JATENG:Bidik-kasusnews.com Komitmen terhadap penguatan ketahanan pangan terus diwujudkan oleh Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara melalui kegiatan pemanenan kacang panjang dan cabai di lahan pembinaan Branggang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus implementasi nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Panen yang dilaksanakan pada pekan ini berlangsung dengan penuh semangat. Warga binaan, didampingi petugas, memetik kacang panjang yang tumbuh subur menjuntai di para-para bambu serta cabai yang menghiasi batang-batang tanaman. Hasil panen tersebut tidak hanya menjadi simbol keberhasilan proses budidaya, tetapi juga bukti konsistensi pembinaan berbasis produktivitas.   Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan yang berkelanjutan. “Program pertanian ini kami rancang tidak hanya untuk mendukung kebutuhan bahan pangan internal, tetapi juga untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.   Lahan pertanian di Branggang sebelumnya telah dipersiapkan melalui proses pengolahan tanah, penanaman bibit unggul, hingga perawatan rutin yang meliputi penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama secara berkala. Seluruh tahapan dilakukan dengan pendekatan edukatif, sehingga warga binaan memahami teknik budidaya hortikultura secara komprehensif. Ke depannya, program ini direncanakan untuk terus dikembangkan dengan diversifikasi tanaman produktif lainnya. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba (Zero Halinar), Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jepara melaksanakan kegiatan tes urine khusus bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang akan segera menghirup udara bebas. Pelaksanaan tes ini berlangsung dengan tertib dan pengawasan ketat pada hari Senin (23/02/2026). Proses tes urine dilakukan melalui tahapan yang sistematis. Kegiatan diawali dengan pendataan kelengkapan administrasi para WBP yang masuk dalam daftar pembebasan. Setelah data terverifikasi, petugas membagikan pot urine kepada masing-masing WBP untuk dilakukan pengujian.   Pelaksanaan tes ini didampingi langsung oleh Perawat Mahir Rutan Jepara, Titin Dwi Nurhayati. Dalam menjalankan tugasnya, kelancaran kegiatan ini juga didukung oleh kolaborasi yang solid bersama asisten medis, Eni Puspita Sari, serta keterlibatan aktif para peserta program Maganghub Batch 2 dari Kementerian Ketenagakerjaan.   Titin Dwi Nurhayati menjelaskan bahwa prosedur pemeriksaan dilakukan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Petugas medis bersiaga menunggu hasil tes untuk memverifikasi apakah sampel tersebut menunjukkan hasil negatif atau positif terhadap zat adiktif terlarang.   “Kami memastikan seluruh proses pengambilan hingga pengecekan sampel urine berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur kesehatan. Bagi WBP yang hasil tes urinenya sudah keluar dan dinyatakan negatif, tahapan selanjutnya adalah pengambilan gambar wajah sebagai bukti dokumentasi resmi yang dilampirkan dalam berkas pembebasan,” jelas Titin.   Sementara itu, Renza Maisetyo selaku pihak Rutan Jepara menegaskan bahwa tes urine ini merupakan syarat mutlak dan filter terakhir yang harus dilewati oleh narapidana sebelum kembali ke tengah-tengah masyarakat.   “Ini adalah wujud antisipasi dan deteksi dini kami. Melalui tes urine ini, kita ingin memastikan dan memberi garansi bahwa WBP yang keluar dari Rutan Jepara benar-benar dalam kondisi bersih dari pengaruh narkoba. Mereka harus siap memulai lembaran baru dan menjadi anggota masyarakat yang produktif,” tegas Renza Maisetyo.   Melalui sinergi antara tim medis, jajaran petugas rutan, dan dukungan dari tenaga magang Kemnaker, kegiatan tes urine ini berjalan lancar, aman, dan kondusif hingga seluruh proses selesai. (Wely) Sumber;Humas Rutan jepara

HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, jajaran Polres Hulu Sungai Utara mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an secara virtual yang terhubung langsung dengan Mabes Polri. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) Polri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan tadarus dipimpin oleh PS Kasubbag Binkar Bag SDM Polres Hulu Sungai Utara, Iptu Warsono, dan diikuti personel di lingkungan Mapolres. Program tersebut berlangsung setiap hari sepanjang Ramadan melalui Zoom Meeting yang dipusatkan dari Bagbinreligi Rowatpers SSDM Polri. Mewakili Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, AKP Misransyah menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembinaan spiritual bagi anggota di tengah padatnya tugas pelayanan kepada masyarakat. “Selama bulan suci Ramadan, kegiatan tadarus dilaksanakan rutin setiap hari sebagai bagian dari pembinaan rohani agar personel tetap menjaga keseimbangan antara tugas kedinasan dan keimanan,” ujarnya. Dalam pelaksanaannya, personel Polri mengikuti pembacaan Al-Qur’an secara bergiliran per juz yang dipandu langsung oleh tim dari Mabes Polri. Kegiatan ini diikuti secara serentak oleh jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia. Di Polres Hulu Sungai Utara, suasana tadarus berlangsung khidmat di masjid Mapolres. Para personel tampak menyimak serta mengikuti lantunan ayat suci Al-Qur’an bersama-sama, menciptakan suasana religius yang memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas selama Ramadan. Melalui program Binrohtal ini, diharapkan seluruh personel Polri tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Agus)

HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU) mengintensifkan kegiatan patroli malam melalui program Blue Light Patrol selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di kawasan jalan bypass Amuntai dan wilayah perbatasan. Patroli dengan menyalakan lampu rotator biru tersebut dilaksanakan secara rutin pada malam hari dengan menyasar titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas, aksi balapan liar, serta potensi tindak kriminalitas di sepanjang jalur alternatif yang kerap dilalui pengguna jalan. Kawasan bypass Amuntai menjadi perhatian utama karena meningkatnya aktivitas kendaraan selama Ramadan, terutama menjelang sahur hingga malam hari. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah gangguan kamtibmas sejak dini. Selain Blue Light Patrol, Satuan Samapta Polres HSU juga menggelar patroli “Bailang” atau sambang masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan dialogis kepada warga guna mendeteksi potensi premanisme serta mengantisipasi aksi balap liar di sejumlah titik rawan. Pengamanan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kepolisian selama Ramadan 1447 H. Tidak hanya fokus pada aspek keamanan, personel Polres HSU juga melaksanakan kegiatan sosial seperti pembagian takjil kepada masyarakat di kawasan Tugu Sholawat Amuntai. Melalui patroli rutin di jalur bypass dan wilayah perbatasan, Polres HSU menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat serta memastikan pengguna jalan dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman selama bulan suci Ramadan. Situasi keamanan di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara hingga saat ini terpantau aman, tertib, dan kondusif. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pengelolaan limbah cair di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini menjadi fokus penguatan pengawasan di Kota Sukabumi. Satgas MBG setempat menemukan seluruh 46 SPPG masih menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) manual atau alami berdasarkan hasil pemantauan lapangan terbaru. Kepala Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, mengatakan temuan tersebut diperoleh melalui pengecekan bersama Dinas Lingkungan Hidup. Pemeriksaan diarahkan pada kelengkapan sarana pendukung operasional dapur, terutama sistem pengolahan limbah cair. Menurut Andri, penggunaan IPAL alami tidak otomatis melanggar ketentuan. Namun, aspek keamanan dan efektivitasnya tetap harus dibuktikan melalui pengujian teknis. DLH dijadwalkan melakukan uji laboratorium guna memastikan kualitas air limbah dari masing-masing SPPG. Sejauh ini, enam SPPG telah melakukan peningkatan dengan beralih ke IPAL tank. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut rekomendasi teknis DLH untuk memperkuat stabilitas dan kontrol pengolahan limbah. “Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar IPAL dibangun secara mandiri. Sesuai arahan DLH, sistem manual diminta beralih ke IPAL tank agar pengendalian limbah lebih terukur,” ujar Andri, Senin (23/2/2026). Ia menegaskan, rekomendasi tersebut bertujuan meningkatkan standar lingkungan, mengurangi potensi pencemaran, serta memastikan operasional dapur MBG berjalan sesuai kaidah sanitasi. Satgas MBG bersama DLH kini mendorong percepatan penyesuaian di seluruh SPPG. Penguatan pengawasan juga sejalan dengan instruksi Badan Gizi Nasional yang meminta evaluasi menyeluruh fasilitas pendukung program MBG. Pengawasan mencakup kesiapan dapur, sanitasi, hingga sistem pengolahan limbah. Satgas MBG menekankan setiap SPPG wajib memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan. Mekanisme penindakan akan dilakukan secara bertahap jika ditemukan ketidaksesuaian. “Pendekatan dimulai dari peringatan dan pembinaan. Jika tidak ada perbaikan, sanksi hingga penutupan dapat diberlakukan sesuai prosedur,” kata Andri. Sebagai langkah prioritas, Satgas MBG Kota Sukabumi menitikberatkan pembinaan dan pendampingan teknis. Upaya ini diarahkan agar penyesuaian fasilitas dapat dilakukan tanpa mengganggu keberlanjutan program. “Kami mengedepankan langkah korektif. Program harus tetap berjalan, tetapi kepatuhan terhadap standar lingkungan juga tidak bisa ditawar,” tandasnya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Yelly Yumaeli mengungkapkan, peringatan HPSN 2026, berangkat pada sebuah peristiwa masa lalu yakni longsornya TPA Leuwi Gajah. “Melalui peringatan HPSN ini, mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah mulai dari sumbernya. Artinya masyarakat bisa memilah sampah organik jadi kompos dan anorganik bisa dijual atau digabung,” kata Melly. Dia juga mengatakan, limbah dari sampah yang dibuang ke TPA itu adalah berbentuk residu. Tema tahun ini adalah Kolaborasi untuk Indonesia Asri Aman Resik Sehat dan Indah. “Imbauan kami masyarakat melaksanakan korve seperti yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo. Di mana korve itu untuk melaksanakan kebersihan di lingkungan masing-masing. Ke depan fungsi TPS3R akan lebih dioptimalkan,”tegasnya. (Usep)

  JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang-23-Febuari-2026-Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap praktik pertambangan ilegal yang terjadi di wilayah Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Kendal. Pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan kepolisian dalam menindak pelanggaran yang merusak lingkungan dan merugikan negara. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Julianto, menyampaikan bahwa penindakan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas tambang tanpa izin yang menggunakan alat berat.   “Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam melakukan penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal, khususnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan kerugian negara,” ujar Djoko.   Di wilayah Boyolali, petugas mengamankan seorang pelaku berinisial S (47) yang menjalankan aktivitas penambangan tanah urug dengan modus penataan lahan. Dari lokasi, polisi menyita alat berat dan kendaraan operasional yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Meski baru beroperasi dalam waktu singkat, aktivitas ini telah menghasilkan ratusan ritase.   Sementara di Kendal, pelaku berinisial RMD ditangkap saat menjalankan penambangan pasir secara sembunyi-sembunyi pada dini hari. Cara ini dilakukan untuk menghindari pantauan aparat. Dalam pengungkapan tersebut, petugas turut mengamankan alat berat, material pasir, serta uang hasil tambang.   Djoko Julianto menegaskan bahwa praktik tambang ilegal tidak bisa dianggap sepele karena memiliki dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.   “Tanpa izin dan pengawasan yang jelas, aktivitas ini sangat berisiko menimbulkan kerusakan lingkungan hingga bencana. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan penindakan tegas,” tegasnya.   Saat ini, para pelaku telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Polda Jateng juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi apabila menemukan aktivitas pertambangan ilegal di sekitarnya.   Dengan adanya pengungkapan ini, diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi pihak lain agar tidak melakukan aktivitas tambang tanpa izin. (Wely) Sumber:Humas Polda jateng

Pemalang, Bidik-kasusnews.com – Aktivitas pengerukan lahan untuk pengembangan perumahan atau kavling di Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, menjadi sorotan warga setempat. Selain proses perataan tanah, material batu hasil galian dari lokasi proyek diduga turut diperjualbelikan keluar area. Berdasarkan pantauan masyarakat, kegiatan pengerukan dilakukan menggunakan alat berat. Material berupa tanah dan batu tampak dikumpulkan di beberapa titik sebelum sebagian diangkut menggunakan truk menuju lokasi lain. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan warga terkait legalitas pemanfaatan material galian tersebut. Sejumlah warga menilai, apabila batu hasil pengerukan diperjualbelikan untuk kepentingan komersial, maka kegiatan tersebut seharusnya dilengkapi dengan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Mineral dan Batubara (Minerba), material batuan dan mineral bukan logam termasuk dalam kategori komoditas yang pengelolaannya wajib memiliki izin usaha pertambangan (IUP) apabila dilakukan untuk tujuan bisnis. Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengembang maupun instansi terkait mengenai status perizinan aktivitas pengerukan dan dugaan penjualan material tersebut. Warga berharap pemerintah daerah bersama dinas teknis dapat segera melakukan pengecekan lapangan guna memastikan kegiatan berjalan sesuai aturan serta tidak menimbulkan dampak lingkungan di kemudian hari. Kasus ini menjadi perhatian karena aktivitas pembangunan tanpa pengawasan yang jelas berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun kerusakan lingkungan jika tidak dilakukan sesuai regulasi yang berlaku. (Red)

HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Polres Hulu Sungai Utara bersama personel TNI dan Satpol PP menggelar patroli sore melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Senin (23/2/2026). Patroli yang dimulai sekitar pukul 16.30 WITA tersebut menyasar sejumlah titik strategis di wilayah Kota Amuntai, di antaranya Jalan Jenderal A. Yani kawasan Bundaran Tugu Bershalawat, Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Empu Jatmika di sepanjang Pasar Wadai Sungai Malang, serta Jalan Negara Dipa. Kegiatan dipimpin oleh IPDA Amin Mulyadi Jaya, S.H., M.A., selaku Perwira Pengendali Regu 2, bersama personel gabungan dari Polres HSU, Kodim 1001 HSU, dan Satpol PP Kabupaten Hulu Sungai Utara. Patroli dilakukan secara mobile dan dialogis guna memastikan situasi tetap kondusif menjelang waktu berbuka puasa. Selain melakukan pemantauan keamanan, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga ketertiban umum, menghindari aksi balapan liar, serta mencegah potensi tawuran maupun gangguan kamtibmas lainnya yang kerap meningkat selama Ramadan. Kehadiran aparat gabungan di sejumlah ruas jalan utama turut membantu kelancaran arus lalu lintas sekaligus menekan aktivitas penyakit masyarakat. Patroli ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik melalui pendekatan humanis kepada warga. Meski sempat diguyur gerimis, kegiatan patroli berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Situasi keamanan di wilayah Kota Amuntai terpantau kondusif. Polres Hulu Sungai Utara menegaskan bahwa patroli KRYD akan terus dilaksanakan secara rutin selama Ramadan sebagai langkah preventif untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ibadah maupun kegiatan sehari-hari. (Agus)

HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Guna memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, jajaran Polsek Amuntai Tengah melaksanakan pengamanan kegiatan Pasar Wadai yang menjadi pusat keramaian warga menjelang waktu berbuka puasa, Senin (23/2/2026). Kegiatan pengamanan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WITA tersebut difokuskan di kawasan Pasar Wadai Candi Amuntai, Jalan Empu Jatmika, Kelurahan Sungai Malang dan Kelurahan Paliwara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kapolsek Amuntai Tengah melalui laporan kegiatan menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan melalui patroli dialogis, pengaturan lalu lintas, serta penyampaian imbauan kamtibmas kepada pedagang dan pengunjung pasar. Langkah ini bertujuan menjaga situasi tetap aman sekaligus mencegah kemacetan akibat meningkatnya aktivitas masyarakat berburu makanan berbuka puasa. Pengamanan melibatkan personel gabungan, di antaranya AIPTU Rofik PN, BRIPKA Sugeng, BRIPKA Eko Wahyudi, BRIPKA Sahat MTS, dan BRIGPOL Juliansyah, bersama anggota Pamapta Polres Hulu Sungai Utara, Satlantas Polres HSU, serta Dinas Perhubungan Kabupaten HSU. Petugas juga mengerahkan kendaraan patroli roda empat dan perangkat komunikasi lapangan untuk memantau situasi secara langsung serta mempercepat koordinasi apabila terjadi gangguan keamanan maupun kepadatan arus kendaraan. Kehadiran aparat kepolisian di lokasi pasar disambut positif oleh masyarakat dan pedagang, karena mampu memberikan rasa aman selama berlangsungnya transaksi jual beli makanan dan kebutuhan berbuka puasa. Dari hasil pelaksanaan kegiatan, situasi pasar terpantau aman, tertib, dan kondusif. Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga berjalan lancar meski terjadi peningkatan jumlah pengunjung menjelang waktu berbuka. Polsek Amuntai Tengah menegaskan bahwa pengamanan Pasar Wadai akan terus dilakukan selama Ramadan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan nyaman. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com, Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak Minggu malam hingga Senin pagi (23/2/2026) menyebabkan tanah longsor yang merusak sebuah rumah warga di kawasan padat penduduk, tepatnya di Jalan Pangeran Emir M. Noer, Gang Laksana, Kampung Sinar Laban, Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Teluk Betung Selatan. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.05 WIB tersebut dipicu longsoran tanah dari tebing di belakang rumah milik Zajuli (38). Material tanah menghantam dinding samping rumah yang berbatasan langsung dengan kamar tidur bagian depan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp15 juta. Mendapat laporan dari Ketua RT setempat, aparat kewilayahan langsung bergerak cepat. Babinsa Kelurahan Sumur Putri, Sertu Toto Susilo dari Koramil 410-02/Teluk Betung Selatan, segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus membantu penanganan awal. Di lokasi kejadian, Babinsa kemudian berkoordinasi dengan Lurah Sumur Putri, Arief Yanuar, guna menentukan langkah penanganan darurat. Koordinasi tersebut segera direspons dengan aksi gotong royong yang melibatkan unsur pemerintah daerah, BPBD, serta masyarakat setempat. Sejumlah pejabat turut hadir memantau dan mengoordinasikan penanganan di lapangan, di antaranya Camat Teluk Betung Selatan Wahyudi, S.H., Sekcam Budi Yamin, M.M., Kabid BPBD Kota Bandar Lampung Gustriansyah, serta Kalak BPBD Kota Bandar Lampung Idham. Personel gabungan dari BPBD, Linmas, dan warga bahu-membahu membersihkan material longsor yang menimbun bagian rumah korban. Proses evakuasi dilakukan secara manual untuk mempercepat pembersihan sekaligus mengantisipasi potensi longsor susulan. Sertu Toto Susilo mengatakan kehadiran aparat di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus tugas pembinaan wilayah. Ia menegaskan bahwa sinergi antara aparat pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana. “Ini musibah bagi warga binaan kami. Sudah menjadi kewajiban kami untuk hadir membantu agar warga tidak merasa sendiri. Berkat kerja sama semua pihak, proses pembersihan berjalan lancar,” ujarnya di sela kegiatan. Pembersihan material longsor ditargetkan selesai pada hari yang sama agar rumah korban dapat segera diperbaiki dan aktivitas warga kembali normal. Hingga siang hari, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif. (Agus)