HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM — Kepolisian Resor (Polres) Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional sebagai wujud penguatan disiplin, loyalitas, dan semangat pengabdian personel, Senin (19/1/2026). Upacara bendera tersebut berlangsung khidmat di lapangan Mapolres HSU dan diikuti seluruh personel Polri serta ASN Polres HSU. Upacara dimulai pukul 08.00 WITA dengan Kapolres Hulu Sungai Utara, AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si, bertindak selaku Inspektur Upacara. Sementara itu, Perwira Upacara dijabat AKP Yuwono dan Komandan Upacara IPDA Amin Mulyadi Jaya, S.H., M.A.. Seluruh rangkaian kegiatan didukung oleh petugas upacara dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Polres HSU. Peserta upacara terdiri dari sejumlah pleton, di antaranya Pleton Perwira, Pleton Samapta dan Polairud, Pleton Lantas, Pleton Gabungan Staf, Pleton Reskrim dan Intel, Pleton Gabungan Polsek dan Bhabinkamtibmas, Pleton Polwan, serta Pleton ASN Polri. Seluruh peserta mengikuti upacara dengan tertib, mencerminkan kedisiplinan dan soliditas internal satuan. Selain pelaksanaan upacara bendera, kegiatan Hari Kesadaran Nasional kali ini juga dirangkaikan dengan serah terima dan pengecekan kontrol Rumah Tahanan (Rutan) Polres HSU. Langkah tersebut merupakan bagian dari pengawasan internal guna memastikan kondisi rutan tetap aman, tertib, serta sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku. Dalam amanatnya, Kapolres HSU menegaskan bahwa Hari Kesadaran Nasional harus dimaknai sebagai momentum evaluasi dan refleksi diri bagi seluruh personel. Ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Melalui Kasi Humas Polres HSU, IPTU Asep Hudzainur, Kapolres HSU menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial rutin, melainkan sarana pembinaan mental dan karakter anggota. “Hari Kesadaran Nasional menjadi pengingat bagi seluruh personel Polres HSU untuk terus meneguhkan disiplin, integritas, dan loyalitas. Dengan kesadaran yang kuat, pelayanan kepada masyarakat diharapkan semakin optimal, profesional, dan humanis,” ujar IPTU Asep Hudzainur. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Polres Hulu Sungai Utara berharap semangat pengabdian, kekompakan, serta kinerja personel semakin meningkat, sehingga mampu mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara –19-Januari-2026- Kapolres Jepara yang baru menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Jepara. Dalam keterangannya, Kapolres menyampaikan bahwa kondusivitas wilayah menjadi prioritas utama selama dirinya menjabat. Kapolres jepara AKBP Hadi Kristanto melalui kasi Humas Akp Dwi prayitna Saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews 19/1/2026, Menyapaikan, tugas utama kepolisian adalah memberikan pelayanan, pengayoman, serta perlindungan kepada masyarakat. Oleh karena itu, seluruh jajaran Polres Jepara diminta untuk bekerja secara profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. “Kondusivitas wilayah Kabupaten Jepara menjadi fokus utama kami, disertai dengan pelayanan, pengayoman, dan perlindungan kepada masyarakat sesuai tugas pokok Polri,” ujarnya. Untuk meningkatkan keamanan, Polres Jepara akan memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak. Kapolres menilai keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas daerah. “Kami akan meningkatkan komunikasi dan kerja sama dengan seluruh stakeholder di Jepara, termasuk tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat,” jelasnya. Kapolres juga menyampaikan harapannya agar masyarakat Jepara terus memberikan dukungan serta kepercayaan kepada Polres Jepara dalam menjalankan tugas. Dukungan tersebut diyakini mampu menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi seluruh warga. Selain itu, Kapolres menegaskan bahwa setiap penanganan perkara, termasuk kasus-kasus yang bersifat sensitif, akan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. “Setiap kasus akan kami tangani sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan,” tegasnya. Di akhir pernyataannya, Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Jepara. Ia mengapresiasi Jepara sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata, seni ukir, dan budaya. “Masyarakat Jepara dikenal ramah dan cinta damai. Mari kita jaga bersama kabupaten tercinta ini agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya. (Wely-jateng)
HSU, Bidik-kasusnews.com — Guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melaksanakan patroli serta pengaturan lalu lintas pada jam rawan aktivitas masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah. Kegiatan yang dipimpin oleh Unit Samapta Polsek Banjang tersebut dilaksanakan pada Senin (19/1/2026) sejak pukul 07.00 WITA hingga selesai. Patroli difokuskan pada upaya pencegahan potensi gangguan kamtibmas, seperti tawuran pelajar, balap liar, serta aksi kejahatan jalanan (street crime) di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara. Sejumlah titik strategis menjadi sasaran patroli dan pengaturan arus lalu lintas, di antaranya kawasan Sekolah Ukhuwah, Sekolah Iyuns, serta Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 28 Kalintamui. Kehadiran personel kepolisian di lokasi sekolah bertujuan memberikan rasa aman bagi pelajar, tenaga pendidik, dan pengguna jalan pada jam masuk sekolah. Selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat dan para pelajar agar senantiasa mematuhi aturan berlalu lintas serta menjauhi segala bentuk perilaku yang dapat mengganggu ketertiban umum. Patroli tersebut melibatkan empat personel Polsek Banjang, yakni Aiptu Soeyatmin, SH, Aipda Hery, Aipda H. Sukadi, dan Brigadir Fahmi Rahman, dengan menggunakan sarana patroli roda dua (R2) untuk menjangkau titik-titik rawan secara efektif. Kapolsek Banjang melalui keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan patroli rutin ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus sebagai langkah preventif untuk menekan angka pelanggaran dan tindak kriminal di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara. “Melalui patroli dan pengaturan lalu lintas secara berkelanjutan, diharapkan tercipta situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar dan nyaman,” ujarnya. Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Polsek Banjang terpantau aman dan kondusif hingga kegiatan berakhir. Polsek Banjang menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan kehadiran personel di tengah masyarakat sebagai wujud implementasi Polri Presisi yang prediktif, responsibel, dan transparan berkeadilan. (Agus)
Pangkep, Bidik-kasusnews.com — TNI Angkatan Darat (TNI AD) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam misi kemanusiaan melalui keterlibatan intensif dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Memasuki hari kedua operasi (H+1), Minggu (18/1/2026), Tim SAR Gabungan berhasil mencatat kemajuan signifikan meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem dan medan karst yang terjal. Angin kencang dengan kecepatan mencapai 20–22 knot, jarak pandang terbatas hingga sekitar lima meter, kabut tebal sejak pagi hari, serta hujan yang mengguyur kawasan pegunungan menjadi kendala serius di lapangan. Kondisi geografis Gunung Bulusaraung yang didominasi tebing batu kapur curam dan vegetasi rapat di ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut (mdpl) menuntut kemampuan khusus dari seluruh personel SAR. Dalam situasi tersebut, TNI AD menjadi unsur terbesar sekaligus motor penggerak utama operasi. Sebanyak 1.214 personel SAR Gabungan diterjunkan, dengan kekuatan TNI AD berasal dari jajaran Kodam XIV/Hasanuddin dan Divisi Infanteri 3 Kostrad. Personel dilengkapi keahlian khusus, mulai dari mountaineering, evakuasi darat, kesehatan lapangan, zeni, hingga komunikasi taktis, serta didukung teknologi pengamatan udara. Dukungan alutsista dan peralatan modern turut memperkuat efektivitas operasi. TNI AD mengerahkan drone, Night Vision Goggle (NVG), GPS, sistem komunikasi berbasis Starlink, radio taktis, kendaraan dan motor trail, hingga perlengkapan khusus seperti gergaji listrik dan alat panjat tebing. Sinergi peralatan ini memungkinkan operasi tetap berjalan optimal meskipun pendaratan helikopter sempat terhambat akibat kondisi angin yang tidak bersahabat. Hasil penting mulai diperoleh sejak pukul 07.17 WITA, saat tim udara mendeteksi indikasi awal serpihan pesawat. Tak lama kemudian, tim darat TNI AD yang bergerak dari dua pangkal gerak berbeda berhasil menjangkau lokasi dan memastikan keberadaan bagian utama pesawat, termasuk badan dan ekor, yang ditemukan sekitar 300 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Pada pukul 08.37 WITA, Tim SAR Gabungan memastikan dua bagian besar pesawat tersebut dan segera membangun sistem komunikasi Starlink di lokasi guna mempercepat pelaporan dan koordinasi lintas unsur. Pencarian dilanjutkan hingga sore dan malam hari, dengan ditemukannya mesin pesawat, sejumlah serpihan penting, serta Emergency Locator Transmitter (ELT) pada pukul 19.04 WITA. Dalam operasi kemanusiaan ini, tim juga menemukan satu bagian tubuh korban berjenis kelamin laki-laki di sekitar lokasi ekor pesawat. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap melalui jalur darat dengan mengedepankan prinsip keselamatan, mengingat medan yang ekstrem dan cuaca yang terus berubah. Capaian pada H+1 ini menjadi bukti disiplin operasi, ketangguhan fisik, serta kemampuan teknis prajurit TNI AD dalam melaksanakan misi SAR di wilayah ekstrem. Operasi pencarian dan evakuasi akan terus dilanjutkan pada hari berikutnya, baik melalui jalur darat maupun udara, menyesuaikan perkembangan situasi dan kondisi cuaca. Operasi SAR pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung menegaskan komitmen TNI AD dalam tugas kemanusiaan—hadir di garis terdepan saat rakyat membutuhkan, bahkan di medan paling berat sekalipun. (Agus)
Jateng | Bidik-kasusnews.com – Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Jawa Tengah merespons cepat peristiwa kebakaran yang terjadi di PT Chengqi Industrial Indonesia, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, pada Sabtu (17/1/2026). Selain membantu proses pengamanan dan pendinginan area, personel Detasemen Gegana diterjunkan untuk memastikan lokasi kebakaran aman dari potensi paparan bahan berbahaya. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 10.30 WIB. Berdasarkan informasi awal di lapangan, api diduga dipicu oleh sambaran petir yang mengenai material busa (foam), sehingga cepat menjalar ke area gudang seluas kurang lebih 16.000 meter persegi. Dalam kejadian tersebut, dua orang karyawan atas nama RK (25) dan DS (33) mengalami luka bakar dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS PKU Muhammadiyah Mayong. Menyikapi potensi risiko dari material yang terbakar, Dansatbrimob Polda Jawa Tengah segera mengerahkan Unit Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir (KBRN) Detasemen Gegana ke lokasi kejadian. Di bawah pimpinan Danden Gegana Kompol Jon Peri, tim melaksanakan deteksi dan identifikasi menggunakan peralatan khusus untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman. Hasil pemeriksaan di area prioritas menunjukkan adanya peningkatan kadar gas sulfur dioksida (SO₂) dan iso-butana yang berasal dari sisa proses pembakaran. Personel Satbrimob kemudian melakukan langkah penanganan cepat dan terukur, antara lain dengan menutup sumber aliran gas, melakukan penyegelan pada pipa menggunakan chemical tape, serta melaksanakan pendinginan dan dekontaminasi pada titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan bahaya. Dari hasil keseluruhan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya kebocoran radioaktif, dan residu gas yang terdeteksi masih berada dalam ambang batas aman. Dengan demikian, area kebakaran dinyatakan aman dan tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi masyarakat sekitar. Menanggapi respon cepat dan profesional tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut. “Polda Jawa Tengah mengapresiasi langkah cepat dan profesional yang dilakukan oleh Satbrimob, khususnya Unit KBRN Detasemen Gegana, dalam memastikan lokasi kebakaran PT Chengqi Industrial Indonesia benar-benar aman. Kehadiran tim ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, baik dari bahaya kebakaran maupun potensi paparan zat kimia,” ujar Kombes Pol Artanto saat memberikan keterangan di Mapolda Jawa Tengah, Minggu (18/1/2026) pagi. Lebih lanjut, Kabid Humas juga menyampaikan keprihatinan atas adanya korban luka dalam peristiwa tersebut. “Kami mendoakan agar kedua korban segera diberikan kesembuhan. Ke depan, kami mengimbau pengelola kawasan industri untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem, serta memastikan sistem pengamanan dan keselamatan kerja berfungsi secara optimal,” pungkasnya. (Yusuf)
Temanggung | Bidik-kasusnews.com – Arena judi di Pringsurat Temanggung Jawa Tengah diduga beroprasi secara terbuka tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum. (18/01/2026) Kasus ini mencuat setelah adanya laporan masyarakat tentang adanya praktik perjudian tersebut. Laporan investigasi dari media bidik kasus,menujukan bahwa di sebuah lahan warga tepatnya di belakang pabrik jarum Kliwonan Pringsurat temanggung,dijadikan lokasi perjudian,sambung ayam juga dadu kartu. Diduga adanya Oknum aparat yang membekingi kegiatan tersebut Mejadi sarana kebebasan dalam beroprasi,yang menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Msyarakat setempat merasa resah dengan keberadaan arena judi ini, karena tidak hanya merusak perekonomian kluarga,tetapi juga berdampak buruk pada moral generasi muda. Mereka menutut agar pihak kepolisian segera menindak tegas praktik perjudian ini” Kasus ini juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum aparat dalam melindungi praktik perjudian ini. Mayarakat berharap agar pihak kepolisian dapat mengambil tindakan tegas dan tranparansi dalam menangani kasus ini.”pungkasnya,. (Red)
BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dimanfaatkan sebagai sarana mempererat ukhuwah dan meningkatkan kualitas keimanan umat. Babinsa Kelurahan Sukarame 2 Koramil 410-03/Tanjung Bintang Utara (TBU), Serka Novriadi, bersama tokoh agama dan masyarakat setempat, menggelar kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (18/01/2026) sejak pukul 08.00 WIB di Mushola Nurul Iman, Kampung Kupang Jernih LK III, Jalan Raden Tihang, Kelurahan Sukarame 2. Ratusan warga tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang berjalan tertib hingga menjelang siang. Hadir sebagai penceramah utama, Ustad Setiadi, yang menyampaikan tausiyah tentang makna mendalam peristiwa Isra Mi’raj. Ia menegaskan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan luar biasa Rasulullah SAW, tetapi juga mengandung pesan penting tentang keteguhan iman, ketaatan dalam ibadah, serta pentingnya menjaga hubungan harmonis antar sesama. “Isra Mi’raj mengajarkan kita untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbaiki akhlak, dan mempererat silaturahmi. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang rukun dan berkarakter,” ujar Ustad Setiadi di hadapan jamaah. Suasana semakin khusyuk dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ustad Rahmat. Bacaan merdu tersebut menambah kekhidmatan acara dan memberikan ketenangan batin bagi para peserta yang hadir. Serka Novriadi menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk selalu hadir dan menyatu dengan masyarakat. Menurutnya, peran Babinsa tidak hanya sebatas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga mendukung pembangunan mental dan spiritual warga. “Kegiatan keagamaan seperti ini menjadi wadah untuk memperkuat persatuan, menanamkan nilai-nilai kebajikan, serta mempererat kemitraan antara TNI dan masyarakat. Semoga hikmah Isra Mi’raj dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Serka Novriadi. Apresiasi juga disampaikan oleh Haji Supriyadi, Ketua RT 05 Kampung Kupang Jernih. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas peran aktif Babinsa yang selalu hadir dan membantu berbagai kegiatan kemasyarakatan. “Kehadiran Babinsa sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Dukungan dan kepeduliannya menjadi contoh bahwa TNI benar-benar dekat dan peduli terhadap kehidupan masyarakat,” ungkapnya. Sementara itu, tokoh agama setempat Ustadz Abdul Wahid menekankan bahwa peringatan Isra Mi’raj hendaknya tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi momentum evaluasi diri dalam meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak. “Isra Mi’raj mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan ketaatan. Nilai-nilai ini perlu terus kita tanamkan agar kehidupan bermasyarakat semakin harmonis dan diridhai Allah SWT,” jelasnya. Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan umat, kemakmuran bangsa, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta makan bersama yang semakin mempererat kebersamaan antarwarga. Warga berharap kegiatan keagamaan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana memperkuat iman, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat di Kelurahan Sukarame 2. (Agus)
Bidik-kasusnews.com,Pontianak Kalimantan Barat Minggu 18 Januari 2026. Bau busuk praktik Mafia Migas kembali menyengat. LSM Somasi bersama Tim Investigasi Resmi secara resmi melaporkan dugaan kejahatan terstruktur dalam penyaluran Gas Elpiji 3 kilogram Bersubsidi ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat,Sabtu (17/1/2026). Laporan tersebut menargetkan Agen penyalur dan ratusan Pangkalan Elpiji Fiktif alias Bodong yang diduga selama ini menggerogoti Hak Masyarakat miskin di Kabupaten Sintang. Modusnya brutal: Pangkalan tercatat resmi, gas dikirim rutin oleh Pertamina, namun Warga setempat tak pernah melihat barangnya. Ketua LSM Somasi, Arbudin, usai melayangkan Laporan Resmi, menegaskan bahwa pengaduan ini bukan sekadar tudingan, melainkan dibangun di atas Data Otentik dan bukti lapangan hasil Investigasi langsung Timnya. “Ini bukan Asumsi. Kami turun langsung, mencatat, memotret, dan memetakan. Data yang kami serahkan bisa dipertanggungjawabkan secara Hukum. Ada praktik yang nyata-nyata merampok Subsidi Negara dan menyengsarakan Rakyat,” tegas Arbudin kepada Awak Media. Menurutnya, praktik ini diduga dilakukan secara Sistematis oleh Oknum Agen LPG 3 Kg yang sengaja memanfaatkan celah pengawasan demi meraup keuntungan dari barang Subsidi yang seharusnya dinikmati Masyarakat miskin. Hasil investigasi sementara mengungkap sekitar 150 pangkalan LPG 3 Kg diduga bodong yang tersebar di Kabupaten Sintang. Ironisnya, sebagian Pangkalan tersebut tercatat aktif secara Administrasi, namun secara fisik dan distribusi dinilai Fiktif. “Nama pangkalan ada di Desa, tercatat resmi. Tapi Masyarakat tidak pernah menerima Gas. Dari data Pertamina, pengiriman jalan terus. Pertanyaannya sederhana: kalau tidak ke Warga, Gas itu ke mana?” ujar Arbudin tajam. Tak hanya dugaan Pangkalan Bodong, laporan tersebut juga memuat indikasi penggelapan distribusi LPG Bersubsidi, di mana gas dialihkan ke pihak lain di luar Wilayah dan peruntukannya, jelas bertentangan dengan Regulasi. Arbudin memastikan laporan telah resmi diterima Ditreskrimsus Polda Kalbar dan dilengkapi dengan titik koordinat lokasi Pangkalan, Dokumen pendukung, serta bukti lapangan lainnya. “Kami tidak akan berhenti di sini. Laporan lanjutan akan kami sampaikan ke KPK, BPH Migas di Jakarta, Mabes Polri, dan Lembaga terkait lainnya. Negara tidak boleh kalah oleh Mafia Subsidi,” tegasnya. Kasus ini menjadi ujian serius bagi Aparat Penegak Hukum (APH) dan Lembaga Pengawas Migas. Publik kini menunggu: akankah Mafia LPG benar-benar dibongkar, atau kembali menguap tanpa jejak ? SUMBER : LSM SOMASI ***** // TIMRED [*]
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Respons cepat ditunjukkan Babinsa Kelurahan Sawah Brebes Koramil 410-04/Tanjungkarang Timur, Sertu Fadli, saat terjadi peristiwa tragis seorang anak tenggelam di Sungai Way Awi, Jalan Hanoman, Kelurahan Jagabaya I, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Sabtu (17/1/2026). Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Korban diketahui bernama Abdul Rosyid Asady (9), warga Jalan Romowijoyo Atas, Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjungkarang Timur. Korban sebelumnya bermain bersama tiga temannya di sekitar sungai untuk mencari kelereng. Menurut keterangan warga, setibanya di lokasi, korban bersama teman-temannya turun ke sungai. Tanpa disadari, korban mencoba berenang di bagian sungai yang memiliki kedalaman cukup berbahaya hingga akhirnya tenggelam. “Kami mendengar teriakan minta tolong dari anak-anak. Warga langsung berlarian ke sungai dan mengangkat korban dari dalam air,” ujar Indra, Kepala Lingkungan I Kelurahan Jagabaya I, yang turut membantu evakuasi awal. Tak berselang lama, Babinsa Sertu Fadli tiba di lokasi bersama aparat pemerintah setempat, di antaranya Camat Way Halim, Camat Tanjungkarang Timur, Lurah Jagabaya I, dan Lurah Sawah Brebes. Melihat kondisi korban, Sertu Fadli bersama keluarga korban dan warga segera melakukan pertolongan pertama berupa kompresi dada dan pernapasan buatan sesuai prosedur yang dimiliki. “Sebagai Babinsa, saya memiliki tanggung jawab moral untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terlebih dalam situasi darurat. Saya berusaha melakukan pertolongan semaksimal mungkin,” ujar Sertu Fadli di sela penanganan. Meski berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan, kondisi korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Kampung Sawah untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Namun, pada pukul 14.25 WIB, petugas medis menyatakan korban meninggal dunia akibat tenggelam. Diketahui, korban merupakan putra dari Mardi Saputra (45), seorang anggota Linmas Kelurahan Sawah Brebes. Kehadiran keluarga korban di lokasi menambah suasana duka, namun seluruh pihak tetap berupaya memberikan dukungan dan menjaga situasi tetap kondusif. Penanganan kejadian turut melibatkan para Kepala Lingkungan dan Ketua RT dari Kelurahan Jagabaya I dan Sawah Brebes. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib berkat sinergi aparat dan masyarakat. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak-anak, khususnya di sekitar sungai dan area perairan. Aparat berharap kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan. “Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan kejadian ini menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya keselamatan anak,” ujar salah satu petugas di lokasi. Semoga almarhum Abdul Rosyid Asady mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. (Agus)
Bidik-kasusnews.com Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan kuota haji. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Menyapaikan kepada Bidik-kasusnews pada 16 Januari 2026 Via WhatsApp, mm bahwa penyidik saat ini masih mendalami peran biro travel dalam perkara tersebut. Dalam keterangannya, KPK menjelaskan bahwa saudara NNK diperiksa dalam kapasitas sebagai pemilik biro travel. Pemeriksaan difokuskan pada dugaan praktik jual beli kuota haji yang ditawarkan kepada calon jemaah. “Pemeriksaan masih mendalami bagaimana mekanisme jual beli kuota yang dilakukan, termasuk besaran nominal yang diminta serta fasilitas yang dijanjikan kepada calon jemaah haji,” ujar Budi. Selain itu, penyidik juga menelusuri pihak-pihak yang diduga menerima aliran dana dari praktik tersebut. Untuk sementara, penerimaan uang masih diduga bersifat individu dan berasal dari pihak biro travel. Namun demikian, KPK menegaskan bahwa hal tersebut masih dalam tahap pendalaman. “Kami masih melakukan pengecekan terkait penerima dan nominal dana, karena proses penyidikan masih berjalan,” tambahnya. KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap PWNU Jakarta yang diduga mengetahui adanya inisiatif dari pihak biro travel dalam pengajuan kuota haji ke Kementerian Agama. Penyidik kini mendalami kemungkinan adanya aliran dana yang berkaitan dengan inisiatif pembagian kuota tersebut. Dalam penanganan perkara ini, KPK menegaskan bahwa fokus penyidikan diarahkan pada pokok perkara dengan sangkaan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, terkait perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan kewenangan yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara. “Nilai kerugian negara saat ini masih dalam proses penghitungan. Karena perkaranya berkaitan dengan keuangan negara, maka penghitungan kerugian negara menjadi bagian penting dalam proses penyidikan,” tegas juru bicara KPK. KPK memastikan akan menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan berkomitmen menyampaikan perkembangan perkara ini secara terbuka kepada publik. (Wely)