Bidik-kasusnews.com Jakarta-10-Juni-2026- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Tahun Anggaran 2025–2026.   Salah satu tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut adalah Bupati Muara Enim periode 2025–2030, Edison. Selain Edison, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, Abi Nurwardani, orang kepercayaan bupati bernama Adi Triyadi, serta pihak swasta Cory Erin Hardi dari PT Millenium Solusi Abadi.   Kasus ini berkaitan dengan dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Muara Enim, khususnya proyek sektor pendidikan.   KPK menjelaskan bahwa pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan praktik korupsi di Kabupaten Muara Enim. Penanganan perkara dilakukan melalui joint investigation antara KPK dan Kortas Tipikor Polri,ungkap Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada Bidik-kasusnews dalam keterangan via WhatsApp 10/6/2026.   KPK mengungkapkan, pada Sabtu (6/6/2026), Abi Nurwardani diduga menerima uang tunai sebesar Rp500 juta dari Cory Erin Hardi di sebuah hotel di Jakarta. Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek pengadaan sebelumnya dan sebagai upaya menjaga hubungan agar perusahaan kembali mendapatkan proyek di lingkungan Pemkab Muara Enim.   PT Millenium Solusi Abadi diketahui merupakan supplier smart board kepada PT My Icon Technology yang mendapatkan proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim tahun anggaran 2025.   Selain itu, Abi Nurwardani diduga juga menerima setoran dari sejumlah rekanan atas perintah Bupati Edison. Untuk menyamarkan aliran dana, para pihak menggunakan rekening nominee serta transaksi tunai.   Dalam konstruksi perkara, Abi Nurwardani disebut mengendalikan sejumlah rekening nominee dan mendistribusikan uang dengan persentase tertentu, yakni 5 persen untuk bupati, 3 persen untuk kepala dinas, serta 1 persen untuk PPK dan bendahara.   Penyerahan uang kepada Edison disebut dilakukan melalui pihak swasta Radiansyah kepada Adi Triyadi yang merupakan orang kepercayaan sekaligus kerabat dekat Edison. Dana tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.   Dalam operasi tangkap tangan tersebut, tim KPK mengamankan 10 orang di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan. Selain para tersangka, turut diamankan sejumlah pihak swasta dan ajudan bupati.   KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai rupiah dan mata uang asing, saldo rekening, serta barang bukti elektronik dengan total mencapai sekitar Rp1,9 miliar. Rinciannya meliputi uang tunai Rp323 juta dari tas milik Abi Nurwardani, uang tunai Rp40 juta dari brankas rumah, USD 3.200, SAR 2.260, dan saldo rekening sekitar Rp1,47 miliar.   Atas perbuatannya, Edison, Abi Nurwardani, dan Adi Triyadi disangkakan melanggar sejumlah pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terkait penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara.   Sementara Cory Erin Hardi dijerat pasal terkait pemberian suap kepada penyelenggara negara.   KPK telah menahan Abi Nurwardani dan Cory Erin Hardi selama 20 hari pertama sejak 8 hingga 27 Juni 2026. Sedangkan Edison dan Adi Triyadi ditahan mulai 9 hingga 28 Juni 2026 di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK.   KPK menegaskan bahwa sektor pendidikan harus menjadi ruang tumbuh integritas, bukan justru menjadi lahan korupsi. Oleh karena itu, pengawasan terhadap tata kelola anggaran pendidikan dinilai perlu diperkuat secara menyeluruh. (Wely)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, didampingi tiga Wakil Ketua, yaitu Wakil Ketua I Yudha Sukmagara, Wakil Ketua II H. Usep, dan Wakil Ketua III Ramzi Akbar Yusuf, atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Ucapan tersebut disampaikan atas keberhasilan meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Keberhasilan ini menjadi langkah penting menuju visi pembangunan “Kabupaten Bukarokah: Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah”. Pencapaian ini dinilai mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (DICKY)    

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-10-juni-2026-Polres Jepara terus melanjutkan penyelidikan kasus meninggalnya seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Khoiriyah (54) yang ditemukan tewas di rumah majikannya di Desa Ngasem, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara.   Kasus yang sempat menghebohkan masyarakat tersebut hingga kini masih dalam proses pendalaman oleh Satreskrim Polres Jepara. Dugaan adanya penyekapan terhadap korban sebelumnya juga turut menjadi perhatian publik.   Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Adika Oktawan Saputra saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews melalui pesan WhatsApp pada Selasa (10/6/2026) mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan meminta asistensi dari Polda Jawa Tengah. “Masih lidik, kita minta asistensi Polda dan gelar khusus,” katanya. Ia menambahkan, penyidik telah memeriksa berbagai alat bukti dan meminta keterangan dari sejumlah ahli, termasuk tim forensik untuk memastikan penyebab kematian korban. “Penyidik sudah memeriksa semua ahli dan alat bukti dari forensik. Penyebab kematian karena sakit jantung,” jelasnya.   Meski hasil pemeriksaan forensik menyebut korban meninggal akibat sakit jantung, polisi memastikan proses pendalaman perkara tetap dilakukan secara menyeluruh guna menjawab berbagai dugaan yang berkembang di masyarakat.   Khoiriyah diketahui ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumah milik majikannya, JR (40), pada Sabtu, 8 November 2025 lalu. Sejak kasus tersebut mencuat, perhatian masyarakat terus tertuju pada proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian.   Polres Jepara meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Polisi menegaskan seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional dan berdasarkan hasil penyelidikan serta alat bukti yang ada.(Wely)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sebuah kasus memicu perhatian publik setelah terungkapnya dugaan kehamilan yang dialami oleh seorang siswi kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bawah naungan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Lima Provinsi Jawa Barat. Usia kehamilan siswi tersebut diduga sudah mendekati masa persalinan, dan yang bersangkutan dilaporkan telah berstatus keluar dari sekolah. Ditemui di ruang kerjanya pada, Selasa (9/6/2026), Kepala Sekolah SMK membenarkan peristiwa tersebut. “Sebenarnya ini adalah hal yang memalukan, namun kami tidak bisa menutupinya. Memang benar, keluarga baru mengetahui kondisi anaknya setelah diberitahu oleh pihak sekolah,” ujarnya. Kejadian ini bermula ketika pihak sekolah menyadari adanya perbedaan fisik yang mencolok pada diri siswi tersebut dibandingkan teman-temannya. Pihak sekolah kemudian mengadakan pembahasan internal yang melibatkan guru perempuan, mengingat pemahaman yang lebih baik terkait perubahan kondisi tubuh seseorang. “Pekan lalu, melalui guru perempuan, siswi tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan. Di ruangan, ia secara terus terang mengaku sedang hamil dan menceritakan bahwa ia dihamili oleh seorang pria paruh baya yang bekerja sebagai pedagang ikan keliling,” jelas Kepala Sekolah. Setelah mendapat pengakuan tersebut, sekolah segera memanggil keluarga untuk menyampaikan kondisi yang dialami siswi. Melalui kakak kandungnya, keluarga kemudian mengajukan permohonan pencabutan status siswa dengan alasan kecelakaan. Lebih lanjut, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa kakak kandung siswi berencana melaporkan peristiwa ini ke Polres Sukabumi agar ditindak tegas menurut hukum. Siswi pun telah dibawa untuk dimintai keterangan oleh penyidik. “Saya sangat geram mengetahui apa yang dialami adik saya. Masa depannya kini terancam hancur. Pelaku itu sudah memiliki cucu, sedangkan adik saya masih berstatus pelajar. Ia harus bertanggung jawab penuh atas perbuatannya,” tegas kakak kandung siswi dengan nada emosional. Dari informasi yang dihimpun, siswi tersebut tinggal bersama kakak kandungnya setelah ibunya meninggal dunia. Diduga selama ini ia kurang mendapatkan perhatian dari ayahnya. Hingga berita ini disampaikan, diperoleh informasi bahwa pihak kepolisian Polres Sukabumi telah bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku untuk diperiksa lebih lanjut untuk proses hukum. Namun hingga berita ini disusun belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Polres Sukabumi. Warga sekitar menatikan kejelasan dan fakta resmi dari pihak berwenang terkait kasus ini, (DICKY).    

Jember, Bidik-kasusnews.com – Danyonif 515 UTY/9/2 Kostrad Letkol Inf Edy Wibowo menggelar tradisi penyambutan warga baru Letkol Inf Edy Pramono, S.hub. Int (Macan Kumbang 47) yang bertempat di depan Mayonif 515 UTY Tanggul, Jember. Selasa (09/06/2026). Rangkaian kegiatan tradisi dimulai dengan berjalan kaki dari Taman Makam Pahlawan TMP Tanggul menuju gerbang Mayonif 515/UTY/9/2 Kostrad sembari diiringi Tunggul Batalyon dan bendera masing masing kompi menuju depan gerbang mayonif 515 UTY/9/2 Kostrad. Sesampainya di depan gerbang Mayonif 515 Kostrad, warga baru Letkol Inf Edy Pramono, S.hub. Int melaksanakan penghormatan kepada batalyon, laporan di depan gerbang batalyon dan disambut oleh Danyonif 515 UTY/9/2 Kostrad Letkol Inf Edy Wibowo sembari memberikan minum air kelapa muda kepada warga baru. Tradisi penyambutan ini dilaksanakan dalam rangka memelihara dan menanamkan rasa kebanggaan warga baru terhadap satuan Yonif 515 UTY/9/2 Kostrad. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Suasana duka menyelimuti keluarga besar Kodim 0410/Kota Bandar Lampung setelah salah satu prajurit terbaiknya, Serka Septianto bin Muhammad Bacrin, meninggal dunia akibat sakit pada Selasa (9/6/2026). Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan sejawat yang selama ini mengenalnya sebagai sosok prajurit yang berdedikasi tinggi. Sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan, jajaran Kodim 0410/KBL bersama Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur (TKT) turut mengawal seluruh rangkaian prosesi pemakaman hingga selesai. Babinsa Kelurahan Way Kandis, Serma Agus Raharjo, menjadi salah satu personel yang aktif melakukan pendampingan sejak jenazah tiba di rumah duka hingga proses pemakaman militer. Jenazah almarhum tiba di kediamannya yang berada di Jalan Tirtaria Gang Melati 6, Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, sekitar pukul 17.00 WIB. Kehadiran Serma Agus Raharjo di tengah keluarga duka menjadi simbol nyata kepedulian dan solidaritas antar prajurit TNI AD. Serka Septianto menghembuskan napas terakhir pada pukul 15.35 WIB di RS DKT Bandar Lampung setelah menjalani perawatan akibat sakit. Almarhum meninggalkan seorang istri, Agustini Evriani, serta tiga orang anak yang kini harus melanjutkan kehidupan tanpa sosok kepala keluarga. Rasa kehilangan juga dirasakan oleh jajaran TNI yang hadir memberikan penghormatan terakhir. Sejumlah pejabat dan personel dari Korem 043/Garuda Hitam serta Kodim 0410/KBL tampak mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga. Di antara yang hadir adalah Kasiter Korem 043/Gatam Kolonel Inf M. Sofrianes Salam, S.Ag., M.Han., Danramil 410-06/Kedaton Mayor Cke Yudi Nugroho beserta istri, Wadanramil 410-04/TKT Kapten Inf Yuli Sitorus, para Babinsa se-Kecamatan Tanjung Senang, anggota Koramil 410-04/TKT, Koramil 410-06/Kedaton, serta masyarakat sekitar yang turut mengantar kepergian almarhum. Puncak penghormatan dilaksanakan melalui prosesi pemakaman militer di TPU Graha Abadi, Jalan Tirtaria Ujung, Kelurahan Way Kandis, pada pukul 21.50 WIB. Dengan tata upacara militer yang berlangsung khidmat, jenazah Serka Septianto dimakamkan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan loyalitasnya kepada bangsa dan negara. Barisan prajurit yang mengiringi pemakaman tampak memberikan penghormatan terakhir dengan penuh rasa hormat. Suasana haru tidak dapat disembunyikan dari keluarga maupun rekan-rekan almarhum yang turut mengantarkan perjalanan terakhirnya. Melalui laporan yang diterima dari jajaran di lapangan, Komandan Kodim 0410/KBL menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah membantu pelaksanaan prosesi duka, khususnya kepada Babinsa Way Kandis, Serma Agus Raharjo, yang dinilai sigap dan profesional dalam melaksanakan tugas pendampingan. Kehadiran para prajurit di tengah keluarga yang berduka menjadi bukti kuat bahwa semangat kebersamaan, jiwa korsa, dan nilai kekeluargaan tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan prajurit TNI. Nilai-nilai tersebut terus hidup dan diwujudkan dalam setiap tindakan nyata, termasuk saat memberikan penghormatan terakhir kepada rekan seperjuangan. Kepergian Serka Septianto meninggalkan kenangan dan teladan pengabdian bagi keluarga besar Kodim 0410/Kota Bandar Lampung. Dedikasi dan pengorbanannya akan terus dikenang sebagai bagian dari perjalanan panjang pengabdian seorang prajurit kepada bangsa dan negara. Selamat jalan, Serka Septianto. Pengabdianmu akan selalu menjadi bagian dari sejarah dan kenangan keluarga besar TNI AD. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid At-Taubah saat digelarnya kegiatan pengajian mujahadah dan istighatsah bagi warga binaan, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan rohani guna membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran spiritual warga binaan. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang kemudian dilanjutkan dzikir bersama, mujahadah, istighatsah, hingga doa bersama. Dalam kesempatan tersebut, tausiyah agama disampaikan oleh H. Khumaidi dari yang memberikan pesan-pesan moral dan motivasi kepada para warga binaan. Para peserta tampak mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh antusias. Melalui kegiatan ini, warga binaan diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan serta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum introspeksi dan perbaikan diri. Kepala , , menuturkan bahwa pembinaan spiritual merupakan salah satu aspek penting dalam proses pemasyarakatan. “Pembinaan keagamaan menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat mental, serta memberikan ketenangan batin bagi warga binaan selama menjalani masa pidana,” ungkapnya. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti pengajian dan istighatsah tidak hanya bertujuan meningkatkan keimanan, tetapi juga menciptakan lingkungan rutan yang lebih damai dan kondusif. Ia berharap nilai-nilai positif yang ditanamkan melalui kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat nantinya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang humanis, religius, dan berfokus pada pembentukan pribadi warga binaan yang lebih baik.(Wely)

Sumatera Selatan, Bidik-kasusnews.com  Sebanyak 136 personel gabungan dari Batalyon B Pelopor dan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Sumatera Selatan yang tergabung dalam Bawah Kendali Operasi (BKO) Polres Lahat diterjunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa terkait PT SMS yang berlangsung di Kabupaten Lahat, Senin (8/6/2026). Pengamanan dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon (Danyon) B Pelopor Satbrimob Polda Sumsel, AKBP Andiyano, S.K.M., M.H., yang bertindak sebagai Pengendali Pengamanan (Pamendal Gas). Seluruh personel ditempatkan pada titik-titik strategis sesuai ploting yang telah ditetapkan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama kegiatan berlangsung. Sejak awal pelaksanaan, personel Brimob mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menjalankan tugas pengamanan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib tanpa mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Lahat. Dalam arahannya kepada seluruh personel, AKBP Andiyano menekankan pentingnya menjaga profesionalisme, disiplin, dan pengendalian diri selama bertugas. Ia juga mengingatkan agar anggota tidak mudah terpancing provokasi serta selalu mengedepankan komunikasi yang baik dengan peserta aksi maupun unsur pengamanan lainnya. “Pengamanan harus dilaksanakan secara profesional, humanis, dan sesuai prosedur. Kehadiran Brimob bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya. Selain melakukan pengamanan terbuka dan tertutup, personel Brimob juga aktif berkoordinasi dengan jajaran Polres Lahat dan instansi terkait guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Sinergi antarunsur pengamanan menjadi faktor penting dalam menjaga situasi tetap terkendali selama aksi berlangsung. Berkat kesiapsiagaan seluruh personel di lapangan, kegiatan unjuk rasa dapat berlangsung dengan tertib tanpa menimbulkan gangguan kamtibmas yang berarti. Arus aktivitas masyarakat di sekitar lokasi aksi juga tetap berjalan normal dan terkendali. Keberhasilan pengamanan ini menunjukkan komitmen Satbrimob Polda Sumsel dalam mendukung tugas Kepolisian menjaga stabilitas keamanan sekaligus menjamin kebebasan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan bertanggung jawab. Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di wilayah Kabupaten Lahat terpantau aman, tertib, dan kondusif. Satbrimob Polda Sumsel menegaskan akan terus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan masyarakat serta mendukung terciptanya iklim demokrasi yang sehat dan berkeadilan. (Agus)

Bidik-kasusnews.com JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat daerah. Dalam operasi yang digelar pada Senin (8/6/2026), sebanyak 10 orang diamankan di wilayah Sumatera Selatan dan Jakarta, termasuk Bupati Muara Enim, Edison.   Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan dari total pihak yang diamankan, lima orang berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan lima lainnya merupakan pihak swasta. “Lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim, salah satunya bupati. Kemudian lima orang lainnya dari pihak swasta,” ujar Budi saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews melalui pesan WhatsApp Senin 8/6/2026.   KPK menduga OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dari pihak swasta. Namun hingga kini, lembaga antirasuah itu masih belum membeberkan secara rinci konstruksi perkara maupun barang bukti yang berhasil diamankan dalam operasi tersebut.   Selain melakukan penangkapan, tim penyidik KPK dikabarkan juga melakukan penyegelan di sejumlah kantor dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.   Hingga Senin malam, seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK. Penentuan status hukum terhadap mereka akan dilakukan setelah proses gelar perkara selesai.   Kasus ini kembali menambah daftar kepala daerah di Kabupaten Muara Enim yang terseret perkara dugaan korupsi. Sebelumnya, beberapa mantan pejabat di daerah tersebut juga pernah berurusan dengan hukum terkait kasus proyek pemerintah daerah.   Sesuai aturan, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. (Wely)

TAPANULI TENGAH, Bidik-kasusnews.com  Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong menjadi kunci dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan pipanisasi air bersih dan kegiatan reboisasi di kawasan Biara OSF San Damiano, Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program TNI AD Manunggal Air yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh akses air bersih sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui upaya penghijauan di sekitar sumber mata air. “Diperlukan kebersamaan antara rakyat dan TNI untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian, berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat dapat diatasi dengan lebih baik,” ujar Kasad. Pembangunan jaringan pipanisasi sepanjang 1.700 meter tersebut memanfaatkan sumber air dari Mata Air Bukit Laverna Pandan, dan kini telah dimanfaatkan oleh sekitar 500 kepala keluarga yang bermukim di sekitar kawasan Biara OSF San Damiano. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi solusi atas kebutuhan air bersih masyarakat yang selama ini terbatas aksesnya, terutama saat musim kemarau. Kasad menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Karena itu, TNI AD terus berupaya menghadirkan program-program yang manfaatnya dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan oleh masyarakat. “Yang paling penting dari program ini adalah masyarakat dapat memperoleh air bersih dengan lebih mudah. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan rumah tangga, kegiatan sosial, maupun aktivitas keagamaan masyarakat sehari-hari,” imbuhnya. Dalam rangkaian kunjungan kerjanya yang didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Simanjuntak, Kasad juga meninjau pembangunan jembatan modular (Bailey) di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan jembatan yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung aktivitas perekonomian warga. Kasad menekankan bahwa keberhasilan suatu program tidak hanya diukur dari proses pembangunan, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun perlu dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pihak terkait. “Kami berharap fasilitas ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. TNI AD hadir untuk membantu membangun, tetapi keberlangsungan program sangat ditentukan oleh kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam merawatnya,” tegas Kasad. Terakhir, Kasad juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga sumber air dan lingkungan sekitar. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang. (Agus)