HSU, Bidik-kasusnews.com – Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap akses permodalan usaha terus dilakukan jajaran Polsek Banjang. Melalui kegiatan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan tabel rafaksi, masyarakat serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Beringin mendapatkan edukasi mengenai skema pembiayaan usaha yang legal, terjangkau, dan produktif. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (1/6/2026) pukul 17.00 WITA tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sosialisasi dipimpin oleh personel Polsek Banjang, yakni AIPTU Soeyatmin, S.H., AIPDA Nasrullah, dan BRIPTU Zakir. Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan penjelasan mengenai program Kredit Usaha Rakyat, mekanisme pengajuan pinjaman, tabel rafaksi, hingga simulasi angsuran yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan usaha masyarakat. Melalui penyampaian materi yang komunikatif, masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya memanfaatkan fasilitas pembiayaan resmi dari lembaga perbankan sebagai alternatif pengembangan usaha. Program KUR dinilai dapat menjadi solusi bagi pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas usaha. Selain menjelaskan manfaat KUR, petugas juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam mengelola pinjaman dan memastikan penggunaan dana benar-benar diarahkan untuk kegiatan usaha produktif. Langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Dari hasil kegiatan, masih ditemukan sejumlah warga yang memerlukan pendampingan terkait persyaratan administrasi pengajuan KUR. Oleh karena itu, Polsek Banjang berencana melanjutkan sosialisasi secara bertahap ke desa-desa lain agar informasi mengenai akses permodalan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha. Polsek Banjang juga menilai perlunya sinergi yang lebih kuat dengan pihak perbankan guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat serta pelayanan yang mudah dalam proses pengajuan pembiayaan usaha. Melalui kegiatan ini, Polsek Banjang berharap masyarakat semakin memahami berbagai peluang akses modal yang tersedia dan mampu memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha secara sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Dengan demikian, program pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan optimal dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
HSU, Bidik-kasusnews.com – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendampingan di sektor pertanian. Salah satunya dilakukan oleh jajaran Polsek Banjang yang melaksanakan monitoring perkembangan lahan swasembada jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu (17/6/2026). Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung binaan berjalan optimal sekaligus mengetahui kondisi terkini lahan yang menjadi bagian dari program swasembada pangan di wilayah hukum Polsek Banjang. Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin dan dikelola bersama Kelompok Tani (Poktan) Mandiri yang menjadi kelompok binaan Polri. Dengan luas mencapai 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi, lahan tersebut ditanami jagung pakan varietas unggul Hibrida Bisi 18 yang dikenal memiliki produktivitas tinggi. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung yang ditanam pada 12 Mei 2026 kini telah berusia 37 hari dengan tinggi rata-rata berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter. Pertumbuhan tanaman dinilai cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan fase pertumbuhannya. Dalam proses budidaya, petani memanfaatkan pupuk NPK 16-16-16 dan dolomit untuk menjaga kesuburan tanah. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Pengolahan lahan hingga pemeliharaan tanaman masih dilakukan secara manual dengan melibatkan tenaga petani setempat. Personel Polsek Banjang yang terlibat dalam kegiatan monitoring terdiri dari AIPTU Soeyatmin, S.H., AIPDA Nasrullah, dan BRIPTU Zakir. Selain melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman, petugas juga berdialog dengan pengelola lahan untuk mengetahui perkembangan budidaya serta berbagai kendala yang dihadapi selama masa tanam. Berdasarkan estimasi yang telah disusun, tanaman jagung tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026 mendatang. Dengan perawatan yang berkelanjutan dan kondisi cuaca yang mendukung, hasil panen diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kapolsek Banjang menegaskan bahwa kegiatan monitoring akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Pendampingan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran anggota Polri di tengah para petani diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus mendorong keberhasilan program swasembada jagung menuju terwujudnya ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan. (Agus)
Cirebon, Bidik-kasusnews.com – Perpustakaan 400 Kota Cirebon menyelenggarakan kegiatan Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar (SD) yang berlangsung di Gedung Perpustakaan 400 Kota Cirebon, Jalan Brigjen Dharsono (Bypass), Cirebon. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan budaya literasi sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi peserta didik sejak usia dini 17/06/2026. Lomba yang diikuti oleh perwakilan siswa dari berbagai sekolah dasar di Kota Cirebon tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta menampilkan kemampuan bertutur dengan membawakan cerita yang sarat nilai pendidikan, budaya, serta pesan moral yang inspiratif. Salah satu pendamping peserta dari SDN Argasunya, Mamah, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah yang sangat positif untuk mengembangkan potensi anak-anak dalam bidang literasi dan public speaking. “Kami sangat mengapresiasi Dinas Pendidikan Kota Cirebon yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Lomba bertutur memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar tampil di depan umum, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus mengasah kemampuan berbahasa dan berkomunikasi dengan baik,” ujarnya. Ia berharap peserta didik yang didampinginya mampu memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil yang membanggakan. Namun lebih dari itu, pengalaman mengikuti kompetisi dinilai menjadi bekal penting dalam membentuk karakter serta mental yang kuat bagi para siswa. “Kami tentu berharap anak didik kami dapat meraih prestasi terbaik dalam ajang ini. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana mereka mendapatkan pengalaman berharga, belajar berkompetisi secara sehat, serta memiliki mental yang tangguh untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tambahnya. Melalui kegiatan Lomba Bertutur Tingkat SD ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan, pengetahuan, dan nilai-nilai positif kepada masyarakat dengan cara yang komunikatif dan inspiratif. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah sebagai fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Amin
HSU, Bidik-kasusnews.com – Dalam upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar kegiatan Blue Light Patrol di sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan, pelanggaran, dan kemacetan, Rabu (17/6/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WITA tersebut menyasar sejumlah titik strategis di wilayah Amuntai dan sekitarnya, antara lain Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Brigjen H. Hasan Baseri, Jalan Murung Sari, Jalan Rakha, Jalan Bayur Bypass, Jalan Pelampitan, hingga Jalan Jermani Husein di Kecamatan Banjang. Patroli malam ini dipimpin oleh personel Satlantas Polres HSU yang terdiri dari AIPDA Edi Hariono, S.H., BRIGADIR Ahmad Fikriyadi, BRIPDA Akmal Wira, BRIPDA M. Rio D, dan BRIPDA Riza Saputra. Selain melakukan patroli dan pengaturan lalu lintas di kawasan rawan kecelakaan, petugas juga memberikan teguran secara humanis kepada pengguna jalan yang berpotensi membahayakan keselamatan berlalu lintas. Sasaran penindakan meliputi pelanggaran penggunaan lampu strobo pada kendaraan pribadi yang dapat mengganggu pandangan pengendara lain, serta kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang berisiko menimbulkan kecelakaan dan kerusakan infrastruktur jalan. Kasat Lantas Polres HSU menegaskan bahwa kegiatan Blue Light Patrol merupakan langkah preventif yang rutin dilakukan guna menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, khususnya pada malam hari ketika mobilitas masyarakat masih cukup tinggi. “Patroli ini tidak hanya bertujuan mengantisipasi kecelakaan dan pelanggaran, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang beraktivitas di jalan raya,” ujarnya. Dari hasil kegiatan, kehadiran personel di lapangan mampu meningkatkan kesadaran pengguna jalan terhadap pentingnya mematuhi aturan lalu lintas. Selain itu, patroli juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Hulu Sungai Utara berharap dapat menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, sekaligus mewujudkan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres HSU. Dengan mengusung semangat “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan”, Satlantas Polres HSU terus berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat demi terciptanya budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan. (Agus)
HSU, Bidik-kasusnews.com – Jajaran Polsek Amuntai Utara terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan swasembada jagung di wilayah binaannya. Pada Selasa (16/6/2026), anggota Polsek Amuntai Utara turun langsung ke Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), untuk memonitor kondisi tanaman jagung yang terdampak tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Monitoring dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan perkembangan tanaman jagung tetap terjaga meski menghadapi tantangan cuaca yang kurang bersahabat. Lahan yang dipantau merupakan milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan yang berada di Desa Panangkalaan. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dengan tinggi berkisar antara 90 hingga 110 sentimeter. Namun demikian, tingginya intensitas hujan menyebabkan sebagian area lahan mengalami genangan air. Kondisi tersebut berdampak pada tingkat kelembaban tanah yang meningkat dan mengakibatkan sejumlah tanaman menunjukkan gejala daun menguning. Situasi ini menjadi perhatian bersama karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman apabila tidak segera ditangani. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Amuntai Utara yang terdiri dari AIPTU Ferry A.P dan BRIPKA Sri Sugiarto melakukan pemantauan langsung sekaligus berkoordinasi dengan kelompok tani terkait langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak genangan air terhadap tanaman jagung. Kapolsek Amuntai Utara menegaskan bahwa monitoring secara berkala akan terus dilakukan guna mengetahui perkembangan tanaman serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani di lapangan. Pendampingan ini merupakan bagian dari sinergi Polri dengan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan. Meski menghadapi tantangan cuaca, para petani tetap optimistis tanaman jagung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik apabila kondisi lahan segera membaik. Dukungan berbagai pihak, termasuk kepolisian, diharapkan mampu membantu petani menjaga produktivitas lahan pertanian di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara terpantau aman dan kondusif. Monitoring ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar penting ketahanan pangan daerah dan nasional. (Agus)
HSU, Bidik-kasusnews.com – Jajaran Polsek Banjang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui pendampingan dan monitoring lahan pertanian jagung di wilayah binaan. Pada Selasa (16/6/2026), personel Polsek Banjang melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan kepada para petani yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan dan swasembada jagung. Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin dan dikelola secara perorangan bersama Kelompok Tani (Poktan) Mandiri yang menjadi binaan Polri. Dengan luas mencapai 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi, lahan tersebut ditanami jagung pakan varietas hibrida Bisi 18 yang dikenal memiliki produktivitas tinggi. Berdasarkan hasil monitoring, tanaman jagung yang ditanam pada 12 Mei 2026 itu kini memasuki usia 35 hari dengan tinggi tanaman berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter. Pertumbuhan tanaman dinilai cukup baik dan sesuai dengan target budidaya yang telah direncanakan. Dalam pengelolaannya, petani menggunakan pupuk NPK 16-16-16 dan dolomit untuk menjaga kesuburan tanah, sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Sebanyak 100 kilogram benih atau setara 100 bungkus telah ditanam di lahan tersebut dengan sistem pengolahan yang masih menggunakan peralatan manual. Petugas memperkirakan masa panen akan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang. Apabila kondisi cuaca dan perawatan tanaman tetap optimal, hasil panen diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Monitoring lapangan dilaksanakan oleh AIPTU Noryadi selaku Kepala Jaga bersama BRIGADIR Fahmi Rachman dan BRIPDA M. Alfito Gusna. Selain memantau perkembangan tanaman, personel juga berdialog dengan petani guna mengetahui berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya. Kapolsek Banjang menegaskan bahwa pendampingan terhadap petani akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Kehadiran anggota kepolisian di sektor pertanian diharapkan dapat memberikan motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan lahan produktif dan meningkatkan hasil panen. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara petani dan kepolisian ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah serta mendukung terwujudnya swasembada jagung menuju Indonesia Emas 2045. (Agus)
HSU, Bidik-kasusnews.com – Upaya mendukung program ketahanan pangan dan swasembada jagung terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Melalui Polsek Banjang, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pertanian jagung digelar di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WITA tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung sektor pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas lahan jagung di wilayah pedesaan. Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Banjang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya budidaya jagung sebagai salah satu komoditas strategis yang berperan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Selain itu, warga juga mendapatkan pemahaman terkait teknik budidaya yang baik, pemanfaatan lahan produktif, serta pentingnya sinergi antara petani dan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Kegiatan penyuluhan tersebut dipimpin oleh personel Polsek Banjang yang terdiri dari AIPTU Noryadi selaku Kepala Jaga, BRIGADIR Fahmi Rachman, dan BRIPDA M. Alfito Gusna. Kapolres Hulu Sungai Utara melalui jajaran Polsek Banjang menegaskan bahwa pendampingan dan penyuluhan kepada masyarakat akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan hasil pertanian jagung sekaligus memberikan motivasi kepada warga untuk memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal. Selain mendukung program nasional di bidang ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran anggota kepolisian di tengah para petani diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi mitra dalam pembangunan sektor pertanian. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat Desa Pulau Damar menyambut positif penyuluhan yang diberikan karena dinilai bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian jagung. Melalui kegiatan seperti ini, Polsek Banjang terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat serta mewujudkan Kabupaten Hulu Sungai Utara yang tangguh dalam sektor pangan menuju Indonesia Emas 2045. (Agus)
Cirebon, Bidik-kasusnews.com – Rencana penertiban sejumlah warung dan lapak usaha milik warga di kawasan depan Lapangan Sepak Bola Desa Kondangsari, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, memunculkan kegelisahan di tengah masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, para pedagang berharap pemerintah tidak menjadikan penertiban sebagai tindakan yang berujung pada hilangnya mata pencaharian tanpa adanya solusi yang jelas. Bagi sebagian orang, bangunan sederhana tersebut mungkin hanya terlihat sebagai deretan warung di pinggir jalan. Namun bagi para pedagang, tempat itu adalah ruang perjuangan, tempat mereka menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari. Ade, salah satu pedagang yang terdampak, mengaku sangat berharap pemerintah dapat mempertimbangkan aspek kemanusiaan sebelum mengambil langkah yang berpotensi menghilangkan sumber penghasilan warga. “Kami tidak menolak aturan. Kami menghormati pemerintah dan siap mengikuti ketentuan yang berlaku. Namun kami berharap ada kebijaksanaan. Warung ini menjadi penopang hidup keluarga kami. Jika memang harus ditertibkan, setidaknya berikan solusi terlebih dahulu agar kami tetap bisa mencari nafkah,” ujarnya 16/06/2026. Menurut Ade, masyarakat kecil saat ini sudah menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Kenaikan biaya hidup, menurunnya daya beli masyarakat, hingga sulitnya mencari pekerjaan menjadi kenyataan yang harus dihadapi setiap hari. Karena itu, kebijakan yang berdampak langsung terhadap sumber penghasilan warga harus dilakukan secara hati-hati dan penuh pertimbangan. Sorotan serupa disampaikan pengamat kebijakan publik Abdul Hadi. Menurutnya, pemerintah memiliki kewenangan untuk melakukan penataan kawasan dan menegakkan aturan. Namun kewenangan tersebut harus dijalankan dengan mengedepankan keadilan sosial dan tanggung jawab terhadap warga yang terdampak. “Perlu dipahami bahwa menertibkan bukan berarti menggusur tanpa solusi. Negara tidak boleh hadir hanya ketika ingin menegakkan aturan, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan dan kepastian hidup,” kata Abdul Hadi. Ia menilai pendekatan yang terlalu represif dalam penataan kawasan berpotensi menimbulkan persoalan sosial baru. Terlebih apabila masyarakat yang terdampak tidak diberikan alternatif yang layak untuk melanjutkan usahanya. “Rakyat kecil hari ini sudah menghadapi tekanan ekonomi yang tidak ringan. Mereka berjuang menghadapi kenaikan biaya hidup, keterbatasan lapangan pekerjaan, dan berbagai persoalan ekonomi lainnya. Jangan sampai kebijakan pemerintah justru menambah beban tanpa menghadirkan jalan keluar. Penertiban harus dibarengi solusi, bukan sekadar pembongkaran,” tegasnya. Abdul Hadi juga mengingatkan agar seluruh proses penertiban dilakukan secara transparan, objektif, dan bebas dari kepentingan pihak manapun. “Jangan ada kesan bahwa kebijakan publik dijalankan karena adanya dorongan kepentingan tertentu. Pemerintah harus mampu membuktikan bahwa setiap tindakan dilakukan murni demi kepentingan umum, berdasarkan aturan yang jelas, serta diterapkan secara adil kepada semua pihak tanpa pengecualian,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa prinsip keadilan tidak boleh berhenti pada penegakan aturan semata, tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak. “Penegakan hukum yang baik bukan yang paling keras, melainkan yang paling adil. Pemerintah harus menunjukkan bahwa negara memiliki hati. Jangan sampai masyarakat kecil merasa hanya menjadi objek penertiban, sementara hak mereka untuk memperoleh perlakuan yang manusiawi dan solusi yang layak justru diabaikan,” tambahnya. Masyarakat berharap Satpol PP dan Pemerintah Kabupaten Cirebon mengedepankan dialog, musyawarah, dan pendekatan persuasif sebelum mengambil langkah yang berpotensi menghilangkan mata pencaharian warga. Sebab pada akhirnya, tujuan penataan bukan hanya menciptakan ketertiban, tetapi juga memastikan bahwa tidak ada rakyat kecil yang menjadi korban dari kebijakan yang seharusnya hadir untuk melayani dan melindungi mereka. Di tengah tuntutan penegakan aturan, publik kini menunggu satu hal yang paling mendasar: apakah negara akan hadir membawa solusi, atau justru menambah kesulitan bagi mereka yang selama ini hanya berusaha bertahan hidup dengan cara yang sederhana dan jujur. Amin
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dalam rangka menyambut pergantian tahun, warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jepara mengikuti kegiatan doa bersama akhir tahun dan awal tahun hijriah yang berlangsung dengan khidmat di lingkungan rutan. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Moh Riza Aliyafi dan diikuti oleh warga binaan serta petugas rutan. Acara diawali dengan pembacaan doa akhir tahun sebagai bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat, kesempatan, dan pembelajaran yang telah dilalui sepanjang tahun. Selanjutnya, para peserta memanjatkan doa awal tahun dengan harapan agar tahun yang akan datang membawa keberkahan, keselamatan, kesehatan, serta kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam tausiyah singkatnya, Moh Riza Aliyafi mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan momentum pergantian tahun sebagai sarana introspeksi diri. Ia menekankan pentingnya memperbaiki akhlak, meningkatkan ibadah, serta menumbuhkan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih positif di masa mendatang. “Pergantian tahun bukan hanya tentang bergantinya angka pada kalender, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri, memperbanyak rasa syukur, dan memperkuat tekad menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Moh Riza Aliyafi di hadapan para peserta. Suasana penuh kekhusyukan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Para warga binaan mengikuti rangkaian doa dengan tertib dan penuh penghayatan. Kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan dapat memberikan ketenangan batin serta memperkuat pembinaan mental dan spiritual warga binaan selama menjalani masa pidana. Pihak Rutan Jepara menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin dilaksanakan. Selain meningkatkan nilai-nilai religius, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan optimisme dan harapan bagi warga binaan dalam menyongsong masa depan yang lebih baik. Melalui doa akhir tahun dan awal tahun ini, seluruh peserta berharap agar tahun yang baru membawa keberkahan, kedamaian, serta kemudahan dalam menjalani berbagai aktivitas dan proses pembinaan di Rutan Jepara.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara mengikuti kegiatan Zoom Meeting Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Praktik Lapangan Taruna Jurusan Ilmu Pemasyarakatan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia Tahun Akademik 2026, pada Senin (15/6) pukul 09.00 WIB hingga selesai di Ruang Rapat Rutan Jepara. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat Rutan Kelas IIB Jepara selaku mentor. Rapat koordinasi dan sosialisasi tersebut dilaksanakan secara virtual dalam rangka persiapan pelaksanaan Praktik Lapangan Taruna pada Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung sinergi antara lembaga pendidikan dan UPT Pemasyarakatan. Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Imigrasi dan Pemasyarakatan menekankan pentingnya dukungan seluruh UPT Pemasyarakatan dalam pelaksanaan Praktik Lapangan sebagai bagian dari pembentukan karakter, kompetensi, dan profesionalisme Taruna. Sementara itu, Direktur Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi Taruna dalam memahami tugas dan fungsi Pemasyarakatan di lapangan. Pada sesi sosialisasi dijelaskan mekanisme pelaksanaan kegiatan, tugas dan tanggung jawab mentor, serta pola pembimbingan yang harus diberikan selama Praktik Lapangan. Peran mentor ditekankan dalam memberikan arahan, pembinaan, pendampingan, dan pengawasan agar Taruna dapat mengembangkan kemampuan teknis, kedisiplinan, integritas, serta profesionalisme. Kegiatan rapat koordinasi dan sosialisasi berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Rutan Kelas IIB Jepara berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan Praktik Lapangan Taruna melalui optimalisasi peran mentor serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara