Jakarta | Bidik-kasusnews.com – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) menggelar rapat khusus guna mematangkan persiapan retret wartawan nasional yang direncanakan berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari 2026. Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (9/1/2026), dan dipimpin oleh Kepala Bagian Informasi Publik dan Tata Kelola Kehumasan (Kabag Infopubliktaka) Rohumas Setjen Kemenhan, Kolonel Arm Joko Riyanto, didampingi Koordinator Kolonel Arif Nursaid. Sejumlah pihak terkait, termasuk perwakilan Akmil Magelang, turut mengikuti rapat secara hybrid. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari agenda sebelumnya antara PWI Pusat dengan Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Hukum Jenderal (Purn) Wiranto, yang membahas penguatan sinergi antara pers dan sektor pertahanan negara. Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa retret wartawan akan digelar pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026 di Magelang, dengan melibatkan sekitar 200 wartawan dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu poin penting yang disepakati adalah kewajiban pemeriksaan kesehatan bagi seluruh peserta guna memastikan kesiapan fisik dan mengantisipasi risiko selama kegiatan berlangsung. Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang menyampaikan apresiasi kepada Kemenhan RI atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan retret wartawan di lingkungan Akmil Magelang. “Retret ini dirancang sebagai ruang penguatan wawasan kebangsaan, pemahaman strategis pertahanan negara, serta peningkatan profesionalisme wartawan dalam menyikapi isu-isu strategis nasional,” ujar Zulmansyah. Ia menambahkan, kondisi kesehatan yang prima menjadi syarat utama bagi peserta retret, mengingat sebagian rangkaian kegiatan akan dilaksanakan di luar ruangan dan membutuhkan kesiapan fisik serta kedisiplinan tinggi. Ketentuan tersebut akan segera disosialisasikan oleh PWI kepada seluruh calon peserta. Sementara itu, pihak Kemenhan RI menyambut baik rencana kegiatan tersebut dan menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan retret wartawan sesuai dengan ketentuan serta mekanisme yang berlaku. Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah aspek teknis, mulai dari konsep kegiatan, materi pembekalan, hingga pola koordinasi selama pelaksanaan retret di Akmil Magelang. Retret wartawan ini diharapkan menjadi salah satu agenda strategis PWI Pusat dalam memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi, sekaligus mitra kritis negara dalam menjaga ketahanan informasi dan kepentingan nasional. Dalam pertemuan tersebut, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang didampingi oleh Wakil Ketua Bidang Pendidikan Zarman Syah, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Kadirah, Wakil Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan (Hankam) Musrifah, serta Wakil Ketua Satgas Anti Hoaks Mercys Charles Loho. (Agus)
REDELONG, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meresmikan jembatan Bailey yang telah selesai dibangun oleh Satgas Gulbencal Yonzipur 5/BW di kawasan Umah Besi, Jalan Lintas Nasional Takengon–Bireuen, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Kamis (8/1/2026). Peresmian ini menandai pulihnya kembali akses transportasi utama masyarakat yang sempat terputus akibat bencana alam. Kasad didampingi Bupati Bener Meriah Ir. Tagore Abubakar serta tokoh adat setempat secara langsung meresmikan jembatan tersebut sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur vital pascabencana, khususnya pada jalur strategis penghubung antarwilayah. Kasad menjelaskan bahwa di Kabupaten Bener Meriah, selain pembangunan jembatan Bailey, TNI AD juga menyiapkan pembangunan jembatan gantung yang saat ini masih dalam proses pengadaan. Seluruh upaya tersebut dilaksanakan secara bertahap dan secepat mungkin sesuai perintah langsung Presiden RI. “Ini adalah jembatan Bailey ke-17 yang sudah selesai dari rencana awal 42 jembatan Bailey yang kita miliki. Namun, dalam perkembangannya kebutuhan jembatan di berbagai daerah sangat besar, termasuk di wilayah ini. Ke depan akan disurvei apakah lebih memungkinkan jika dibangun jembatan beton sederhana atau jembatan gantung,” ujar Kasad. Kasad menambahkan, sesuai arahan Presiden RI, pemenuhan akses jembatan, khususnya bagi jalur yang dilalui pelajar menuju sekolah di seluruh wilayah Indonesia, ditargetkan dapat diselesaikan secara maksimal dalam waktu 1,5 tahun. Keberadaan jembatan Bailey ini juga diharapkan mampu kembali menggerakkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, sekaligus memperlancar arus transportasi pada jalur lintas nasional Takengon–Bireuen yang memiliki peran strategis bagi distribusi logistik dan mobilitas warga. Kasad juga menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran TNI Angkatan Darat di tengah masyarakat dalam membantu penanganan dan pemulihan wilayah terdampak bencana. Ia berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Sementara itu, Bupati Bener Meriah Ir. Tagore Abubakar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI AD, khususnya Satgas Gulbencal, atas kerja keras dan dedikasi dalam membangun jembatan tersebut. Menurutnya, jembatan Bailey ini sangat vital bagi kelangsungan aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. Dengan diresmikannya jembatan Bailey ini, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Bener Meriah dapat berjalan lebih optimal, serta sinergi antara TNI AD dan pemerintah daerah terus terjaga dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (agus)
Amuntai Utara, Bidik-kasusnews.com Komitmen Polres Hulu Sungai Utara (HSU) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan swasembada pangan terus diwujudkan secara nyata. Salah satunya melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang digelar di Desa Sungai Turak, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kamis (8/1/2026). Kegiatan panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si, dan dihadiri jajaran pejabat utama Polres HSU, unsur Forkopimcam, instansi terkait, pemerintah desa, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta personel Polsek Amuntai Utara. Momentum ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan yang berkelanjutan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Kabag SDM AKP Misransyah, S.H., Kabag Log AKP Sulkani, S.H., Kasat Binmas AKP Syaifullah, S.H., Kasat Intelkam AKP Agus Murti Widodo, S.E., Kasat Reskrim AKP Teguh Kuatman, S.H., Kasat Samapta AKP Sutopo, Camat Amuntai Utara Astiana Rosanti, S.IP., M.IP., Kapolsek Amuntai Utara Ipda Ngatiman, S.H., serta perwakilan Danramil Amuntai Utara Sertu Khairul. Hadir pula Koordinator PPL Amuntai Utara M. Noor, Kepala Desa Sungai Turak Syarifuddin, Ketua Poktan Maju Bersama Hasbullah, dan tokoh masyarakat setempat. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan sambutan Koordinator PPL Amuntai Utara yang menyampaikan apresiasi atas dukungan Polres HSU terhadap pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung di wilayah Amuntai Utara. Kapolres HSU melalui IPTU Asep Hudzainur menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut mendukung program strategis pemerintah, termasuk di bidang ketahanan pangan. “Panen raya jagung ini merupakan bentuk komitmen Polres HSU dalam mendukung swasembada pangan nasional. Kami berharap kegiatan ini mampu memotivasi para petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar IPTU Asep. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, serta aparat keamanan agar hasil pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara semakin meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan panen jagung secara simbolis oleh Kapolres HSU bersama para tamu undangan. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti Zoom Meeting Panen Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang dilaksanakan secara nasional sebagai bagian dari program terintegrasi pemerintah pusat dan daerah. Kegiatan panen raya berakhir sekitar pukul 13.30 Wita dan berlangsung aman, tertib, serta lancar. Polres HSU berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat luas untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas pangan dan ketahanan nasional. (Agus)
Kota Cirebon | Bidik-kasusnews.com – Keresahan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan Stadion Bima, Kota Cirebon, terkait isu penertiban lapak pedagang mendapat perhatian publik. Menyikapi hal tersebut, tim media melakukan konfirmasi kepada instansi terkait untuk memperoleh kejelasan informasi, Kamis (8/1/2026). Upaya konfirmasi pertama dilakukan kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Cirebon, Edi Siswoyo. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum dapat ditemui. Berdasarkan keterangan pegawai di kantor Satpol PP, Kasatpol PP sedang berada di luar kantor bersama Sekretaris Daerah (Sekda). Untuk mendapatkan informasi lanjutan, tim media kemudian mendatangi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cirebon. Di lokasi tersebut, tim media berhasil mewawancarai Mery, Kepala Sub Bagian Umum Dispora Kota Cirebon. Dalam keterangannya, Mery menegaskan bahwa hingga saat ini UMKM masih diperbolehkan berjualan di kawasan Stadion Bima, dengan ketentuan tertentu yang harus dipatuhi. “UMKM masih diperkenankan berjualan di sekitar Stadion Bima, namun menggunakan tenda portabel, bukan lapak atau bangunan permanen. Aturan ini diterapkan untuk menjaga ketertiban, kerapihan, serta estetika lingkungan stadion,” jelasnya. Penegasan tersebut sekaligus meluruskan kekhawatiran sejumlah pedagang yang mengaku cemas akan adanya penertiban lanjutan. Para pelaku UMKM berharap tidak terjadi tindakan represif, mengingat aktivitas berdagang menjadi sumber utama penghidupan mereka. Di sisi lain, para pedagang juga mengeluhkan kondisi cuaca yang belakangan sering diguyur hujan, yang berdampak langsung terhadap penurunan omzet. Dalam situasi ekonomi yang cukup sulit, mereka berharap adanya kebijakan yang lebih humanis dan berpihak pada ekonomi kerakyatan. Para pelaku UMKM menyatakan siap mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah, selama masih diberikan ruang untuk berusaha secara layak dan berkelanjutan. Mereka juga berharap adanya koordinasi yang solid antarinstansi, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di lapangan yang berujung pada keresahan masyarakat kecil. Hingga saat ini, tim media masih membuka ruang konfirmasi lanjutan kepada Satpol PP Kota Cirebon untuk memperoleh penjelasan resmi terkait kebijakan penataan dan penertiban UMKM di kawasan Stadion Bima. (Amin)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Jajaran Polsek Danau Panggang meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan monitoring intensif terhadap perkembangan debit air sungai di wilayah hukumnya, Kamis (8/1/2026). Pemantauan dilakukan menyusul kenaikan signifikan debit air yang berdampak pada permukiman warga dan sejumlah fasilitas umum. Monitoring dilaksanakan pada pukul 11.00 hingga 12.00 WITA di beberapa titik rawan banjir di Kecamatan Danau Panggang. Berdasarkan hasil pantauan, Desa Manarap menjadi wilayah terdampak paling parah, dengan sekitar 75 persen rumah warga di RT 02 dan RT 05 terendam banjir. Ketinggian air di kawasan tersebut bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai 150 sentimeter di atas permukaan tanah. Selain permukiman warga, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum dan ruas jalan utama. Genangan air setinggi kurang lebih 30 sentimeter terpantau di beberapa titik Jalan Raya Alabio–Danau Panggang, tepatnya di Desa Manarap RT 02 dan Desa Darusalam RT 02. Sementara itu, jalan tembus menuju Kantor Camat Danau Panggang di Desa Palukahan terendam hingga sekitar 50 sentimeter. Genangan serupa juga terlihat di Jalan Raya Suka Ramai, Desa Danau Panggang RT 03, tepat di depan Kantor Polsek Danau Panggang. Dari hasil pengecekan di Pintu Air Desa Bitin, ketinggian debit air tercatat mencapai 4 meter, mengalami kenaikan sekitar 28 sentimeter dari sebelumnya 3,72 meter. Kondisi ini menjadi indikator penting meningkatnya risiko banjir di wilayah hilir. Kapolsek Danau Panggang melalui keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil sejumlah langkah antisipatif untuk meminimalisir dampak banjir serta menjaga keselamatan masyarakat. “Kami terus memberikan imbauan kepada warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar tetap waspada. Anak-anak juga diingatkan untuk tidak bermain di sekitar sungai karena berisiko hanyut dan tenggelam,” ujarnya. Selain itu, Polsek Danau Panggang aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa guna memastikan informasi kondisi banjir dapat tersampaikan dengan cepat kepada masyarakat. Sejumlah peralatan pendukung penanganan banjir juga telah disiagakan, seperti ban dalam sebagai alat bantu apung, tali, dan sepatu bot. Pemantauan debit air akan terus dilakukan secara berkala. Setiap perkembangan situasi akan segera dilaporkan sebagai bagian dari kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi bencana banjir dan memastikan keselamatan warga di wilayah Kecamatan Danau Panggang. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Jajaran Polsek Amuntai Selatan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan debit air Sungai Tabalong dan Sungai Balangan guna mengantisipasi dampak banjir di wilayah hukumnya, Kamis (8/1/2026). Monitoring debit air dilaksanakan sejak pukul 10.00 WITA hingga selesai, dengan menyasar sejumlah desa yang berada di bantaran sungai dan wilayah rawan genangan. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan keselamatan masyarakat serta kesiapsiagaan aparat menghadapi potensi banjir susulan. Berdasarkan hasil pemantauan, sedikitnya 26 desa di Kecamatan Amuntai Selatan tercatat masih terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 2 hingga 15 sentimeter. Genangan air mengakibatkan sejumlah ruas jalan desa tergenang dan ratusan rumah warga terdampak, terutama di Desa Mamar, Rukam Hilir, Rukam Hulu, Teluk Paring, Teluk Baru, Cangkering, dan Keramat. Desa Mamar menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak terbanyak, mencapai 142 unit, disusul Desa Rukam Hilir sebanyak 85 rumah, serta Desa Cangkering dengan 82 rumah yang terdampak genangan air. Selain permukiman warga, banjir juga berdampak pada fasilitas umum, yakni satu tempat ibadah (Langgar Desa Telaga Hanyar) dan satu sekolah dasar (SDN Cangkering). Untuk infrastruktur jalan, genangan terpantau di sejumlah titik dengan panjang bervariasi, mulai dari 100 meter hingga lebih dari 2 kilometer, dengan kedalaman air mencapai 15 sentimeter di beberapa lokasi seperti Desa Padang Tanggul dan Teluk Baru. Kapolsek Amuntai Selatan melalui keterangannya menyampaikan bahwa meskipun debit air di wilayah hulu Sungai Tabalong dan Balangan mulai mengalami penurunan seiring berkurangnya intensitas hujan, kondisi di wilayah Amuntai Selatan masih memerlukan pengawasan ketat. “Debit air di pintu air Desa Harusan Telaga terpantau mengalami penurunan. Namun, kami tetap siaga dan terus melakukan pemantauan karena air di wilayah hilir belum sepenuhnya surut,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, personel Aiptu Dedy S, Aiptu Bufiansyah, dan Bripda Noor Alim aktif memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada, khususnya masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Warga juga diminta mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar sungai demi mencegah risiko kecelakaan. Selain itu, Polsek Amuntai Selatan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk pemasangan rambu daerah rawan banjir serta percepatan penanganan apabila kondisi memburuk. Monitoring debit air akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya Polri dalam memberikan pelayanan yang prediktif, responsif, dan transparan, serta memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di tengah bencana hidrometeorologi. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM Jajaran Polsek Babirik terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dengan melakukan monitoring debit air di sejumlah titik strategis wilayah Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kamis (8/1/2026) pagi. Pemantauan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif menyusul curah hujan yang masih tergolong tinggi dalam beberapa waktu terakhir, khususnya sejak Desember lalu, yang berpotensi memicu peningkatan debit air. Kegiatan monitoring dilaksanakan oleh personel Polsek Babirik, yakni Aipda Kunt arso, Aipda Zainuddin, Briptu Hendra, dan Bripda M. Jhodi Rahman, dengan menyasar pintu air serta ruas jalan yang berada di jalur Babirik–Danau Panggang. Beberapa lokasi yang menjadi fokus pemantauan antara lain Pintu Air Desa Kalumpang Luar, Pintu Air Desa Sungai Luang Hulu, serta ruas Jalan Babirik–Danau Panggang di Desa Sungai Luang Hilir, Murung Panti Hilir, dan Babirik Hilir. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, sejumlah ruas jalan umum terpantau mulai tergenang air dengan ketinggian antara 1 hingga 3 sentimeter, khususnya di Desa Sungai Luang Hilir, Murung Panti Hilir, dan Babirik Hilir. Sementara itu, debit air di pintu air Desa Sungai Luang Hulu tercatat mengalami kenaikan sekitar 1 sentimeter, dari sebelumnya 201 sentimeter menjadi 202 sentimeter. Kondisi serupa juga terjadi di Pintu Air Desa Kalumpang Luar, yang naik dari 212 sentimeter menjadi 213 sentimeter. Kapolsek Babirik melalui keterangannya menyampaikan bahwa meskipun genangan masih tergolong ringan, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan situasi tetap terkendali dan meminimalisir dampak terhadap aktivitas masyarakat. “Polsek Babirik akan terus memonitor perkembangan debit air, baik kenaikan maupun penurunan, sehingga dapat memberikan rekomendasi dan mengambil langkah cepat apabila terjadi situasi darurat,” ujarnya. Selain pemantauan, Polsek Babirik juga menjalin koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir, serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya yang tinggal di daerah rawan genangan. Monitoring debit air ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang prediktif, responsif, dan transparan, serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat di tengah kondisi cuaca yang belum stabil. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Jajaran Polsek Banjang terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan debit air Sungai Balangan guna mengantisipasi dampak banjir di wilayah hukumnya. Monitoring dilakukan pada Kamis pagi (8/1/2026) mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WITA di sejumlah titik rawan genangan. Berdasarkan hasil pemantauan di Pintu Air Desa Beringin, ketinggian air Sungai Balangan tercatat mencapai 1,67 meter, mengalami penurunan sekitar 3 sentimeter dibandingkan hari sebelumnya yang berada di level 1,70 meter atau batas normal. Meski terjadi penurunan, sejumlah desa masih terdampak genangan akibat lambatnya aliran air menuju muara Sungai Negara dan Sungai Tabalong. Beberapa wilayah yang terpantau masih terdampak banjir antara lain Danau Terate, dengan sekitar 30 rumah warga di RT 1 hingga RT 3 terendam air, serta jalan titian sepanjang kurang lebih 200 meter yang tergenang setinggi sekitar 2 sentimeter. Di Lok Bangkai, air masuk ke teras dan badan rumah sebanyak 15 unit di RT 1 dan RT 8, sementara jalan di RT 8 tergenang hingga 5 sentimeter sepanjang 50 meter. Genangan juga terjadi di Desa Patarikan, di mana air telah masuk ke sekitar 50 rumah warga di RT 1 hingga RT 4 dengan ketinggian sekitar 2 sentimeter. Di Pandulangan, air menggenangi jalan desa setinggi kurang lebih 5 sentimeter dan merendam sekitar 35 rumah warga di RT 1 sampai RT 4. Sementara itu, di Murung Padang, air dilaporkan masuk ke badan rumah sebanyak 10 unit di RT 1 hingga RT 4 dengan kedalaman mencapai 10 sentimeter, serta menggenangi sekitar 25 teras rumah dengan ketinggian 2 sentimeter. Genangan juga terpantau di Desa Beringin, Baruh Tabing, Teluk Serikat, Teluk Buluh, dan Karias Dalam, meskipun dalam skala terbatas. Untuk fasilitas umum, sekolah dan tempat ibadah dilaporkan dalam kondisi aman. Namun, satu titik genangan terpantau di Jalan Jermani Husin Km 4, dengan kedalaman air sekitar 10 hingga 15 sentimeter sepanjang kurang lebih 50 meter. Kapolsek Banjang melalui keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan imbauan kepada warga yang tinggal di bantaran Sungai Balangan agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama apabila curah hujan di wilayah hulu, termasuk Kabupaten Balangan, masih tinggi. Selain itu, Polsek Banjang aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat serta mempersiapkan Posko Tanggap Darurat. Sejumlah perlengkapan penanganan banjir juga telah disiagakan di Polsek Banjang, seperti ban dalam sebagai alat bantu apung, tali-temali, sepatu bot, jas hujan, dan obat-obatan. “Air masih merendam sebagian rumah warga karena belum sepenuhnya surut ke muara. Diperlukan waktu beberapa hari, tergantung kondisi cuaca,” ujar Kapolsek. Pemantauan debit air Sungai Balangan akan terus dilakukan secara berkala. Setiap perkembangan situasi akan segera dilaporkan sebagai bagian dari upaya Polri dalam menjaga keselamatan masyarakat dan memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Untuk mengantisipasi potensi banjir di wilayah rawan, jajaran Polsek Amuntai Selatan melakukan pengecekan dan pemantauan debit air Sungai Telaga Silaba, Kamis (8/1/2026). Sungai tersebut merupakan aliran terusan dari wilayah Kabupaten Tabalong yang berpengaruh langsung terhadap kondisi air di Kecamatan Amuntai Selatan. Pengecekan dilakukan sekitar pukul 10.00 WITA di pintu air Desa Harusan Telaga, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menjaga keselamatan masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai. Petugas yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari Aipda Budi Herri W, Bripka Najib, dan Brigadir Moriss Sitorus, dengan menggunakan kendaraan dinas roda empat Polsek Amuntai Selatan. Berdasarkan hasil pemantauan, debit air Sungai Telaga Silaba terpantau mengalami kenaikan sekitar 1 sentimeter, dari sebelumnya berada di level 5,98 menjadi 5,99. Meski kenaikan tergolong kecil, kondisi tersebut tetap mendapat perhatian serius sebagai langkah mitigasi dini. Kapolsek Amuntai Selatan melalui keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan berkala serta mengambil langkah-langkah antisipatif guna meminimalisir dampak apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan. Adapun langkah yang telah dilakukan antara lain mendata ruas jalan dan rumah warga yang berpotensi terdampak, memberikan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir, serta mengingatkan orang tua untuk melarang anak-anak bermain di tepi sungai demi menghindari risiko hanyut atau tenggelam. Selain itu, Polsek Amuntai Selatan juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memastikan informasi terkait kondisi debit air dapat disampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat. Pemantauan debit air ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya Polri dalam menghadirkan pelayanan yang prediktif, responsif, dan transparan, sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Amuntai Selatan. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 8 Januari 2026 – Rutan Kelas IIB Jepara menggelar kegiatan pengajian bagi warga binaan pemasyarakatan yang bersinergi dengan Polres Jepara dan Kementerian Agama Kabupaten Jepara. Kegiatan tersebut berlangsung di serambi Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIB Jepara yang dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan kerohanian dan kepribadian guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Pengajian diikuti oleh warga binaan dengan penuh khidmat dan diisi dengan tausiah keagamaan serta doa bersama. Kehadiran Polres Jepara dan Kemenag Kabupaten Jepara merupakan wujud sinergi antarinstansi dalam mendukung pembinaan mental dan spiritual di lingkungan Rutan Kelas IIB Jepara. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa kegiatan pengajian rutin memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku positif warga binaan. “Pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar utama dalam proses pemasyarakatan. Melalui pengajian ini, kami berharap warga binaan dapat memperbaiki diri dan memiliki bekal spiritual yang kuat saat kembali ke masyarakat,” ujarnya. Perwakilan dari Polres Jepara menambahkan bahwa dukungan terhadap kegiatan pembinaan rohani merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas dan keamanan, sekaligus mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. “Kami mendukung penuh kegiatan pembinaan seperti ini karena nilai-nilai keagamaan dapat menjadi landasan bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih tertib dan bertanggung jawab,” jelasnya. Sementara itu, pihak Kemenag Kabupaten Jepara menekankan pentingnya pendekatan keagamaan dalam proses pembinaan. “Pembinaan spiritual di rutan menjadi sarana untuk menanamkan nilai moral, toleransi, dan kesadaran beragama, sehingga warga binaan memiliki harapan dan semangat untuk memperbaiki diri,” ungkapnya. Melalui kegiatan pengajian ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara Rutan Kelas IIB Jepara, Polres Jepara, dan Kemenag Kabupaten Jepara dalam menciptakan pembinaan yang holistik bagi warga binaan. (Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara