Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 yang digelar Kodim 0410/Kota Bandar Lampung terus menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Salah satu sasaran fisik yang menjadi perhatian adalah renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Siswanto di Jalan Nangka, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, yang kini semakin mendekati kondisi rumah layak huni. Memasuki tahapan pembangunan berikutnya, Senin (3/8/2026), personel Satgas TMMD bersama warga bergotong royong membangun kamar mandi sebagai bagian penting dari penyempurnaan fasilitas rumah. Pekerjaan dilakukan dengan penuh semangat kebersamaan agar hasil pembangunan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga penerima bantuan. Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, Kolonel Arm Roni Hermawan, mengatakan bahwa penyediaan kamar mandi merupakan bagian penting dari program RTLH karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, rumah yang layak tidak hanya ditentukan oleh kondisi bangunan yang kokoh, tetapi juga harus dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang memadai. Kehadiran kamar mandi yang sehat diharapkan mampu mendorong pola hidup bersih, meningkatkan kenyamanan keluarga, serta mengurangi risiko munculnya berbagai penyakit akibat sanitasi yang kurang baik. “Program RTLH bukan sekadar memperbaiki bangunan rumah, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki fasilitas dasar yang layak. Sanitasi yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya. Suasana gotong royong terlihat begitu kuat selama proses pembangunan. Personel Satgas TMMD dan warga setempat bekerja bahu-membahu, mencerminkan eratnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kebersamaan tersebut menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian setiap sasaran pembangunan yang telah direncanakan. Program TMMD Ke-129 tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Melalui berbagai kegiatan fisik maupun nonfisik, TNI berupaya hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi berbagai persoalan sekaligus mendorong percepatan pembangunan di daerah. Renovasi rumah milik Siswanto menjadi salah satu bukti nyata bahwa program TMMD mampu memberikan harapan baru bagi warga yang membutuhkan. Dengan terus berlanjutnya pembangunan, rumah tersebut diharapkan segera menjadi hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi penghuninya. Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/Kota Bandar Lampung berkomitmen menuntaskan seluruh sasaran program demi mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pembangunan di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. (Agus)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mengajak seluruh jajaran TNI Angkatan Darat, termasuk para alumni Akademi Militer, untuk terus mendukung program-program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan Kasad saat menghadiri olahraga bersama Abituren Akademi Militer (Akmil) Tahun 1992–1996 di Lapangan Tenis Pusat Pembekalan dan Angkutan Angkatan Darat (Pusbekangad), Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Pada kesempatan tersebut, Kasad memaparkan berbagai program unggulan TNI AD yang telah dilaksanakan sejalan dengan kebijakan pemerintah, di antaranya mendukung ketahanan pangan, pembangunan Jembatan Garuda, penyediaan akses air bersih melalui Program Manunggal Air, serta berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Jadi kita sudah buat program seperti ini, jadi satu pulau atau daerah kita selesaikan semua jembatannya. Biar anda merasa terpanggil, perhatikan mereka, bagaimana rasanya mereka berpuluh-puluh tahun tidak pernah punya air, tidak pernah punya jembatan. Lumpuh, tiba-tiba ada yang kasih kaki palsu,” ujar Kasad. Kasad juga menyampaikan bahwa saat ini TNI AD tengah melaksanakan Karya Bakti Skala Besar di 12 wilayah Indonesia, terutama di daerah perbatasan dan wilayah terpencil, seperti Pulau Nias, Danau Toba, Mentawai, Kepulauan Talaud, Nusa Tenggara Timur, hingga Merauke, Papua. Program tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD membantu percepatan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam forum tersebut, Kasad turut mengajak setiap angkatan Abituren Akmil untuk berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing dalam membantu pembangunan sarana umum maupun infrastruktur di daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian. Olahraga bersama yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan itu menjadi momentum mempererat silaturahmi antarabituren sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung pengabdian TNI Angkatan Darat kepada bangsa dan negara. Melalui kebersamaan dan kepedulian tersebut, diharapkan sinergi antara prajurit aktif dan para alumni Akmil terus terpelihara sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi keberhasilan program-program pemerintah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Agus)
Bidik-kasusnews.com Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi dalam pembayaran komisi jasa asuransi perkapalan antara PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) yang berlangsung pada periode 2015–2020. Dalam perkembangan terbaru, lembaga antirasuah itu menahan empat tersangka baru yang diduga memiliki peran penting dalam perkara tersebut. Empat orang yang ditahan masing-masing berinisial UHS, mantan Direktur Pemasaran dan Korporasi PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), EYT yang pernah menjabat sebagai Manajer Manajemen Risiko PT Pelni, serta dua pihak swasta berinisial YHP dan ZC. Mereka ditahan selama 20 hari pertama sejak 30 Juli hingga 19 Agustus 2026 di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK. Penyidik KPK menduga praktik korupsi terjadi melalui pembayaran komisi agen yang tidak semestinya dalam proyek asuransi kapal milik PT Pelni. Berdasarkan hasil penyidikan dan audit, skema tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp15,6 miliar. Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara yang sebelumnya telah menjerat dua terdakwa lain dan telah memperoleh putusan berkekuatan hukum tetap. Dengan adanya penahanan empat tersangka baru, KPK menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat dalam praktik korupsi tersebut. Keempat tersangka disangkakan melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yakni Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 ayat (1) KUHP. Proses penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan terhadap pihak lain apabila ditemukan alat bukti yang cukup.(Wely) Sumber:www,go,id,kpk
Palembang, Bidik-kasusnews.com Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan oleh personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan. Pada Sabtu (1/8/2026), personel melaksanakan kegiatan pemberian pakan ikan sekaligus memanen kangkung hasil budidaya di lingkungan markas sebagai bagian dari Program Ketahanan Pangan Polri. Kegiatan pemberian pakan ikan dilaksanakan di kolam budidaya Batalyon B Pelopor Kompi 3, sedangkan panen kangkung dilakukan di Kebun Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Mako Batalyon B Pelopor Kompi 1. Kedua kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan sarana budidaya yang dimiliki satuan. Pemberian pakan ikan dilakukan secara berkala untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan ikan sehingga hasil budidaya dapat berkembang secara optimal. Sementara itu, panen kangkung menjadi bukti keberhasilan pengelolaan Kebun Pekarangan Pangan Lestari yang selama ini dirawat secara konsisten oleh personel. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan Satbrimob Polda Sumsel terhadap kebijakan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan. Selain menghasilkan bahan pangan yang bermanfaat, kegiatan tersebut juga mendorong pemanfaatan lahan produktif secara maksimal serta menumbuhkan budaya mandiri di lingkungan satuan. Tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian dan perikanan, kegiatan ini juga memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan di kalangan personel. Aktivitas produktif tersebut menjadi nilai tambah yang mampu mendukung keseimbangan antara pelaksanaan tugas operasional dan pemberdayaan sumber daya yang tersedia. Melalui pengembangan budidaya ikan dan pengelolaan Kebun Pekarangan Pangan Lestari, Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumatera Selatan berharap Program Ketahanan Pangan Polri dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata, baik bagi personel maupun masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian Polri Presisi dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat Indonesia. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Menyambut semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tim Hubungan Masyarakat (Humas) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar coffee morning sebagai forum diskusi dan koordinasi internal, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada penyusunan strategi publikasi agar seluruh agenda peringatan HUT RI di lingkungan Rutan Jepara dapat terdokumentasi dengan baik serta tersampaikan kepada masyarakat secara luas melalui berbagai media informasi resmi. Dalam pertemuan itu, tim Humas membahas sejumlah agenda penting, mulai dari pemetaan jadwal kegiatan, pembagian tugas dokumentasi foto dan video, penyusunan materi pemberitaan, hingga mekanisme publikasi yang efektif dan tepat waktu. Setiap anggota diberikan tanggung jawab sesuai bidangnya agar proses peliputan berjalan terkoordinasi. Coffee morning juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan menyamakan persepsi di antara seluruh personel Humas. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan setiap kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dapat dipublikasikan secara profesional dan memberikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat. Ketua Humas Rutan Kelas IIB Jepara mengatakan bahwa keberhasilan publikasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas dokumentasi, tetapi juga oleh kekompakan tim dalam menjalankan tugas. “Melalui perencanaan yang matang dan komunikasi yang intensif, kami ingin memastikan setiap kegiatan peringatan HUT RI dapat terdokumentasi secara maksimal dan dipublikasikan tepat waktu. Harapannya, masyarakat dapat mengetahui berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan di Rutan Jepara,” ungkapnya. Dengan persiapan yang dilakukan sejak awal, Humas Rutan Kelas IIB Jepara optimistis seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat berjalan lancar. Publikasi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan, profesionalisme, serta komitmen Rutan Jepara dalam memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
Bidik-kasusnews.com,Polres Melawi Polda Kalbar Jumat (31/7/26) siang. Puncak rangkaian pisah sambut AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla yang sebelumnya menjabat Kapolres Melawi penuh haru. Di ujung waktu, di ujung pintu gerbang keluar mako Polres Melawi di hadapan Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K, Waka Polres Melawi, pejabat utama dan personel yang mengantar merasakan haru yang sangat luar biasa. AKBP Harris Batara Simbolon Bersujud, meletakan kepala ke tanah menghadap mako Polres Melawi sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih telah melaksanakan tugas dan amanah dengan baik bersama personel Polres Melawi. Moment ini sontak membuat kaget dan menyita perhatian seluruh personel dan langsung merinding diiringi tepuk tangan dan tidak terasa air mata berlinang penuh haru apa yang dilakukan seorang Harris Batara Simbolon. Tentu saja banyak makna yang tersirat dari apa yang dilakukannya,namun yang pasti sebagai insan yang beragama ini lah bentuk cara syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa di lakukan oleh AKBP Harris Batara Simbolon. Humas:Samsi Wartawan Basori
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melalui kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan rutan, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan nyaman. Petugas dan warga binaan bersama-sama membersihkan berbagai area, mulai dari halaman, blok hunian, ruang perkantoran, saluran air, hingga fasilitas umum. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terkoordinasi dengan tetap mengutamakan keamanan dan ketertiban. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan memiliki peran penting dalam menunjang pelaksanaan pembinaan. Menurutnya, lingkungan yang tertata dan bersih dapat memberikan suasana yang lebih nyaman bagi seluruh penghuni rutan. “Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya untuk menciptakan lingkungan yang sehat, tetapi juga membentuk sikap disiplin dan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkap Renza. Ia menambahkan, kegiatan kerja bakti seperti ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan karakter warga binaan. Melalui keterlibatan langsung dalam menjaga kebersihan, diharapkan tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lingkungan tempat mereka menjalani masa pembinaan. Suasana penuh kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung. Petugas dan warga binaan saling bekerja sama menyelesaikan setiap titik yang menjadi sasaran pembersihan. Semangat gotong royong tersebut mencerminkan komitmen Rutan Jepara untuk terus menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman sebagai pendukung keberhasilan program pembinaan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA-31-Juli-2026- Lembaga Aliansi Indonesia menyoroti dugaan ketidaksesuaian anggaran pada proyek Irigasi Perpompaan (IRPOM) di Desa Jlengong, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Dugaan tersebut mencuat setelah lembaga itu menerima aduan dari sejumlah petani terkait biaya pemasangan listrik dalam proyek tersebut. Menurut keterangan anggota Lembaga Aliansi Indonesia kepada Bidik-kasusnews, petani mengaku biaya pemasangan listrik mencapai sekitar Rp10 juta. Namun, setelah dilakukan penelusuran terhadap dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB), nilai yang tercantum untuk pekerjaan tersebut disebut hanya sekitar Rp5 juta. “Dari hasil pengecekan kami terhadap RAB, anggaran pemasangan listrik tercatat sekitar Rp5 juta. Sementara informasi yang kami terima dari petani menyebutkan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp10 juta. Selisih ini perlu dijelaskan agar tidak menimbulkan dugaan mark up anggaran,” ujar anggota Aliansi Indonesia. Aliansi Indonesia menduga perbedaan nilai tersebut perlu menjadi perhatian dan meminta adanya klarifikasi dari Ketua Kelompok Tani Sido Makmur 1 selaku pihak yang mengelola kegiatan. Lembaga tersebut juga mendorong instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek, sehingga penggunaan anggaran dapat dipastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hingga berita ini ditulis, Ketua Kelompok Tani Sido Makmur 1 maupun pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan atau tanggapan atas dugaan tersebut.
Halmahera Tengah, Bidik-kasusnews.com Panglima Kodam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, menyampaikan bahwa sarana maupun fasilitas umum yang telah dibangun agar dijaga dan dirawat selayaknya membangun serta menjaga kebersamaan dan persatuan bangsa Indonesia. Hal tersebut ditegaskan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto dalam sambutannya saat Upacara penutupan Kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun 2026 di Lapangan Buaya Tangkap, Desa Wailegi, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Bakti TNI AD Untuk Rakyat dalam rangka menguatkan ketahanan wilayah di Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara” tersebut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I., Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, S.E., Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, Bupati Halmahera Tengah Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si., unsur Forkopimda, pejabat Kodam XV/Pattimura, jajaran Korem 152/Baabullah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ratusan warga. Dalam amanatnya, Pangdam XV/Pattimura menegaskan bahwa Bakti TNI AD untuk Rakyat merupakan implementasi nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui pembangunan infrastruktur, kegiatan sosial, dan pemberdayaan masyarakat guna memperkuat ketahanan wilayah. Program tersebut juga menjadi wujud komitmen TNI AD dalam membantu percepatan pembangunan di daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan yang berlangsung sejak 1 Juni hingga 30 Juli 2026, berbagai sasaran fisik berhasil diwujudkan, meliputi pembangunan 11 unit Jembatan Garuda, perbaikan dua ruas jalan, pembangunan dua titik sarana pengairan, rehabilitasi empat unit MCK, pembangunan 58 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan 65 titik sumur bor, rehabilitasi lima tempat ibadah, serta rehabilitasi enam sekolah. “Bakti TNI AD Untuk Rakyat ini merupakan jawaban dalam membantu masyarakat agar hasil pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia, saya berharap, kita semua dapat menjaga dan merawat sarana yang telah dibangun, sebagaimana kita membangun dan menjaga kebersamaan kita dalan persatuan, ” ujar Mayjen Dody Triwinarto. Selain sasaran fisik, program ini juga diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, antara lain penghijauan, pembersihan lingkungan, pengobatan massal, khitanan massal, donor darah, serta berbagai kegiatan sosial lainnya sebagai bentuk kepedulian TNI AD terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Pangdam XV/Pattimura menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Polri, instansi terkait, dunia usaha, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan program tersebut. Pangdam juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan memelihara hasil pembangunan, memperkuat persatuan dan kebersamaan, serta terus menciptakan situasi yang aman dan kondusif demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Usai upacara, Pangdam XV/Pattimura menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat berupa 1.020 paket sembako, 100 paket bantuan penanganan stunting, dan 109 paket perlengkapan sekolah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon sukun serta peluncuran Program Gerakan Emas Hijau Satu Juta Pohon Sukun secara virtual bersama jajaran Kodam XV/Pattimura sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Maluku Utara mengapresiasi pelaksanaan Bakti TNI AD untuk Rakyat yang dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pengembangan komoditas sukun sebagai salah satu potensi unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan bakti kesehatan berupa khitanan massal bagi 14 anak, peninjauan hasil Karya Bakti di MTs HI Salahudin Patani, serta ramah tamah bersama masyarakat. (Red)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Jumat, 31 Juli 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan kepada keluarga warga binaan sebagai wujud kepedulian sosial dan komitmen untuk mempererat hubungan antara pemasyarakatan dengan masyarakat. Kegiatan dipimpin oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, bersama jajaran pegawai. Bantuan sosial disalurkan kepada keluarga warga binaan yang membutuhkan sebagai bentuk dukungan serta upaya meringankan beban mereka. Bakti sosial ini menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Selain memberikan bantuan, jajaran Rutan Jepara juga menjalin silaturahmi dan memberikan motivasi kepada keluarga warga binaan agar terus memberikan dukungan positif selama proses pembinaan berlangsung. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa pembinaan warga binaan tidak terlepas dari peran penting keluarga sebagai sistem pendukung utama. “Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam rutan, tetapi juga membangun kepedulian terhadap keluarga warga binaan. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses pembinaan dan reintegrasi sosial,” ujar Renza. Rutan Jepara berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara institusi pemasyarakatan dengan keluarga warga binaan. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial yang terus dijunjung tinggi oleh jajaran Rutan Jepara.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara