JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jepara melaksanakan pelantikan pejabat nonmanajerial yang berlangsung di Aula Rutan Jepara. Dalam kegiatan tersebut, Ilham Saputra Halilintar resmi dipercaya menggantikan Bachtiar Oktaffiandi sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR). Pelantikan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pejabat serta pegawai Rutan Jepara. Pergantian jabatan ini menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di lingkungan Rutan Jepara Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Jepara Renza Maisetyo menyampaikan pesan dan kesan kepada pejabat yang baru dilantik. Ia berpesan agar amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan integritas. “Selamat atas jabatan barunya. Semoga amanah dalam menjalankan tugas, bekerja dengan penuh integritas, serta senantiasa memberikan yang terbaik bagi organisasi,” pesan Kepala Rutan Jepara. Kepala Rutan juga menyampaikan apresiasi kepada Bachtiar Oktaffiandi atas dedikasi dan kontribusinya selama menjalankan tugas sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan. Pergantian ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan Rutan Jepara. Dengan dilantiknya Ilham Saputra Halilintar sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, diharapkan pelaksanaan tugas pengamanan dapat semakin optimal, sekaligus memperkuat sinergi seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan dan menjalankan tugas pemasyarakatan secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

LABUAN BAJO, Bidik-kasusnews.com        Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II Marsekal Madya TNI Muzafar, S.Sos., M.M., menunjukkan respons cepat dalam mendukung penanganan bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan TNI dalam membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi situasi darurat bencana. Menindaklanjuti laporan kondisi wilayah terdampak, Pangkogabwilhan II segera menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Upaya awal difokuskan pada pemantauan situasi, pendataan dampak bencana, pemetaan wilayah prioritas, serta penyiapan personel dan sarana pendukung. Sebagai tindak lanjut, Pangkogabwilhan II bersama rombongan tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (18/8/2026) pukul 10.30 WITA. Rombongan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara Boeing 737-4U3 untuk melaksanakan peninjauan langsung terhadap penanganan dampak gempa bumi di wilayah Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur. Dalam kunjungan tersebut, Pangkogabwilhan II didampingi Asintel Kaskogabwilhan II Brigjen TNI Sarkistan Sihaloho, S.E., Asops Kaskogabwilhan II Brigjen TNI Prabowo Setiaji, Aster Kaskogabwilhan II Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, serta sejumlah pejabat dan personel Kogabwilhan II. Kedatangan Pangkogabwilhan II disambut Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Yudi Riyanto Ratu, S.H., Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, Dandim 1630/Manggarai Barat Letkol Inf Budiman Manurung, S.E., M.I.P., Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, S.I.K., serta unsur terkait lainnya. Setibanya di Bandara Internasional Komodo, Pangkogabwilhan II bersama rombongan menuju ruang VIP Bandara Komodo. Dalam kesempatan tersebut, Pangkogabwilhan II bersama Pangdam IX/Udayana turut menyambut Menteri Pertahanan Republik Indonesia dan Kapolri beserta rombongan. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor dalam percepatan penanganan bencana di wilayah NTT. Selanjutnya, Pangkogabwilhan II meninjau Posko Bantuan Bencana di Kodim 1630/Manggarai Barat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, ketersediaan dan pengelolaan logistik, kelancaran komunikasi, pemutakhiran data, serta mekanisme pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak. Pada kesempatan tersebut, Pangkogabwilhan II memberikan arahan kepada seluruh petugas posko agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi antarlembaga. Setiap kebutuhan masyarakat harus direspons secara cepat, sementara penyaluran bantuan harus dilakukan secara tepat sasaran dan merata dengan memprioritaskan wilayah yang paling membutuhkan. Dalam penanganan bencana, satuan TNI di wilayah terdampak turut dikerahkan untuk membantu proses pencarian dan pertolongan, evakuasi masyarakat, pelayanan kesehatan, pendirian tempat pengungsian, serta pendistribusian kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan dan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau. Penanganan bencana dilaksanakan melalui sinergi antara TNI, Polri, BNPB, BPBD, Basarnas, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, serta unsur terkait lainnya. Koordinasi terpadu terus dilakukan agar seluruh tahapan penanganan dapat berlangsung cepat, efektif, terukur, dan berkelanjutan. Pangkogabwilhan II menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Seluruh jajaran diminta untuk terus memantau perkembangan situasi serta memberikan dukungan maksimal hingga kondisi wilayah terdampak kembali aman dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik. Respons cepat Pangkogabwilhan II bersama seluruh jajaran tersebut merupakan wujud nyata kehadiran TNI dalam membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi situasi darurat sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan secara terpadu demi keselamatan dan kepentingan masyarakat. (Agus)

KUNINGAN – Bidik-kasusnews.com              Upacara mengenang detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Kuningan berlangsung khidmat di Stadion Mashud Wisnusaputra, Senin (17/8/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kabupaten Kuningan tersebut diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, aparatur Pemerintah Kabupaten Kuningan, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi profesi, organisasi wanita, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat. Dalam prosesi upacara, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H. mendapat tugas membacakan teks Pancasila. Sementara itu, Dandim 0615 Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung, S.I.P., M.Sc., M.Si. membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Naskah Proklamasi dibacakan Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy, S.E. Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. selaku inspektur upacara dalam amanatnya menekankan bahwa kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Menurutnya, makna kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. “Kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah yang kita peringati setiap 17 Agustus. Kemerdekaan merupakan tanggung jawab yang harus terus kita isi melalui kerja, pengabdian dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat,” ujar Bupati Dian. Ia menyampaikan, tantangan bangsa saat ini telah berubah. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk membebaskan bangsa dari penjajahan, kini perjuangan diarahkan untuk menghadapi kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan dan ekonomi, ketimpangan kesempatan, persoalan lingkungan, serta berbagai tantangan sosial lainnya. Karena itu, pembangunan daerah menurutnya tidak semata-mata dinilai dari banyaknya infrastruktur yang dibangun atau angka pertumbuhan ekonomi, melainkan dari seberapa jauh manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. “Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya apa yang berhasil kita bangun, tetapi bagaimana pembangunan itu mampu mengangkat kehidupan masyarakat dan membuka lebih banyak kesempatan bagi mereka,” tegasnya. Bupati Dian juga mengingatkan bahwa visi Kuningan Melesat, yang mencakup Maju, Empowering, Lestari, Agamis dan Tangguh, harus diwujudkan dengan semangat kebersamaan. “Melesat bukan berarti meninggalkan mereka yang berada di belakang. Kita harus bergerak maju dengan memastikan sebanyak mungkin masyarakat ikut tumbuh dan memperoleh manfaat pembangunan,” katanya. Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama mengatakan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan sekaligus meningkatkan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. “Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa. Tugas kita sekarang adalah menjaga hasil perjuangan tersebut dengan memperkuat persatuan, menjaga keamanan, serta memberikan kontribusi terbaik sesuai tugas dan peran masing-masing,” ujar Kapolres. Ia menegaskan, Polri bersama TNI dan seluruh komponen masyarakat akan terus menjaga situasi Kabupaten Kuningan agar tetap aman dan kondusif. Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. “Kondusivitas daerah merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita jaga toleransi, jangan mudah terprovokasi, dan selesaikan setiap persoalan dengan mengedepankan musyawarah serta kepentingan bersama,” tuturnya. Kapolres juga mengajak generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, meningkatkan prestasi, mengembangkan kreativitas, serta menggunakan kemajuan teknologi secara bijak. “Semangat para pejuang harus kita warisi dalam bentuk kerja keras, disiplin, integritas dan kepedulian terhadap sesama. Itulah cara kita meneruskan perjuangan di masa sekarang,” katanya. Senada dengan Kapolres, Dandim 0615 Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung menyampaikan bahwa momentum HUT ke-81 RI harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan diperoleh melalui perjuangan panjang yang membutuhkan persatuan dan pengorbanan. “Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini lahir dari perjuangan para pahlawan yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Nilai perjuangan tersebut harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. Menurut Dandim, semangat nasionalisme tidak cukup diwujudkan melalui upacara dan kegiatan seremonial. Nilai tersebut harus tercermin dalam kedisiplinan, kepedulian sosial, gotong royong, serta kesediaan setiap warga untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan daerah. “Mari kita jadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat gotong royong, menjaga persatuan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Perbedaan jangan menjadi pemisah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Kuningan dan Indonesia,” katanya. Ia menambahkan, sinergitas TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendukung pembangunan daerah. “TNI siap bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah dan seluruh masyarakat untuk menjaga Kuningan tetap aman, kondusif dan terus berkembang. Semangat kebersamaan harus menjadi kekuatan kita dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tegasnya. Dalam amanatnya, Bupati Dian juga mengajak seluruh elemen masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong. Ia menilai berbagai persoalan daerah tidak akan selesai apabila hanya dibebankan kepada pemerintah. Persoalan lingkungan, kemiskinan, pengangguran hingga pemberdayaan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak melalui kolaborasi, peningkatan keterampilan, inovasi, penciptaan peluang usaha dan perluasan akses ekonomi. “Ketika ada persoalan di tengah masyarakat, jangan hanya mencari siapa yang salah. Mari bersama-sama mencari apa yang bisa diperbaiki dan apa yang dapat kita lakukan untuk memberikan solusi,” ungkapnya. Bupati Dian juga menekankan bahwa pemerintahan pada hakikatnya merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. “Pemerintahan bukan tentang seberapa besar kewenangan yang dimiliki, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat,” ujarnya. Ia mengajak masyarakat Kuningan menjadikan peringatan 81 tahun kemerdekaan sebagai energi baru untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pembangunan dan memperluas manfaat kemajuan daerah. “Dari Kuningan kita raih Indonesia. Dengan kerja kita maknai kemerdekaan, dengan kebersamaan kita wujudkan Kuningan Melesat,” pungkasnya. Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI kemudian dilanjutkan dengan pemberian Remisi Umum (RU) 17 Agustus 2026 kepada warga binaan pemasyarakatan. Remisi tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor PAS-1453.PK.05.03 Tahun 2026 tentang Pemberian Remisi Umum Tahun 2026 kepada Narapidana. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kuningan menyerahkan remisi kepada dua narapidana. Yana Suryana bin Golden memperoleh remisi selama satu bulan, sedangkan Rizal Hermawan bin Sata mendapatkan remisi selama tiga bulan. Pemberian remisi menjadi salah satu bagian dari peringatan kemerdekaan sekaligus bentuk pemenuhan hak warga binaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Momentum tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kemerdekaan memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk memperbaiki diri, membangun masa depan dan kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. Semangat kemerdekaan pun diharapkan tidak berhenti pada pengibaran Sang Merah Putih. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diwujudkan melalui persatuan, pelayanan yang baik, kerja nyata, kepedulian sosial dan komitmen bersama membangun Kabupaten Kuningan serta Indonesia yang semakin maju. (Asep Rusliman)

Palembang, Bidik-kasusnews.com                Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James P. Hutagaol, S.I.K., M.H., mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2026 yang dilaksanakan di Griya Agung, Kota Palembang, Senin (17/8/2026). Upacara tersebut dipimpin oleh Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.Th., dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan, pejabat TNI-Polri, jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta para undangan lainnya. Pelaksanaan upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa nasionalisme. Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dilanjutkan dengan prosesi peringatan detik-detik Proklamasi sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Kehadiran Dansat Brimob Polda Sumsel dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan dan komitmen Satbrimob Polda Sumsel dalam menjaga semangat nasionalisme, persatuan, serta memperkokoh sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan dengan karya, pengabdian dan kontribusi positif demi kemajuan bangsa dan negara. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar serta ditutup dengan suasana penuh semangat kebangsaan dan kebersamaan. (Agus)

BATURAJA, Bidik-kasusnews.com              Suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di tengah pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) Ksatria Warrior 2026. Prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan United States Army (US Army) larut dalam berbagai perlombaan khas 17 Agustus melalui kegiatan _Culture Day_ di Lapangan Puslatpur Kodiklatad, Martapura, OKU Timur, Senin (17/8/2026). Kegiatan yang digagas staf penyelenggara latihan di bawah pimpinan Kolonel Inf Slamet, S.Sos., M.Han., selaku Komandan Latma Ksatria Warrior 2026, menjadi momentum bagi prajurit kedua negara untuk merayakan kemerdekaan Indonesia sekaligus mempererat keakraban dan persahabatan. Berbagai perlombaan khas 17 Agustus, seperti tarik tambang, balap karung, makan kerupuk, dan balap bakiak, diikuti dengan antusias oleh prajurit TNI AD dan US Army. Sorak-sorai dan canda tawa mewarnai perlombaan yang berlangsung penuh semangat dan sportivitas. Meski berbeda negara dan latar belakang, para prajurit tampak saling memberikan dukungan dan semangat. Interaksi dalam suasana santai tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal budaya masing-masing sekaligus membangun komunikasi dan saling pengertian di antara peserta latihan. Perwakilan US Army menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk turut merasakan suasana perayaan HUT Kemerdekaan RI. Menurutnya, perlombaan tradisional yang digelar memberikan pengalaman baru untuk mengenal budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antarprajurit. Lebih dari sekadar hiburan, _Culture Day_ menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan melalui interaksi sosial dan pertukaran budaya. Nilai gotong royong, persatuan, dan sportivitas yang mewarnai perayaan 17 Agustus turut memperkuat hubungan kedua angkatan darat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang dan foto bersama prajurit TNI AD serta US Army. Kegiatan tersebut menjadi salah satu momen kebersamaan di sela pelaksanaan Latma Ksatria Warrior 2026 yang tengah berlangsung. Melalui _Culture Day_, semangat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dirasakan oleh prajurit TNI AD, tetapi juga menjadi pengalaman bagi prajurit US Army untuk mengenal dan merasakan langsung budaya serta tradisi masyarakat Indonesia. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momen penuh makna bagi warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara. Tahun ini, sebanyak 132 warga binaan menerima Remisi Umum, termasuk dua orang yang dinyatakan langsung bebas setelah mendapatkan pengurangan masa pidana. Penyerahan remisi berlangsung secara simbolis di ruang rapat Rutan Jepara, Senin (17/8/2026). Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyerahkan remisi kepada sejumlah perwakilan warga binaan.   Pemberian remisi tersebut menjadi salah satu bentuk penghargaan bagi warga binaan yang selama menjalani masa pidana mampu menunjukkan perilaku baik serta mengikuti berbagai kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh pihak Rutan.   Dari keseluruhan penerima remisi, dua warga binaan mendapatkan pengurangan masa pidana yang membuat mereka dapat langsung kembali ke tengah masyarakat. Sementara 130 warga binaan lainnya memperoleh remisi dengan besaran sesuai ketentuan yang berlaku.   Dalam kesempatan tersebut, Renza Maisetyo membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pesan yang disampaikan menekankan bahwa remisi bukan semata-mata pengurangan hukuman, tetapi juga bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar warga binaan terus menunjukkan perubahan positif.   Remisi diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk lebih disiplin, mematuhi aturan, serta bersungguh-sungguh mengikuti program pembinaan. Dengan demikian, proses menjalani pidana dapat menjadi kesempatan untuk mempersiapkan diri sebelum kembali ke lingkungan sosial.   Bagi dua warga binaan yang langsung bebas, hari kemerdekaan tahun ini memiliki arti tersendiri. Setelah mendapatkan hak remisi, mereka diharapkan mampu membuka lembaran baru, kembali berkumpul bersama keluarga, serta berkontribusi secara positif di lingkungan masyarakat.   Renza Maisetyo juga berharap seluruh warga binaan tidak menjadikan remisi hanya sebagai hak yang diterima, tetapi sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri. “Momentum remisi harus dimaknai sebagai kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Bagi warga binaan yang bebas, kami berharap dapat menjaga kepercayaan tersebut dengan tidak mengulangi tindak pidana,” pesannya.   Penyerahan remisi berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Semangat kemerdekaan pun diharapkan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di luar tembok pemasyarakatan, tetapi juga menjadi energi bagi warga binaan Rutan Jepara untuk menatap masa depan dengan lebih optimistis.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

MAJALENGKA, BIDIK-KASUSNEWS.COM      Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Majalengka berlangsung khidmat di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Majalengka. Momentum kemerdekaan tahun ini turut diisi dengan penyerahan Remisi Umum bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Majalengka. Bupati Majalengka, Eman Suherman, secara simbolis menyerahkan remisi kepada dua perwakilan narapidana. Pemberian remisi tersebut menjadi bagian dari penghargaan negara kepada warga binaan yang dinilai menunjukkan perubahan perilaku dan mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana. Pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini, sebanyak 240 narapidana Lapas Kelas IIB Majalengka tercatat menerima Remisi Umum. Dari jumlah tersebut, 234 orang memperoleh Remisi Umum I (RU I) berupa pengurangan masa pidana, namun masih harus menjalani sisa hukuman. Sementara itu, enam orang mendapatkan Remisi Umum II (RU II) dan dinyatakan langsung bebas setelah memperoleh pengurangan masa pidana. Pemberian remisi tersebut mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pemasyarakatan. Warga binaan yang memperoleh hak remisi harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain berkelakuan baik, mengikuti program pembinaan, serta telah menjalani masa pidana sesuai ketentuan yang berlaku. Kalapas Kelas IIB Majalengka, Rian Firmansyah, mengatakan penyerahan remisi secara langsung di hadapan jajaran pemerintah daerah menjadi motivasi tersendiri bagi para warga binaan untuk terus memperbaiki diri. “Sebanyak dua orang narapidana dihadirkan secara langsung untuk mewakili penyerahan Remisi Umum oleh Bupati Majalengka. Hal ini tentu menjadi penyemangat bagi para warga binaan untuk bisa berubah menjadi lebih baik,” ujar Rian Firmansyah seusai kegiatan. Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman mengajak masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif kepada warga binaan yang telah menyelesaikan masa pidananya. Menurutnya, proses pembinaan di dalam Lapas harus menjadi bekal bagi warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat dengan perilaku yang lebih baik. “Jangan jadikan sebuah momok bagi seseorang yang sudah keluar dari Lapas, tetapi jadikan semangat. Mari tinggalkan perilaku yang membuat yang bersangkutan masuk ke Lapas,” tegas Eman. Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI kemudian dilanjutkan dengan pentas seni di Aula BKPSDM Kabupaten Majalengka. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, petugas pemasyarakatan, serta warga binaan Lapas Kelas IIB Majalengka. Dalam kesempatan itu, warga binaan bersama petugas pemasyarakatan berkolaborasi menampilkan karya seni tari nusantara. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari para tamu dan undangan yang hadir. Pemberian remisi dan keterlibatan warga binaan dalam kegiatan seni menjadi bagian dari pesan kemerdekaan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali berkontribusi secara positif di lingkungan masyarakat. Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pemerintah berharap pemberian remisi tidak hanya dimaknai sebagai pengurangan masa pidana, tetapi juga menjadi dorongan bagi warga binaan untuk mempertahankan perilaku baik, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat. (Asep Rusliman)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Jepara berlangsung penuh khidmat. Rutan Kelas IIB Jepara turut berpartisipasi dalam upacara yang digelar di Alun-alun 1 Jepara, Senin (17/8/2026). Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, hadir bersama jajaran pejabat manajerial dan seluruh petugas pemasyarakatan. Mereka bergabung dengan Forkopimda Kabupaten Jepara serta sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat dalam memperingati momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia.   Bagi jajaran pemasyarakatan, peringatan kemerdekaan tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui pelayanan, pembinaan, serta pengabdian kepada masyarakat.   Rangkaian peringatan semakin bermakna dengan penyerahan remisi secara simbolis kepada dua warga binaan Rutan Jepara. Remisi diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen warga binaan dalam menjalani pembinaan, menaati aturan, serta menunjukkan perilaku yang baik selama berada di Rutan.   Selain penyerahan remisi, warga binaan juga mendapat tali asih dari Bupati Jepara. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap warga binaan sekaligus dukungan moral agar mereka tetap memiliki semangat untuk menjalani proses pembinaan.   Pemberian remisi diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk terus menunjukkan perubahan positif. Setiap proses pembinaan yang dijalani diharapkan mampu menjadi bekal ketika nantinya mereka kembali berkumpul bersama keluarga dan beradaptasi di lingkungan masyarakat.   Sementara itu, bagi petugas Rutan Jepara, momentum HUT ke-81 RI menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas.   Semangat kemerdekaan pun diharapkan dapat tercermin melalui upaya bersama menciptakan proses pemasyarakatan yang lebih humanis, profesional, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com        Semangat kemerdekaan dan sinergitas antarlembaga mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung, Senin (17/8/2026). Komandan Kodim (Dandim) 0410/KBL Kolonel Roni Hermawan, S.H., M.M., menghadiri upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang berlangsung khidmat di halaman Gedung Pemerintah Kota Bandar Lampung, Jalan Dr. Susilo, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Teluk Betung Utara. Upacara dipimpin Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana selaku Inspektur Upacara. Kapten Inf Sunarto, S.E., bertugas sebagai Perwira Upacara, sedangkan Komandan Upacara dipercayakan kepada Mayor Inf Sabariyanto. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandar Lampung, di antaranya Wakil Wali Kota Deddy Amrullah, Ketua DPRD Kota Bandar Lampung Bernas Yuniarta, S.E., Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Herbin Garbawiyata J. Sianipar, S.I.K., S.H., Ketua Pengadilan Negeri Nelson Angkat, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Agama Tanjung Karang H. April Yadi, S.Ag., M.H., Kepala Kejaksaan Negeri Baharudin, M.S.H., M.H., Kepala Kemenag Dr. H. Erwito, S.Ag., M.Kom.I., serta jajaran Asisten dan kepala OPD Pemkot Bandar Lampung. Prosesi berlangsung penuh penghormatan. Paskibraka Kota Bandar Lampung melaksanakan pengibaran Sang Merah Putih, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Peserta upacara dari unsur TNI, Polri, ASN, Satpol PP, organisasi kepemudaan hingga pelajar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat nasionalisme. Kodim 0410/KBL Raih Penghargaan Pelaksana Terbaik Radin Inten Momentum peringatan HUT ke-81 RI tersebut semakin istimewa bagi jajaran Kodim 0410/KBL. Pada penghujung upacara, Wali Kota Bandar Lampung menyerahkan piagam penghargaan kepada Kodim 0410/KBL dan jajaran Babinsa yang dinobatkan sebagai Pelaksana Terbaik dan Terdepan dalam Kegiatan Radin Inten. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Hj. Eva Dwiana kepada Dandim 0410/KBL Kolonel Roni Hermawan, S.H., M.M. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, kedisiplinan, loyalitas, serta kontribusi jajaran Kodim 0410/KBL dan para Babinsa dalam mendukung pelaksanaan program Radin Inten di wilayah Kota Bandar Lampung. Dandim 0410/KBL Kolonel Roni Hermawan menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas penghargaan yang diterima jajarannya. “Peringatan HUT ke-81 RI ini adalah momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan. Penghargaan sebagai yang terbaik dalam kegiatan Radin Inten ini bukan milik saya pribadi, melainkan buah kerja keras seluruh Babinsa dan jajaran prajurit Kodim 0410/KBL yang tidak kenal lelah mengabdi di tengah masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh personel Kodim 0410/KBL untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. “Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pengabdian terbaik, menjaga kondusivitas wilayah, serta mengawal pembangunan di Kota Bandar Lampung,” lanjutnya. Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana memberikan apresiasi kepada Kodim 0410/KBL beserta jajaran Babinsa atas sinergi yang selama ini terjalin bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung. Sinergitas TNI dan pemerintah daerah dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung berbagai program pembangunan sekaligus menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat. Seluruh rangkaian upacara pengibaran bendera dan penyerahan penghargaan selesai sekitar pukul 08.30 WIB. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga memperkuat komitmen TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta bersama-sama membangun Kota Bandar Lampung yang aman, maju, dan sejahtera. (Agus)

AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com              Semangat kemerdekaan dan nasionalisme mewarnai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Mapolres Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (17/8/2026) pagi. Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.20 WITA tersebut dipimpin langsung Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. selaku Inspektur Upacara. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti jajaran personel Polres HSU. Sejumlah pejabat utama turut hadir, di antaranya Wakapolres HSU, Kabag SDM, para Kabag, para Kasat, serta para Kasi Polres HSU. Peserta upacara terdiri atas pleton gabungan perwira, personel Sat Samapta, Sat Polair, staf, gabungan Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Resnarkoba dan Sat Tahti, serta personel ASN Polri. Rangkaian upacara diawali dengan persiapan pasukan dan masuknya Inspektur Upacara ke lapangan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penghormatan pasukan, laporan Komandan Upacara, pengibaran Sang Merah Putih, penghormatan kepada bendera, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, hingga pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Suasana semakin khidmat saat pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan. Setelah itu, Kapolres HSU menyampaikan amanat yang menjadi bagian penting dari momentum peringatan kemerdekaan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan Andhika Bhayangkari, pembacaan doa, serta penghormatan dan keluarnya Inspektur Upacara dari lapangan. Upacara selesai sekitar pukul 07.55 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat persatuan, kecintaan terhadap Tanah Air, serta komitmen memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Bagi jajaran Polres HSU, semangat kemerdekaan tersebut diharapkan terus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan pelayanan terbaik kepada warga. Dengan semangat kemerdekaan, seluruh personel diharapkan semakin solid dan profesional dalam menjalankan tugas demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara. (Agus)