Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Aksi nyata membumi kembali ditunjukkan oleh Babinsa Kelurahan Jagabaya II, Kopka Maradona dari Koramil 410-04/TKT. Pagi ini, Sabtu (18/4), ia memimpin langsung operasi “Gerebek Sungai” yang spektakuler di bantaran Sungai Way Awi, Jalan Pulau Tidore, Kelurahan Jagabaya II, Kecamatan Wayhalim. (18/4/2026) Bukan sekadar bersih-bersih biasa, kegiatan ini menyedot perhatian publik karena skala aksinya yang masif dan kehadiran pejabat kota hingga jenderal bintang satu. Yang paling menyentuh dan menjadi best moment yang diprediksi bakal viral adalah aksi heroik Kopka Maradona yang terjun langsung ke lumpur dan puing-puing bekas tembok rubuh pasca banjir, mengangkut secara manual material berat yang menyumbat aliran sungai sambil memotivasi warga dan puluhan personel gabungan. “Lumpur, sampah, dan puing beton tidak boleh membuat kita ragu. Sungai ini nadi kehidupan warga Jagabaya. Jika Babinsa tidak memulai, siapa lagi?” ujar Kopka Maradona dengan suara lantang kala mengangkat sebatang kayu besar dari dasar sungai, disambut sorak semangat dari relawan. Kolaborasi Luar Biasa, Libatkan Ratusan Personel Aksi ini bukan monolog. Terbukti, gotong royong ini melibatkan kekuatan super: 31 personel YonTP, 28 petugas Damkar, 10 BPBD, 10 PU Kota, 10 Pol PP, hingga 40 personel Satgas Kecamatan Wayhalim. Total lebih dari 130 orang bahu-membahu mengeruk sampah dan material rubuh. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00 WIB hingga selesai itu semakin bergengsi dengan hadirnya jajaran petinggi: Walikota Bandar Lampung, Bunda Hj. Eva Diana – yang bahkan tak ragu memegang cangkul. Danrem 043/Gatam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han. Dandim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, SH., MM. Camat Wayhalim, Pak Darwon, Sos., MM, serta Kabag BPBD Kota, Pak Idham Basar. Dalam sambutan singkatnya, Walikota mengapresiasi Babinsa sebagai motor penggerak. “Ini contoh terbaik kepemimpinan dari bawah. Pak Kopka Maradona membuktikan, seorang Babinsa adalah garda terdepan pemulihan lingkungan,” puji Bunda Eva. Berkat kerja keras yang terkoordinasi dan dipimpin langsung oleh Babinsa, aliran Sungai Way Awi yang semula tersendat kini kembali deras. Ratusan karung sampah dan material bangunan berhasil dievakuasi, mengurangi potensi banjir bandang di musim penghujan. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Kehadiran seorang Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya sekadar menjalankan tugas pengawasan wilayah, tetapi juga menjadi motor penggerak aksi nyata kemanusiaan. Seperti yang ditunjukkan oleh Pelda Sulindra, Babinsa Kelurahan Garuntang, Koramil 410-02/TBS, yang pada Sabtu (18/4) pagi tampil sebagai garda terdepan dalam kegiatan Gerebek Sungai serta pembersihan puing bangunan dan material sungai pasca banjir yang melanda Jalan Pandawa, RT 06 LK I, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras. Banjir besar yang terjadi pada Selasa (15/4) lalu mengakibatkan tembok penahan air roboh, rumah-rumah warga dipenuhi material, dan aliran sungai tersumbat sampah serta reruntuhan. Merespon situasi tersebut, Pelda Sulindra tidak hanya melapor, tetapi langsung bergerak menginisiasi dan memonitoring aksi pembersihan bersama lintas unsur. Sejak pukul 07.00 WIB, Babinsa yang akrab disapa Pak Dindra itu telah berada di lokasi paling kritis. Dengan sigap ia memantau dan ikut terjun dalam tiga sasaran utama, membersihkan sampah dan reruntuhan material rumah menuju lokasi korban, menyingkirkan sampah di sekitar wilayah bencana, serta membersihkan sungai sekaligus mengumpulkan batu kali untuk pembangunan kembali tembok penahan air yang ambruk. “Ini tanggung jawab moral kami sebagai aparat kewilayahan. Warga sedang susah, Babinsa harus ada di depan. Sungai harus bersih, tembok harus dibangun lagi agar banjir tidak terulang,” ujar Pelda Sulindra di sela-sela mengangkat bongkahan batu kali bersama warga. Aksi nyata Babinsa tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Bandar Lampung yang diwakili langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung, yang turut hadir bersama Danramil 410-02/TBS, Camat Bumi Waras, Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup, Lurah Garuntang, Damkar, anggota Yon TP 848/SPC, serta para ketua RT dan Linmas setempat. Wali Kota dalam sambutannya menekankan bahwa sinergi antara TNI, khususnya Babinsa, dengan pemerintah kota dan masyarakat menjadi kunci cepatnya penanganan pasca bencana. “Pak Babinsa tidak hanya memerintah, tetapi memberi contoh. Ini yang kita butuhkan,” tegasnya. Berkat kepemimpinan dan keteladanan Pelda Sulindra, kegiatan yang melibatkan puluhan unsur tersebut berjalan aman, tertib, dan penuh semangat gotong royong. Hingga kegiatan selesai pada siang hari, aliran sungai mulai lancar, material bangunan tertata, dan warga pun lega. Danramil 410-02/TBS yang turun langsung mendampingi Babinsa menyampaikan bahwa kinerja Pelda Sulindra adalah cerminan dari komitmen TNI AD untuk terus dekat, peduli, dan solutif bagi rakyat. Aksi ini menjadi bukti bahwa seorang Babinsa adalah ujung tombak kemanusiaan di wilayahnya. Rakyat aman, Babinsa hadir. Sungai bersih, banjir pun sirna. (Agus)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com — Kasus dugaan peluru nyasar yang melukai seorang siswa di Gresik, Jawa Timur, masih terus bergulir. Pihak Marinir TNI AL menyatakan sejak awal telah menempuh langkah penanganan secara kemanusiaan sekaligus mendukung proses hukum yang saat ini masih berlangsung. Peristiwa tersebut terjadi pada 17 Desember 2025 dan diduga berkaitan dengan aktivitas latihan menembak di Lapangan Tembak FX Soepramono, Karangpilang, Surabaya. Insiden itu menyebabkan dua siswa mengalami luka, salah satunya Darrell Fausta Hamdani (14). Awalnya, penanganan terhadap korban disebut berjalan secara kooperatif. Namun dalam perkembangannya, keluarga korban melayangkan surat somasi yang ditujukan kepada Kolonel Marinir Rizal Ikhwan Nusofa, yang saat itu menjabat sebagai Danmenbanpur 2 Mar. Kondisi tersebut dinilai membuat proses penyelesaian perkara menjadi lebih kompleks. Pada Jumat malam (17/04/2026) di kawasan Jakarta Selatan, Letkol Laut (PM) Reza Ali Aksha menyampaikan bahwa sejak awal fokus utama institusi adalah keselamatan korban, pendampingan keluarga, tanggung jawab institusi, serta penyelesaian terbaik bagi seluruh pihak. Menurut Reza, kegiatan latihan menembak yang dilaksanakan saat itu merupakan bagian dari program rutin pembinaan kemampuan prajurit guna meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, dan keterampilan personel. Ia juga menjelaskan bahwa lokasi latihan tersebut telah digunakan selama puluhan tahun. Namun, perkembangan kawasan pemukiman warga di sekitar area menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian ke depan. “Dulu kawasan itu relatif kosong. Seiring waktu, mulai muncul permukiman. Setiap latihan tetap dilakukan dengan prosedur pengamanan, termasuk pemberitahuan kepada warga dan pemasangan tanda larangan,” ujarnya. Sementara itu, kuasa hukum Ninayanti menilai somasi yang dilayangkan kepada perwira tersebut tidak tepat sasaran. “Somasi itu kami nilai error in persona atau salah alamat, karena seharusnya ditujukan kepada pejabat yang berwenang secara institusional,” katanya. Ia menambahkan bahwa pihak TNI AL tetap menunjukkan empati kepada korban melalui pembiayaan operasi, perawatan medis, hingga pendampingan lanjutan. Namun, sebagian bentuk bantuan lanjutan dan santunan disebut tidak diterima pihak keluarga korban. Reza kemudian menjelaskan sejumlah langkah yang telah dilakukan institusi, antara lain: * Penanganan medis penuh terhadap korban serta pemberian santunan awal. * Mediasi berulang dengan melibatkan unsur LBH, tokoh masyarakat, dan keluarga korban. * Salah satu korban telah selesai melalui jalur kekeluargaan. * Upaya pendekatan lanjutan berupa silaturahmi dan santunan Rp50 juta telah dilakukan, namun belum diterima pihak keluarga korban lainnya. * Penanganan komunikasi publik melalui kanal resmi secara terukur. * Koordinasi intensif dengan Polisi Militer Angkatan Laut guna penguatan aspek hukum. Di sisi lain, proses hukum disebut masih berjalan. Hingga saat ini, sekitar 119 personel yang terlibat dalam kegiatan latihan telah dimintai keterangan sebagai bagian dari penyelidikan. “Ini menunjukkan proses hukum berjalan,” ujar Reza. Ninayanti juga meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan insiden tersebut sebagai kesalahan tembak dari pihak Marinir, karena penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan resmi. “Jangan sampai ini menjadi bola liar di masyarakat. Apakah benar peluru berasal dari Marinir atau tidak, itu masih berproses,” ujarnya. Selain itu, ia menyinggung adanya tuntutan ganti rugi dari pihak keluarga korban sebesar sekitar Rp340 juta untuk kerugian material dan Rp1,5 miliar untuk kerugian immaterial. Menurutnya, tuntutan tersebut masih perlu dibahas sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Pihak Marinir menegaskan bahwa fokus utama saat ini tetap pada pemulihan korban agar dapat kembali beraktivitas normal. Menurut Reza, korban diketahui telah kembali bersekolah sejak awal Januari 2026. Menutup keterangannya, Reza menyampaikan bahwa pihaknya tetap membuka ruang komunikasi dan menerima masukan konstruktif dari berbagai pihak demi mendukung pengungkapan perkara secara akuntabel, akurat, dan kredibel.
Bidik-kasusnews.com Jakarta — Kabar duka datang dari dunia jurnalistik Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu dini hari (18/4/2026) sekitar pukul 00.05 WIB di RS Budi Kemuliaan. Almarhum berpulang di usia 54 tahun, diduga akibat serangan jantung. Kepergian Zulmansyah yang terjadi secara mendadak mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, pada Jumat sore sebelumnya, ia masih aktif berkomunikasi dengan sejumlah pengurus PWI di berbagai daerah, menunjukkan dedikasinya yang tinggi hingga akhir hayat. Sosok Bersahaja dan Dekat dengan Anggota Kepergian almarhum meninggalkan kesan mendalam bagi para kolega. Mantan Plt Ketua PWI Kalimantan Barat, Wawan Suwandi, mengaku tak menyangka kabar tersebut datang begitu cepat. Ia mengingat Zulmansyah sebagai pribadi yang hangat, terbuka, dan mudah bergaul dengan siapa saja. Menurutnya, Zulmansyah bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi juga sosok yang mampu menjalin komunikasi erat dengan anggota hingga ke daerah. Setiap kunjungannya selalu meninggalkan kesan positif dan mempererat soliditas organisasi. Perjalanan Panjang di Dunia Pers Lahir di Banda Aceh pada 2 Juli 1972, Zulmansyah dikenal sebagai figur yang telah lama berkiprah di dunia jurnalistik. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Administrasi Negara di Universitas Riau dan aktif dalam berbagai organisasi sejak masa kuliah, termasuk kegiatan kemahasiswaan dan organisasi kepemudaan. Karier profesionalnya berkembang pesat di lingkungan Riau Pos Group. Di tingkat daerah, ia dipercaya memimpin PWI Riau selama dua periode. Kepemimpinannya dinilai mampu membawa organisasi lebih solid dan progresif. Perjalanan kariernya terus menanjak hingga ke tingkat nasional sebagai Sekjen PWI Pusat. Bahkan, dalam dinamika organisasi, ia sempat dipercaya sebagai Ketua Umum PWI melalui Kongres Luar Biasa pada 2024. Kehilangan Besar bagi Pers Indonesia. Wafatnya Zulmansyah Sekedang menjadi kehilangan besar bagi dunia pers nasional. Dedikasi dan kontribusinya dalam memperjuangkan profesionalisme serta kemerdekaan pers di Indonesia akan selalu dikenang. Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, khususnya keluarga besar PWI di seluruh Indonesia. Harapan dan doa dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Selamat jalan, Zulmansyah Sekedang. Jejak pengabdianmu akan tetap hidup dalam perjalanan pers Indonesia.(Wely)
Bidik-kasusnews.com,Jakarta Dunia pers Indonesia kembali diselimuti awan duka. Salah satu putra terbaiknya, tokoh pers senior yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, H. Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB di RS Budi Kemuliaan, Jakarta. Kabar kepergian almarhum menyisakan duka mendalam bagi rekan sejawat dan insan pers di seluruh tanah air. Almarhum diduga meninggal dunia akibat serangan jantung. Kepergiannya tergolong mendadak, mengingat pada Jumat sore, Zulmansyah dilaporkan masih aktif berkomunikasi dengan sejumlah pengurus PWI. Sosok yang Hangat dan Familiar Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Kalimantan Barat, Wawan Suwandi, mengaku sangat terkejut mendengar kabar duka tersebut. Ia mengenang percakapan terakhirnya dengan almarhum melalui sambungan telepon dan pesan singkat WhatsApp yang masih berlangsung akrab sesaat sebelum almarhum berpulang. Menurut Wawan, Zulmansyah adalah sosok pemimpin yang rendah hati dan memiliki kemampuan komunikasi yang luar biasa ke seluruh lapisan anggota di daerah. “Almarhum orangnya sangat mudah diajak berkomunikasi dan sangat familiar dengan semua anggota PWI. Beliau beberapa kali berkunjung ke Kalimantan Barat dalam rangka agenda organisasi dan selalu meninggalkan kesan yang baik,” kenang Wawan. Jejak Karier dan Dedikasi Lahir di Banda Aceh pada 2 Juli 1972, Zulmansyah merupakan sosok yang telah lama malang melintang di dunia jurnalistik. Pria asal Aceh Tenggara ini menempuh pendidikan tingginya di S1 Ilmu Administrasi Negara, Universitas Riau (UNRI), Pekanbaru. Kecintaannya pada dunia organisasi dan jurnalistik sudah terpupuk sejak masa kuliah melalui keterlibatannya di: • SKK Bahana Mahasiswa • Mapala Sakai • Senat Mahasiswa UNRI • Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru Dalam karier profesionalnya, ia merupakan tokoh kunci di lingkungan Riau Pos Group. Puncak kepemimpinannya di daerah ditandai dengan menjabat sebagai Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode (2017–2022 dan 2022–2027). Dedikasinya kemudian membawanya ke kancah nasional sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat. Bahkan, dalam dinamika organisasi, Zulmansyah sempat terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat periode 2023–2028 melalui mekanisme Kongres Luar Biasa (KLB) pada Agustus 2024 lalu. Penghormatan Terakhir Kepergian Zulmansyah Sekedang menjadi kehilangan besar bagi marwah pers nasional. Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai pengurus PWI daerah, termasuk keluarga besar PWI Kalimantan Barat. “Semoga almarhum diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan,” pungkas Wawan mewakili jajaran PWI Kalbar. Selamat jalan, Bang Zulmansyah Sekedang. Dedikasimu untuk kemerdekaan pers akan selalu dikenang. (Team/read)
Kubu Raya, Bidik-kasusnews.com – TNI AD melalui Kodam XII/Tanjungpura mengerahkan 209 personel untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang dilaporkan hilang kontak dan diduga jatuh di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026). Asops Kasdam XII/Tpr Kolonel Inf Ahmad Daud Harahap menegaskan bahwa TNI AD berkomitmen penuh dalam mendukung misi kemanusiaan ini, dan pengerahan tersebut merupakan respons cepat Kodam XII/Tanjungpura untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi tim SAR gabungan di lokasi kejadian. “Atas perintah Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., dan hasil koordinasi dengan tim SAR gabungan, jajaran telah diarahkan untuk membantu secara maksimal pelaksanaan operasi pencarian dan evakuasi,” ujarnya. Operasi di lapangan dipimpin langsung oleh Danrem 121/Alambhana Wanawai Brigjen TNI Purnomosidi, dengan mengerahkan personel dari Kodim 1204/Sanggau, Yonif TP 833/Bumi Daranante, dan Yonif 642/Kapuas yang bergerak menuju titik lokasi di medan hutan yang sulit dijangkau. Upaya pencarian intensif itu pun akhirnya membuahkan hasil. Tim Yonif TP 833/BD yang dipimpin Mayor Inf Ikhwan berhasil menemukan titik jatuh helikopter di tengah kondisi medan yang menantang. Dengan mempertimbangkan faktor cuaca ekstrem dan kondisi medan, proses evakuasi terhadap kru dan badan helikopter dijadwalkan dilaksanakan pada Jumat pagi (17/4/2026). Saat ini, personel di lapangan telah mengamankan lokasi guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar. Keterlibatan TNI AD dalam operasi ini merupakan wujud nyata komitmen dalam mendukung penanganan situasi darurat serta misi kemanusiaan, sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh unsur terkait di wilayah. (Agus)
BANDAR LAMPUNG, Bidik-kasusnews.com Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat kembali terbukti vital dalam upaya penanggulangan bencana dan pemulihan pasca banjir. Jumat (17/4/2026) sore, Babinsa Kelurahan Garuntang, Pelda Sulindra dari Koramil 410-02/Teluk betung selatan (TBS), menunjukkan peran strategisnya dengan memonitoring langsung kegiatan survei yang dipimpin Dandim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL) di lokasi bencana, Jalan Pandawa RT. 06 LK. 1, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 17.30 WIB hingga selesai ini merupakan tindak lanjut dari bencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada Selasa (15/4/2025). Saat itu, derasnya aliran sungai Kuala menyebabkan tembok penahan air setinggi tiga meter roboh, memicu banjir yang merendam puluhan rumah warga. Pelda Sulindra tidak hanya sekadar hadir. Sebagai Babinsa, ia berperan aktif dalam memonitoring seluruh rangkaian survei, mulai dari pendampingan Dandim dan rombongan menyusuri bantaran sungai, hingga memastikan data kerusakan TPA dan dampak banjir tercatat secara akurat. Kehadirannya menjadi jembatan komunikasi antara aparat kewilayahan, pemerintah kelurahan, dan warga. “Babinsa adalah mata dan telinga satuan kewilayahan di lapangan. Saya memastikan setiap detail kerusakan dan kebutuhan warga tersampaikan kepada pimpinan dan dinas terkait,” ujar Pelda Sulindra di sela-sela kegiatan. Monitoring yang dilakukan Babinsa ini menjadi kunci kelancaran survei. Berkat informasi terkini dari Pelda Sulindra, Dandim 0410/KBL bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dapat langsung memetakan titik kritis dan mendiskusikan skema perbaikan TPA yang roboh, guna mencegah banjir susulan. Kegiatan survei tersebut dihadiri oleh unsur penting, antara lain Dandim 0410/KBL, Danramil 410-02/TBS, Pasiter Kodim 0410/KBL, perwakilan Dinas PU, Lurah Garuntang, para Babinsa se-Kecamatan Bumi Waras, serta tokoh masyarakat dan Linmas setempat. Suasana kegiatan berlangsung aman, kondusif, dan penuh kebersamaan. Dandim 0410/KBL dalam arahannya mengapresiasi kinerja Babinsa yang sigap. “Kecepatan dan ketepatan laporan Babinsa Pelda Sulindra sangat membantu kami dalam mengambil keputusan. Perannya di lapangan tidak tergantikan,” tegas Dandim. Dari hasil survei, disepakati bahwa perbaikan tembok penahan air yang roboh menjadi prioritas utama. Dinas PU berjanji akan segera menurunkan tim teknis, sementara Babinsa Garuntang akan terus memantau perkembangan dan mendampingi warga selama proses rehabilitasi. Warga RT. 06 LK. 1 menyampaikan rasa terima kasihnya. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran Pak Babinsa. Beliau selalu ada saat kami butuh, dari saat banjir hingga sekarang pendampingan survei,” ungkap salah satu Ketua RT setempat. Kegiatan yang selesai dalam keadaan aman ini menjadi bukti nyata bahwa kewaspadaan dan kolaborasi yang solid antara Babinsa, jajaran Kodim, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci utama dalam mitigasi bencana dan penanganan infrastruktur publik.
HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menyerahkan seorang terduga pelaku tindak pidana pencurian sepeda motor (curanmor) beserta barang bukti kepada Satreskrim Polres Hulu Sungai Tengah (HST), Jumat (17/4/2026) malam. Penyerahan dilakukan sekitar pukul 19.30 WITA sebagai tindak lanjut penanganan perkara lintas wilayah hukum, yakni dugaan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di wilayah HST serta perkara kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres HSU. Terduga pelaku yang diserahkan diketahui berinisial AMIR alias AMIR bin Saifudin (32), warga Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, yang saat ini berdomisili di wilayah Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Selain pelaku, petugas juga menyerahkan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Aerox dengan nomor polisi DA 6073 DAX yang diduga terkait dengan tindak pidana tersebut. Kasat Lantas Polres HSU dalam laporannya menyampaikan bahwa proses penyerahan telah dilakukan sesuai prosedur, disertai pembuatan berita acara serah terima kepada pihak Satreskrim Polres HST. “Penyerahan ini merupakan bagian dari koordinasi antar satuan dan wilayah hukum guna memastikan penanganan perkara berjalan optimal dan sesuai ketentuan,” ujar perwakilan kepolisian. Kasus ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/A/17/IV/2026/SPKT.SAT LANTAS/POLRES HULU SUNGAI UTARA/POLDA KALIMANTAN SELATAN, tertanggal 16 April 2026. Dengan adanya penyerahan tersebut, proses penyidikan lebih lanjut kini menjadi kewenangan Satreskrim Polres HST, mengingat locus delicti tindak pidana pencurian berada di wilayah tersebut. Polres HSU menegaskan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum secara profesional dan sinergis antarwilayah, guna memberikan kepastian hukum serta rasa aman bagi masyarakat. (Agus)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mendorong prajurit TNI AD untuk terus menguasai kemampuan siber sebagai bagian dari kesiapan menghadapi tantangan perang modern. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung babak final Waskita Manunggal Siber (WMS) Tournament 2026 yang digelar Pusat Siber TNI Angkatan Darat (Pussiberad), Kamis (16/4/2026). Ajang WMS 2026 menjadi wadah strategis untuk mengukur sekaligus membuktikan kemampuan talenta siber, baik dari kalangan prajurit TNI AD maupun peserta umum dari berbagai latar belakang. Turnamen ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-6 Pussiberad. Dalam kesempatan tersebut, Kasad menegaskan bahwa penguasaan ruang siber tidak bisa dilakukan secara instan. “Jika kita baru belajar siber saat menghadapi penugasan, maka itu sudah terlambat. Dibutuhkan keahlian nyata untuk memenangkan pertempuran di ruang digital,” tegasnya. Kompetisi ini diikuti oleh 18 tim pada kategori TNI AD Plus dan 244 tim pada kategori umum yang berasal dari kementerian/lembaga, profesional, mahasiswa, hingga pelajar. Babak penyisihan dilaksanakan secara daring dengan format _Capture The Flag_ (CTF) yang menguji kemampuan teknis peserta di berbagai bidang keamanan siber, seperti _Web Exploitation, Open-Source Intelligence (OSINT), Digital Forensic, Cryptography, dan AI Security_. Pada kategori TNI AD Plus, Tim Siber Kopassus berhasil meraih juara pertama, disusul Sansidam XII/Tanjungpura dan Sansidam IV/Diponegoro. Sementara pada kategori umum, 10 tim terbaik melaju ke babak final yang digelar secara luring di Gedung Siber Pussiberad dengan format _King of The Hill_ (KoTH) berbasis kemampuan serangan dan pertahanan secara _real-time_. Dari hasil akhir, Tim Institut Persandian Bogor keluar sebagai juara pertama kategori umum, diikuti Tim Siberian di posisi kedua dan Tim Telsec-86 di posisi ketiga. Para pemenang dijadwalkan menerima penghargaan pada puncak peringatan HUT ke-6 Pussiberad pada 21 April 2026 di Markas Pussiberad. Melalui ajang ini, TNI AD berharap semakin banyak talenta siber unggul yang dapat berkontribusi dalam memperkuat pertahanan negara, khususnya dalam menjaga kedaulatan digital Indonesia di tengah dinamika ancaman global yang semakin kompleks. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 17 April 2026 — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Srikandi DPC Squad Nusantara Jepara. Pada Jumat (17/4) pukul 14.00 WIB, rombongan Srikandi menggelar kegiatan sosial dengan menjenguk istri dari Bapak Darsito, anggota Squad Nusantara PUTU SHIMA Keling, yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit dr. Rehata Kelet. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Srikandi DPC Jepara, Ibu Riana Sofa, bersama jajaran pengurus lainnya. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan moril sekaligus wujud solidaritas terhadap keluarga besar Squad Nusantara yang sedang menghadapi ujian kesehatan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Kepala Bidang Sosial DPC Squad Nusantara Jepara, Dian Dwi Rahayanti, yang ikut memberikan semangat serta doa bagi kesembuhan pasien. Dalam suasana penuh kehangatan, rombongan Srikandi menyampaikan harapan agar istri Bapak Darsito segera diberi kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. Kegiatan ini sekaligus mempererat tali silaturahmi antaranggota serta menegaskan pentingnya kebersamaan dan rasa empati dalam organisasi. Aksi sosial seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen Srikandi DPC Jepara dalam menebar kepedulian dan memperkuat solidaritas di tengah masyarakat.(Wely)