Bidik-kasusnews.com Medan, 11 Maret 2026 — Persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi (TPK) terkait suap proyek pembangunan jalur kereta api di wilayah Medan kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan pada Rabu (11/3). Dalam agenda sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi sebenarnya menjadwalkan pemeriksaan saksi penting, yakni mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan kepada media Bidik-Kasusnews melalui pesan WhatsApp bahwa pemanggilan saksi tersebut merupakan bagian dari proses pembuktian dalam perkara dugaan suap proyek di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) wilayah Medan. Dalam perkara ini, terdapat tiga terdakwa yang tengah menjalani proses persidangan. Dua di antaranya merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) di Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Medan, yaitu Muh. Chusnsul dan Hanggani Capah yang bertanggung jawab terhadap sejumlah paket pekerjaan rel kereta api periode 2022 hingga 2024. Sementara satu terdakwa lainnya adalah pihak swasta bernama Edi Winarto. Namun, agenda pemeriksaan saksi Budi Karya Sumadi belum dapat terlaksana. KPK menerima konfirmasi bahwa yang bersangkutan tidak dapat menghadiri persidangan karena sedang menjalani pemeriksaan kesehatan. Dengan absennya saksi tersebut, majelis hakim kemungkinan akan menjadwalkan ulang pemeriksaan pada sidang berikutnya guna melengkapi keterangan dalam proses persidangan kasus dugaan suap proyek perkeretaapian di wilayah Medan.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 10 Maret 2026 — Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan oleh jajaran Rutan Kelas IIB Jepara untuk menebarkan kebaikan kepada masyarakat. Melalui kegiatan sosial berbagi takjil, para pegawai rutan turun langsung ke jalan membagikan makanan berbuka puasa kepada para pengguna jalan dan warga sekitar. Kegiatan yang digelar di depan area rutan tersebut berlangsung menjelang waktu berbuka puasa. Para pegawai dengan penuh semangat membagikan puluhan paket takjil kepada pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas. Aksi berbagi ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan antara institusi pemasyarakatan dengan masyarakat sekitar. Selain membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan agar dapat berbuka tepat waktu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan di bulan Ramadan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan bagian dari komitmen rutan untuk menghadirkan kegiatan positif selama bulan Ramadan. Menurutnya, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama. Dengan kegiatan sederhana seperti pembagian takjil, diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan antara petugas pemasyarakatan dan masyarakat. Kegiatan tersebut juga disambut positif oleh masyarakat yang menerima takjil. Banyak pengendara yang mengapresiasi aksi sosial tersebut karena membantu mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Jepara tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan bagi warga binaan, tetapi juga berupaya hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial yang bermanfaat. Diharapkan, semangat berbagi seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga membawa keberkahan bagi semua pihak selama bulan Ramadan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA, 10 Maret 2026 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus berinovasi dalam mengoptimalkan lahan terbatas guna mendukung program ketahanan pangan nasional. Memanfaatkan area branggang, sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) hari ini melaksanakan serangkaian kegiatan pemeliharaan dan pengembangan pertanian yang produktif. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tadi difokuskan pada tiga tahap utama. Pertama, dilakukan persiapan lahan tanam yang meliputi penggemburan tanah dan pembersihan gulma di area branggang. Langkah ini menjadi fondasi penting agar media tanam memiliki nutrisi yang cukup untuk siklus tanam berikutnya. Sejalan dengan persiapan lahan, para WBP juga melaksanakan penyemaian benih tanaman pakcoy. Tanaman ini dipilih karena masa panen yang relatif cepat dan memiliki nilai ekonomi serta kandungan gizi yang baik. Di sisi lain, WBP juga melakukan pemupukan pada tanaman kemangi yang sudah ada guna memacu pertumbuhan daun agar lebih lebat dan berkualitas. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian di bidang agrobisnis, di mana WBP diberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan setelah mereka selesai menjalani masa pidana. Seluruh rangkaian aktivitas di area branggang ini berjalan di bawah pengawasan ketat dari peserta magang posisi Pembina Kemandirian. Para peserta magang bertugas memberikan arahan teknis mengenai dosis pupuk yang tepat, cara penyemaian yang efektif, serta memastikan seluruh kegiatan dilakukan sesuai dengan prosedur keamanan Rutan. “Optimalisasi area branggang ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya nyata Rutan Jepara dalam mewujudkan ketahanan pangan mandiri. Dengan pengawasan dari rekan-rekan pembina kemandirian, kami memastikan kualitas hasil tanam tetap unggul,” ujar Kepala Rutan Kelas IIB Jepara. Dengan adanya kegiatan ini, area branggang yang semula hanya berfungsi sebagai zona pengamanan, kini berubah menjadi lahan hijau yang produktif dan memberikan nilai tambah bagi pembinaan warga binaan di Rutan Kelas IIB Jepara.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-10-Maret-2029- Dugaan penggunaan sepeda motor operasional desa berpelat merah sebagai jaminan proyek di salah satu desa di Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, menjadi perhatian warga. Motor jenis NMX yang merupakan kendaraan dinas desa tersebut disebut-sebut dijaminkan karena adanya persoalan keuangan terkait proyek yang belum terselesaikan. Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan bahwa motor operasional desa itu diduga digunakan sebagai jaminan proyek yang dikerjakan dan masih menyisakan masalah pembayaran. “Katanya motor NMX pelat merah itu dijadikan jaminan untuk yang melantarkan proyek yang sudah selesai dan ada persoalan keuangan,” ujar salah satu warga insial AR kepada Bidik-kasusnews 10/3/2026. Terkait hal tersebut, Kepala Desa Bungkap saat dikonfirmasi pada Selasa (10/3/2026) melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp belum memberikan jawaban hingga berita ini ditulis. Sementara itu, Kepala Dinas Densospermades Kabupaten Jepara yang juga dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada hari yang sama hanya memberikan jawaban singkat. “Maaf, lagi rapat,” tulisnya. Dugaan penggunaan aset desa sebagai jaminan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Pasalnya, kendaraan operasional berpelat merah merupakan aset pemerintah yang seharusnya digunakan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk kepentingan lain. Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak pemerintah desa maupun instansi terkait mengenai kebenaran informasi tersebut. Warga berharap adanya klarifikasi agar persoalan ini dapat diketahui secara jelas. (Rubianto)
Bidik-kasusnews.com Jakarta, 10 Maret 2026 — Di tengah suasana bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, tim penindakan KPK mengamankan Bupati Rejang Lebong di wilayah Bengkulu. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penindakan tersebut. Ia menyampaikan bahwa operasi dilakukan melalui penyelidikan tertutup oleh tim KPK di Bengkulu. “Tim melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Bengkulu. Sejumlah pihak diamankan dan pagi ini telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Budi saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews via WhatsApp pada Selasa (10/3/2026). Operasi ini menjadi OTT kedelapan yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026. Selain itu, penindakan ini juga menjadi operasi tangkap tangan kedua yang dilakukan KPK selama bulan Ramadhan tahun ini. Para pihak yang diamankan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Hingga kini, KPK masih mendalami dugaan perkara yang melatarbelakangi penangkapan kepala daerah tersebut. Berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. KPK memastikan akan memberikan penjelasan resmi kepada publik setelah proses pemeriksaan awal selesai dilakukan. Penindakan ini sekaligus menunjukkan bahwa upaya pemberantasan korupsi tetap berjalan, bahkan di tengah momentum bulan suci Ramadhan. (Wely)
Bidik-kasusnews.com Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengembangkan perkara dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Dalam perkembangan terbaru, lembaga antirasuah tersebut menetapkan Marjani, yang merupakan ajudan dari Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid, sebagai tersangka baru, Senin (9/3/2026). Penetapan ini menambah daftar pihak yang terjerat dalam perkara dugaan pemerasan serta penerimaan hadiah atau janji yang sebelumnya menjerat Abdul Wahid. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa penambahan tersangka tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyidikan yang masih terus dilakukan oleh tim penyidik. “Penetapan tersangka baru ini menunjukkan bahwa proses penyidikan masih berjalan dan terus dikembangkan,” kata Budi saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews melalui pesan WhatsApp, Senin (9/3/2026). Menurut Budi, pada hari yang sama penyidik KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi guna mendalami peran Marjani dalam perkara tersebut. KPK juga masih menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat. “Kita masih mendalami berbagai bukti yang ada untuk melihat secara lebih komprehensif konstruksi perkara ini,” ujarnya. Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Riau pada 4 November 2025. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan sejumlah pihak dan kemudian menetapkan Abdul Wahid sebagai tersangka bersama dua orang lainnya, yakni Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau Muhammad Arief Setiawan dan Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M. Nursalam. Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, sebelumnya mengungkapkan bahwa praktik pemerasan tersebut berkaitan dengan setoran dari sejumlah kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Dinas PUPR-PKPP Riau. Dari hasil penyidikan, diketahui terdapat kesepakatan pemberian fee sebesar lima persen dari sejumlah proyek yang nilainya mencapai sekitar Rp7 miliar. Namun dalam kurun waktu Juni hingga November 2025, jumlah uang yang telah diserahkan kepada Abdul Wahid tercatat mencapai Rp4,05 miliar. Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yakni Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12 huruf f serta Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Upaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan terus dilakukan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara. Kali ini, kegiatan literasi digelar di Perpustakaan Ratu Shima pada Senin (9/3/2026) dengan tujuan menumbuhkan minat baca serta memperluas wawasan warga binaan. Kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari peserta program Maganghub Batch 2 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang sedang menjalani program magang di Rutan Jepara. Dalam kegiatan itu, para warga binaan diajak untuk mengikuti gerakan membaca selama 15 menit menggunakan berbagai koleksi buku yang tersedia di perpustakaan rutan. Program ini dirancang sederhana namun memiliki makna penting dalam proses pembinaan. Selain menambah pengetahuan, membaca juga diharapkan menjadi sarana positif bagi warga binaan untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus sebagai refleksi diri selama menjalani masa pembinaan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, kegiatan literasi merupakan bagian penting dalam pembinaan kepribadian warga binaan agar mereka memiliki bekal pengetahuan yang lebih luas. “Gerakan literasi ini sangat positif karena mampu memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar dan mengembangkan diri. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan sehingga membaca menjadi kebiasaan yang baik selama mereka menjalani masa pembinaan,” ujar Renza. Sementara itu, Kepala Pelayanan Tahanan Rutan Jepara, Benny Apridona, mengatakan bahwa keberadaan Perpustakaan Ratu Shima memang ditujukan untuk mendukung kegiatan edukatif di dalam rutan. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong agar fasilitas tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh warga binaan. Menurutnya, keterlibatan peserta magang Kemnaker yang aktif mendampingi warga binaan dalam kegiatan membaca menjadi nilai tambah bagi program pembinaan yang ada. “Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap minat baca warga binaan semakin meningkat. Kebiasaan membaca tentu akan memberikan dampak positif terhadap pola pikir dan wawasan mereka,” kata Benny. Melalui kegiatan literasi ini, Rutan Jepara berharap dapat menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih edukatif sekaligus membantu warga binaan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan pengetahuan dan pola pikir yang lebih baik.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bekasi – Longsor gunung sampah terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa serta menimpa sejumlah truk sampah yang berada di lokasi. Longsor terjadi di kawasan TPST DKI Jakarta Zona 4C, RT 004 RW 004, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang. Tumpukan sampah yang longsor menutup akses jalan di area TPST dan menimpa warung kopi serta beberapa truk sampah yang sedang beroperasi. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, dari hasil pendataan sementara terdapat empat orang yang meninggal dunia akibat tertimbun longsoran sampah. “Korban meninggal dunia masing-masing berinisial S (60) seorang pedagang kopi di lokasi, E.W. (26) pemulung, D.S. (22) sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, dan I.S. (40) yang juga bekerja sebagai sopir truk,” kata Kusumo dalam keterangannya. Selain korban meninggal dunia, dua orang sopir truk dilaporkan selamat dalam kejadian tersebut, yakni J (sopir truk) dan R (sopir truk). Polisi juga menduga masih ada korban lain yang tertimbun longsoran. Berdasarkan data sementara, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 10 orang, terdiri dari lima sopir truk sampah dan lima warga sekitar yang beraktivitas sebagai pemulung. Peristiwa longsor pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang saat itu sedang melakukan kontrol keamanan di area TPST setelah beristirahat di warung kopi. Saksi mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah. Setelah kejadian tersebut, informasi langsung disebarkan melalui grup komunikasi keamanan TPST sehingga petugas segera menuju lokasi. Anggota piket Polsek Bantargebang yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan, pendataan korban, serta membantu proses evakuasi. Hingga saat ini proses pencarian korban masih terus dilakukan menggunakan alat berat berupa ekskavator. Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI-Polri, BPBD Kota Bekasi dan BPBD DKI Jakarta, Basarnas Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar Kota Bekasi, PMI, relawan, serta aparat Kecamatan Bantargebang dan Kelurahan Sumur Batu. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono juga turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses evakuasi serta memastikan penanganan korban berjalan maksimal. Keduanya memberikan arahan kepada personel gabungan agar fokus pada pencarian korban yang diduga masih tertimbun longsoran sampah. Kerugian materi akibat peristiwa ini masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian tersebut. (Heri/Red)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bekasi – Sigap dan penuh kepedulian, prajurit Yonarmed 7/Biringgalih bergerak cepat membantu penanganan bencana longsor “gunung sampah” yang terjadi di kawasan TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu (8/3/2026). Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di Zona 4 TPST Bantargebang. Tingginya intensitas hujan diduga menyebabkan tumpukan sampah menjadi labil hingga bergeser dan runtuh, menimbun sejumlah truk pengangkut sampah yang tengah mengantre untuk melakukan pembuangan. Menindaklanjuti permintaan bantuan dari pihak pengelola TPST, Danyon Armed 7/Biringgalih, Letkol Arm Vicky Haryanto Mamonto, segera menginstruksikan personelnya untuk bergerak menuju lokasi guna membantu proses evakuasi bersama unsur terkait. Sebanyak 50 personel diterjunkan ke lokasi dan langsung mendirikan tenda posko sebagai pusat koordinasi sekaligus memberikan dukungan bagi tim penanganan di lapangan. Kehadiran prajurit TNI diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi serta penanganan dampak bencana. Hingga saat ini proses evakuasi dan penanganan masih terus berlangsung dengan melibatkan unsur TNI, pengelola TPST, relawan, serta instansi terkait lainnya, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan sinergi seluruh pihak di lokasi. (Agus/Red)
SUKABUMI-BIDIK-KASUS.NEWS.COM – etua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan Safari Ramadan ke Pondok Pesantren Azzainiyah di Kampung Nagrog, Kecamatan Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Minggu (8/3/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus diskusi mengenai peran strategis pesantren dalam membentuk generasi masa depan. Dalam kesempatan itu, Bahlil menegaskan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai tempat membangun karakter, integritas, serta semangat kebangsaan para santri. Ia menilai sejak masa perjuangan kemerdekaan, banyak tokoh bangsa lahir dari lingkungan pesantren. Karena itu, kontribusi pesantren dinilai sangat penting dalam menjaga nilai moral sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air. Menurutnya, santri saat ini juga perlu dipersiapkan untuk menghadapi tantangan global. Salah satunya dengan memperluas akses pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui berbagai program beasiswa pemerintah. “Santri harus berani bermimpi besar. Pemerintah sudah menyediakan berbagai peluang beasiswa, termasuk melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Kesempatan ini perlu dimanfaatkan dengan meningkatkan kemampuan akademik dan penguasaan bahasa asing,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, Bahlil turut didampingi sejumlah pengurus pusat Partai Golkar, di antaranya Agus Gumiwang Kartasasmita dan Cut Meutia, serta jajaran pengurus DPD Golkar Kabupaten Sukabumi. Senada Bahlil Anggota DPR RI Dewi Asmara mengatakan, Safari Ramadhan kali ini adalah untuk mempererat silaturahmi antara Partai Golkar dan Ponpes Azzainiyah. “Penting diingat bahwa benar apa yang disampaikan pak Bahlil bahwa pesantren memiliki kemampuan untuk mencetak SDM unggul untuk Indonesia Emas nanti,” ujarnya. Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan bahwa kehadiran Ketua Umum Golkar di lingkungan pesantren menjadi dorongan moral bagi para santri dan pengelola pendidikan keagamaan di daerah. Menurutnya, pesantren selama ini terbukti mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Ia berharap pesantren di Sukabumi terus berkembang sebagai pusat pembentukan generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa. (Usep)