KUPANG, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Proses hukum atas kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo terus berlanjut secara terbuka di Pengadilan Militer (Dilmil) III-15 Kupang. Agenda sidang yang digelar Selasa (4/11/2025) menghadirkan sejumlah saksi untuk memberikan keterangan dalam rangka mengungkap fakta dan menegakkan keadilan. Ruang sidang dipenuhi keluarga korban yang hadir memberikan dukungan moral, termasuk ayah almarhum Pelda Chrestian Namo, dan ibu korban, Sepriana Paulina Mirpey. Keduanya berharap kasus tragis yang menimpa putra mereka dapat diusut secara tuntas dan transparan. Namun, pernyataan Pelda Chrestian Namo di sejumlah media televisi yang menyebut tidak percaya terhadap proses pengadilan militer sempat menuai sorotan publik. Ia juga menuding tidak mendapat informasi dari satuannya terkait perkembangan kasus anaknya. Menanggapi hal tersebut, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono memberikan klarifikasi resmi di hadapan awak media. Ia menegaskan bahwa penanganan perkara kematian Prada Lucky berjalan secara transparan dan sesuai prosedur hukum militer yang berlaku. “Proses sidang sudah berlangsung di Pengadilan Militer III-15 Kupang dengan agenda pemeriksaan saksi. Kami memastikan seluruh tahapan hukum berjalan sesuai aturan dan terus kami pantau secara langsung,” tegas Brigjen Hendro. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga disiplin, etika, serta profesionalitas dalam menghadapi situasi yang sensitif, baik bagi prajurit maupun keluarga besar TNI. “Kami selalu menekankan kepada seluruh anggota untuk memegang teguh disiplin dan etika keprajuritan. Rekan media juga kami harapkan bijak dalam memberitakan agar tidak menimbulkan persepsi keliru terhadap proses hukum yang sedang berlangsung,” ujarnya. Selain memantau proses persidangan, Danrem juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mendalami dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh Pelda Chrestian Namo, ayah almarhum Prada Lucky. “Saya telah menerima laporan dari Dandim 1627/Rote Ndao mengenai dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh Pelda Chrestian. Saat ini sedang kami dalami dan akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya. Lebih lanjut, Brigjen TNI Hendro Cahyono menegaskan bahwa seluruh proses penyelidikan, mulai dari tahap awal hingga penyerahan berkas perkara ke Oditur Militer, telah dilakukan secara terbuka dan profesional. “Tidak benar kalau dikatakan Pelda Chrestian tidak mendapat informasi. Yang bersangkutan sudah dua kali kami panggil ke Korem untuk diberikan penjelasan. Semua proses berlangsung transparan, dan kami bahkan hadir langsung dalam prosesi pemakaman almarhum sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Danrem 161/Wira Sakti didampingi sejumlah pejabat utama Korem, di antaranya Kasrem 161/WS, Kasi Intel, Kasiops, Kasiter, Dandenpom Kupang, Pasi Intel, dan Kapenrem 161/WS. Melalui pernyataan resminya, Korem 161/Wira Sakti bersama Kodam IX/Udayana menegaskan komitmen untuk menegakkan keadilan secara transparan dan profesional. TNI, kata Danrem, akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas, demi menjaga kehormatan institusi, martabat prajurit, dan rasa keadilan bagi keluarga korban. ( Agus)

LAMPUNG SELATAN, BIDIK-KASUSNEWS.COM Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan survei lapangan untuk memastikan kesiapan angkutan dan kelancaran arus lalu lintas di Pelabuhan ASDP Cabang Bakauheni, Selasa (4/11/2025). Kegiatan yang dipimpin oleh Kasubdit Audit dan Inspeksi Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Ditkamsel) Korlantas Polri Kombes Pol Kingkin Winisuda ini menjadi bagian dari langkah strategis Polri dalam menyusun pola pengamanan dan manajemen arus transportasi menjelang pelaksanaan Operasi Lilin 2025. Turut hadir dalam kegiatan tersebut GM ASDP Bakauheni Tri Guntanto, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Lampung AKBP Firman Sontama, Kapolsek KSKP Bakauheni AKP Ferdo Eliyanto, Kasat Lantas Polres Lampung Selatan IPTU I Made Agus, serta perwakilan dari Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, dan Jasa Raharja. Dalam keterangannya, Kombes Pol Kingkin Winisuda menekankan pentingnya kesiapan lintas sektor dalam menghadapi lonjakan arus penyeberangan dan mobilitas masyarakat selama libur panjang akhir tahun. “Kegiatan ini memang rutin dilakukan setiap tahun, tetapi dinamika di lapangan selalu berubah. Karena itu, seluruh stakeholder harus siap beradaptasi dan all-out dalam menghadapi arus mudik, balik, maupun wisata selama Nataru 2025,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi koordinasi yang solid antara Polri, ASDP, Kementerian Perhubungan, dan pengelola jalan tol, yang telah lebih awal melakukan simulasi pengaturan lalu lintas serta pemetaan potensi permasalahan di titik-titik rawan kemacetan. “Alhamdulillah, persiapan seluruh pihak sudah sangat baik. Kami akan terus memperkuat sinergi untuk menjamin arus lalu lintas tetap aman dan lancar,” ujarnya. Lebih lanjut, hasil survei ini akan menjadi bahan utama dalam penyusunan strategi rekayasa lalu lintas dan pengaturan transportasi selama masa libur panjang. Titik fokus pengawasan meliputi jalur tol Trans-Sumatera, Pelabuhan Bakauheni, serta jalur arteri penghubung antarwilayah. “Hari ini kami juga menjadwalkan kunjungan ke Polres Lampung Selatan dan Bandara Radin Inten II untuk melihat langsung kesiapan sarana transportasi. Harapannya, hasil survei ini menjadi acuan penting bagi pelaksanaan Operasi Lilin 2025,” ungkap Kingkin. Melalui kegiatan ini, Korlantas Polri berkomitmen mewujudkan mudik dan liburan yang aman, tertib, serta nyaman bagi seluruh pengguna jalan, sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan optimal selama momentum Natal dan Tahun Baru 2025. ( Mg)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.A. Kartini Kabupaten Jepara menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) tahun 2025 sebagai upaya memperkuat kualitas pelayanan dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses evaluasi serta perencanaan layanan rumah sakit. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Direktur RSUD R.A. Kartini, dr. Tri Iriatiwi, di aula utama rumah sakit. Dalam sambutannya, dr. Tri Iriatiwi menyampaikan bahwa FKP merupakan wadah penting bagi rumah sakit untuk menyampaikan capaian kinerja layanan yang telah diberikan kepada masyarakat, sekaligus merumuskan rencana pengembangan pelayanan di tahun mendatang. “Tujuannya agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana peningkatan mutu layanan yang kami berikan, serta turut memberi masukan demi pelayanan yang lebih baik, transparan, dan akuntabel,” ujarnya 3/11/2025. Forum ini membahas berbagai program inovatif yang telah dan akan dijalankan RSUD R.A. Kartini, di antaranya Go Ambulans Sakti untuk layanan darurat yang lebih cepat dan efisien, Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) sebagai alat ukur kepuasan publik terhadap pelayanan rumah sakit, serta Program Suka Senyum yang mendorong budaya keramahan dan empati seluruh tenaga kesehatan. Selain itu, rumah sakit juga menyoroti pentingnya publikasi standar pelayanan agar masyarakat mengetahui hak dan prosedur pelayanan secara jelas. Melalui kegiatan ini, RSUD R.A. Kartini berharap masyarakat dapat memberikan kritik, saran, dan ide-ide konstruktif untuk penyusunan rancangan pelayanan tahun berikutnya. “Kami ingin layanan RSUD R.A. Kartini semakin berorientasi pada kepuasan masyarakat dengan prinsip inklusif dan berkeadilan,” tambah dr. Tri. Forum Konsultasi Publik 2025 ini menjadi bukti nyata komitmen RSUD R.A. Kartini Jepara dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan serta membangun sistem yang lebih transparan, partisipatif, dan berkelanjutan demi kemajuan pelayanan publik di bidang kesehatan.(Wely-jateng) Sumber:Humas RSUD Kartini

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Dalam upaya memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, hadir sebagai narasumber dalam talkshow interaktif di Radio R-Lisa FM Jepara, Selasa (4/11/2025). Talkshow ini mengangkat tema “Pentingnya Kemandirian dan Keterampilan Hidup bagi Warga Binaan”, yang menjadi fokus utama dalam pembinaan di Rutan Jepara. Selama siaran yang berlangsung sekitar satu jam, suasana perbincangan terasa santai namun penuh makna. Renza menjelaskan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi lebih kepada pemberdayaan dan perubahan perilaku positif agar mereka siap kembali ke masyarakat. > “Rutan bukan sekadar tempat menjalani pidana, melainkan wadah pembelajaran hidup. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan nyata yang bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Renza. Menurutnya, Rutan Jepara terus mengembangkan berbagai program pelatihan kerja dan keterampilan, seperti pembuatan kerajinan tangan, pertanian, barista, hingga tata boga. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggandeng pihak swasta, pemerintah daerah, dan komunitas lokal. > “Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak agar pembinaan tidak berjalan sendiri. Dengan dukungan masyarakat, pembinaan akan lebih efektif dan hasilnya bisa dirasakan secara luas,” jelasnya. Selain pembinaan kemandirian, Renza juga menyoroti pentingnya pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan. Menurutnya, perubahan karakter merupakan fondasi utama agar seseorang mampu menjalani hidup dengan lebih baik setelah bebas. Talkshow yang disiarkan langsung ini mendapat respon positif dari pendengar. Banyak yang mengapresiasi keterbukaan Rutan Jepara dalam menyampaikan proses pembinaan di balik tembok pemasyarakatan, yang selama ini jarang diketahui publik. Kepala Rutan Jepara juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung proses reintegrasi sosial mantan warga binaan. Ia menegaskan bahwa mereka memiliki hak yang sama untuk memperbaiki diri dan berkontribusi bagi lingkungan. > “Setelah menjalani masa hukuman, mereka butuh kesempatan kedua. Dukungan masyarakat menjadi kunci agar mereka bisa benar-benar berubah dan berdaya,” pesannya. Melalui kegiatan ini, Rutan Jepara berharap masyarakat semakin memahami bahwa keberhasilan pembinaan bukan hanya tanggung jawab lembaga pemasyarakatan, tetapi juga hasil dari kerja sama dan empati semua pihak. Talkshow di Radio R-Lisa FM ini menjadi langkah nyata Rutan Jepara dalam memperkuat komunikasi publik serta menegaskan komitmennya terhadap pembinaan humanis dan berkelanjutan bagi warga binaan.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG: Bidik-kasusnews.com Jepara, 4 November 2025 — Sidang perkara dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp600 juta dengan terdakwa Supriyanto Bin Diono kembali digelar di Pengadilan Negeri Jepara, Selasa (4/11/2025). Sidang kali ini memasuki tahap duplik, yakni tanggapan dari pihak terdakwa atas replik yang sebelumnya dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sidang yang terdaftar dengan nomor perkara 82/Pid.B/2025/PN Jpa tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Erven Langgeng Kasih S.H.M,H. dengan hakim anggota Parlin Mangatas Bona Tua,S.H.M.H dan Yuristi Lapri Moni.S.H, Berbeda dari sidang sebelumnya, kali ini terdakwa tidak hadir langsung di ruang sidang, melainkan mengikuti jalannya persidangan secara virtual dari Rutan Kelas IIB Jepara. Dalam persidangan yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB, penasihat hukum terdakwa, Bambang Budiyanto, S.H., S.Sos., membacakan duplik atau jawaban atas replik JPU. Ia menegaskan bahwa pihaknya menolak seluruh argumentasi jaksa, karena dianggap tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak didukung oleh fakta persidangan. > “Tidak ada fakta baru yang membuktikan klien kami bersalah. Semua tuduhan jaksa telah kami bantah dalam pledoi sebelumnya,” ujar Bambang saat menyampaikan pembelaan. Dalam tanggapannya, Bambang juga menilai bahwa perkara yang menjerat kliennya lebih tepat dikategorikan sebagai sengketa perdata, karena melibatkan kesepakatan antara pihak-pihak yang bersangkutan. Menurutnya, jika terjadi keterlambatan pengembalian uang, hal tersebut tidak bisa disebut penipuan, melainkan wanprestasi. Sidang berlangsung tertib dan terbuka untuk umum. Setelah pembacaan duplik selesai, majelis hakim menutup sidang dan menjadwalkan agenda putusan (vonis) pada Selasa, 11 November 2025 mendatang. Kasus Supriyanto menjadi sorotan di Jepara karena melibatkan nilai kerugian besar dan telah melalui rangkaian sidang panjang sejak awal tahun. Sidang berikutnya akan menjadi penentu akhir, apakah terdakwa akan dibebaskan atau dinyatakan bersalah atas dugaan tindak pidana tersebut.(Wely-jateng)

BANDUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan pentingnya profesionalisme dan dedikasi dalam setiap penugasan sebagai kunci keberhasilan seorang prajurit. Pesan itu ia sampaikan saat menutup Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVI Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun Ajaran 2025, di Gedung Prof. Dr. Satrio, Seskoad, Bandung, Selasa (4/11/2025). “Perjalanan penugasan Anda nanti, kalau dilakukan dengan baik, saya yakin Anda akan menjadi orang yang berhasil,” tegas Kasad dalam amanatnya di hadapan para perwira siswa. Ia menambahkan, di era keterbukaan informasi saat ini, tidak ada alasan bagi prajurit untuk berhenti belajar. “Sekarang akses pembelajaran jauh lebih mudah. Belajarlah, bacalah, dan teruslah berinovasi demi kemajuan diri dan satuan kalian,” lanjutnya. Dalam kesempatan tersebut, Kasad mengucapkan selamat kepada 255 perwira siswa yang telah menyelesaikan pendidikan strategis tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan menyelesaikan Dikreg bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru sebagai pemimpin satuan di lingkungan TNI AD dan instansi lainnya. Kasad juga mengingatkan bahwa dinamika tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, ancaman siber, perubahan sosial, hingga dinamika geopolitik global. Oleh karena itu, para alumni Seskoad dituntut untuk memiliki visi yang luas, berpikir inovatif, serta mampu mengambil keputusan cepat dan tepat di lapangan. “Pemimpin TNI AD masa depan harus menjadi problem solver, bukan sekadar pelaksana rutinitas. Gunakan ilmu yang kalian peroleh untuk mencari solusi dan mendukung program-program nasional. Kita punya harga diri dan tanggung jawab agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang dihormati dunia,” tegasnya. Adapun dalam acara tersebut, Mayor Inf Antonius Ernesto Diliano Putra, S.S.T.Han. terpilih sebagai lulusan terbaik dan meraih Piala Virajati. Sementara itu, penghargaan penulis tugas akhir terbaik diraih oleh Mayor Inf Arief Wibisono, S.S.T.Han., S.I.P., M.A. dan Kompol Dian Novita Pietersz, S.I.K., sedangkan Mayor Laut (P) Arie Wibowo, S.H., CBEI. dinobatkan sebagai Pasis tamu terbaik. Pendidikan Reguler LXVI Seskoad TA 2025 yang berlangsung selama 16 minggu ini diikuti oleh 249 perwira siswa TNI AD, 3 Pasis TNI AL, 2 Pasis TNI AU, dan 1 Pasis Polri, sebagai bentuk pembinaan karier dan penyiapan kader pemimpin masa depan TNI yang profesional, adaptif, dan berkarakter. ( Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara —4-November-2025- Dalam rangka meningkatkan keamanan dan keselamatan lingkungan pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melakukan langkah preventif dengan pemasangan fireblock di seluruh ruangan. Upaya ini merupakan bagian dari strategi Rutan Jepara untuk mengantisipasi potensi kebakaran serta menciptakan lingkungan yang aman dan tertib bagi petugas maupun warga binaan. Kegiatan pemasangan fireblock dilakukan secara bertahap oleh petugas teknis Rutan bersama tim keamanan. Fireblock dipasang di setiap sudut ruangan, blok hunian, area kantor, serta ruang pelayanan publik guna memastikan sistem perlindungan terhadap api dapat berfungsi optimal saat terjadi keadaan darurat. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Rutan dalam menjaga keselamatan jiwa dan fasilitas negara. “Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan. Melalui pemasangan fireblock, kami ingin memastikan seluruh area Rutan memiliki perlindungan maksimal dari risiko kebakaran. Keselamatan warga binaan dan petugas adalah prioritas utama,” ujarnya. Selain pemasangan fireblock, Rutan Jepara juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik, penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di titik-titik strategis, serta pelatihan simulasi penanganan kebakaran bagi petugas. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh unsur keamanan di lingkungan Rutan selalu dalam kondisi siaga. Kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) yang menekankan pentingnya penerapan standar keamanan dan keselamatan di seluruh lapas dan rutan di Indonesia. “Kami tidak ingin ada potensi bahaya sekecil apa pun di lingkungan Rutan. Fireblock menjadi salah satu sarana penting untuk memperlambat penyebaran api jika terjadi kebakaran, sehingga evakuasi dapat dilakukan dengan cepat dan aman,” tambah Renza Maisetyo. Petugas yang terlibat dalam kegiatan ini juga diberikan arahan mengenai fungsi, cara kerja, dan perawatan fireblock, agar alat tersebut dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang. Dengan adanya pemasangan fireblock ini, Rutan Jepara berharap seluruh penghuni rutan dapat merasa lebih aman dan terlindungi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Rutan Jepara dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang tertib, aman, dan berstandar keselamatan tinggi. Langkah antisipatif ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk warga binaan yang merasakan langsung dampak positifnya. Peningkatan sarana keselamatan seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain dalam membangun budaya siaga bencana dan keselamatan bersama.(Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan, tidak hanya dari sisi kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga dalam penguatan mental serta spiritual. Sebagai wujud nyata, Rutan Jepara melaksanakan program pembinaan rohani yang menyentuh seluruh warga binaan, baik yang beragama Islam maupun non-Islam. Kegiatan pembinaan ini rutin dilaksanakan di lingkungan Rutan Jepara dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara, tokoh agama, dan lembaga keagamaan lokal. Tujuannya adalah membentuk karakter warga binaan yang beriman, berakhlak, serta memiliki semangat toleransi dan kedamaian. Dalam pelaksanaannya, pembinaan bagi warga binaan beragama Islam dilakukan melalui kegiatan pengajian rutin, pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, ceramah keagamaan, salat berjamaah, serta peringatan hari besar Islam. Sedangkan bagi warga binaan non-Islam, Rutan Jepara memfasilitasi kegiatan pembinaan rohani Kristen dan Katolik dengan menghadirkan pendeta atau rohaniawan dari gereja setempat untuk memberikan pelayanan ibadah dan bimbingan moral secara berkala. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan yang menyeluruh, agar warga binaan tidak hanya dibina secara fisik dan keterampilan, tetapi juga dari aspek spiritual dan mental. “Pembinaan keagamaan menjadi pondasi penting dalam proses pemasyarakatan. Dengan memperkuat iman dan karakter, kami berharap warga binaan dapat menjalani masa hukumannya dengan lebih tenang, introspektif, dan siap kembali ke masyarakat dengan perubahan positif,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Rutan Jepara selalu berkomitmen menjaga toleransi antarumat beragama di dalam lingkungan rutan. Meskipun berasal dari latar belakang keyakinan yang berbeda, seluruh warga binaan diajak untuk saling menghormati dan hidup berdampingan secara harmonis. Hal senada disampaikan oleh perwakilan Kemenag Kabupaten Jepara, yang turut mendukung kegiatan pembinaan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi langkah Rutan Jepara yang memberikan perhatian setara kepada semua warga binaan. Nilai-nilai keagamaan yang diajarkan bukan hanya untuk meningkatkan keimanan, tetapi juga untuk membentuk karakter yang lebih manusiawi dan bertanggung jawab,” ungkapnya. Selain pembinaan rohani, kegiatan ini juga diisi dengan motivasi dan pembinaan mental, di mana warga binaan diberikan materi tentang pentingnya perubahan diri, kesabaran, serta tanggung jawab sosial setelah kembali ke masyarakat. Program pembinaan mental dan spiritual lintas agama ini menjadi bukti bahwa Rutan Jepara tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga menjadi wadah pembentukan manusia yang lebih berdaya, berakhlak, dan berorientasi pada kebaikan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan penuh makna, serta keluar dari Rutan Jepara sebagai individu yang lebih religius, berjiwa toleran, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat.(Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Dalam upaya memperkuat pembinaan rohani dan membentuk karakter warga binaan yang lebih religius, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 04/11/2025 di Aula Kemenag Kabupaten Jepara. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, dan Kepala Kemenag Kabupaten Jepara, H. Akhsan Muhyiddin, disaksikan oleh pejabat struktural dari kedua instansi, serta para Pegawai Kemenag Kabupaten Jepara. Dalam sambutannya, Kepala Rutan Jepara menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan instansi keagamaan. “Kami menyadari bahwa pembinaan rohani menjadi aspek penting dalam proses pembinaan di Rutan. Melalui kerja sama ini, kami berharap warga binaan dapat lebih mendalami nilai-nilai keagamaan dan memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Kemenag Jepara mengapresiasi langkah Rutan Jepara yang secara proaktif membangun kolaborasi dalam bidang pembinaan keagamaan. Ia menegaskan bahwa Kemenag siap mendukung kegiatan pembinaan rohani, mulai dari pengiriman penyuluh agama, pelaksanaan pengajian rutin, hingga pembinaan khusus pada hari-hari besar keagamaan. “Tujuan kami sama, yaitu menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral agar warga binaan memiliki bekal keimanan yang kuat ketika kembali ke masyarakat,” katanya. Melalui MoU ini, kedua pihak sepakat untuk melaksanakan berbagai program pembinaan keagamaan secara berkelanjutan, di antaranya bimbingan keagamaan rutin, pelatihan baca tulis Al-Qur’an, ceramah dan tausiyah keagamaan, serta peringatan hari besar Islam bersama warga binaan. Kegiatan penandatanganan ini juga menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara Rutan Jepara dan Kemenag Jepara dalam mendukung misi pemasyarakatan, yaitu membina dan memulihkan kesadaran moral warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat dengan perilaku yang lebih baik. Dengan terjalinnya kerja sama ini, diharapkan warga binaan Rutan Jepara tidak hanya mengalami perubahan dalam aspek kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga memiliki pondasi spiritual yang kuat sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih bermakna setelah masa pidana berakhir.(Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara

BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0410/KBL menggelar patroli malam rutin di wilayah binaannya, Senin (3/11/2025) malam. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh personel TNI, tetapi juga melibatkan unsur masyarakat dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) GRIB, sebagai wujud nyata sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan. Patroli malam tersebut dipimpin langsung oleh Serka Hamdan bersama sembilan personel Babinsa. Dari laporan resmi yang diterima redaksi, seluruh anggota berangkat dari Mako Kodim 0410/KBL pada pukul 20.15 WIB dengan perlengkapan lengkap dan dalam keadaan aman. “Patroli ini bertujuan untuk memastikan situasi Kamtibmas di wilayah tetap kondusif, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat,” ujar Serka Hamdan di sela kegiatan. Keterlibatan dua anggota Ormas GRIB dalam kegiatan ini menunjukkan kuatnya kolaborasi antara aparat TNI dan elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan. Sinergi ini menjadi cerminan semangat gotong royong dan kepedulian bersama terhadap keamanan wilayah. Selain sebagai langkah preventif mencegah gangguan keamanan, kehadiran Babinsa di malam hari juga menjadi sarana pendekatan yang humanis kepada warga. Melalui interaksi langsung, Babinsa turut membangun kepercayaan dan memperkuat ketahanan sosial di tingkat akar rumput. “Babinsa adalah ujung tombak pertahanan teritorial. Kami akan terus hadir di tengah masyarakat, kapan pun dibutuhkan,” tegas Hamdan. Dengan adanya patroli rutin seperti ini, Kodim 0410/KBL berharap situasi keamanan di wilayah Bandar Lampung dapat terus terjaga, sehingga aktivitas masyarakat berjalan lancar dan pembangunan daerah semakin berkembang dalam suasana yang aman dan damai. ( Agus)