HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya jajaran kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali membuahkan hasil. Personel Polsek Banjang di bawah naungan Polres HSU, Polda Kalimantan Selatan, berhasil menggagalkan transaksi narkoba jenis sabu di kawasan Jembatan Billi, Desa Kalintamui, Kecamatan Banjang, pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 16.30 Wita. Pelaku yang diamankan diketahui bernama Muhammad Noor Yadi (39), warga Jalan Abdul Azis, Kelurahan Antasari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU. Ia diduga kuat sebagai pengedar sabu yang tengah menunggu pembeli di lokasi kejadian. Kapolsek Banjang melalui Kasat Resnarkoba Polres HSU AKP Sutargo, SH, membenarkan penangkapan tersebut. “Saat dilakukan penyergapan, pelaku sempat membuang bungkusan sabu ke sungai di bawah jembatan menggunakan plastik bekas roti warna merah muda. Namun, berkat kesigapan petugas, barang bukti berhasil ditemukan dan diamankan,” jelasnya, Rabu (5/11/2025). Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, di antaranya: 1 paket sabu dengan berat bersih 2,39 gram, 1 lembar plastik paper clip putih bening, 1 unit handphone Oppo warna cokelat tipe A5i, 1 unit sepeda motor Honda Scoopy warna kuning emas tanpa pelat nomor, serta bungkus plastik bekas roti merek Korea Guguma Flavored yang digunakan untuk menyembunyikan sabu. Selain itu, petugas juga menemukan uang senilai Rp200.000 yang tersimpan di aplikasi dompet digital milik pelaku. Menurut hasil penyelidikan, pelaku diketahui sudah menunggu pembeli di lokasi tersebut setelah melakukan kesepakatan transaksi. Namun, sebelum transaksi berlangsung, tim kepolisian yang telah mendapat informasi dari masyarakat lebih dulu melakukan penyergapan. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Kapolsek Banjang menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya. “Kami akan terus melakukan patroli, penyelidikan, dan tindakan tegas terhadap setiap upaya peredaran narkotika. Tidak ada kompromi bagi siapa pun yang mencoba merusak masa depan masyarakat, khususnya generasi muda,” tegasnya. Saat ini, tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolsek Banjang untuk proses penyidikan lebih lanjut. Penangkapan ini menambah daftar keberhasilan Polres HSU dalam mengungkap kasus narkoba di wilayah hukum Kalimantan Selatan, sejalan dengan komitmen mewujudkan Polri Hebat, Sigap, dan Unggul untuk Masyarakat. ( Agus)
AMUNTAI, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya Polres Hulu Sungai Utara (HSU) dalam memerangi peredaran narkotika kembali membuahkan hasil. Dalam operasi senyap yang digelar dini hari, Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 01.00 Wita, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres HSU berhasil menggulung dua pelaku pengedar narkotika jenis ekstasi lintas kota. Dua tersangka yang diamankan yakni MS (29), buruh harian lepas asal Banjarmasin, dan MF (Alm) (28), wiraswasta asal Kabupaten Banjar. Keduanya diringkus tanpa perlawanan di Gang H. Yus’an, Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU. Penangkapan tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/53/XI/2025/Satresnarkoba, setelah polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya transaksi narkoba di kawasan tersebut. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa kedua pelaku diduga merupakan bagian dari jaringan peredaran ekstasi antarwilayah. Kasat Resnarkoba Polres HSU, AKP Sutargo, SH, mewakili Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah hukum HSU. “Modus peredaran ekstasi yang menyasar tempat hiburan dan kalangan remaja harus segera diputus. Penangkapan ini menjadi bukti komitmen kami untuk memberantas segala bentuk penyalahgunaan narkotika, khususnya jenis ekstasi yang sangat berbahaya bagi kesehatan mental,” tegas AKP Sutargo. Kronologi penangkapan berawal dari pengintaian terhadap dua pria mencurigakan yang melintas menggunakan sepeda motor pada waktu rawan. Saat dilakukan penyergapan, kedua tersangka langsung diamankan, dan petugas kemudian melakukan penggeledahan badan serta kendaraan di lokasi kejadian. Hasilnya, polisi menemukan 7 butir pil ekstasi berwarna hijau berlogo tengkorak dengan berat total 2,68 gram yang disembunyikan secara licik di antara telapak kaki dan sandal salah satu pelaku. Barang haram itu dibungkus tisu putih dan disimpan dalam plastik klip transparan. Selain ekstasi, polisi juga menyita uang tunai Rp59.000, satu unit handphone OPPO A57, serta dua unit sepeda motor Honda Beat yang digunakan pelaku untuk bertransaksi. Kedua pelaku beserta seluruh barang bukti kini telah diamankan di Mapolres Hulu Sungai Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. “Ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba mengedarkan narkoba di wilayah kami. Polres HSU akan terus bergerak tanpa kompromi untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika,” pungkas AKP Sutargo. Operasi ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Hulu Sungai Utara dalam menindak tegas jaringan narkoba lintas kota yang berusaha merusak masyarakat dan generasi penerus bangsa. ( Agus)
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan pentingnya inovasi dan keberanian menciptakan program strategis yang berdampak luas bagi satuan dan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin serah terima enam jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat, yang digelar di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (31/10/2025). Dalam arahannya, Kasad menekankan bahwa para pejabat baru harus memiliki visi yang jelas dan mampu menghasilkan terobosan nyata yang mendukung kebijakan pemerintah serta meningkatkan kesejahteraan prajurit dan rakyat. “Yang terutama adalah kita bisa mendukung kebijakan Presiden. Kedua, kita harus bisa membuat program-program strategis yang berpengaruh panjang dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta anggota kita,” ujar Kasad. Kasad juga menekankan pentingnya perencanaan yang terukur dalam setiap program, agar setiap satuan mampu menciptakan perubahan positif di wilayah tugasnya. “Kita harus bisa membuat konsep yang dapat mengubah suatu wilayah, dan mendata kondisi sebelum maupun sesudah program dilaksanakan. Apa yang menjadi program pemerintah harus kita dukung dan implementasikan,” tegasnya. Adapun enam jabatan strategis yang diserahterimakan dalam kegiatan tersebut meliputi: Pangdam XIV/Hasanuddin dari Mayjen TNI Windiyatno kepada Mayjen TNI Bangun Nawoko. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) dari Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, S.E., M.M. kepada Kolonel Inf Donny Pramono, S.E., M.Han. (Brigjen Wahyu selanjutnya dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden RI). Direktur Ajudan Jenderal Angkatan Darat (Dirajenad) dari Brigjen TNI Kris Doni Indriarto kepada Brigjen TNI Ridwan, S.Sos. Kepala Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat (Kadisbintalad) dari Brigjen TNI Ridwan, S.Sos. kepada Kolonel Czi Basuki Sabdono, S.E. Kepala Dinas Informasi dan Pengolahan Data Angkatan Darat (Kadisinfolahtad) dari Brigjen TNI Nugroho Septiantono, S.I.P. kepada Kolonel Kav Janto Imanuel Tehupiring, S.I.P. Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Kadislitbangad) dari Brigjen TNI Suwandi, S.E. kepada Kolonel Arm Anggoro Nur Setiawan, S.I.P., M.Si. Usai upacara, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media atas dukungan dan sinergi selama masa jabatannya sebagai Kadispenad. “Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik dengan insan media selama ini. Semoga hubungan yang telah terjalin tetap terpelihara dalam penugasan saya yang baru sebagai Sekretaris Militer Presiden,” ucapnya. Sementara itu, Kadispenad yang baru, Kolonel Inf Donny Pramono, menyatakan siap melanjutkan sinergi positif antara TNI AD dan media nasional. “Menjadi Kadispenad adalah amanah besar. Kami akan terus berkolaborasi dengan media dalam menyampaikan kiprah, kegiatan, dan pengabdian TNI AD kepada masyarakat,” ujarnya. Serah terima jabatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas organisasi TNI Angkatan Darat. Di bawah kepemimpinan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, TNI AD terus berkomitmen melaksanakan transformasi menuju satuan yang inovatif, berdampak luas, dan selalu hadir untuk rakyat. ( Agus )
KUPANG, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Proses hukum atas kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo terus berlanjut secara terbuka di Pengadilan Militer (Dilmil) III-15 Kupang. Agenda sidang yang digelar Selasa (4/11/2025) menghadirkan sejumlah saksi untuk memberikan keterangan dalam rangka mengungkap fakta dan menegakkan keadilan. Ruang sidang dipenuhi keluarga korban yang hadir memberikan dukungan moral, termasuk ayah almarhum Pelda Chrestian Namo, dan ibu korban, Sepriana Paulina Mirpey. Keduanya berharap kasus tragis yang menimpa putra mereka dapat diusut secara tuntas dan transparan. Namun, pernyataan Pelda Chrestian Namo di sejumlah media televisi yang menyebut tidak percaya terhadap proses pengadilan militer sempat menuai sorotan publik. Ia juga menuding tidak mendapat informasi dari satuannya terkait perkembangan kasus anaknya. Menanggapi hal tersebut, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono memberikan klarifikasi resmi di hadapan awak media. Ia menegaskan bahwa penanganan perkara kematian Prada Lucky berjalan secara transparan dan sesuai prosedur hukum militer yang berlaku. “Proses sidang sudah berlangsung di Pengadilan Militer III-15 Kupang dengan agenda pemeriksaan saksi. Kami memastikan seluruh tahapan hukum berjalan sesuai aturan dan terus kami pantau secara langsung,” tegas Brigjen Hendro. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga disiplin, etika, serta profesionalitas dalam menghadapi situasi yang sensitif, baik bagi prajurit maupun keluarga besar TNI. “Kami selalu menekankan kepada seluruh anggota untuk memegang teguh disiplin dan etika keprajuritan. Rekan media juga kami harapkan bijak dalam memberitakan agar tidak menimbulkan persepsi keliru terhadap proses hukum yang sedang berlangsung,” ujarnya. Selain memantau proses persidangan, Danrem juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mendalami dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh Pelda Chrestian Namo, ayah almarhum Prada Lucky. “Saya telah menerima laporan dari Dandim 1627/Rote Ndao mengenai dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh Pelda Chrestian. Saat ini sedang kami dalami dan akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya. Lebih lanjut, Brigjen TNI Hendro Cahyono menegaskan bahwa seluruh proses penyelidikan, mulai dari tahap awal hingga penyerahan berkas perkara ke Oditur Militer, telah dilakukan secara terbuka dan profesional. “Tidak benar kalau dikatakan Pelda Chrestian tidak mendapat informasi. Yang bersangkutan sudah dua kali kami panggil ke Korem untuk diberikan penjelasan. Semua proses berlangsung transparan, dan kami bahkan hadir langsung dalam prosesi pemakaman almarhum sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Danrem 161/Wira Sakti didampingi sejumlah pejabat utama Korem, di antaranya Kasrem 161/WS, Kasi Intel, Kasiops, Kasiter, Dandenpom Kupang, Pasi Intel, dan Kapenrem 161/WS. Melalui pernyataan resminya, Korem 161/Wira Sakti bersama Kodam IX/Udayana menegaskan komitmen untuk menegakkan keadilan secara transparan dan profesional. TNI, kata Danrem, akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas, demi menjaga kehormatan institusi, martabat prajurit, dan rasa keadilan bagi keluarga korban. ( Agus)
LAMPUNG SELATAN, BIDIK-KASUSNEWS.COM Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan survei lapangan untuk memastikan kesiapan angkutan dan kelancaran arus lalu lintas di Pelabuhan ASDP Cabang Bakauheni, Selasa (4/11/2025). Kegiatan yang dipimpin oleh Kasubdit Audit dan Inspeksi Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Ditkamsel) Korlantas Polri Kombes Pol Kingkin Winisuda ini menjadi bagian dari langkah strategis Polri dalam menyusun pola pengamanan dan manajemen arus transportasi menjelang pelaksanaan Operasi Lilin 2025. Turut hadir dalam kegiatan tersebut GM ASDP Bakauheni Tri Guntanto, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Lampung AKBP Firman Sontama, Kapolsek KSKP Bakauheni AKP Ferdo Eliyanto, Kasat Lantas Polres Lampung Selatan IPTU I Made Agus, serta perwakilan dari Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, dan Jasa Raharja. Dalam keterangannya, Kombes Pol Kingkin Winisuda menekankan pentingnya kesiapan lintas sektor dalam menghadapi lonjakan arus penyeberangan dan mobilitas masyarakat selama libur panjang akhir tahun. “Kegiatan ini memang rutin dilakukan setiap tahun, tetapi dinamika di lapangan selalu berubah. Karena itu, seluruh stakeholder harus siap beradaptasi dan all-out dalam menghadapi arus mudik, balik, maupun wisata selama Nataru 2025,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi koordinasi yang solid antara Polri, ASDP, Kementerian Perhubungan, dan pengelola jalan tol, yang telah lebih awal melakukan simulasi pengaturan lalu lintas serta pemetaan potensi permasalahan di titik-titik rawan kemacetan. “Alhamdulillah, persiapan seluruh pihak sudah sangat baik. Kami akan terus memperkuat sinergi untuk menjamin arus lalu lintas tetap aman dan lancar,” ujarnya. Lebih lanjut, hasil survei ini akan menjadi bahan utama dalam penyusunan strategi rekayasa lalu lintas dan pengaturan transportasi selama masa libur panjang. Titik fokus pengawasan meliputi jalur tol Trans-Sumatera, Pelabuhan Bakauheni, serta jalur arteri penghubung antarwilayah. “Hari ini kami juga menjadwalkan kunjungan ke Polres Lampung Selatan dan Bandara Radin Inten II untuk melihat langsung kesiapan sarana transportasi. Harapannya, hasil survei ini menjadi acuan penting bagi pelaksanaan Operasi Lilin 2025,” ungkap Kingkin. Melalui kegiatan ini, Korlantas Polri berkomitmen mewujudkan mudik dan liburan yang aman, tertib, serta nyaman bagi seluruh pengguna jalan, sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan optimal selama momentum Natal dan Tahun Baru 2025. ( Mg)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.A. Kartini Kabupaten Jepara menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) tahun 2025 sebagai upaya memperkuat kualitas pelayanan dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses evaluasi serta perencanaan layanan rumah sakit. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Direktur RSUD R.A. Kartini, dr. Tri Iriatiwi, di aula utama rumah sakit. Dalam sambutannya, dr. Tri Iriatiwi menyampaikan bahwa FKP merupakan wadah penting bagi rumah sakit untuk menyampaikan capaian kinerja layanan yang telah diberikan kepada masyarakat, sekaligus merumuskan rencana pengembangan pelayanan di tahun mendatang. “Tujuannya agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana peningkatan mutu layanan yang kami berikan, serta turut memberi masukan demi pelayanan yang lebih baik, transparan, dan akuntabel,” ujarnya 3/11/2025. Forum ini membahas berbagai program inovatif yang telah dan akan dijalankan RSUD R.A. Kartini, di antaranya Go Ambulans Sakti untuk layanan darurat yang lebih cepat dan efisien, Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) sebagai alat ukur kepuasan publik terhadap pelayanan rumah sakit, serta Program Suka Senyum yang mendorong budaya keramahan dan empati seluruh tenaga kesehatan. Selain itu, rumah sakit juga menyoroti pentingnya publikasi standar pelayanan agar masyarakat mengetahui hak dan prosedur pelayanan secara jelas. Melalui kegiatan ini, RSUD R.A. Kartini berharap masyarakat dapat memberikan kritik, saran, dan ide-ide konstruktif untuk penyusunan rancangan pelayanan tahun berikutnya. “Kami ingin layanan RSUD R.A. Kartini semakin berorientasi pada kepuasan masyarakat dengan prinsip inklusif dan berkeadilan,” tambah dr. Tri. Forum Konsultasi Publik 2025 ini menjadi bukti nyata komitmen RSUD R.A. Kartini Jepara dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan serta membangun sistem yang lebih transparan, partisipatif, dan berkelanjutan demi kemajuan pelayanan publik di bidang kesehatan.(Wely-jateng) Sumber:Humas RSUD Kartini
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Dalam upaya memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, hadir sebagai narasumber dalam talkshow interaktif di Radio R-Lisa FM Jepara, Selasa (4/11/2025). Talkshow ini mengangkat tema “Pentingnya Kemandirian dan Keterampilan Hidup bagi Warga Binaan”, yang menjadi fokus utama dalam pembinaan di Rutan Jepara. Selama siaran yang berlangsung sekitar satu jam, suasana perbincangan terasa santai namun penuh makna. Renza menjelaskan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi lebih kepada pemberdayaan dan perubahan perilaku positif agar mereka siap kembali ke masyarakat. > “Rutan bukan sekadar tempat menjalani pidana, melainkan wadah pembelajaran hidup. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan nyata yang bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Renza. Menurutnya, Rutan Jepara terus mengembangkan berbagai program pelatihan kerja dan keterampilan, seperti pembuatan kerajinan tangan, pertanian, barista, hingga tata boga. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggandeng pihak swasta, pemerintah daerah, dan komunitas lokal. > “Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak agar pembinaan tidak berjalan sendiri. Dengan dukungan masyarakat, pembinaan akan lebih efektif dan hasilnya bisa dirasakan secara luas,” jelasnya. Selain pembinaan kemandirian, Renza juga menyoroti pentingnya pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan. Menurutnya, perubahan karakter merupakan fondasi utama agar seseorang mampu menjalani hidup dengan lebih baik setelah bebas. Talkshow yang disiarkan langsung ini mendapat respon positif dari pendengar. Banyak yang mengapresiasi keterbukaan Rutan Jepara dalam menyampaikan proses pembinaan di balik tembok pemasyarakatan, yang selama ini jarang diketahui publik. Kepala Rutan Jepara juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung proses reintegrasi sosial mantan warga binaan. Ia menegaskan bahwa mereka memiliki hak yang sama untuk memperbaiki diri dan berkontribusi bagi lingkungan. > “Setelah menjalani masa hukuman, mereka butuh kesempatan kedua. Dukungan masyarakat menjadi kunci agar mereka bisa benar-benar berubah dan berdaya,” pesannya. Melalui kegiatan ini, Rutan Jepara berharap masyarakat semakin memahami bahwa keberhasilan pembinaan bukan hanya tanggung jawab lembaga pemasyarakatan, tetapi juga hasil dari kerja sama dan empati semua pihak. Talkshow di Radio R-Lisa FM ini menjadi langkah nyata Rutan Jepara dalam memperkuat komunikasi publik serta menegaskan komitmennya terhadap pembinaan humanis dan berkelanjutan bagi warga binaan.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG: Bidik-kasusnews.com Jepara, 4 November 2025 — Sidang perkara dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp600 juta dengan terdakwa Supriyanto Bin Diono kembali digelar di Pengadilan Negeri Jepara, Selasa (4/11/2025). Sidang kali ini memasuki tahap duplik, yakni tanggapan dari pihak terdakwa atas replik yang sebelumnya dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sidang yang terdaftar dengan nomor perkara 82/Pid.B/2025/PN Jpa tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Erven Langgeng Kasih S.H.M,H. dengan hakim anggota Parlin Mangatas Bona Tua,S.H.M.H dan Yuristi Lapri Moni.S.H, Berbeda dari sidang sebelumnya, kali ini terdakwa tidak hadir langsung di ruang sidang, melainkan mengikuti jalannya persidangan secara virtual dari Rutan Kelas IIB Jepara. Dalam persidangan yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB, penasihat hukum terdakwa, Bambang Budiyanto, S.H., S.Sos., membacakan duplik atau jawaban atas replik JPU. Ia menegaskan bahwa pihaknya menolak seluruh argumentasi jaksa, karena dianggap tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak didukung oleh fakta persidangan. > “Tidak ada fakta baru yang membuktikan klien kami bersalah. Semua tuduhan jaksa telah kami bantah dalam pledoi sebelumnya,” ujar Bambang saat menyampaikan pembelaan. Dalam tanggapannya, Bambang juga menilai bahwa perkara yang menjerat kliennya lebih tepat dikategorikan sebagai sengketa perdata, karena melibatkan kesepakatan antara pihak-pihak yang bersangkutan. Menurutnya, jika terjadi keterlambatan pengembalian uang, hal tersebut tidak bisa disebut penipuan, melainkan wanprestasi. Sidang berlangsung tertib dan terbuka untuk umum. Setelah pembacaan duplik selesai, majelis hakim menutup sidang dan menjadwalkan agenda putusan (vonis) pada Selasa, 11 November 2025 mendatang. Kasus Supriyanto menjadi sorotan di Jepara karena melibatkan nilai kerugian besar dan telah melalui rangkaian sidang panjang sejak awal tahun. Sidang berikutnya akan menjadi penentu akhir, apakah terdakwa akan dibebaskan atau dinyatakan bersalah atas dugaan tindak pidana tersebut.(Wely-jateng)
BANDUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan pentingnya profesionalisme dan dedikasi dalam setiap penugasan sebagai kunci keberhasilan seorang prajurit. Pesan itu ia sampaikan saat menutup Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVI Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun Ajaran 2025, di Gedung Prof. Dr. Satrio, Seskoad, Bandung, Selasa (4/11/2025). “Perjalanan penugasan Anda nanti, kalau dilakukan dengan baik, saya yakin Anda akan menjadi orang yang berhasil,” tegas Kasad dalam amanatnya di hadapan para perwira siswa. Ia menambahkan, di era keterbukaan informasi saat ini, tidak ada alasan bagi prajurit untuk berhenti belajar. “Sekarang akses pembelajaran jauh lebih mudah. Belajarlah, bacalah, dan teruslah berinovasi demi kemajuan diri dan satuan kalian,” lanjutnya. Dalam kesempatan tersebut, Kasad mengucapkan selamat kepada 255 perwira siswa yang telah menyelesaikan pendidikan strategis tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan menyelesaikan Dikreg bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru sebagai pemimpin satuan di lingkungan TNI AD dan instansi lainnya. Kasad juga mengingatkan bahwa dinamika tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, ancaman siber, perubahan sosial, hingga dinamika geopolitik global. Oleh karena itu, para alumni Seskoad dituntut untuk memiliki visi yang luas, berpikir inovatif, serta mampu mengambil keputusan cepat dan tepat di lapangan. “Pemimpin TNI AD masa depan harus menjadi problem solver, bukan sekadar pelaksana rutinitas. Gunakan ilmu yang kalian peroleh untuk mencari solusi dan mendukung program-program nasional. Kita punya harga diri dan tanggung jawab agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang dihormati dunia,” tegasnya. Adapun dalam acara tersebut, Mayor Inf Antonius Ernesto Diliano Putra, S.S.T.Han. terpilih sebagai lulusan terbaik dan meraih Piala Virajati. Sementara itu, penghargaan penulis tugas akhir terbaik diraih oleh Mayor Inf Arief Wibisono, S.S.T.Han., S.I.P., M.A. dan Kompol Dian Novita Pietersz, S.I.K., sedangkan Mayor Laut (P) Arie Wibowo, S.H., CBEI. dinobatkan sebagai Pasis tamu terbaik. Pendidikan Reguler LXVI Seskoad TA 2025 yang berlangsung selama 16 minggu ini diikuti oleh 249 perwira siswa TNI AD, 3 Pasis TNI AL, 2 Pasis TNI AU, dan 1 Pasis Polri, sebagai bentuk pembinaan karier dan penyiapan kader pemimpin masa depan TNI yang profesional, adaptif, dan berkarakter. ( Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara —4-November-2025- Dalam rangka meningkatkan keamanan dan keselamatan lingkungan pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melakukan langkah preventif dengan pemasangan fireblock di seluruh ruangan. Upaya ini merupakan bagian dari strategi Rutan Jepara untuk mengantisipasi potensi kebakaran serta menciptakan lingkungan yang aman dan tertib bagi petugas maupun warga binaan. Kegiatan pemasangan fireblock dilakukan secara bertahap oleh petugas teknis Rutan bersama tim keamanan. Fireblock dipasang di setiap sudut ruangan, blok hunian, area kantor, serta ruang pelayanan publik guna memastikan sistem perlindungan terhadap api dapat berfungsi optimal saat terjadi keadaan darurat. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Rutan dalam menjaga keselamatan jiwa dan fasilitas negara. “Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan. Melalui pemasangan fireblock, kami ingin memastikan seluruh area Rutan memiliki perlindungan maksimal dari risiko kebakaran. Keselamatan warga binaan dan petugas adalah prioritas utama,” ujarnya. Selain pemasangan fireblock, Rutan Jepara juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik, penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di titik-titik strategis, serta pelatihan simulasi penanganan kebakaran bagi petugas. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh unsur keamanan di lingkungan Rutan selalu dalam kondisi siaga. Kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) yang menekankan pentingnya penerapan standar keamanan dan keselamatan di seluruh lapas dan rutan di Indonesia. “Kami tidak ingin ada potensi bahaya sekecil apa pun di lingkungan Rutan. Fireblock menjadi salah satu sarana penting untuk memperlambat penyebaran api jika terjadi kebakaran, sehingga evakuasi dapat dilakukan dengan cepat dan aman,” tambah Renza Maisetyo. Petugas yang terlibat dalam kegiatan ini juga diberikan arahan mengenai fungsi, cara kerja, dan perawatan fireblock, agar alat tersebut dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang. Dengan adanya pemasangan fireblock ini, Rutan Jepara berharap seluruh penghuni rutan dapat merasa lebih aman dan terlindungi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Rutan Jepara dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang tertib, aman, dan berstandar keselamatan tinggi. Langkah antisipatif ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk warga binaan yang merasakan langsung dampak positifnya. Peningkatan sarana keselamatan seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain dalam membangun budaya siaga bencana dan keselamatan bersama.(Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara