JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara berpartisipasi aktif dalam kegiatan Kick Off Peringatan Hari Bakti Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 Tahun 2025 yang digelar serentak secara nasional pada Jumat (07/11/2025). Acara ini diselenggarakan secara virtual oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Republik Indonesia dan diikuti oleh seluruh satuan kerja di bawah naungannya. Kegiatan Kick Off kali ini mengusung tema besar “Sinergi untuk Negeri”, menandai era baru kolaborasi antara jajaran Imigrasi dan Pemasyarakatan. Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk memperkuat peran kedua lembaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Di lingkungan Rutan Jepara, kegiatan diawali dengan doa bersama dan apel pembukaan, diikuti oleh seluruh pejabat struktural, staf, serta perwakilan warga binaan. Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa saat seluruh peserta menyaksikan siaran langsung peluncuran kegiatan dari pusat melalui Zoom Meeting. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antar-unit pelaksana teknis di bawah Kemenimipas. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mempererat koordinasi dan meneguhkan komitmen pelayanan publik. > “Momentum ini menjadi simbol bahwa Imigrasi dan Pemasyarakatan tidak berjalan sendiri. Kita satu visi, satu semangat dalam mengabdi kepada bangsa melalui pelayanan yang profesional dan berintegritas,” ujar Karutan. Sebagai bentuk semarak peringatan, Rutan Jepara juga melaksanakan kegiatan tambahan seperti senam bersama, pembacaan ikrar pengabdian, serta doa lintas agama. Seluruh kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan rasa kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual serta moral dalam menjalankan tugas. Peringatan Hari Bakti Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 ini akan berlangsung hingga puncak acara pada 19 November 2025. Rutan Jepara berkomitmen menjadikan momen ini sebagai pijakan untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan mempererat sinergi antarinstansi di lingkungan Kemenkumham. > “Semangat Sinergi untuk Negeri harus menjadi budaya kerja kita. Dengan kebersamaan, kita bisa melangkah lebih jauh dalam memberikan pengabdian terbaik untuk masyarakat dan negara,” pungkas Karutan Jepara.(Wely-jateng) Sumber:humas rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Kepedulian terhadap sesama terus ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Mlonggo, Polres Jepara. Melalui kegiatan rutin bertajuk “Jumat Berbagi”, Kapolsek Mlonggo Iptu Tambar bersama anggotanya turun langsung menemui warga kurang mampu di Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Jumat (7/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, perhatian utama diberikan kepada Mbah Karlin (85), seorang lansia yang hidup sendirian di rumah sederhana dengan kondisi bangunan yang sudah memprihatinkan. Tidak hanya menyalurkan bantuan sembako, personel Polsek juga turut bergotong royong bersama warga memperbaiki bagian atap rumah yang rusak agar lebih layak untuk ditinggali. “Ini adalah bentuk nyata dari semangat kepedulian kami terhadap warga yang membutuhkan. Polisi tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga ikut hadir membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Iptu Tambar. Menurutnya, kegiatan “Jumat Berbagi” bukan hanya sekadar pembagian sembako, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan emosional antara polisi dan masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa saling peduli dan mempererat semangat gotong royong di lingkungan sekitar. > “Kami ingin terus menjaga kedekatan dengan masyarakat. Bantuan ini mungkin tidak besar, tapi kami berharap dapat membawa manfaat dan harapan baru bagi warga,” tambahnya. Sementara itu, Mbah Karlin yang menerima bantuan tampak haru dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Kapolsek dan jajarannya. > “Saya sangat bersyukur masih ada yang peduli dengan kondisi saya. Terima kasih kepada bapak polisi yang sudah datang dan membantu memperbaiki rumah saya,” tuturnya lirih. Aksi kemanusiaan yang dilakukan Polsek Mlonggo tersebut disambut positif oleh warga sekitar. Mereka menilai kegiatan seperti ini mampu menghadirkan suasana kebersamaan dan memperlihatkan sisi humanis dari aparat kepolisian. Kegiatan pun diakhiri dengan doa bersama dan kerja bakti kecil di sekitar rumah Mbah Karlin sebagai simbol semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dijaga di wilayah Kecamatan Mlonggo.(Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara
Cirebon Kota, Bidik-kasusnews.com,.Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota berhasil mengamankan seorang pria berinisial IS (42), warga Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, yang menyerang anggota polisi menggunakan senjata tajam. Hasil pemeriksaan menunjukkan pelaku positif mengonsumsi amfetamin dan metafetamin saat dilakukan tes urine oleh Satresnarkoba Polres Cirebon Kota. Kegiatan konferensi pers pengungkapan kasus dilaksanakan di Aula Sanika Satyawada Polres Cirebon Kota, Kamis (6/11/2025). Acara dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., dan dihadiri oleh Kasat Reskrim AKP Adam Gana, Kasat Narkoba AKP Otong Jubaedi, Kasi Humas AKP M. Aris Hermanto, serta awak media lokal dan nasional. Dalam keterangannya, Kapolres menyampaikan bahwa kejadian bermula ketika anggota Satresnarkoba tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Lemahwungkuk pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat mengetuk pintu rumah pelaku, korban melihat dari balik kaca pelaku keluar dari kamarnya sambil membawa senjata tajam jenis sabit kapak yang dibungkus kain bermotif putih hitam. “Pelaku langsung memukul kaca depan rumah menggunakan senjata tajam tersebut ke arah anggota kami yang berdiri di depan jendela. Kaca pecah dan serpihan mengenai kaki korban,” jelas Kapolres AKBP Eko Iskandar. Setelah melakukan aksinya, pelaku keluar rumah mendekati korban dengan membawa senjata tajam. Korban segera menghindar untuk menyelamatkan diri, sementara rekan korban yang siaga di sekitar lokasi menodongkan senjata api ke arah pelaku. Pelaku akhirnya menjatuhkan senjata tajamnya dan melarikan diri ke dalam rumah. Upaya pengejaran sempat terkendala karena keluarga pelaku menghalangi petugas yang hendak masuk ke rumah tersebut. Namun berkat kerja cepat dan koordinasi personel di lapangan, pelaku akhirnya berhasil diamankan di sebuah rumah kos di daerah Bedeng Batu, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Adam Gana menjelaskan, setelah diamankan, pelaku langsung menjalani pemeriksaan mendalam. Dari hasil tes urine yang dilakukan secara internal oleh Satresnarkoba, pelaku dinyatakan positif mengandung amfetamin dan metafetamin. “Hasil tersebut kemudian diperkuat dengan pemeriksaan ulang oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Cirebon, yang menunjukkan hasil positif sama,” ujarnya. Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya satu bilah senjata tajam jenis sabit kapak, surat perintah tugas anggota polisi, serta dokumen penyelidikan milik Satresnarkoba Polres Cirebon Kota. Polisi juga tengah mendalami motif pelaku yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa hak serta Pasal 212 KUHP tentang perlawanan terhadap petugas yang sah, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Kapolres Cirebon Kota menegaskan bahwa tindakan pelaku merupakan bentuk perlawanan terhadap aparat yang sedang menjalankan tugas secara sah, dan tidak akan ditolerir dalam bentuk apa pun. “Kami akan menindak tegas siapa pun yang berani melawan petugas. Apalagi jika pelaku terindikasi penyalahgunaan narkoba, kami akan proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya. Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menambahkan, keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama solid antara Satreskrim, Satnarkoba, dan dukungan masyarakat. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan, karena informasi sekecil apa pun sangat berarti bagi kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Cirebon Kota,” tutupnya. (Asep.R)
SUKABUMI, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Korps Brimob Polri yang akan jatuh pada 14 November 2025 mendatang, Brimob Polri menggelar kegiatan bakti sosial dan pembangunan Tugu Pelopor di Desa Cibodas, Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan mengusung tema “Brimob Presisi untuk Masyarakat.” Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempererat sinergi antara Brimob Polri dan masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan sektor pertanian di wilayah Pelabuhanratu. Melalui pemberian bantuan sarana pertanian dan bibit unggul, Brimob berharap dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sebagai bagian dari kontribusi terhadap program Astacita Menuju Indonesia Emas 2045. Dalam kesempatan tersebut, Brimob Polri menyerahkan bantuan berupa 18 unit alat dan mesin pertanian (alsintan), 204 kilogram benih jagung, serta 200 paket sembako untuk enam kelompok tani dan anak yatim piatu. Enam kelompok tani yang menerima bantuan adalah Setia Kawa, Mukti, Tumaritis Triloka, Pandawa Siaga, Sejahtera, dan Mekar Harapan, dengan total penerima manfaat sebanyak 130 petani. Selain penyerahan bantuan, acara juga diisi dengan penanaman benih jagung secara simbolis sebagai bentuk semangat gotong royong dan kepedulian sosial Brimob terhadap kesejahteraan masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dirjen Pertanian, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi, serta sejumlah pejabat utama Korps Brimob Polri. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ketahanan pangan daerah. Masih dalam rangkaian kegiatan yang sama, dilakukan pula peletakan batu pertama pembangunan Tugu Pelopor di Bukit Senyum, Pelabuhanratu. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Korps Brimob Irjen Pol Reza Arief Dewanto, didampingi Komandan Pasukan Pelopor Brigjen Pol Gatot Mangkurat Putra P.J., S.I.K., dan Komandan Pasukan Gegana Brigjen Pol Mulyadi. Tugu Pelopor dibangun sebagai simbol penghormatan terhadap nilai-nilai kejuangan Resimen Pelopor Brimob yang dahulu menjalani latihan di kawasan Pelabuhanratu, termasuk latihan Terjun Payung dan Rimba Laut. Tugu berbentuk persegi lima setinggi 2,5 meter dan lebar 1,2 meter itu dilengkapi logo Roda Kompas berukuran 40 x 40 sentimeter, serta prasasti di bagian bawahnya. Melalui kegiatan bakti sosial dan pembangunan monumen bersejarah ini, Korps Brimob Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga hubungan harmonis, serta melestarikan semangat juang dan pengabdian yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang Brimob Polri. ( Agus)
HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam upaya memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan relawan pemadam kebakaran, Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan, S.H., M.M., menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan seragam lapangan kepada perwakilan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) “Kerja Bersama” Kecamatan Banjang. Kegiatan ini berlangsung di Mapolsek Banjang pada Jumat (7/11/2025) pukul 09.00 WITA. Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Banjang didampingi anggota Polsek menyerahkan langsung bantuan seragam lapangan kepada delapan anggota BPK “Kerja Bersama” sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga keselamatan masyarakat, khususnya dalam penanganan musibah kebakaran di wilayah hukum Polsek Banjang. “Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan rasa terima kasih kami kepada rekan-rekan BPK yang selalu siap siaga membantu masyarakat di lapangan. Kami ingin hubungan baik dan koordinasi antara Polri dan BPK terus terjalin dengan erat,” ujar AKP Robby Ansharie Bahasuan. Ia menambahkan, sinergi antara Polsek Banjang dan BPK sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tanggap, dan kolaboratif, terutama dalam menghadapi situasi darurat seperti kebakaran atau bencana lainnya. Sementara itu, perwakilan BPK “Kerja Bersama” menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Polsek Banjang. Menurutnya, bantuan seragam tersebut tidak hanya meningkatkan semangat kerja para anggota di lapangan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan antara BPK dan aparat kepolisian. “Kami berterima kasih kepada Kapolsek Banjang dan jajaran atas kepeduliannya. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat,” ucap salah satu anggota BPK. Kegiatan silaturahmi yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan unsur masyarakat, sekaligus memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan dan keselamatan warga di wilayah Kecamatan Banjang. Acara berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kehangatan, mencerminkan komitmen bersama antara Polsek Banjang dan BPK dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Semarang kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana representatif di PDAM Jepara Tirtajung Poro, Kamis (6/11/2025). Sidang yang menghadirkan terdakwa SB ini berlangsung dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jepara. Dalam sidang tersebut, JPU menghadirkan lima orang saksi yang berasal dari bagian keuangan PDAM Tirtajung Poro. Kelima saksi itu dimintai keterangan terkait mekanisme dan alur pencairan dana representatif yang diduga disalahgunakan oleh terdakwa. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Jepara, Ahmad Za’im Wahyudi, S.H., M.H., saat dikonfirmasi Bidik-Kasusnews pada Jumat (7/11/2025), membenarkan agenda persidangan tersebut. “Sidang kemarin di Tipikor Semarang, dengan agenda pemeriksaan saksi dari bagian keuangan PDAM. Ada lima saksi yang kami hadirkan,” ujarnya. Za’im menjelaskan, dari keterangan para saksi, muncul bukti dan indikasi kuat adanya penyimpangan dalam proses pencairan dana representatif yang dilakukan oleh terdakwa. “Kesaksian para saksi memperjelas adanya dugaan penyalahgunaan dalam tata kelola dana representatif tersebut,” terangnya. Menurutnya, kehadiran saksi-saksi ini diharapkan dapat memperkuat pembuktian jaksa atas perbuatan yang diduga dilakukan oleh terdakwa. Pihak kuasa hukum terdakwa juga turut hadir dalam persidangan untuk memberikan tanggapan dan pembelaan. Sidang akan kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan ahli pada Kamis, 13 November 2025 mendatang. Kasus ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan pengelolaan dana representatif yang seharusnya digunakan untuk mendukung operasional perusahaan daerah, namun diduga dimanfaatkan secara tidak semestinya. (Wely-jateng)
MALANG, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menegaskan bahwa program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada rakyat sekaligus bukti kuatnya kemanunggalan antara TNI dan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin upacara penutupan TMMD Reguler ke-126 yang digelar di Lapangan Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Kamis (6/11/2025). Dalam sambutannya, Wakasad menjelaskan bahwa TMMD tidak semata berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun karakter, semangat gotong royong, dan kebersamaan di tengah masyarakat desa. Program ini, menurutnya, merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah terpencil dan pedesaan. “Yang kita bangun bukan hanya jalan, tetapi juga semangat gotong royong dan kebersamaan. Inilah bentuk nyata pengabdian TNI bagi rakyat dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa dalam amanatnya. Ia berharap, hasil dari TMMD dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta mendorong warga untuk turut menjaga dan memelihara fasilitas yang telah dibangun bersama TNI. Wakasad juga mengajak seluruh pihak untuk terus melanjutkan semangat kebersamaan yang telah terjalin selama pelaksanaan TMMD. “Mari kita pelihara bersama apa yang sudah kita bangun. Pembangunan ini harus terus dijaga agar memberi manfaat bagi generasi mendatang,” imbuhnya. Upacara penutupan TMMD ke-126 berlangsung khidmat dan diakhiri dengan penyerahan simbolis hasil kegiatan kepada Pemerintah Kabupaten Malang. Seusai upacara, Wakasad meninjau langsung sejumlah sasaran pembangunan serta berdialog dengan warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Melalui TMMD, TNI Angkatan Darat menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat kemanunggalan TNI–rakyat, serta mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan guna meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. (Agus)
MUARA ENIM, BIDIK-KASUSNEWS.COM Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi sarana membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa. Pernyataan tersebut disampaikan saat Kasad menutup secara resmi TMMD Reguler ke-126 di wilayah Kodim 0404/Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Kamis (6/11/2025). Dalam sambutannya, Kasad menekankan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kontribusi TNI AD dalam mempercepat pemerataan pembangunan nasional, khususnya di daerah tertinggal, terpencil, dan pedesaan. Melalui program ini, TNI tidak hanya membangun jalan, jembatan, dan rumah layak huni, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat. “Dalam satu tahun, TMMD mampu membangun sekitar seribu sumur bor, ditambah program rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembukaan lahan produktif. Saya berharap pembukaan lahan bisa terus diperluas untuk mendukung program prioritas Presiden,” ujar Kasad kepada awak media. Jenderal Maruli menjelaskan, keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, melainkan dari meningkatnya semangat gotong royong, kesadaran bela negara, serta tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam memajukan desanya. “TMMD adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Pembangunan yang dilakukan harus berkelanjutan agar benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat luas,” tegasnya. Sementara itu, Bupati Muara Enim H. Edison menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada TNI AD atas peran besarnya dalam mempercepat pembangunan daerah. Ia menyebut, hasil kerja nyata TMMD telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan memperkuat hubungan antara TNI dan warga. Usai upacara penutupan, Kasad meninjau langsung hasil pelaksanaan TMMD ke-126 di wilayah Kodim 0404/Muara Enim dengan mengendarai motor trail. Dalam kesempatan tersebut, Kasad juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian TNI AD terhadap kesejahteraan rakyat. Kehadiran Kasad dalam kegiatan ini menegaskan komitmen TNI Angkatan Darat untuk terus menjadi motor penggerak pembangunan, memperkuat ketahanan wilayah, serta mewujudkan kemandirian dan kemakmuran bagi masyarakat Indonesia. ( Agus )
JATENG:Bidik-kasusnews.com PATI — Ratusan warga Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Desa pada Kamis (6/11/2025). Mereka menuntut transparansi dan kejelasan penggunaan Dana Desa (DD) serta menyoroti kebijakan pemerintah desa yang dianggap tidak adil dan tidak berpihak kepada masyarakat. Aksi yang diinisiasi oleh Forum Masyarakat Asempapan Bersatu (FMAB) itu berlangsung dengan tertib namun penuh emosi. Massa membawa berbagai poster berisi kecaman terhadap kepemimpinan Kepala Desa Sukarno yang dinilai menutup-nutupi pengelolaan anggaran serta membuat kebijakan yang kontroversial. “Kami tidak menolak pembangunan, tapi kami ingin tahu uang desa digunakan untuk apa dan siapa yang diuntungkan. Semua harus jelas dan terbuka,” ujar Bayu Urianto, selaku koordinator aksi FMAB, di tengah kerumunan massa. Selain persoalan Dana Desa, warga juga mempersoalkan kebijakan yang dianggap tidak konsisten. Mereka menilai pemerintah desa terkesan membatasi kegiatan keagamaan seperti pengajian, khataman Al-Qur’an, dan acara haul, sementara kegiatan hiburan seperti tempat karaoke justru dibiarkan berjalan tanpa hambatan. “Kegiatan keagamaan yang mendidik dan menumbuhkan moral malah dipersulit, tapi hiburan malam lancar. Ini jelas kebijakan yang menyesatkan,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat. Aksi tersebut menjadi bentuk kekecewaan masyarakat terhadap gaya kepemimpinan Kepala Desa Sukarno yang dianggap tertutup dan kurang aspiratif. Sejumlah warga juga menuding ada indikasi penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan dana publik serta ketidaktransparanan dalam pelaksanaan proyek pembangunan di desa. Meskipun demikian, aksi berlangsung damai dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan perangkat kecamatan. Para peserta aksi duduk bersama sambil membacakan tuntutan mereka, salah satunya agar pemerintah desa segera mengadakan forum terbuka untuk menjelaskan laporan keuangan dan dasar kebijakan yang dibuat. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Sukarno belum memberikan pernyataan resmi menanggapi tuntutan warganya. Namun warga menegaskan akan terus mengawal isu ini sampai ada kejelasan dan perubahan nyata dalam tata kelola pemerintahan desa. “Kami bukan ingin menggulingkan kepala desa, tapi kami ingin keadilan dan keterbukaan. Desa ini milik bersama, bukan milik segelintir orang,” tutup Bayu dengan tegas. Kini, mata seluruh warga Asempapan tertuju pada langkah pemerintah desa berikutnya. Apakah akan membuka diri dan menjawab tuntutan masyarakat, atau tetap bungkam di tengah meningkatnya ketidakpercayaan publik terhadap kepemimpinannya.
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Suara lantunan shalawat menggema dari Masjid At-Taubah Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara pada Kamis (6/11/2025) pagi. Dengan penuh khidmat, para warga binaan mengikuti kegiatan pengajian dan latihan rebana yang menjadi agenda rutin pembinaan rohani di lingkungan Rutan. Kegiatan ini bukan sekadar sarana ibadah, melainkan juga wadah pembinaan mental dan kreativitas. Melalui pengajian, para warga binaan diajak untuk memperdalam nilai-nilai keislaman dan menemukan ketenangan batin selama menjalani masa pembinaan. Ustaz pembimbing dari Kementerian Agama Kabupaten Jepara hadir memberikan tausiah bertema “Menjadikan Iman Sebagai Kekuatan Perubahan Diri”. Dalam pesannya, ustaz mengingatkan bahwa iman adalah fondasi utama dalam membentuk pribadi yang lebih baik. “Setiap kesalahan di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran, bukan penghalang untuk berubah,” tuturnya di hadapan jamaah. Setelah tausiah, suasana berubah menjadi semarak ketika grup rebana warga binaan menampilkan beberapa lagu religi. Dengan alat musik sederhana, mereka memainkan irama yang memadukan kekompakan dan semangat. Warga binaan lain ikut bershalawat, menambah suasana hangat dan penuh makna. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa pembinaan rohani menjadi salah satu pilar penting dalam program pembinaan di Rutan Jepara. > “Kami ingin para warga binaan memiliki ruang untuk menumbuhkan nilai religius, sekaligus mengembangkan bakat seni islami. Kegiatan seperti ini terbukti mampu membangun rasa percaya diri dan mempererat kebersamaan,” ungkapnya. Menurutnya, kegiatan pengajian dan rebana juga menjadi media yang efektif untuk memperkuat hubungan harmonis antara petugas dan warga binaan. Nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, serta sikap saling menghargai tumbuh melalui kegiatan positif semacam ini. Dengan pendekatan rohani dan seni, Rutan Jepara berkomitmen menciptakan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan, agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang beriman, mandiri, dan produktif. (Wely-jateng)