JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-5-juni-2026- Kepolisian Resor Jepara akan melaksanakan Operasi Patuh Candi 2026 yang digelar serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah mulai 8 hingga 21 Juni 2026. Operasi ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya. Kasihumas AKP Dwi Prayitno menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi tahun ini tetap mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan penegakan hukum yang terukur, terutama terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. “Operasi ini bukan hanya penindakan, tetapi juga upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih tertib dan selamat di jalan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Bidik-kasusnews via WhatsApp 5 Juni 2026. Selama operasi berlangsung, petugas akan menyasar berbagai pelanggaran prioritas seperti tidak menggunakan helm standar, tidak memakai sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, melawan arus, menerobos lampu merah, hingga pelanggaran marka jalan. Selain itu, pengendara di bawah umur serta kendaraan yang tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) juga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan operasi tersebut. Polres Jepara menegaskan bahwa penindakan akan lebih banyak menggunakan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) handheld sebagai bentuk transformasi digital dalam penegakan hukum lalu lintas. Namun, tilang manual tetap diberlakukan untuk pelanggaran tertentu yang dinilai berisiko tinggi. Polres Jepara juga mencatat bahwa pelanggaran seperti tidak menggunakan helm dan pengendara di bawah umur masih menjadi kasus dominan di wilayah tersebut. Karena itu, selain penegakan hukum, jajaran kepolisian juga mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Melalui Operasi Patuh Candi 2026 ini, Polres Jepara berharap tingkat kepatuhan masyarakat semakin meningkat sehingga tercipta kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di Kabupaten Jepara. “Keselamatan adalah prioritas bersama. Mari wujudkan Jepara yang tertib berlalu lintas,” pungkasnya. (Wely)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Ground Breaking Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI yang digelar secara serentak di 63 titik wilayah jajaran Kodam XXI/RI, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “TNI AD Hadir untuk Rakyat” sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Di Kota Bandar Lampung, kegiatan dipusatkan di Jalan Impres Umbul Kunci, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur. Komandan Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., hadir langsung mengikuti rangkaian kegiatan melalui zoom meeting bersama jajaran Forkopimda, pejabat TNI, dan unsur pemerintah daerah. Ground breaking ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses transportasi masyarakat, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan sarana penghubung guna menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Dalam pelaksanaannya, Kodim 0410/KBL juga mengerahkan jajaran Babinsa untuk turut mengawal dan mendampingi proses pembangunan di lapangan. Salah satunya adalah Serda Yulhaidir, yang akan berperan aktif memastikan pembangunan berjalan lancar sekaligus menjalin komunikasi dengan masyarakat di wilayah binaannya. Apresiasi terhadap program tersebut disampaikan Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui sambutan Wali Kota yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Wilson Faisol, S.E., M.M. Menurutnya, keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur merupakan bukti kuat sinergi antara pemerintah dan aparat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kehadiran TNI dalam mendukung pembangunan daerah menunjukkan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat yang terus terjaga. Program ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, sambutan Danrem 043/Garuda Hitam yang dibacakan Kasrem 043/Gatam, Kolonel Kav Roli Dewanto, menjelaskan bahwa pembangunan 30 titik jembatan pada Tahap V dan VI di Provinsi Lampung merupakan kelanjutan dari Program Jembatan Perintis Garuda yang sebelumnya telah menunjukkan hasil positif. Program tersebut telah berhasil membangun sejumlah jembatan di berbagai wilayah Lampung, termasuk di Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu, serta belasan titik lainnya yang telah rampung dan dimanfaatkan masyarakat. Usai kegiatan, Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya sebatas membangun sarana fisik, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Jembatan yang dibangun ini bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi penghubung harapan masyarakat untuk mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Kodim 0410/KBL siap mengawal seluruh tahapan pembangunan agar berjalan sesuai rencana,” tegasnya. Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIB tersebut berjalan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI, diharapkan konektivitas antarwilayah di Provinsi Lampung semakin baik sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Agus)
HSU, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) bersama Satpolairud, TNI, pemerintah daerah, dan sejumlah instansi terkait menggelar aksi bersih-bersih sungai di kawasan Siring Tugu Itik Amuntai, Sungai Negara, Kecamatan Amuntai Tengah, Jumat (5/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan. Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Kapolres Hulu Sungai Utara bersama Wakapolres, jajaran pejabat utama Polres HSU, personel Satpolairud, Kapolsek Amuntai Tengah, anggota Koramil Amuntai Tengah, serta melibatkan BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, dan unsur terkait lainnya. Dalam kegiatan tersebut, personel gabungan melakukan pembersihan sampah dan berbagai material yang berpotensi mencemari perairan di sepanjang kawasan Siring Tugu Itik hingga aliran Sungai Negara. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai guna mencegah pencemaran lingkungan dan mengurangi risiko banjir. Kapolres HSU menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi seremonial, melainkan bentuk kepedulian nyata Polri terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. “Menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, karena sungai yang bersih akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya. Kegiatan yang berlangsung secara kolaboratif tersebut mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Kehadiran Polri bersama TNI dan pemerintah daerah dinilai menjadi contoh nyata pentingnya sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selain menciptakan lingkungan perairan yang lebih bersih, kegiatan ini juga memperkuat komunikasi dan kerja sama antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung program pelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas. Aksi bersih-bersih sungai ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri yang terus hadir melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polres Hulu Sungai Utara menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 5 Juni 2026 — Suasana hangat dan penuh kepedulian terlihat di depan Rutan Kelas IIB Jepara pada Jumat pagi. Melalui kegiatan Jum’at Berkah, jajaran pegawai Rutan bersama Kepala Rutan turun langsung membagikan paket makanan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas. Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Rutan Kelas IIB Jepara terhadap masyarakat sekitar. Dengan penuh semangat kebersamaan, para pegawai membagikan bingkisan makanan sambil menyapa warga yang melintas di kawasan rutan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan baik antara petugas pemasyarakatan dengan masyarakat. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Jum’at Berkah menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa empati dan semangat berbagi kepada sesama,” ungkapnya. Menurutnya, nilai kepedulian sosial penting untuk terus ditanamkan di lingkungan kerja agar tercipta budaya kerja yang humanis dan penuh kebersamaan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin. Masyarakat pun menyambut baik kegiatan tersebut. Sejumlah pengguna jalan tampak antusias menerima paket makanan yang dibagikan. Mereka mengapresiasi langkah Rutan Kelas IIB Jepara yang dinilai mampu menghadirkan kedekatan dengan masyarakat melalui aksi sederhana namun bermakna. Kegiatan Jum’at Berkah berlangsung lancar dan penuh keakraban. Melalui program ini, Rutan Kelas IIB Jepara kembali menegaskan komitmennya untuk terus aktif dalam kegiatan sosial dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
HSU, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) bersama sejumlah instansi terkait menggelar kegiatan Bakti Kebersihan Sungai sebagai bentuk dukungan terhadap Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), Jumat (5/6/2026). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Tugu Siring Itik Amuntai, Kelurahan Murung Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Kompol Sony Fratago Lumban Gaol, S.E., M.M., memimpin langsung kegiatan yang diawali dengan apel konsolidasi sebelum seluruh peserta turun melakukan pembersihan sungai. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten HSU Moch. Arifil, S.STP., M.I.P., Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten HSU Syamrani, S.Sos., M.AP., Kepala Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup Kabupaten HSU Masrai Syawfajar Nejar, S.P., M.P., unsur Koramil 07 Amuntai Tengah-Banjang, personel Satpolairud, BPBD, Dishub, serta sejumlah personel gabungan lainnya. Aksi bersih sungai ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan dan penopang ekosistem daerah. Kapolres HSU menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membersihkan sampah dan mengurangi pencemaran sungai, tetapi juga memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan yang sehat dan nyaman. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai. Lingkungan yang bersih akan berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat serta membantu mencegah terjadinya berbagai bencana lingkungan,” ujarnya. Program ASRI yang diusung dalam kegiatan ini menitikberatkan pada terciptanya lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Pembersihan sungai dilakukan secara bersama-sama dengan mengangkat sampah dan material yang berpotensi menghambat aliran air. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko pencemaran dan mencegah terjadinya genangan maupun banjir akibat tersumbatnya saluran air. Selain memberikan dampak langsung terhadap kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi sungai dan tidak membuang sampah sembarangan. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui aksi bakti lingkungan tersebut, Polres Hulu Sungai Utara kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan menuju Hulu Sungai Utara yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 5 Juni 2026 — Dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan, Rutan Kelas IIB Jepara melaksanakan kegiatan panen sayur pare yang ditanam di area brandgang rutan. Kegiatan ini merupakan hasil dari pemanfaatan lahan secara produktif yang dilakukan oleh petugas bersama warga binaan. Tanaman pare yang dibudidayakan di area brandgang tersebut tumbuh dengan baik melalui perawatan rutin, mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga pengendalian hama. Hasil panen yang diperoleh menjadi bukti keberhasilan program pertanian yang dijalankan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian di lingkungan rutan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan pertanian ini juga bertujuan memberikan keterampilan dan pengalaman bagi warga binaan dalam bidang bercocok tanam. Dengan demikian, warga binaan diharapkan memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana. Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Jepara, (Benny Apridona, S.H.), menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang produktif dan bermanfaat. “Kegiatan panen pare ini merupakan hasil dari kerja sama dan perawatan yang dilakukan secara rutin oleh petugas dan warga binaan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan kemandirian agar warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa pemanfaatan area brandgang sebagai lahan pertanian memberikan dampak positif bagi lingkungan rutan. “Kami berharap program ini dapat terus dikembangkan sehingga mampu menciptakan lingkungan yang produktif sekaligus mendukung pembinaan warga binaan secara optimal,” imbuhnya. Kegiatan panen berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Melalui program ketahanan pangan ini, Rutan Kelas IIB Jepara menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutanbagi warga binaan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Rutan Kelas IIB Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan hunian yang bersih dan sehat melalui pelaksanaan program UKIR (Upaya Kamar Indah dan Rapi), Jumat (5/6/2026). Program tersebut dilaksanakan dengan melibatkan petugas dan warga binaan untuk membersihkan serta menata kamar hunian agar tetap rapi, nyaman, dan layak ditempati. Kegiatan meliputi pembersihan area kamar, penataan perlengkapan pribadi, hingga menjaga kebersihan lingkungan blok hunian. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan kedisiplinan dan meningkatkan kesadaran warga binaan tentang pentingnya pola hidup sehat selama menjalani masa pembinaan. Setelah kegiatan UKIR selesai, petugas kesehatan Rutan Jepara melanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengecekan tekanan darah, kondisi fisik, hingga konsultasi kesehatan ringan. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Bachtiar Oktaffiandi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan suasana rutan yang aman dan kondusif. “Kebersihan kamar hunian sangat penting untuk menjaga kenyamanan bersama sekaligus mencegah munculnya gangguan kesehatan. Karena itu, program UKIR rutin kami lakukan dengan melibatkan warga binaan secara langsung,” jelasnya. Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan juga menjadi langkah preventif untuk memastikan kondisi warga binaan tetap terpantau dan mendapatkan penanganan cepat apabila mengalami keluhan kesehatan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias dari warga binaan. Melalui program ini, Rutan Jepara berharap dapat terus menghadirkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, tertib, dan mendukung proses pembinaan secara optimal.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
HSU, Bidik-kasusnews.com – Semarak peringatan Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ke-74 mulai terasa di Kecamatan Banjang. Berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, dan perwakilan masyarakat menggelar rapat koordinasi guna mematangkan persiapan kegiatan jalan sehat dan senam bersama yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026 mendatang. Rapat persiapan tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Banjang, Kamis (4/6/2026) pukul 14.00 WITA, dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari unsur Muspika, pemerintah desa, hingga perwakilan instansi teknis di wilayah Kecamatan Banjang. Kapolsek Banjang diwakili oleh Bhabinkamtibmas Brigadir Fahmi Rachman turut hadir dalam rapat yang membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan kegiatan, termasuk pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta kesiapan fasilitas pendukung demi kelancaran acara. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten HSU ke-74 akan diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Selain jalan sehat dan senam bersama, panitia juga menyiapkan pembagian doorprize, layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Poskesmas, serta pelayanan pemasangan implan keluarga berencana (KB) gratis yang difasilitasi Dinas KB. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara juga mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp3 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan teknis selama kegiatan berlangsung. Panitia juga merencanakan penyediaan kupon undian dengan beragam hadiah menarik guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memeriahkan hari jadi daerah yang memasuki usia ke-74 tahun tersebut. Dari sisi keamanan, Polsek Banjang bersama unsur Muspika menyatakan kesiapan penuh untuk melakukan pengamanan di sepanjang rute kegiatan, area parkir, hingga lokasi utama acara. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Selain itu, titik start, jalur lintasan jalan sehat, hingga lokasi finis telah dirancang secara matang agar tidak mengganggu arus lalu lintas utama di wilayah Kecamatan Banjang. Pengaturan tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi peserta sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat lainnya. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Banjang berharap momentum Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Utara ke-74 dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan semangat hidup sehat, serta memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Rapat koordinasi berlangsung lancar dan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis sebagai langkah awal menyukseskan salah satu agenda besar peringatan Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2026. (Agus)
HSU, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) resmi memulai program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Desa Sungai Durait Tengah, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial Polri kepada masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dan warga melalui program yang memberikan manfaat nyata. Pembukaan program bedah rumah dipimpin langsung oleh Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres HSU Kompol Sony Fratago Lumban Gaol, S.E., M.M., serta dihadiri sejumlah pejabat utama Polres HSU, perwakilan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten HSU, pemerintah desa, dan personel yang terlibat dalam kegiatan sosial tersebut. Dalam program ini, terdapat tiga warga Desa Sungai Durait Tengah yang menjadi penerima manfaat, yakni Agus (46), Wahidah (43), dan Galuh S. (97). Ketiganya dinilai membutuhkan bantuan perbaikan tempat tinggal agar dapat menempati rumah yang lebih layak, sehat, dan aman. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto mengatakan bahwa kegiatan bedah rumah merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berorientasi pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menghadirkan kontribusi sosial yang dapat dirasakan langsung oleh warga. “Melalui program ini, Polri ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Bedah rumah bukan sekadar renovasi bangunan, tetapi juga bentuk kepedulian untuk membantu warga memperoleh hunian yang layak sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujarnya. Program tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pemerintah desa setempat. Kehadiran unsur lintas sektor menunjukkan semangat kolaborasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Selain memperbaiki kondisi fisik rumah, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Polres HSU menilai bahwa momentum Hari Bhayangkara menjadi kesempatan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih humanis dan menyentuh kebutuhan warga secara langsung. Kepala Desa Sungai Durait Tengah menyambut baik program tersebut dan mengapresiasi perhatian yang diberikan Polres HSU kepada masyarakat di wilayahnya. Rangkaian kegiatan pembukaan bedah rumah berakhir sekitar pukul 11.00 WITA dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Melalui program bedah rumah ini, Polres Hulu Sungai Utara berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjelang Hari Bhayangkara ke-80. (Agus)
Bidik-kasusnews.com Jakarta-4-Juni-2026. Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat menggemparkan publik. Dalam kasus dugaan korupsi pengurusan dokumen keimigrasian itu, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Salah satu nama yang paling menyita perhatian adalah Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Ia diduga terlibat saat masih menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi periode 2023-2024. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan seluruh tersangka langsung ditahan setelah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. “Delapan orang tersangka kemudian hari ini langsung dilakukan penahanan untuk 20 hari pertama,” kata Budi Prasetyo Dalam keterangan kepada Bidik-kasusnews via WhatsApp Kamis (4/6/2026). KPK menduga terjadi praktik pemerasan dalam pengurusan izin dan dokumen keimigrasian. Selain itu, para tersangka juga diduga menerima gratifikasi dari pihak tertentu terkait pelayanan administrasi keimigrasian. Meski telah menetapkan tersangka, KPK belum mengungkap secara detail pola permainan maupun jumlah uang yang diduga diterima para pejabat tersebut. Penyidik masih terus mendalami aliran dana dan kemungkinan adanya pihak lain yang ikut menikmati hasil dugaan korupsi itu. Dalam OTT tersebut, KPK turut mengamankan 18 orang. Namun, 10 orang lainnya dipulangkan karena hanya berstatus saksi. Berikut delapan tersangka yang diumumkan KPK: 1.Silmy Karim (SK) 2.Saffar Muhammad Godam (SMG) 3.Jaya Saputra (JS) 4.Tessar Bayu Setyaji (TBS) 5.Bagus Bramantyo (BGS) 6.Ronald Arman Abdullah (RAA) 7.Juniadi Sri Priambudi (JSP) 8.Gusti Benardiansyah (GST) Kasus ini dinilai menjadi pukulan besar bagi institusi imigrasi karena melibatkan sejumlah pejabat strategis di Direktorat Jenderal Imigrasi. KPK memastikan proses hukum akan berjalan transparan dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam pengembangan perkara.(Wely/Red)