Magelang | Bidik-kasusnews.com – Gerakan Pemuda Ka’bah ( GPK ) Aliansi Tepi Barat mengadakan audiensi dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Magelang pada ( 14/1/2026 )pukul 10:00WIB di ruang rapat Gedung DPRD Kabupaten Magelang, guna menyampaikan aspirasi terkait dengan nasib para guru Pendidikan Agama Islam ( PAI ) baik itu guru SD, SMP,SMA/SMK tentang kejelasan status pembinaan,dan ketimpangan kesejahteraan. Dalam audiensi tersebut dihadiri oleh perwakilan komisi IV DPRD Kabupaten Magelang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud ) Kabupaten Magelang, Kementerian Agama ( Kemenag ) Kabupaten Magelang, Pewakilan Guru PAI dan asosiasi guru. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang Gunawan, menyampaikan bahwa, “Ini merupakan tindak lanjut dari audiensi pertama, kalau yang kemarin disampaikan secara lisan, hari ini sudah menyertakan bukti bukti sebagai bahan tindak lanjut, dan dari lembaga DPR komisi IV yang diberikan tugas oleh pimpinan untuk menindak lanjuti dan menjadi bahan yang sangat bagus”, terangnya. Ia menyampaikan harapan, sama dengan harapan apa yang disampaikan dengan teman teman GPK, kalau hukum ini harus ada kepastian hukum yang berkeadilan. Dirinya juga menyampaikan bahwa pihak DPRD Kabupaten Magelang Komisi IV sudah melakukan pengawasan, namun masih banyak hal yang kurang dari pengawasan kami, tentu pengawasan dari masyarakat sangat kita butuhkan untuk kita sering bersama, dan membuka selebar lebarnya bagi masyarakat dan para guru untuk menyampaikan masukan, kritik dan rekomendasi kebijakan. Di samping itu juga Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang menjelaskan bahwa semua problematika akan kita inventarisasi, kita tindak lanjuti dan kita carikan solusi terbaik”,ungkapnya. Sementara itu Pujiyanto alias Yanto Pethuk, selaku Komandan Gerakan Pemuda Ka’bah ( GPK ) Aliansi Tepi Barat saat dikonfirmasi awak media menyampaikan, “Kami sangat mengapresiasi kepada Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang yang mampu atau bisa menerima aspirasi dari kami, pada dasarnya aspirasi dari kami tidak luput dari segala sesuatu dari regulasi dinas pendidikan atau suwa kelola di dinas pendidikan, dan jangan sampai ada sebuah ketimpangan, karena nasib para guru ini memang harus di perjuangkan, karena dari guru inilah salah satu yang mencerdaskan anak bangsa.Dengan rangkaian problematika dan rangkaian peristiwa ini, kami akan mengawal terus sampai tuntas”, tegas Yanto. Ia juga menambahkan bahwa akan dilakukan audiensi lagi untuk mengundang kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Magelang, Kemenag Kabupaten Magelang, juga Eksekutif dan Legislatif, agar ada sinkronisasi antara Legislatif dan Eksekutif. Pujiyanto berharap, agar di dunia pendidikan jangan sampai ada ketimpangan ketimpangan yang dilakukan oleh kebijakan pejabat yang tidak sesuai dengan regulasi atau kebijakan yang tidak sesuai dengan aturan dari perundang undangan”,pungkasnya. (Yusuf)

BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Dedikasi dan kesiapsiagaan aparat teritorial kembali ditunjukkan Babinsa Kelurahan Waylaga, Koramil 410-01/Panjang. Serka Arfai bergerak cepat menangani kecelakaan tunggal sebuah truk bermuatan bungkil yang mengalami rem blong dan terperosok ke parit jalan raya pada Rabu pagi (14/1/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.28 WIB di ruas Jalan Ir. Sutami menuju Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di RT 14 Kelurahan Waylaga, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung. Informasi awal diterima Serka Arfai dari warga sekitar yang melaporkan adanya kendaraan terjun ke parit jalan raya. Tanpa menunda waktu, Babinsa yang dikenal aktif dan responsif di wilayah binaannya itu langsung menuju lokasi dengan membawa perlengkapan pertolongan pertama. Setibanya di tempat kejadian, ia mendapati sebuah truk Hino 500 berwarna hijau bernomor polisi BE 8591 HW berada dalam posisi miring di dalam parit dengan kedalaman cukup berbahaya. Truk tersebut dikemudikan Marsono (28), warga Desa Muara Kumpeh, Kecamatan Kumpeh Ulu, Provinsi Jambi. Berdasarkan keterangan di lokasi, kendaraan mengalami gangguan pada sistem pengereman sehingga tidak dapat dikendalikan dan akhirnya terperosok ke parit di sisi jalan. Serka Arfai segera melakukan pemeriksaan awal terhadap korban. Ia menemukan sopir masih dalam kondisi sadar, namun mengalami luka cukup serius di bagian kepala akibat benturan. Dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan di lokasi yang licin dan sempit, Babinsa tersebut langsung memberikan pertolongan pertama untuk menghentikan perdarahan. Selain penanganan medis awal, Serka Arfai juga memberikan pendampingan psikologis kepada korban agar tetap tenang dan tidak panik. Ia turut mengatur warga yang berdatangan agar tidak mengganggu proses evakuasi serta mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas. Pada saat yang sama, ia meminta bantuan warga untuk menghubungi petugas kesehatan dan pihak kepolisian. Tak berselang lama, tim medis dari Puskesmas Panjang tiba di lokasi. Serka Arfai berkoordinasi dengan petugas kesehatan dalam proses evakuasi korban ke ambulans, sekaligus menyampaikan kronologi kejadian dan kondisi terakhir korban. Selanjutnya, korban dirujuk ke Rumah Sakit Lmaumel untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Tidak hanya fokus pada korban, Babinsa Waylaga juga berperan aktif dalam pengamanan dan penanganan kendaraan yang terperosok. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada Koramil 410-01/Panjang serta berkoordinasi dengan pihak terkait. Petugas dari Satlantas Polresta Bandar Lampung dan Polsek Sukarame kemudian tiba untuk melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut. Proses evakuasi truk dilakukan dengan hati-hati menggunakan alat berat. Selama proses berlangsung, Serka Arfai tetap berada di lokasi guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif hingga kendaraan berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak kepolisian. Aksi cepat dan kepedulian Serka Arfai ini menjadi gambaran nyata peran Babinsa sebagai garda terdepan di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga sebagai penolong pertama dalam situasi darurat. Dedikasi tersebut mendapat apresiasi dari warga sekitar yang merasa terbantu dengan kehadiran aparat di saat genting. (Agus)

JAKARTA | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pangdam XII/Tanjungpura, Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Danpuspenerbad), dan Kepala Dinas Sejarah Angkatan Darat (Kadisjarahad) yang digelar di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Rabu (14/1/2026). Jabatan Pangdam XII/Tanjungpura diserahterimakan dari Mayjen TNI Jamallulael, S.Sos., M.Si., kepada Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si. Sementara itu, jabatan Danpuspenerbad diserahterimakan dari Mayjen TNI Zainuddin kepada Brigjen TNI Mochamad Masrukin, M.Han., serta jabatan Kadisjarahad dari Brigjen TNI Veri Sudijianto Sudin, S.I.P., M.Si., kepada Brigjen TNI Teddy Arifiyanto Setimiharja, S.I.P., M.M., M.Han. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam amanat tertulis yang dibacakan Wakasad menegaskan bahwa serah terima jabatan di lingkungan TNI AD bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan peningkatan kinerja satuan. Kasad juga menekankan bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan, melainkan kemampuan untuk memberi arah, membentuk karakter satuan, serta menghadirkan solusi atas setiap tantangan yang dihadapi. Pergantian kepemimpinan diharapkan mampu menghadirkan semangat dan perspektif baru dalam menjawab dinamika tugas TNI AD yang semakin kompleks. “Di tengah perkembangan lingkungan strategis dan meningkatnya tuntutan masyarakat, setiap pemimpin dituntut untuk mampu bergerak cepat, berpikir adaptif, dan bertindak tepat,” kutip Wakasad. Kasad juga memberikan penekanan kepada para pejabat baru agar segera beradaptasi dengan lingkungan tugas masing-masing serta menghadirkan inovasi yang solutif dan aplikatif. Kepemimpinan yang dibangun diharapkan tetap berpegang pada prinsip, tegas dalam pelaksanaan tugas, serta bijak dalam pembinaan personel. Selain itu, para pejabat diminta untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan operasional satuan melalui latihan yang intensif dan realistis, serta mengelola potensi sumber daya secara optimal dengan membangun sistem kerja yang adaptif dan memanfaatkan teknologi secara tepat guna. Melalui estafet kepemimpinan ini, Kasad berharap seluruh satuan dapat terus meningkatkan profesionalisme, soliditas, dan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi kepentingan bangsa dan negara. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Kreativitas tak mengenal batas ruang. Hal inilah yang tergambar dari kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara yang terus mengasah keterampilan ukiran kayu dan pembuatan meubel khas Jepara. Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan dibekali keahlian mengukir dan memproduksi meubel secara bertahap dan berkelanjutan. Dari mengolah bahan kayu mentah, memahat motif ukiran, hingga menyempurnakan hasil karya dengan sentuhan akhir, seluruh proses dikerjakan dengan penuh ketelitian dan kesabaran. Kepala Rutan Jepara Renza Maisetyo menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan bagian dari upaya membangun karakter dan kemandirian warga binaan. Tidak hanya keterampilan teknis yang diasah, tetapi juga sikap disiplin, tanggung jawab, serta semangat kerja keras sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah bebas. “Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi jalan bagi warga binaan untuk mandiri secara ekonomi dan kembali ke masyarakat dengan percaya diri,” ujarnya. Hasil karya ukiran dan meubel yang dihasilkan pun memiliki nilai seni dan ekonomi yang tinggi. Berbagai produk seperti kursi, meja, lemari, hingga ornamen ukiran menunjukkan kualitas yang mampu bersaing dan mencerminkan identitas Jepara sebagai kota ukir. Salah satu warga binaan mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan makna baru dalam menjalani masa pembinaan. Selain mengisi waktu secara produktif, keterampilan yang diperoleh menumbuhkan harapan untuk membangun masa depan yang lebih baik.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Jepara memfasilitasi kegiatan pembinaan rohani bagi warga binaan perempuan bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara. Kegiatan ini diikuti oleh empat orang warga binaan perempuan serta turut dihadiri oleh para pemagang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Pembinaan rohani dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin difasilitasi oleh Rutan Jepara guna meningkatkan kualitas mental dan spiritual warga binaan. Meski diikuti oleh jumlah peserta yang terbatas, kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Yasin secara bersama-sama, dilanjutkan dengan lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Suasana religius terasa kuat, mencerminkan kesungguhan Rutan Jepara dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang positif dan humanis. Pada sesi berikutnya, penyuluh agama dari Kemenag Kabupaten Jepara menyampaikan ceramah keagamaan mengenai keutamaan bulan Rajab. Dalam ceramah tersebut disampaikan bahwa bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam dan menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, serta memperbaiki diri. Pihak Rutan Jepara menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ketenangan batin, menumbuhkan kesadaran spiritual, serta memotivasi warga binaan perempuan untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan. Kehadiran pemagang dari Kemenaker juga diharapkan dapat menambah wawasan dan pengalaman langsung terkait pembinaan kepribadian di lingkungan pemasyarakatan. Rutan Jepara berkomitmen untuk terus menjalin sinergi dengan berbagai instansi dalam rangka mewujudkan pembinaan warga binaan yang menyeluruh, baik dari sisi mental, spiritual, maupun sosial.(Wely) Sumber:humas Rutan jepara

HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polres Hulu Sungai Utara (HSU) mengikuti kegiatan zoom meeting terkait pengenalan dan penggunaan Aplikasi NEW EMP yang digelar oleh Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Bareskrim Polri, Rabu (14/1/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 11.45 WITA tersebut dilaksanakan di Ruang Rupatama II Polres HSU. Zoom meeting dipimpin langsung oleh Kapusiknas Bareskrim Polri, Brigjen Pol M. Samsu Arifin, S.IK., M.H., dan diikuti oleh jajaran pejabat utama Pusiknas Bareskrim Polri. Turut hadir secara virtual para Direktur Reserse Kriminal Umum, Kriminal Khusus, dan Reserse Narkoba dari Polda Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Barat, serta para Kasat Reskrim dan Kasatresnarkoba Polres jajaran. Sementara itu, dari Polres HSU kegiatan dihadiri oleh KBO Satreskrim Ipda Parmanto, S.H., KBO Satresnarkoba Ipda Alamsyah, S.H., para operator, serta perwakilan penyidik pembantu dari Satreskrim, Satresnarkoba, dan Polsek jajaran. Dalam pemaparannya, Kapusiknas Bareskrim Polri menjelaskan secara komprehensif mengenai fungsi dan manfaat Aplikasi NEW EMP sebagai sistem pendukung penegakan hukum berbasis digital. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan teknis penggunaan aplikasi tersebut guna memastikan seluruh peserta memahami mekanisme operasionalnya. Dijelaskan pula bahwa implementasi Aplikasi NEW EMP akan melalui tahapan uji coba. Tahap ini bertujuan untuk menghimpun berbagai kendala serta masukan dari pengguna di lapangan, yang selanjutnya akan dijadikan bahan evaluasi dan pengembangan sistem oleh Pusiknas Bareskrim Polri. Melalui kegiatan ini, Polres HSU berkomitmen mendukung transformasi digital Polri guna meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam penanganan perkara, sejalan dengan semangat Polri yang presisi dan modern. (Agus)

Cirebon | Bidik-kasusnews.com — Buruknya kondisi jalan provinsi kembali memakan korban. Seorang pengendara sepeda motor terjatuh hingga kendaraannya terbakar setelah menghantam lubang jalan di Jalan Jenderal Sudirman, ruas Gronggong–Lapangan Bola Kondangsari, Desa Kondangsari, Kabupaten Cirebon, Selasa malam (13/1/2026) Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.17 WIB, tepat di samping Radian Hotel. Berdasarkan keterangan warga sekitar, ban depan sepeda motor masuk ke lubang cukup dalam yang telah lama dikeluhkan pengguna jalan. Pengendara pun kehilangan kendali dan terjatuh keras ke aspal. Benturan menyebabkan percikan api pada bagian mesin. Dalam kondisi mesin panas serta tidak tersedianya air maupun alat pemadam di sekitar lokasi, api dengan cepat membesar hingga membakar sepeda motor tersebut. Insiden ini sempat membuat arus lalu lintas terganggu dan memicu kepanikan pengguna jalan lain. Jalan Provinsi, Tanggung Jawab Penuh Dinas Bina Marga Jabar Perlu ditegaskan, Jalan Jenderal Sudirman Gronggong–Kondangsari merupakan jalan provinsi, sehingga kewenangan dan tanggung jawab pemeliharaan sepenuhnya berada di tangan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Kondisi jalan berlubang yang dibiarkan dalam waktu lama, tanpa perbaikan memadai, tanpa rambu peringatan, serta tanpa pengamanan sementara, dinilai sebagai bentuk kelalaian penyelenggara jalan yang berpotensi membahayakan keselamatan publik. Secara regulasi, kewajiban tersebut telah diatur secara jelas, antara lain: Pasal 24 ayat (1) UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, yang mewajibkan penyelenggara jalan segera memperbaiki kerusakan yang membahayakan pengguna. Pasal 273 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang membuka ruang pertanggungjawaban pidana dan/atau perdata jika kerusakan jalan menyebabkan kecelakaan. PP Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan, yang mengamanatkan pemeliharaan rutin dan penanganan cepat terhadap jalan rusak. Dengan adanya kecelakaan disertai kebakaran kendaraan, publik menilai sulit bagi pihak terkait untuk menghindari tanggung jawab moral maupun administratif. Desakan Publik: Jangan Tunggu Korban Berikutnya Pasca kejadian tersebut, masyarakat dan pengguna jalan mendesak langkah konkret dan terukur dari Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, antara lain: Perbaikan permanen dan menyeluruh pada ruas Jalan Jenderal Sudirman Gronggong–Kondangsari, bukan sekadar tambal sulam. Pemasangan rambu peringatan serta pengamanan darurat selama proses perbaikan. Pertanggungjawaban atas kerugian korban, baik secara materiil maupun risiko keselamatan jiwa. Audit anggaran dan evaluasi kinerja pemeliharaan jalan provinsi, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Jika pembiaran terhadap jalan rusak terus terjadi, maka keselamatan masyarakat dipertaruhkan. Infrastruktur jalan bukan semata urusan teknis, melainkan menyangkut hak dasar warga atas rasa aman. Jalan rusak bukan angka statistik. Ia bisa berujung luka, api, bahkan nyawa. Negara tidak boleh kalah oleh lubang jalan. (Amin)

HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) sejak dini, Polsek Banjang jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan patroli serta pengaturan lalu lintas di sejumlah titik strategis, Rabu (14/1/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 Wita tersebut difokuskan pada kawasan sekolah, di antaranya Sekolah Ukhuwah, Sekolah Iyuns, serta MIN 28 Kalintamui. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas, seperti tawuran pelajar, balap liar, hingga aksi kejahatan jalanan (street crime). Kapolsek Banjang melalui Kanit Samapta menyampaikan bahwa patroli pagi ini tidak hanya bertujuan mengatur kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga memberikan rasa aman bagi pelajar, guru, dan masyarakat sekitar yang memulai aktivitasnya. “Personel kami melakukan pengaturan lalu lintas sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar selalu mematuhi aturan dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” ujarnya. Patroli tersebut melibatkan empat personel, yakni Aiptu Soeyatmun, Aipda Hery, Aipda H. Sukadi, dan Bripda Alfito, dengan menggunakan sarana kendaraan patroli roda dua. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara, khususnya Kecamatan Banjang, terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran polisi di lapangan juga mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan. Polsek Banjang menegaskan akan terus mengintensifkan kegiatan patroli rutin dan pengaturan lalu lintas sebagai bentuk komitmen Polri dalam mewujudkan pelayanan yang ikhlas, berkomitmen, konsisten, dan bermartabat, sejalan dengan semangat Polri Presisi yang prediktif, responsibel, dan transparan berkeadilan. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Selama 359 hari mengabdi di Kabupaten Jepara, AKBP Erick Budi Santoso menorehkan kenangan dan pengalaman mendalam dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Momen tersebut disampaikannya dalam acara kenal pamit Kapolres Jepara yang digelar di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (13/1/2026). Acara kenal pamit dari AKBP Erick Budi Santoso kepada AKBP Hadi Kristanto itu dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), antara lain Bupati dan Wakil Bupati Jepara, Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, Dandim 0719/Jepara, Ketua Pengadilan Negeri Jepara, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Jepara, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Ketua MUI Kabupaten Jepara, Wakapolres Jepara, serta pejabat utama Polres Jepara. Dalam sambutannya, AKBP Erick Budi Santoso mengungkapkan rasa syukur dapat bertugas di Jepara selama hampir satu tahun. Ia menyebut berbagai tantangan telah dilalui bersama, mulai dari penanganan bencana banjir dan tanah longsor hingga berbagai persoalan kamtibmas yang menuntut respon cepat. “Alhamdulillah, selama 359 hari kami berdinas di Jepara. Banyak dinamika yang dihadapi, namun berkat dukungan Forkopimda, TNI, dan seluruh elemen masyarakat, situasi tetap kondusif,” ungkapnya. AKBP Erick juga menegaskan bahwa TNI-Polri selalu siap ditugaskan di mana pun. Menurutnya, Jepara memiliki tingkat toleransi yang sangat tinggi, tercermin dari kuatnya peran Forum Lintas Agama (Formula) dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Sementara itu, Kapolres Jepara yang baru, AKBP Hadi Kristanto, menyampaikan penghargaan dan rasa hormat kepada pendahulunya. Ia mengaku memiliki kedekatan personal dengan AKBP Erick karena berasal dari satu angkatan taruna. “Berat bagi kami menggantikan Bang Erick. Kapolres tetap Bang Erick, kami hanya melanjutkan pengabdian. Sosok beliau yang baik hati dan murah senyum menjadi contoh bagi kami,” ujar AKBP Hadi. AKBP Hadi menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan serta memperkuat silaturahmi dengan jajaran Polsek dan seluruh unsur Forkopimda di Kabupaten Jepara. Acara kenal pamit berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, ditutup dengan penampilan Polisi Wanita (Polwan) Polres Jepara yang menambah semarak dan menjadi simbol kebersamaan keluarga besar Polres Jepara. (Wely-jateng)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Sinergi aparat kewilayahan kembali ditunjukkan Babinsa Koramil 410-02/Teluk Betung Selatan bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandar Lampung. Mereka bergerak cepat membersihkan tumpahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang membahayakan pengguna jalan di Jalan Wan Abdurrahman, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Selasa (13/1/26) siang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.15 WIB, setelah Babinsa setempat, Serka Nanang, menerima laporan dari warga mengenai adanya cairan licin yang menyebar di badan jalan. Setelah dilakukan pengecekan langsung, diketahui solar tumpah akibat kebocoran pada bagian bawah mobil tangki BBM yang melintas di kawasan tersebut. Tumpahan solar tidak hanya menggenang di satu titik, namun mengalir sepanjang kurang lebih 100 meter dan menutupi dua jalur lalu lintas utama. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor, karena berpotensi menyebabkan kecelakaan akibat jalan menjadi licin. “Solar yang tumpah di jalan raya sangat berisiko. Selain membahayakan pengguna jalan, juga berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan bahaya lanjutan jika terkena sumber panas,” ujar Serka Nanang di lokasi kejadian. Menyadari urgensi situasi tersebut, Babinsa segera berkoordinasi dengan Dinas Damkar Kota Bandar Lampung. Tak berselang lama, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dengan membawa perlengkapan pembersihan yang diperlukan. Proses pembersihan dilakukan secara terpadu antara personel Babinsa dan Damkar. Selain membersihkan solar menggunakan bahan penyerap dan semprotan air, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas sementara guna memastikan keselamatan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi. Setelah kurang lebih satu jam penanganan, pembersihan tumpahan solar dinyatakan selesai pada pukul 14.15 WIB. Kondisi jalan kembali normal dan aman untuk dilalui kendaraan. Warga sekitar menyampaikan apresiasi atas respons cepat aparat. Mereka menilai langkah sigap tersebut berhasil mencegah potensi kecelakaan lalu lintas yang bisa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil. Dalam laporan resmi kepada Dandim 0410/KBL dengan tembusan Pasi Intel Dim 0410/KBL, dijelaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam penanganan tumpahan solar tersebut merupakan bagian dari tugas kewilayahan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Tindakan cepat ini mencerminkan komitmen TNI AD, khususnya Babinsa, dalam hadir di tengah masyarakat serta bersinergi dengan instansi terkait demi menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif,” demikian disampaikan dalam laporan tersebut. (Agus)