Bidik-kasusnews.com Jakarta,- Tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melakukan rangkaian penggeledahan di wilayah Tulungagung pada Kamis (16/4). Langkah ini merupakan bagian dari proses penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (TPK) berupa pemerasan yang tengah ditangani lembaga antirasuah tersebut. Pada hari pertama, penggeledahan dilakukan di tiga lokasi berbeda, yakni rumah dinas bupati, kediaman pribadi seorang pihak berinisial GSW, serta rumah milik pihak berinisial YOG. Dari hasil sementara, penyidik menemukan sejumlah dokumen penting yang diduga berkaitan dengan perkara,ungkap juru bicara kpk budi Prasetyo kepada Bidik-kasusnews via watsap 17/4/2026. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah surat pernyataan pengunduran diri dari beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak mencantumkan tanggal. Dokumen tersebut diduga digunakan sebagai alat tekanan agar para pejabat daerah mengikuti arahan atau perintah tertentu dari pihak bupati,tambahnya. KPK menilai penggeledahan ini krusial untuk memperkuat alat bukti dalam mengungkap praktik pemerasan yang diduga terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Proses ini juga diharapkan dapat memperjelas konstruksi perkara serta pihak-pihak yang terlibat. Dalam keterangannya, KPK turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Tulungagung atas dukungan yang diberikan dalam proses penegakan hukum. Partisipasi publik dinilai penting untuk memastikan transparansi dan kelancaran penyidikan. KPK menegaskan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru terkait hasil penggeledahan serta langkah lanjutan dalam penanganan kasus ini.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 14 April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyasar masyarakat di wilayah utara Kabupaten Jepara. Kali ini, bantuan disalurkan ke Yayasan Al-Muzakki yang berada di Kecamatan Donorojo. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pemasyarakatan sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga aktif memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat. Dalam suasana penuh kebersamaan, jajaran petugas Rutan menyerahkan sejumlah bantuan berupa paket kebutuhan pokok dan perlengkapan lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan operasional yayasan sekaligus memberikan manfaat bagi para penerima. Renza Maisetyo menegaskan bahwa peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat nilai kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjalin hubungan harmonis antara institusi pemasyarakatan dan lingkungan sekitar. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan hadir sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan siap berbagi,” ujarnya. Pihak Yayasan Al-Muzakki menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. Bantuan yang diterima dinilai sangat bermanfaat dalam mendukung aktivitas sosial yang dijalankan yayasan. Melalui aksi sosial ini, Rutan Jepara kembali menegaskan komitmennya dalam membangun citra pemasyarakatan yang humanis, sekaligus mempererat hubungan sosial dengan masyarakat. Semangat Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 diharapkan terus mendorong terciptanya kontribusi positif yang berkelanjutan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
Jakarta Selatan, Bidik-kasusnews.com, Dalam momentum Hari Bumi, Panglima Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta bersama influencer lingkungan Arif Kamarudin memimpin aksi bersih ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan. Kegiatan ini merupakan lanjutan kedua dalam program Jaga Jakarta – Jaga Bumi, yang melibatkan sekitar 100 personel Koramil jajaran Kodim 0504/Jakarta Selatan, didampingi Danrem 051 dan seluruh jajaran terkait. Pada kegiatan hari ini, berhasil diangkat sekitar 200 kilogram ikan sapu-sapu, serta dilakukan pelepasan 500 bibit ikan ke perairan. Secara kumulatif dari dua kali kegiatan, lebih dari 400 kilogram ikan invasif telah berhasil dikendalikan dan lebih dari 1.000 bibit ikan telah ditebar untuk memperkuat populasi ikan lokal. Ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang mampu berkembang biak dengan cepat dan mendominasi hingga lebih dari 70% populasi di suatu perairan. Keberadaannya tidak hanya menekan populasi ikan lokal, tetapi juga merusak struktur dasar perairan dengan mengikis sedimentasi, menyebabkan air keruh, menurunkan kadar oksigen, serta mengganggu siklus reproduksi biota lain. Sebagai bagian dari pengelolaan berkelanjutan, ikan sapu-sapu yang telah diangkat dalam kegiatan ini selanjutnya dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak serta diolah oleh komunitas setempat, sehingga tidak menjadi limbah dan tetap memiliki nilai guna. Pangdam Jaya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kolaboratif yang berkelanjutan. “Momentum Hari Bumi ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin Setu Babakan bukan sekadar objek wisata, tapi ekosistem yang sehat bagi ikan lokal dan nyaman bagi masyarakat Jakarta. Melalui Jaga Jayakarta – Jaga Bumi, kita bergerak bersama, dari aksi kecil yang berdampak besar,” ujar Pangdam. Kegiatan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara TNI, pegiat lingkungan, dan masyarakat dalam menjaga ruang hidup bersama. Dampak awal mulai terlihat dari berkurangnya dominasi ikan invasif, meningkatnya peluang hidup ikan lokal, serta tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan. (Agus)
HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya peningkatan infrastruktur terus dilakukan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Salah satunya melalui dimulainya pekerjaan rehabilitasi Jembatan Merah Putih yang berada di Desa Jingah Bujur, Kecamatan Haur Gading, Jumat (17/4/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA ini merupakan kolaborasi antara Polres HSU dan Pemerintah Kabupaten HSU, sebagai bentuk sinergi dalam mendukung kelancaran akses transportasi masyarakat di wilayah pedesaan. Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh Kapolsek Amuntai Utara, IPDA Ngatiman, S.H., bersama delapan personel Polres HSU dan enam tenaga tukang. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Kasat Intelkam Polres HSU AKP Agus Murti Widodo, perwakilan kontraktor pelaksana Irham Waladani, S.T., konsultan pengawas dari Dinas PUPR HSU Agam Kurnia, S.Ars., serta Kepala Desa dan aparat Desa Jingah Bujur. Rangkaian kegiatan diawali dengan tasyakuran dan doa bersama sebagai bentuk harapan agar proses rehabilitasi berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selanjutnya, dilakukan pengangkutan material berupa kayu ulin serta pembongkaran bagian jembatan lama yang akan diperbaiki. Kapolres HSU melalui jajaran di lapangan menyampaikan bahwa keterlibatan kepolisian dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah, sekaligus memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan masyarakat. “Rehabilitasi jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan warga dalam beraktivitas, khususnya dalam mobilitas sehari-hari,” ujar salah satu petugas di lokasi. Dengan kondisi cuaca yang cerah, proses awal pekerjaan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Jembatan Merah Putih sendiri merupakan akses vital bagi masyarakat Desa Jingah Bujur dan sekitarnya, sehingga perbaikannya menjadi prioritas. Pemerintah daerah bersama pihak terkait berharap, setelah rehabilitasi selesai, jembatan tersebut dapat kembali berfungsi optimal dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta aktivitas sosial warga. (Agus)
HSU- BIDIK-KASUSNEWS.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) berhasil mengungkap dugaan penyalahgunaan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria beserta ratusan liter BBM yang diduga akan diperjualbelikan secara ilegal.(16/4/2026) Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan terduga pelaku berinisial RAHIMI alias IMI pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 12.25 WITA di kawasan Desa Babirik Hilir, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Saat diamankan, pelaku kedapatan mengangkut enam jeriken berisi Pertalite, masing-masing berkapasitas 35 liter. Selain itu, sepeda motor yang digunakan pelaku telah dimodifikasi dengan tangki tambahan yang mampu menampung hingga 35 liter BBM. “Dari hasil pemeriksaan di lokasi, total BBM yang dibawa pelaku mencapai 245 liter,” ungkap pihak kepolisian dalam laporannya. Pengembangan kemudian dilakukan ke rumah pelaku di Desa Hamayung Utara, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Di lokasi tersebut, petugas kembali menemukan sembilan jeriken berisi Pertalite dengan total 315 liter. Dengan demikian, total barang bukti BBM subsidi yang berhasil diamankan mencapai 560 liter. Selain BBM, petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor yang telah dimodifikasi, keranjang besi, serta satu unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut. Kasus ini ditangani berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/1/IV/2026/SPKT.SATRESKRIM/POLRES HSU/POLDA KALSEL tanggal 16 April 2026. Terduga pelaku dijerat dengan ketentuan hukum terkait penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM subsidi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Saat ini, pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Hulu Sungai Utara guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Polres HSU menegaskan komitmennya untuk terus memberantas praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang merugikan negara dan masyarakat. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut serta turut berperan aktif dalam memberikan informasi kepada pihak berwajib. Upaya penegakan hukum ini diharapkan mampu menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran dan mendukung kesejahteraan masyarakat. (Agus)
Bidik-kasusnews.com Jakarta — Peringatan Hari Kartini dimaknai secara berbeda oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dengan menekankan pentingnya peran perempuan dalam membangun budaya antikorupsi. Melalui kegiatan yang digelar di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Kamis (16/4), ratusan perempuan dari berbagai latar belakang berkumpul dalam sebuah forum bertajuk “Perempuan Tangguh, Perempuan Berintegritas”. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara KPK dan komunitas Angklung Perempuan Indonesia (API). Tidak sekadar seminar, acara ini juga menjadi ruang kolaborasi antara seni dan edukasi antikorupsi, yang dikemas secara sederhana namun sarat makna. Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini seharusnya tidak berhenti pada simbol emansipasi semata. Menurutnya, semangat Raden Ajeng Kartini perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata, terutama dalam membangun kesadaran akan pentingnya integritas sejak lingkungan terkecil. “Perempuan memiliki posisi strategis dalam keluarga maupun masyarakat. Dari peran itulah nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab dapat ditanamkan secara konsisten,” ujarnya. Ia juga menyoroti keterlibatan aktif anggota API yang sebagian besar merupakan perempuan lanjut usia. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa kontribusi dalam menyuarakan nilai antikorupsi tidak dibatasi usia, melainkan ditentukan oleh komitmen dan kepedulian. Pandangan serupa disampaikan tokoh perempuan Okky Asokawati yang menilai bahwa perempuan memiliki kekuatan besar dalam mendorong perubahan sosial. Ia menegaskan bahwa integritas harus menjadi fondasi utama dalam setiap gerakan perempuan. “Ketika perempuan menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, dan konsistensi, dampaknya tidak hanya dirasakan dalam keluarga, tetapi juga meluas ke masyarakat,” ungkapnya. Selain diskusi, alunan musik angklung yang dimainkan para anggota API menjadi simbol bahwa pesan antikorupsi dapat disampaikan dengan pendekatan budaya. Melalui seni, nilai-nilai integritas diharapkan lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu peserta, Shashie Nurul (66), mengaku aktif menanamkan nilai kejujuran dalam keluarganya. Ia membiasakan anak dan cucunya untuk memahami batas hak dan kewajiban sejak dini, sebagai bagian dari pendidikan karakter. Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta ini menjadi bukti bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga negara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Dalam semangat Kartini, perempuan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menanamkan nilai integritas, dimulai dari keluarga hingga ke lingkungan yang lebih luas.(Wely) Sumber:Humas KPK
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Satuan Lalu Lintas Polres Hulu Sungai Utara (HSU) mengintensifkan patroli malam melalui kegiatan Blue Light Patrol di sejumlah ruas jalan utama Kota Amuntai, Kamis (16/4/2026) malam. Kegiatan ini difokuskan pada daerah rawan kecelakaan, pelanggaran, hingga potensi aksi balap liar.(16/4/2026) Patroli yang dimulai sekitar pukul 20.30 WITA tersebut menyasar sejumlah titik strategis, di antaranya Jalan Kuripan, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Jenderal A. Yani, Jalan Abdul Azis, Jalan Jermani Husein, Jalan Suwandi Sumarta, Jalan Brigjen H. Hasan Baseri, hingga Jalan Lambung Mangkurat. Kasat Lantas Polres HSU melalui laporan kegiatan menyampaikan bahwa patroli ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres HSU. “Personel tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga pengaturan arus lalu lintas serta memberikan teguran kepada pengendara yang berpotensi melakukan pelanggaran maupun terlibat dalam aksi balap liar,” ujarnya. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah personel Satlantas, yakni BRIPKA Osman, Brigpol Widianto, Briptu M. Eko Rafli Maulana, Bripda M. Rudrigo Hansetiawan, dan Bripda Hendra Kirana. Dari hasil pelaksanaan patroli, situasi lalu lintas di wilayah Kota Amuntai terpantau aman, tertib, dan lancar. Kehadiran petugas di lapangan juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan, khususnya pada malam hari. Selain itu, patroli ini dinilai efektif dalam menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara. Polres HSU menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan patroli rutin, guna menciptakan kondisi lalu lintas yang kondusif serta menekan potensi gangguan keamanan di jalan raya. Dengan semangat “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan”, Satlantas Polres HSU mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya terlihat dalam rapat koordinasi yang digelar Bunda PAUD Kabupaten Jepara bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Kamis (16/04/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat I Sekretariat Daerah ini dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Jepara Laila Saidah Witiarso, Kepala Disdukcapil Jepara Ferry Yudha Adhi Dharma Rahardjo, jajaran Pokja Bunda PAUD, serta para Bunda PAUD kecamatan se-Kabupaten Jepara. Rakor tersebut menjadi bagian dari langkah strategis dalam memastikan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Bunda PAUD dan Disdukcapil untuk mempercepat penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi peserta didik PAUD. Laila Saidah Witiarso menekankan bahwa KIA bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bentuk nyata perlindungan hak anak sejak usia dini. Ia mengajak seluruh Bunda PAUD di tingkat kecamatan untuk aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya dokumen kependudukan. Menurutnya, kesadaran administrasi harus dimulai dari keluarga, dengan memastikan setiap anggota memiliki dokumen resmi seperti Kartu Keluarga, akta kelahiran, hingga KTP elektronik. Hal ini menjadi fondasi penting dalam memberikan kepastian hukum dan akses layanan publik. Sementara itu, Kepala Disdukcapil Jepara Ferry Yudha Adhi Dharma Rahardjo menegaskan komitmen instansinya dalam memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan tanpa biaya. Ia juga menyoroti pentingnya peran kader desa dalam membantu percepatan kepemilikan KIA di kalangan anak-anak. “Pelayanan administrasi kependudukan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah desa. Dukungan dari para kader sangat penting untuk memastikan setiap anak memiliki identitas resmi,” ujarnya. Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak anak di Jepara yang memiliki dokumen kependudukan sejak dini. Selain sebagai identitas, hal tersebut juga menjadi langkah awal dalam mewujudkan masyarakat yang tertib administrasi serta terlindungi hak-hak sipilnya.(Wely) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 16 April 2026 — Aktivitas di Rumah Tahanan Negara Jepara sejenak berhenti saat alunan lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan. Tepat pukul 10.00 WIB, seluruh warga binaan bersama petugas rutan berdiri tegap, menunjukkan sikap hormat sebagai bentuk penghargaan terhadap simbol negara. Kegiatan ini telah menjadi rutinitas harian yang dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian. Tidak hanya sekadar seremoni, momen tersebut dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta memperkuat semangat kebangsaan di dalam lingkungan rutan. Dalam pelaksanaannya, suasana hening dan tertib begitu terasa. Warga binaan mengikuti kegiatan dengan penuh kesadaran, mencerminkan adanya perubahan sikap dan pemahaman akan pentingnya menghargai identitas bangsa. Pihak rutan menilai bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek hukum dan administrasi, tetapi juga harus menyentuh sisi mental dan karakter. Melalui kegiatan sederhana seperti pemutaran lagu kebangsaan, diharapkan mampu membangun kembali rasa cinta tanah air serta kesadaran berbangsa bagi para warga binaan. Dengan konsistensi pelaksanaan kegiatan ini, Rutan Jepara berkomitmen menghadirkan lingkungan pembinaan yang lebih humanis dan bermakna, sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan ke tengah masyarakat nantinya. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-16-April-2026- Kepedulian terhadap kesehatan warga binaan kembali terlihat di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jepara. Kali ini, bantuan berupa obat-obatan datang dari Misi BKSAG Jepara sebagai bagian dari aksi sosial yang menyasar kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Pendeta Siwanto dan diterima oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Benny Apridona. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh makna, mencerminkan solidaritas antar elemen masyarakat. Dalam keterangannya, Pendeta Siwanto menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama manusia. Ia menekankan bahwa setiap individu, termasuk warga binaan, berhak mendapatkan perhatian, terutama dalam hal kesehatan. “Ini adalah bentuk pelayanan kasih kami, semoga dapat membantu memenuhi kebutuhan kesehatan di dalam rutan,” ungkapnya. Sementara itu, Benny Apridona menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat bermanfaat dalam mendukung ketersediaan obat-obatan bagi warga binaan. Ia juga mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan oleh Misi BKSAG Jepara. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Dukungan dari masyarakat seperti ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung sistem pemasyarakatan. Melalui kolaborasi yang baik, diharapkan pelayanan di Rutan Jepara, khususnya di bidang kesehatan, dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga binaan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara