JAKARTA:Bidik-kasusnews.com Seorang guru honorer, Reza Sudrajat, resmi mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN Tahun Anggaran 2026 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Permohonan tersebut tercatat dengan nomor perkara 55/PUU-XXIV/2026 dan kini telah memasuki tahap pemeriksaan pendahuluan.   Reza mempersoalkan ketentuan Pasal 22 ayat (2) dan ayat (3) beserta penjelasannya, khususnya terkait pengalokasian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimasukkan dalam fungsi pendidikan. Ia menilai klasifikasi tersebut berpotensi memengaruhi pemenuhan amanat konstitusi mengenai kewajiban alokasi minimal 20 persen anggaran negara untuk sektor pendidikan.   Dalam permohonannya, Reza mengaku mengalami kerugian konstitusional sebagai tenaga pendidik honorer. Ia khawatir jika anggaran MBG dihitung sebagai bagian dari porsi pendidikan, maka alokasi riil untuk kebutuhan mendasar seperti kesejahteraan guru, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, serta mutu pembelajaran dapat tergerus. “Pengelompokan anggaran tersebut dapat berdampak pada alokasi riil yang diterima sektor pendidikan,” dikutip dari Jatim Expost, 13 Februari 2026.     Dalam sidang pemeriksaan awal, majelis hakim MK memberikan sejumlah catatan agar pemohon memperjelas kedudukan hukum (legal standing) serta menguraikan secara lebih rinci bentuk kerugian konstitusional yang dialaminya. MK memberikan waktu 14 hari untuk memperbaiki dan melengkapi berkas permohonan sebelum perkara dilanjutkan ke tahap berikutnya.     Perkara ini tidak secara langsung menggugat keberadaan program MBG, melainkan menitikberatkan pada skema dan klasifikasi penganggarannya dalam struktur APBN 2026. Hingga kini, proses hukum masih berjalan dan menunggu perbaikan permohonan dari pihak pemohon sebelum diputuskan kelanjutannya oleh Mahkamah Konstitusi. (Wely)

Banjang, Bidik-kasusnews.com — Jajaran Polsek Banjang melakukan pengecekan akhir pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Hulu Sungai Utara (HSU) yang berlokasi di Desa Rantau Bujur, Kecamatan Banjang, Selasa (17/02/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Hasil pengecekan menunjukkan bangunan telah rampung sepenuhnya dan siap dioperasionalkan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus memastikan kesiapan fasilitas sebelum digunakan untuk mendukung program pelayanan gizi masyarakat. Pengecekan dilaksanakan oleh Aipda Dedi S, Aipda Nasrullah, dan Briptu Zakir. Kapolsek Banjang menjelaskan bahwa pengecekan difokuskan pada aspek keamanan bangunan, kesiapan sarana pendukung, serta situasi lingkungan sekitar guna mencegah potensi gangguan terhadap fasilitas umum. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan langkah mendukung kelancaran program pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pembangunan SPPG telah mencapai progres 100 persen. Saat ini masih dilakukan pekerjaan tambahan berupa pembangunan pos keamanan dan fasilitas tempat pembuangan sampah oleh tiga orang pekerja guna menunjang operasional ke depan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Pengecekan berakhir sekitar pukul 09.15 Wita tanpa adanya kendala berarti. Dengan rampungnya pembangunan tersebut, keberadaan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres HSU diharapkan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pelayanan pemenuhan gizi serta mendukung terciptanya lingkungan yang sehat di wilayah Kecamatan Banjang. (Agus)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 1.919 personel gabungan dalam rangka pengamanan Perayaan Imlek Tahun 2026 di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Pengamanan dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan masyarakat Tionghoa berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kekuatan personel tersebut terdiri dari 155 personel Polda Metro Jaya, 1.106 personel Polres jajaran, 225 personel TNI, 217 personel Satpol PP, 123 personel Dinas Perhubungan, 53 personel Dinas Kesehatan, serta 40 personel Dinas Pemadam Kebakaran. Seluruh unsur bersinergi dalam pola pengamanan terpadu di lokasi ibadah, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, serta titik-titik keramaian lainnya. Pengamanan secara khusus difokuskan pada 165 vihara yang tersebar di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Personel ditempatkan untuk melaksanakan penjagaan, pengaturan lalu lintas, sterilisasi lokasi sebelum ibadah, serta patroli di sekitar area guna memastikan kegiatan berlangsung dengan aman dan khidmat. Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan bahwa pengamanan dilaksanakan secara terbuka dan tertutup dengan mengedepankan pendekatan humanis serta pelayanan kepada masyarakat. “Pengamanan Perayaan Imlek Tahun 2026 dilaksanakan secara terpadu bersama TNI dan pemerintah daerah. Kami memastikan 165 vihara yang melaksanakan ibadah mendapatkan pengamanan maksimal sehingga masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya Senin (16/2/2026). Selain penjagaan dan patroli wilayah, Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi perayaan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan pada jam ibadah dan puncak kunjungan masyarakat. Polda Metro Jaya mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 110 yang aktif selama 24 jam. (Agung)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Dalam rangka memastikan umat Buddha dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman, aparat TNI bersama unsur keamanan wilayah melaksanakan pengamanan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Vihara Sari Putra, Kelurahan Gedong Air, Senin (16/02/2026) malam. Kegiatan pengamanan yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut dipimpin Babinsa Kelurahan Gedong Air, Serka Mari Untung, didampingi Serda Deni Saputra. Pengamanan dilakukan bersama aparat terkait di wilayah Tanjung Karang Barat, aparatur kelurahan, serta personel Perlindungan Masyarakat (Linmas). Menurut Serka Mari Untung, kehadiran aparat merupakan bentuk pelayanan negara untuk menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Ia menegaskan pengamanan dilakukan guna menciptakan suasana kondusif sehingga umat dapat melaksanakan Puja Bhakti tanpa rasa khawatir. Perayaan Imlek yang berlangsung di vihara yang berlokasi di Jalan H. Abdul Mutholib, Gang Cetya, RT 03/LK I tersebut mengusung tema “Mengembangkan Metta (Cinta Kasih)”. Kegiatan diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh umat, yakni Up Cundana, Upasika Kimlan, dan Upasaka Hengki, serta diikuti sekitar 30 jamaat. Selain pengamanan statis, personel gabungan juga aktif berkoordinasi dengan pengurus vihara dan jamaat untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib. Kehadiran Lurah Gedong Air, Fajar Muntoni, ST, turut memperkuat sinergi antara aparat TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Kegiatan ibadah berlangsung khidmat dan berakhir sekitar pukul 19.30 WIB dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Para jamaat pun mengapresiasi kehadiran aparat yang dinilai memberikan rasa tenang selama perayaan berlangsung. Melalui pengamanan ini, diharapkan nilai toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di Kota Bandar Lampung terus terjaga, sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk. (Agus)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Di tengah meningkatnya ancaman pencemaran limbah elektronik di kawasan perkotaan, Kodam Jaya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah konkret. Sebanyak 5.598,2 kilogram e-waste berhasil dihimpun dan diserahkan untuk dikelola sesuai standar limbah B3. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi”, inisiatif Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si, yang memperluas makna pengamanan wilayah bukan hanya pada aspek teritorial, tetapi juga keberlanjutan lingkungan hidup. Pengumpulan dilakukan secara terstruktur oleh jajaran Satkowil dan Sat Non Kowil Kodam Jaya, dengan dukungan aktif Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya yang menggerakkan keluarga prajurit serta masyarakat untuk menyalurkan limbah elektronik ke jalur pengelolaan resmi. Dari seluruh satuan yang terlibat, capaian tertinggi diraih oleh: • Komando Distrik Militer 0510/Tigaraksa – 1.225 kilogram • Batalyon Kavaleri 9/Satya Dharma Kala 9 – 207,5 kilogram Total lebih dari 5,5 ton limbah elektronik tersebut secara resmi diserahkan kepada DLH Provinsi DKI Jakarta untuk diproses melalui mekanisme pengelolaan limbah berbahaya dan beracun (B3). Pangdam Jaya menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab kolektif. “Menjaga wilayah tidak hanya soal batas geografis, tetapi juga menjaga tanah dan airnya tetapaman, Melalui program Jaga Jayakarta, Jaga Bumi, kami ingin memastikan bahwa limbah elektronik tidak menjadi beban bagi generasi mendatang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut DLH bekerja bersama Kodam Jaya dalam kegiatan yang sangat luar biasa. Ini pertama kalinya sebuah unit kerja secara terstruktur menggerakkan pengumpulan e-waste dalam skala besar, Alhamdulillah terkumpul lebih dari 5.200 kilogram, Kami sangat mengapresiasi komitmen ini dan berharap kerja sama ini terus berlanjut, tidak hanya pada e-waste tetapi juga dalam program lingkungan lainnya. Menurut DLH, limbah elektronik mengandung zat berbahaya seperti timbal, merkuri, dan kadmium yang dapat mencemari tanah dan air serta berdampak pada kesehatan. Namun melalui pengolahan resmi, komponen elektronik dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku seperti aluminium, tembaga, bahkan emas dari papan sirkuit (PCB). Momentum ini juga ditandai dengan penukaran plakat antara perwakilan Kodam Jaya dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta sebagai simbol penguatan sinergi dalam menjaga lingkungan hidup. Lebih dari sekadar angka dan seremoni, gerakan ini menunjukkan bahwa perubahan selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Ketika kepedulian diterjemahkan menjadi aksi nyata, maka harapan untuk lingkungan yang lebih bersih dan sehat bukan lagi sekadar wacana, melainkan sesuatu yang sedang dibangun hari ini. Jayakarta Bergerak, Jakarta Terjaga. (Red)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Semangat gotong royong kembali ditunjukkan personel TNI bersama masyarakat dalam kegiatan kerja bakti pembersihan saluran air di Jalan WR. Supratman, RT 08 Lingkungan I, Kelurahan Gunung Mas, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Sabtu (16/02/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin Babinsa Koramil 410-02/TBS, Serma Harris, dengan melibatkan aparat kelurahan, Ketua RT, Kepala Lingkungan, personel Linmas, serta warga setempat. Aksi bersih lingkungan ini difokuskan pada normalisasi aliran Kali Way Sekampung yang sebelumnya mengalami penyumbatan. Pembersihan dilakukan secara manual dengan mengangkat tumpukan sampah, endapan pasir, serta batu yang menghambat aliran air. Material tersebut dinilai berpotensi menyebabkan luapan air saat hujan deras apabila tidak segera ditangani. Serma Harris menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti merupakan bentuk nyata kedekatan TNI dengan masyarakat sekaligus langkah preventif dalam mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman. Menurutnya, keterlibatan langsung aparat di lapangan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Selain membersihkan saluran air, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi sosial antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Suasana kebersamaan terlihat saat warga dan aparat saling berdiskusi mengenai kondisi lingkungan serta upaya menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah. Kerja bakti berlangsung penuh keakraban hingga selesai sekitar pukul 09.30 WIB dalam keadaan aman dan lancar. Setelah dilakukan pembersihan, aliran Kali Way Sekampung kembali normal sehingga diharapkan mampu meminimalisir potensi genangan maupun banjir di wilayah Kelurahan Gunung Mas. Melalui kegiatan gotong royong ini, sinergi antara TNI, pemerintah kelurahan, dan masyarakat diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tangguh menghadapi musim penghujan. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Momentum Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 2026 tidak mengurangi komitmen Rutan Kelas IIB Jepara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pada Senin, 16 Februari 2026 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, jajaran petugas tetap membuka layanan penitipan barang bagi keluarga warga binaan. Layanan ini menjadi bentuk konsistensi rutan dalam menjaga kualitas pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berintegritas, meskipun bertepatan dengan hari libur bersama. Petugas tetap siaga memberikan pelayanan dengan mengedepankan prinsip keamanan dan ketertiban sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.   Setiap barang yang dititipkan oleh keluarga warga binaan diperiksa secara teliti guna memastikan tidak adanya barang terlarang yang masuk ke dalam lingkungan rutan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan transparan, sehingga proses penitipan berjalan tertib dan aman. Setelah dinyatakan sesuai ketentuan, barang kemudian didistribusikan kepada warga binaan.   Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Benny Apridona, menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan optimal dalam kondisi apa pun. Menurutnya, kehadiran petugas di hari cuti bersama merupakan wujud tanggung jawab institusi dalam memberikan kemudahan bagi keluarga warga binaan yang ingin menitipkan kebutuhan bagi kerabatnya di dalam rutan.   Dalam pelaksanaan layanan tersebut, tercatat sebanyak 34 paket penitipan barang berhasil diterima dan diproses dengan baik. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa kendala berarti.   Dengan tetap dibukanya layanan penitipan barang di masa cuti bersama, Rutan Kelas IIB Jepara menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – Tiga pegawai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara dipercaya memperkuat tim Karesidenan Pati dalam ajang Piala Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah (Kakanwil Ditjenpas Jateng) cabang mini soccer yang digelar di kawasan BSB, Semarang. Pada partai final, tim Karesidenan Pati berhadapan dengan Karesidenan Semarang dan berhasil meraih posisi Juara 2.   Turnamen antar Karesidenan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Tengah tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso.   Sejak babak penyisihan, tim Karesidenan Pati tampil solid dengan permainan kolektif dan penuh determinasi. Kontribusi tiga punggawa dari Rutan Jepara turut menjadi bagian penting dalam mengantarkan tim hingga ke partai puncak. Laga final berlangsung sengit, kedua tim saling menunjukkan strategi dan daya juang tinggi sebelum akhirnya Karesidenan Pati harus mengakui keunggulan lawan.   Dukungan penuh juga diberikan langsung oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, yang hadir bersama dua pegawai sebagai tim official untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para pemain. Kehadiran pimpinan di tengah-tengah tim menjadi suntikan moral tersendiri sepanjang jalannya turnamen. Renza Maisetyo menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan semangat sportivitas yang ditunjukkan para pegawai. Menurutnya, capaian sebagai Juara 2 merupakan hasil kerja keras dan kekompakan tim yang patut dibanggakan.   Keikutsertaan dalam ajang ini diharapkan semakin mempererat hubungan antar UPT Pemasyarakatan di Jawa Tengah serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan soliditas dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan ke depan. (Wely) Sumber:humas polres jepara

Sukabumi, Bidik-kasusnews.com– Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (DPP HMTN MP) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke – 1 dengan Tema “Silaturahmi dan Sosialisasi Program Pemberdayaan Masyarakat Tani Nusantara Terintegrasi Berkolaboratif”. ” Program Pemberdayaan Masyarakat Tani Nusantara digagas DPP HMTN-MP dilaksanakan di Kampung Melon Sukabumi bagus dan bermanfaat buat petani di sini,” ucap Owner / Pimpinan Kampung Melon Sukabumi kepada media ini, di lokasi. Disebutkannya, dengan adanya HMTN-MP nantinya dapat meningkatkan pendapatan hasil petani. Apalagi HMTN-MP akan membimbing dan melakukan pendampingan buat petani. “Pendapatan petani bisa ditingkatkan dengan cara, seperti menggunakan teknologi dan teknik pertanian lebih baik untuk meningkatkan hasil panen. Meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan mencari pasar yang lebih baik,” tambah Halid. Bisa jadi sebutnya, HMTN-MP dalam membantu dan membimbing masyarakat tani menjadi garda terdepan untuk memakmurkan dan mensejahterakan petani dalam memajukan pertanian. “Kita siap mensupport semua program HMTN-MP, kitapun siap bekerjssama demi memajukan petani, untuk meningkatkan hasil panen dan pendapatan masyarakat tani, ” tutur Halid. Sementara itu Kepala Desa Suka Jaya Sukabumi mengatakan, program HMTN-MP sangat luar biasa. Dengan adanya Program Pemberdayaan Masyarakat Tani Nusantara Terintegrasi Berkolaboratif ini sangat berdampak positif buat kemajuan petani. “Kita akan support terus program HMTN-MP, semoga dalam HUT HMTN-MP yang ke 1 ini bisa lebih maju dan berkembang pesat lagi, ” ujar Deden Gunaefi. Hal senada juga dikatakan Sekretaris Camat Sukabumi dengan kehadiran HMTN-MP di sini semoga menjadi penyemangat inspirasi dan membawa arah ke pertanian yang lebih baik lagi. Pertanian yang lebih maju dan mandiri. “Kita akan mensupport dan mendukung program HMTN-MP ini, sebab program nya sangat membantu petani. Mudah-mudahan bukan Desa Sukajaya saja yang dibina dan dibimbing HMTN-MP, tapi sampai meluas ke daerah-daerah lain,” ucap Agung Koswara. Sementara Danramil Sukabumi mengatakan pertanian di Sukabumi ini luar biasa. Jika petani ingin maju dan berkembang pola penanaman bagus itu jangan hanya menanam tomat semata di lahan pertanian tersebut. Bagusnya di lahan yang satu dan di lahan yang lain ditanam komoditas lain. “Harapan kita semoga HMTN-MP ini bisa menjadi pionir bagi kemajuan dan kemakmuran masyarakat tani di desa Suka Jaya Sukabumi ini, ” ujar Danramil. Kapolsek Kecamatan Sukabumi bangga dengan Program Pemberdayaan Masyarakat Tani Nusantara digagas DPP HMTN-MP yang akan dilaksanakan di Kampung Melon Desa Suka Jaya Sukabumi ini. “Tanpa petani kita tidak bisa hidup, sebab kita butuh makan. Oleh sebab itu logistik harus ada sehingga kita bisa tenang dan aman,” ucapnya. Selamat HUT HMTN-MP ke 1 tahun sebutnya semoga makin maju dan berkembang. Kita siap mendukung program ini. Kita harus meniru sifat Rasulullah yaitu siddik, amanah, tabligh dan fathanah. Sementara itu Ketua Umum DPP HMTN-MP Asril Naska menyebutkan, para penambang hijau emas akhirnya emas hijau ini sampai juga ke meja restoran, rumah makan, cafe dan bofet-bofet, ke meja istana- istana negara. Emas hijau itu adalah hasil pertanian. Kalau kita menambang emas warnanya hijau, kalau orang menambang emas warnanya kuning, dan yang lain menambang emas warnanya hitam seperti batubara. “Tetapi kalau kita menambang emas warnanya hijau bersama para petani untuk meningkatkan hasil pertanian agar hasil pertaniannya bagus dan bermutu tinggi. Sehingga tingkat daya beli para petani naik, dengan begitu petani bisa sejahtera dan makmur sesuai dengan delapan misi Asca Cita diusung Prabowo Subianto sebagai visi untuk Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Nasril Naska. Asril Naska menyebutkan satu tahun perjalanan panjang HMTN MP adalah tonggak refleksi, evaluasi, dan perayaan atas dedikasi serta pencapaian telah dilalui. Momen ini menandai fase pendewasaan tim, kekompakan, kesolitan, memperkuat budaya kerja. “Harapan semoga program yang kita laksanakan di desa Suka Jaya Sukabumi ini bisa berhasil, setelah sukses kita akan cari lahan yang baru lagi, kemudian kita akan tetap bekerja sama dengan stakeholder dan lainnya,” tutup Asril Naska. (Heri)

Tanjung Priok, Bidik-kasusnews.com- Polres Pelabuhan Tanjung Priok, menggelar patroli skala besar KRYD dalam rangka mengantisipasi aksi tawuran dan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Pelabuhan Tanjung Priok. Minggu malam hingga Senin (16/2/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Perwira Pengawas Kasatlantas AKP Ginanjar Tejasasmita, SH., MH., dengan melibatkan sebanyak 27 personel. Patroli difokuskan pada titik-titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul anak-anak muda pada malam hingga dini hari. Sejumlah kawasan yang disasar di antaranya area sekitar Plaza Kalibaru dan JICT. Kasatlantas menyampaikan bahwa patroli ini merupakan langkah preventif untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sekaligus mencegah potensi terjadinya tawuran remaja yang dapat meresahkan warga. “Patroli rutin ini kami lakukan sebagai bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah terjadinya aksi tawuran maupun gangguan keamanan lainnya,” ujar AKP Tejasasmita di sela kegiatan. Selain melakukan pemantauan, petugas juga memberikan imbauan kepada para remaja dan masyarakat yang masih berkumpul agar segera kembali ke rumah masing-masing dan tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum. Dengan kehadiran aparat Kepolisian di lapangan, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok tetap terjaga serta aktivitas warga dapat berjalan dengan aman dan lancar. (Red)