Jakarta – Bidik-kasusnews.com-Kreativitas dapat digali dari masing-masing individu, salah satu yang dapat dikembangkan adalah merajut. Merajut merupakan keterampilan tangan yang menuntut konsentrasi, ketelitian, kesabaran, dan kreativitas. Aktivitas ini tidak hanya menghasilkan produk fungsional dan bernilai estetis, tetapi juga memberikan manfaat psikologis, sosial, dan ekonomi. Kini, merajut tidak lagi sekadar pengisi waktu luang, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup kreatif sekaligus peluang usaha yang menjanjikan. Bakat merajut ini awalnya dimiliki oleh salah satu anggota Cabang X Rindam Jaya yaitu Ny. May Karna, dari tangan beliau Ibu-ibu lain belajar merajut dan akhirnya memiliki usaha dengan brand Engs Craft. Ketertarikan pada dunia rajut sering kali bermula dari hal sederhana: keinginan memanfaatkan waktu luang secara positif atau kecintaan terhadap produk rajutan. Proses belajar dapat dimulai secara otodidak melalui media sosial dan video tutorial, kemudian dilanjutkan dengan mengikuti kelas untuk memperdalam teknik dan pola. Dengan latihan yang berkelanjutan, hasil karya menjadi semakin rapi, variatif, dan bernilai jual. Rasa puas atas karya yang selesai menjadi motivasi untuk terus berkembang. Hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya Engs.craft. Berawal dari kecintaan pada dunia rajut, benang dan jarum perlahan berubah menjadi dompet, tas kecil, serta hadiah bermakna bagi orang-orang terdekat. Unggahan sederhana melalui WhatsApp membuka peluang pesanan dari rekan Persit, hingga akhirnya terlibat dalam pojok keterampilan dan bazar Persit. Selain dilibatkan dalam berbagai kegiatan Persit, Engs Craft juga mendapat dukungan penuh dari Ibu Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ibu Uli Simanjuntak dan Ibu Ketua Daerah Jaya, Ibu Sandi Deddy Suryadi. Dukungan ini memacu Engs Craft lebih mengembangkan usaha rajut ini sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Dari sebuah hobi, tumbuhlah UMKM yang dapat memberikan rasa kebanggan diri karena dapat menciptakan sebuah produk yang memiliki nilai ekonomi. (Agus)

HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam rangka memastikan pengelolaan dan penggunaan senjata api (senpi) sesuai prosedur, jajaran Bidpropam Polda Kalimantan Selatan melaksanakan pemeriksaan senpi organik di Polres Hulu Sungai Utara (HSU) dan polsek jajaran, Selasa (7/4/2026). Kegiatan pemeriksaan yang dimulai sekitar pukul 14.10 WITA tersebut dipimpin oleh Kanit Hartib 1 Subbidprovos Bidpropam Polda Kalsel, AKP Erikson, bersama tim dari Subbidprovos dan Biro Logistik Polda Kalsel. Pemeriksaan dilakukan di depan ruang Baglogistik serta gudang penyimpanan senpi dan amunisi Polres HSU. Pemeriksaan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolda Kalsel Nomor: Sprin/252.3/IV/HUK.12.10./2026 tanggal 2 April 2026, sebagai bagian dari pengawasan internal guna menjamin tertib administrasi dan keamanan inventaris senjata api di lingkungan Polri. Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap senpi panjang dan senpi genggam, termasuk jumlah, kondisi, serta distribusi penggunaannya. Data menunjukkan seluruh senjata api tercatat dengan baik, baik yang berada di gudang maupun yang dipinjam-pakaikan untuk kepentingan dinas. Untuk senpi panjang, beberapa jenis yang diperiksa antara lain SS1-V1 kaliber 5.56, SB1-V2, hingga Mauser kaliber 7.62. Sementara itu, pada kategori senpi genggam, dilakukan pengecekan berbagai jenis revolver dan pistol, seperti revolver kaliber 38 serta pistol kaliber 9×19 mm. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya senpi genggam yang dipinjamkan secara perorangan kepada personel di luar ketentuan. Seluruh penggunaan senpi dinas dipastikan sesuai aturan dan dalam pengawasan. Selain senjata api, tim juga memeriksa ketersediaan dan kondisi amunisi. Tercatat total amunisi yang dimiliki Polres HSU mencapai 35.664 butir, dengan 5.744 butir dalam kondisi siap pakai dan 29.920 butir dalam kondisi layak pakai. Tidak ditemukan amunisi dalam kondisi tidak layak. Kapolres Hulu Sungai Utara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam penggunaan senjata api. Pemeriksaan rutin seperti ini diharapkan mampu mencegah penyalahgunaan serta meningkatkan kedisiplinan personel di lapangan. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Pemeriksaan ini juga menjadi bagian dari upaya Polres HSU dalam mendukung program Polri Presisi yang mengedepankan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Dengan adanya pengawasan ketat terhadap senpi dan amunisi, diharapkan keamanan internal serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dapat terus terjaga. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com ‎JEPARA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pada Selasa (07/04/2026), area branggang Rutan disulap menjadi lahan produktif sekaligus area yang lebih tertata melalui kegiatan pemeliharaan rutin. Kegiatan kali ini difokuskan pada dua agenda utama: perluasan lahan pertanian dan pemeliharaan infrastruktur keamanan. ‎ ‎Pemanfaatan Lahan untuk Ketahanan Pangan ‎Sejumlah Warga Binaan terlihat antusias mengolah tanah di area branggang untuk dijadikan “bedengan tanaman terong”. Pembuatan bedengan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan rutan, di mana para WBP diajarkan teknik pertanian mulai dari pengolahan tanah hingga perawatan tanaman. ‎ ‎Peremajaan Fasilitas dan Kebersihan ‎Selain bercocok tanam, pemeliharaan juga menyasar pada aspek estetika dan kebersihan fisik bangunan. WBP melakukan pembersihan lumut pada tembok pembatas serta melakukan “pengecatan ulang” di beberapa titik area branggang. Hal ini dilakukan guna memastikan dinding tetap kokoh, bersih, dan mempermudah pengawasan keamanan. ‎ ‎Pengawasan oleh Peserta Magang Pembina Kemandirian ‎Seluruh rangkaian kegiatan ini berada di bawah pengawasan langsung para Peserta Magang posisi Pembina Kemandirian. Para peserta magang bertugas memastikan bahwa teknis pengerjaan bedengan dilakukan dengan benar serta menjamin prosedur keamanan selama kegiatan di area branggang berlangsung. Keterlibatan peserta magang ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam metode pembinaan, sekaligus menjadi sarana belajar bagi mereka dalam mengelola pemberdayaan warga binaan secara langsung di lapangan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 7 April 2026 — Dalam rangka memastikan kondisi sarana prasarana serta mendukung program ketahanan pangan, Kepala Rutan Kelas IIB Jepara melaksanakan kegiatan kontrol langsung terhadap bangunan brandgang dan tanaman pertanian yang berada di area brandgang rutan. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau kondisi fisik bangunan brandgang sebagai bagian penting dari sistem pengamanan, sekaligus memastikan area tersebut tetap dalam keadaan baik, bersih, dan terawat. Selain itu, Kepala Rutan juga meninjau perkembangan tanaman pertanian yang dikelola sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan. Dalam peninjauan tersebut, Kepala Rutan memberikan arahan kepada petugas dan warga binaan agar terus menjaga kebersihan, keamanan, serta melakukan perawatan tanaman secara rutin guna mendukung hasil panen yang optimal. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa kegiatan kontrol ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh aspek berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. “Kami melakukan kontrol secara langsung untuk memastikan kondisi bangunan brandgang tetap aman dan berfungsi dengan baik, serta memastikan tanaman pertanian yang dikelola dapat tumbuh optimal sebagai bagian dari program pembinaan,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa area brandgang memiliki peran strategis, baik dari sisi pengamanan maupun pemanfaatan lahan produktif. “Selain sebagai bagian dari sistem pengamanan, area brandgang juga kami manfaatkan untuk kegiatan pertanian yang produktif. Hal ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat,” imbuhnya. Kegiatan kontrol berjalan dengan lancar dan menunjukkan kondisi bangunan serta tanaman dalam keadaan baik dan terawat. Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Jepara menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan lingkungan serta mengoptimalkan program pembinaan berbasis kemandirian dan ketahanan pangan.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 7 April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-62, Rutan Kelas IIB Jepara melaksanakan kegiatan penguatan fungsi pengamanan melalui tes urine dan penggeledahan kamar hunian yang melibatkan sinergi bersama aparat penegak hukum (APH) Kabupaten Jepara dan BNNP Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta mewujudkan lingkungan rutan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba dan barang terlarang. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan apel dan pengarahan oleh Kepala Rutan yang diikuti oleh jajaran petugas Rutan Kelas IIB Jepara dan aparat penegak hukum. Selanjutnya, dilakukan tes urine terhadap sejumlah warga binaan dan petugas sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika yang dilaksanakan oleh BNNP Jawa Tengah. Selain itu, tim gabungan juga melakukan penggeledahan secara menyeluruh di kamar hunian untuk memastikan tidak adanya barang-barang terlarang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.   Selama kegiatan berlangsung, petugas melakukan pemeriksaan secara teliti dan humanis, dengan tetap mengedepankan prinsip keamanan dan ketertiban. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung program pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.   Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan pengamanan yang dilakukan secara berkelanjutan, terlebih dalam momentum peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-62.   “Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memastikan Rutan Kelas IIB Jepara tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba dan barang terlarang. Sinergi dengan aparat penegak hukum Kabupaten Jepara sert BNNP Jawa Tengah menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan,” ujar Renza Maisetyo.   Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pengamanan. “Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan memperkuat fungsi pengamanan secara berkelanjutan. Harapannya, Rutan Kelas IIB Jepara dapat menjadi lingkungan yang aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan yang optimal bagi warga binaan,” imbuhnya.   Kegiatan penguatan pengamanan ini berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui momentum Hari Bhakti Pemasyarakatan, Rutan Kelas IIB Jepara menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bebas dari narkoba, serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas keamanan. (Wely) Sumber:Humas Rutan Jepara

JAKARTA | Bidik-kasusnews.com – Selasa (07/04/2026). Pragosa Bag lahir dari semangat pemberdayaan dan kebersamaan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 2 Yonkav 7 Cabang XIII Brigkav 1 PD Jaya yang ingin tumbuh, berkarya dan mandiri secara ekonomi. Perjalanan Pragosa Bag dimulai pada tahun 2024, dimana saat itu Persit Ranting 2 Yonkav 7 dipimpin oleh Ibu Indah Hanung. Dibawah kepemimpinan beliau, Persit Ranting 2 Yonkav 7 tidak hanya berfokus pada kegiatan rutin organisasi, tetapi juga diarahkan pada kegiatan yang bersifat produktif dan bernilai ekonomi. Saat ini Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 2 Yonkav 7 Cabang XIII Brigkav 1 dibawah kepemimpinan Ibu Irma Wahyuansyah. Pragosa Bag semakin berkembang dan akan ikut serta dalam Pameran Persit Bisa Vol.2 dengan menampilkan ide-ide dan kreasi baru. Saat ini Persit KCK Ranting 2 Yonkav 7 memiliki gagasan yang lebih untuk mengadakan pelatihan ketrampilan dengan menghadirkan pelatih keterampilan khusus. Tujuannya untuk membekali para anggota dengan kemampuan membuat produk yang memiliki nilai jual, sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, munculah potensi luar biasa dari salah satu anggota Persit Ranting 2 Yonkav 7, bernama Ny. Astin dengan menunjukan bakat yang menonjol dalam keterampilan merajut. Hasil karya rajut Ny. Astin, khususnya tas rajut memiliki kualitas, keunikan dan nilai estetika yang tinggi. Dari sinilah ide untuk mengembangkan produk tas rajut secara lebih serius mulai tumbuh. Pragosa Bag, terbuat dari bahan rajut metalic dengan berbagai pilihan warna yang cantik dan menarik. Sejak dikembangkan produksinya telah mencapai sekitar 300 pcs. Untuk mendukung pemasaran dan promosi penjualan, Pragosa Bag juga di pasarkan melalui media sosial Instagram @pragosamarket sebagai sarana memperluas jangkauan dan memperkenalkan produk ke masyarakat luas. (Agus)

Palembang | Bidik-kasusnews.com – Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol Susnadi, S.I.K. didampingi Danyon A Pelopor Kompol Feryanto, S.H. dan Kasubbagdalops AKP Dedy Wijaya melaksanakan audiensi dengan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan periode 2024-2029, Andie Dinialdie, S.E., M.M., pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan audiensi tersebut berlangsung di Ruangan Kantor DPRD Provinsi Sumsel dalam rangka meningkatkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di wilayah Kota Palembang. Dalam pertemuan tersebut, Dansat Brimob Polda Sumsel menyampaikan pentingnya sinergitas antara aparat keamanan dan unsur pemerintahan daerah guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di tengah masyarakat. Selain itu, berbagai hal terkait upaya pencegahan potensi gangguan keamanan, peningkatan koordinasi lintas instansi, serta penguatan peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah juga menjadi pembahasan dalam audiensi tersebut. Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdie, S.E., M.M. menyambut baik kunjungan Dansat Brimob Polda Sumsel beserta rombongan. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras personel Satbrimob Polda Sumsel dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang. Audiensi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi serta komunikasi demi mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Palembang. (Agus)

Jakarta  | Bidik-kasusnews.com – Tim Nasional Indonesia Indoor Skydiving yang diperkuat oleh personel Polri resmi bersiap mengikuti ajang bergengsi 6th World Cup Indoor Skydiving yang akan digelar di Lille, Prancis, pada 9 hingga 11 April 2026. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung prestasi olahraga dirgantara sekaligus mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Kontingen Timnas Indonesia Indoor Skydiving berjumlah 21 personel yang dipimpin oleh Teknisi KBRN Utama Tk. I Korbrimob, Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, selaku Ketua Kontingen. Personel tersebut terdiri dari 2 Personel Mako Korbrimob, 4 Personel Pasukan Gegana, 6 Personel Pasukan Pelopor, 5 Personel Satlat Brimob, 1 Personel Pasbrimob II Korbrimob, 2 Personel Satbrimob Polda Metro Jaya dan 1 Personel Ditkrimsus Polda Metro Jaya. Adapun komposisi kontingen meliputi satu Ketua Kontingen, satu Manajer Tim, dua Ketua Tim Atlet, satu official, satu pelatih, serta 15 atlet yang terdiri dari 10 atlet putra dan 5 atlet putri. Mereka akan bertanding dalam tiga nomor utama, yakni 4 Way VFS Open, 4 Way FS Open, dan 4 Way FS Female. Sebelum keberangkatan, seluruh personel telah melaksanakan doa bersama pada 3 April 2026 di Gedung Soemardhi, Fasilitas Wind Tunnel Brimob Cikeas, sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan dan kesuksesan selama mengikuti kejuaraan. Selanjutnya, pada hari ini tanggal 5 April 2026 sebanyak 19 personel berangkat menuju Prancis. Keikutsertaan Timnas Indonesia dalam ajang ini diharapkan mampu memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi kebanggaan bagi institusi Polri, bangsa, dan negara di pentas dunia. Selain itu, partisipasi ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan profesionalisme serta dedikasi personel Polri dalam berbagai bidang, termasuk olahraga internasional. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara,- Insiden kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jepara. Kali ini, kecelakaan melibatkan sebuah mobil Wuling dan sepeda motor Honda PCX di Jalan Raya Jepara–Bangsri, tepatnya di depan Warung Makan Ijo (MBAHE), Desa Krasak, Kecamatan Bangsri, Senin (6/4/2026) malam. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 22.15 WIB itu mengakibatkan satu orang pengendara motor mengalami luka-luka. Selain itu, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp30 juta. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil Wuling bernomor polisi A 1853 VGA yang dikemudikan oleh seorang pria warga negara asing berinisial LI X (41) melaju dari arah Jepara menuju Bangsri. Saat berada di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga kurang konsentrasi sehingga menabrak sepeda motor Honda PCX yang melaju di depannya,ungkap Kanit laka iptu Arianto Saat Dikonfirmasi Bidik-kasusnews 7/4/2026.   Sepeda motor tersebut diketahui dikendarai oleh M. Khoiro Zadit Taqwa, warga Desa Klepu, Kecamatan Keling, Jepara. Benturan yang terjadi menyebabkan korban mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis. Menariknya, setelah terjadi tabrakan, pengemudi mobil tidak langsung menghentikan kendaraannya. Ia justru terus melaju, yang kemudian memicu reaksi warga sekitar untuk melakukan pengejaran.   Pelarian tersebut akhirnya terhenti setelah mobil yang dikemudikan pelaku menabrak tiang telepon di bahu jalan sebelah kiri. Warga yang berhasil menghentikan kendaraan tersebut kemudian mengamankan situasi hingga petugas kepolisian datang ke lokasi.   Pihak kepolisian dari Polres Jepara telah melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan kendaraan yang terlibat. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan.   Polisi juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan menjaga konsentrasi saat berkendara, terutama pada malam hari, guna menghindari kejadian serupa. (Wely)

Bandar Lampung. Bidik-kasusnews.com  Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan kedekatan TNI dengan petani, Sertu Ripian, Babinsa Kelurahan Rajabasa Jaya, Koramil 410-06/KDT, Kodim 0410/KBL, turun langsung mendampingi kegiatan panen padi milik Bapak Jalal di Jalan Sakura, RT 9, Lingkungan 2, Kelurahan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, pada Senin (6/4/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai itu melibatkan petani setempat dengan luas lahan setengah hektare (0,5 Ha). Varietas padi yang dipanen adalah Ciherang, yang dikenal memiliki kualitas beras baik dan produktivitas tinggi. Dari lahan seluas itu, diperkirakan hasil panen mencapai sekitar 6 ton gabah kering panen (GKP). Yang menarik, seluruh hasil panen tidak dijual ke pasaran. Pemilik lahan, Bapak Jalal, memutuskan untuk menyimpan gabah tersebut sebagai stok pangan keluarga jangka panjang. “Berasnya nanti akan kami konsumsi sendiri. Ini bentuk kemandirian pangan di tingkat rumah tangga,” ujar Bapak Jalal di sela-sela panen. Sertu Ripian menjelaskan bahwa pendampingan Babinsa dalam proses tanam hingga panen merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan petani. “Kami hadir tidak hanya saat panen, tetapi sejak pengolahan lahan, perawatan, hingga masa panen tiba. Alhamdulillah hasilnya memuaskan. Semoga ini memotivasi petani lain untuk terus meningkatkan produksi padi,” ungkap Sertu Ripian. Dengan hasil 6 ton dari setengah hektare, rata-rata produktivitas lahan tersebut mencapai 12 ton per hektare—angka yang tergolong sangat baik untuk varietas Ciherang di wilayah Bandar Lampung. Keberhasilan ini juga menjadi contoh nyata bahwa pendampingan aparat kewilayahan mampu mendorong optimalisasi hasil pertanian. Kegiatan panen berlangsung aman, lancar, dan penuh kebersamaan. Para petani tampak antusias dengan kehadiran Babinsa yang ikut serta memotong padi dan membantu pengangkutan hasil. “Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Babinsa yang selalu mendampingi kami. Panen kali ini terasa lebih meriah dan hasilnya melimpah,” tambah salah seorang anggota kelompok tani setempat. Di akhir kegiatan, Sertu Ripian mengimbau para petani untuk terus semangat dalam mengelola lahan pertanian serta menjaga kelestarian irigasi dan lingkungan. “Tetap semangat, pantang menyerah, selalu gembira dalam tugas. TNI hadir untuk rakyat,” tutupnya. (Agus)