah Bapak Syahrul mencapai 98 persen, serta drainase Jalan Rajawali RT 02 sepanjang 100 meter juga telah mencapai 100 persen. Di sisi lain, pembangunan RTLH Bapak Siswanto dan RTLH Bapak Hendi serta kegiatan pengecoran Jalan Nangka terus dikerjakan secara maksimal. Deretan sasaran tersebut memperlihatkan bahwa TMMD ke-129 bukan hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan perubahan yang langsung dirasakan masyarakat. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam setiap pekerjaan. Prajurit TNI dan warga berdiri bersama, bekerja bersama, serta menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan satu tujuan, yaitu menciptakan lingkungan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Kolonel Arm Roni Hermawan selaku Dansatgas TMMD ke-129 menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari persentase pekerjaan, tetapi dari sejauh mana hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL di Pinang Jaya pun menjadi gambaran nyata bahwa ketika TNI dan rakyat bersatu, pembangunan bukan sekadar program, melainkan gerakan bersama untuk menghadirkan perubahan dan menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat. (Agus)

Bandar Lampung – Bidik-kasusnews.com Kepedulian dan kesigapan aparat kewilayahan kembali terlihat saat terjadi kebakaran hebat yang melanda Gudang Frozen milik PT. Prima Food Internasional di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, Selasa malam, 11 Agustus 2026. Mendapat informasi dari Ketua RT 19, Bapak Sandi, Babinsa Kelurahan Sukaraja Koramil 410-02/TBS, Serka S. Abidin, segera bergerak menuju lokasi kejadian. Kehadiran Babinsa tidak hanya untuk memonitor perkembangan situasi, tetapi juga membantu mengamankan area, berkoordinasi dengan unsur terkait serta memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi kebakaran. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), Serka S. Abidin bersama unsur kewilayahan langsung melakukan pemantauan dan membantu mengendalikan situasi di tengah kepanikan warga. Langkah cepat tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mencegah warga mendekati lokasi yang masih diliputi kobaran api dan asap tebal. Berdasarkan keterangan awal, kebakaran diketahui oleh seorang petugas keamanan bernama Angga (23). Saat menjalankan tugas, Angga melihat adanya saklar listrik yang terbakar. Tidak lama kemudian terdengar suara api dan kobaran api dengan cepat membesar. Melihat kondisi tersebut, Angga berupaya menyelamatkan kendaraan yang berada di dalam gudang. Sebanyak tiga unit mobil Grand Max berhasil dikeluarkan dari lokasi, sementara satu unit lainnya tidak sempat diamankan sehingga ikut terbakar. Warga dan Ketua RT yang mengetahui kejadian tersebut kemudian segera menghubungi Babinsa sekaligus melaporkan kejadian kepada petugas pemadam kebakaran. Respons cepat seluruh unsur membuat armada pemadam dapat segera dikerahkan ke lokasi. Petugas pemadam kebakaran tiba sekitar 10 menit setelah menerima laporan. Sebanyak kurang lebih delapan unit mobil pemadam kebakaran dari unsur Kecamatan dan Kota Bandar Lampung diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Proses pemadaman berlangsung cukup intensif karena material yang berada di dalam gudang merupakan barang-barang yang mudah terbakar. Setelah kurang lebih satu jam dilakukan penanganan, kobaran api berhasil dikendalikan dan proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Di tengah situasi tersebut, Serka S. Abidin menunjukkan peran Babinsa sebagai aparat teritorial yang selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kondisi darurat. Bersama aparat terkait, pemerintah kecamatan dan kelurahan, Linmas, perangkat RT serta masyarakat, Babinsa membantu memastikan proses penanganan kebakaran berjalan dengan aman dan tertib. Kehadiran Babinsa di lokasi juga menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap keselamatan masyarakat. Bukan hanya menjalankan fungsi pemantauan wilayah, Babinsa turut membantu masyarakat menghadapi situasi sulit dengan mengedepankan koordinasi, kewaspadaan dan semangat gotong royong. Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar. Berdasarkan pendataan sementara, satu unit mobil Grand Max terbakar, sekitar 10 kontainer berisi ayam beku, serta sejumlah barang berupa nugget, sembako, beras, minyak dan berbagai barang lainnya mengalami kerusakan. Nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai kurang lebih Rp2 miliar, namun angka tersebut masih dalam proses pendataan dan inventarisasi lebih lanjut. Turut hadir dalam penanganan kejadian tersebut Camat Bumi Waras Budi Ardianto, S.T., M.M., Kepala Dinas Kebakaran Kota Bandar Lampung, Kapolsek Bumi Waras AKP Hasbi, S.I.K., M.H., Lurah Sukaraja Ari Oktara, S.T., Babinsa Kelurahan Sukaraja Serka S. Abidin,aparat terkait Kelurahan Sukaraja Aiptu Agus Setiawan, personel Polsek Bumi Waras, perangkat RT dan pamong Kelurahan Sukaraja, Linmas serta masyarakat sekitar Jalan Slamet Riyadi. Hingga sekitar pukul 22.15 WIB, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung dan kobaran api telah hampir sepenuhnya berhasil dipadamkan. Aparat bersama petugas terkait tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api. Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kecepatan informasi dan koordinasi antara masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah wilayah dan petugas pemadam kebakaran. Laporan masyarakat yang diterima dengan cepat memungkinkan aparat segera mendatangi lokasi dan mengerahkan unsur penanganan kebakaran. Bagi Serka S. Abidin, membantu masyarakat dalam kondisi darurat merupakan bagian dari pengabdian sebagai aparat kewilayahan. Babinsa harus selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan, terlebih dalam situasi bencana yang membutuhkan tindakan cepat dan kepedulian bersama. Kehadiran Babinsa di tengah musibah bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Saat warga menghadapi musibah, Babinsa hadir untuk membantu, menguatkan dan memastikan masyarakat tidak menghadapi keadaan tersebut sendirian. “Cepat merespons, hadir di tengah masyarakat, dan membantu hingga situasi aman merupakan bagian dari pengabdian Babinsa kepada rakyat.” (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong pemerataan pelayanan kesehatan dengan memperkuat fasilitas medis berteknologi tinggi. Upaya tersebut ditandai dengan peresmian Cathlab, ICVCU, CT Scan, dan Laboratorium Mikrobiologi di UOBK RSUD Sekarwangi, Rabu (12/8/2026). Peresmian dilakukan Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Kehadiran empat layanan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas RSUD Sekarwangi sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan rujukan di Kabupaten Sukabumi. Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan pembangunan dan pengembangan fasilitas kesehatan harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemerataan layanan dengan dukungan teknologi tinggi menjadi salah satu hal yang perlu terus diperkuat. Menurutnya, keberadaan Cathlab, ICVCU, CT Scan, dan Laboratorium Mikrobiologi membuat kemampuan RSUD Sekarwangi dalam memberikan pelayanan semakin komprehensif. Fasilitas tersebut juga diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan tindakan medis tertentu. “Program ini menjadi langkah strategis memperkuat jejaring pelayanan rujukan nasional melalui pemerataan akses terhadap kesehatan berteknologi tinggi,” ujar Asep Japar. Ia menjelaskan, penguatan fasilitas kesehatan bukan hanya berkaitan dengan pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan mutu pelayanan. Dengan dukungan teknologi yang semakin lengkap, masyarakat Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat memperoleh pelayanan yang lebih cepat dan berkualitas. Asjap sapaan bupati juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mampu menjangkau kebutuhan masyarakat. Direktur UOBK RSUD Sekarwangi dr. Asep Suherman, M.Kes., menyampaikan bahwa empat layanan tersebut dirancang sebagai satu kesatuan pelayanan. Integrasi itu terutama ditujukan untuk mendukung penanganan kasus kegawatdaruratan jantung, stroke, serta penyakit infeksi. Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa transformasi kesehatan nasional terus diarahkan pada modernisasi, digitalisasi, serta penguatan sistem pelayanan dan pengawasan. Budi mengatakan, penguatan fasilitas kesehatan di daerah diharapkan membuat semakin banyak pelayanan dapat diselesaikan di tingkat kabupaten/kota. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan layanan medis yang dibutuhkan. “Harapannya 80 persen pelayanan kesehatan bisa dilakukan di tingkat kabupaten/kota. Selain memudahkan masyarakat, pelayanan juga bisa dilakukan lebih cepat dan meminimalkan rujukan,” kata Budi. Menurutnya, pengembangan layanan kesehatan berteknologi tinggi di daerah merupakan bagian penting dari transformasi pelayanan kesehatan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pelayanan. Peresmian empat layanan kesehatan tersebut juga menjadi momentum tersendiri karena bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156. Kegiatan dihadiri unsur Forkopimda, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, perangkat daerah Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Cibadak, serta tamu undangan lainnya. (Reno)

SUKABUMI-BIDIK-LASUSNEWS.COM – Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mencegah stunting. Pesan moral tersebut disampaikan saat menghadiri sekaligus membuka Gelar Budaya Pesona Kadudampit Tahun 2026 di Lapang Cijagung, Kecamatan Kadudampit, Rabu (12/8/2026). Menurut Andreas, kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat secara luas harus sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama terhadap pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. Kebersihan lingkungan, kata dia, tidak boleh hanya menjadi perhatian ketika ada kegiatan tertentu, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kemeriahan ini harus diimbangi dengan menjaga alam dan kebersihan lingkungan. Stunting salah satunya dipicu oleh lingkungan yang tidak bersih,” ujar Andreas. Ia menjelaskan, kondisi lingkungan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya menekan angka stunting. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal. Andreas pun mendorong pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa untuk terus menggerakkan masyarakat dalam menjaga kebersihan. Upaya tersebut dinilai penting agar pembangunan kesehatan tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah, tetapi juga didukung perilaku hidup bersih di tingkat keluarga. Selain persoalan kesehatan, Wabup berharap nilai-nilai budaya dan keagamaan yang tumbuh di masyarakat Kadudampit dapat tercermin melalui kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, menjaga kebersihan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Dalam kesempatan tersebut, Andreas juga mengapresiasi pelaksanaan Gelar Budaya Pesona Kadudampit yang dinilai mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan budaya daerah. Ketua Panitia Gelar Budaya Pesona Kadudampit, Deden, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diisi berbagai agenda, mulai dari lomba pelajar, perkemahan Pramuka yang diikuti sekitar 1.500 peserta, pementasan seni tradisional, jalan santai, tabligh akbar hingga santunan anak yatim. Deden mengatakan, rangkaian kegiatan juga diarahkan sebagai sarana edukasi bagi generasi muda. Salah satu pesannya yakni mengajak anak-anak mengurangi penggunaan gawai dan kembali aktif dalam kegiatan olahraga serta aktivitas sosial. “Acara ini lebih ke arah edukasi untuk mengajak anak-anak meninggalkan gadget sejenak. Kita hidupkan kembali budaya olahraga dan kebersamaan,” katanya. Rangkaian Gelar Budaya Pesona Kadudampit berlangsung selama sepekan sejak 10 Agustus 2026. Selain menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan olahraga, agenda tersebut turut menjadi wadah pelestarian seni budaya lokal serta rangkaian menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. Berbagai kesenian khas turut ditampilkan, di antaranya rampak gendang, pencak silat, angklung bujo dari Desa Cikidang, serta teater kolosal Situ Gunung. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya diajak melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat. (Dicky)