JAKARTA | Bidik-kasusnews.com – Selasa (07/04/2026). Pragosa Bag lahir dari semangat pemberdayaan dan kebersamaan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 2 Yonkav 7 Cabang XIII Brigkav 1 PD Jaya yang ingin tumbuh, berkarya dan mandiri secara ekonomi. Perjalanan Pragosa Bag dimulai pada tahun 2024, dimana saat itu Persit Ranting 2 Yonkav 7 dipimpin oleh Ibu Indah Hanung. Dibawah kepemimpinan beliau, Persit Ranting 2 Yonkav 7 tidak hanya berfokus pada kegiatan rutin organisasi, tetapi juga diarahkan pada kegiatan yang bersifat produktif dan bernilai ekonomi. Saat ini Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 2 Yonkav 7 Cabang XIII Brigkav 1 dibawah kepemimpinan Ibu Irma Wahyuansyah. Pragosa Bag semakin berkembang dan akan ikut serta dalam Pameran Persit Bisa Vol.2 dengan menampilkan ide-ide dan kreasi baru. Saat ini Persit KCK Ranting 2 Yonkav 7 memiliki gagasan yang lebih untuk mengadakan pelatihan ketrampilan dengan menghadirkan pelatih keterampilan khusus. Tujuannya untuk membekali para anggota dengan kemampuan membuat produk yang memiliki nilai jual, sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, munculah potensi luar biasa dari salah satu anggota Persit Ranting 2 Yonkav 7, bernama Ny. Astin dengan menunjukan bakat yang menonjol dalam keterampilan merajut. Hasil karya rajut Ny. Astin, khususnya tas rajut memiliki kualitas, keunikan dan nilai estetika yang tinggi. Dari sinilah ide untuk mengembangkan produk tas rajut secara lebih serius mulai tumbuh. Pragosa Bag, terbuat dari bahan rajut metalic dengan berbagai pilihan warna yang cantik dan menarik. Sejak dikembangkan produksinya telah mencapai sekitar 300 pcs. Untuk mendukung pemasaran dan promosi penjualan, Pragosa Bag juga di pasarkan melalui media sosial Instagram @pragosamarket sebagai sarana memperluas jangkauan dan memperkenalkan produk ke masyarakat luas. (Agus)
Palembang | Bidik-kasusnews.com – Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol Susnadi, S.I.K. didampingi Danyon A Pelopor Kompol Feryanto, S.H. dan Kasubbagdalops AKP Dedy Wijaya melaksanakan audiensi dengan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan periode 2024-2029, Andie Dinialdie, S.E., M.M., pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan audiensi tersebut berlangsung di Ruangan Kantor DPRD Provinsi Sumsel dalam rangka meningkatkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di wilayah Kota Palembang. Dalam pertemuan tersebut, Dansat Brimob Polda Sumsel menyampaikan pentingnya sinergitas antara aparat keamanan dan unsur pemerintahan daerah guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di tengah masyarakat. Selain itu, berbagai hal terkait upaya pencegahan potensi gangguan keamanan, peningkatan koordinasi lintas instansi, serta penguatan peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah juga menjadi pembahasan dalam audiensi tersebut. Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdie, S.E., M.M. menyambut baik kunjungan Dansat Brimob Polda Sumsel beserta rombongan. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras personel Satbrimob Polda Sumsel dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang. Audiensi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi serta komunikasi demi mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Palembang. (Agus)
Jakarta | Bidik-kasusnews.com – Tim Nasional Indonesia Indoor Skydiving yang diperkuat oleh personel Polri resmi bersiap mengikuti ajang bergengsi 6th World Cup Indoor Skydiving yang akan digelar di Lille, Prancis, pada 9 hingga 11 April 2026. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung prestasi olahraga dirgantara sekaligus mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Kontingen Timnas Indonesia Indoor Skydiving berjumlah 21 personel yang dipimpin oleh Teknisi KBRN Utama Tk. I Korbrimob, Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, selaku Ketua Kontingen. Personel tersebut terdiri dari 2 Personel Mako Korbrimob, 4 Personel Pasukan Gegana, 6 Personel Pasukan Pelopor, 5 Personel Satlat Brimob, 1 Personel Pasbrimob II Korbrimob, 2 Personel Satbrimob Polda Metro Jaya dan 1 Personel Ditkrimsus Polda Metro Jaya. Adapun komposisi kontingen meliputi satu Ketua Kontingen, satu Manajer Tim, dua Ketua Tim Atlet, satu official, satu pelatih, serta 15 atlet yang terdiri dari 10 atlet putra dan 5 atlet putri. Mereka akan bertanding dalam tiga nomor utama, yakni 4 Way VFS Open, 4 Way FS Open, dan 4 Way FS Female. Sebelum keberangkatan, seluruh personel telah melaksanakan doa bersama pada 3 April 2026 di Gedung Soemardhi, Fasilitas Wind Tunnel Brimob Cikeas, sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan dan kesuksesan selama mengikuti kejuaraan. Selanjutnya, pada hari ini tanggal 5 April 2026 sebanyak 19 personel berangkat menuju Prancis. Keikutsertaan Timnas Indonesia dalam ajang ini diharapkan mampu memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi kebanggaan bagi institusi Polri, bangsa, dan negara di pentas dunia. Selain itu, partisipasi ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan profesionalisme serta dedikasi personel Polri dalam berbagai bidang, termasuk olahraga internasional. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara,- Insiden kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jepara. Kali ini, kecelakaan melibatkan sebuah mobil Wuling dan sepeda motor Honda PCX di Jalan Raya Jepara–Bangsri, tepatnya di depan Warung Makan Ijo (MBAHE), Desa Krasak, Kecamatan Bangsri, Senin (6/4/2026) malam. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 22.15 WIB itu mengakibatkan satu orang pengendara motor mengalami luka-luka. Selain itu, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp30 juta. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil Wuling bernomor polisi A 1853 VGA yang dikemudikan oleh seorang pria warga negara asing berinisial LI X (41) melaju dari arah Jepara menuju Bangsri. Saat berada di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga kurang konsentrasi sehingga menabrak sepeda motor Honda PCX yang melaju di depannya,ungkap Kanit laka iptu Arianto Saat Dikonfirmasi Bidik-kasusnews 7/4/2026. Sepeda motor tersebut diketahui dikendarai oleh M. Khoiro Zadit Taqwa, warga Desa Klepu, Kecamatan Keling, Jepara. Benturan yang terjadi menyebabkan korban mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis. Menariknya, setelah terjadi tabrakan, pengemudi mobil tidak langsung menghentikan kendaraannya. Ia justru terus melaju, yang kemudian memicu reaksi warga sekitar untuk melakukan pengejaran. Pelarian tersebut akhirnya terhenti setelah mobil yang dikemudikan pelaku menabrak tiang telepon di bahu jalan sebelah kiri. Warga yang berhasil menghentikan kendaraan tersebut kemudian mengamankan situasi hingga petugas kepolisian datang ke lokasi. Pihak kepolisian dari Polres Jepara telah melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan kendaraan yang terlibat. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan. Polisi juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan menjaga konsentrasi saat berkendara, terutama pada malam hari, guna menghindari kejadian serupa. (Wely)
Bandar Lampung. Bidik-kasusnews.com Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan kedekatan TNI dengan petani, Sertu Ripian, Babinsa Kelurahan Rajabasa Jaya, Koramil 410-06/KDT, Kodim 0410/KBL, turun langsung mendampingi kegiatan panen padi milik Bapak Jalal di Jalan Sakura, RT 9, Lingkungan 2, Kelurahan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, pada Senin (6/4/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai itu melibatkan petani setempat dengan luas lahan setengah hektare (0,5 Ha). Varietas padi yang dipanen adalah Ciherang, yang dikenal memiliki kualitas beras baik dan produktivitas tinggi. Dari lahan seluas itu, diperkirakan hasil panen mencapai sekitar 6 ton gabah kering panen (GKP). Yang menarik, seluruh hasil panen tidak dijual ke pasaran. Pemilik lahan, Bapak Jalal, memutuskan untuk menyimpan gabah tersebut sebagai stok pangan keluarga jangka panjang. “Berasnya nanti akan kami konsumsi sendiri. Ini bentuk kemandirian pangan di tingkat rumah tangga,” ujar Bapak Jalal di sela-sela panen. Sertu Ripian menjelaskan bahwa pendampingan Babinsa dalam proses tanam hingga panen merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan petani. “Kami hadir tidak hanya saat panen, tetapi sejak pengolahan lahan, perawatan, hingga masa panen tiba. Alhamdulillah hasilnya memuaskan. Semoga ini memotivasi petani lain untuk terus meningkatkan produksi padi,” ungkap Sertu Ripian. Dengan hasil 6 ton dari setengah hektare, rata-rata produktivitas lahan tersebut mencapai 12 ton per hektare—angka yang tergolong sangat baik untuk varietas Ciherang di wilayah Bandar Lampung. Keberhasilan ini juga menjadi contoh nyata bahwa pendampingan aparat kewilayahan mampu mendorong optimalisasi hasil pertanian. Kegiatan panen berlangsung aman, lancar, dan penuh kebersamaan. Para petani tampak antusias dengan kehadiran Babinsa yang ikut serta memotong padi dan membantu pengangkutan hasil. “Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Babinsa yang selalu mendampingi kami. Panen kali ini terasa lebih meriah dan hasilnya melimpah,” tambah salah seorang anggota kelompok tani setempat. Di akhir kegiatan, Sertu Ripian mengimbau para petani untuk terus semangat dalam mengelola lahan pertanian serta menjaga kelestarian irigasi dan lingkungan. “Tetap semangat, pantang menyerah, selalu gembira dalam tugas. TNI hadir untuk rakyat,” tutupnya. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Semangat kebersamaan dan kepedulian aparat teritorial kembali ditunjukkan oleh Babinsa Kelurahan Nusantara Permai, Peltu Jajang S dari Koramil 410-01/Panjang. Di tengah ancaman cuaca ekstrem, ia langsung turun memimpin aksi pembersihan dan pengangkatan bongkahan batu, tanah campur pasir akibat tanah longsor, serta pondasi saluran air yang roboh di Jalan Bangau, Perumahan Nusantara Permai Blok B 1 RT 06 LK I, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Minggu (5/4/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini merupakan respons cepat Babinsa bersama unsur pamong kelurahan dan warga setempat. Hadir pula Camat Sukabumi, Syahrial S.Sos, M.M., Lurah setempat, RT, Linmas, serta puluhan warga Blok B 1. Mereka bahu-membahu membersihkan material longsor yang menyumbat aliran air serta memperbaiki pondasi saluran yang ambrol. Di tengah guyuran keringat dan cangkul yang terus bergerak, sosok Peltu Jajang tampak paling sigap. Ia tidak hanya ikut mengangkat batu dan kerikil, tetapi juga menjadi komandan lapangan yang mengatur koordinasi antara warga, aparat kelurahan, dan Linmas. Dengan suara lantang namun penuh kekeluargaan, ia terus menyemangati warga: “Satu cangkul kita hari ini, selamatkan puluhan rumah dari banjir besok. Jangan menyerah!” Kehadiran Babinsa menjadi pemecah kebuntuan saat warga sempat kebingungan menangani pondasi saluran yang roboh. Dengan pengalaman teknis kebencanaan yang dimilikinya, Peltu Jajang memberi arahan bagaimana menyusun kembali batu-batu pondasi secara aman dan efisien. Tak hanya itu, ia juga memastikan setiap warga menggunakan alat pelindung diri seadanya agar terhindar dari cedera. Menurut Peltu Jajang, kegiatan ini bertujuan vital, terutama untuk mengantisipasi curah hujan tinggi yang masih akan terjadi dalam sepekan ke depan. “Jika saluran tersumbat, air akan meluap dan menggenangi pemukiman warga Blok B. Kami bertindak cepat sebelum hujan deras turun lagi,” ujarnya di sela-sela membersihkan material. Berkat semangat gotong royong yang dipompa oleh Babinsa, seluruh proses pembersihan dan perbaikan berjalan tertib, aman, dan lancar. Dalam waktu kurang dari empat jam, tumpukan tanah longsor dan puing saluran berhasil diangkut, aliran air kembali normal, dan pondasi sementara telah diperkuat. Camat Sukabumi, Syahrial, memberikan apresiasi tinggi kepada Peltu Jajang. “Babinsa kami adalah ujung tombak ketahanan masyarakat tingkat kelurahan. Pak Jajang bukan hanya memberi perintah, tapi langsung menceburkan diri. Ini contoh nyata kepemimpinan yang membumi,” pujinya. Sementara itu, Ibu RT setempat, mengaku lega. “Kami sempat khawatir karena saluran ambrol. Begitu Babinsa datang, semua jadi terarah. Beliau seperti kakak sekaligus komandan kami,” tuturnya haru. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kehadiran Babinsa tidak hanya untuk urusan pertahanan, tetapi juga sebagai pelindung, pemersatu, dan solusi bagi setiap kesulitan warga. Dengan semangat “Tetap Semangat, Pantang Menyerah, Selalu Gembira Dalam Tugas”, Peltu Jajang S kembali mengukuhkan TNI sebagai sahabat sejati rakyat. (Agus)
JATENG:Bidik-kasunews.com Jepara, 6 April 2026 — Lebih dari 4.600 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Jepara menghadapi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) seiring tingginya porsi belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD), belanja pegawai tidak boleh melebihi 30 persen dari APBD. Namun, data Laporan Kinerja Pertanggungjawaban Daerah (LKPJ) 2025 menunjukkan, Pemkab Jepara masih mengalokasikan 44,35 persen anggaran untuk belanja pegawai, atau sekitar Rp1,142 triliun. Proyeksi tahun 2027 memperkirakan angka ini masih di kisaran 38 persen. Ketua Komisi D DPRD Jepara, Andi Rokhmat, menyoroti kondisi ini sebagai masalah serius. “Kenaikan beban belanja pegawai ditambah penurunan dana transfer ke daerah membuat tekanan anggaran semakin berat,” ujarnya dikutip dari RMOLJateng,6/4/2026. Andi menambahkan, kebutuhan gaji PPPK diperkirakan mencapai Rp268 miliar pada 2027, menjadi faktor utama tingginya proporsi belanja pegawai. Pemerintah daerah tengah mempertimbangkan opsi seperti pengurangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) atau mencari skema pendanaan alternatif. Meski demikian, pengurangan TPP dikhawatirkan menurunkan motivasi dan kinerja aparatur. Sebagai jalan keluar, DPRD Jepara mengusulkan agar pemerintah pusat membantu pembiayaan gaji PPPK melalui APBN. Usulan ini rencananya akan disampaikan melalui gubernur ke Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN-RB, dan Kementerian Keuangan. Dengan dukungan pemerintah pusat, beban APBD dapat berkurang tanpa mengorbankan hak para PPPK, sekaligus menjaga kelangsungan pelayanan publik. (Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 6 April 2026 — Rutan Kelas IIB Jepara terus menegaskan komitmen terhadap pembangunan Zona Integritas melalui rapat tim WBK/WBBM yang dihadiri seluruh pejabat dan staf terkait. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pelaksanaan program menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) berjalan efektif. Rapat ini difokuskan pada evaluasi capaian kinerja, verifikasi data dukung, dan penyusunan strategi peningkatan pelayanan publik. Selain itu, tim juga menyoroti penguatan pengawasan internal serta identifikasi kendala yang perlu ditangani agar setiap indikator penilaian WBK/WBBM dapat terpenuhi. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, A.Md.IP., S.H., M.H., menekankan bahwa pencapaian predikat WBK/WBBM bukan sekadar formalitas administratif, melainkan perubahan budaya kerja seluruh pegawai. “Kami ingin setiap pegawai memiliki pola pikir yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Renza. Ia menambahkan, keberhasilan Zona Integritas membutuhkan kerja sama yang solid dan konsistensi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. “Dengan sinergi tim yang kuat, Rutan Jepara optimistis dapat meraih predikat WBK/WBBM sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat,” tutupnya. Rapat berlangsung tertib dan produktif, memperkuat semangat kolaborasi dalam mendukung reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang transparan. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
BIDIK-KASUSNEWS.COM Hulu Sungai Utara – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus menggencarkan edukasi keselamatan berkendara melalui program Police Go To School. Kali ini, kegiatan tersebut menyasar para siswa di SMP IT Ihsanul Amal Kabupaten HSU, Senin (6/4/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA itu dipimpin oleh KBO Satlantas Polres HSU, IPDA Amin Mulyadi Jaya, S.H., M.A., bersama Kanit Kamsel AIPDA Eddy Gusfa dan Banit Kamsel BRIPDA Rio Dwian Putra. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mendasar mengenai pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Materi yang disampaikan meliputi aturan-aturan lalu lintas, kewajiban penggunaan helm, serta larangan mengendarai kendaraan bermotor bagi anak di bawah umur. Petugas juga mengedukasi para siswa tentang risiko dan dampak buruk yang dapat ditimbulkan akibat pelanggaran lalu lintas, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Penyampaian materi dikemas secara interaktif sehingga mudah dipahami dan menarik perhatian para siswa. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan pesan keselamatan, siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar diberikan hadiah berupa helm. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perlindungan diri saat berkendara. Kasat Lantas Polres HSU melalui kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi sejak dini merupakan kunci utama dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan generasi muda dapat menjadi pelopor keselamatan di jalan raya. Program Police Go To School ini juga bertujuan membentuk karakter disiplin, meningkatkan kepatuhan terhadap aturan, serta menanamkan etika berlalu lintas yang baik di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa serta pihak sekolah. Satlantas Polres HSU berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui edukasi preventif demi menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Dengan semangat “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan”, diharapkan kesadaran berlalu lintas dapat tumbuh kuat sejak dini demi mewujudkan keamanan dan keselamatan bersama. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 6 April 2026 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan pelaksanaan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP). Melalui survei ini, Rutan Jepara ingin memastikan bahwa setiap layanan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya keluarga warga binaan dan para pengunjung. Selain itu, survei juga menjadi tolok ukur dalam menilai sejauh mana integritas petugas dalam menjalankan tugasnya. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan penilaian secara objektif. Pengisian survei dilakukan dengan mudah melalui sistem digital berbasis QR Code yang tersedia di area pelayanan. “Partisipasi masyarakat sangat kami butuhkan untuk menilai dan memperbaiki kualitas layanan. Kami berkomitmen menjadikan hasil survei ini sebagai dasar dalam melakukan pembenahan secara berkelanjutan,” jelasnya. Menurutnya, keterbukaan terhadap masukan menjadi bagian penting dalam menciptakan pelayanan yang profesional dan bebas dari praktik korupsi. Dengan adanya SPAK dan SPKP, Rutan Jepara dapat memetakan berbagai aspek yang perlu ditingkatkan, baik dari sisi fasilitas, prosedur, maupun sikap petugas. Ke depan, Rutan Jepara berharap pelaksanaan survei ini mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih responsif dan berorientasi pada pelayanan. Sinergi antara masyarakat dan petugas diyakini menjadi fondasi utama dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang semakin baik di Jepara.(Wely) Sumber:Humas Rutan Jepara