HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polres Hulu Sungai Utara turut menyosialisasikan Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Polri Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya menjaring putra-putri terbaik bangsa yang memiliki latar belakang pendidikan unggul dan kompetensi profesional untuk bergabung menjadi Perwira Polri. Pendaftaran SIPSS Polri TA 2026 telah dibuka mulai 15 Januari hingga 22 Januari 2026 melalui laman resmi https://penerimaan.polri.go.id . Program ini memberikan kesempatan luas bagi lulusan D-IV, S-1, S-1 Profesi, S-2, S-2 Profesi hingga Dokter Spesialis dari berbagai disiplin ilmu yang dibutuhkan Polri. Adapun formasi pendidikan yang dibuka meliputi berbagai bidang strategis, antara lain Ilmu Pemerintahan, Teknik Sipil, Ilmu Keolahragaan, Teologi Kristen dan Hindu, Bahasa Prancis, Sastra Korea, Kedokteran Gigi, Ilmu Sejarah, Desain Komunikasi Visual, Biologi, Kimia, Fisika, Sistem Informasi dan Teknologi Informasi, Farmasi (Apoteker), Statistika, Manajemen, Seni Rupa, hingga Teknologi Rekayasa Pengolahan Kulit untuk lulusan D-IV. Selain itu, Polri juga membuka penerimaan untuk Kedokteran Spesialis serta lulusan S-2 Psikologi Profesi dan Kajian Ilmu Kepolisian. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui IPTU Asep Hudzainur, menyampaikan bahwa penerimaan SIPSS merupakan kesempatan emas bagi generasi muda HSU yang memiliki keahlian akademik dan integritas tinggi untuk mengabdikan diri kepada negara melalui institusi Polri. “Polri membutuhkan sumber daya manusia yang profesional, berkompeten, dan berintegritas. SIPSS adalah jalur strategis bagi para sarjana untuk menjadi Perwira Polri dengan keahlian khusus,” ujar IPTU Asep menyampaikan pernyataan Kapolres. Lebih lanjut disampaikan bahwa Polri juga membuka penugasan khusus bagi peserta dengan latar belakang tertentu untuk diproyeksikan bertugas di wilayah-wilayah prioritas seperti Polda Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Utara, sebagai bentuk penguatan pelayanan Polri di daerah. Dari sisi persyaratan usia, dijelaskan bahwa batas usia maksimal peserta saat pembukaan pendidikan adalah 40 tahun untuk Dokter Spesialis, 30 tahun untuk lulusan S-2 dan S-2 Profesi, serta 26 tahun untuk lulusan S-1 dan D-IV. Ketentuan ini disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan dan pengembangan karier Perwira Polri ke depan. IPTU Asep Hudzainur menambahkan bahwa Kapolres HSU mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan akademisi di Kabupaten Hulu Sungai Utara, agar mempersiapkan diri dengan baik serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak resmi. “Seluruh proses penerimaan Polri dilaksanakan secara BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Informasi resmi hanya melalui website penerimaan Polri dan media sosial resmi kepolisian,” tegasnya. Dengan dibukanya penerimaan SIPSS Polri TA 2026 ini, Polres Hulu Sungai Utara berharap semakin banyak putra-putri daerah yang berprestasi dan berkompeten dapat bergabung menjadi Perwira Polri, sekaligus berperan aktif dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh Babinsa Kelurahan Kalibalau Kencana, Serma Selamet. Bersama anggota Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur (TKT), unsur pemuda, tokoh masyarakat, Linmas, serta warga setempat, Serma Selamet memimpin kegiatan gotong royong pembersihan selokan dan saluran drainase di sepanjang Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Kedamaian, Jumat (16/1/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 11.30 WIB ini merupakan bagian dari program pembinaan teritorial Babinsa dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi banjir di musim penghujan yang kerap melanda wilayah tersebut pada akhir dan awal tahun. Sebelum pelaksanaan, Babinsa terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan, ketua RT 1, RT 2, dan RT 3, serta pengurus Linmas guna menyusun rencana kerja dan memastikan keterlibatan aktif masyarakat. Hasilnya, ratusan warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti kegiatan, mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga. Serma Selamet mengatakan, pembersihan drainase tidak hanya bertujuan memperlancar aliran air, tetapi juga menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. “Melalui kegiatan ini, kita ingin mencegah terjadinya genangan dan banjir, sekaligus mengurangi risiko penyakit akibat lingkungan yang kotor. Yang tidak kalah penting, menumbuhkan kesadaran warga agar bersama-sama menjaga kebersihan,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak lima personel Koramil 410-04/TKT turut membantu pengaturan lokasi, pembagian alat kerja, serta memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Sementara itu, anggota Linmas berperan mengatur jalannya gotong royong, dan warga bahu-membahu membersihkan sampah berupa plastik, dedaunan, serta material lain yang menyumbat saluran air. Babinsa juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi langsung kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke selokan dan drainase, karena dapat berdampak langsung pada terjadinya banjir. Usai kegiatan, saluran drainase yang sebelumnya tersumbat kini tampak bersih dan aliran air kembali lancar. Warga pun menyambut positif kegiatan tersebut. Salah seorang warga RT 2, Supriadi, menyampaikan apresiasinya kepada Babinsa dan Koramil. “Kami sangat terbantu dan berterima kasih. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan semoga bisa terus dilakukan secara rutin,” katanya. Dengan kolaborasi antara TNI dan masyarakat, diharapkan upaya menjaga lingkungan tetap bersih dan aman dari banjir dapat terus terjaga secara berkelanjutan. (Agus)
JATENG – Bidik-Kasusnews.com |Pati – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir, Anggota Koramil 05/Jakenan Kodim 0718/Pati melaksanakan pendampingan penyaluran bantuan nasi bungkus kepada warga di wilayah Kecamatan Jakenan, Jumat (16/1/2026) pukul 10.00 WIB. Bantuan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Koramil 05/Jakenan. Pendistribusian dilakukan secara terkoordinasi agar tepat sasaran dan segera diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Adapun rincian pendistribusian bantuan meliputi SPPG Desa Tanjungsari yang menyalurkan bantuan ke Desa Ngastorejo sebanyak 250 bungkus, Desa Kedungmulyo 150 bungkus, dan Desa Sidoarum 100 bungkus. Sementara itu, SPPG Desa Sembaturagung menyalurkan bantuan ke Desa Bungasrejo 150 bungkus, Desa Tondomulyo 250 bungkus, dan Desa Kalimulyo 100 bungkus. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danramil 05/Jakenan Letda Czi Lukman Hakim beserta anggota, serta dihadiri oleh Kepala SPPG Desa Tanjungsari Bapak Aditya Dwi Wahyudi, Kepala SPPG Desa Sembaturagung Bapak Fahrul Anas Mandasari, dan para Babinsa desa binaan yang wilayahnya terdampak banjir. Mewakili Dandim 0718/Pati, Danramil 05/Jakenan menyampaikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk selalu bersama rakyat, terutama saat menghadapi musibah. Ia menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban warga serta menjadi penyemangat di tengah kondisi sulit akibat banjir. “Kami menyampaikan empati yang mendalam kepada seluruh warga yang terdampak. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian bersama. Kami mengapresiasi peran SPPG dan seluruh pihak yang telah bersinergi, karena kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan kita dalam menghadapi setiap musibah,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala SPPG menyampaikan terima kasih kepada Koramil 05/Jakenan atas pendampingan yang diberikan sehingga pendistribusian bantuan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Ia berharap bantuan nasi bungkus tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi warga terdampak serta menjadi penguat semangat dalam menghadapi situasi pascabencana. “Kami berharap bantuan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semoga dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kondisi segera pulih dan kehidupan warga kembali normal,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, sinergi antara TNI, SPPG, pemerintah desa, dan masyarakat semakin kuat dalam upaya penanggulangan dampak bencana, sekaligus menegaskan kehadiran negara di tengah rakyat pada saat dibutuhkan. (Red/Kasnadi)
JATENG – Bidik-Kasusnews.com | Pati – Upaya pencarian terhadap seorang warga yang diduga hanyut di Sungai Kedungdowo, Desa Perdopo, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, terus dilakukan hingga hari keempat. Korban diketahui bernama Sudi, warga Desa Perdopo RT 03 RW 01. Pada Jumat (16/1/2026) pukul 07.00 WIB hingga 14.00 WIB, anggota Koramil 14/Gunungwungkal bersama unsur terkait kembali melaksanakan operasi pencarian di sepanjang aliran sungai. Namun hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan. Kegiatan pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain Koramil 14/Gunungwungkal sebanyak 10 personel dipimpin Kapten Cpl Suharno, Polsek Gunungwungkal 18 personel dipimpin Kapolsek AKP Sukarno, S.H., Tim SAR BASARNAS Rembang 6 personel dipimpin Bapak Wawan, Tim Relawan Rescue Pati 5 personel dipimpin David Setiawan, serta Tim Relawan Desa Perdopo sebanyak 20 orang dipimpin Kepala Desa Perdopo. Karena kondisi cuaca hujan dan arus sungai yang semakin deras, pencarian sementara dihentikan dan akan dilanjutkan kembali pada keesokan harinya demi menjaga keselamatan seluruh personel yang terlibat. Mewakili Dandim 0718/Pati, Danramil menyampaikan bahwa TNI bersama seluruh unsur akan terus berupaya maksimal dalam proses pencarian. “Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa keluarga korban. Hingga hari keempat ini korban belum ditemukan, namun upaya pencarian akan tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel. Kami berharap korban segera ditemukan dan keluarga diberikan ketabahan,” ungkapnya. Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat, baik dari unsur TNI, Polri, SAR, relawan, maupun masyarakat setempat yang terus bahu-membahu dalam proses pencarian. Dengan kerja sama dan semangat kemanusiaan yang tinggi, diharapkan pencarian pada hari berikutnya dapat membuahkan hasil serta memberikan kejelasan bagi keluarga korban. (Red/Kasnadi)
Bidik-kasusnews.com Jakarta-16-januari-2026-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut perkara dugaan suap dalam penetapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang melibatkan PT WP dan oknum petugas pajak. Dalam penyidikan ini, KPK mendalami peran aparat pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Jakarta Utara hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain di tingkat pusat Direktorat Jenderal Pajak. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyidik telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi strategis, termasuk kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan bukti dan menelusuri aliran dana suap yang diduga melibatkan lebih dari satu pihak. “Penyidik masih mendalami mekanisme penilaian dan penetapan PBB terhadap PT WP, termasuk dugaan pengondisian nilai pajak oleh oknum petugas pajak,” kata Budi Prasetyo kepada Bidik-kasusnews, Jumat (16/1/2026). Berdasarkan hasil penelusuran awal, KPK menemukan bahwa nilai kekurangan pajak PT WP yang seharusnya dibayarkan ke negara mencapai sekitar Rp75 miliar. Namun, angka tersebut kemudian diduga mengalami perubahan setelah adanya komunikasi dan negosiasi antara wajib pajak dan petugas pajak. Dalam proses tersebut, terbit penetapan pajak dengan nilai Rp15,7 miliar. Selain itu, penyidik juga menemukan adanya skema penambahan sebesar Rp8 miliar sehingga total pajak yang seharusnya dibayarkan menjadi Rp23,7 miliar. Meski demikian, PT WP disebut baru menyerahkan dana sebesar Rp4 miliar. KPK menduga dana tersebut bukan merupakan pembayaran pajak resmi, melainkan bagian dari praktik suap. Bahkan, oknum petugas pajak masih meminta tambahan dana kepada pihak wajib pajak. “Dana yang telah diserahkan diduga dikonversi ke mata uang asing dan kemudian didistribusikan kepada sejumlah pihak. Saat ini kami masih menelusuri ke mana saja aliran uang tersebut,” ujar Budi. Dalam operasi tangkap tangan, KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya, tidak hanya uang tunai, tetapi juga logam mulia yang diduga berasal dari hasil suap pemeriksaan pajak terhadap wajib pajak lain. KPK menilai perkara ini dapat menjadi pintu masuk untuk membongkar praktik serupa di sektor perpajakan lainnya. Selain PBB, penyidik juga membuka kemungkinan adanya modus suap dalam pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) maupun Pajak Pertambahan Nilai (PPN). “Kami berkomitmen menelusuri seluruh pihak yang terlibat dan mengungkap secara tuntas perkara dugaan suap pajak ini,” pungkas Budi Prasetyo. (Wely)
Jakarta | Bidik-kasusnews.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan kembali menunjukkan keseriusannya dalam memerangi peredaran narkotika lintas negara. Tim Gabungan berhasil membongkar clandestine laboratory narkotika jaringan internasional yang memproduksi cairan vape mengandung narkotika golongan II jenis etomidate, di sebuah unit apartemen Sudirman Tower Condominium, Jakarta Selatan, Jumat (16/1/2026). Pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti melalui penyelidikan intensif oleh Tim Gabungan BNN yang terdiri dari Direktorat Interdiksi, Direktorat P2, Direktorat Intelijen, serta Direktorat Penindakan dan Pengejaran (Dit. Dakjar), berkolaborasi dengan Bea dan Cukai. Pada Kamis (15/1) sekitar pukul 14.30 WIB, hasil surveillance Tim Gabungan bersama Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta mencurigai seorang warga negara asing (WNA) yang membawa satu koper dan tas ransel berisi 3.000 cartridge vape kosong menuju sebuah apartemen di kawasan Sudirman. Sekitar pukul 16.20 WIB, petugas melakukan penggerebekan dan mengamankan dua WNA berinisial TK dan MK. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa TK diperintahkan oleh seseorang berinisial AD untuk datang ke Indonesia dengan bekal uang operasional sebesar Rp6.390.000. TK bersama MK kemudian meracik cairan etomidate yang selanjutnya dimasukkan ke dalam cartridge vape untuk diedarkan. Di lokasi kejadian, petugas menemukan satu botol kaca berukuran 6 liter bertuliskan Baron Philippe de Rothschild Mouton yang berisi 4.919,5 mililiter cairan bening mengandung etomidate. Cairan tersebut sebelumnya disimpan di bawah lemari wastafel unit apartemen, menegaskan bahwa lokasi tersebut digunakan sebagai laboratorium narkotika terselubung. Selain narkotika, Tim Gabungan turut menyita 3.000 cartridge tank rokok elektrik, 3.000 penutup cartridge, botol tetes plastik, corong plastik, serta sejumlah uang tunai yang diduga digunakan untuk operasional. Uang tunai milik TK tercatat sebesar Rp6.390.000 dan 371 Ringgit Malaysia, sedangkan milik MK sebesar Rp3.542.000. Barang bukti lainnya meliputi satu koper, tiga unit telepon genggam, dua tiket penerbangan, serta satu lembar bukti sewa apartemen melalui aplikasi daring. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 119 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, juncto Pasal VII angka 55 UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, juncto Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009, serta pasal subsider lainnya sesuai KUHP terbaru. Ancaman hukuman yang dikenakan sangat berat, mulai dari pidana mati, penjara seumur hidup, hingga penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Melalui pengungkapan ini, BNN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika, terutama jaringan internasional yang kini memanfaatkan modus baru berupa cairan vape. BNN juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan segala bentuk dugaan peredaran narkotika melalui Call Center BNN 184 atau kepada aparat penegak hukum terdekat. Langkah tegas ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir dan tidak memberi ruang sedikit pun bagi jaringan narkotika internasional yang mengancam masa depan generasi bangsa. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus meningkatkan kewaspadaan dengan melaksanakan patroli dan pemantauan di kawasan wisata perairan. Salah satunya dilakukan di Tempat Wisata Desa Bararawa, Kecamatan Paminggir, pada Jumat (16/1/2026). Patroli yang dimulai sekitar pukul 14.00 WITA tersebut dipimpin oleh personel Satpolairud Polres HSU, yakni Bripda Yahya Aji P, Bripda Jurni, dan Bripda Andri Rocky. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah wisata perairan. Dalam pelaksanaannya, personel Satpolairud melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi perairan serta aktivitas masyarakat dan pengunjung di sekitar lokasi wisata. Selain itu, petugas juga menyampaikan imbauan keselamatan kepada warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan, mengingat kondisi cuaca dan potensi risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kasat Polairud Polres Hulu Sungai Utara menjelaskan bahwa patroli ini juga bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan kamtibmas maupun kecelakaan air, terutama di tengah adanya genangan banjir di sebagian wilayah Desa Bararawa. “Dari hasil pemantauan di lapangan, memang terdapat genangan banjir di beberapa titik, namun secara umum situasi masih aman, terkendali, dan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Tidak ditemukan kejadian menonjol selama kegiatan patroli berlangsung,” ujarnya. Kegiatan patroli berjalan dengan lancar dan kondusif hingga selesai. Satpolairud Polres HSU memastikan akan terus hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman, khususnya di kawasan perairan dan objek wisata. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali, serta dokumentasi kegiatan telah dilaporkan sebagai bagian dari pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. (Agus)
JATENG;Bidik-kasusnews.com Jepara – 16 Januari 2026 Dalam upaya memperkuat hubungan kerja sama serta membangun komunikasi yang harmonis, Kodim 0719/Jepara menggelar kegiatan silaturahmi bersama insan media, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kabupaten Jepara. Kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk mempererat kemitraan antara TNI AD, khususnya Kodim 0719/Jepara, dengan berbagai elemen masyarakat yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah. Komandan Kodim 0719/Jepara, Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi, S.Sos., dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi dan komunikasi yang baik dengan media, LSM, dan ormas sangat diperlukan guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan. Menurutnya, sinergitas yang terjalin dengan baik akan membantu dalam penyampaian informasi yang akurat serta mencegah potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat. “Melalui silaturahmi ini, kami berharap terbangun pemahaman yang sama dalam menjaga Jepara tetap aman, damai, dan kondusif,” ungkap Dandim. Selain sebagai ajang mempererat hubungan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum dialog terbuka. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, aspirasi, maupun saran yang berkaitan dengan kondisi sosial dan keamanan di wilayah Jepara. Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi menegaskan bahwa Kodim 0719/Jepara terbuka terhadap berbagai masukan konstruktif demi mendukung kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kegiatan silaturahmi ini, Kodim 0719/Jepara berharap terjalin kerja sama yang semakin solid dengan seluruh elemen masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan penuh kebersamaan di Kabupaten Jepara. (Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Sebuah pohon tua berusia ratusan tahun tumbang akibat hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat dini hari, 16 Januari 2026, sekitar pukul 01.00 WIB. Carek (Carik) Desa Dudakawu menyampaikan kepada Bidik-kasusnews melalui pesan WhatsApp pada Jumat (16/1/2026) bahwa pohon tumbang tersebut berada di kawasan Sendang Sinatah, tepatnya di Desa Dudakawu RT 04 RW 03, Kecamatan Kembang. “Pohon tumbang terjadi akibat hujan angin yang cukup lebat. Selain faktor cuaca, usia pohon yang sudah ratusan tahun juga menjadi penyebab utama,” ungkapnya. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, pohon tumbang sempat mengganggu akses di sekitar lokasi sendang dan menimbulkan kekhawatiran warga, mengingat Sendang Sinatah merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi masyarakat. Pemerintah Desa Dudakawu bersama warga setempat segera melakukan langkah penanganan awal dengan membersihkan area sekitar dan mengamankan lokasi guna mencegah risiko lanjutan, terutama saat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Pihak desa juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, khususnya saat hujan deras dan angin kencang, serta menghindari area yang terdapat pohon tua atau rawan tumbang. (Wely-jateng)
JATENG – Bidik-Kasusnews.com | Pati – Babinsa Desa Ngastorejo Koramil 05/Jakenan, Serda Yanto, melaksanakan evakuasi warga terdampak banjir di Desa Ngastorejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Kamis (15/1/2026) Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu milik Koramil 05/Jakenan untuk membantu masyarakat menuju lokasi yang lebih aman. Banjir yang merendam wilayah tersebut mencapai ketinggian 1 hingga 2 meter di area persawahan, 50 hingga 80 sentimeter di jalan desa, serta 30 hingga 50 sentimeter di dalam rumah warga. Sebagian masyarakat memilih tetap bertahan, sementara lainnya mengungsi ke rumah kerabat yang tidak terdampak banjir. Hingga saat ini, Babinsa terus berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait penerimaan bantuan dari berbagai donatur guna memenuhi kebutuhan warga terdampak. (Red/Kasnadi)