JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dalam rangka memenuhi hak spiritual dan membina mental Warga Binaan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali menggelar ibadah rutin kerohanian agama Kristen. Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat pada Selasa (21/4/2026) ini dilaksanakan secara terpusat di Gereja Sion yang berada di dalam lingkungan Rutan, serta diikuti secara antusias oleh para warga binaan dengan pendampingan langsung dari peserta Maganghub Batch 2 Kementerian Ketenagakerjaan. Rangkaian ibadah diawali dengan doa pembukaan dan dilanjutkan dengan lantunan puji-pujian yang dipandu oleh tim pelayanan rohani. Kegiatan pelayanan kali ini terasa istimewa dengan kehadiran tokoh agama dari Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) Jepara. Turut hadir secara langsung untuk membagikan berkat dan firman Tuhan kepada para jemaat di balik jeruji adalah Bapak Yoses selaku pendeta, didampingi oleh Bapak Kasiran dan Bang El. Dalam sesi khotbah, Pendeta Yoses membawakan firman Tuhan yang terambil dari kitab Yeremia 29:11 dan Filipi 4:13. Ia memberikan renungan singkat yang menyentuh hati para warga binaan agar tidak kehilangan harapan meski sedang menghadapi masa penahanan. “Apa pun yang terjadi saat ini adalah untuk kebaikan kita semua. Sering kali kita melihat pegangan hidup kita sedang tidak baik-baik saja dan penuh liku-liku, namun percayalah bahwa melalui firman-Nya, Tuhan selalu mengaruniakan kekuatan dan merancangkan damai sejahtera bagi kita yang mau berserah,” tutur Pendeta Yoses. Menanggapi pelaksanaan ibadah rutin ini, Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sinergi yang terjalin dengan tim GKKD Jepara. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Pendeta Yoses beserta tim yang secara konsisten melayani warga binaan kami. Pembinaan rohani seperti ini sangat esensial sebagai fondasi agar mereka memiliki mental yang tangguh. Harapan kami, melalui siraman rohani ini, Warga Binaan dapat senantiasa merefleksikan diri, menemukan kedamaian batin, dan terus termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tegas Renza Maisetyo.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
Bidik-kasusnews.com Jakarta -21-April-2026-Komitmen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memaksimalkan pengembalian kerugian negara kembali ditunjukkan melalui penyerahan aset rampasan kepada Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Aset yang diserahkan berupa dua unit apartemen dengan total nilai mencapai Rp3,52 miliar. Penyerahan ini menjadi bagian dari strategi asset recovery yang kini semakin diperkuat KPK, tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pemanfaatan hasil sitaan agar memiliki nilai guna bagi negara. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menegaskan bahwa aset hasil korupsi harus dikelola secara tepat agar tidak menjadi beban negara. “Setiap aset rampasan harus memberikan manfaat nyata, baik secara ekonomi maupun dalam mendukung program kelembagaan,” ujarnya dalam kegiatan serah terima di Jakarta. Dua Properti Bernilai Strategis Aset yang diserahkan terdiri dari dua unit apartemen di kawasan Jakarta Selatan, masing-masing berada di area Senayan dan FX Residence. Kedua properti tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi serta lokasi yang strategis. Barang rampasan ini berasal dari perkara korupsi yang melibatkan Puput Tantriana dan Hasan Aminuddin, yang telah diputus oleh Pengadilan Tipikor Surabaya dan memiliki kekuatan hukum tetap. Melalui mekanisme Penetapan Status Penggunaan (PSP), pengelolaan aset kini sepenuhnya berada di bawah Lemhannas, termasuk pemanfaatannya untuk mendukung kegiatan kelembagaan. Gubernur Lemhannas, TB Ace Hasan Syadzily, menyampaikan bahwa aset tersebut akan dimanfaatkan secara optimal, khususnya untuk menunjang pendidikan kepemimpinan nasional dan penguatan nilai kebangsaan. Perkuat Efek Jera dan Akuntabilitas Pendekatan pemulihan aset yang dilakukan KPK dinilai mampu memperkuat efek jera terhadap pelaku korupsi. Tidak hanya kehilangan kebebasan, pelaku juga kehilangan seluruh keuntungan ekonomi yang diperoleh dari tindak pidana. Selain itu, langkah ini juga memastikan aset negara tidak terbengkalai dan tetap memiliki nilai ekonomis dalam jangka panjang. Pengelolaan yang transparan dan akuntabel menjadi kunci agar aset tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi publik. Melalui strategi ini, KPK menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak berhenti pada penindakan hukum, tetapi juga berlanjut pada pemulihan aset negara serta pemanfaatannya untuk mendukung pembangunan nasional.(Wely) Sumber:kpk,go.id
HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM– Polres Hulu Sungai Utara menggelar Apel Gelar Kesiapan dalam rangka kesiapsiagaan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta peralatan pengamanan pengendalian massa, Selasa (21/04/2026) pukul 09.00 Wita. Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah hukum Polres HSU ini dipimpin langsung oleh Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. Apel tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda dan berbagai instansi terkait, di antaranya Sekda Kabupaten HSU H. Adi Lesmana, S.Sos., M.Si., M.AP mewakili Bupati, Ketua DPRD HSU H. Fadilah, S.M., perwakilan Dandim 1001 HSU-BLG, Ketua Pengadilan Negeri Amuntai, perwakilan Kejaksaan Negeri, Kepala BPBD, Satpol PP dan Damkar, Manggala Agni, hingga organisasi masyarakat seperti ORARI dan Damkar Mandiri. Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh Wakapolres HSU Kompol Sony F.L. Gaol, S.E., M.M., para pejabat utama Polres HSU, para perwira, serta seluruh personel Polres HSU. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sinergi menghadapi potensi bencana karhutla yang diprediksi meningkat. Dalam amanatnya, Kapolres HSU menegaskan bahwa apel ini bertujuan untuk menyamakan langkah dan menyatukan tekad seluruh pihak dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Ia menekankan bahwa penanggulangan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan semua unsur secara terpadu dan berkelanjutan. Lebih lanjut, disampaikan bahwa fenomena iklim global berupa “El Nino” yang diperkirakan terjadi pada periode April hingga Oktober 2026 berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan kering. Kondisi ini dapat memicu berbagai dampak, seperti kekeringan, krisis air bersih, gangguan kesehatan masyarakat, hingga meningkatnya potensi gangguan kamtibmas akibat kebakaran hutan dan lahan. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman tersebut. “Kami mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, TNI-Polri, swasta maupun masyarakat untuk bersama-sama bekerja lebih keras, cerdas, dan tuntas dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa selain kesiapan sarana dan prasarana, langkah preventif seperti patroli rutin dan sosialisasi kepada masyarakat sangat penting dilakukan. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, serta berperan aktif dalam menjaga lingkungan demi mencegah terjadinya bencana yang lebih besar. Apel gelar kesiapsiagaan ini diharapkan mampu meningkatkan koordinasi dan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah Hulu Sungai Utara. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 21 April 2026 – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara menggelar apel penyematan kenaikan pangkat bagi pegawai sebagai bagian dari upaya pembinaan karier sekaligus peningkatan kualitas kinerja aparatur pemasyarakatan. Kegiatan yang berlangsung tertib tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai. Dalam prosesi apel, sejumlah pegawai menerima kenaikan pangkat baik melalui jalur reguler maupun Penyesuaian Ijazah (PI). Apel ini tidak hanya menjadi seremoni administratif, tetapi juga momentum penting untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap kinerja pegawai. Kenaikan pangkat diharapkan mampu mendorong semangat baru dalam menjalankan tugas serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dalam amanatnya, Kepala Rutan menekankan bahwa setiap jenjang pangkat membawa tuntutan profesionalisme yang lebih tinggi. Ia mengingatkan agar pegawai tidak cepat berpuas diri, melainkan terus mengembangkan kompetensi dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. “Kenaikan pangkat harus diikuti dengan perubahan sikap kerja yang lebih baik, disiplin yang kuat, serta kemampuan untuk menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks,” ungkapnya. Selain itu, ia juga mengajak seluruh pegawai untuk memperkuat kerja sama tim dan menjaga soliditas organisasi demi terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dan produktif. Kegiatan apel berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat. Diharapkan, melalui kegiatan ini, seluruh pegawai semakin termotivasi untuk meningkatkan dedikasi dan memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung tugas pemasyarakatan di Rutan Jepara.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Selasa, 21 April 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara secara resmi mendeklarasikan komitmen Zero HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) sebagai langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas. Deklarasi dilaksanakan dengan melibatkan seluruh jajaran pegawai Rutan Jepara sebagai bentuk komitmen bersama dalam menolak dan memberantas segala bentuk pelanggaran, khususnya peredaran handphone ilegal, praktik pungutan liar, serta penyalahgunaan narkoba di dalam rutan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa deklarasi Zero HALINAR bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan berkelanjutan. “Zero HALINAR adalah komitmen bersama seluruh jajaran untuk menjaga integritas dan menciptakan lingkungan rutan yang bersih dari pelanggaran. Ini harus menjadi budaya kerja yang dijalankan secara konsisten,” tegas Renza. Dalam pelaksanaannya, komitmen ini diwujudkan melalui penguatan pengawasan, peningkatan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, serta penegakan disiplin terhadap seluruh petugas dan warga binaan. Deklarasi ini juga menjadi bagian dari upaya Rutan Jepara dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), sekaligus sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menciptakan pemasyarakatan yang bersih dan profesional. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh komitmen, mencerminkan keseriusan Rutan Jepara dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berintegritas, transparan, dan akuntabel.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM Polres Hulu Sungai Utara menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional pada Selasa (21/04/2026) pukul 07.30 Wita di lapangan Mapolres HSU. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si selaku Inspektur Upacara, serta diikuti oleh seluruh personel Polri dan ASN di lingkungan Polres HSU dengan penuh khidmat. Dalam pelaksanaan upacara, sejumlah pejabat dan personel turut mengambil peran penting, di antaranya IPTU Marwan Susandy Ahmad, S.H sebagai Perwira Upacara dan IPDA Sularno, S.A.P sebagai Komandan Upacara. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib mulai dari penghormatan pasukan, pengibaran Bendera Merah Putih, hingga pembacaan Pancasila, Tri Brata, Catur Prasetya, dan Panca Prasetya Korpri yang diikuti seluruh peserta upacara. Peserta upacara terdiri dari berbagai satuan, mulai dari pleton perwira, Samapta dan Polairud, Lantas, gabungan staf, Reskrim/Intel, hingga gabungan Polsek dan ASN. Kehadiran seluruh unsur ini mencerminkan soliditas dan sinergitas internal Polres HSU dalam menjalankan tugas kepolisian. Momentum Hari Kesadaran Nasional ini juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada 18 personel Polres HSU yang telah menunjukkan prestasi dan dedikasi tinggi dalam pelaksanaan tugas. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi institusi terhadap kinerja personel yang dinilai berkontribusi positif bagi organisasi. Adapun penghargaan tersebut meliputi berbagai kategori, di antaranya prestasi keagamaan seperti Juara II Lomba Da’i Kamtibmas dan Juara III Lomba Tartil Al-Qur’an tingkat Polda Kalimantan Selatan. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada personel yang berdedikasi dalam pelayanan publik, pengelolaan layanan kepolisian 110, serta keberhasilan dalam pengungkapan kasus narkotika jenis sabu dengan barang bukti yang cukup signifikan. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga sebagai sarana evaluasi dan motivasi bagi seluruh personel. “Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras dan dedikasi anggota. Diharapkan hal ini dapat memacu semangat seluruh personel untuk terus berprestasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut disampaikan, keberhasilan yang diraih oleh personel merupakan cerminan komitmen Polres HSU dalam mewujudkan Polri yang Presisi, profesional, dan dipercaya masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan. Upacara Hari Kesadaran Nasional tersebut ditutup dengan doa dan penghormatan pasukan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Diharapkan melalui kegiatan ini, seluruh personel Polres Hulu Sungai Utara semakin solid, disiplin, dan mampu menjawab tantangan tugas ke depan dengan lebih baik. (Agus)
Bidik-kasusnews.com Jakarta, 20 April 2026 — Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan bahwa sektor pengadaan barang dan jasa (PBJ) masih menjadi salah satu titik paling rawan praktik korupsi di Indonesia. Berdasarkan catatan penanganan perkara, sekitar 25 persen kasus yang ditangani KPK berkaitan dengan proses pengadaan, dengan total 446 perkara dari 1.782 kasus. Temuan ini memperlihatkan bahwa celah penyimpangan dalam pengadaan masih terbuka lebar. Praktik yang terjadi tidak hanya sebatas suap dalam proses tender, tetapi juga mencakup pengaturan proyek dan kesepakatan tersembunyi antara penyelenggara negara dengan pihak swasta. KPK mengungkapkan bahwa modus korupsi dalam PBJ kerap dimulai bahkan sebelum proyek masuk tahap perencanaan. Sejumlah pola yang sering ditemukan antara lain pemberian uang “panjer”, praktik “ijon” proyek, hingga permintaan commitment fee sebagai syarat untuk memenangkan pekerjaan tertentu. Menurut KPK, praktik tersebut lahir dari adanya kesepakatan antara kedua belah pihak. Baik pejabat maupun pelaku usaha dapat menjadi pihak yang memulai, dengan tujuan yang sama, yakni mengamankan proyek dan keuntungan. Kasus serupa pernah terungkap di Kabupaten Bekasi, di mana kepala daerah diduga meminta sejumlah uang kepada kontraktor sebelum proyek resmi berjalan. Selain itu, dalam penyelidikan di Kolaka Timur, ditemukan indikasi permintaan fee untuk proyek pembangunan rumah sakit daerah. KPK juga menyoroti hasil instrumen pencegahan yang menunjukkan bahwa sektor PBJ masih berada dalam kategori rawan. Skor Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) secara nasional pada 2024 berada di angka 68 dan meningkat tipis menjadi 69 pada 2025, namun masih tergolong “zona merah”. Sementara itu, Survei Penilaian Integritas (SPI) pada sektor pengadaan memang mengalami peningkatan dari 64,83 pada 2024 menjadi 85,02 pada 2025. Meski demikian, KPK menilai perbaikan tersebut belum cukup untuk menutup potensi penyimpangan yang ada. Sebagai langkah pencegahan, KPK menekankan pentingnya pengawasan yang tidak hanya dilakukan oleh aparat internal pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat luas. Transparansi data dan pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci dalam mempersempit ruang terjadinya korupsi. KPK mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk menjunjung tinggi integritas dalam setiap proses pengadaan. Dengan demikian, anggaran negara dapat digunakan secara optimal demi kepentingan masyarakat, bukan menjadi sarana kompromi kepentingan tertentu. (Wely/Red) Sumber:Juru Bicara KPK Budi Prasetyo
MAGELANG – Bidik-kasusnews.com– Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) menggelar kegiatan Mobile Training Team (MTT) Tahun Anggaran 2026 yang di ikuti oleh 200 peserta, terdiri dari 50 Komandan Koramil (Danramil) dan 150 Bintara Pembina Desa (Babinsa) jajaran Kodam IV/ Diponegoro. Kegiatan ini berlangsung di Aula A. Yani Rindam IV/Diponegoro, Magelang, Jawa Tengah, Senin (20/4/2026). Dalam amanat Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat yang dibacakan oleh Kolonel Inf Ahmad Basuki, S.I.P., disampaikan bahwa pelaksanaan MTT berlangsung mulai 20 hingga 25 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali, memelihara, serta meningkatkan kualitas profesionalisme para Danramil dan Babinsa, khususnya bagi personel yang belum berkesempatan mengikuti pendidikan formal di Pusat Pendidikan Teritorial (Pusdikter). Melalui penyampaian materi yang up to date, kegiatan ini diharapkan mampu menyamakan visi, persepsi, dan tindakan para aparat kewilayahan sebagai ujung tombak organisasi dalam melaksanakan tugas pemberdayaan wilayah pertahanan darat di wilayah Kodam IV/Diponegoro. Danpusterad juga menekankan pentingnya memanfaatkan momentum pelatihan ini secara optimal dengan penuh kesungguhan dan dedikasi tinggi. Para peserta diharapkan dapat menyerap materi secara maksimal, aktif berdiskusi serta berbagi pengalaman guna memperkaya wawasan. Sebagai ujung tombak TNI AD, Danramil dan Babinsa dituntut untuk terus mempertajam kemampuan deteksi dini dan cegah dini terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat menggangu persatuan bangsa. Selain itu, setiap pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata di wilayah binaan masing-masing, dengan tetap berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI, serta senantiasa menjaga kehormatan satuan dalam pengabdian kepada masyarakat. Kepada tim pengajar dan pemateri, agar memberikan pembekalan yang aplikatif dan relevan dengan tantangan di lapangan. Metode pembelajaran yang komunikatif dan interaktif diharapkan dapat mendorong transformasi pengetahuan secara efektif, sehingga mampu meningkatkan kualitas aparat komando kewilayahan kita menjadi lebih andal, adaptif dan semakin dicintai oleh rakyat. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara melaksanakan kegiatan apel pagi yang diikuti oleh seluruh jajaran pegawai, dengan penuh khidmat dan kedisiplinan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, yang dalam arahannya menegaskan sejumlah poin penting terkait penguatan pengamanan, kinerja, dan citra positif organisasi. Dalam amanatnya, Kepala Rutan menekankan bahwa setiap tahanan yang keluar masuk untuk keperluan sidang di pengadilan wajib dikawal secara ketat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Ia juga mengingatkan kepada jajaran agar selalu melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan pengawalan, baik saat keberangkatan maupun setelah kembali. “Setelah pelaksanaan sidang, tidak diperbolehkan mampir ke tempat mana pun, baik kafe, rumah makan, ataupun lokasi lainnya. Tahanan harus langsung kembali ke Lapas atau Rutan,” tegasnya. Lebih lanjut, Karutan juga menyoroti pentingnya membangun citra positif institusi di tengah maraknya pemberitaan negatif. Ia menginstruksikan agar jajaran, khususnya melalui fungsi kehumasan, aktif mempublikasikan berita-berita positif terkait pembinaan kemandirian, UMKM, serta program ketahanan pangan. Setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) diharapkan mampu memproduksi minimal 10 berita positif dalam satu bulan. Selain itu, penegasan juga diberikan terkait larangan keras peredaran handphone di dalam rutan maupun lapas yang berpotensi menjadi sarana peredaran narkoba. Apabila ditemukan pelanggaran, maka pimpinan terkait akan dilakukan evaluasi secara tegas. Tidak hanya itu, Kepala Rutan juga menekankan komitmen zero narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Ia menyampaikan bahwa segala bentuk peredaran maupun penggunaan narkoba di dalam lapas dan rutan tidak akan ditoleransi, dan apabila terjadi, maka akan langsung dilakukan evaluasi terhadap pimpinan unit. Pada kesempatan tersebut, juga ditegaskan bahwa seluruh jajaran dilarang keras mengeluarkan warga binaan tanpa izin dari Kepala UPT dan Kepala Kantor Wilayah, guna menjaga integritas serta keamanan pelaksanaan tugas. Melalui apel pagi ini, diharapkan seluruh pegawai Rutan Jepara semakin meningkatkan kewaspadaan, kedisiplinan, serta komitmen dalam menjalankan tugas, demi terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berintegritas.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Memasuki hari Senin (20/4/2026), jajaran Babinsa Koramil jajaran Kodim 0410/KBL Bandar Lampung bergerak serentak melakukan monitoring sekaligus terlibat langsung dalam kegiatan gerebek sungai dan pembuatan talut (tembok penahan air) di sejumlah titik lokasi terdampak banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kota Bandar Lampung beberapa waktu lalu. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD, khususnya para Babinsa, dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana hidrometeorologi. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga turut bahu-membahu memindahkan material, menggali pondasi, serta membersihkan puing-puing bangunan dan sampah yang menyumbat aliran sungai. Di wilayah Kecamatan Kedaton, Babinsa Kelurahan Kedaton, Sertu Guratno, bersama rekan-rekannya dari Koramil 410-06/KDT memonitor langsung pembangunan talut di tiga sasaran utama yang mengalami kerusakan parah akibat luapan air dan tanah longsor. Sasaran 1 di Jalan Patria RT 4 LK 1 didampingi Sertu Bella, Sasaran 2 di Jalan Kelinci RT 8 LK 1 didampingi Sertu Guratno sendiri, serta Sasaran 3 di Jalan Kelinci RT 10 LK 1 didampingi Serka Lubis. Di ketiga lokasi tersebut, kegiatan yang dilakukan meliputi pembuatan dinding pondasi talut, pemindahan bahan material dari titik bongkar ke lokasi terdekat, serta melanjutkan penggalian tempat pondasi talut yang sebelumnya sempat terhambat material longsor. Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Dandim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., Danramil 410-06/KDT Mayor Cke Yudi Nugroho, serta jajaran Pasi Kodim, Lurah Kedaton Bapak Murdani Priyanto, S.STP., dan warga setempat. Situasi berlangsung aman dan kondusif. Sementara itu, di wilayah Kecamatan Wayhalim, Babinsa Kelurahan Jagabaya II, Kopka Maradona dari Koramil 410-04/TKT, memfokuskan kegiatan pada gerebek Sungai Way Awi di Jalan Pulau Tidore LK I. Bersama unsur gabungan yang terdiri dari 24 personel Yonif TP, 15 personel BPBD, 10 personel Dinas PU, 10 personel Pol PP Kota, serta 10 personel Satgas Kecamatan Wayhalim, mereka bergotong royong membersihkan sampah dan puing-puing bekas tembok rubuh pasca banjir di bantaran sungai. Kegiatan yang berlangsung tertib dan aman ini turut disaksikan oleh Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, Camat Wayhalim Bapak Darwon, S.Sos., M.M., Kepala BPBD Kota Bapak Idham Basar, Wadanramil 410-04/TKT Kapten Inf Sitorus, serta sejumlah lurah se-Kecamatan Wayhalim. Tak ketinggalan, di Kecamatan Bumi Waras, Babinsa Kelurahan Garuntang, Pelda Sulindra dari Koramil 410-02/TBS, memonitor kegiatan pengangkutan bahan material menuju lokasi sasaran sekaligus pembuatan pondasi tembok penahan air yang roboh pasca banjir pada Selasa (14/4/2025) di Jalan Pandawa RT 06 LK 1. Kegiatan ini dihadiri oleh Danramil 410-02/TBS, Camat Bumi Waras, Dinas PU, Lurah Garuntang, serta para RT dan Linmas setempat. Pelda Sulindra memastikan seluruh proses berjalan lancar dan material yang didistribusikan tepat sasaran. Kegiatan serentak yang melibatkan tiga koramil berbeda ini menunjukkan bahwa Babinsa Kodim 0410/KBL tidak hanya berperan sebagai pengawas dan pelapor, tetapi juga sebagai garda terdepan yang turun langsung membantu masyarakat. Mulai dari memindahkan material, menggali pondasi, membersihkan sungai, hingga berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, semuanya dilakukan demi percepatan pemulihan pasca bencana. Dandim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., dalam tinjauannya di sejumlah lokasi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Babinsa yang telah menunjukkan loyalitas dan kepedulian luar biasa terhadap kesulitan rakyat. “Kegiatan seperti ini harus terus berlanjut. Babinsa adalah ujung tombak TNI di tengah masyarakat. Kehadiran mereka harus memberi solusi dan kekuatan bagi warga yang sedang membutuhkan,” ujar Dandim. (Agus)