Jakarta, Bidik-kasusnews.com — Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Korps Marinir TNI Angkatan Laut berlangsung khidmat di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Dalam momentum bersejarah tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., resmi dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir ke-49. (17/11/2025) Pengukuhan dilakukan melalui prosesi militer yang menjadi salah satu rangkaian utama upacara. Sebagai Inspektur Upacara, Jenderal Agus menerima Baret Ungu Kehormatan yang disematkan langsung oleh Panglima Korps Marinir (Pangkormar), Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. Penyematan ini menegaskan posisi Panglima TNI sebagai bagian dari keluarga besar Korps Marinir. Dalam amanatnya, Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. “Tidak ada ungkapan yang tepat selain rasa bangga menjadi Warga Kehormatan Korps Marinir,” ujarnya. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh prajurit Marinir atas loyalitas, pengabdian, dan profesionalisme dalam menjaga kedaulatan negara. “Dirgahayu Korps Marinir ke-80. Semoga semakin profesional dan semakin dicintai rakyat,” tegasnya. Peringatan HUT kali ini juga diwarnai sorotan terkait validasi organisasi Korps Marinir yang baru diresmikan Presiden RI Jenderal TNI (HOR) (Purn.) H. Prabowo Subianto pada 10 Agustus 2025. Lewat kebijakan tersebut, jabatan Komandan Korps Marinir resmi berubah menjadi Panglima Korps Marinir berbintang tiga. Panglima TNI mendorong seluruh prajurit agar terus memperkuat profesionalisme dan menjaga kedekatan dengan rakyat, sejalan dengan tema peringatan tahun ini: “Korps Marinir TNI AL, Bersama Rakyat Membangun Indonesia Maju.” Rangkaian acara HUT turut mendapat antusiasme besar dari masyarakat. Ribuan warga menghadiri upacara, berfoto bersama prajurit Marinir, serta mengikuti kegiatan Bakti Sosial, Bakti Kesehatan, hingga Program Bedah Rumah yang dilaksanakan serentak di berbagai satuan Marinir di seluruh Indonesia. Kehadiran publik menunjukkan tingginya kecintaan masyarakat terhadap Korps Marinir. Dengan dikukuhkannya Panglima TNI sebagai Warga Kehormatan ke-49, Korps Marinir kembali menegaskan komitmennya menjaga tradisi, memperkuat jati diri sebagai pasukan pendarat yang tangguh, dan melanjutkan pengabdian sebagai garda terdepan TNI AL untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Heri.W)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Upaya menjaga kebersihan lingkungan terus digalakkan Babinsa Koramil 410-01/Panjang bersama masyarakat Kelurahan Way Dadi melalui kegiatan gotong royong pembersihan sampah yang digelar pada Senin pagi. Kegiatan difokuskan di Jalan Endro Suratmin, RT 03, Kelurahan Way Dadi, Kecamatan Sukarame. (17/11/25) Aksi dimulai sejak pukul 08.30 WIB dan menyasar tumpukan sampah organik maupun non-organik yang menyumbat aliran drainase. Pembersihan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim penghujan serta mencegah potensi banjir yang kerap muncul akibat saluran air tidak berfungsi optimal. Lurah Way Dadi bersama sekretaris kelurahan, staf, pamong, ketua RT, Linmas, Babinsa setempat, dan puluhan warga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini memperlihatkan kuatnya komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. “Kegiatan gotong royong seperti ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan kebersihan lingkungan. Kami mengapresiasi semangat warga dan dukungan dari Babinsa. Dengan lingkungan bersih, kita semua bisa hidup lebih nyaman dan sehat,” ujar salah satu perwakilan warga. Selain membersihkan drainase, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam mempererat komunikasi serta kepedulian terhadap lingkungan. Babinsa Koramil 410-01/Panjang kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan sekitar. Gotong royong berakhir pada pukul 10.10 WIB dengan situasi aman dan lancar. Lingkungan sekitar pun tampak lebih bersih dan tertata, menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Babinsa dan warga masih menjadi kekuatan penting dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan. (Agus)

JATENG – Bidikkasusnews.com | PATI – Polsek Tayu melaksanakan Blue Light Patrol (BLP) siang pada Minggu (16/11/2025). Patroli ini digelar untuk memperkuat kehadiran polisi di titik-titik rawan kriminalitas dan kecelakaan di wilayah hukum Polsek Tayu. Kegiatan dimulai sekitar pukul 12.30 WIB dan dipimpin personel gabungan, yakni Aiptu Mahfud, Bripka Rony D.S., S.H., serta Bripka Krista. Mereka menggunakan kendaraan back bone untuk menjangkau sejumlah lokasi strategis. “Kami menempatkan personel di jam-jam rawan agar potensi gangguan keamanan bisa ditekan sejak dini,” ujar Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto mewakili Kapolresta Pati. Patroli siang tersebut menyasar kawasan rawan kejahatan 3C (curas, curat, curanmor), anirat, serta jalur yang memiliki potensi laka lantas tinggi. Kapolsek menegaskan bahwa pengawasan intensif diperlukan agar masyarakat merasa aman. “Kehadiran polisi di ruang publik harus betul-betul terlihat dan dirasakan oleh warga,” ujarnya. Sejumlah lokasi yang disambangi antara lain SMA Negeri 1 Tayu di Desa Sambiroto, obyek vital di Desa Tayu Wetan, serta SPBU Desa Pundenrejo. Setiap titik dipilih berdasarkan analisis kerawanan yang dilakukan jajaran Polsek Tayu. “Kami memastikan area-area vital berada dalam kondisi aman terutama saat aktivitas masyarakat meningkat,” kata Kapolsek. Selain mencegah tindak kejahatan, patroli ini juga difokuskan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas. Personel memberikan imbauan kepada pengendara agar mematuhi aturan berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan. “Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, sehingga upaya preventif harus benar-benar dikedepankan,” tegas AKP Aris. Kapolsek menambahkan, patroli Blue Light di siang hari tidak hanya berfungsi sebagai pencegahan, tetapi juga bentuk pelayanan publik agar warga merasa terlindungi. “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi hadir untuk memberikan rasa aman kapan pun dan di mana pun,” ucapnya. Selama patroli berlangsung, situasi kamtibmas tercatat aman, kondusif, dan arus lalu lintas terpantau lancar. Petugas juga berinteraksi dengan warga di beberapa titik untuk memberikan edukasi terkait keamanan lingkungan. “Polri berkomitmen terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat sebagai mitra utama dalam menjaga keamanan,” tutur Kapolsek. Melalui kegiatan ini, Polsek Tayu berharap tercipta stabilitas keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah kecamatan. Patroli rutin akan terus ditingkatkan terutama pada lokasi-lokasi yang memiliki dinamika kerawanan tinggi. “Kami mengapresiasi dukungan masyarakat dan akan terus hadir memberi pelayanan terbaik,” pungkas AKP Aris Pristianto. (Kasnadi) Sumber(Humas Resta Pati)

Pekanbaru, Bidik-kasusnews.com — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai upaya meningkatkan kapasitas seluruh jaksa dalam penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) serta memperdalam pemahaman terkait penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) nasional yang mulai berlaku pada Januari 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Sasana H.M. Prasetyo, Gedung Satya Adhi Wicaksana Kejati Riau. (15/11/2025) Kepala Kejati Riau, Sutikno, S.H., M.H., membuka kegiatan secara langsung dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jaksa yang hadir. Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi aparat penegak hukum sangat penting di tengah dinamika regulasi dan kompleksitas kasus Tipikor. “FGD ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat pemahaman teknis dan substansi hukum, baik dalam penanganan Tipikor maupun penerapan KUHP baru. Saya berharap kegiatan ini diikuti secara serius,” ujar Sutikno dalam sambutannya. Sesi materi pertama disampaikan oleh Kepala BPKP Provinsi Riau, Evenri Sihombing, yang menekankan pentingnya sinkronisasi pendekatan akuntansi dan hukum dalam menetapkan nilai kerugian keuangan negara. Ia menyebut koordinasi antara penyidik dan auditor sejak tahap awal sangat berpengaruh terhadap kecepatan dan akurasi penyidikan Tipikor. “Sinergi sejak awal antara aparat penegak hukum dan auditor merupakan kunci agar perhitungan kerugian negara dapat dipertanggungjawabkan dan memenuhi standar pembuktian,” tegasnya. Ia juga menyoroti strategi percepatan dalam memperoleh eviden terkait kerugian negara. Materi selanjutnya dibawakan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu, Dr. Ratih Andrawina Seminar, S.H., M.H., yang menjelaskan perubahan fundamental dalam filosofi dan struktur KUHP nasional. Beberapa poin penting mencakup konsep living law, penguatan prinsip keseimbangan antara perbuatan dan sikap batin, pertanggungjawaban pidana korporasi, serta ruang yang lebih luas bagi hakim dalam menentukan sanksi. Dr. Ratih juga mengulas perkembangan hukum pidana pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang menjadi dasar reformasi hukum pidana nasional. Kegiatan FGD ini menegaskan komitmen Kejati Riau untuk meningkatkan profesionalisme jaksa, mempererat koordinasi antarinstansi, serta memastikan penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan terbaru dan lebih responsif terhadap perkembangan hukum modern. (Heri.W)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — 17-November-2025- Semangat kebersamaan antar jajaran pemasyarakatan kembali tampak dalam kegiatan peduli lingkungan yang digelar di Pos Bapas Pati wilayah Jepara, Jalan MT. Haryono, pada Senin pagi. Aksi bersih-bersih ini menggabungkan peran petugas pemasyarakatan, klien pemasyarakatan, hingga Warga Binaan dari Rutan Jepara. Empat Warga Binaan Rutan Jepara turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Dengan pengawalan ketat petugas, mereka membantu membersihkan area sekitar gedung, merapikan fasilitas luar ruangan, dan menyapu halaman Pos Bapas. Kehadiran mereka menjadi bagian dari program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kedisiplinan dan nilai-nilai sosial. Kepala Subsie BKD Bapas Pati, Tahris Safrudin, yang memimpin kegiatan, menyampaikan bahwa kerja bakti ini menjadi sarana membangun iklim kerja yang solid. “Sinergi ini sangat penting. Kegiatan sederhana seperti bersih-bersih bisa menjadi wadah untuk mempererat koordinasi sekaligus menghidupkan rasa kepedulian bersama,” ujarnya. Di sisi lain, petugas Bapas Pati dan klien pemasyarakatan tampak bekerja berdampingan dengan Warga Binaan Rutan Jepara, memperlihatkan bahwa pembinaan dapat berjalan melalui aktivitas nyata di lapangan. Kerjasama tersebut juga menunjukkan bahwa proses reintegrasi tidak hanya terjadi di dalam program formal, tetapi melalui kegiatan sosial sehari-hari. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib hingga selesai. Keterlibatan berbagai unsur pemasyarakatan diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat sekaligus mendorong Pos Bapas Jepara agar terus menjadi lingkungan pelayanan yang bersih, nyaman, dan representatif.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 17 November 2025 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara mengikuti kegiatan Zoom Meeting bertema “Mekanisme Pelaporan Kegiatan melalui Sistem Satu Data Pemasyarakatan” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola data serta meningkatkan kualitas pelaporan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan. Keikutsertaan Rutan Jepara menunjukkan komitmen dalam mendukung transformasi digital yang tengah dikembangkan oleh Ditjen Pemasyarakatan. Peserta dari Rutan Jepara terdiri atas Ka. KPR, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Staf Pegawai, serta CPNS yang mengikuti kegiatan secara aktif. Seluruh peserta mengikuti materi dengan saksama mengingat pentingnya integrasi sistem pelaporan untuk menunjang pelaksanaan tugas, khususnya dalam penyampaian data yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan beberapa poin utama, mulai dari pentingnya standarisasi format pelaporan, mekanisme input data yang mencakup proses verifikasi dan validasi, hingga kewajiban pembaruan data secara berkala oleh setiap UPT. Selain itu, turut ditegaskan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam penyusunan laporan berbasis data untuk mendukung pengambilan kebijakan yang tepat dan efektif. Kegiatan ini juga memberikan solusi atas berbagai kendala teknis yang sering dihadapi di lapangan. Melalui kegiatan tersebut, Rutan Kelas IIB Jepara semakin memperkuat kapasitas pengelolaan data dan siap mendukung terwujudnya Satu Data Pemasyarakatan yang lebih terintegrasi, akurat, serta mampu meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan secara menyeluruh.(Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara

Lampung Selatan, Bidik-kasusnews.com Polres Lampung Selatan mengawali pelaksanaan Operasi Zebra Krakatau 2025 dengan menggelar Apel Pasukan di Lapangan Mapolres Lampung Selatan, Senin pagi. Apel dipimpin Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri, yang secara simbolis menyematkan pita operasi kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya operasi skala nasional tersebut.(17/11/2025) Operasi Zebra Krakatau 2025 berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025, dan digelar serentak di seluruh Indonesia. Fokus utama operasi ini ialah meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) melalui kegiatan preemtif, preventif, serta penegakan hukum yang tetap mengedepankan pendekatan humanis. Dalam amanat yang dibacakan Kapolres, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan bahwa apel gelar pasukan penting dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan strategi pelaksanaan operasi. “Pertumbuhan kendaraan dan mobilitas masyarakat yang meningkat menimbulkan dinamika baru di bidang lalu lintas. Polri harus hadir dengan pelayanan yang cepat, profesional, dan inovatif, termasuk melalui Operasi Zebra 2025,” demikian pesan Kapolda. Operasi Zebra Krakatau 2025 menetapkan beberapa sasaran utama, di antaranya: Potensi Gangguan (PG), Ambang Gangguan (AG), dan Gangguan Nyata (GN) yang dapat menimbulkan kemacetan dan kecelakaan. Pelanggaran prioritas seperti aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong, yang dinilai meresahkan masyarakat serta meningkatkan risiko kecelakaan. Selain menertibkan pelanggaran, Operasi Zebra juga menjadi tahap awal dalam mempersiapkan pengamanan arus mudik dan mobilitas masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang nantinya akan dilanjutkan melalui Operasi Lilin 2025. Kapolres AKBP Toni Kasmiri dalam arahannya menekankan pentingnya profesionalisme seluruh personel selama menjalankan tugas. Ia mengingatkan agar anggota selalu berhati-hati di lapangan dan mengutamakan keselamatan bersama. “Utamakan sikap humanis dalam setiap tindakan. Penegakan hukum harus tegas, namun tetap mengedepankan empati dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. AKBP Toni Kasmiri juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan operasi tidak hanya dilihat dari banyaknya penindakan, tetapi dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. “Kita bukan hanya menindak, tetapi mendidik. Tampilkan sosok Polri yang ramah, santun, dan profesional,” tambahnya. Sebelum apel ditutup, Kapolres kembali menegaskan pentingnya mematuhi SOP, menjaga citra Polri, serta melaksanakan operasi dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Dengan kolaborasi yang solid dan disiplin pelaksanaan, diharapkan Operasi Zebra Krakatau 2025 mampu menekan angka pelanggaran serta menciptakan lingkungan berlalu lintas yang lebih aman bagi seluruh masyarakat Lampung Selatan. (Mg)

Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Polres Hulu Sungai Utara (HSU) secara resmi menggelar Apel Pasukan Operasi Kewilayahan “Zebra Intan 2025” di Halaman Mapolres HSU, Senin pagi pukul 08.30 Wita. Apel ini menjadi tanda dimulainya operasi penertiban lalu lintas besar-besaran yang akan berlangsung selama dua pekan dengan fokus peningkatan disiplin dan keselamatan masyarakat di jalan raya. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres HSU, AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., yang menegaskan bahwa Operasi Zebra Intan 2025 mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum yang proporsional dan humanis. Operasi ini menyasar pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan fatal, terutama di momen meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang akhir tahun. Apel gelar pasukan turut menunjukkan dukungan penuh dari jajaran Forkopimda HSU. Hadir di lokasi Bupati HSU H. Sahrujani, Ketua DPRD Kabupaten HSU, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, serta perwakilan Kodim 1001 HSU–BLG. Instansi terkait seperti PT Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP juga ikut memperkuat barisan. Pelaksanaan apel melibatkan 10 pleton, terdiri dari unsur TNI, Samapta, Sat Lantas sebagai garda depan operasi, serta gabungan personel Satreskrim, Sat Narkoba, dan Sat Intelkam. Tidak ketinggalan, dishub, Satpol PP, dan Senkom turut ambil bagian sebagai wujud kolaborasi lintas instansi. Kapolres HSU melakukan pengecekan pasukan dan pemasangan pita operasi sebagai simbol kesiapan seluruh personel. Dalam amanat yang disampaikan, Kapolres menegaskan bahwa sasaran utama operasi tahun ini mencakup pelanggaran yang paling berisiko menimbulkan kecelakaan, seperti: Pengendara di bawah umur Tidak menggunakan helm SNI Berkendara melawan arus Menggunakan ponsel saat mengemudi Pelanggaran lain yang berpotensi fatal Melalui Ps. Kasi Humas Polres HSU, IPTU Asep Hudzainur, Kapolres menyampaikan pesan penting kepada masyarakat. “Operasi Zebra Intan 2025 adalah bentuk nyata komitmen Polri bersama TNI dan pemerintah daerah untuk melindungi keselamatan warga. Tujuan kami bukan menakut-nakuti, tetapi mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar IPTU Asep. Ia menambahkan bahwa tertib berlalu lintas bukan hanya kewajiban hukum, tetapi kebutuhan untuk menjaga nyawa. “Kapolres mengajak seluruh masyarakat HSU untuk mendukung Operasi Zebra Intan 2025. Lengkapi surat-surat, patuhi rambu, gunakan helm, dan kurangi kecepatan. Keselamatan selalu lebih penting dari segalanya,” tegasnya. Dengan dimulainya Operasi Zebra Intan 2025, Polres HSU berharap tercipta perubahan perilaku berlalu lintas yang lebih disiplin serta penurunan signifikan angka kecelakaan di wilayah Hulu Sungai Utara. (Agus)

Danau Panggang, Bidik-kasusnews.com Upaya meningkatkan keamanan dan keselamatan transportasi air di wilayah Hulu Sungai Utara (HSU) kembali ditegaskan melalui razia gabungan yang digelar Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres HSU bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten HSU. Kegiatan penertiban terhadap persyaratan teknis kapal perairan daratan, sungai, dan danau (LLASD) ini berlangsung pada Senin pagi di Dermaga Danau Panggang. Razia dimulai pukul 09.00 Wita dengan menyasar kapal-kapal yang beroperasi atau sedang bersandar di kawasan Danau Panggang, salah satu jalur transportasi air yang menjadi nadi mobilitas masyarakat di daerah tersebut. Langkah ini merupakan bentuk pengawasan preventif untuk memastikan setiap armada air memenuhi standar keselamatan pelayaran sesuai ketentuan perundang-undangan. Petugas gabungan memeriksa berbagai aspek teknis, mulai dari kelengkapan dokumen kapal, sertifikasi juragan atau awak kapal, hingga ketersediaan alat keselamatan. Pemeriksaan kondisi mesin, lambung kapal, dan jumlah jaket pelampung yang wajib sesuai dengan kapasitas penumpang menjadi fokus utama. PS. Kasi Humas Polres HSU, IPTU Asep Hudzainur, menjelaskan bahwa razia ini merupakan instruksi langsung Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.IK, M.Si. “Keselamatan pelayaran adalah harga mati. Banyak insiden di perairan berawal dari kelalaian pemenuhan persyaratan teknis atau minimnya alat keselamatan,” ujar IPTU Asep. Ia menambahkan bahwa sinergi antara Polairud dan Dishub menjadi kunci keberhasilan pengawasan. “Dishub sebagai regulator teknis dan Polairud sebagai penegak hukum saling melengkapi. Kolaborasi ini memastikan pesan keselamatan tersampaikan secara jelas kepada seluruh pengguna transportasi air,” katanya. Selama pemeriksaan berlangsung, petugas juga memberikan edukasi langsung kepada para juragan kapal. Teguran persuasif dan bimbingan teknis diberikan kepada pemilik kapal yang masih belum memenuhi standar, sebagai bentuk pendampingan agar proses pemenuhan persyaratan dapat dilakukan dengan benar. Respons masyarakat terhadap kegiatan ini terbilang positif. Para juragan kapal dan pengguna jasa transportasi air semakin memahami pentingnya kelengkapan teknis dan alat keselamatan untuk mencegah kecelakaan di perairan. Selain itu, kegiatan ini turut mempererat hubungan antara masyarakat dan anggota Sat Polairud, menciptakan komunikasi yang lebih humanis di lapangan. Di akhir kegiatan, IPTU Asep menegaskan komitmen jangka panjang Polres HSU. “Sesuai visi HEBAT-SIGAP-UNGGUL, kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan. Kami berharap budaya keselamatan menjadi bagian dari kebiasaan para juragan, bukan sekadar dipatuhi saat ada razia. Bila seluruh kapal memenuhi standar, keamanan perairan HSU dapat terjaga dengan baik,” tutupnya. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA — Pendapa Kabupaten Jepara resmi beralih fungsi menjadi Museum Kartini setelah diresmikan secara langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon pada Sabtu (15/11/2025). Peresmian ini menandai langkah dalam penguatan kebudayaan nasional sekaligus mengembalikan jejak sejarah Kartini ke tapak yang memiliki kedekatan langsung dengan kehidupannya. Dalam kesempatan itu, Fadli Zon menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Jepara, terutama kepada Bupati Witiarso Utomo, yang dinilai berani mengubah tempat yang selama ini menjadi rumah dinas bupati menjadi museum. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bentuk ikhtiar penting dalam memajukan kebudayaan. “Saya sangat terkesan dan berterima kasih kepada Bupati Jepara yang telah menjadikan pendapa ini sebagai Museum Kartini. Museum ini berada tepat di tapaknya,” ujar Fadli Zon. Setelah berkeliling melihat area museum, ia menilai penataan ruang, alur cerita (storyline), dan tata pamer Museum Kartini telah sangat baik. Meski demikian, Fadli Zon menambahkan bahwa penguatan unsur digital dapat menjadi tahap berikutnya seperti penambahan teknologi imersif hingga cuplikan dokumenter atau film sehingga dengan hal itu pengalaman pengunjung semakin hidup. “Ini sudah sangat luar biasa, tinggal kita melengkapi dengan sentuhan digital, roh tempat ini tentunya berbeda karena berada di lokasi aslinya mulai dari kamar pingitnya, tempat Kartini belajar, dan sebagainya. Museum ini tentunya bisa mengangkat spirit dan semangat Kartini sendiri,” lanjutnya. Dikatakannya, Museum Kartini sangat penting sebagai tempat refleksi nilai-nilai perjuangan Kartini, yang meski berusia pendek, R.A. Kartinimampu memberikan inspirasi besar bagi perempuan Indonesia dalam memperoleh pendidikan dan hak-haknya pada masa penjajahan kala itu. Ia mengungkapkan nilai-nilai tersebut sangatlah perlu diwariskan kepada generasi muda. Selain aspek edukasi, Fadli Zon juga mendorong pengembangan ekonomi budaya melalui museum, termasuk produksi suvenir atau merchandise resmi Museum Kartini yang berkualitas dan khas Jepara. “Merchandise bisa menjadi sumber pemasukan yang signifikan. Jepara ini luar biasa, maka merchandise-nya harus bagus, spesial, dan hanya bisa didapatkan di museum ini,” tegasnya. Tak hanya itu, ia juga memastikan dukungan Kementerian Kebudayaan untuk proses registrasi, bantuan pendanaan, hingga aktivasi program budaya. Sementara itu, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo berharap kehadiran Museum Kartini di pendapa dapat menambah destinasi wisata sekaligus memperkuat edukasi sejarah bagi generasi muda. “Harapan kami, museum ini dapat menambah destinasi wisata Kabupaten Jepara dan menjadi ruang edukasi bagi anak-anak agar lebih mengenal Kartini. Kami akan membuka museum ini untuk umum, dan saat ini aturan operasionalnya sedang disusun,” ujar Mas Wiwit, sapaan karib Bupati Jepara. Mas Wiwit juga turut menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, beserta Yayasan Darma Bhakti Lestari yang selama ini berperan besar dalam mendorong revitalisasi dan penguatan fungsi Museum R.A. Kartini.(Wely-jateng ) Sumber:(DiskominfoJepara/As)