Jakarta, Bidik-kasusnews.com -Solidaritas Pembela Advokat Seluruh Indonesia (SPASI) menyatakan sikap tegas dalam mengawal proses pemeriksaan advokat Hendra Sianipar, S.H., di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Rabu (25/2). Organisasi tersebut menilai perkara yang tengah berjalan harus diuji secara objektif dan proporsional, terutama dalam melihat konstruksi unsur pidana yang disangkakan. SPASI menegaskan bahwa advokat merupakan bagian dari sistem peradilan yang memiliki kedudukan independen. Perwakilan SPASI di Jakarta menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab organisasi profesi, sekaligus memastikan tidak terjadi pelanggaran terhadap hak-hak prosedural. “Penegakan hukum harus berdiri di atas alat bukti dan analisis unsur yang jelas. Kami menghormati proses hukum, tetapi kami juga menolak setiap bentuk penerapan pasal yang tidak memenuhi standar pembuktian,” ujar perwakilan SPASI. Sorotan terhadap Unsur Pidana SPASI menekankan bahwa dalam hukum pidana, unsur kesengajaan, peran aktif, dan niat jahat harus dibuktikan secara konkret. Organisasi tersebut mengingatkan bahwa hubungan profesional antara advokat dan klien tidak serta-merta melahirkan pertanggungjawaban pidana. Menurut SPASI, kehati-hatian aparat penegak hukum sangat penting agar proses ini tidak menimbulkan preseden yang dapat berdampak luas terhadap praktik pembelaan hukum di Indonesia. Tegaskan Independensi Profesi SPASI juga menilai, perlindungan terhadap advokat bukanlah bentuk kekebalan absolut, melainkan jaminan agar advokat dapat menjalankan tugasnya tanpa tekanan dan tanpa rasa takut dikriminalisasi atas tindakan yang berada di luar pengetahuan dan kehendaknya. Organisasi tersebut menyatakan akan terus memantau perkembangan perkara serta memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prinsip due process of law, asas praduga tak bersalah, dan kepastian hukum. Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan masih berlangsung dan belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak kepolisian mengenai perkembangan terbaru perkara tersebut. (Heri)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Pelaksanaan Riksa Psikologi (RIKPSI) berbasis Computer Assisted Test (CAT) Online bagi peserta KKN Kebangsaan Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV Tahun Anggaran 2026 digelar serentak di Kota Bandar Lampung, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi dan pemetaan potensi generasi muda Indonesia. Pelaksanaan utama kegiatan dipusatkan di SMK Negeri 8 Bandar Lampung, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Kemiling Raya, Kecamatan Kemiling, dengan jumlah peserta terbanyak yakni 49 siswa dari berbagai sekolah. Selain itu, kegiatan juga berlangsung secara bersamaan di SMA Negeri 6 Bandar Lampung serta SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Di lokasi utama SMK Negeri 8, peserta terdiri dari siswa-siswi dari beberapa sekolah, antara lain SMK N 8, SMA Negeri 2, SMA Negeri 4, dan SMA Negeri 16 Bandar Lampung. Sementara di SMA Negeri 6, sebanyak 34 peserta mengikuti tes yang berasal dari SMA Negeri 6 dan SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Adapun di SMA Muhammadiyah 2, sebanyak 17 siswa dari sekolah tersebut dan SMA Fransiskus Bandar Lampung turut ambil bagian. Kegiatan RIKPSI CAT Online ini bertujuan mengukur Intelligence Quotient (IQ) sekaligus menggali potensi akademik dan psikologis peserta yang telah mengikuti rangkaian program KKRI Gelombang IV Tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, para Babinsa dari jajaran Kodim 0410/KBL turut hadir di setiap lokasi untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran aparat TNI tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada para pelajar. Di SMK Negeri 8, pengawasan dilakukan oleh Serka Heru H Putro bersama Sertu Hendrianto yang berkoordinasi dengan pihak sekolah. Sementara di SMA Negeri 6, Serma Usmawan dan Serka Yudha Saputra mendampingi jalannya tes. Di SMA Muhammadiyah 2, Serka Dedi S bersama Kopka Ferdi turut memantau sekaligus memberi motivasi kepada peserta. Dari total 100 peserta yang terdaftar, sebanyak 97 siswa mengikuti tes. Dua peserta dilaporkan berhalangan hadir karena pindah sekolah, sementara satu peserta lainnya tidak dapat mengikuti ujian karena sakit dan dijadwalkan mengikuti tes susulan setelah pulih. Kegiatan ini juga dihadiri para kepala sekolah dan guru pendamping, di antaranya Kepala SMK Negeri 8 Dian Novita Dwi, M.Pd, Kepala SMA Negeri 6 Ida Royani, M.Pd, serta Wakil Kepala SMA Muhammadiyah 2 Ramli. Sinergi antara dunia pendidikan dan aparat kewilayahan tersebut menciptakan suasana pelaksanaan tes yang tertib, lancar, dan kondusif hingga kegiatan berakhir. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar dapat terpetakan potensi akademik maupun psikologisnya secara objektif, sekaligus menjadi langkah awal pembinaan generasi muda yang unggul dan berdaya saing nasional. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Semangat gotong royong kembali menguat di tengah masyarakat Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung. Aparat kewilayahan bersama pemerintah setempat dan warga bergotong royong membersihkan aliran kali di Jalan Kartini Gang Luwes, RT 3 Lingkungan II, Kamis (26/2/2026) sore. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut dipimpin Babinsa Kelurahan Kaliawi, Serka Supriyadi, sebagai langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi banjir dan munculnya penyakit saat musim penghujan. Turut hadir dalam kegiatan itu unsur pemerintah kecamatan, Sekretaris BPBD Kota Bandar Lampung, Lurah Kaliawi Masyuri, aparat kelurahan, para ketua lingkungan, ketua RT, anggota Linmas, serta puluhan warga setempat. Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, arit, dan karung, peserta gotong royong bersama-sama mengangkat sampah, membersihkan tanaman eceng gondok, serta mengeruk sedimentasi lumpur yang menghambat aliran air. Kehadiran aparat pemerintah dan TNI di tengah masyarakat turut menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan. Serka Supriyadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus upaya preventif menghadapi dampak musim hujan. “Aliran kali yang tersumbat sampah berpotensi menyebabkan banjir. Selain itu, genangan air juga bisa menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah. Karena itu, kebersihan lingkungan harus dijaga bersama,” ujarnya di sela kegiatan. Sementara itu, Lurah Kaliawi Masyuri mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat serta sinergi antara aparat kewilayahan dan pemerintah dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi kunci terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi warga. Ia berharap kegiatan gotong royong dapat dilakukan secara rutin agar aliran air tetap lancar dan risiko bencana lingkungan dapat diminimalkan. Kegiatan pembersihan kali berlangsung tertib dan lancar hingga selesai. Warga pun berharap semangat kebersamaan tersebut terus terjaga sebagai budaya positif dalam menjaga lingkungan permukiman. (Agus)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggelar Apel Siaga Kamtibmas di Lapangan Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (26/1/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Apel siaga Kamtibmas diikuti sebanyak 285 personel gabungan turut ambil bagian dalam kegiatan ini, terdiri dari unsur Polres, Polsek jajaran, unsur pengamanan pelabuhan, tokoh masyarakat, hingga elemen organisasi kemasyarakatan antara lain Pokdarkamtibmas, Banser NU, Buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat, dan Satpam. Dalam amanatnya, AKBP Aris Wibowo menyampaikan pesan persatuan dan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Kapolres menegaskan bahwa kehadiran seluruh peserta apel merupakan wujud komitmen kolektif dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif, terlebih di tengah dinamika sosial yang berkembang pesat. “Kita menyadari bahwa potensi gangguan kamtibmas dapat muncul dari berbagai faktor, mulai dari provokasi di media sosial, kesalahpahaman, hingga persaingan antarkelompok. Target kita jelas, yaitu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi warga, pengguna jalan, pelaku usaha, rumah ibadah, maupun ruang digital,” tegasnya. Dalam arahannya, Kapolres juga menyampaikan beberapa langkah strategis yang harus menjadi perhatian bersama, antara lain menjadi teladan dalam ketertiban, menolak penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, mengedepankan musyawarah dalam penyelesaian masalah, meningkatkan kewaspadaan melalui satkamling, serta segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas melalui Bhabinkamtibmas, Polsek, Polres terdekat, maupun call center Polri 110. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya menghormati aspirasi yang disampaikan secara damai, namun menolak segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkis. “Apel hari ini adalah bukti bahwa Jakarta dijaga bersama. Mari kita wujudkan ‘jaga warga, jaga Jakarta’ sebagai gerakan nyata yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah Pelabuhan Tanjung Priok agar tetap kondusif, khususnya dalam momentum Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H. (Agus)
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Upaya penyelesaian masalah melalui pendekatan humanis kembali dilakukan jajaran kepolisian. Personel Polsek Amuntai Selatan melaksanakan kegiatan problem solving atau mediasi guna menyelesaikan kasus dugaan perusakan fasilitas sekolah di wilayah hukumnya, Kamis (26/2/2026). Kegiatan berlangsung sekitar pukul 13.00 WITA di Kantor Desa Jarang Kuantan, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Mediasi tersebut dihadiri aparat kepolisian, perangkat desa, serta para pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Intel Polsek Amuntai Selatan Aiptu Dedy Setiawan, Bhabinkamtibmas Briptu Hasan, Kepala Desa Kota Raja Ahmad Sayuti, Kepala Desa Jarang Kuantan Syahrun, serta sejumlah warga yang menjadi pihak dalam permasalahan. Kasus bermula dari peristiwa pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 02.37 WITA, ketika terjadi perusakan berupa pot bunga dan gapura di lingkungan SDN Ujung Murung. Peristiwa itu dilakukan oleh beberapa pelajar yang awalnya bermaksud membangunkan warga untuk sahur. Namun, tindakan mereka yang dinilai berlebihan menyebabkan kerusakan fasilitas sekolah dan terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Menindaklanjuti laporan masyarakat, pihak kepolisian kemudian memfasilitasi pertemuan antara pihak yang dirugikan dan para pelaku guna mencari penyelesaian secara kekeluargaan. Dalam proses mediasi, seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dengan mengedepankan musyawarah serta tanggung jawab bersama. Pendekatan problem solving ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif sekaligus memberikan pembinaan kepada para pelajar agar tidak mengulangi perbuatannya. Kapolsek Amuntai Selatan menyampaikan bahwa penyelesaian melalui mediasi menjadi langkah preventif untuk menjaga keharmonisan masyarakat tanpa harus menempuh proses hukum yang panjang, selama kedua pihak mencapai kesepakatan bersama. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Polsek Amuntai Selatan berharap pendekatan dialogis seperti ini dapat terus memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dalam proses pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati tahun 2026. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan kepada Bidik-kasusnews pada Rabu (26/2/2026)via WhatsApp, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi guna mengungkap alur dan mekanisme dugaan praktik tersebut. Pemeriksaan dilakukan di Polrestabes Semarang dengan menghadirkan 14 orang saksi yang terdiri dari kepala desa hingga calon perangkat desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati. Para saksi yang diperiksa antara lain: ISM, Kepala Desa Purworejo, Kecamatan Margoyoso SUG, Kepala Desa Tambakharjo, Kecamatan Trangkil UNM, calon Sekretaris Desa Gadu, Kecamatan Gunungwungkal SR, calon Kasi Tata Usaha Desa Gadu KUN, calon Kasi Perencanaan Desa Gadu AF, calon Kaur Keuangan Desa Perdopo SEW, calon Kasi Perencanaan Desa Perdopo AU, Kepala Desa Sumbersari (Ketua Paguyuban Kades Kecamatan Kayen) EK, Kasi Pelayanan Desa Sumberejo WI, Kepala Desa Sekarjalak (Ketua Paguyuban) MZ, Kepala Desa Wonosekar (Ketua Paguyuban) SUK, Kepala Desa Sumberagung KUS, Kepala Desa Sumbersari SUG, Kepala Desa Banyuurip Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami keterangan para saksi terkait proses dan mekanisme pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati. Selain itu, KPK juga menelusuri adanya dugaan penyerahan sejumlah uang yang disebut dilakukan atas perintah Bupati melalui koordinator kepala desa. Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut integritas tata kelola pemerintahan desa. KPK menegaskan akan terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam praktik yang diduga merugikan masyarakat tersebut. KPK mengimbau seluruh pihak yang mengetahui informasi terkait kasus ini untuk bersikap kooperatif dan mendukung upaya pemberantasan korupsi di daerah. (Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Upaya pembinaan berbasis psikologis terus dilakukan di Rutan Kelas IIB Jepara. Salah satunya melalui kegiatan Three Chairs Technique yang digelar pada Rabu, 25 Februari 2026, di ruang rapat rutan setempat oleh peserta magang. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana refleksi mendalam bagi warga binaan agar mampu memahami kondisi emosi, konflik batin, serta arah perubahan diri yang ingin dicapai. Dalam pelaksanaannya, peserta diajak mengeksplorasi pengalaman hidup melalui pendekatan tiga perspektif, yakni diri saat ini, sisi diri yang menyimpan luka atau konflik, dan gambaran diri di masa depan. Melalui simulasi yang dilakukan secara bergantian, warga binaan diberikan kesempatan untuk “berdialog” dengan dirinya sendiri. Pendekatan ini dinilai efektif membuka ruang kejujuran emosional yang selama ini mungkin terpendam, sekaligus membantu peserta melihat permasalahan secara lebih utuh. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keterbukaan. Banyak peserta tampak serius mengikuti setiap tahapan, bahkan tidak sedikit yang mampu mengungkapkan perasaan terdalamnya selama sesi berlangsung. Pendamping dari peserta magang turut memberikan arahan agar proses refleksi berjalan aman dan terarah. Tidak hanya berhenti pada sesi praktik, kegiatan juga dilanjutkan dengan diskusi bersama guna memperkuat pemaknaan dari pengalaman yang telah dilalui. Hal ini penting agar setiap warga binaan dapat mengambil pelajaran serta menyusun langkah nyata untuk perbaikan diri ke depan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada kesiapan mental dan emosional warga binaan. “Pembinaan yang menyentuh sisi psikologis seperti ini sangat penting. Kami berharap warga binaan dapat lebih mengenal dirinya, sehingga memiliki bekal yang kuat saat kembali ke masyarakat,” ungkapnya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga binaan mampu meningkatkan kesadaran diri, mengelola emosi dengan lebih baik, serta memiliki motivasi kuat untuk menjalani perubahan positif. Program semacam ini juga menjadi bagian dari komitmen rutan dalam menciptakan pembinaan yang lebih humanis dan berkelanjutan. (Wely) Sumber:Humas Rutan Jepara
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah terus dilakukan jajaran kepolisian. Personel Satuan Samapta Polres Hulu Sungai Utara menggelar kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan, Kamis (26/2/2026) sore. Kegiatan sosial tersebut berlangsung mulai pukul 17.00 WITA di Simpang Empat Alamatan, Kelurahan Antasari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Aksi berbagi dipimpin langsung oleh Kasat Samapta bersama personel Sat Samapta sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang menjalankan ibadah puasa. Puluhan paket takjil dibagikan kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari warga yang merasa terbantu, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antara polisi dan warga melalui pendekatan humanis selama Ramadan. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, anggota kepolisian juga diharapkan hadir membawa manfaat sosial bagi lingkungan sekitar. Kasat Samapta menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial semakin tumbuh, sejalan dengan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Agus)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Upaya menekan angka residivisme terus diperkuat oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dengan mendorong pendekatan keadilan restoratif (Restorative Justice/RJ) yang terintegrasi dengan pembinaan keterampilan kerja. Langkah ini menjadi strategi agar penyelesaian perkara tidak berhenti pada perdamaian, tetapi juga memberi masa depan baru bagi pelaku. Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Eko Budi Susanto menyampaikan bahwa pada awal tahun 2026, penerapan RJ yang dijalankan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan berhasil dikolaborasikan dengan program pelatihan kerja sebagai bentuk pencegahan pengulangan tindak pidana. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi pada Rabu (25/02/2026). Dalam pelaksanaannya, Kejari menggandeng Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan untuk memberikan pembinaan lanjutan kepada pelaku yang perkaranya telah diselesaikan melalui mekanisme RJ. Kolaborasi ini bertujuan memastikan para pelaku tidak kembali terjerat proses hukum di kemudian hari. Pembinaan dilaksanakan di Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya dengan fokus pada pelatihan dasar teknik mengelas. Keterampilan tersebut dipilih karena memiliki peluang kerja yang luas dan dapat menjadi bekal untuk memperoleh pekerjaan yang layak maupun membuka usaha mandiri. Melalui program ini, Kejari menegaskan bahwa keadilan restoratif bukan sekadar penyelesaian perkara secara damai, melainkan solusi komprehensif yang menyentuh aspek sosial dan ekonomi, sehingga mampu memberikan kesempatan kedua sekaligus menekan angka residivisme di wilayah DKI Jakarta. (Heri)
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, jajaran Polres Hulu Sungai Utara mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an secara virtual yang terhubung langsung dengan Mabes Polri. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang dilaksanakan serentak oleh Polri di seluruh Indonesia. Pelaksanaan tadarus dipimpin oleh Iptu Asep HZ selaku KBO Sat Lantas yang juga menjabat Ps. Kasi Humas Polres Hulu Sungai Utara, didampingi Iptu Warsono, serta diikuti personel di lingkungan Mapolres. Program ini berlangsung setiap hari selama Ramadan melalui Zoom Meeting yang dipusatkan dari Bagbinreligi Rowatpers SSDM Polri. Mewakili Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, AKP Misransyah menyampaikan bahwa kegiatan tadarus menjadi sarana penting dalam pembinaan spiritual anggota di tengah padatnya tugas pelayanan kepada masyarakat. “Selama bulan suci Ramadan, kegiatan tadarus dilaksanakan secara rutin agar personel tetap menjaga keseimbangan antara tanggung jawab kedinasan dan peningkatan keimanan,” ujarnya. Dalam pelaksanaannya, personel mengikuti pembacaan Al-Qur’an secara bergiliran per juz yang dipandu langsung oleh tim dari Mabes Polri. Kegiatan tersebut diikuti secara serentak oleh jajaran Polda maupun Polres di seluruh Indonesia. Di Mapolres Hulu Sungai Utara, suasana tadarus berlangsung khidmat di masjid setempat. Personel tampak menyimak lantunan ayat suci Al-Qur’an dengan penuh kekhusyukan, menciptakan nuansa religius sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota selama Ramadan. Melalui program Binrohtal ini, diharapkan seluruh personel Polri tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat sehingga mampu memberikan pelayanan yang humanis dan terbaik kepada masyarakat. (Agus)