Depok, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Korps Brimob Polri melalui Rumah Sakit Bhayangkara Brimob menggelar Bhakti Kesehatan Operasi Bibir Sumbing dan Palato bagi masyarakat. Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung di RS Bhayangkara Brimob, Kelapa Dua, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026). Sebanyak 20 pasien dari berbagai daerah mengikuti program operasi gratis setelah sebelumnya menjalani proses seleksi dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan berkualitas, khususnya bagi penderita bibir sumbing dan celah langit-langit (palato). Pelaksanaan bhakti kesehatan mendapat perhatian langsung dari Kepala Bidang Kesehatan dan Jasmani (Kabid Kesjas) Korbrimob Polri, Kombes Pol. Bambang Wiji Asmoro, yang bersama Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, AKBP Arinando Pratama, MARS, meninjau seluruh rangkaian kegiatan. Keduanya memastikan kesiapan ruang operasi, fasilitas kesehatan, tenaga medis, hingga pelayanan kepada pasien dan keluarga berjalan sesuai standar medis yang berlaku. Selain melakukan pengecekan teknis, mereka juga menyempatkan diri memberikan motivasi dan dukungan moral kepada keluarga pasien yang menunggu proses operasi. “Kegiatan ini bukan sekadar pelayanan kesehatan, tetapi juga bentuk pengabdian dan kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami berharap para pasien mendapatkan manfaat besar sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan penuh percaya diri,” ujar salah satu petugas kesehatan di lokasi kegiatan. Suasana haru dan penuh rasa syukur terlihat dari para keluarga pasien. Salah seorang orang tua peserta operasi mengaku sangat terbantu dengan program sosial yang diselenggarakan Korbrimob Polri tersebut. Menurutnya, biaya operasi bibir sumbing dan palato tidaklah sedikit sehingga program ini menjadi harapan besar bagi keluarga yang membutuhkan. Ia juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan sejak tahap pendaftaran hingga proses operasi yang dinilai profesional, ramah, dan humanis. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar, dimulai dari registrasi peserta, pemeriksaan kesehatan, persiapan tindakan medis, pelaksanaan operasi oleh tim dokter spesialis, hingga pemantauan kondisi pasien pascaoperasi. Proses operasi melibatkan tenaga medis berpengalaman yang terdiri dari dokter spesialis bedah plastik, dokter anestesi, perawat, serta tenaga kesehatan Rumah Sakit Bhayangkara Brimob. Seluruh tindakan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan. Melalui program Bhakti Kesehatan ini, Korbrimob Polri berharap dapat membantu meningkatkan kualitas hidup para pasien, memberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, serta membangun rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kegiatan Operasi Bibir Sumbing dan Palato ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang menegaskan komitmen Polri Presisi untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui aksi sosial dan pelayanan kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Agus)
JATENG-Pati-Bidik_Kasusnews.com – Komandan Kodim (Dandim) 0718/Pati Letkol Arm Timotius Yogi , M.Han., melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meninjau progres pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Kamis (18/06/2026). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai rencana, memenuhi standar kualitas, serta dapat diselesaikan tepat waktu sehingga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 11/Gembong Letda Czi Gatot Budianto, Pasilog Kodim 0718/Pati Letda Czi Lukman H., Konsultan proyek Bapak Sigit, Kepala Desa Pohgading Bapak Zubaidi Abdillah, serta anggota Koramil 11/Gembong. Dalam peninjauan tersebut, Dandim melihat kondisi riil di lapangan sekaligus menerima penjelasan dari pihak pelaksana mengenai perkembangan pekerjaan yang telah dicapai. Kunjungan ini juga menjadi sarana evaluasi guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Jembatan Garuda yang sedang dibangun memiliki peran penting sebagai akses penghubung antara Dukuh Sumur dan Dukuh Rambutan di Desa Pohgading. Keberadaan jembatan ini nantinya diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang berkualitas harus menjadi prioritas agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat. “Pembangunan Jembatan Garuda ini memiliki nilai strategis karena menjadi akses penghubung bagi warga. Oleh karena itu, pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik, memperhatikan kualitas, serta mengutamakan keselamatan kerja sehingga hasilnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Dandim. Selain melakukan pengawasan pembangunan, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan wilayah. Dengan terbangunnya Jembatan Garuda, diharapkan akses transportasi masyarakat menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung peningkatan aktivitas sosial maupun ekonomi warga di wilayah Desa Pohgading dan sekitarnya. (Kasnadi)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Srikandi DPC Jepara kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan melaksanakan kegiatan takziah ke rumah duka almarhumah Sunarti, ibunda dari Yogi, anggota aktif Squad Nusantara PAC Keling, pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 WIB tersebut dilaksanakan di Dukuh Krajan RT 03 RW 01, Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Kehadiran jajaran Srikandi DPC Jepara menjadi bentuk dukungan moril sekaligus ungkapan belasungkawa kepada keluarga yang tengah berduka. Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Bidang Sosial (Wakabidsos) Srikandi DPC Jepara, Dian Dwi Rahayanti, bersama sejumlah anggota. Dalam kesempatan itu, mereka turut mendoakan almarhumah agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Dian Dwi Rahayanti menyampaikan bahwa kegiatan takziah merupakan bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi dan menjaga rasa kebersamaan di antara anggota maupun keluarga besar organisasi. “Takziah ini merupakan bentuk empati dan kepedulian kami kepada keluarga yang sedang mengalami musibah. Semoga almarhumah diampuni segala khilafnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta keikhlasan,” ujarnya. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan terasa selama kegiatan berlangsung. Selain menyampaikan doa dan belasungkawa, para anggota Srikandi juga memberikan dukungan moral kepada keluarga agar tetap tegar menghadapi cobaan. Melalui kegiatan sosial seperti ini, Srikandi DPC Jepara terus berkomitmen menumbuhkan semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan di tengah masyarakat. Takziah yang dilakukan tidak hanya menjadi sarana untuk berbagi duka, tetapi juga memperkuat hubungan persaudaraan antaranggota dan keluarga besar Squad Nusantara di Kabupaten Jepara.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Program pembinaan kemandirian yang dijalankan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali memberikan hasil positif. Tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian yang mendukung ketahanan pangan, program tersebut juga memberikan manfaat langsung kepada warga binaan melalui pemberian premi atas hasil kerja mereka. Premi diberikan kepada warga binaan yang aktif mengikuti kegiatan perkebunan dan pertanian di area pembinaan Rutan Jepara. Selama ini, mereka berperan dalam mengelola lahan pertanian mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, hingga panen berbagai jenis tanaman produktif yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan. Program pembinaan pertanian dan ketahanan pangan di berbagai lapas dan rutan memang terus dikembangkan sebagai sarana membangun keterampilan kerja sekaligus meningkatkan produktivitas warga binaan. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, Rutan Jepara menyerahkan premi hasil kerja kepada warga binaan yang terlibat. Pemberian premi ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kerja, rasa tanggung jawab, serta motivasi untuk terus mengikuti kegiatan pembinaan secara konsisten. Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Jepara, Benny Apridona, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong warga binaan agar terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki. “Melalui premi ini kami ingin menunjukkan bahwa setiap usaha dan kerja keras memiliki nilai. Kami berharap warga binaan semakin termotivasi untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mandiri saat kembali ke masyarakat,” ujarnya. Selain memberikan pengalaman kerja, program pembinaan berbasis pertanian juga menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi warga binaan. Mereka dibekali keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha maupun sumber penghidupan setelah menyelesaikan masa pidana. Sejumlah rutan di Indonesia telah menerapkan pola pembinaan serupa untuk meningkatkan kemandirian dan keterampilan. Rutan Jepara menilai bahwa keberhasilan program pembinaan tidak hanya diukur dari hasil panen yang diperoleh, tetapi juga dari perubahan sikap, peningkatan keterampilan, serta tumbuhnya kepercayaan diri warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Melalui langkah ini, Rutan Jepara terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada pembentukan sumber daya manusia yang siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Suasana berbeda tampak di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara pada Jumat (19/6/2026). Melalui program rutin Jumat Sehat, warga binaan tidak hanya mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga diajak aktif menjaga kebersihan lingkungan hunian sebagai bagian dari pembinaan karakter dan pola hidup sehat. Kegiatan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis Rutan. Warga binaan diberikan kesempatan untuk berkonsultasi terkait kondisi kesehatan yang mereka alami sekaligus memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah berbagai penyakit. Setelah layanan kesehatan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan blok dan kamar hunian. Dengan penuh semangat, warga binaan bersama petugas membersihkan lantai, merapikan perlengkapan pribadi, hingga memastikan setiap sudut kamar tetap bersih dan nyaman ditempati. Tidak berhenti di situ, perlengkapan tidur seperti kasur, bantal, dan guling turut dijemur di bawah sinar matahari. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk menjaga kebersihan, mengurangi kelembapan, serta meminimalkan risiko munculnya gangguan kesehatan akibat lingkungan yang kurang higienis. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Jepara, Bachtiar Oktaffiandi, mengatakan bahwa program Jumat Sehat menjadi salah satu upaya membangun budaya hidup bersih di kalangan warga binaan. “Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih akan mendukung kondisi fisik dan mental yang lebih baik bagi warga binaan,” ujarnya. Program serupa juga menjadi bagian dari pendekatan pembinaan pemasyarakatan yang menekankan aspek kesehatan dan kebersihan lingkungan sebagai faktor penting dalam menciptakan hunian yang aman dan kondusif. Dengan pelaksanaan Jumat Sehat secara rutin, Rutan Jepara berharap warga binaan dapat membiasakan pola hidup sehat yang nantinya tetap diterapkan saat kembali ke tengah masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Rutan Jepara dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang humanis, berorientasi pada kesehatan, dan mendukung kualitas hidup warga binaan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
Cirebon, Bidik-kasusnews.com — Sejumlah warga dan pedagang yang menggunakan kios, lapak, dan tempat usaha di wilayah Desa Kondangsari, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, menyampaikan aspirasi terkait rencana penertiban dan pembongkaran oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cirebon. Rencana tersebut didasarkan pada Surat Pemberitahuan Satpol PP Kabupaten Cirebon Nomor: 300/12/Satpol PP tanggal 12 Juni 2026, yang menyebut adanya bangunan pada atau di atas Ruang Milik Jalan/Rumija di wilayah Jalan Jenderal Sudirman, Desa Kondangsari. Warga terdampak menyatakan bahwa mereka tidak menolak penataan wilayah dan tidak bermaksud menghalangi tugas pemerintah. Namun, warga berharap setiap tindakan penertiban dilakukan berdasarkan dasar hukum yang jelas, batas objek yang terukur, hasil pengukuran resmi, prosedur yang transparan, serta memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Sebagian warga telah lama menggantungkan penghidupan dari kios dan lapak tersebut. Dari tempat sederhana itulah mereka mencari nafkah, memenuhi kebutuhan keluarga, membiayai sekolah anak, dan mempertahankan kehidupan sehari-hari. Pada tanggal 18 Juni 2026, warga dan pedagang terdampak telah mengadakan pertemuan di Balai Desa Kondangsari untuk menghimpun aspirasi dan sikap bersama. Pertemuan tersebut merupakan forum internal warga karena belum terdapat perwakilan Pemerintah Desa Kondangsari yang hadir dan menandatangani berita acara pertemuan. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, antara lain kejelasan batas Rumija, hasil pengukuran resmi terhadap masing-masing kios dan lapak, dasar kewenangan serta koordinasi dengan penyelenggara jalan nasional, dan alasan hanya 16 nama yang dicantumkan dalam surat pemberitahuan, sementara di lokasi masih terdapat kios dan lapak lain. Kuasa Hukum warga, Patar Simatupang, S.E., S.H., menyampaikan bahwa langkah warga bukanlah bentuk perlawanan terhadap pemerintah. “Kami tidak menolak penataan dan tidak bermaksud menghalangi tugas Satpol PP. Warga hanya meminta agar sebelum pembongkaran dilakukan, terlebih dahulu ditunjukkan dasar hukum, batas objek, hasil pengukuran resmi, dokumen teknis Rumija, serta koordinasi dengan penyelenggara jalan nasional. Warga juga meminta ruang audiensi dan peninjauan lapangan bersama,” ujar Patar. Warga berharap pelaksanaan penertiban dapat ditunda sementara sampai terdapat kejelasan secara tertulis, pendataan yang menyeluruh, peninjauan lapangan bersama, dan pembahasan solusi yang patut serta manusiawi. Persoalan ini bukan hanya mengenai kios dan lapak. Di balik setiap tempat usaha terdapat keluarga yang menggantungkan kebutuhan hidupnya. Penataan tetap perlu dilakukan, tetapi masyarakat berharap prosesnya tidak hanya mengedepankan ketertiban, melainkan juga keadilan, keterbukaan, dan rasa kemanusiaan. Warga Kondangsari berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon, Satpol PP, Pemerintah Kecamatan Beber, Pemerintah Desa Kondangsari, serta instansi pengelola jalan nasional dapat duduk bersama untuk mencari penyelesaian yang adil dan tidak merugikan masyarakat kecil. Negara harus hadir bukan hanya ketika melakukan penertiban, tetapi juga ketika masyarakat kecil membutuhkan perlindungan, penjelasan, dan jalan keluar. (Amin)
Bidik-kasusnews.com JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mencari cara kreatif untuk menyampaikan pesan antikorupsi kepada masyarakat. Kali ini, lembaga antirasuah tersebut memilih panggung seni sebagai media edukasi melalui drama musikal berjudul “SIDIK” yang akan dipentaskan pada 4–6 Desember 2026 mendatang. Pementasan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2026 dan diharapkan mampu menjangkau kalangan yang selama ini belum tersentuh metode sosialisasi konvensional, khususnya generasi muda serta pecinta seni pertunjukan. Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan proyek tersebut merupakan hasil perencanaan panjang yang telah dipersiapkan sejak 2024. Menurutnya, pendekatan budaya populer dinilai lebih efektif dalam menanamkan nilai integritas kepada masyarakat. “Drama musikal menjadi sarana yang dekat dengan publik dan mampu menyampaikan pesan antikorupsi secara lebih ringan namun tetap bermakna,” ujar Amir dalam media briefing di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (18/6). Dalam penggarapannya, KPK bekerja sama dengan Da Lopez Entertainment yang digawangi kreator konten Jovial dan Andovi da Lopez. Keduanya dikenal melalui sejumlah karya musikal bertema sosial dan politik yang mendapat respons positif dari publik. Musikal “SIDIK” mengisahkan kehidupan seorang penyidik KPK bernama Sidik. Cerita tidak hanya menyoroti proses pengungkapan kasus korupsi, tetapi juga sisi kemanusiaan para penegak hukum yang kerap luput dari perhatian masyarakat. Andovi da Lopez menjelaskan bahwa naskah pertunjukan dikembangkan berdasarkan riset mendalam dan wawancara dengan penyidik KPK. Namun, cerita yang disajikan tidak mengangkat perkara yang sedang berjalan guna menjaga objektivitas dan tidak mengganggu proses hukum. “Kami ingin menjawab rasa penasaran publik tentang bagaimana kehidupan seorang penyidik KPK, baik saat menjalankan tugas maupun dalam kehidupan pribadinya,” kata Andovi. Selain menonjolkan nilai edukasi, KPK juga menegaskan bahwa pengelolaan anggaran proyek tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel. Dana negara hanya digunakan untuk pementasan non-komersial yang ditujukan bagi penyuluh antikorupsi, kalangan pendidikan, dan mitra strategis KPK. Sementara itu, pertunjukan untuk masyarakat umum akan dikelola secara mandiri oleh Da Lopez Entertainment melalui sistem penjualan tiket, sehingga tidak membebani anggaran negara. Jovial da Lopez menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama antara institusi negara dan pekerja seni merupakan langkah yang masih jarang terjadi di Indonesia. “Melalui pertunjukan ini, kami ingin menunjukkan bahwa profesi penegak hukum adalah pekerjaan yang mulia dan membutuhkan integritas yang kuat,” ujarnya. KPK berharap drama musikal “SIDIK” tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga inspirasi bagi sekolah, komunitas seni, dan sanggar teater di berbagai daerah untuk mengembangkan karya serupa. Dengan demikian, pesan kejujuran dan integritas dapat terus tumbuh melalui jalur pendidikan dan kebudayaan. Melalui pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan masyarakat, KPK optimistis kampanye antikorupsi dapat menjangkau audiens yang lebih luas sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab bersama.(Wely) Sumber:Juru Bicara KPK Budi Prasetyo
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap akses permodalan usaha terus dilakukan jajaran Polsek Banjang. Pada Jumat (19/6/2026), personel Polsek Banjang melaksanakan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan tabel rafaksi kepada warga serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.30 WITA tersebut dipimpin oleh AIPTU Noryadi selaku Kepala Jaga bersama BRIGADIR Fahmi Rachman dan BRIPDA M. Alfito Gusna. Sosialisasi dilakukan secara langsung kepada masyarakat dengan membagikan brosur serta memberikan penjelasan mengenai program pembiayaan usaha yang disediakan pemerintah melalui skema KUR. Dalam kegiatan tersebut, petugas menjelaskan berbagai informasi penting terkait persyaratan pengajuan Kredit Usaha Rakyat, mekanisme pinjaman, besaran angsuran, hingga tabel rafaksi yang dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam merencanakan kebutuhan modal usaha secara tepat dan bertanggung jawab. Kapolsek Banjang melalui petugas pelaksana menyampaikan bahwa program KUR merupakan salah satu solusi pembiayaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif dengan bunga yang relatif ringan dan proses yang sesuai ketentuan perbankan. Selain memberikan pemahaman mengenai akses pembiayaan, sosialisasi ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan fasilitas kredit serta menghindari praktik pinjaman ilegal yang berpotensi merugikan. “Kami berharap masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dapat memahami manfaat KUR dan memanfaatkannya untuk mendukung pengembangan usaha sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan perekonomian daerah,” ujar petugas saat kegiatan berlangsung. Dari hasil sosialisasi, diketahui masih terdapat sebagian warga yang memerlukan pendampingan terkait kelengkapan administrasi dan tata cara pengajuan KUR. Oleh karena itu, Polsek Banjang berkomitmen untuk terus melaksanakan sosialisasi secara bertahap kepada masyarakat di seluruh wilayah hukumnya. Ke depan, koordinasi dengan pihak perbankan juga akan terus ditingkatkan guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat serta pelayanan yang optimal dalam mengakses program pembiayaan usaha. Melalui kegiatan ini, Polsek Banjang tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut mendukung pemberdayaan ekonomi warga melalui edukasi dan pendampingan terhadap program-program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (Agus)
Bidik-kasusnews.com JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menghadirkan kampanye antikorupsi yang lebih kreatif, segar, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui Webinar Pariwara Antikorupsi 2026 seri pertama yang mengangkat tema “Unboxing the Message: Strategi Menemukan Angle Kampanye Antikorupsi yang Unik”. Kegiatan yang digelar secara daring pada Kamis (18/6) itu diikuti berbagai peserta dari instansi pemerintah dan kalangan kreatif. Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menegaskan bahwa gerakan antikorupsi tidak dapat dijalankan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan sinergi berbagai elemen untuk membangun kesadaran publik dan memperkuat budaya integritas di seluruh daerah. “Keterlibatan seluruh pihak sangat kami harapkan. Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan merasakan manfaatnya melalui kualitas pelayanan publik yang semakin baik,” kata Amir. Dalam webinar tersebut, KPK juga menekankan pentingnya memanfaatkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) sebagai dasar penyusunan strategi kampanye. Data SPI dinilai mampu memberikan gambaran mengenai kondisi integritas di setiap lembaga sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam menentukan tema kampanye. Koordinator Program SPI KPK, Timotius Hendrik Partohap, menjelaskan bahwa hasil survei tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai isu yang perlu mendapatkan perhatian publik. Menurut Timotius, masih banyak ruang perbaikan yang dapat dilakukan oleh instansi pemerintah. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang untuk menghadirkan berbagai materi edukasi yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. Selain menghadirkan narasumber dari KPK, webinar ini juga melibatkan praktisi industri kreatif. Corporate Communication Director Future Creative Network, Alya Namira, mengungkapkan bahwa pesan antikorupsi sering kali dianggap kurang menarik karena dikemas dengan pendekatan yang terlalu formal dan tidak sesuai dengan karakter audiens. Ia menilai kampanye yang efektif harus mampu memahami kebutuhan, kebiasaan, dan cara berpikir masyarakat yang menjadi target sasaran. Dengan demikian, pesan yang disampaikan tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku. “Jika insight, tension, dan audiens tidak dipahami, maka kampanye tersebut hanyalah tagline kosong,” ujar Alya. KPK berharap melalui rangkaian Webinar Pariwara Antikorupsi 2026, peserta dapat menghasilkan berbagai karya komunikasi publik yang inovatif dan inspiratif. Kampanye yang kreatif dinilai penting untuk memperluas jangkauan pesan antikorupsi sekaligus menanamkan nilai-nilai integritas di tengah masyarakat. Rangkaian pembekalan akan berlanjut pada 25 Juni 2026 dengan materi pengembangan ide kreatif, teknik storytelling, serta produksi desain visual. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju penilaian Pariwara Antikorupsi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.(Wely) Sumber:Juru Bicara KPK Budi Prasetyo
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Halaman Makodim 0410/Kota Bandar Lampung dipenuhi antusiasme warga saat jajaran TNI menggelar nonton bersama (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 Grup A antara Republik Ceko dan Afrika Selatan, Kamis malam (18/6/2026). Kegiatan yang dihadiri para Babinsa dan sekitar 125 warga tersebut berlangsung meriah sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Sejak pertandingan dimulai, suasana kebersamaan begitu terasa. Warga dari berbagai kalangan tampak berbaur dengan para Babinsa menyaksikan laga yang berlangsung sengit melalui layar besar yang disiapkan di area terbuka Makodim. Komandan Kodim 0410/KBL menyampaikan bahwa kegiatan nobar tidak hanya bertujuan memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan silaturahmi antara aparat teritorial dengan warga binaan. “Kegiatan ini menjadi wadah kebersamaan sekaligus mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Kami ingin menghadirkan ruang yang aman, nyaman, dan penuh keakraban bagi seluruh warga,” ujarnya. Jalannya pertandingan pun mampu menyedot perhatian penonton. Republik Ceko membuka keunggulan lebih dulu pada menit keenam melalui gol Michal Sadilek. Gol tersebut membuat suasana nobar semakin hidup dengan sorak-sorai para penonton yang menikmati setiap momen pertandingan. Memasuki babak kedua, laga berlangsung semakin menarik. Sejumlah peluang tercipta dari kedua tim, sementara warga dan Babinsa tampak aktif berdiskusi mengenai strategi permainan yang diperagakan para pemain di lapangan. Afrika Selatan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-83 melalui tendangan penalti yang dieksekusi Teboho Mokoena setelah wasit memberikan hukuman penalti akibat handball di area terlarang. Gol tersebut disambut riuh tepuk tangan dan sorakan para penonton yang larut dalam atmosfer pertandingan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan. Meski tidak ada pemenang dalam laga tersebut, suasana keakraban yang tercipta selama kegiatan menjadi nilai utama yang dirasakan seluruh peserta. Salah seorang warga yang hadir mengaku senang dapat menikmati pertandingan bersama Babinsa dan masyarakat lainnya. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu mempererat hubungan sosial sekaligus menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Usai pertandingan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah sambil menikmati kopi dan makanan ringan yang disediakan oleh Kodim 0410/KBL. Momen tersebut dimanfaatkan warga dan anggota TNI untuk berbincang santai serta memperkuat komunikasi yang selama ini telah terjalin dengan baik. Kodim 0410/Kota Bandar Lampung berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada berbagai kesempatan sebagai sarana memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut, semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat nyata, menunjukkan bahwa hubungan yang harmonis menjadi salah satu modal penting dalam menjaga persatuan dan ketahanan sosial di tengah masyarakat. (Agus)