BIDIK-KASUSNEWS.COM Hulu Sungai Utara – Upaya percepatan pembangunan infrastruktur di daerah kembali diperkuat dengan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Tangkawang, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (6/4/2026). Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WITA tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting, dipimpin langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc. Acara ini turut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) HSU, di antaranya Bupati HSU H. Sahrujani, Ketua DPRD HSU H. Fadillah, Dandim 1001 HSU-Balongan Letkol Inf Endra Retno Erowanto, Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, serta perwakilan Kejaksaan Negeri, Kepala Dinas PUPR, Camat Haur Gading, Danramil Amuntai Utara, Kapolsek Amuntai Utara, Kepala Desa Tangkawang, dan masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan penayangan video rencana pembangunan jembatan, serta sambutan Pangdam XXII/Tambun Bungai. Momentum utama ditandai dengan peletakan batu pertama oleh unsur Forkopimda HSU sebagai simbol dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat Desa Tangkawang sebagai bentuk kepedulian terhadap warga sekitar. Suasana kebersamaan semakin terasa dengan pemotongan nasi tumpeng yang menjadi simbol rasa syukur atas dimulainya proyek tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai penunjang konektivitas wilayah dan peningkatan perekonomian masyarakat. Jembatan Perintis Garuda diharapkan dapat memperlancar akses transportasi serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah HSU, khususnya Kecamatan Haur Gading. Kegiatan yang berlangsung hingga sekitar pukul 10.20 WITA tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran aparat TNI-Polri bersama pemerintah daerah menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat Desa Tangkawang menyambut positif dan berharap jembatan tersebut segera rampung sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi aktivitas sehari-hari. (Agus)
AMUNTAI | Bidik-kasusnews.com – Kepolisian Resor (Polres) Hulu Sungai Utara (HSU) tengah menyelidiki kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan dan/atau penganiayaan berat yang menimpa seorang pelajar berinisial MKA (18). Insiden berdarah tersebut terjadi di kawasan Desa Penangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara pada Sabtu (4/4/2026) malam, sekitar pukul 21.30 WITA. Akibat kejadian ini, korban mengalami sejumlah luka tusuk dan robek yang cukup parah sehingga harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Kapolres HSU, AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Reskrim, AKP Teguh Kuatman, S.H., membenarkan adanya peristiwa tindak kekerasan tersebut. “Benar, kami telah menerima Laporan Polisi dengan nomor: LP/B/08/IV/2026/SPKT/POLRES HSU/POLDA KALSEL. Kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan berat yang merujuk pada Pasal 262 KUHPidana dan/atau Pasal 466 Ayat (2) KUHPidana ini sedang dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh tim kami,” ujar AKP Teguh Kuatman, SH dalam keterangan resminya, Senin (6/4/2026). Lebih lanjut, AKP Teguh Kuatman, SH membeberkan kronologi kejadian yang bermula dari kesalahpahaman. Pada malam kejadian, korban MKA bersama rekan-rekannya, yakni H, S, MF, Au, CP, dan Am, tengah berkendara menggunakan sepeda motor. Saat melewati sekelompok pemuda di kawasan tersebut, rombongan korban kemudian singgah di ujung jalan bypass. Tidak lama berselang, saksi S datang dan memberitahukan bahwa salah satu terduga pelaku berinisial A sedang mencari orang yang mengenakan masker di rombongan mereka, yang kebetulan saat itu dipakai oleh saksi MF. Mendapat informasi tersebut, rekan korban berinisial H, Au, MF, bersama korban MKA berinisiatif mendatangi kelompok A yang sedang berkumpul di sebuah warung untuk mengklarifikasi masalah. Setibanya di lokasi, H mencoba bertanya secara baik-baik kepada kelompok A, “Ada salah apa kami, mencari yang bermasker?”. Namun nahas, pertanyaan tersebut justru direspons dengan tindak kekerasan. H tiba-tiba dipukul di bagian kepala oleh orang tak dikenal dari kelompok tersebut, sementara MF juga langsung mendapat serangan. Menyadari situasi yang tidak kondusif dan demi menghindari bentrokan yang lebih besar, H kemudian mengajak MF dan korban MKA untuk segera pergi meninggalkan lokasi kejadian. Di tengah jalan, rombongan ini berhenti dan baru menyadari bahwa dua rekan perempuan mereka, yakni Au dan CP, tertinggal di area warung tempat keributan terjadi. Tanpa pikir panjang, MKA dengan niat baik kembali ke lokasi untuk menjemput kedua rekannya tersebut. Tragisnya, niat tulus MKA berujung pada petaka. Sesampainya di lokasi, korban justru langsung dikeroyok secara membabi buta oleh terduga pelaku A bersama teman-temannya. Dalam insiden pengeroyokan tersebut, terlihat jelas keterlibatan A beserta rekannya yang berinisial L dan D di tempat kejadian perkara (TKP). Serangan kelompok tersebut membuat korban tidak berdaya dan mengalami luka-luka yang sangat serius. “Akibat pengeroyokan tersebut, korban MKA menderita luka tusuk di bagian leher, punggung, dan pinggang sebelah kanan. Selain itu, korban juga mengalami luka robek yang cukup parah di bagian wajah, tepatnya di dekat bibir. Korban yang bersimbah darah langsung dilarikan ke RSUD Pambalah Batung Amuntai untuk mendapatkan pertolongan medis,” tegas AKP Teguh merinci kondisi korban. Pihak keluarga korban melalui pelapor berinisial DP (22) segera melaporkan kejadian ini ke Mapolres HSU agar diproses secara hukum. Dari pihak pelapor, kepolisian juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban saat kejadian, yakni satu lembar jaket hoodie berwarna hitam dan satu lembar baju kaos berwarna hitam yang keduanya dalam kondisi robek. Menutup keterangannya, Kasat Reskrim AKP Teguh Kuatman, SH memberikan peringatan keras kepada para terduga pelaku agar bersikap kooperatif. “Kami sudah mengantongi identitas para terduga pelaku, yakni A, L, D, dan kawan-kawan. Kami imbau agar mereka segera menyerahkan diri ke pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sebelum kami melakukan tindakan tegas. Kami juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada kepolisian,” pungkasnya. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Turnamen e-sport Kartinians MLBB Championship yang digelar di Gedung Shima Setda Kabupaten Jepara sukses menjadi magnet bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di dunia digital. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu (4/4/2026) hingga Minggu (5/4/2026), ini menghadirkan persaingan ketat antar tim dalam permainan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Sebanyak 64 peserta ikut ambil bagian, menjadikan turnamen ini salah satu ajang e-sport terbesar di Jepara. Diselenggarakan atas kolaborasi Polres Jepara, Unisnu, dan berbagai pihak terkait, turnamen ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan serta penyaluran minat dan bakat pemuda di bidang e-sport. Hadir dalam penutupan acara, jajaran Forkopimda Jepara memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, menilai e-sport kini telah berkembang menjadi cabang yang menuntut kecerdasan taktik dan kerja sama tim. “Turnamen ini membuka wawasan kita bahwa e-sport bukan sekadar permainan, tetapi juga sarana melatih strategi dan kekompakan. Ini sangat positif bagi generasi muda,” ungkapnya. Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung aktivitas kreatif anak muda. Menurutnya, pendekatan melalui kegiatan positif seperti ini menjadi salah satu cara efektif dalam membangun hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat. “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra generasi muda. Kegiatan seperti ini akan terus kami dukung,” ujarnya. Pada puncak kompetisi, tim Orca berhasil menunjukkan performa terbaik dan keluar sebagai juara pertama. Mereka mampu mengungguli tim Bms yang harus puas di posisi kedua. Sementara itu, tim Nion Store dan Skagara Aquarius masing-masing menempati posisi ketiga dan keempat. Ke depan, Forkopimda Jepara berencana melanjutkan rangkaian kegiatan kepemudaan dengan menggelar event olahraga lain, termasuk pertandingan tinju yang dijadwalkan berlangsung pada 11 April mendatang. Turnamen ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem e-sport yang sehat dan berkelanjutan di Jepara, sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta muda berprestasi dari daerah. (Wely) Sumber:Humas polres Jepara
JAKARTA | Bidik-kasusnews.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., memimpin upacara pelepasan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat melaksanakan tugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB yang tergabung dalam Satgas _United Nations Interim Force in Lebanon_ (UNIFIL) di Lebanon Selatan, bertempat di Apron VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026). Ketiga jenazah tiba di Jakarta sekitar pukul 17.00 WIB dengan penerbangan dari Turki. Presiden RI Prabowo Subianto turut hadir memberikan penghormatan terakhir saat jenazah disemayamkan di ruang VIP Terminal 3 sebelum diberangkatkan ke daerah masing-masing untuk dimakamkan secara militer. Prosesi diawali dengan penyerahan jenazah dari kesatuan kepada negara yang diterima langsung oleh Kasad. Upacara pelepasan berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada tiga prajurit terbaik bangsa, yaitu Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon, yang gugur dalam menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. “Hari ini kita menerima kepulangan jenazah tiga prajurit terbaik bangsa yang gugur dalam pelaksanaan tugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon. Kami sangat kehilangan. Mereka adalah putra-putra terbaik yang kami pilih untuk melaksanakan tugas perdamaian,” ujar Kasad. Kasad menegaskan, gugurnya ketiga prajurit tersebut menjadi duka mendalam bagi TNI, khususnya TNI AD. Namun, pengorbanan mereka juga menjadi pengingat bahwa setiap penugasan prajurit selalu mengandung risiko dan pengorbanan yang tulus demi bangsa dan kemanusiaan. Meski demikian, lanjut Kasad, pengorbanan tersebut tidak akan mengurangi komitmen TNI dan TNI AD untuk terus berkontribusi dalam misi perdamaian dunia. Justru semangat, dedikasi, dan keberanian para prajurit yang gugur harus menjadi teladan bagi seluruh prajurit di manapun berada dan bertugas. Kasad juga memastikan bahwa seluruh hak para prajurit yang gugur akan dipenuhi, dan keluarga yang ditinggalkan akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar TNI AD. Negara, tegasnya, juga akan terus memberikan perhatian dan dukungan penuh. Usai upacara, jenazah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar selanjutnya diberangkatkan ke Bandung untuk dimakamkan di TMP Cikutra, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan ke Magelang untuk dimakamkan di TMP Giri Dharmoloyo II, sementara Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon ke Kulonprogo untuk dimakamkan di TMP Giripeni. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Hulu Sungai Utara – Upaya mempererat sinergi antar lembaga terus dilakukan jajaran kepolisian. Kapolres Hulu Sungai Utara (HSU) AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melaksanakan kunjungan ke kediaman Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan di Desa Danau Panggang, Kecamatan Danau Panggang, Minggu (5/4/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 11.00 WITA tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Bupati HSU, Wakil Bupati HSU, Dandim 1001 HSU-Balangan Letkol Inf Endra Retno Erowanto, S.Sos., M.I.P., serta para pejabat utama pemerintah daerah dan camat se-Kabupaten HSU. Dalam suasana penuh keakraban, kegiatan diisi dengan agenda santai berupa mancing bersama. Momen tersebut dimanfaatkan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antara Polri dan unsur pemerintahan daerah. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang harmonis lintas institusi. Menurutnya, sinergi yang baik antara aparat keamanan dan pemerintah daerah merupakan kunci dalam menjaga stabilitas dan pelayanan kepada masyarakat. “Melalui kegiatan seperti ini, hubungan kerja sama semakin solid, sehingga koordinasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran aparat kepolisian juga memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa hambatan. Polres HSU menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai wujud implementasi Polri Presisi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Hulu Sungai Utara – Perayaan Hari Raya Paskah (Kebangkitan Yesus Kristus) Tahun 2026 yang digelar umat Kristiani di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berlangsung dengan khidmat, aman, dan tertib pada Minggu (5/4/2026). Kegiatan ibadah yang dilaksanakan oleh jemaat GKE Amuntai ini dipimpin oleh Pendeta Mira Andayani, S.Th, dengan mengangkat tema “Memperingati Wafatnya Yesus Kristus” serta subtema “Damai Sejahtera Kristus di Tengah Keluarga” (Yohanes 20:26). Ibadah berlangsung di Barak Dalmas Parama Satwika Polres HSU, Desa Sungai Karias, Kecamatan Amuntai Tengah, mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai. Perayaan tersebut dihadiri oleh sekitar 40 jemaat yang terdiri dari anggota TNI/Polri beragama Kristen, PNS, serta masyarakat dari Kabupaten HSU dan Balangan. Suasana ibadah berlangsung penuh kekhusyukan melalui rangkaian acara, mulai dari doa pembukaan, pujian, pembacaan Alkitab, khotbah, hingga perjamuan kudus. Kapolsek Amuntai Tengah menyampaikan bahwa pihaknya bersama Polres HSU telah melakukan pengamanan secara maksimal guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, termasuk pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. “Kami berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh umat Kristiani dalam menjalankan ibadah, baik pada peringatan Jumat Agung maupun Hari Raya Paskah,” ujarnya. Selain itu, aparat kepolisian juga aktif melakukan koordinasi dengan panitia, tokoh agama, dan tokoh masyarakat guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif sebelum, saat, dan setelah pelaksanaan ibadah. Dengan sinergi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat, perayaan Paskah di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat berlangsung dengan lancar tanpa adanya gangguan berarti. Polres HSU menegaskan akan terus hadir dalam setiap kegiatan masyarakat sebagai bentuk pelayanan, perlindungan, dan pengayoman demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan harmonis di tengah keberagaman. (Agus)
Bidik-kasusnews.com Jakarta Selatan, 4 April 2026 — Insiden tidak menyenangkan menimpa sejumlah jurnalis yang tengah meliput kegiatan pembentukan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) di Apartemen The Elements, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Ketegangan terjadi setelah musyawarah berlangsung, yang berujung pada dugaan intimidasi terhadap awak media di lokasi. Sejumlah wartawan mengaku mendapat perlakuan tidak bersahabat dari pihak yang mengatasnamakan penghuni apartemen. Situasi memanas ketika beberapa orang melontarkan kata-kata kasar serta melakukan perekaman terhadap jurnalis tanpa persetujuan. Rahman Sugidiyanto, salah satu jurnalis yang berada di lokasi, mengungkapkan bahwa kericuhan bermula saat rekan-rekannya terlebih dahulu mendapat tekanan. Ia menyebut kehadiran media sebenarnya atas undangan salah satu pemilik unit yang menginginkan transparansi dalam proses musyawarah. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan sebelumnya. Namun setelah acara, justru muncul intimidasi yang membuat situasi tidak kondusif,” ujarnya. Hal senada disampaikan Doni, jurnalis lainnya, yang merasa keberadaannya dipertanyakan dengan nada tinggi oleh sejumlah orang. Ia juga mengaku direkam secara beramai-ramai tanpa izin, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Para jurnalis menegaskan bahwa aktivitas peliputan merupakan bagian dari kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang. Mereka juga menyatakan bahwa seluruh wartawan yang hadir merupakan anggota organisasi profesi resmi. Di sisi lain, proses pembentukan PPPSRS Apartemen The Elements turut menuai kritik dari sejumlah pemilik unit. Mereka menilai pelaksanaan musyawarah belum sepenuhnya memenuhi prinsip transparansi dan partisipasi sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku. Beberapa pemilik mengungkapkan bahwa sosialisasi dinilai minim dan hanya dilakukan secara sepihak melalui surat elektronik tanpa forum diskusi terbuka. Selain itu, dokumen penting terkait tata tertib dan pembentukan panitia disebut tidak disampaikan secara lengkap kepada seluruh pemilik. Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah tahapan pemilihan pengurus yang dinilai berlangsung terlalu cepat. Waktu kampanye yang sangat singkat serta kurangnya keterbukaan dalam proses verifikasi calon menimbulkan tanda tanya di kalangan pemilik. Tak hanya itu, kejelasan mengenai daftar pemilih dan mekanisme penggunaan hak suara juga belum tersosialisasi secara menyeluruh. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa hasil musyawarah berpotensi menimbulkan sengketa di kemudian hari. Sejumlah pihak berharap agar proses pembentukan PPPSRS dapat dilakukan secara lebih terbuka, akuntabel, dan sesuai ketentuan hukum, guna menghindari konflik berkepanjangan di lingkungan apartemen.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 4 April 2026 — Dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar kegiatan bakti sosial berupa aksi peduli lingkungan. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi pemasyarakatan dalam menjaga kebersihan sekaligus mempererat kebersamaan. Aksi tersebut dilaksanakan dengan menyasar berbagai area strategis, baik di dalam lingkungan rutan maupun di fasilitas umum sekitar. Para petugas terlihat aktif melakukan pembersihan, mulai dari menyapu halaman, membersihkan sudut-sudut area, hingga merapikan fasilitas yang digunakan bersama. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, aksi ini mencerminkan komitmen Rutan Jepara dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai kepedulian sosial serta meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa peringatan HBP tidak hanya dimaknai sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai ajang untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat langsung bagi lingkungan. “Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap lingkungan sekitar. Kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan juga hadir dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan serta memperkuat nilai gotong royong yang menjadi bagian dari budaya bangsa. Dengan berlangsungnya kegiatan ini, Rutan Jepara tidak hanya memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, tetapi juga mempertegas perannya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis, baik di dalam maupun di luar rutan. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
Bidik-Kasusnews.com,Sintang Kalimantan Barat, Jumat-03-April-2026. Proyek Pembangunan Jembatan Rangka Baja Ketungau II di Desa Merakai, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, kembali menuai sorotan tajam. Hingga Jumat,03 April 2026, Proyek Strategis yang digadang-gadang menjadi Urat Nadi penghubung Masyarakat ini tak kunjung selesai bahkan tanpa kejelasan arah kelanjutan. Jembatan Ketungau II bukan sekadar Infrastruktur biasa. Ia adalah jalur vital yang menghubungkan beberapa Kecamatan di Wilayah Ketungau, sekaligus bagian dari akses jalan Provinsi yang menopang Aktivitas Ekonomi, Sosial, hingga Mobilitas Masyarakat lintas Wilayah. Namun ironisnya, Proyek ini justru terbengkalai. Pantauan di lapangan menunjukkan struktur jembatan yang berdiri setengah jadi seakan menjadi Monumen kegagalan perencanaan dan lemahnya komitmen Pembangunan. Warga hanya bisa menyaksikan, sementara akses mereka tetap terbatas dan penuh risiko. Yang lebih memprihatinkan, Proyek ini tetap mangkrak meski telah terjadi pergantian Kepemimpinan Daerah, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten. Harapan akan adanya percepatan Pembangunan justru berujung pada kekecewaan yang berulang. Publik pun mulai mempertanyakan keseriusan Pemerintah. Mengapa Proyek sepenting ini dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian? Ke mana Aliran Anggaran yang seharusnya digunakan? Dan siapa yang bertanggung jawab atas mandeknya Pembangunan ini? Gelombang kritik semakin menguat. Sejumlah Elemen Masyarakat dan Organisasi Kemasyarakatan di Sintang angkat suara, menuntut kejelasan dan tindakan nyata dari Pemerintah. Salah satu kritik keras datang dari Tedi Z. L, Koordinator Bidang Advokasi DPW PROJAMIN Kalbar. Dalam wawancara dengan Awak Media, ia menilai mangkraknya Proyek ini sebagai bentuk nyata kegagalan Tata Kelola Pembangunan. “Ini bukan sekadar Proyek tertunda, ini bentuk kelalaian serius. Jembatan ini menyangkut hajat hidup Masyarakat luas. Kalau dibiarkan terus, ini sama saja dengan membiarkan Masyarakat Terisolasi,” tegasnya. Ia juga mendesak, “Pemerintah Daerah dan Provinsi untuk tidak lagi saling lempar tanggung jawab, alasan klasik seperti Anggaran dan Koordinasi tidak bisa terus dijadikan pembenaran atas lambannya Pembangunan,” menambahkan. “Di sisi lain, Masyarakat Kalbar, khususnya di Ketungau terus menanggung dampaknya. Aktivitas Ekonomi tersendat, biaya Transportasi meningkat, dan Akses terhadap Layanan dasar menjadi semakin sulit. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memperparah ketimpangan Pembangunan antarwilayah,” dia melanjutkan. “Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Pembangunan hanya menjadi Prioritas di atas kertas, sementara Realisasinya diabaikan?,” Pungkas Tedi Z. L. Hingga berita ini diturunkan, belum ada Pernyataan Resmi yang memberikan kepastian terkait kelanjutan Proyek Jembatan Ketungau II. Tidak ada jadwal pasti, tidak ada Transparansi Anggaran, dan tidak ada jaminan kapan Masyarakat bisa benar-benar merasakan manfaatnya. Kasus ini menjadi cermin buram wajah Pembangunan di Daerah. Infrastruktur vital yang seharusnya menjadi penggerak Ekonomi justru berubah menjadi simbol Stagnasi. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya Proyek yang mangkrak tetapi juga harapan Masyarakat yang perlahan runtuh. Kini, Publik menunggu bukan lagi janji, melainkan aksi nyata. Sebab bagi warga Ketungau, jembatan ini bukan sekadar besi dan rangka baja melainkan penghubung kehidupan mereka. *** // TIMRED [*]
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Jumat Agung, Polres Hulu Sungai Utara melaksanakan pengamanan secara maksimal pada kegiatan ibadah yang digelar bersama Jemaat GKE Amuntai, Jumat (03/04/2026). Kegiatan pengamanan dimulai sejak pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di Barak Dalmas Polres HSU, dengan melibatkan personel gabungan dari Polres HSU dan Polsek Amuntai Tengah. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Amuntai Tengah Ipda Sulistono, S.Sos. Sebelum pelaksanaan ibadah dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan apel kesiapan pengamanan guna memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab di lapangan. Dalam apel tersebut, ditekankan pentingnya pelaksanaan tugas secara profesional, humanis, serta tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Sebagai langkah preventif, personel Sat Samapta Polres HSU juga melakukan sterilisasi di area lokasi ibadah untuk memastikan tidak adanya potensi gangguan keamanan. Selain itu, pemeriksaan terhadap jemaat yang hadir dilakukan secara selektif menggunakan metal detector di pintu masuk guna menjamin keamanan seluruh rangkaian kegiatan. Pengamanan juga dilakukan melalui ploting personel secara terbuka dan tertutup di sekitar lokasi kegiatan, sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini. Hal ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama berlangsungnya kegiatan keagamaan. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan ibadah merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjamin kebebasan beragama serta menjaga toleransi antar umat beragama di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. “Pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman bagi umat Kristiani yang melaksanakan ibadah. Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan,” ujar IPTU Asep Hudzainur. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Polres HSU akan terus hadir di tengah masyarakat dalam setiap kegiatan, baik keagamaan maupun sosial, sebagai wujud nyata Polri yang Presisi dan humanis. Seluruh rangkaian kegiatan ibadah Jumat Agung berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara tetap terjaga kondusif, mencerminkan sinergi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga toleransi dan kerukunan. (Agus)