Bidik-kasusnews.com,Ketapang Kalimantan Barat Rabu 21 januari 2026 Provinsi Kalimntan Barat,insiden kecelakaan kerja di lingkungan PLTU Sukabangun, Ketapang, Kalimantan Barat pada Januari 2026, yang menimbulkan sorotan serius terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kecelakaan ini terjadi setelah laporan sebelumnya menyebutkan adanya karyawan yang tewas akibat kelalaian”dugaan lemahnya pengawasan K3 di PLTU tersebut: Insiden Berulang (Recurrence): Kejadian kecelakaan fatal yang berulang dalam rentang waktu kurang dari satu tahun (April 2025 dan Januari 2026) menunjukkan indikasi lemahnya evaluasi dan perbaikan sistem K3 di lapangan. Kelalaian Prosedur dan APD: Masyarakat menyebutkan adanya kelalaian prosedur K3 dan tewasnya karyawan akibat insiden, yang memicu dugaan bahwa Alat Pelindung Diri (APD) tidak memadai atau tidak digunakan dengan benar. Transparansi Perusahaan: Terdapat dugaan bahwa pihak pengelola (PLN NP Services/PT MKP) sempat berupaya menutupi kejadian kecelakaan kerja tersebut. Investigasi Ketenagakerjaan: Kasus ini memicu desakan investigasi dari pihak terkait mengenai pelanggaran Undang-Undang Ketenagakerjaan. Kecelakaan kerja ini disorot karena melanggar standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang seharusnya diterapkan secara ketat di lingkungan berisiko tinggi seperti PLTU, terutama setelah insiden pertama, Kasus ini memicu sorotan publik karena terjadi lagi kecelakaan kerja di lokasi yang sama, menimbulkan dugaan kuat lemahnya pengawasan manajemen”Ungkap”warga setempat Publik mendesak pihak PLTU, terutama terkait dengan komitmen manajemen dalam menciptakan lingkungan bebas risiko, Hingga berita ini diterbitkan,Warta Humas Redaksi media Tipikor Investigasi News Id masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memenuhi asas keberimbangan informasi. Redaksi media Tipikor Investigasi News menegaskan komitmen pada prinsip cover both sides serta membuka ruang hak jawab, hak klarifikasi, dan hak koreksi bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan, sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Warta Humas Kalbar: Rabudin Muhammad Sumber: masyarakat setempat(ST) Editor Basori

BREBES | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dugaan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite oleh mobil siaga Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, di SPBU 44.522.20 Bangsri–Bulakamba–Brebes, memicu perhatian publik dan menjadi bahan diskusi terkait ketepatan sasaran subsidi energi. Temuan tersebut diperoleh tim investigasi Media Bidik-Kasus saat melakukan pemantauan lapangan, Kamis (22/1/2026). Pihak media kemudian melakukan konfirmasi sebagai bagian dari tugas jurnalistik dan fungsi kontrol sosial terhadap penggunaan subsidi negara. Operator: Mobil Siaga untuk Layanan Warga, BBM Dibebankan ke Pengguna Saat dimintai keterangan, operator mobil siaga Desa Grinting menjelaskan bahwa kendaraan tersebut digunakan untuk kepentingan pelayanan masyarakat. Salah satunya, mengantar warga bernama Sunardi, RT 12 RW 02 Desa Grinting, menuju RS Permata Insani Brebes. Operator juga menyampaikan bahwa biaya operasional BBM mobil siaga desa tidak sepenuhnya ditanggung pemerintah desa, melainkan dibebankan kepada warga pengguna layanan. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat yang sebagian besar tergolong tidak mampu menjadi alasan penggunaan BBM non-subsidi seperti Pertamax dinilai memberatkan. “Karena pertimbangan itu, selama ini mobil siaga desa menggunakan BBM jenis Pertalite,” ujar operator, seraya menegaskan penggunaan tersebut dilakukan semata untuk pelayanan sosial warga. Niat Baik Tak Menghapus Kewajiban Taat Aturan Meski alasan kemanusiaan menjadi latar penggunaan mobil siaga, persoalan tidak berhenti pada niat baik. Mobil siaga desa merupakan kendaraan operasional pemerintahan desa yang umumnya bersumber dari anggaran negara atau daerah dan berstatus aset pemerintah. Artinya, penggunaan kendaraan tersebut—termasuk jenis BBM yang digunakan—semestinya mengikuti aturan yang berlaku, bukan berdasarkan kebiasaan di lapangan. Regulasi Subsidi Tegas, SPBU Wajib Waspada Merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2022, serta ketentuan pengawasan BPH Migas, BBM bersubsidi diperuntukkan bagi konsumen tertentu dengan kriteria yang jelas dan mekanisme pengawasan yang ketat. Dalam konteks ini, kendaraan operasional pemerintahan—termasuk kendaraan desa—tidak otomatis masuk kategori penerima BBM bersubsidi, kecuali terdapat kebijakan khusus yang sah, tertulis, dan terverifikasi. Sorotan juga mengarah pada pihak SPBU, karena secara prinsip penyaluran BBM bersubsidi menuntut kehati-hatian dan kepatuhan terhadap ketentuan penjualan, termasuk memastikan BBM subsidi tidak keluar dari sasaran yang ditetapkan negara. Titik Kritis: Status Mobil Siaga, Verifikasi SPBU, dan Potensi Normalisasi Praktik Peristiwa ini memunculkan beberapa pertanyaan yang patut dievaluasi, di antaranya: 1. Apakah mobil siaga desa memiliki dasar hukum yang jelas untuk menggunakan Pertalite? 2. Bagaimana mekanisme verifikasi dan pengawasan di SPBU 44.522.20 Bangsri terhadap kendaraan yang mengisi BBM subsidi? 3. Apakah praktik serupa sudah berlangsung lama dan menjadi kebiasaan yang dinormalisasi atas nama pelayanan sosial? Jika tidak ada kejelasan kebijakan, praktik semacam ini dikhawatirkan membuka ruang penyimpangan dan berpotensi menggeser hak masyarakat kecil yang menjadi sasaran utama subsidi energi. Media Buka Ruang Hak Jawab Pemberitaan ini merupakan bagian dari fungsi pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yakni menjalankan kontrol sosial, pengawasan publik, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas layanan pemerintahan. Media Bidik-Kasumnews.com menegaskan bahwa berita ini disusun berdasarkan itikad baik, Kode Etik Jurnalistik, dan asas keberimbangan, serta membuka ruang hak jawab dan klarifikasi lanjutan kepada: • Pemerintah Desa Grinting • Pengelola SPBU 44.522.20 Bangsri • Instansi terkait seperti Dinas PMD, Pertamina, dan BPH Migas Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai dasar hukum penggunaan Pertalite oleh mobil siaga desa serta mekanisme pengawasan yang diterapkan di lapangan. Publik berhak mengetahui. Negara wajib hadir memastikan subsidi tepat sasaran, bukan berjalan di luar aturan meski berbalut alasan kemanusiaan. (Amin)

PANGKEP, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Setelah lima hari berjibaku dengan kerasnya alam pegunungan Bulusaraung, prajurit TNI AD yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan berhasil menemukan _black box_ pesawat ATR 42-500 di wilayah Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026). _Black box_ berhasil ditemukan usai melewati pencarian intensif di medan ekstrem berupa tebing terjal, hutan lebat, serta cuaca yang berubah cepat dan kerap diselimuti kabut. Berbekal disiplin, ketangguhan fisik, dan koordinasi yang solid lintas instansi, tim terus menyisir area reruntuhan pesawat hingga akhirnya menemukan perangkat penting tersebut. Di lapangan, tim dari Yonif 700/WYC, Jasdam spes mountenering serta tim reaksi cepat PT. Tonasa dan Basarnas yang bertugas menyisir bagian ekor pesawat memastikan _black box_ yang ditemukan terdiri dari dua unit benda berwarna oranye dan berada di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Perangkat tersebut selanjutnya diamankan untuk diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mendukung proses investigasi penyebab kecelakaan. Penemuan _black box_ ini menjadi perkembangan signifikan dalam operasi pencarian dan penyelamatan pesawat ATR 42-500. Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian dan evakuasi korban lainnya dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel. Keberhasilan tersebut menegaskan komitmen TNI AD dalam operasi kemanusiaan, yang senantiasa hadir dan berperan aktif membantu penanganan musibah, meski harus menghadapi tantangan alam yang berat dan berisiko tinggi. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah terjadinya genangan air saat musim hujan, Babinsa Kelurahan Rajabasa Koramil 410-06/Kedaton, Serma Merwansyah, menginisiasi kegiatan gotong royong pembersihan parit dan saluran air yang tersumbat sampah di Jalan Indra Bangsawan Gang H. Hasan RT 05 LK 01, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/1/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan teritorial TNI AD, khususnya dalam membantu masyarakat menyelesaikan persoalan lingkungan di wilayah binaan. Sebelum pelaksanaan, Babinsa terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak Kelurahan Rajabasa agar kegiatan berjalan efektif dan melibatkan berbagai unsur terkait. Gotong royong tersebut melibatkan Lurah Rajabasa beserta Sekretaris Kelurahan, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, staf kelurahan, unsur kepala lingkungan (kaling) dari tiap RW, Ketua RT 05, anggota Linmas, serta puluhan warga yang secara sukarela turut ambil bagian. Sebelum pembersihan dimulai, Serma Merwansyah memberikan arahan singkat kepada peserta kegiatan. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan saluran air guna mencegah genangan, banjir lokal, serta potensi munculnya berbagai penyakit akibat air yang tercemar. Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya saluran air di lingkungan permukiman. Dalam pelaksanaannya, Babinsa tidak hanya berperan sebagai penggerak dan pengarah, tetapi juga turun langsung membersihkan parit, mengangkat tumpukan sampah yang menyumbat aliran air, serta membantu memindahkan sampah ke kendaraan pengangkut yang telah disiapkan oleh pihak kelurahan dan Damkar. Antusiasme warga terlihat tinggi, bahkan sebagian membawa peralatan sendiri seperti sekop dan ember untuk mempercepat proses pembersihan. Selain kerja bakti, Babinsa juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik, termasuk pentingnya memilah sampah rumah tangga dan tidak membuang sampah ke parit maupun saluran air. Ia turut mengajak warga membentuk kepedulian bersama melalui kegiatan rutin menjaga kebersihan lingkungan. Setelah beberapa jam pelaksanaan, kegiatan pembersihan berhasil diselesaikan dengan aman dan tertib. Saluran air yang sebelumnya tersumbat kini kembali lancar, sehingga diharapkan mampu mencegah terjadinya genangan saat hujan deras. Warga pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Babinsa serta seluruh pihak yang terlibat, karena kegiatan tersebut dinilai sangat membantu dan memberikan dampak langsung bagi kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka. (Agus)

Bidik-kasusnews.com,Melawi Kalimantan Barat Rabu,21 Januari 2026 Untuk mempererat sinergi dan komunikasi, Kabiro Bidik-kasusnews.com Kalimantan Barat,Maya Purwaningsih, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kasat Lantas Melawi, AKP Pipit Supriatna Pertemuan berlangsung di Mapolres Melawi dan mendapat sambutan hangat dari Kasat Lantas yang baru resmi Serahterimakan jabatan(Sertijab) tersebut dilaksanakan pada Rabu,07 Januari 2026,di halaman Polres Melawi. Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat pentingnya menjaga komunikasi dan kerja sama yang baik antara kepolisian dan media. Hal ini dinilai sangat penting, terutama untuk mendukung monitoring serta penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat luas. “Kami selalu mendukung kinerja kepolisian dalam menjalankan tugas di wilayah hukum Polres Melawi. Media memiliki peran penting untuk memastikan masyarakat mendapat informasi yang benar dan bermanfaat,” ujar Maya Purwaningsih. Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Pipit Supriatna, juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk dengan media. Menurutnya, media adalah mitra strategis dalam menyampaikan informasi sekaligus menjaga stabilitas keamanan. “Kami mengajak masyarakat dan media untuk bersama-sama menjaga Melawi tetap aman, harmonis, serta rukun dalam keberagaman etnis dan agama,” ungkap Kasat Lantas. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kepolisian dan media bukan sekadar menjalin komunikasi, tetapi juga memperkuat peran keduanya dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan masyarakat Melawi semakin merasakan manfaat dari keamanan dan informasi yang terpercaya. Wartawan Si Juli

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 21 Januari 2026 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus melakukan langkah antisipatif dalam menjaga keamanan dan ketertiban dengan memperketat pengawasan pada jam malam. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menempatkan perwira piket untuk mengawasi langsung jalannya pengamanan di seluruh area rutan. Pada jam malam hingga dini hari, perwira piket melakukan kontrol rutin dengan mendampingi petugas jaga. Pengawasan difokuskan pada blok hunian warga binaan yang menjadi area utama aktivitas dan membutuhkan perhatian khusus saat waktu istirahat. Kontrol yang dilakukan mencakup pemeriksaan sarana pengamanan, seperti pintu kamar dan gembok, serta pemantauan situasi lingkungan rutan. Selain itu, perwira piket memastikan petugas menjalankan tugas sesuai prosedur, termasuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan. Area-area yang dinilai rawan, seperti lorong antarblok, ruang bersama, dan titik dengan pencahayaan terbatas, turut menjadi sasaran pemantauan. Setiap hasil pemeriksaan dicatat secara tertib sebagai laporan harian guna mengetahui perkembangan situasi keamanan rutan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menegaskan bahwa pengawasan langsung oleh perwira piket merupakan bagian dari upaya pencegahan dini. Dengan kehadiran unsur struktural di lapangan, diharapkan potensi gangguan dapat diminimalisasi sejak awal. “Pengamanan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga memastikan lingkungan rutan tetap kondusif dan terkendali,” ungkapnya. Melalui penerapan pengamanan malam yang ketat dan berkelanjutan, Rutan Jepara berkomitmen menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan program pembinaan bagi seluruh warga binaan. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 21 Januari 2026 — Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melaksanakan kontrol langsung ke area branggang sebagai bagian dari upaya memastikan program ketahanan pangan Rutan Jepara berjalan secara optimal, berkelanjutan, dan sesuai perencanaan. Kegiatan kontrol ini dilakukan dengan meninjau langsung kondisi lahan, perkembangan tanaman, serta sarana pendukung ketahanan pangan yang dikelola oleh petugas bersama warga binaan. Kepala Rutan memastikan bahwa seluruh tahapan pengelolaan, mulai dari perawatan tanaman, kebersihan area, hingga kesiapan panen, berjalan dengan baik dan terpantau secara rutin. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Jepara menegaskan bahwa program ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan internal, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. “Program ketahanan pangan ini harus dijalankan dengan serius dan konsisten. Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan ini juga melatih tanggung jawab, kedisiplinan, dan keterampilan warga binaan,” ujarnya. Area branggang sebagai pusat kegiatan ketahanan pangan dinilai memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Oleh karena itu, pengawasan dan kontrol secara berkala menjadi langkah preventif untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan produktif. Melalui kontrol langsung ini, Rutan Jepara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program ketahanan pangan sebagai bagian dari pembinaan yang berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pemasyarakatan yang produktif dan humanis. (Wely-jateng)

HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Jajaran Polsek Babirik, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melaksanakan pengecekan dan monitoring debit air di wilayah Kecamatan Babirik sebagai upaya memastikan kondisi keamanan serta kenyamanan masyarakat pascagenangan air. Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan pada Rabu (21/01/2025), mulai pukul 09.30 WITA hingga 10.30 WITA, dengan lokasi pengecekan difokuskan pada pintu air (polder) di Desa Kalumpang Luar, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Pengecekan debit air ini dilakukan oleh personel Polsek Babirik, yakni Aiptu Hendra KA, Aiptu Denny F, dan Brigpol M. Arvin P. Siregar, S.Kom, menggunakan sarana kendaraan dinas roda empat (R4). Dari hasil monitoring di lapangan, diketahui bahwa kondisi debit air di wilayah Kecamatan Babirik mengalami penurunan. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya tergenang kini sudah mulai mengering, meskipun masih terdapat beberapa titik genangan. Namun demikian, genangan tersebut masih dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Dengan kondisi yang terus membaik, aktivitas masyarakat di Kecamatan Babirik terpantau kembali berjalan normal, dan warga sudah dapat menjalankan kegiatan sehari-hari seperti biasa. Kapolsek Babirik menyampaikan bahwa kegiatan monitoring debit air ini bertujuan untuk memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif, sekaligus sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi dampak lanjutan akibat perubahan kondisi cuaca dan air. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif, serta akan terus dilakukan pemantauan secara berkala guna menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polsek Babirik. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jepara melakukan kunjungan kerja ke Kantor DPC Squad Nusantara Kabupaten Jepara dalam rangka monitoring dan evaluasi keberadaan organisasi kemasyarakatan, Rabu (21/01/2025) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB tersebut berlangsung di Kantor DPC Squad Nusantara yang berlokasi di Desa Bondo RT 03 RW 03, Kecamatan Bangsri. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan keberadaan ormas berjalan sesuai dengan peraturan serta berkontribusi positif bagi masyarakat. Tim Bakesbangpol Kabupaten Jepara dipimpin oleh Kepala Bidang Ormas dan Politik, Dudy Kurniawan, S.Sos, bersama Heru Sutarmaji, S.E selaku Analis Kebijakan Politik dan Galang Yuniar Rajabs sebagai staf Ormaspol. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh jajaran pengurus DPC Squad Nusantara Kabupaten Jepara, yakni Ketua DPC Eko Basuki (Mbah So), Wakil Ketua Andre, Sekjen Ahmad Baidon Sofii, serta Bendahara Jalil. Dalam forum diskusi dan temu bersama, Bakesbangpol memberikan berbagai masukan konstruktif yang menekankan pentingnya kemandirian organisasi melalui penguatan sektor UMKM. Selain itu, ormas juga diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif. Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Eko Basuki, menilai kunjungan tersebut sebagai momentum penting untuk meningkatkan kapasitas organisasi. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan yang diberikan oleh Bakesbangpol Kabupaten Jepara. “Kunjungan ini sangat bermanfaat dan memberikan banyak pemahaman baru bagi kami, terutama terkait peran ormas dalam mendukung stabilitas daerah dan pemberdayaan ekonomi anggota,” ungkapnya. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Bakesbangpol dan Ormas Squad Nusantara dalam mendukung pembangunan daerah serta memperkuat persatuan di Kabupaten Jepara. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 9 Januari 2026 membawa dampak serius bagi warga Desa Kunir, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Akibat kejadian tersebut, pasokan air bersih yang dikelola Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (BP-SPAM) desa terhenti total. kepala Desa Kunir,Sucipto,mengatakan longsor menerjang area sumber mata air sekaligus jalur pipa distribusi air bersih milik desa. Akibatnya, pipa sepanjang sekitar satu kilometer mengalami kerusakan parah, bahkan sebagian hanyut terbawa material longsoran. “Kerusakan pipa cukup berat karena berada di jalur rawan longsor. Sejak kejadian itu, air dari sumber tidak bisa lagi mengalir ke rumah warga,” ujar Kepala Desa Kunir saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews, Selasa (21/1/2026). Ia menjelaskan, sedikitnya 300 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 1.000 jiwa kini terdampak langsung. Warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci. Menurut Kepala Desa, saat ini sebagian besar warga mengandalkan air hujan yang ditampung menggunakan ember dan drum sebagai solusi sementara. Namun kondisi tersebut dinilai tidak ideal dan berisiko, terutama bagi kesehatan masyarakat. “Kami khawatir jika kondisi ini berlangsung lama. Air hujan tidak selalu tersedia, dan kualitasnya juga perlu perhatian khusus,” ungkapnya. Pemerintah Desa Kunir, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta melaporkan kondisi darurat ini ke Pemerintah Kabupaten Jepara dan instansi terkait. Diharapkan ada bantuan penanganan darurat, baik berupa suplai air bersih maupun perbaikan jaringan pipa. Kepala Desa Kunir menegaskan bahwa proses perbaikan membutuhkan dukungan berbagai pihak karena medan menuju sumber air cukup sulit dan rawan longsor susulan. Selain itu, diperlukan kajian teknis agar jalur pipa ke depan lebih aman dari ancaman bencana. “Kami berharap ada perhatian serius dari dinas terkait, terutama untuk perbaikan permanen dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan sekitar sumber mata air, khususnya kawasan lereng dan hulu, sebagai upaya jangka panjang menjaga keberlanjutan air bersih di Desa Kunir. Krisis air bersih ini menjadi ujian berat bagi warga Desa Kunir. Pemerintah desa berharap pemulihan pasokan air bersih dapat segera terealisasi, sehingga aktivitas dan kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal. (Wely-jateng)