Selat Malaka | Bidik-kasusnews.com – Unsur patroli Bakamla RI, KN Pulau Dana-323 yang dikomandani oleh Letkol Bakamla Umar Dhani, melaksanakan pemeriksaan terhadap kapal asing MV Truong An 05 berbendera Vietnam saat sedang lego jangkar di perairan Indonesia, kemarin. Kapal jenis bulk carrier tersebut terdeteksi oleh Puskodal Bakamla RI saat melaksanakan aktivitas mencurigakan berupa drifting dan lego jangkar pada posisi 04° 39,830 N – 098° 26,940 E, atau sekitar 19 Nautical Mile dari Tanjung Tamiang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran kapal lain yang melintas di jalur padat Selat Malaka. Mendapatkan informasi tersebut, KN. Pulau Dana-323 segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Setibanya di lokasi, tim Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) diterjunkan guna melaksanakan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen kapal, dokumen awak kapal, serta muatan kapal. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui bahwa MV Truong An 05, berbendera Vietnam dengan IMO 9630511 dan callsign XVJU2, dikapteni oleh Nguyen Trach Tung, membawa 17 orang ABK berkewarganegaraan Vietnam dan tidak memuat kargo atau muatan. Dalam komunikasi dengan KN. Pulau Dana-323, nakhoda kapal menyampaikan bahwa kapal mereka mengalami kerusakan mesin, sehingga terpaksa lego jangkar di wilayah perairan Indonesia. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tidak ditemukan adanya pelanggaran maupun barang ilegal di kapal tersebut. Pada pukul 17.20 WIB, setelah perbaikan mesin selesai, MV Truong An 05 kembali menyalakan mesin dan bergerak meninggalkan perairan Indonesia sesuai instruksi dari KN. Pulau Dana-323. Hingga pukul 19.15 WIB, kapal tersebut terpantau sudah berada di luar wilayah perairan Indonesia dengan kecepatan normal. Komandan KN. Pulau Dana-323, Letkol Bakamla Umar Dhani menyampaikan bahwa kegiatan patroli sektor ini merupakan bagian dari Operasi Yudhistira-II/25. “Seluruh langkah pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur. Keberadaan kapal asing di wilayah perairan Indonesia akan selalu diawasi untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran hukum maupun ancaman keselamatan maritim,” tegasnya. ( Agus )  

HSU | Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memberikan edukasi sekaligus pembinaan kepada generasi muda, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melalui Satuan Binmas menggelar kegiatan belajar malam bersama santri-santri Pondok Pesantren Mu’allimin Alabio, Kecamatan Sungai Pandan, Jumat (19/9/2025) malam. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 Wita ini menghadirkan materi penting seputar paham radikalisme, bahaya narkoba, serta pencegahan bullying. Materi disampaikan oleh Banit Bintibsos, Bripda Ahmad Hasan, yang secara interaktif mengajak santri untuk lebih memahami dampak negatif dari ketiga permasalahan tersebut. Kasat Binmas Polres HSU menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polres HSU terhadap dunia pendidikan, khususnya di lingkungan pesantren. > “Santri merupakan generasi penerus bangsa. Dengan pembekalan sejak dini, diharapkan mereka dapat terhindar dari pengaruh buruk radikalisme, narkoba, maupun perilaku perundungan,” ujarnya.   Selain memberikan materi, kegiatan belajar malam ini juga menjadi wadah silaturahmi antara aparat kepolisian dengan para santri, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga lingkungan yang aman dan kondusif. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan penuh antusiasme dari para santri. Polres HSU menegaskan akan terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat melalui program edukasi dan pembinaan generasi muda di pesantren maupun sekolah. ( Agus)

Bidik-kasusnews.com,Sintang Kalimantan Barat Sepauk, Sintang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80,Pj.Danramil Peltu Yohanes,SH Koramil 06/Sepauk Kodim 1205 Sintang melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) di wilayah Kecamatan Sepauk Desa Tanjung Ria Kabupaten Sintang, pada hari ini jumat-19-Sept-2025 pukul 08.00 s/d 11.00 WiB Kegiatan Baksos ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Dalam kegiatan ini, Koramil 06/Sepauk Melibatkan Masyarakat dan pelajar dalam rangka kegiatan HUT TNI Ke 80. Komandan Koramil 06/Sepauk,Pj.Danramil peltu Yohanes,SH menyampaikan bahwa kegiatan Baksos ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan hubungan yang harmonis antara TNI dan rakyat,” ujarnya. Baksos ini juga diisi dengan kegiatan gotong-royong membersihkan fasilitas umum dan memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Dengan adanya kegiatan Baksos ini, masyarakat Kecamatan Sepauk mengucapkan terima kasih kepada Koramil 06/Sepauk Kodim 1205 Sintang atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan oleh TNI. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata salah satu warga. Kegiatan Baksos ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka HUT TNI ke-80 yang akan dilaksanakan oleh Kodim 1205 Sintang dan jajarannya. Dengan kegiatan ini, diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat dan harmonis. Wartawan Mulyawan

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – 19-September-2025- Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi sektor pertanian di Kabupaten Jepara. Pemerintah pusat mengalokasikan dana sebesar Rp81 miliar untuk memperbaiki 24 daerah irigasi melalui program Inpres Irigasi tahap II dan III. Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Jepara, Hery Yulianto, saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews melalui WhatsApp pada Jumat (19/9/2025) membenarkan bahwa anggaran tersebut akan segera digelontorkan. “Dana itu diperuntukkan bagi perbaikan jaringan irigasi agar produktivitas pertanian bisa semakin meningkat,” ujarnya. Meski demikian, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit) menilai kebutuhan daerah masih lebih besar dari alokasi yang sudah diberikan. Usai melakukan audiensi dengan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Dwi Purwanto, ia mendorong agar ratusan jaringan irigasi lain yang belum tertangani juga bisa masuk program 2026. “Kami tentu berterima kasih atas alokasi ini, tetapi persoalan irigasi di Jepara masih luas. Selain itu, ancaman abrasi pantai juga semakin serius. Itu yang terus kami perjuangkan agar bisa diakomodasi tahun depan,” tambahnya. Dirjen SDA Dwi Purwanto merespons positif usulan tersebut. Ia meminta Pemkab Jepara segera menyusun usulan teknis agar dapat diproses lebih lanjut. “Untuk abrasi pantai, nanti akan kami masukkan dalam perencanaan Direktorat Sungai dan Pantai Ditjen SDA tahun 2026,” tegasnya. Dengan adanya kepastian dukungan program lanjutan, Pemkab Jepara optimis kebutuhan petani dan masyarakat pesisir bisa ditangani lebih menyeluruh. Harapannya, hasil pertanian makin meningkat, sementara warga pesisir terlindungi dari ancaman abrasi.(Wely-jateng)

Hulu Sungai Utara | Bidik-kasusnews.com – Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan pengecekan perkembangan pembangunan Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Rantau Bujur, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU, Jumat (19/9/2025). Kegiatan dipimpin langsung Kapolres HSU, AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres HSU Kompol Aris Munandar, Kabag Ops Polres HSU AKP Achmad Jarkasi, Kasat Samapta AKP Sutopo, Kasat Lantas AKP Yuwono, serta jajaran Polsek Banjang. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kualitas pembangunan sesuai standar dan progres berjalan sesuai target. Luas tanah yang disiapkan mencapai 2.003 m², dengan luas bangunan 400 m² (20m x 20m). Saat ini, progres pembangunan baru mencapai sekitar 24 persen, dengan kegiatan pengerukan lantai dan penataan besi tiang bangunan. Kapolres HSU menjelaskan, pembangunan kantor SPPG sangat penting karena nantinya akan menjadi pusat pelaksanaan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan menyediakan makanan sehat bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. “Kami ingin memastikan pembangunan ini benar-benar memenuhi standar, baik dari segi kualitas bahan maupun ketahanan bangunan. SPPG nantinya menjadi ujung tombak dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat,” ujar Kapolres HSU. Selain memantau kualitas dan mutu pekerjaan, jajaran Polres HSU juga menekankan pentingnya pembangunan SPPG untuk memperkuat pelayanan sosial, khususnya dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan generasi muda di Kabupaten HSU. Selama pengecekan, kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan kondusif. Polres HSU berkomitmen mendukung penuh program pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. ( Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Halaman Masjid Jami’ Al Makmur, Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Jepara, pada Jum’at (19/9/2025) berubah menjadi lautan manusia. Puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah berduyun-duyun hadir dalam peringatan Maulid Akbar dan Doa untuk Bangsa, mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memohon keberkahan bagi negeri. Sejak fajar, gema sholawat dan dzikir menggema. Jamaah yang terdiri dari habaib, ulama, tokoh masyarakat, hingga warga lintas daerah larut dalam kekhusyukan. “Ini bukan sekadar peringatan, tapi momentum untuk memperkokoh iman sekaligus persatuan,” ucap salah seorang jamaah yang hadir. Gebyar Maulid tahun ini tak hanya berisi pengajian. Panitia telah menyiapkan rangkaian acara sejak 8 September, mulai dari bazar UMKM, khitan massal, donor darah, hingga pengobatan gratis. Pawai Ta’aruf yang digelar sehari sebelumnya turut menyemarakkan suasana dengan iringan marching band dan partisipasi lembaga pendidikan. Puncak perayaan ditandai dengan mauidloh hasanah dari Al Habib Umar Al Muthohar (Semarang), yang menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW. “Kecintaan pada Nabi tidak cukup hanya diucapkan, tapi harus diwujudkan dalam amal nyata,” dawuhnya di hadapan jamaah. Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar), yang turut hadir, menyebut Maulid Akbar di Masjid Al Makmur sebagai benteng keimanan masyarakat Jepara. “Semoga peringatan ini membawa Jepara menuju kemakmuran, kelestarian, serta menjadikan daerah yang religius,” tuturnya. Sementara itu, Khadimul Majelis, Gus Mamat (Muhammad Ubaidil Khobir bin KH. Muhammad Ibnu Sahil Nawawi), berharap kegiatan tahunan ini terus menjadi ajang memperkuat iman, taqwa, dan ukhuwah Islamiyah Tak hanya syiar agama, Maulid Akbar di Sinanggul juga menyatukan jamaah dalam doa tulus bagi bangsa. “Semoga menjadi momentum mempererat silaturahmi, serta mengingatkan kembali pada ajaran Nabi Muhammad SAW yang penuh rahmat,” pungkas Hilmy Zakaria, panitia acara. Dengan semangat kebersamaan, acara ditutup dengan doa bersama. Ribuan jamaah larut dalam kekhusyukan, berharap keberkahan Maulid menjadi cahaya penerang bagi Jepara dan Indonesia. (Wely-jateng)

Kalimantan Timur | Bidik-kasusnews.com – Aparat Polsek Babulu berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite di wilayah Kecamatan Bulu Bun, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sabtu (20/9/2025). Seorang pria berinisial M (40), warga Babulu Bun, diamankan setelah kedapatan membeli BBM bersubsidi menggunakan kendaraan angkot colt pass. Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui mengisi sekitar 40 liter pertalite di salah satu SPBU di Desa Labangka. Kapolsek Babulu menjelaskan, penangkapan dilakukan pada 16 September 2025 ketika anggota kepolisian yang sedang melakukan patroli mencurigai aktivitas pengisian BBM dalam jumlah besar. Kendaraan yang digunakan M langsung dihentikan dan digiring ke Polsek Babulu bersama barang bukti BBM bersubsidi. Sementara itu, kuasa hukum pelaku, Maya dan Andra, mengakui kliennya memang melakukan pembelian BBM bersubsidi dalam jumlah banyak. Namun, menurutnya ada dinamika aturan yang perlu disosialisasikan lebih baik kepada masyarakat. “Secara normatif memang tidak boleh ada penimbunan atau penjualan BBM bersubsidi. Tetapi masyarakat di daerah yang jauh dari SPBU sering kali bergantung pada pedagang eceran. Seharusnya ada solusi dari pemerintah dan aparat agar masyarakat tetap terbantu,” ujarnya. Pihak kuasa hukum juga meminta aparat penegak hukum bersikap adil dengan menindak seluruh penjual eceran BBM bersubsidi, bukan hanya klien mereka. “Kami mendukung penegakan hukum, tetapi jangan tebang pilih. Jika satu orang diproses, maka penjual lain dan pihak SPBU juga harus diperiksa,” tambahnya. Ancaman Hukuman Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diubah melalui UU Cipta Kerja, penyalahgunaan BBM bersubsidi merupakan tindak pidana. Pasal 55 UU Migas mengatur bahwa pelaku dapat dikenai sanksi berupa: Pidana penjara paling lama 6 tahun, dan/atau Denda paling banyak Rp60 miliar. Polsek Babulu menegaskan bahwa BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, sehingga tidak boleh diperjualbelikan secara ilegal. Penyalahgunaan BBM tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengganggu ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat luas. (Agus)

Bidik-kasusnews.com Jakarta, 18 September 2025 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkap kasus besar yang melibatkan lembaga keuangan daerah. Kali ini, dugaan tindak pidana korupsi berupa pencairan kredit usaha fiktif di PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Jepara Artha (Perseroda) menyeret jajaran direksi hingga pihak swasta. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo Menyampaikan via WhatsApp kepada Bidik-kasusnews kamis 18/9/2025 Lima orang ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan sejak 18 September hingga 7 Oktober 2025. Mereka adalah JH, Direktur Utama BPR Jepara Artha; IN, Direktur Bisnis dan Operasional; AN, Kepala Divisi Bisnis, Literasi, dan Inklusi Keuangan; AS, Kepala Bagian Kredit; serta MIA, Direktur PT. Bumi Manfaat Gemilang.ujar Budi Skema Kredit Bermasalah Berujung Korupsi Kasus ini berawal ketika BPR Jepara Artha, yang sejatinya berperan besar dalam mendukung perekonomian masyarakat Jepara, memperluas penyaluran kredit usaha sejak 2021. Alih-alih memperkuat kinerja, kebijakan ini justru membuka ruang penyalahgunaan kewenangan. Dalam periode 2022–2023, manajemen BPR bersama pihak eksternal diduga merekayasa 40 kredit fiktif senilai Rp 263,6 miliar. Identitas warga biasa seperti pedagang, buruh, hingga pengangguran dipinjam untuk dijadikan debitur seolah-olah layak menerima pinjaman besar, bahkan hingga Rp 7 miliar per orang. Dokumen perizinan, rekening koran, hingga agunan juga dimanipulasi. Dana hasil pencairan tidak digunakan sesuai tujuan usaha, melainkan dibagi untuk menutupi kredit macet BPR, kepentingan pribadi jajaran direksi, dan kepentingan MIA. Sebagian uang bahkan diputar melalui transaksi semu agar tampak seperti kegiatan perdagangan beras. Aliran Uang dan Imbalan Selain memperbaiki laporan keuangan semu, praktik ini juga menghasilkan keuntungan pribadi. JH diduga menikmati Rp 2,6 miliar serta fasilitas umrah, sementara IN mendapat Rp 793 juta, AN Rp 637 juta, dan AS Rp 282 juta. Para debitur fiktif yang dipinjam identitasnya dijanjikan imbalan sekitar Rp 100 juta. Kerugian Negara Mencapai Rp 254 Miliar Hasil perhitungan awal Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebut kerugian negara akibat skema ini mencapai sekurang-kurangnya Rp 254 miliar. Untuk memulihkan kerugian, KPK telah menyita berbagai aset, termasuk 136 bidang tanah/bangunan senilai Rp 60 miliar, sejumlah kendaraan mewah, tanah, serta uang miliaran rupiah milik para tersangka. Pasal yang Dikenakan Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pesan Tegas KPK KPK menegaskan bahwa kasus ini menjadi bukti nyata bahaya penyalahgunaan kewenangan di sektor perbankan daerah. Lembaga keuangan milik pemerintah daerah yang seharusnya mendorong inklusi keuangan masyarakat justru disalahgunakan untuk kepentingan segelintir orang. “Korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan daerah. KPK akan terus menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan praktik serupa,” tegas perwakilan KPK dalam konferensi pers.(Wely)

LAMPUNG | Bidik-kasusnews.com – Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan, secara resmi membuka Lomba Polisi Cilik Jajaran Polda Lampung Tahun Anggaran 2025, kegiatan digelar di Gedung Graha Bakti Pramuka. Rabu(17/9/25) Turut hadir para Pejabat Utama Polda Lampung, perwakilan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Kasat Lantas jajaran Polda Lampung, serta seluruh peserta Polisi Cilik se-Provinsi Lampung. Kegiatan ini mengangkat tema “Lalu Lintas Modern yang Berkeselamatan Menuju Astacita Indonesia Emas”. Dalam sambutannya, Wakapolda Lampung menekankan pentingnya pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab sejak dini. “Lomba tahun ini mengangkat tema ‘Lalu Lintas Modern yang Berkeselamatan Menuju Astacita Indonesia Emas’. Artinya, mulai sekarang kita semua termasuk anak-anak belajar untuk tertib dan aman dalam berlalu lintas, agar kita bisa ikut membangun Indonesia yang hebat, cerdas, dan maju,” ujar Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan. Wakapolda juga menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sarana strategis untuk membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, dan bertanggung jawab. “Polisi Cilik memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun budaya tertib di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Melalui latihan kalian belajar bagaimana tertib berlalu lintas sejak dini, bagaimana disiplin dalam waktu dan aturan, serta bagaimana menjadi anak yang tangguh dan bertanggung jawab,” tambahnya. Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan juga mengingatkan bahwa Polisi Cilik bukan hanya tentang baris-berbaris atau penampilan seragam yang keren, tetapi lebih dari itu, mereka adalah duta kecil keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kalian adalah contoh baik bagi teman-teman di sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitar. Lewat kegiatan ini, kita wujudkan generasi muda yang siap membangun Indonesia Emas,” pesannya Kegiatan Lomba Polisi Cilik ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Kepolisian, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan budaya tertib lalu lintas serta membentuk karakter generasi muda yang unggul. ( Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Squad Nusantara PAC Kembang kembali menunjukkan kiprahnya dalam merangkul masyarakat melalui kegiatan religius. Pada Rabu malam (17/9/2025), organisasi kepemudaan ini menggelar acara Jepara Bersholawat dan doa bersama di Pendopo Kecamatan Kembang Mas. Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Jepara bersama jajaran Forkopimcam, yakni Camat, Kapolsek, dan Danramil Kembang. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan organisasi masyarakat dalam menjaga kondusifitas wilayah. Lantunan sholawat yang menggema di pendopo menciptakan suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana doa bersama untuk keselamatan bangsa, khususnya agar Jepara tetap aman, damai, dan harmonis. Ketua Squad Nusantara PAC Kembang menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara ini. Menurutnya, kegiatan bersholawat adalah bentuk nyata kontribusi pemuda dalam menjaga kerukunan masyarakat. “Kami ingin menjadi bagian dari pemersatu umat, menjaga Jepara agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya. Dengan adanya kegiatan Jepara Bersholawat, diharapkan semakin memperkuat rasa persaudaraan antarwarga, serta menumbuhkan semangat gotong royong demi terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih baik di Kabupaten Jepara.(Wely-jateng)