SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, Senin (17/8/2026), untuk mengikuti dan menyaksikan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Suasana berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan mengangkat tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Camat Cimanggu, Dusep Sadeli, S.IP., bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur pemerintahan, pelajar, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta warga yang telah berpartisipasi sehingga pelaksanaan upacara dapat berlangsung tertib dan lancar. “Prosesi pengibaran bendera menjadi salah satu bagian utama yang berlangsung penuh penghormatan. Saya mengapresiasi kekompakan seluruh pengisi acara hari ini yang telah melakukan rangkaian kegiatan dengan baik,” ujarnya. Sejumlah petugas dari berbagai unsur dilibatkan, di antaranya Sertu Andri Sugiri dari Koramil Jampangkulon sebagai Perwira Upacara, Iyus Kusuma Atmaja, S.Pd., sebagai pembaca Pancasila, serta Pelda Jamjam Ependi yang membacakan Pembukaan UUD 1945. Sementara teks Proklamasi dibacakan tokoh masyarakat Cimanggu, Mad Isak, S.Pd.I. Adapun doa dipimpin Kepala KUA Kecamatan Cimanggu, Humaeni Johari, S.HI., M.H., yang turut menambah kekhidmatan rangkaian peringatan kemerdekaan tersebut. Semangat generasi muda juga mendapat ruang dalam pelaksanaan upacara melalui keterlibatan pasukan pengibar bendera. Paskibra berasal dari sejumlah sekolah, yakni Al-Aman Cimanggu, MA Sifaul Mu’min, Karang Mekar, dan SMA, dengan membawa nama Ceetabramata, pasukan yang mencerminkan kecerdasan dan semangat membara. Kemeriahan kemudian terasa semakin kuat dengan penampilan drumband para pelajar. Iringan musik tersebut menyambut antusiasme warga sekaligus memperlihatkan keterlibatan generasi muda dalam menghidupkan suasana perayaan kemerdekaan. Upacara turut dihadiri unsur Muspika, anggota Polsek Jampangkulon dan Koramil Jampangkulon, para kepala desa se-Kecamatan Cimanggu, serta kepala sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK. Ratusan guru juga hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar setiap 17 Agustus tersebut. Tak hanya unsur pemerintahan dan pendidikan, berbagai elemen masyarakat ikut mengambil bagian. Di antaranya perwakilan OKP, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda, Ketua KNPI, Ketua PGRI, Ketua Pemuda Pancasila, serta Ketua Karang Taruna Kecamatan Cimanggu. Padatnya kehadiran masyarakat menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan masih menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan. Kebersamaan antara pemerintah, pelajar, organisasi, tokoh masyarakat dan warga terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Peringatan HUT ke-81 RI di Cimanggu pun menjadi momentum untuk meneruskan semangat perjuangan dalam bentuk karya dan pengabdian. Dengan semangat kebersamaan tersebut, masyarakat diharapkan terus berkontribusi mewujudkan kehidupan yang berdaulat, adil, dan makmur sesuai tema kemerdekaan tahun ini. (Dicky)
KUNINGAN, BIDIK-KASUSNEWS.COM Suasana khidmat menyelimuti Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tingkat Kabupaten Kuningan yang digelar di Stadion Mashud Wisnusaputra, Senin (17/8/2026). Upacara yang menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kabupaten Kuningan tersebut diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Kabupaten Kuningan, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi profesi, organisasi wanita, organisasi kepemudaan, serta peserta upacara lainnya. Rangkaian upacara berlangsung dengan penuh penghormatan. Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H. mendapat tugas membacakan teks Pancasila, sedangkan Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung, S.I.P., M.Sc., M.Si. membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam amanatnya, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memaknai kemerdekaan sebatas seremoni tahunan. Menurutnya, kemerdekaan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kerja nyata dan perubahan yang dirasakan masyarakat. “17 Agustus 1945 adalah sejarah, tetapi kemerdekaan bukanlah benda sejarah yang cukup kita simpan di museum, kita kenang dalam upacara, lalu kita tinggalkan setelah bendera diturunkan. Kemerdekaan adalah pekerjaan yang tidak pernah selesai,” ujar Dian dalam pidatonya. Ia menjelaskan, tantangan bangsa saat ini memang tidak lagi berbentuk penjajahan seperti masa lalu. Namun, masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kemiskinan, keterbatasan akses dan kesempatan, ketidakberdayaan ekonomi, ketimpangan, kerusakan lingkungan, hingga pola pikir yang membuat seseorang merasa tidak mampu mengubah keadaan. Karena itu, pembangunan daerah menurutnya tidak boleh hanya dilihat dari jumlah pembangunan fisik maupun angka pertumbuhan ekonomi. Tolok ukur yang lebih penting adalah seberapa besar pembangunan mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. “Ukuran paling jujur dari pembangunan bukanlah seberapa tinggi bangunan yang kita dirikan. Ukuran pembangunan adalah seberapa tinggi kehidupan masyarakat dapat kita angkat,” tegasnya. Kuningan Melesat Harus Libatkan Semua Dalam pidatonya, Bupati Dian juga menyinggung visi Kuningan Melesat, yakni Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh. Ia menekankan bahwa semangat Melesat tidak boleh dimaknai sebagai kemajuan yang hanya dinikmati sebagian masyarakat. Kemajuan harus dibangun dengan memastikan semakin banyak warga mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. “Melesat bukan berarti berlari meninggalkan siapa pun. Melesat berarti bergerak maju dengan membawa sebanyak mungkin masyarakat bersama kita,” katanya. Dian kemudian mengingatkan jajaran pemerintah daerah agar tidak berhenti pada ukuran administratif dalam menjalankan program pembangunan. Pemerintah harus mampu melihat dampak nyata dari setiap kebijakan yang dibuat. “Jangan hanya bertanya apa yang sudah kita kerjakan, tetapi bertanyalah lebih dalam, apa yang berubah dalam kehidupan masyarakat karena pekerjaan kita?” ujarnya. Gotong Royong Jadi Kekuatan Lebih lanjut, Bupati Kuningan mengajak seluruh elemen masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan daerah. Ia mencontohkan persoalan lingkungan. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan tidak cukup hanya dengan mencari pihak yang membuang sampah, tetapi membutuhkan kesadaran dan tindakan bersama. Begitu pula persoalan kemiskinan dan pengangguran yang harus dijawab melalui pembangunan ekosistem pemberdayaan, peningkatan keterampilan, inovasi, penciptaan peluang usaha, serta terbukanya akses terhadap kesempatan ekonomi. “Jika ada persoalan di tengah masyarakat, jangan buru-buru mencari siapa yang salah, mari terlebih dahulu mencari apa yang bisa kita perbaiki,” tuturnya. Dian juga menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus tercermin dalam berbagai bentuk pengabdian. Mulai dari kerja yang jujur, pelayanan publik yang tulus, kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, ekonomi yang membuka kesempatan, pendidikan yang memberikan harapan masa depan, hingga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. “Pemerintahan bukan tentang seberapa besar kewenangan yang kita miliki, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan,” katanya. Menutup amanatnya, Bupati Dian mengajak seluruh masyarakat Kuningan menjadikan peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai energi untuk memperkuat persatuan, meningkatkan semangat gotong royong, dan melanjutkan pembangunan daerah. “Dari Kuningan kita raih Indonesia. Dengan kerja kita maknai kemerdekaan, dengan kebersamaan kita wujudkan Kuningan Melesat,” pungkasnya. Upacara Detik-Detik Proklamasi tersebut menjadi momentum refleksi bagi seluruh masyarakat Kuningan bahwa kemerdekaan tidak berhenti pada peringatan setiap 17 Agustus, tetapi harus diterjemahkan melalui kerja bersama, pelayanan yang bermanfaat, serta pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Asep Rusliman)
Majalengka, Bidik-kasusnews.com Menyongsong momentum bersejarah Kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran Polres Majalengka menggelar Upacara Peringatan HUT ke-81 RI yang berlangsung dengan khidmat di Lapangan Upacara Mako Polres Majalengka, Senin (17/8/2026). Upacara peringatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Majalengka Kompol Adi Fauzi, S.E., mewakili Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Majalengka, barisan perwira, serta seluruh personel Polri dan ASN di lingkungan Polres Majalengka. Dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara, Kabag SDM Kompol Adi Fauzi membacakan amanat tertulis dari Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. Salah satu poin utama yang ditekankan dalam amanat Kapolda Jabar pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini adalah seruan semangat gerakan “Jaga Rawat Jawa Barat”. “Melalui momentum HUT ke-81 RI ini, Kapolda Jawa Barat menggaungkan gerakan ‘Jaga Rawat Jawa Barat’ sebagai komitmen bersama seluruh jajaran Kepolisian di Jawa Barat untuk senantiasa menjaga keamanan, merawat kondusivitas, serta memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat demi terciptanya stabilitas Kamtibmas yang kokoh,” ujar Kompol Adi Fauzi saat membacakan amanat Kapolda Jabar. Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., melalui Kabag SDM Kompol Adi Fauzi, menambahkan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, serta integritas bagi seluruh personel Polres Majalengka dalam menjalankan tugas pelayanan publik. (Asep Rusliman)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Wakil Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat Mayjen TNI Agus Prangarso, S.Sos, selaku Inspektur Upacara (Irup), serta diikuti oleh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pusterad, bertempat di Lapangan Markas Pusterad, Jl. Setu Cipayung, Jakarta Timur, Senin (17/8/2026). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam amanatnya yang dibacakan Wadan Pusterad menegaskan pentingnya kesiapan TNI dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “TNI harus mampu mendeteksi dan mencegah setiap ancaman, serta menjaga setiap jengkal daratan, perairan, dan ruang udara Indonesia,” tegas Panglima TNI. Lebih lanjut, Panglima TNI menekankan bahwa kekuatan TNI tidak hanya diukur dari modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam), tetapi juga dari kehormatan, integritas, dan disiplin setiap prajurit. “Untuk menjaga bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur, TNI harus terlebih dahulu kuat dan bersih dari dalam. Kehebatan TNI tidak hanya diukur dari Alpalhankam modern yang kita miliki, tetapi dari kehormatan, integritas, dan disiplin setiap prajuritnya,” ujarnya. Panglima TNI juga mengingatkan seluruh prajurit dan PNS TNI untuk menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum dan disiplin yang dapat merusak nama baik institusi. “Jangan biarkan kesalahan individu merusak nama baik satuan dan institusi TNI,” tegasnya. Serta mengajak seluruh prajurit dan PNS TNI untuk terus melaksanakan TNI PRIMA, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, meningkatkan kesiapsiagaan operasional, serta menjaga kepercayaan rakyat sebagai kehormatan yang harus dipertahankan. (Agus)
SUKABUMI-BIDIKKASUSNEWS.COM – Kebahagiaan dan rasa syukur memancar dari wajah Diki Saptaji, warga Siliwangi, Kota Sukabumi, usai resmi menghirup udara bebas setelah menjalani masa hukuman selama 1 tahun 2 bulan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi (Nyomplong). Selama mendekam di balik jeruji besi, Diki mengaku mendapatkan banyak pelajaran hidup dan pembinaan yang membentuk kepribadiannya menjadi pribadi yang lebih baik. “Perasaan saya bangga. Di sini saya dapat didikan yang alhamdulillah, semua bapak-bapak (petugas Lapas) benar-benar membimbing dan mendidik saya ke jalan yang lebih benar,” ujar Diki saat ditemui usai kebebasannya, Senin (17/8). Tak hanya pembinaan mental dan kedisiplinan, Diki juga aktif mengikuti berbagai program pelatihan kerohanian hingga keterampilan yang disediakan oleh pihak penjara. Menurutnya, pengalaman dan ilmu yang ia dapatkan selama masa penahanan tidak pernah ia dapatkan di luar. “Semua komplit, dari pembinaan kerohanian hingga pembinaan lainnya. Ilmu yang enggak saya dapat di luar, alhamdulillah saya dapat di sini. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lapas Kelas IIB Sukabumi,” ungkapnya. Berkat kelakuan baik dan keaktifannya dalam mengikuti seluruh program pembinaan, Diki mendapatkan pengurangan masa hukuman (remisi) selama 2 bulan hingga akhirnya bisa keluar lebih awal. Setelah bebas, Diki mengaku telah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan berencana langsung pulang ke rumah untuk menata masa depannya. “Rencana ke depan yang penting fokus menata hidup lebih baik dulu. Kalau untuk rezeki, insyaallah Allah yang sudah mengatur segalanya,” pungkas Diki optimis. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, berlangsung khidmat dan meriah di Lapangan Lodaya Serta, Senin (17/8/2026). Mengusung semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur pemerintahan, TNI-Polri, pelajar, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat hingga ribuan warga. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Camat Surade Usep Supelita, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan serta mendukung pelaksanaan upacara sehingga dapat berjalan tertib dan lancar. Rangkaian upacara melibatkan sejumlah petugas dari unsur TNI, Polri, pemerintahan dan pendidikan. Perwira Upacara dipercayakan kepada Sertu Asep, S.E., sedangkan Komandan Upacara dijabat Serda Muslim Khalifatullah, keduanya dari Koramil Surade. Prosesi kenegaraan berlangsung khidmat dengan pembacaan Pancasila oleh Bripda Reszkhy Rafaela dari Polsek Surade, Pembukaan UUD 1945 oleh Muhamad Febi Romdani, S.Ap., S.Pd. dari SDN Citaritih, serta teks Proklamasi yang dibacakan anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Erpa Aris Purnama, S.Si. Suasana semakin semarak dengan penampilan drumband pelajar Kecamatan Surade. Pengibaran Sang Merah Putih dilaksanakan Paskibra Ceetabramata dengan penuh disiplin dan semangat. Sementara doa dipimpin Drs. H. Solihin Mansur, M.Ag. dari KUA Kecamatan Surade dan Ajudan Inspektur Upacara dijabat Ade Budiman dari Satpol PP Surade. Sejumlah pejabat dan unsur pimpinan wilayah turut hadir, di antaranya Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, Danramil Surade Kapten Inf Didik. Tampak pula para kepala desa se-Kecamatan Surade, serta kepala sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK bersama ratusan tenaga pendidik. Kemeriahan juga terlihat dari kehadiran unsur organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda. Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., Ketua KNPI Kecamatan Surade, Ketua PGRI, Ketua Pemuda Pancasila dan Ketua Karang Taruna Kecamatan Surade turut mengikuti kegiatan tersebut. Ketua panitia PHBN sekaligus Ketua PGRI Kecamatan Surade, Iwan Gunawan, S.Pd., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana berkat dukungan dan sinergi berbagai pihak. Antusiasme masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memaknai peringatan kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di Kecamatan Surade. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sebanyak 316 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menerima Remisi Umum dalam rangka HUT Ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8). Turut hadir Wakil Wali Kota Bobby Maulana dan Ketua DPRD Wawan Juanda. Penyerahan remisi tersebut dilakukan secara langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, bersama jajaran Forkopimda di Lapas Kelas IIB Sukabumi. Dari total 316 narapidana yang mendapatkan potongan masa tahanan mulai dari 1 hingga 5 bulan tersebut, sebanyak 4 orang warga binaan dipastikan langsung bebas murni tepat di Hari Kemerdekaan. Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyampaikan bahwa pemberian remisi ini merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah kepada warga binaan yang telah menjalani proses pembinaan dengan baik. Ia berharap warga binaan yang mendapatkan kebebasan dapat menjadi contoh positif di tengah masyarakat. “Di Lapas ini mereka dibina ke arah yang lebih baik. Saya berharap warga binaan yang bebas hari ini bisa menjadi panutan di masyarakat karena telah dibina oleh negara,” kata wali Kota. Hal itu kata Ayep sejalan dengan tagline HUT RI, ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’, semoga kita dapat mengimplementasikannya di Kota Sukabumi. Dia mengatakan kondisi Lapas Sukabumi yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas (overload) hingga 231 persen. Oleh karena itu, kata dia pemerintah daerah siap mendukung kebijakan pemerintah pusat, terutama terkait pengadaan anggaran dan lahan fasilitas baru. Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono menjelaskan bahwa seluruh usulan remisi sebanyak 316 orang yang diajukan pihak lapas telah disetujui sepenuhnya oleh Kementerian Hukum dan HAM. Warga binaan yang mendapat remisi berasal dari berbagai kasus, mulai dari tindak pidana umum hingga narkoba. “Empat orang yang hari ini langsung bebas murni merupakan warga binaan kasus pencurian sebanyak tiga orang dan penganiayaan satu orang,” ujarnya. “Karena masa pidananya sudah habis setelah dipotong remisi, mereka langsung kita kembalikan kepada pihak keluarga untuk beradaptasi kembali di masyarakat,” jelas Budi. Budi menambahkan, saat ini Lapas Kelas IIB Sukabumi dihuni oleh 532 orang warga binaan, sedangkan kapasitas ideal bangunan tersebut sebenarnya hanya diperuntukkan bagi 200 orang. Masih kata Budi, dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81 warga binaan juga melaksanakan beberapa kegiatan hiburan berupa perlombaan-perlombaan. “Sehari sebelumnya semua warga binaan mengikuti perlombaan-perlombaan seperti tarik tambang, balap karung, paku masuk botol dan banyak lagi kegiatan lainnnya. Pokoknya pada peringatan HUT ini mereka harus senang dan terhibur,” pungkasnya. Usep
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan semangat kebangsaan dan pengabdian kepada masyarakat. Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS yang bertugas di Komisi I, Erpa Aris Purnama, S.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat mengisi kemerdekaan melalui gotong royong dan karya nyata. “Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-81. Merdeka itu adalah sebuah anugerah yang tak ternilai harganya, sementara mengisi kemerdekaan adalah kewajiban mutlak bagi setiap warga negara,” ujar Erpa dalam keterangannya, Senin (17/8/2026). Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Erpa juga mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman. Perbedaan, kata dia, seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang semakin maju, adil, dan sejahtera. “Marilah kita isi anugerah kemerdekaan ini dengan semangat gotong royong dan karya nyata. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan,” katanya. Ia menegaskan, semangat tersebut menjadi bagian dari komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan Kabupaten Sukabumi sekaligus memberikan kontribusi bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Semoga momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI semakin memperkuat persatuan, kepedulian, dan semangat kita untuk terus berkarya bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya. (Dicky)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Polsek Babirik melaksanakan monitoring pertumbuhan tanaman jagung kuartal III di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU, Minggu (16/8/2026). Kegiatan monitoring yang berlangsung sekitar pukul 15.00 Wita tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus memastikan kondisi lahan dan pertumbuhan jagung yang menjadi bagian dari program swasembada pangan. Berdasarkan hasil pemantauan, lahan yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Berkat Setia tersebut memiliki luas sekitar 3 hektare. Bahri tercatat sebagai pemilik lahan sekaligus Ketua Poktan. Tanaman jagung mulai ditanam pada 21 Juli 2026. Saat dilakukan monitoring, tanaman telah memasuki usia 26 hari setelah tanam (HST), dengan tinggi tanaman yang dilaporkan sekitar 7 sentimeter. Jenis jagung yang dibudidayakan merupakan jagung pakan dengan menggunakan benih Bisi 18 sebanyak 75 bungkus atau sekitar 75 kilogram. Untuk pemupukan, petani menggunakan NPK Mutiara 16.16.16, sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Dalam proses pengolahan lahan, kelompok tani masih mengandalkan peralatan secara manual. Sementara penggunaan pestisida tidak tercatat dalam kegiatan budidaya yang dilaporkan. Apabila pertumbuhan tanaman berjalan sesuai dengan target budidaya, lahan tersebut diperkirakan memasuki masa panen pada 21 November 2026. Monitoring lapangan ini menjadi bagian dari upaya jajaran kepolisian dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah hukum Polres HSU. Pemantauan secara berkala juga penting untuk mengetahui perkembangan tanaman sejak masa awal pertumbuhan hingga mendekati masa panen. Selain memastikan perkembangan tanaman, kegiatan tersebut menjadi sarana komunikasi antara petugas dengan petani sehingga berbagai kendala yang berpotensi menghambat produksi dapat diketahui lebih awal. Polres HSU melalui jajaran Polsek di wilayahnya terus mendorong sinergi dengan kelompok tani dan masyarakat dalam mendukung program swasembada pangan. Pendekatan langsung ke lapangan diharapkan dapat memperkuat kolaborasi sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten HSU. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Polsek Amuntai Tengah secara rutin memantau perkembangan lahan jagung milik petani, termasuk kondisi lahan yang saat ini menghadapi kendala genangan air. Monitoring tersebut dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 11.00 Wita hingga selesai, dengan lokasi pemantauan di Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan melibatkan personel Polsek Amuntai Tengah, yakni Aipda Dwi Hartono, Aipda Iwan Krisnawan, Aipda M. Rifqy Maulidin, Brigpol Hendra, S.S.T. Ars, serta Bripda Ahmad Muzakkir. Petugas menggunakan kendaraan patroli dan perangkat komunikasi untuk mendukung pelaksanaan monitoring di lapangan. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari pengawasan perkembangan program swasembada jagung sekaligus memastikan kondisi lahan petani tetap terdata. Hasil monitoring nantinya menjadi bahan laporan kepada pimpinan sekaligus pertimbangan dalam menentukan langkah yang diperlukan. Dalam pemantauan tersebut, petugas menemukan bahwa sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah masih berada dalam kondisi tergenang air. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang berpotensi menghambat kegiatan penanaman jagung dalam beberapa bulan mendatang. Genangan air membuat sejumlah lahan belum memungkinkan untuk kembali ditanami. Karena itu, jajaran Polsek Amuntai Tengah akan terus memantau perkembangan kondisi lahan, termasuk perubahan debit air yang menggenangi area pertanian masyarakat. Pemantauan secara berkala dinilai penting agar kondisi di lapangan dapat diketahui secara cepat dan dapat menjadi dasar pemberian rekomendasi maupun langkah penanganan sesuai situasi yang berkembang. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk perhatian kepolisian terhadap aktivitas pertanian masyarakat, khususnya dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif. Polsek Amuntai Tengah memastikan perkembangan kondisi lahan jagung akan terus dipantau dan dilaporkan secara berkala kepada pimpinan. (Agus)