Jambi, Bidik-KasusNews.com – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 di Asrama Haji Jambi pada 16–18 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga PSHT untuk merenungi kembali nilai-nilai luhur ajaran dan wasiat organisasi. Dalam sambutannya, Ketua Umum PSHT, Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc, menegaskan pentingnya menjadikan Rakernas sebagai ajang refleksi terhadap ajaran, sumpah bersama, dan semangat persatuan bangsa. Ia mengaitkan hal ini dengan momen peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yang menjadi tonggak kesadaran nasional akan arti persatuan dan kebangsaan. “Peristiwa Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah tumbuhnya kesadaran untuk bersatu. Semangat itu harus terus hidup dalam diri setiap warga PSHT,” ujar Taufiq. Lebih lanjut, Taufiq mengajak seluruh warga untuk mengamalkan Wasiat Setia Hati Terate yang diwariskan oleh Ki Hajar Harjo Utomo, salah satu pahlawan perintis kemerdekaan Indonesia. Wasiat tersebut, menurutnya, berisi pesan agar anggota PSHT menjadi bangsa yang merdeka, menjauhkan diri dari sifat egois, serta menjunjung tinggi persaudaraan dan gotong royong. “Mari kita ugemi bersama wasiat yang diwariskan pendiri kita, Ki Hajar Harjo Utomo, dengan terus menguatkan semangat persaudaraan dan saling tolong-menolong,” tegasnya. Selain itu, Ketua Umum juga mengingatkan pentingnya menepati sumpah bersama yang diikrarkan sebelum seseorang menjadi warga tetap PSHT. Dalam sumpah itu, setiap anggota berjanji untuk menjaga persaudaraan lahir batin, menaati pepacuh dan disiplin organisasi, serta melaksanakan setiap keputusan PSHT dengan jujur dan tanggung jawab. “Mari kita ajak kembali saudara-saudara kita yang sempat lupa terhadap sumpah dan piagam wasiat yang pernah diterimanya,” ajaknya. Rakernas 2025 juga menjadi sarana evaluasi kinerja organisasi selama empat tahun terakhir sekaligus persiapan menuju Parapatan Luhur 2026. Muhammad Taufiq berharap kegiatan ini mampu memperkuat sinergi antarwarga PSHT di seluruh Indonesia dalam mendukung program strategis pemerintah. “Melalui Rakernas 2025, mari kita wujudkan semangat guyub rukun dan nyawiji demi menjaga keutuhan serta persatuan Bangsa Indonesia,” tutup Taufiq. ( Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 17 Oktober 2025 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus berinovasi dalam upaya menjaga kesehatan warga binaannya. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan menggelar Pelatihan Kader Kesehatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang dilaksanakan pada Jumat (17/10) di Klinik Pratama Rutan Jepara. Kegiatan ini bertujuan membentuk kader kesehatan dari kalangan WBP yang dapat membantu petugas dalam melakukan pemantauan kesehatan dan memberikan edukasi dasar di blok hunian. Sebanyak 17 peserta yang merupakan perwakilan dari tiap kamar hunian mengikuti kegiatan pelatihan tersebut dengan penuh semangat. Dalam pelatihan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini, peserta dibekali berbagai pengetahuan penting mulai dari cara menjaga kebersihan lingkungan, mengenali gejala awal penyakit menular, hingga teknik pertolongan pertama pada kondisi darurat. Materi disampaikan langsung oleh tenaga kesehatan Rutan Jepara. Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Yusril Arinaldy, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan kader kesehatan merupakan bagian dari strategi pembinaan yang menekankan nilai tanggung jawab dan solidaritas antar sesama warga binaan. > “Kami ingin WBP tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan bersama. Dengan begitu, kesadaran hidup sehat bisa tumbuh dari dalam lingkungan Rutan itu sendiri,” tutur Yusril. Kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh antusias. Para peserta aktif berdiskusi dan memperhatikan setiap arahan dari narasumber. Ke depan, para kader ini diharapkan menjadi mitra petugas dalam menjaga kebersihan, memberikan informasi kesehatan dasar, serta membantu penanganan awal apabila ada rekan WBP yang mengalami keluhan kesehatan. Dengan adanya program ini, Rutan Jepara berharap pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan semakin optimal dan mampu menciptakan budaya hidup bersih serta sehat di kalangan WBP.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 17 Oktober 2025 — Suasana pagi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WIB, seluruh pegawai tampak bersemangat mengikuti kegiatan Jumat Bersih, sebuah program rutin yang digalakkan untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan rutan. Dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Jepara, Benny Apridona, kegiatan ini menyasar berbagai titik area, mulai dari halaman depan, taman, hingga area blok hunian warga binaan. Dengan membawa alat kebersihan masing-masing, para pegawai bahu membahu membersihkan lingkungan sekitar dengan penuh antusias. Dalam kesempatan tersebut, Benny Apridona menekankan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai cerminan disiplin dan tanggung jawab seluruh pegawai. > “Rutan yang bersih dan tertata akan menciptakan suasana kerja yang nyaman serta mendukung pelaksanaan tugas pembinaan warga binaan secara maksimal,” ujar Benny. Tidak hanya pegawai, sejumlah warga binaan pun turut dilibatkan secara aktif dalam kegiatan ini. Mereka dengan tertib membersihkan area hunian masing-masing di bawah pengawasan petugas. Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, Rutan Jepara ingin menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong di lingkungan kerja. Program ini menjadi wujud nyata komitmen jajaran Rutan Jepara dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan manusiawi. Dengan rutinitas ini, diharapkan suasana rutan semakin tertib, nyaman, dan menjadi tempat pembinaan yang produkt (Wely-jateng)

Bidik-kasusnews.com,Kubu Raya Kalimantan Barat Desa Teluk Bakung: Masyarakat berharap Polisi melakukan penyelidikan terhadap gudang, yang diduga menimbun CPO ilegal, di Desa Teluk Bakung Kecamatan Sei Ambawang Kabupaten Kubu Raya, pas bersebelahan dengan warung cat hijau. Kamis-16-Okt-2025 “Kami kerap melihat aktivitas kendaraan yang keluar masuk kedalam gudang.Ntah apa muatannya, solar atau CPO, semuanya masih belum diketahui. Ada yang bilang disitu tempat penampungan sementara, setelah banyak, baru diangkut kewajok, tepatnya gudang milik BD, ” ujar RL, warga sekitar. Dia mengatakan, dari hasil pasang telinga diwarung sebelah, terdengar kalau penampung CPO ilegal di daerah tersebut inisialnya LSD. Praktek gelap ini sudah lama berlangsung tanpa ada kendala hukum sedikitpun. RL mendesak agar Polisi tanggap dan segera memeriksa gudang tersebut termasuk asal usul CPO. Sekiranya praktek itu tanpa dilengkapi surat izin selembarpun, mereka berdua, LSD dan BD, wajib diproses hukum. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif ikut mencegah praktek ilegal yang ada dimanapun. Lapor ke APH setempat jika melihat kegiatan terselubung yang sangat mencurigakan. Bila perlu bersama Ketua RT, terjun kelokasi dan tanya pemilik secara baik-baik. Sumber:Warga Setempat Editor:Basori

Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Ketua Dewan Pengurus Korpri (DPK) Unit TNI Angkatan Darat (AD), drg. Nora Tristyana, M.A.R.S., menegaskan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI AD sebagai pilar profesionalisme, loyalitas, dan pengabdian dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok Angkatan Darat. Hal itu disampaikan drg. Nora dalam acara Pengukuhan Dewan Pengurus Korpri (DPK) Sub Unit Satuan Jajaran (Satjar) TNI AD, yang digelar di Gedung Gatot Soebroto, Markas Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Mapuspomad), Jakarta, pada Kamis (16/10/2025). “Korpri bukan sekadar wadah organisasi, tetapi pilar penting yang menopang profesionalisme dan semangat pengabdian ASN TNI AD. ASN harus bekerja dengan integritas dan menjadi bagian aktif dalam mendukung tugas pokok Angkatan Darat,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, drg. Nora juga mengingatkan agar ASN TNI AD menjaga nama baik institusi dengan menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng citra pribadi maupun satuan. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para pengurus DPK Sub Unit sebelumnya atas dedikasi dan kontribusinya, serta mengajak pengurus baru untuk mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan. Delapan Sub Unit DPK TNI AD Resmi Dikukuhkan Sebanyak delapan Sub Unit Korpri Satjar TNI AD resmi dikukuhkan dalam acara tersebut. Lima di antaranya — Puspomad, Puskesad, Ditkumad, Ditkuad, dan Dispenad — dikukuhkan secara langsung di Mapuspomad, sementara tiga lainnya yaitu Kodam I/Bukit Barisan, Kodam XVII/Cenderawasih, dan Kodam XVIII/Kasuari mengikuti prosesi secara virtual. Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan naskah keputusan, penandatanganan berita acara, dan penyerahan Bendera Pataka Korpri kepada para Ketua Sub Unit sebagai simbol estafet kepemimpinan. Sebagai bentuk penghargaan, Ketua DPK Unit TNI AD juga menyerahkan cendera mata kepada pengurus lama yang telah mengabdi. Korpri Diharapkan Jadi Motor Peningkatan Kinerja ASN TNI AD Dalam amanat yang dibacakan oleh Wadanpuspomad Brigjen TNI Rory Ahmad Sembiring, Danpuspomad Mayjen TNI Eka Wijaya Permana, S.H. menyampaikan harapannya agar Korpri menjadi motor penggerak peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan publik di lingkungan TNI AD. “ASN TNI AD harus adaptif terhadap perubahan, inovatif dalam bekerja, dan menjunjung tinggi profesionalisme,” pesan Danpuspomad. Kegiatan juga diisi dengan pengarahan dari Paban VI/Bin PNS Spersad Kolonel Inf J. Hadiyanto, S.I.P., M.I.P., yang menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi serta kesejahteraan ASN TNI AD. Dalam sesi sharing session, para ASN membahas berbagai isu aktual seperti pengembangan keahlian, etika bermedia sosial, penanganan berita negatif, hingga pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung kinerja. Acara ditutup dengan materi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) terkait Karis dan Karsu Virtual, dan berlangsung dengan suasana khidmat serta penuh semangat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, Korpri Unit TNI AD meneguhkan kembali komitmen untuk menjadikan ASN sebagai abdi negara yang profesional, tangguh, dan berintegritas, siap memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara. ( Agus )

Amuntai, Bidik-kasusnews.com — Dalam rangka memastikan kesiapan serta keamanan peralatan dan perlengkapan dinas, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan kegiatan pengecekan, pendataan, dan pengawasan terhadap penggunaan, penyimpanan, serta pengamanan material logistik (Matlog), Kamis (16/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di halaman Polres HSU, serta Mako Polsek Amuntai Tengah dan Polsek Sungai Pandan ini dipimpin langsung oleh Ipda Y. Krisna Pandu Buana, S.H. selaku Ketua Tim Pengecekan Material BMN di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan, didampingi oleh Ipda Bagus Meru Husodo, Aipda Tawar Tri Setiawan, dan Bripka Roni Saputra sebagai anggota tim. Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Surat Telegram Kapolda Kalsel terkait pengecekan dan pengawasan Matlog di seluruh jajaran, serta Surat Telegram Kapolres HSU Nomor ST/59/X/LOG.8./2025 tanggal 15 Oktober 2025 sebagai tindak lanjut pelaksanaan di tingkat Polres HSU. Kegiatan dan Tujuan Dalam kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA hingga 15.00 WITA ini, tim melakukan serangkaian pemeriksaan yang meliputi: Pemeriksaan kelengkapan dan kebersihan Ranmor Dinas roda dua, empat, dan enam di Polres maupun Polsek jajaran. Pemeriksaan senjata api dinas (Senpi) beserta kelengkapan amunisi dan masa berlaku SIMSA anggota. Pengecekan gudang logistik senjata untuk memastikan kondisi penyimpanan yang aman dan terdata dengan baik. Hasil Pemeriksaan Dari hasil pengecekan, seluruh peralatan dan kendaraan dinas Polres HSU dinyatakan masih layak pakai dan berfungsi baik. Namun, ditemukan beberapa temuan minor, di antaranya: Lima butir amunisi tajam Kal. 38 SPC milik anggota Polres HSU dinyatakan kedaluwarsa dan langsung diamankan untuk ditukar dengan amunisi baru. Sebuah senjata jenis Revolver R1-V1 Pindad No. Seri AE.S 023321 yang disimpan di gudang logistik tercatat rusak berat pada bagian silinder. Sejumlah amunisi tajam di beberapa Polsek jajaran seperti Banjang, Danau Panggang, Amuntai Tengah, dan Amuntai Selatan juga ditarik karena sudah tidak layak pakai. Sementara itu, pengecekan terhadap senpi dinas pinjam pakai di masing-masing satuan menunjukkan hasil aman dan lengkap, serta masa berlaku SIMSA anggota masih aktif hingga 31 Oktober 2025. Penegasan Polres HSU Melalui kegiatan ini, Polres Hulu Sungai Utara menegaskan komitmennya dalam menjaga disiplin logistik dan tanggung jawab personel terhadap perlengkapan dinas. Langkah pengawasan ini juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kepolisian yang PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). “Kegiatan ini bukan hanya sekadar pengecekan rutin, tetapi juga bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan seluruh perlengkapan dinas dalam kondisi aman, layak, dan siap digunakan demi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap salah satu anggota tim pemeriksa. Dengan selesainya kegiatan pengecekan ini, seluruh personel Polres HSU diimbau untuk terus menjaga kebersihan, keamanan, dan kelengkapan perlengkapan dinas, baik kendaraan maupun senjata api, guna menunjang tugas kepolisian di lapangan. (Agus) 

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 16 Oktober 2025 — Rasa kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh Srikandi DPC Squad Nusantara Jepara melalui kegiatan penyerahan santunan kematian kepada keluarga salah satu anggota yang orang tuanya meninggal dunia. Kegiatan berlangsung pada Kamis (16/10/2025) dan dipimpin langsung oleh Ketua Srikandi DPC Jepara, Ibu Riana Shofa, bersama para anggota Srikandi lainnya. Dalam suasana haru dan penuh empati, mereka hadir untuk memberikan dukungan moral serta bantuan santunan kepada keluarga yang sedang berduka. Turut hadir dalam kegiatan ini Bidang Sosial (Bidsos) Squad Nusantara, Bapak Wahyudi, yang berperan langsung dalam penyerahan bantuan santunan tersebut. Dalam sambutannya, Ketua Srikandi Riana Shofa menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bentuk nyata dari rasa kekeluargaan yang telah menjadi ciri khas dalam tubuh Squad Nusantara. > “Kami dari Srikandi DPC Jepara berkomitmen untuk terus hadir di tengah anggota, baik dalam suka maupun duka. Santunan ini bukan hanya soal materi, tetapi bentuk kepedulian dan solidaritas kami terhadap sesama,” ujar Riana Shofa. Sementara itu, BPK Wahyudi selaku Bidang Sosial juga mengapresiasi langkah Srikandi DPC Jepara yang konsisten dalam menebar kebaikan dan memperkuat ikatan persaudaraan di lingkungan Squad Nusantara. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Srikandi Squad Nusantara Jepara tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap sesama anggota dan keluarga besar komunitas. Dengan semangat kebersamaan dan rasa empati yang kuat, diharapkan kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan solidaritas antaranggota Squad Nusantara. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara 16-Oktober-2025-Komitmen Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan terus dibuktikan. Kali ini, Rutan Jepara melaksanakan pemindahan sembilan narapidana ke dua lembaga pemasyarakatan berbeda yang dinilai lebih tepat untuk mendukung proses reintegrasi sosial mereka. Sebanyak lima narapidana laki-laki dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kendal, sementara empat narapidana perempuan ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Semarang. Proses pemindahan dilakukan pada Kamis (16 Oktober 2025) dengan pengawalan ketat petugas Rutan Jepara untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menuturkan bahwa pemindahan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan yang disesuaikan dengan tahapan dan kesiapan narapidana. “Kami menempatkan warga binaan sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan mereka. Lapas Terbuka Kendal cocok untuk warga binaan pria yang sudah menunjukkan kedisiplinan dan kesiapan mengikuti program kemandirian. Sedangkan LPP Semarang memiliki pendekatan khusus bagi pembinaan perempuan,” jelas Renza. Renza menambahkan, langkah ini tidak hanya mendukung proses pembinaan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya mengatasi permasalahan overkapasitas di Rutan Jepara. Dengan adanya redistribusi ini, diharapkan pelayanan dan kegiatan pembinaan di dalam rutan dapat berjalan lebih optimal dan kondusif. Pemindahan empat narapidana perempuan ke LPP Semarang dilakukan pada pukul 09.00 WIB, sementara lima narapidana laki-laki menuju Lapas Terbuka Kendal pada pukul 11.30 WIB. Seluruh kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan baik dari pihak lapas tujuan. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata penerapan sistem pemasyarakatan modern, di mana orientasi pembinaan lebih diutamakan dibandingkan aspek penghukuman. Melalui penempatan di lembaga yang sesuai, warga binaan dapat mengikuti program pelatihan kerja, pendidikan, serta kegiatan sosial yang mempersiapkan mereka untuk kembali ke masyarakat. > “Tujuan utama kami adalah membentuk warga binaan yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki bekal keterampilan. Semua langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan,” tambahnya. Dengan sinergi antar lembaga pemasyarakatan, Rutan Jepara bertekad untuk terus memperkuat program pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan dan pemulihan sosial, sehingga warga binaan benar-benar siap menjadi bagian positif dari masyarakat setelah bebas nanti. (Wely-jateng)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com — Dalam upaya memperkuat sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan, Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara & Pengacara (Bang Japar), Fahira Idris, menurunkan 500 personel pengurus dan anggota Bang Japar untuk mengikuti Apel Siaga Kamtibmas “Jaga Jakarta” bersama Kapolda Metro Jaya di halaman Polda Metro Jaya, Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi simbol nyata dukungan Bang Japar terhadap Polri, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah DKI Jakarta menjelang berbagai agenda penting nasional. Dalam sambutannya, Fahira Idris menegaskan bahwa Bang Japar hadir bukan hanya sebagai organisasi masyarakat, tetapi juga sebagai mitra strategis kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan damai di Ibu Kota. “Kami hadir bukan hanya sebagai ormas, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dan kepolisian dalam menjaga ketenteraman dan kedamaian di Jakarta. Mari kita bersama-sama jaga kampung kita, jaga Jakarta agar tetap aman, damai, dan penuh keberkahan,” ujar Fahira Idris dalam keterangannya. Lebih lanjut, Fahira menjelaskan bahwa keterlibatan 500 personel Bang Japar dalam apel siaga ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terhadap keamanan lingkungan. Ia juga berharap seluruh anggota Bang Japar dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam menumbuhkan kesadaran menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing-masing. “Kami akan terus mendukung penuh langkah Kapolda Metro Jaya dan Kapolri dalam setiap gerakan #JagaJakarta serta kegiatan Kamtibmas di masyarakat,” tegasnya. Fahira menambahkan, Bang Japar berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Polda Metro Jaya, Pemprov DKI Jakarta, serta pemerintah pusat guna mewujudkan Jakarta yang aman, nyaman, dan sejahtera bagi semua lapisan masyarakat. “Seluruh pengurus dan anggota Bang Japar telah berkomitmen untuk terus berperan aktif menjaga Kamtibmas serta mempererat sinergi dengan aparat keamanan dan pemerintah. Tujuannya satu, agar Jakarta selalu menjadi kota yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan,” tutupnya. ( Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – Langkah sinergis antara lembaga pemasyarakatan dan bidang pelayanan hukum kembali terwujud. Dua pegawai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, yakni Benny Apridona dan Thohir Azis, resmi dilantik sebagai anggota Majelis Pengawas Daerah (MPD) Notaris Kabupaten Jepara untuk periode 2025–2028. Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Rabu (15/10/2025), dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Heni Susila Wardoyo. Dalam sambutannya, Heni menegaskan bahwa pengawasan terhadap profesi notaris merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas layanan hukum kepada masyarakat. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas bidang agar pelaksanaan fungsi pengawasan berjalan efektif. > “Majelis Pengawas Daerah berperan penting memastikan notaris bekerja sesuai kode etik dan peraturan perundang-undangan. Keterlibatan unsur pemasyarakatan di dalamnya adalah wujud penguatan integritas lintas sektor,” ujarnya. Kehadiran dua pegawai Rutan Jepara di struktur MPD dianggap sebagai bentuk kepercayaan pemerintah terhadap profesionalitas ASN Pemasyarakatan. Dengan demikian, jajaran Rutan tidak hanya berperan dalam pembinaan warga binaan, tetapi juga turut serta dalam menjaga ketertiban dan integritas hukum di masyarakat. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan apresiasi dan dukungan atas pelantikan tersebut. “Kami menganggap ini sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Kehadiran pegawai kami di MPD diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat tata kelola dan pengawasan profesi notaris di Kabupaten Jepara,” kata Renza. Usai dilantik, para anggota MPD menerima pembekalan teknis yang disampaikan oleh pejabat Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah. Materi meliputi mekanisme kerja pengawasan notaris, proses pemeriksaan pelanggaran, hingga langkah pencegahan dalam menjaga integritas profesi. Pelantikan ini menjadi bukti bahwa Pemasyarakatan bukan hanya berfokus pada pembinaan di balik tembok Rutan, melainkan juga aktif berpartisipasi dalam sistem hukum yang lebih luas. Dengan sinergi seperti ini, diharapkan pengawasan terhadap profesi notaris akan semakin transparan, akuntabel, dan berintegritas tinggi.(Wely-jateng)