JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan suasana yang penuh ketenangan dan nilai spiritual. Kegiatan tersebut menjadi momen berharga bagi seluruh peserta untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat semangat perubahan diri, khususnya bagi warga binaan. Pengajian Akbar ini diikuti oleh Kepala Rutan Jepara beserta jajaran pejabat struktural, pegawai, warga binaan, hingga para pemagang. Sejak awal kegiatan, suasana khusyuk terasa ketika lantunan shalawat menggema, menciptakan atmosfer religius yang menenangkan jiwa. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj memiliki makna mendalam sebagai pengingat akan pentingnya keimanan dan ketaatan. Ia mengajak warga binaan menjadikan momen tersebut sebagai titik refleksi untuk memperbaiki diri dan membangun komitmen hidup yang lebih baik. “Pembinaan tidak hanya soal aturan dan kedisiplinan, tetapi juga pembinaan hati dan akhlak. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kami berharap warga binaan semakin kuat secara mental dan spiritual,” tutur Renza. Tausiyah disampaikan oleh KH. Nasikin yang mengulas perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj. Dengan gaya penyampaian yang sederhana dan penuh kesejukan, ia menekankan makna salat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah serta sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini turut dihadiri tokoh agama dan perwakilan instansi terkait, di antaranya Kyai Sahil dari Nahdlatul Ulama (NU) serta H. Kuswanto dari Kementerian Agama Kabupaten Jepara. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan nyata terhadap upaya pembinaan rohani di lingkungan Rutan Jepara. Antusiasme warga binaan terlihat jelas sepanjang acara. Mereka mengikuti pengajian dengan tertib dan penuh perhatian, menandakan besarnya kebutuhan akan siraman rohani yang menyejukkan dan membangun harapan baru. Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, Rutan Jepara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan pembinaan yang menyeluruh. Diharapkan, nilai-nilai keimanan yang ditanamkan dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan dan kembali ke tengah masyarakat dengan pribadi yang lebih baik. (Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara

WAY TUBA, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Tahun 2026, Persit Ranting 9 Lanudad Gatot Soebroto turut ambil bagian dalam Lomba Posyandu Seluruh Nusantara yang digelar di Pangkalan Udara Lanudad Gatot Soebroto Puspenerbad, Senin (19/1/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Persit Ranting 9 Lanudad Gatot Soebroto, Ny. Yuni Putu Arry, yang memimpin Posyandu Candra Kirana Lanudad Gatot Soebroto sebagai peserta lomba. Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran Persit dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak serta peningkatan kesejahteraan keluarga prajurit. Ny. Yuni Putu Arry menyampaikan bahwa Posyandu memiliki peran strategis dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), sekaligus mendorong penerapan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) di tengah masyarakat. “Melalui lomba ini, diharapkan seluruh kader dan pengurus Posyandu mendapatkan wawasan baru serta semangat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil, bayi, balita, dan keluarga,” ujarnya. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Ketua Persit Ranting 9 turut didampingi Ketua Persit Ranting 10 Skadron 12/Amur Jaya Yudha, Ny. Mega Bayu, sebagai bentuk sinergi dan dukungan antarorganisasi Persit di lingkungan Lanudad Gatot Soebroto. Penilaian lomba dilakukan oleh tim dewan juri lintas instansi yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, BKKBN Kabupaten Way Kanan, serta Tim Pembina Posyandu Kabupaten Way Kanan. Kehadiran para juri bertujuan memastikan seluruh aspek pelayanan Posyandu, mulai dari administrasi, inovasi layanan, hingga partisipasi masyarakat, berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Kegiatan Lomba Posyandu ini berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Selain menjadi ajang evaluasi dan apresiasi, lomba ini juga diharapkan mampu memperkuat peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di masyarakat, sejalan dengan semangat HUT ke-88 Persit Kartika Chandra Kiranа. (Agus)

Bidik-kasusnews.com Jakarta — Bupati Pati Sudewo terlihat tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa pagi (20/1/2026). Kedatangannya ke kantor lembaga antirasuah tersebut merupakan tindak lanjut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK sehari sebelumnya. Pantauan di lokasi menunjukkan Sudewo memasuki gedung KPK sekitar pukul 10.36 WIB. Dengan mengenakan jaket berwarna gelap dan membawa sebuah dompet kecil, ia langsung melangkah cepat menuju pintu masuk gedung, dikawal petugas, tanpa memberikan keterangan kepada wartawan. Sebelum diterbangkan ke Jakarta, Sudewo lebih dulu menjalani pemeriksaan awal oleh penyidik KPK di Polres Kudus. Pemeriksaan berlangsung hampir selama 24 jam. Sudewo diketahui meninggalkan Mapolres Kudus pada Senin malam (19/1/2026) sekitar pukul 00.14 WIB. Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo membenarkan bahwa pemeriksaan terhadap Sudewo dilakukan di wilayah hukumnya atas permintaan KPK. Ia menegaskan bahwa Polres Kudus hanya memfasilitasi tempat pemeriksaan. “Tim KPK berkoordinasi dengan kami untuk penggunaan ruang pemeriksaan. Proses pemeriksaan telah selesai dan berjalan lancar,” ujar AKBP Heru kepada wartawan. Menurutnya, Sudewo datang bersama tim KPK pada Senin dini hari dan menjalani pemeriksaan sejak pukul 00.30 WIB hingga tengah malam. Setelah itu, Sudewo dibawa ke Semarang untuk proses penyidikan selanjutnya sebelum akhirnya diterbangkan ke Jakarta. Hingga berita ini diturunkan, KPK belum mengungkap perkara yang menjerat Sudewo dalam OTT tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo juga belum memberikan penjelasan mengenai jumlah maupun identitas pihak lain yang turut diamankan. KPK menyatakan bahwa seluruh pihak yang terjaring OTT masih berstatus terperiksa. Sesuai ketentuan, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak berdasarkan hasil pemeriksaan dan barang bukti yang diamankan. (Wely)   Sumber:detiknews 20/1/2026

BANTEN | BIDIK-KASUSNEWS.COM– Menjelang puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar pada 9 Februari mendatang di Provinsi Banten, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar rangkaian kegiatan bernuansa kebudayaan dan refleksi jurnalistik. Salah satunya adalah Kemah Budaya PWI yang dilaksanakan pada 16–17 Januari 2026 di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, kawasan masyarakat adat Baduy. Kegiatan yang mengusung tema “Belajar Mencintai dari Baduy” ini diikuti sekitar 50 wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Kalimantan Timur, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, hingga DKI Jakarta. Menariknya, sekitar 80 persen peserta merupakan perempuan, sejalan dengan kebijakan PWI yang memprioritaskan keterlibatan wartawati dan sastrawati. Keberangkatan peserta dilepas langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, didampingi Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sekedang, pada Kamis sore (15/1/2026) di Kantor PWI Pusat, Jalan Kebon Sirih, Jakarta. Dalam sambutannya, Akhmad Munir—yang akrab disapa Cak Munir—menitipkan pesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi nilai kejujuran, menghormati adat istiadat Baduy, serta merekam pengalaman mereka melalui karya jurnalistik dan sastra yang berperspektif pelestarian budaya. “Kemah Budaya Baduy ini menjadi kontribusi nyata PWI dalam menyambut HPN 2026. Saya berharap peserta mampu menghadirkan catatan terbaik dengan tetap menghargai seluruh kearifan lokal masyarakat Baduy,” ujar Cak Munir. Disambut Pemkab Lebak Pada Jumat (16/1/2026), rombongan peserta tiba di Rangkasbitung, pusat pemerintahan Kabupaten Lebak. Mereka disambut jajaran Pemerintah Kabupaten Lebak di Aula Museum Multatuli, di antaranya Asisten Daerah III Dr. Iyan Fitriyana, Kepala Diskominfo Lebak Anik Sakinah, serta pejabat terkait lainnya. Prosesi penyambutan ditandai dengan penyerahan syal dan ikat kepala khas Baduy, yang langsung dikenakan peserta sebagai simbol penerimaan dan penghormatan adat. Asisten III Pemkab Lebak Dr. Iyan Fitriyana menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Kemah Budaya PWI di wilayahnya. Ia berharap karya-karya yang lahir dari kegiatan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Baduy dan Kabupaten Lebak secara luas. “Baduy adalah keistimewaan Lebak dan Banten. Nilai kesederhanaan, kejujuran, dan keharmonisan dengan alam yang mereka jaga selaras dengan etika dan nurani insan pers,” ungkapnya. Senada dengan itu, Ketua Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya PWI Pusat, Ramon Damora, menegaskan bahwa Kemah Budaya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang refleksi jurnalistik. “Baduy mengajarkan cara mencintai kehidupan secara jujur—mencintai alam, tradisi, dan sesama. Nilai ini penting agar karya jurnalistik tidak hanya informatif, tetapi juga berempati,” katanya. Menelusuri Jejak Sejarah di Museum Multatuli Sebelum memasuki kawasan adat Baduy, peserta diajak berkeliling Museum Multatuli yang dipandu langsung oleh Kepala Museum Ubaidillah Muchtar. Museum yang diresmikan pada 2018 ini menjadi pusat literasi dan sejarah antikolonialisme di Lebak. Dalam tur tersebut, Ubaidillah—akrab disapa Kang Ubai—menjelaskan kiprah Eduard Douwes Dekker (Multatuli) beserta karya monumentalnya Max Havelaar, yang lahir dari pengalaman penulis tersebut saat bertugas di Lebak pada abad ke-19. “Museum ini kami harapkan menjadi ruang belajar dan pusat literasi yang terbuka untuk siapa pun,” ujar Kang Ubai. Menyatu dengan Kehidupan Baduy Perjalanan dilanjutkan menuju Ciboleger dan Baduy Luar di Desa Kanekes. Rombongan disambut hangat oleh Jaro (Kepala Desa Kanekes) di Imah Jaro, dengan sajian jajanan lokal seperti ubi, pisang rebus, dan kopi. Dalam suasana sederhana dan penuh keakraban, Jaro menyampaikan petuah tentang pentingnya menjaga adat, alam, dan keharmonisan hidup. Peserta pun berdialog langsung, menggali nilai-nilai kehidupan masyarakat Baduy. Malam harinya, peserta menginap di rumah-rumah warga Baduy Luar, merasakan langsung kehidupan tanpa listrik, tidur di lantai bambu, serta makan bersama tuan rumah. Pengalaman tersebut memberi kesan mendalam tentang kesederhanaan dan kedekatan sosial masyarakat adat. Keesokan harinya, peserta menjelajahi kampung dan alam sekitar Baduy. Bertepatan dengan musim buah, berbagai hasil hutan seperti durian, manggis, rambutan, dan pisang melimpah, menegaskan kearifan Baduy dalam menjaga keseimbangan alam. Melalui Kemah Budaya ini, PWI Pusat berharap insan pers dapat membawa pulang nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan, dan cinta kehidupan—sebuah bekal penting dalam menyambut Hari Pers Nasional 2026 di Provinsi Banten. (Agus)

HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM– Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah berlangsung khidmat dan tertib di Masjid Abu Sofyan, Pondok Pesantren Islamic University of North Sumatra (IUNS), Desa Kaludan Kecil, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa (20/1/2026). Kegiatan keagamaan yang dimulai sekitar pukul 08.30 Wita tersebut dihadiri ratusan jamaah dari kalangan santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait. Polsek Banjang turut melakukan pengamanan guna memastikan rangkaian acara berjalan aman, lancar, dan kondusif. Peringatan Isra Mi’raj kali ini menghadirkan penceramah Ustadz KH Muhammad Dhiauddin, Lc, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Kandangan. Hadir pula pendiri Ponpes IUNS Mualim H. Sufian Sauri, Ketua Ponpes IUNS H. Hendra Mahmunah Jaya, para alim ulama Kabupaten HSU, serta tamu undangan lainnya. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda HSU, H. Najeriansyah, sementara Polres HSU diwakili oleh Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan, S.H., M.M. Unsur TNI, KUA Kecamatan Banjang, serta perwakilan lembaga peradilan turut hadir menambah kekhidmatan acara. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan syair-syair Maulid Nabi yang diiringi grup Al Habsy, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan para tokoh, hingga ceramah agama dan doa penutup. Sekitar 500 jamaah memadati area masjid dan lingkungan ponpes dengan penuh antusias. Dalam ceramahnya, Ustadz KH Muhammad Dhiauddin menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam, khususnya dalam meneguhkan keimanan, menanamkan pentingnya shalat lima waktu, serta memperkuat persatuan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap aktivitas keagamaan masyarakat. “Polsek Banjang hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya. Secara keseluruhan, peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H di Ponpes IUNS Kaludan Kecil berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap nilai-nilai keagamaan dalam menjaga kerukunan sosial di wilayah Kecamatan Banjang. (Agus)

Pangkep, Bidik-kasusnews.com — TNI Angkatan Darat terus menjalankan operasi kemanusiaan dalam upaya evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026). Di tengah medan pegunungan yang terjal, vegetasi hutan rapat, serta kondisi cuaca yang berubah-ubah, prajurit TNI AD bersama Tim SAR Gabungan tetap bergerak secara terukur dan penuh kehati-hatian. Operasi difokuskan pada pencarian dan evakuasi korban dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan. Hingga hari ini, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dua korban di sekitar lokasi badan dan ekor pesawat. Proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat dengan teknik _mountaineering_, mengingat keterbatasan akses udara akibat angin kencang dan kabut tebal di kawasan puncak Bulusaraung. Meski dihadapkan pada tantangan medan ekstrem dan cuaca yang sulit diprediksi, seluruh unsur tetap melanjutkan operasi secara disiplin dan terkoordinasi. TNI AD memastikan operasi evakuasi akan terus dilaksanakan hingga seluruh korban berhasil dievakuasi, sesuai prosedur dan perkembangan situasi di lapangan. Operasi ini menjadi wujud nyata komitmen TNI AD dalam menjalankan tugas kemanusiaan, hadir membantu penanganan musibah, serta berdiri di garis depan saat rakyat membutuhkan. (Agus)

HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM — Dalam rangka memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan, Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan pengambilan sampel makanan dan air di Kantor SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari, Desa Rantau Bujur RT 01, Kecamatan Banjang, Kamis (15/1/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 08.00 Wita ini merupakan bagian dari tahapan penerbitan Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) sebagai syarat operasional SPPG dalam mendukung Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar. Pengambilan sampel tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, di antaranya Kasat Intelkam Polres HSU AKP Agus Murti Widodo, Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan, S.H., M.M., Koordinator Program P2PMKL Dinas Kesehatan HSU Rusdiani, tim sanitarian UPT Puskesmas Banjang, pengelola Yayasan Kemala Bhayangkari HSU Ny. Tuty Sutopo, pihak ketiga H. Barkati, serta petugas sanitasi kualitas air SPPG Fadli Rahman. Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil sampel air sebanyak dua liter yang sebelumnya telah melalui proses sterilisasi menggunakan sinar ultraviolet dan sistem penyaringan berlapis. Pemeriksaan awal dilakukan untuk mengetahui kualitas air dengan beberapa parameter, di antaranya tingkat keasaman (pH) 8,3, suhu air 27,3 derajat Celsius, serta total zat terlarut (TDS) sebesar 117 mg/L. Nilai tersebut masih berada dalam rentang ideal sesuai standar air minum dan air untuk keperluan sanitasi. Selain itu, sampel makanan siap saji berupa dua potong ayam masak bistik turut diambil dengan prosedur higienis. Sampel dikemas berlapis menggunakan paper klip dan plastik kedap udara guna menjaga kualitas sebelum dilakukan pengujian laboratorium. Selanjutnya, kedua sampel tersebut akan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, untuk menjalani uji laboratorium sesuai standar nasional, di antaranya ISO/IEC 17025, Standar Nasional Indonesia (SNI), Good Laboratory Practice (GLP), serta Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam menjamin keamanan pangan sebelum SPPG beroperasi penuh. “Pengambilan sampel ini menjadi langkah penting untuk memastikan makanan dan air yang disajikan memenuhi standar kesehatan sebelum didistribusikan kepada siswa penerima manfaat program MBG,” ujarnya. Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Pengujian sampel dilakukan di Banjarbaru karena hingga saat ini Kabupaten HSU belum memiliki laboratorium pengujian pangan yang memenuhi standar nasional. Dengan dilaksanakannya tahapan ini, SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari diharapkan segera memperoleh Sertifikat Laik Higienis Sanitasi dan siap beroperasi mendukung peningkatan gizi serta kesehatan anak-anak sekolah di wilayah Kecamatan Banjang. (Agus)

HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM — Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat, Polsek Amuntai Utara, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melaksanakan pengecekan perkembangan pembangunan Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Desa Panangkalaan Hulu, Kecamatan Amuntai Utara, Selasa (20/1/2026). Pengecekan yang dilaksanakan sekitar pukul 08.50 Wita tersebut dilakukan oleh dua personel Polsek Amuntai Utara, yakni Aipda A.M. Anshari dan Brigpol Taufikurrachman. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana progres pembangunan dapur SPPG yang nantinya akan difungsikan sebagai pusat pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kapolsek Amuntai Utara melalui laporannya menyampaikan bahwa dapur SPPG memiliki peran strategis dalam mendukung penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah. Oleh karena itu, pengecekan rutin dilakukan guna memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan siap digunakan saat program MBG dijalankan. “Monitoring ini penting untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana SPPG sebagai pendukung utama pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis,” ujarnya. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, progres pengerjaan pembangunan pada hari ke-29 melibatkan enam orang pekerja. Adapun pekerjaan yang tengah dilakukan meliputi pengecatan pagar bagian depan, plester dinding bangunan samping, pengamplasan plafon, serta plesteran ruang toilet bagian bawah. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Polsek Amuntai Utara menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung program-program strategis nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan semangat Polres HSU: Hebat, Sigap, Unggul untuk Masyarakat, sebagai wujud pelayanan dan pengabdian Polri yang profesional dan humanis. (Agus)

HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM– Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melaksanakan pengecekan perkembangan pembangunan Kantor SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang berlokasi di Desa Rantau Bujur RT 01, Kecamatan Banjang, Selasa (20/1/2026) pagi. Kegiatan pengecekan tersebut dilakukan sekitar pukul 08.30 Wita sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah. Pengecekan dipimpin oleh personel Polsek Banjang yang terdiri dari Aiptu Noryadi, Bripka Junaidi, dan Bripda M. Alfito G. Kehadiran personel kepolisian ini bertujuan untuk memastikan sejauh mana progres pembangunan kantor SPPG yang nantinya akan difungsikan sebagai pusat pelayanan penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat. Kapolsek Banjang melalui laporannya menyampaikan bahwa pembangunan kantor SPPG merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program strategis nasional di bidang pemenuhan gizi. Dengan adanya fasilitas yang memadai, diharapkan distribusi makanan bergizi dapat berjalan optimal dan tepat sasaran. “Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan pembangunan sekaligus memastikan kesiapan sarana yang akan digunakan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat, khususnya anak sekolah,” ujarnya. Pada saat pengecekan berlangsung, aktivitas di SPPG Polres HSU terpantau dalam kondisi libur. Meski demikian, kegiatan monitoring tetap dilaksanakan sebagai bagian dari pengawasan dan dukungan institusi kepolisian terhadap program pemerintah. Kegiatan pengecekan berakhir sekitar pukul 08.45 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta lancar. Polsek Banjang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat demi terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas. Langkah ini sejalan dengan semangat PRESISI Polri yang mengedepankan nilai bertaqwa, loyal, profesional, solid, dan sinergi guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Suasana Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara tampak semarak pada Selasa, 19 Januari 2026. Warga binaan dengan penuh antusias mengikuti kegiatan cerdas cermat wawasan kebangsaan dan keagamaan yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Kegiatan ini merupakan hasil inisiatif dan kreativitas pemagang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang sedang melaksanakan tugas di Rutan Jepara, dengan pendampingan Staf Pelayanan Tahanan. Perlombaan berlangsung interaktif dengan materi seputar Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, sejarah bangsa, serta nilai-nilai keagamaan dan moral. Para peserta saling adu cepat dan tepat menjawab pertanyaan, menciptakan suasana kompetitif yang sehat dan penuh semangat. Kepala Rutan Jepara Renza Maisetyo mengapresiasi peran aktif para pemagang Kemenaker yang telah menghadirkan inovasi dalam kegiatan pembinaan warga binaan. “Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi positif. Ide kreatif dari pemagang mampu menghadirkan suasana pembinaan yang lebih hidup, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga binaan,” ujarnya. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan rasa nasionalisme, memperkuat nilai keimanan, serta melatih kerja sama dan sportivitas antarwarga binaan. Selama kegiatan berlangsung, Staf Pelayanan Tahanan melakukan pendampingan guna memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan kondusif. Melalui kegiatan pembinaan yang digagas oleh pemagang Kemenaker ini, Rutan Jepara berharap warga binaan dapat memperoleh pengalaman belajar yang bermakna serta bekal positif untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara