JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 10 April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-62, Rutan Kelas IIB Jepara melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pembersihan fasilitas umum sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini melibatkan jajaran petugas serta peserta magang Kemnaker yang bekerja sama membersihkan area fasilitas umum di sekitar rutan. Aksi bersih-bersih dilakukan di beberapa titik fasilitas umum, seperti di Musholla Al-Ikhlas dan GBT Kristus Alfa Omega. Para peserta tampak antusias melakukan berbagai kegiatan, mulai dari menyapu, mengumpulkan sampah, hingga merapikan lingkungan agar terlihat lebih bersih dan nyaman.   Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai sarana dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian, tanggung jawab, serta semangat gotong royong. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata Rutan Kelas IIB Jepara dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan asri.   Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Jepara, Benny Apridona, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.   “Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar. Ini juga menjadi bagian dari pembinaan agar memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan,” ujarnya.   Beliau menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi budaya positif, baik bagi petugas maupun warga binaan, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” imbuhnya.   Kegiatan bakti sosial berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Melalui momentum Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-62, Rutan Kelas IIB Jepara menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat, edukatif, dan berdampak positif bagi lingkungan serta masyarakat.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

BIDIK-KASUSNEWS.COM  Hulu Sungai Utara – Upaya mendukung ketahanan pangan terus digalakkan oleh jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Salah satunya melalui kegiatan penanaman jagung kuartal II yang dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Diniyah Formal Darussalam, Desa Muara Tapus, Kecamatan Amuntai Tengah, Kamis (9/4/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WITA ini dihadiri langsung oleh Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres, para pejabat utama Polres HSU, unsur TNI, pemerintah kecamatan, hingga pengasuh dan para santri Ponpes Darussalam. Dalam sambutannya, Kapolres HSU menegaskan bahwa program penanaman jagung ini merupakan bagian dari sinergi Polri dengan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memberikan edukasi kepada para santri tentang pentingnya sektor pertanian. Acara dilanjutkan dengan penyerahan bibit jagung pakan secara simbolis dari Kapolres kepada pihak ponpes, sebelum akhirnya dilakukan penanaman bersama di lahan seluas satu hektare milik H. Busiri. Jenis jagung yang ditanam merupakan varietas pakan ternak Bisi 18 dengan total bibit sekitar 5 kilogram. Pengolahan lahan dilakukan secara manual dengan dukungan pupuk urea, NPK, serta pupuk kandang. Panen diperkirakan akan berlangsung pada awal Agustus 2026. Pengasuh Ponpes Darussalam, KH. Mahlan, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Polres HSU. Ia berharap program ini tidak hanya meningkatkan ketersediaan pakan ternak, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi para santri dalam mengelola pertanian secara mandiri. Kegiatan berlangsung penuh kebersamaan, ditutup dengan penanaman simbolis dan sesi foto bersama antara unsur Forkopimda, aparat keamanan, serta para santri. Melalui kegiatan ini, Polres HSU menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan sekaligus mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi positif dalam meningkatkan kemandirian pangan di tingkat lokal. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 9 April 2026 — Memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Rutan Kelas IIB Jepara menggelar kegiatan sosial berupa donor darah sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jepara dan diikuti oleh jajaran pegawai dengan penuh antusias. Bertempat di ruang rapat Rutan, kegiatan donor darah diawali dengan proses registrasi dan pemeriksaan kesehatan bagi para peserta. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap pendonor dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat medis sebelum mendonorkan darahnya.   Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Benny Apridona, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi bagian penting dalam peringatan HBP.   “Momentum Hari Bhakti Pemasyarakatan kami manfaatkan untuk melakukan aksi nyata yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Donor darah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di wilayah Jepara,” ungkapnya.   Selain membantu sesama, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antarpegawai serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di lingkungan Rutan.   Pelaksanaan donor darah berjalan tertib dan lancar, dengan tetap memperhatikan prosedur yang berlaku. Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar dalam rangka menyemarakkan HBP ke-62. (Wely) Sumber:humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 9 April 2026 — Upaya memperkuat sistem pengawasan dan menjaga integritas terus dilakukan oleh Rutan Kelas IIB Jepara melalui partisipasi dalam pengukuhan Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembenahan internal guna memastikan setiap pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan sesuai standar operasional prosedur serta bebas dari praktik-praktik penyimpangan. Satops Patnal sendiri berfungsi sebagai unit yang berfokus pada pengawasan internal, penegakan disiplin, hingga langkah preventif dalam mendeteksi potensi pelanggaran.   Seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Jawa Tengah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para perwakilan UPT, termasuk dari Rutan Jepara, menunjukkan keseriusan jajaran pemasyarakatan dalam membangun sistem kerja yang lebih transparan dan akuntabel.   Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, menegaskan bahwa Satops Patnal memiliki posisi strategis dalam menjaga marwah organisasi. Menurutnya, keberadaan satuan ini tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai penggerak budaya kerja yang berintegritas. Ia juga menekankan pentingnya profesionalitas dan ketegasan dalam menjalankan tugas agar potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini.   Lebih lanjut, ia berharap Satops Patnal mampu menjadi motor penggerak perubahan menuju tata kelola pemasyarakatan yang semakin baik dan dipercaya masyarakat.   Dengan mengikuti pengukuhan tersebut, Rutan Kelas IIB Jepara kembali menegaskan tekadnya untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan internal, memperkuat integritas pegawai, serta memberikan pelayanan publik yang optimal dan bebas dari penyimpangan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa Indonesia yang maju hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen bangsa bersatu dan mengesampingkan perbedaan. Hal tersebut disampaikan Kasad saat menghadiri peringatan Paskah bersama prajurit, PNS, dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana wilayah Jakarta dan sekitarnya di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Markas Besar Angkatan Darat, Kamis (9/4/2026). Menurut Kasad, peringatan hari besar keagamaan harus menjadi momentum untuk saling menghormati, memperkuat persaudaraan, dan membangun kebersamaan. Karena itu, ia mengajak seluruh prajurit dan ASN TNI AD untuk terus menjaga solidaritas dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan bermasyarakat. Peringatan Paskah yang turut dihadiri Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ny. Uli Simanjuntak tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan yang mengusung tema “Paskah Mewujudkan Penguatan Iman serta Solidaritas Prajurit dan ASN TNI AD yang Prima dalam Rangka Mendukung Indonesia Maju” itu menjadi sarana memperkuat keimanan sekaligus soliditas di lingkungan TNI AD. Dalam sambutannya, Kasad menegaskan bahwa perayaan Paskah tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkokoh kebersamaan dalam mendukung tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. “Momen-momen seperti ini untuk kita saling mengingatkan. Perayaan Paskah ini kita harapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai keimanan yang kuat, serta membangun solidaritas yang kokoh dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD secara optimal. Kalau kita mau maju berarti harus sama-sama menghilangkan (mengesampingkan) perbedaan untuk Indonesia maju,” ujar Kasad. Ibadah Paskah dipimpin Pendeta Godlif Yohanes dan turut dihadiri Wakil Uskup TNI-Polri Romo Kolonel (Sus) Yos Bintoro, Pr., serta Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Aloysius Budi Purnomo. Rangkaian kegiatan juga diisi renungan, penyalaan lilin Paskah oleh Kasad dan Ketua Umum Persit KCK, serta doa bersama yang dipimpin Pendeta Etika Saragih. (Agus)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Tim gabungan Bareskrim Polri bersama Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri berhasil menangkap buronan kasus narkotika internasional, Andre Fernando alias “The Doctor”, di Penang, Malaysia, Minggu (5/4/2026). Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut, Andre yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kini telah diamankan dan sedang dalam perjalanan menuju Indonesia dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. “Benar, pada Minggu 5 April 2026, DPO atas nama Andre Fernando alias Charlie alias The Doctor berhasil ditangkap. Saat ini yang bersangkutan dalam penerbangan menuju Indonesia dengan pengawalan petugas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2026). Andre Fernando diketahui merupakan bagian penting dalam jaringan narkotika yang melibatkan bandar besar Erwin Iskandar alias Koh Erwin. Ia diduga berperan sebagai pemasok utama berbagai jenis narkoba yang kemudian diedarkan di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan hasil penyelidikan, Koh Erwin tercatat dua kali melakukan transaksi dengan Andre pada Januari 2026. Transaksi pertama senilai Rp400 juta untuk 2 kilogram sabu, disusul transaksi kedua dengan nilai yang sama untuk 3 kilogram sabu. Selain sabu, Andre juga disebut menyediakan berbagai jenis narkotika lain, termasuk cairan vape yang mengandung zat etomidate serta produk yang dikenal dengan sebutan “happy water”. Lebih lanjut, jaringan Andre diduga memiliki jalur distribusi lintas negara, khususnya melalui wilayah Riau. Modus penyelundupan dilakukan melalui jalur laut dari Malaysia menuju Dumai, dengan menyamarkan barang dalam kemasan tertentu. Untuk pengiriman sabu, jaringan ini menggunakan metode penyamaran yang cukup rapi, seperti menyembunyikan barang dalam boneka dan membungkusnya layaknya paket hadiah guna menghindari deteksi petugas. Kasus ini juga menyeret sejumlah oknum aparat, termasuk mantan Kapolres Bima Kota dan mantan Kasat Resnarkoba setempat, yang kini tengah dalam proses hukum. Penangkapan Andre Fernando menjadi langkah penting dalam pengungkapan jaringan narkotika internasional sekaligus mempertegas komitmen Polri dalam memberantas peredaran gelap narkoba hingga ke akar-akarnya. (Agus)

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa dukungan terhadap program pemerintah harus menjadi prioritas seluruh unsur bangsa sesuai bidang tugas masing-masing. Penegasan tersebut disampaikannya saat memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII dan Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXIX di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Selasa (8/4/2026). Kegiatan itu diikuti 85 peserta P3N dan 104 peserta P4N yang berasal dari unsur TNI, Polri, kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, badan usaha, dan organisasi masyarakat. Di hadapan para peserta, Kasad menekankan bahwa setiap unsur pemerintahan harus memahami prioritas yang dapat dilakukan dalam mendukung berbagai program pemerintah. Kasad menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi dan sumber daya yang sangat besar. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan inovasi di berbagai bidang agar mampu memperkuat pertahanan negara sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Kasad, pembinaan kekuatan TNI AD harus dilaksanakan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan guna mewujudkan postur pertahanan negara yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis. Kemudian seluruh kebijakan Presiden untuk meningkatkan pendapatan negara dan kesejahteraan masyarakat, lanjutnya, juga harus didukung penuh. Selain membangun kekuatan pertahanan dan meningkatkan kesejahteraan prajurit, Kasad mengatakan TNI AD terus berupaya membantu masyarakat melalui program ketahanan pangan, penyediaan air bersih, serta pengairan pertanian dan perkebunan. “Kita sudah buat sekitar 6.000 sumber air di seluruh Indonesia dan akan terus kita jalankan. Data kita, sekitar 27 juta masyarakat belum menikmati air bersih,” ujar Kasad. Kasad juga menegaskan TNI AD bergerak cepat dalam penanganan bencana agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama berada dalam kesulitan. Sementara di bidang alutsista, TNI AD terus mengembangkan sistem pertahanan dan inovasi teknologi. “Kita sudah harus siapkan, anak-anak kita sudah mampu membuat peralatan tempur yang juga dimiliki negara lain,” imbuhnya. (Agus)

BIDIK-KASUSNEWS.COM ILAGA, PAPUA TENGAH – Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako, pelayanan kesehatan, serta pemberian makan bergizi gratis kepada masyarakat Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Papua Tengah. Pangkoops TNI Habema bersama rombongan bertolak dari Bandara Mozes Kilangin menuju Bandara Aminggaru Ilaga, menggunakan pesawat Caravan. Setibanya di Ilaga, rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju Distrik Gome untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial. Di Distrik Gome, Pangkoops TNI Habema beserta rombongan disambut oleh Kepala Distrik Gome, Agustinus Murib, serta menerima Noken Papua sebagai simbol penghormatan, kedamaian, dan persaudaraan. Selanjutnya, Pangkoops bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan pembagian sembako, pemberian makan bergizi gratis, dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat setempat yang berlangsung dengan penuh kehangatan. Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Artha Diguna, menyampaikan “ Kegiatan bakti sosial ini, mendapatkan antusias dari masyarakat Distrik Gome, yang merasa terbantu dengan kehadiran TNI. Selain itu juga kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Negara yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di wilayah Papua Tengah,” Tegasnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dansatgas Teritorial Brigjen TNI Stefie Tjantje Nuhajanan, Dansatgas Habema Kolonel Inf Persada Alam, Bupati Puncak Elvis Tabuni, dan Sekretaris Daerah Nenu Tabuni, dan seluruh masyarakat Distrik Gome. (Agus)

BIDIK-KASUSNEWS.COM  Jakarta – Kreativitas yang lahir dari kepedulian terhadap pelestarian budaya kini menjelma menjadi peluang usaha bernilai tinggi. Hal itu tercermin dari hadirnya produk “Be El Be”, karya inovatif yang digagas oleh Ny. Ayu Rama, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XI Brigif 1 PD Jaya. Sebagai istri prajurit TNI, pengalaman berpindah tugas dari satu daerah ke daerah lain memberikan kesempatan bagi Ny. Ayu untuk menyaksikan langsung kekayaan budaya Nusantara, termasuk seni ukir tradisional. Namun di balik kekaguman tersebut, muncul kegelisahan akan semakin berkurangnya minat terhadap seni ukiran yang merupakan warisan leluhur bangsa. Berangkat dari keprihatinan itu, Ny. Ayu Rama berinisiatif menghadirkan inovasi dengan mengangkat motif ukiran khas daerah ke dalam produk kerajinan berbahan kulit dengan desain modern. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga memberdayakan waktu luang para istri prajurit. Produk yang diberi nama “Be El Be” tersebut dikerjakan secara dominan handmade, mulai dari proses memahat, melukis, hingga menjadi produk siap pakai. Berbagai hasil karya pun dihasilkan, seperti tas, dompet, hingga aksesoris yang memiliki nilai seni tinggi sekaligus daya saing di pasar. Keunikan dan kualitas produk Be El Be mendapat apresiasi serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk jajaran Persit Kartika Chandra Kirana. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi para anggota untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk. Tak hanya itu, Be El Be juga terpilih sebagai salah satu pelaku UMKM dalam kegiatan “Persit Bisa” yang digelar dalam rangka peringatan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan produk sekaligus mendorong pengembangan usaha anggota Persit. Melalui program tersebut, diharapkan UMKM yang digerakkan oleh anggota Persit dapat semakin berkembang, mandiri, dan mampu menjadi kebanggaan, tidak hanya bagi keluarga prajurit TNI AD, tetapi juga bagi masyarakat luas. Kehadiran Be El Be menjadi bukti bahwa dari kepedulian terhadap budaya dapat lahir karya kreatif yang tidak hanya melestarikan warisan bangsa, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan. (Agus)

BIDIK-KASUSNEWS.COM  Hulu Sungai Utara – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengawasan internal dan akuntabilitas kinerja, Tim Bag Dalmutu Rorenmin Itwasum Polri melaksanakan kegiatan klarifikasi, reviu, serta monitoring pengendalian mutu pengawasan intern di jajaran Polda Kalimantan Selatan, termasuk Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Kamis (9/4/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut berlangsung di Aula Polres Tanah Laut dan diikuti oleh para pejabat utama (PJU) Polres HSU, mulai dari Kabag SDM, Kabag Ops, Kabag Logistik, hingga para kasat fungsi serta operator terkait. Tim Itwasum Polri yang dipimpin oleh Kombes Pol M. Setyobudi Dwiputro, S.I.K., M.Si., bersama Kombes Pol Achmad Fauzy, S.H., S.I.K., M.I.K., AKP Syarifah Umi Khabibah, dan Bripda Sulistia Marwah, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pengawasan internal di lingkungan Polres HSU. Kegiatan ini juga didampingi oleh Tim Itwasda Polda Kalsel yang dipimpin Kombes Pol Tri Hambodo, S.I.K., M.H., bersama sejumlah personel lainnya. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan klarifikasi data, reviu terhadap sistem pengawasan, serta monitoring pengendalian mutu guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan standar operasional dan prinsip akuntabilitas. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Polri dalam memperkuat fungsi pengawasan internal, sekaligus mendorong peningkatan kinerja organisasi yang transparan, profesional, dan berintegritas. Kapolres HSU melalui kegiatan tersebut menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung penuh pelaksanaan pengawasan internal sebagai bagian dari reformasi birokrasi Polri. Evaluasi ini diharapkan mampu mengidentifikasi potensi perbaikan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Itwasum Polri dan jajaran kewilayahan dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang lebih baik dan berkelanjutan. Dengan adanya monitoring dan reviu ini, diharapkan Polres HSU semakin optimal dalam menjalankan fungsi pengawasan internal demi mendukung Polri yang Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. (Agus)