Cirebon | Bidik-KasusNews.com – Proyek pengaspalan jalan di Blok Dukudalam, Desa Sindangmekar, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Jalan yang baru selesai dikerjakan sekitar tiga hari tersebut dilaporkan sudah mengalami kerusakan dan pengelupasan di sejumlah titik. Menindaklanjuti keluhan warga, tim investigasi media kembali turun ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Hasil peninjauan menunjukkan adanya lapisan aspal yang terkelupas, gembur, dan rusak di beberapa bagian jalan, meski proyek tersebut terbilang baru selesai. Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan rendahnya kualitas pekerjaan. Ia menilai lapisan aspal terlalu tipis dan diduga tidak melalui proses pemadatan yang optimal. “Kalau diinjak saja sudah gembur dan mudah terkelupas. Apalagi dilewati alat pertanian seperti traktor, jelas cepat rusak. Ditambah musim hujan, aspal setipis ini sangat mudah terkikis air,” ujarnya. Warga menyayangkan kondisi tersebut, mengingat proyek pengaspalan itu merupakan kegiatan Bantuan Provinsi (Banprov) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran mencapai puluhan juta rupiah. Harapan masyarakat, jalan desa yang dibangun dengan dana pemerintah semestinya memiliki kualitas dan daya tahan yang layak. Pemerintah Desa dan Kecamatan Beri Klarifikasi Menanggapi pemberitaan yang beredar, Kaur Exbank Desa Sindangmekar memberikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp. Ia menyebutkan bahwa informasi yang beredar dinilai kurang tepat. Menurutnya, kerusakan aspal bukan disebabkan oleh pekerjaan yang asal-asalan, melainkan akibat dilintasi kendaraan pertanian beroda besi (lektor) hanya beberapa hari setelah pengaspalan selesai. “Aspal masih baru, baru tiga hari sudah dilewati lektor petani. Ada saksi tukang lektornya juga yang mengakui. Di lokasi kerusakan terlihat jelas bekas roda besi lektor,” jelasnya, seraya menambahkan bahwa pihak Kecamatan Dukupuntang telah turun langsung ke lokasi dan menyimpulkan kerusakan murni akibat roda besi alat pertanian. LSM Pertanyakan Standar Mutu Proyek Sementara itu, Ketua LSM GPAB, M. Maulana, menilai munculnya kerusakan dalam waktu sangat singkat tetap patut dipertanyakan. Menurutnya, proyek jalan yang dibiayai negara seharusnya dirancang untuk memiliki ketahanan terhadap aktivitas warga setempat. “Kerusakan yang muncul hanya dalam hitungan hari mengindikasikan potensi tidak terpenuhinya standar mutu pekerjaan. Jika benar kualitasnya sesuai spesifikasi, seharusnya tidak mudah rusak meski dilalui kendaraan pertanian,” tegas Maulana. Ia juga mengingatkan bahwa regulasi konstruksi telah mengatur secara jelas kewajiban penyedia jasa dan pengelola anggaran dalam menjaga kualitas pekerjaan, termasuk Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi serta Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2020. “Alasan kerusakan akibat lektor tani tidak serta-merta menghapus kewajiban mutu pekerjaan. Jika ditemukan pelanggaran spesifikasi, penyedia wajib melakukan perbaikan dan bisa dikenai sanksi sesuai aturan,” pungkasnya. Harapan Warga Warga berharap pihak terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk uji ketebalan aspal dan kualitas material, agar dana publik benar-benar menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat dan tahan lama. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait rencana perbaikan atau tindak lanjut teknis terhadap ruas jalan yang mengalami kerusakan. (Asep.R)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan keselamatan warga terus ditunjukkan jajaran TNI. Personel Koramil 410-02/Teluk Betung Selatan (TBS) bersama masyarakat setempat menggelar kegiatan karya bakti (karbak) pembersihan selokan dan saluran air yang tersumbat sampah, Jumat (2/1/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut menyasar sejumlah titik rawan genangan, yakni selokan di sepanjang Jalan Ikan Bawal serta parit-parit di Gang Wahid, Gang Kadar, dan Gang Sarana, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras. Wilayah ini diketahui memiliki risiko tinggi banjir, khususnya saat intensitas hujan meningkat di musim penghujan, termasuk kawasan sekitar Gudang Lelang. Babinsa Kelurahan Kangkung tampil aktif memimpin langsung kegiatan di lapangan. Selain mengoordinasikan pembersihan, Babinsa juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara TNI dan masyarakat guna menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan saluran air. “Kegiatan ini bukan hanya soal membersihkan selokan, tetapi juga membangun kesadaran warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Lingkungan bersih adalah kunci utama mencegah banjir,” ujar salah satu Babinsa di sela kegiatan. Sebanyak 12 personel Koramil 410-02/TBS, 3 anggota Korps Bantuan TNI (KBT), serta 8 personel Linmas dan warga setempat terlibat langsung dalam karya bakti tersebut. Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, garpu pembersih, galah kait, dan kantong sampah, mereka membersihkan lumpur serta tumpukan sampah yang menghambat aliran air. Antusiasme warga terlihat cukup tinggi. Sejumlah masyarakat ikut bergotong royong meskipun tidak tercatat sebagai peserta resmi. Bahkan, sebagian warga dengan sukarela menyediakan minuman hangat dan makanan ringan sebagai bentuk dukungan. “Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selokan yang sudah lama tersumbat akhirnya bersih kembali. Mudah-mudahan ke depan lingkungan kami terhindar dari banjir,” ungkap Siti, warga Kelurahan Kangkung. Hasil karya bakti tersebut dinilai signifikan. Sampah dan endapan lumpur berhasil diangkut ke tempat pembuangan resmi, sementara aliran air yang sebelumnya tersendat kini kembali lancar. Komandan Koramil 410-02/TBS menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus implementasi komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat. “Kami akan terus hadir melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat langsung bagi warga. Kemanunggalan TNI dan rakyat adalah fondasi utama dalam pengabdian kami,” tegasnya. Ke depan, Koramil 410-02/TBS berencana menggelar kegiatan serupa secara rutin serta mendorong pembentukan kelompok kerja masyarakat guna mengelola kebersihan dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 2 Januari 2026 – Kegiatan sholat Jumat dilaksanakan secara rutin di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara sebagai bagian dari program pembinaan kerohanian bagi warga binaan. Ibadah berlangsung di Masjid At-Taubah yang telah disediakan dengan tetap memperhatikan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan seluruh jamaah. Warga binaan yang beragama Islam mengikuti sholat Jumat secara berjamaah dengan tertib dan khidmat. Kegiatan ini diawali dengan khotbah Jumat yang berisi pesan-pesan keagamaan dan moral yang disampaikan oleh khotib dari Kementerian Agama Kabupaten Jepara, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat secara berjamaah. Petugas Rutan turut melakukan pengawasan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar. Melalui pelaksanaan salat Jumat ini, Rutan Kelas IIB Jepara berupaya memberikan pembinaan kepribadian dan meningkatkan nilai-nilai spiritual bagi warga binaan. Diharapkan kegiatan keagamaan tersebut dapat membentuk sikap yang lebih baik, menumbuhkan kesadaran moral, serta menjadi bekal positif bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan. (Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan kegiatan Jumat Berkah dengan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah perairan Sungai Barito dan Desa Paminggir, Kecamatan Paminggir, Jumat (2/1/2026). Kegiatan sosial tersebut dimulai sekitar pukul 09.30 WITA hingga selesai, sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya warga yang bermukim di kawasan pesisir sungai dan wilayah perairan yang rentan terhadap dampak sosial maupun ekonomi. Kasat Polairud Polres HSU menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menghadirkan kehadiran negara di tengah warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Dalam pelaksanaannya, personel Satpolairud Polres HSU secara langsung mendistribusikan paket sembako kepada warga penerima manfaat dengan menyusuri wilayah perairan Sungai Barito menggunakan sarana patroli air, sehingga bantuan dapat tepat sasaran. Selain menyalurkan bantuan, petugas juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta imbauan keselamatan kepada masyarakat pesisir agar selalu berhati-hati dalam beraktivitas di perairan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Kegiatan Jumat Berkah tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kehangatan, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat yang menerima bantuan. Melalui kegiatan ini, Satpolairud Polres HSU menegaskan komitmennya untuk terus hadir, melayani, dan mengabdi kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Presisi Polri yang humanis dan berkeadilan. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Amuntai Selatan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Desa Kota Raja RT 4, Kecamatan Amuntai Selatan, Kamis (1/1/2026) sore. Kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan mulai pukul 18.00 WITA hingga selesai, sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak luapan air Sungai Tabalong dan Sungai Balangan. Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri oleh Bupati HSU H. Sahrujani, Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.Ik., M.Si, Dandim 1001 HSU-BLG, Kepala BPBD HSU, serta Kepala Desa Kota Raja. Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, yang diperuntukkan bagi warga dengan kriteria rumah terdampak banjir secara langsung, yakni air sungai masuk hingga ke dalam rumah dan mengganggu aktivitas serta kehidupan sehari-hari masyarakat. Kapolsek Amuntai Selatan menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil koordinasi antara BPBD HSU dan jajaran Forkopimda, sebagai upaya meringankan beban warga sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi di tengah situasi darurat. “Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang terdampak banjir secara langsung, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan unsur terkait dalam penanganan bencana,” ujar Kapolsek Amuntai Selatan. Selain penyaluran bantuan, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan kondisi wilayah serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kenaikan debit air, mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat penerima bantuan. (Agus)
HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Amuntai Selatan, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melaksanakan pengecekan dan monitoring debit air di wilayah hukumnya, khususnya di Sungai Telaga Silaba, Kamis (1/1/2025). Sungai tersebut merupakan aliran terusan dari wilayah Kabupaten Tabalong yang berpotensi memengaruhi kondisi perairan di Kecamatan Amuntai Selatan. Pengecekan dilakukan mulai pukul 10.30 WITA hingga selesai dengan lokasi pemantauan di Pintu Air Desa Harusan Telaga, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten HSU. Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan kondisi debit air tetap terpantau secara berkala, sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir yang dapat berdampak pada pemukiman dan infrastruktur warga. Berdasarkan hasil pemantauan petugas, debit air Sungai Telaga Silaba terpantau mengalami penurunan sekitar 1 sentimeter, dari sebelumnya berada di angka 5,98 menjadi 5,95. Meski mengalami penurunan, aparat kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat faktor cuaca yang masih berpotensi berubah. Pengecekan debit air tersebut dilaksanakan oleh personel Polsek Amuntai Selatan, yakni Aiptu Maryono, Brigadir Miftahul Munir, dan Bripda Yadi, dengan menggunakan sarana kendaraan dinas roda empat. Dalam menghadapi kondisi tersebut, Polsek Amuntai Selatan melakukan sejumlah langkah preventif, antara lain melaksanakan pemantauan serta pendataan terhadap jalan dan rumah warga yang berpotensi terdampak apabila terjadi kenaikan debit air. Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap bahaya banjir. Aparat kepolisian juga secara khusus mengingatkan para orang tua agar melarang anak-anak bermain di tepi sungai, guna menghindari risiko hanyut maupun tenggelam. Koordinasi dengan pemerintah desa terus dilakukan untuk memastikan penyampaian informasi terkait kondisi wilayah dapat berlangsung cepat dan akurat. Kapolsek Amuntai Selatan menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan monitoring dan pelaporan perkembangan situasi secara berkelanjutan demi menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (Agus)
HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Babirik, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan debit air di wilayah Kecamatan Babirik, Kabupaten HSU, menyusul tingginya intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Monitoring dilakukan pada Kamis (1/1/2026) mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai, dengan fokus pada sejumlah titik rawan genangan dan aliran sungai yang berpotensi meluap. Berdasarkan hasil pantauan di Pintu Air Desa Kalumpang Luar, ketinggian air terpantau mengalami kenaikan sekitar 10 sentimeter, dari sebelumnya 200 sentimeter menjadi 210 sentimeter. Kondisi ini menjadi perhatian aparat kepolisian untuk mengantisipasi dampak lanjutan. Sementara itu, di kawasan Sungai Durait Tengah, air dilaporkan menggenangi jalan sepanjang kurang lebih 2 meter dengan ketinggian sekitar 2 sentimeter. Sedangkan di Desa Sungai Luang Hilir, genangan air menutupi badan jalan sepanjang sekitar 5 meter dengan ketinggian mencapai 5 sentimeter. Meski demikian, hingga saat ini fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, dan kantor pemerintahan dilaporkan tidak terdampak banjir dan masih dapat berfungsi dengan normal. Dalam kegiatan monitoring tersebut, personel Polsek Babirik yang terlibat antara lain Aipda Novie F, Brigadir A. Ridhoni Abdi, S.H, dan Bripda M. Fadhil. Sebagai langkah preventif, Polsek Babirik aktif memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, khususnya warga yang bermukim di bantaran sungai. Aparat juga mengingatkan anak-anak untuk tidak bermain di sekitar sungai guna menghindari risiko kecelakaan. Selain itu, Polsek Babirik menjalin koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk mempercepat penyampaian informasi, pemasangan rambu daerah rawan banjir, serta kesiapsiagaan dalam penanggulangan apabila kondisi memburuk. Kapolsek Babirik menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan debit air, baik kenaikan maupun penurunan, sebagai dasar dalam memberikan rekomendasi serta langkah-langkah lanjutan demi menjaga keselamatan masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman, tertib, dan kondusif. (Agus)
Balangan, Bidik-kasusnews.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir menyusul naiknya debit air Sungai Balangan. Pemantauan intensif dilakukan pada Kamis (1/1/2026) sejak pukul 09.00 hingga 10.00 WITA di sejumlah titik wilayah hukum Polsek Banjang. Berdasarkan hasil monitoring di Pintu Air Desa Beringin, ketinggian air Sungai Balangan tercatat mencapai 1,90 meter, mengalami kenaikan sekitar 5 sentimeter dibandingkan hari sebelumnya dan telah memasuki batas siaga. Kapolsek Banjang melaporkan, kenaikan debit air tersebut berdampak pada sejumlah desa dan permukiman warga. Di wilayah Danau Terate, air dilaporkan masuk ke sekitar 50 rumah warga di RT 1 hingga RT 3, sementara jalan titian sepanjang kurang lebih 500 meter tergenang air setinggi 5 sentimeter. Sementara itu, di Lok Bangkai, air merendam teras dan badan rumah sebanyak 30 unit di RT 1 dan RT 8. Jalan desa di RT 08 juga tergenang dengan kedalaman bervariasi antara 5 hingga 10 sentimeter sepanjang kurang lebih 200 meter. Di wilayah Patarikan, banjir mulai masuk ke rumah dan teras warga sebanyak 90 unit di RT 1 hingga RT 4 dengan ketinggian air sekitar 2 sentimeter. Kondisi serupa terjadi di Pandulangan, di mana air menggenangi jalan desa setinggi 5 sentimeter dan masuk ke 57 rumah warga di RT 1 sampai RT 4. Genangan air juga dilaporkan terjadi di Murung Padang sebanyak 20 rumah, Beringin 15 rumah dan teras, Baruh Tabing 11 rumah, Teluk Serikat 7 rumah, Teluk Buluh 15 rumah, serta Karias Dalam yang merendam 4 rumah warga. Untuk fasilitas umum, hingga saat ini sekolah dan tempat ibadah dilaporkan aman. Namun, sejumlah ruas Jalan Jermani Husin terpantau tergenang air di beberapa titik dengan kedalaman antara 2 hingga 20 sentimeter, sehingga pengguna jalan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebagai langkah antisipasi, Polsek Banjang telah memberikan imbauan kepada warga yang tinggal di bantaran sungai agar selalu waspada terhadap potensi banjir bandang. Selain itu, koordinasi intensif dilakukan bersama pemerintah desa guna mempercepat penyampaian informasi dan penanganan wilayah terdampak. Polsek Banjang juga menyiapkan posko sementara tanggap darurat dengan berbagai perlengkapan pendukung seperti ban dalam sebagai pelampung, tali-temali, sepatu bot, jas hujan, serta obat-obatan untuk membantu warga apabila situasi memburuk. Pihak kepolisian mengingatkan bahwa curah hujan yang masih tinggi berpotensi kembali meningkatkan debit air Sungai Balangan dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada, dan segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama perayaan Hari Raya Natal dan puncak malam pergantian Tahun Baru 2026 terus diperkuat. Babinsa Koramil 410-05/TKP yang membawahi wilayah Kelurahan Palapa, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Serma Aswan, melaksanakan patroli jalan kaki secara intensif, Kamis malam (1/1/2026). Patroli yang dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai tersebut menyasar seluruh wilayah Kelurahan Palapa. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengamanan rutin yang ditingkatkan, khususnya pada momentum hari besar keagamaan dan nasional, di mana aktivitas masyarakat cenderung meningkat dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Serma Aswan menjelaskan, patroli tidak hanya bertujuan mencegah potensi gangguan Kamtibmas, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang merayakan Natal serta menyambut Tahun Baru bersama keluarga. “Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan situasi tetap kondusif dan warga dapat beraktivitas dengan tenang,” ujarnya. Dalam pelaksanaannya, patroli dilakukan secara sinergis bersama unsur masyarakat, yakni Kaling 2 serta anggota Linmas Kelurahan Palapa. Keterlibatan unsur kewilayahan ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya aparatur negara semata. Di sela kegiatan, Babinsa menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada peserta patroli dan warga yang ditemui. Di antaranya meningkatkan kewaspadaan selama bertugas, mengaktifkan patroli jalan kaki secara rutin di setiap sudut wilayah, serta menjaga kekompakan dan koordinasi yang berkelanjutan dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Patroli menyasar titik-titik strategis dan pusat aktivitas warga, seperti kawasan permukiman padat, tempat ibadah, serta lokasi yang berpotensi menjadi titik kumpul masyarakat saat malam tahun baru. Dari hasil pemantauan, seluruh wilayah terpantau aman, tertib, dan tidak ditemukan gangguan menonjol. Warga yang ditemui pun memberikan respons positif serta mengapresiasi kehadiran aparat dan Linmas yang aktif menjaga lingkungan. Kegiatan patroli berjalan lancar dan kondusif hingga selesai. Kolaborasi antara TNI dan masyarakat ini diharapkan terus terjaga sebagai fondasi utama dalam menciptakan keamanan wilayah, tidak hanya pada momen perayaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. “Kami berkomitmen untuk terus menjaga keamanan wilayah. Sinergi dan kebersamaan dengan masyarakat adalah kunci utama terciptanya lingkungan yang aman dan damai,” pungkas Serma Aswan. (Agus)
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk mengecek langsung pengamanan personel kepolisian terkait dengan perayaan malam Tahun Baru 2026. Sigit langsung turun ke Bundaran HI yang merupakan salah satu titik pusat perayaan Tahun Baru 2026 yang dihadiri banyak masyarakat, khususnya Jakarta dan sekitarnya. Di lokasi tersebut, diselenggarakan doa bersama lintas agama, panggung hiburan, dan rangkaian kegiatan lainnya. Personel kepolisian sudah dikerahkan untuk menjamin rasa aman dan nyaman dari warga yang hendak merayakan pergantian tahun. Sigit mengecek pos pengamanan yang ada di sekitar HI. Ia juga melakukan pemeriksaan langsung kepada seluruh personel yang bertugas melakukan pengamanan serta pelayanan terhadap masyarakat. Tak hanya memastikan keamanan, Sigit juga menyapa dan menyalami langsung masyarakat yang sedang menanti detik-detik pergantian tahun dari 2025 ke 2026. Kehadiran Kapolri turun langsung di tengah masyarakat merupakan wujud komitmen Polri yang humanis dan tak berjarak dengan seluruh lapisan elemen masyarakat. Kemudian, Sigit pun membagikan sejumlah goodie bag untuk masyarakat. Masyarakat antusias menyambut kehadiran dari Sigit di Bundaran HI. Mereka berebut bersalaman hingga foto bersama. Sebelumnya, Sigit melakukan monitoring kegiatan pergantian malam Tahun Baru 2026 se-Indonesia secara virtual di Polda Metro Jaya. Ia ingin memastikan masyarakat mendapatkan pengamanan dan pelayanan optimal sebagaimana instruksi dari Presiden Prabowo Subianto. “Sesuai arahan Bapak Presiden, beliau ingin memastikan rangkaian kegiatan pengamanan dan pelayanan untuk pergantian tahun terlaksana dengan baik,” kata Sigit di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/12/2025), malam. Sigit memaparkan, terkait pergantian tahun, ada beberapa kegiatan yang memang harus mendapatkan pengamanan dari kepolisian. Polri sejak awal berkomitmen menciptakan rasa aman dan memberikan pelayanan optimal untuk seluruh lapisan masyarakat. “Kemudian juga ada kegiatan ibadah di beberapa wilayah yang harus kita amankan pada saat acara pergantian akhir tahun. Di sisi lain juga ada kegiatan kunjungan ke tempat wisata termasuk pengumpulan masyarakat di beberapa wilayah terkait pelaksanaaan pergantian tahun, ini semua menjadi bagian kita jaga dan amankan,” ujar Sigit. Dari hasil monitoringnya, Sigit menegaskan, sebagian besar masyarakat mematuhi imbauan dari Pemda setempat soal tidak merayakan dengan kembang api. Menurut Sigit, di beberapa titik dilaksanakan dengan kegiatan doa bersama, sebagai wujud empati kepada masyarakat yang menjadi korban bencana alam di Sumatera. “Secara umum sebagian besar masyarakat mematuhi tidak melaksanakan kegiatan, khususnya Pemda terkait dengan penggunaan kembang api pada saat pergantian tahun. Dan banyak yang merayakan doa bersama. Tentunya ini bagian dari empati kita terhadap saudara kita yang ada di Sumatera,” tegas Sigit. (Yusuf)