SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Pelaksanaan perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Pasirgaling, Desa Citanglar, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, berlangsung lancar, Senin (25/8/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panyindangan yang dikelola Yayasan Sirojul Ummah Surade. Sebagai mitra MBG, yayasan tersebut menyalurkan 2.632 paket makanan bergizi untuk 24 SD/MI dan TK/MI di wilayah Kecamatan Surade. Kepala SPPG Pasirgaling, Aridzar, menyebutkan distribusi paket MBG berjalan tepat waktu dan menu yang diberikan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN). “Alhamdulillah, distribusi tidak ada keterlambatan. Menu yang disajikan sesuai standar, semoga anak-anak senang dan terbantu gizinya,” ujarnya. Kepala SDN Pasirgaling, Deni, mengaku bersyukur sekolahnya menjadi lokasi prioritas pelaksanaan program. SDN Pasirgaling sendiri menerima 93 paket makanan bergizi. Ia berharap pendistribusian ke sekolah selalu tepat waktu agar tidak mengganggu kegiatan belajar. “Kami juga akan membentuk tim khusus untuk mendistribusikan paket ke tiap kelas agar KBM tetap lancar,” tambahnya. Sementara Ketua Yayasan Sirojul Ummah, H. Bawan, menegaskan program ini sangat bermanfaat bagi siswa. “Anak-anak terbiasa makan bergizi, semangat belajar meningkat, dan gizinya lebih terjamin. InsyaAllah program ini terus berlanjut sehingga seluruh anak di Indonesia bisa merasakan manfaat program prioritas Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya. Kegiatan peluncuran MBG di Surade ini turut dihadiri Forkopimcam Surade, perwakilan Dinas Kesehatan, dan para guru SDN Pasirgaling. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Viral video warga Kampung Tanjung, Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang terpaksa membawa keranda jenazah melintasi aliran Sungai Cikarang tanpa jembatan, memicu perhatian berbagai pihak. Salah satunya datang dari Relawan Sehati yang menyatakan siap terlibat dalam solusi nyata menyelesaikan permasalahan ini hingga tuntas serta kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Sebagai respons, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berencana membangun kembali jembatan gantung di lokasi tersebut. Pembangunan akan dilaksanakan melalui kolaborasi Pemda dengan sejumlah yayasan dan relawan, termasuk Relawan Sehati. Camat Jampangkulon, Dading, menegaskan jembatan baru akan segera dibangun. “Hari ini kami bersama Kepala Desa Tanjung dan tim survei dari PU sudah turun langsung ke lokasi. Insya Allah dalam waktu secepatnya jembatan akan dibangun kembali,” ujarnya, Senin (25/8/2025). Menurut Dading, jembatan gantung di lokasi itu memiliki peran vital karena menjadi penghubung warga Kampung Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, dengan warga Kampung Cibungur, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran. “Jembatan ini adalah akses utama untuk pendidikan, pertanian, dan kesehatan. Keberadaannya sangat penting bagi masyarakat di perbatasan dua wilayah tersebut. Kami berharap pembangunannya segera terealisasi,” tambahnya. Sementara itu, Abah Zeans, perwakilan Relawan Sehati, membenarkan pihaknya akan ikut serta dalam pembangunan. “Mohon doanya saja. Insya Allah besok saya akan ke lokasi untuk survei. Nanti akan kami kabari perkembangannya,” kata dia. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM– Proyek pembangunan tower provider di Kampung Sumur Bandung, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, jadi sorotan publik. Pasalnya, pembangunan diduga belum mengantongi izin resmi, meski demikian aktivitas tersebut tetap berlangsung. Kepala Desa Pasiripis, Nandang Saeful Mikdar, membenarkan adanya pembangunan tersebut yang sudah tidak lagi mengindahkan peringatan pemerintah setempat. Ia menyebut, pelaksana proyek memang sudah melakukan sosialisasi ke warga serta membicarakan soal ganti rugi lahan, namun soal izin masih berproses di tingkat kabupaten. Sementara Camat Surade, U. Suryana, menegaskan pihak kecamatan hanya berwenang mengeluarkan imbauan penghentian sementara. “Kewenangan penuh ada di dinas terkait. Kami sudah imbau untuk stop dulu sampai izin keluar,” ujarnya, Sabtu (23/8/2025). Pantauan di lapangan memperlihatkan aktivitas proyek sempat terhenti pada Jumat (22/8). Namun, sehari berselang, Minggu (24/8), pengerjaan kembali dilanjutkan dengan pemasangan rangka tower. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan sudah melayangkan teguran. “Kontraktor berkomitmen menghentikan aktivitas sampai izin terbit,” jelasnya, Senin (25/8/2025). Sebagai informasi, pembangunan tower wajib memenuhi sejumlah persyaratan administratif, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sesuai PP Nomor 16 Tahun 2021, serta rekomendasi tata ruang dan teknis konstruksi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki mengapresiasi pencapaian Kelurahan Cisarua menjadi juara 1 Lomba Perpustakaan Tingkat Jawa Barat. Hal itu dia sampaikan usai menghadiri Bimtek RT dan RW se Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole, Senin (25/8/2025). Setelah meraih juara tingkat Jawa Barat, Ayep menyebut akan dipromosikan mengikuti lomba perpustakaan tingkat nasional. ”Saya sangat mengapresiasi pencapaian prestasi yang membanggakan ini. Mudah-mudahan bisa mengharumkan nama Kota Sukabumi di level yang lebih tinggi,” kata Ayep. Dia menambahkan, untuk mencapai prestasi ini tidak lah mudah melainkan membutuhkan kekompakan dan soliditas antar semua pemangku kepentingan mulai di tingkat Kelurahan, RW hingga RT. ”Saya berharap, semua Kelurahan meniru apa yang telah dilakukan oleh Kelurahan Cisarua. Di mana mereka bekerja keras dan saling bahu membahu dengan penuh kekompakan dan soliditas tinggi,” ujarnya. Pada bagian lain dia mengatakan, kesejahteraan dan kemakmuran itu harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu kata kuncinya kata dia adalah kekompakan itu sendiri. “Kalau ingin sejahtera dan maju itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Eksekutif, legislatif, peringkat daerah, para camat dan elemen-elemen masyarakat lainnya harus kompak bersatu,” tandasnya. Terpenting kata dia, antar sesama warga jangan saling caci maki, menghujat, menjelek-jelekan dan ujaran kebencian antar sesama. “Mari kita bersama-sama membangun Kota Sukabumi dengan bergandengan tangan dan penuh rasa kasih sayang yang tulus,” tandasnya. Pada bagian lain, prestasi Kelurahan Cisarua bukan kaleng-kaleng. Dimana saat ini pendapatan PBBP2 Kelurahan Cisarua paling besar diantara kelurahan-kelurahan lain. “Saat ini pendapatan PBBnya paling besar,” ungkapnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi menyetujui Raperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, di ruang rapat utama, Senin (25/8/2025). Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyampaikan, lewat paripurna dapat memperkuat pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat lahir batin. Dalam kesempatan itu, Ayep juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran DPRD, mulai dari unsur pimpinan hingga anggota, yang telah berkontribusi melalui Badan Musyawarah (Bamus), Panitia Khusus (Pansus), fraksi, dan komisi-komisi dalam membahas Raperda Perubahan APBD 2025. Ia menjelaskan, Raperda tersebut selanjutnya akan dievaluasi Gubernur Jawa Barat dan disempurnakan paling lambat tujuh hari kerja sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) definitif, sesuai dengan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah. “Pengelolaan keuangan daerah tetap mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas sebagaimana masukan dari fraksi-fraksi DPRD,” tegas Ayep. Perubahan APBD 2025 disusun melalui tahapan mulai dari penyampaian nota keuangan, pandangan umum fraksi, hingga rapat gabungan komisi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan SKPD terkait. Kritik dan masukan DPRD, kata Ayep, menjadi bentuk keseriusan bersama untuk mewujudkan APBD yang berkualitas. Adapun komposisi Rencana Perubahan APBD 2025, yakni pendapatan daerah sebesar Rp1,306 triliun dan belanja daerah sebesar Rp1,353 triliun. Sementara itu, pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp49,6 miliar yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) hasil audit BPK, serta pengeluaran pembiayaan berupa penyertaan modal daerah sebesar Rp2 miliar. Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, menambahkan, salah satu tantangan APBD saat ini adalah transfer dari pusat yang belum sesuai harapan. “Pusat masih punya utang sekitar Rp20 miliar lebih dari dana DED dan dana-dana lainnya,” ungkapnya. Karena itu, lanjut Wawan, pemerintah daerah harus terus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia juga menyoroti dinamika anggaran terkait program P2RW. “Awalnya dianggarkan Rp4,5 miliar pada program padat karya, namun kemudian dikembalikan ke P2RW menjadi Rp9,8 miliar,” jelasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Salah satunya melalui pengaspalan ruas Jalan Simpangkaret–Pasirmalang di Desa Wanasari, Kecamatan Surade, yang rampung dikerjakan pada Senin (25/8/2025). Kepala UPTD PU Wilayah VI Jampangkulon, Rudi AB, menjelaskan, pengaspalan dengan metode hotmix HRS ini bertujuan meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. “Peningkatan infrastruktur jalan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi, khususnya di Desa Wanasari dan Desa Sirnasari,” ungkapnya. Ruas jalan yang diperbaiki memiliki panjang 985 meter dengan lebar 3 meter. Dalam pelaksanaannya, Dinas PU bekerja sama dengan CV Indotama Jaya. “Proses pengerjaan dilakukan dengan standar yang baik agar hasilnya berkualitas dan akses transportasi warga semakin lancar,” tambah Rudi. Kepala Desa Wanasari, Sudarmi, turut menyampaikan apresiasi atas pembangunan ini. “Atas nama pemerintah Desa Wanasari, kami ucapkan terima kasih kepada Bupati Sukabumi H. Asep Japar dan Wakil Bupati H. Andreas. Semoga di tahun mendatang, perbaikan jalan yang belum terselesaikan dapat kembali direalisasikan,” ujarnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mengajak Karang Taruna untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi pembangunan menuju Kota Sukabumi Emas 2035. Ajakan tersebut ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Pemberdayaan Karang Taruna Tingkat Kelurahan Selabatu dalam rangka gerakan capacity building di Aula Kelurahan Selabatu, Senin (25/8/2025). “Karang Taruna itu melekat dan menjadi bagian dari Pemkot Sukabumi. Pemkot wajib membina Karang Taruna serta organisasi kepemudaan lain seperti KNPI, KONI, Pramuka, dan PMI,” ungkap Ayep. Ia menegaskan, Karang Taruna harus ikut membantu menjaga kondusivitas sosial dengan menghentikan aksi ujaran kebencian, hujatan, maupun perpecahan antarwarga. “Saya mengimbau untuk saling menghargai dan menghormati serta bersama-sama membangun Kota Sukabumi yang lebih maju,” tambahnya. Dalam kesempatan itu, Ayep juga menekankan komitmennya untuk mendahulukan kepentingan masyarakat dibandingkan kepentingan pribadi atau golongan. “Saya sudah selesai dengan urusan keluarga, sahabat, maupun lingkaran pribadi. Sekarang fokus saya membangun Sukabumi dalam 5 hingga 10 tahun ke depan agar target Kota Sukabumi Emas 2035 tercapai,” ujarnya. Untuk menunjang keberlangsungan pembangunan, Ayep memastikan hanya akan menempatkan figur yang berkapasitas dan kompeten di posisi strategis, baik di OPD, BUMD, maupun BLUD. “Saya tidak akan menerima titipan jabatan dari siapapun. Jika salah menempatkan orang, berarti saya mengkhianati amanat masyarakat,” tegasnya. Ketua Umum Karang Taruna Kota Sukabumi, Raden Koesoemo Hutaripto, menyampaikan bahwa dalam Permensos Nomor 9 Tahun 2025 yang segera disahkan, wali kota berperan sebagai Pembina Umum Karang Taruna. “Sebagai pembina, wali kota menyiapkan strategi, anggaran, dan evaluasi akhir. Karena itu, Karang Taruna juga harus berperan aktif mendorong pemerintah meningkatkan PAD,” jelasnya. Ia berharap di bawah kepemimpinan Ayep Zaki, PAD Kota Sukabumi bisa tumbuh signifikan. “Selama ini PAD stagnan. Mudah-mudahan dalam lima tahun ke depan bisa mencapai Rp700 miliar hingga Rp800 miliar,” pungkasnya. (Usep)
Bidik-kasusnews.com,Pontianak Kalimantan Barat Minggu-24-Agustus-2025 Tim investigasi gabungan Mata Lang Lembaga LIDIK KRIMSUS RI (LKRI) Kalimantan Barat mengungkap dugaan praktik penyimpangan pajak dan penyelundupan limbah minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi di wilayah Pontianak. Temuan tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait adanya pergerakan iring-iringan mobil tangki bermuatan limbah CPO yang diduga berasal dari PT Parna Agromas – Sekadau Site, berlokasi di Dusun Batu Ampar, Tapang Pulau, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Menurut informasi lapangan, limbah CPO tersebut diangkut menggunakan truk tangki berkapasitas sekitar 8 ton per unit. Wakil Ketua Dewan Pimpinan Provinsi LKRI Kalimantan Barat, Rabudin Muhammad, menjelaskan bahwa tim investigasi melakukan pemantauan pada 22 Agustus 2025 sekitar pukul 03.48 WIB di kawasan lampu merah Siantan, Jalan Sultan Hamid II, Kecamatan Pontianak Utara. Dalam pemantauan itu, terdeteksi dua unit truk tangki yang mengarah menuju sebuah kontainer berukuran 20 kaki dengan kode ICCU 431027(9) di Jalan Budi Utomo, Siantan Hilir, pada pukul 08.15 WIB. Lebih lanjut, tim mendapati adanya aktivitas pemindahan muatan limbah CPO dari truk tangki ke dalam kontainer menggunakan mesin pompa. Puncak aktivitas terjadi sekitar pukul 23.06 WIB, ketika tim mencatat sedikitnya 9 unit truk tangki yang terlibat, dengan tiga kontainer berbeda, salah satunya berkode SPNU 3047672261. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diduga kuat merupakan modus penyelundupan limbah CPO untuk menghindari kewajiban pajak negara. Kasus ini berpotensi melanggar sejumlah regulasi nasional, antara lain: Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dan Pajak, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (apabila terkait limbah B3 atau alih fungsi lahan) Praktik pasar gelap komoditas strategis seperti CPO diduga merugikan keuangan negara dan merusak tata kelola industri perkebunan di Kalimantan Barat. “Kasus ini harus segera diusut secara tuntas, karena jelas berpotensi merugikan negara melalui penghindaran pajak dan bisa masuk dalam kategori tindak pidana penyelundupan,” tegas Rabudin Muhammad dalam keterangan pers, Minggu (24/8/25). Masyarakat kini menunggu langkah nyata dari aparat penegak hukum (APH), baik kepolisian maupun instansi terkait, untuk menindak tegas dugaan penyimpangan tersebut. Sampai berita ini diterbitkan, pihak PT Parna Agromas maupun pihak-pihak yang diduga terlibat belum memberikan keterangan resmi. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab, hak koreksi, dan hak klarifikasi sebagaimana diatur dalam Pasal 5 dan 6 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sumber: Wakil Ketua Dewan Pimpinan Provinsi LKRI Kalimantan Barat, Rabudin Muhammad Editor Mulyawan
Kalbar, Bidik-kasusnews.com – Polres Melawi Kalimantan Barat Polda Kalbar Bukti nyata mendukung Asta Cita Program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di tunjukan Polres Melawi dengan melaksanakan penanaman jagung, pelaksanaannya di pimpin langsung Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla di dampingi Waka Polres Melawi Kompol Aang Permana, PJU Polres Melawi dan personel, Minggu (24/8/25). “Setelah melalui tahapan persiapan, hari ini kami melakukan penamanan jagung yang menjadi tanggung jawab Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Intelkam tekad menghijaukannya dengan tanaman jagung hibrida,” ujar Kapolres Melawi. Penanaman di mulai pukul 07.45 Wib dan selesai pukul 11.30 wib, lanjutnya diharapkan dari lahan ini akan tumbuh jagung sesuai dengan harapan serta menghasilkan panen yang melimpah. “Harapan kami jagung tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah,” terang AKBP Harris. Setelah penanaman ini, langkah perawatan menjadi prioritas kami baik dari cuaca dan hama menjadi tantangan ke depannya. “Lahan yang telah tertanam selanjutnya menjadi prioritas kami dalam perawatan, memastikan lahan hijau di lahan belakang kantor Dinas Sosial,” pungkas AKBP Harris. Wartawan H.Riyan
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Menjelang digelarnya acara keagamaan Tabliqh Akbar dan Amuntai Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar apel kesiapan pengamanan di Lapangan Mapolres HSU, Jalan Muhajirin No. 02, Kelurahan Murung Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, pada Minggu (24/8/2025) sore. Apel dipimpin langsung oleh Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., dan turut dihadiri Bupati HSU H. Sahrujani, Wakil Bupati Hero Setiawan, Sekda Adi Lesmana, Kasat Pol PP Asikin Noor, S.STP., serta jajaran Forkopimda Kabupaten HSU. Kekuatan Pengamanan Gabungan Dalam apel tersebut, ratusan personel gabungan disiagakan, terdiri dari: Satu pleton Satpol PP Satu pleton Sat Samapta Polres HSU Satu pleton gabungan staf dan Polsek jajaran Polres HSU Satu pleton Dinas Perhubungan Satu pleton gabungan Sat Reskrim, Sat Intelkam, dan Satresnarkoba Polres HSU Satu pleton TNI Kodim 1001 Amuntai-Balangan Kapolres HSU melalui PS. Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa apel kesiapan ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh personel memahami peran dan tanggung jawabnya. “Kegiatan apel ini penting untuk menyatukan langkah personel gabungan. Mengingat Tabliqh Akbar dan Amuntai Bershalawat akan dihadiri ribuan jamaah, maka pengamanan harus dilakukan secara maksimal dengan tetap mengedepankan sikap humanis,” ujar IPTU Asep menyampaikan pesan Kapolres. Fokus Pengamanan dan Antisipasi Selain memastikan kelancaran lalu lintas dan ketertiban jalannya acara, pengamanan juga diarahkan untuk mengantisipasi potensi kerawanan yang dapat mengganggu jalannya kegiatan. “Kami berharap seluruh personel menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan menjaga situasi tetap kondusif agar jamaah bisa beribadah dengan nyaman serta khusyuk,” tambah Kapolres. Sinergi Lintas Sektor Apel kesiapan ini juga menjadi ajang pengecekan kekuatan personel, sarana, dan prasarana pendukung. Dengan sinergi antara Polri, TNI, Pemkab HSU, dan stakeholder terkait, diharapkan kegiatan Tabliqh Akbar dan Amuntai Bershalawat dapat berlangsung aman, lancar, dan penuh keberkahan.(Agus)