Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Sebanyak 61 butir munisi aktif berbagai kaliber ditemukan oleh seorang warga di kawasan perbatasan antara Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (20/11/2025) sore. Respons cepat Babinsa dan kepedulian warga membuat temuan berbahaya ini dapat diamankan tanpa menimbulkan gangguan keamanan. Ditemukan Saat Mencari Pakan Kambing Penemuan tersebut bermula ketika Firdaus (45), buruh asal Dusun Batu Serampok, Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, tengah mencari pakan kambing di lahan kosong di Jalan Lintas Sumatera, Dusun Mataram, Kecamatan Katibung. Ketika membabat rumput, Firdaus melihat benda mencurigakan tertanam di tanah. Setelah digali, ia menemukan sejumlah peluru lengkap dengan kelongsongnya. “Saya kira hanya sampah besi. Setelah saya ambil, ternyata itu peluru dalam jumlah banyak,” ujar Firdaus. Babinsa Datang dan Amankan Semua Munisi Firdaus kemudian melapor kepada kakaknya, Tomi, yang langsung menghubungi Babinsa Koramil 410-01/Panjang, Sertu Romi Pakpahan. Dalam waktu singkat, Babinsa datang ke lokasi untuk memastikan situasi aman. Sertu Romi memberikan apresiasi atas kewaspadaan warga yang tidak memindahkan munisi secara sembarangan. “Langkah cepat Firdaus dan keluarganya sudah sangat tepat. Benda berbahaya seperti ini tidak boleh disentuh atau dipindahkan tanpa pendampingan aparat,” jelasnya. Jenis Munisi yang Ditemukan Dari hasil identifikasi awal, barang bukti yang ditemukan terdiri dari berbagai kaliber, di antaranya: 25 butir munisi kaliber 7,62 mm (aktif) 5 butir munisi kaliber 5,56 mm (aktif) 6 kelongsong kaliber 5,56 mm (hampa) 16 butir munisi kaliber 22 mm Ramset (hampa) 9 butir munisi kaliber 12,7 mm (aktif) 1 tabung CO₂ airsoft gun Seluruh munisi kemudian dibawa ke Markas Koramil 410-01/Panjang untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk penelusuran asal-usulnya. Imbauan Babinsa untuk Warga Sertu Romi menegaskan bahwa temuan ini menunjukkan pentingnya kerja sama antara warga dan aparat TNI dalam menjaga keamanan lingkungan. “Kami mengimbau masyarakat, apabila menemukan benda mencurigakan yang mirip amunisi atau bahan peledak, segera laporkan ke Babinsa atau kepolisian. Jangan sekali-kali memindahkannya,” tegasnya. Cegah Potensi Penyalahgunaan Dengan pengamanan cepat, potensi penyalahgunaan peluru aktif ini dapat dicegah, termasuk ancaman yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Seluruh barang bukti akan diserahkan kepada pihak berwenang untuk dimusnahkan sesuai prosedur. (Agus)

Bandung, Bidik-kasusnews.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bandung, Irfan Wibowo, resmi melantik dua pejabat struktural di Aula Kejari Bandung pada Kamis (20/11/2025). Pelantikan ini menetapkan Alex Akbar sebagai Kepala Seksi Intelijen, serta Arie Prasetyo sebagai Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti. Enam Bulan Kosong, Jabatan Kasi Intel Kini Terisi Jabatan Kasi Intelijen Kejari Bandung sebelumnya kosong hampir enam bulan. Penunjukan Alex Akbar menjadi pengisi posisi strategis tersebut dinilai tepat, mengingat rekam jejak panjangnya di bidang intelijen dan pidana umum. Alex sebelumnya pernah menjabat sebagai Kasi Pidum Kejari Muara Enim, Kasi Intelijen Kejari Ogan Komering Ilir (OKI), serta Kasi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejari Bandung. Dengan pengalamannya, Alex diharapkan mampu memperkuat peran intelijen dalam menunjang penegakan hukum di Kota Bandung. Arie Prasetyo Ambil Alih Kursi Pemulihan Aset Sementara itu, posisi yang ditinggalkan Alex di bidang Pemulihan Aset kini diemban Arie Prasetyo. Arie membawa pengalaman signifikan, mulai dari menjabat sebagai Kasi Intelijen Kejari Indramayu, hingga pernah bertugas sebagai Kasi Pidsus Kejari Muara Enim. Dengan latar belakang tersebut, Arie dipercaya mampu meningkatkan tata kelola barang bukti dan optimalisasi pemulihan aset di Kejari Bandung. Kajari: Rotasi Jabatan Penting untuk Penyegaran Dalam sambutannya, Kajari Bandung Irfan Wibowo menegaskan bahwa pergantian jabatan adalah bagian dari dinamika organisasi. “Peralihan jabatan merupakan langkah yang wajar dan menjadi bagian dari penyegaran organisasi di tubuh Kejaksaan, khususnya Kejari Bandung,” ujarnya. Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya sekaligus memberikan pesan kepada pejabat baru agar segera beradaptasi dengan tugas yang diemban. “Terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasinya. Kepada pejabat baru, selamat bertugas dan semoga dapat langsung menyesuaikan diri dengan amanah baru,” lanjutnya. Alex Akbar: Siap Laksanakan Tugas Intelijen Usai pelantikan, Alex Akbar menyampaikan komitmennya untuk menjalankan tugas sebagai Kasi Intelijen. “Saya siap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan berharap dukungan dari seluruh rekan,” ungkapnya. Pelantikan dua pejabat ini menjadi langkah strategis Kejaksaan Negeri Bandung dalam memperkuat fungsi intelijen, pemulihan aset, dan efektivitas penegakan hukum di wilayahnya. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Polres Hulu Sungai Utara (HSU) kembali mempertegas komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat melalui pengamanan dan pemantauan kegiatan Pasar Murah Bersubsidi. Kegiatan yang digelar pada Kamis pagi pukul 09.00 WITA ini merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah Bersubsidi yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten HSU di halaman Kantor Kecamatan Sungai Tabukan. Peninjauan dan pengamanan lapangan dilakukan oleh Kasat Binmas Polres HSU AKP Syaifullah, S.H., didampingi Banum Tk.I Satbinmas M. Juni. Kehadiran kepolisian bertujuan memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Pasar murah ini menyediakan berbagai komoditas penting seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga subsidi yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Program ini digelar untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang akhir tahun ketika kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat. Selama kegiatan, AKP Syaifullah bersama petugas terkait melakukan pengecekan langsung pada setiap stand penjualan. Mereka memastikan stok barang mencukupi, harga sesuai ketentuan subsidi, serta distribusi berjalan lancar tanpa hambatan. Kehadiran personel kepolisian juga memberikan rasa aman dan membantu mengatur alur antrean agar masyarakat dapat berbelanja dengan nyaman. Antusiasme warga terlihat jelas sejak pagi. Masyarakat Kecamatan Sungai Tabukan datang dengan tertib dan mengikuti arahan petugas di lokasi. Situasi berlangsung kondusif tanpa adanya gangguan atau kendala berarti. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui PS. Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur menegaskan bahwa Polres HSU akan terus mendukung program-program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. “Polres HSU siap mengawal setiap kegiatan pemerintah daerah yang bertujuan meringankan beban masyarakat. Melalui kegiatan pasar murah ini, kami berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga dan kebutuhan pokok dapat dijangkau seluruh warga,” ujar IPTU Asep. Ia juga menekankan pentingnya memastikan seluruh kegiatan pelayanan publik berlangsung aman dan tertib. “Kami pastikan setiap kegiatan berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Pasar murah bersubsidi di Kecamatan Sungai Tabukan berjalan hingga selesai dengan aman dan tertib. Polres HSU memastikan akan terus bersinergi dengan instansi terkait dalam menjaga stabilitas pangan, keamanan, dan pelayanan publik di seluruh wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Polres Hulu Sungai Utara (HSU) kembali mengambil langkah strategis dalam memperkuat keamanan lingkungan berbasis masyarakat dengan menyelenggarakan Kegiatan Peningkatan Kemampuan Kepala Satuan Keamanan Lingkungan (KATPUAN Kasatkamling) Tahun 2025. Pelatihan berlangsung pada Kamis pagi pukul 08.00 WITA di Aula Jananuraga Polres HSU dan diikuti oleh para Kasatkamling dari berbagai wilayah Kabupaten HSU. Kegiatan dibuka oleh Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., yang dalam kesempatan tersebut diwakili Kasat Binmas Polres HSU AKP Syaifullah, S.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran Kasatkamling sebagai ujung tombak keamanan di lingkungan tempat tinggal, terutama dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas. Pelatihan ini menghadirkan sejumlah materi teknis yang dibutuhkan para Kasatkamling dalam menjalankan tugas di lapangan. BPBD Kabupaten HSU memberikan pelatihan terkait pencegahan dan penanggulangan kebakaran, termasuk penggunaan alat pemadam, prosedur evakuasi, hingga teknik penanganan situasi darurat. Para peserta juga mengikuti praktik langsung agar mampu bertindak efektif ketika menghadapi kejadian kebakaran. Selain itu, tim Dokkes Polres HSU menyampaikan materi penanganan medis dasar, seperti pertolongan pertama untuk patah tulang, luka bakar, penanganan korban pingsan, hingga penyelamatan korban tenggelam. Pembekalan ini ditujukan agar Kasatkamling dapat memberikan respons cepat sebelum tenaga medis tiba di lokasi. Kegiatan ini melibatkan personel Sat Binmas Polres HSU sebagai pelaksana, antara lain AKP Syaifullah, S.H., Aipda Sugeng, Aipda Irma Fitri H., Brigadir Ratna Eka Syafitri, Bripda Ahmad Hasan, Sari, dan M. Juni. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, pelatihan berjalan tertib dan memberikan pemahaman yang menyeluruh bagi seluruh peserta. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui PS. Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai pelatihan KATPUAN Kasatkamling merupakan langkah penting dalam memperkuat kemampuan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. “Kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk memastikan para Kasatkamling dapat menjadi mitra Polri yang terlatih, sigap, dan mampu menghadapi berbagai situasi di lapangan. Keamanan lingkungan membutuhkan kolaborasi aktif antara Polri dan masyarakat,” ujar IPTU Asep. Ia menambahkan bahwa pembinaan rutin terhadap Kasatkamling merupakan bagian dari konsep kamtibmas yang melibatkan masyarakat sebagai subjek, bukan sekadar objek. “Kami ingin masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga lingkungannya. Dengan pelatihan seperti ini, kemampuan mereka bisa terus ditingkatkan,” tambahnya. Pelatihan KATPUAN Kasatkamling Tahun 2025 berlangsung aman, lancar, dan penuh antusiasme. Polres HSU berkomitmen terus meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai mitra strategis dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban lingkungan yang kondusif. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara (HSU) melalui Satuan Polairud kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat wilayah perairan dengan menghadirkan pelayanan kesehatan gratis melalui program Klinik Terapung. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis pagi sekitar pukul 10.00 WITA ini menyasar warga Desa Paminggir, Kecamatan Paminggir, yang akses kesehatannya masih sangat bergantung pada jalur sungai. Pelayanan kesehatan dilaksanakan di kawasan Perairan Sungai Barito dan Desa Paminggir, wilayah yang tergolong terpencil dan minim fasilitas kesehatan darat. Dalam kegiatan ini, Sat Polairud Polres HSU bersinergi dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Sapala untuk memberikan layanan medis langsung kepada masyarakat. Jenis pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengecekan tekanan darah, konsultasi medis, pembagian vitamin, hingga pemberian obat sesuai keluhan warga. Personel Sat Polairud mengawal jalannya pelayanan, sementara tenaga kesehatan Puskesmas Sapala menangani seluruh proses pemeriksaan. Warga tampak antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan, mengingat jarak menuju fasilitas medis yang memerlukan waktu dan biaya transportasi sungai. Program Klinik Terapung ini pun menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perairan dengan keterbatasan akses. Kasat Polairud Polres HSU menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. “Kami tidak hanya menjaga keamanan wilayah perairan, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau,” ujarnya. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui PS. Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur, turut mengapresiasi kolaborasi Sat Polairud dengan tim medis Puskesmas Sapala. Menurutnya, kehadiran Klinik Terapung menjadi wujud nyata Polri yang humanis di tengah masyarakat. “Klinik Terapung ini merupakan bentuk kehadiran Polri yang peduli terhadap masyarakat wilayah perairan dan pulau-pulau kecil. Polres HSU terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, termasuk dalam bidang kesehatan,” terang IPTU Asep. Ia menambahkan bahwa Polres HSU akan terus mendorong kegiatan serupa agar pelayanan kesehatan dapat dirasakan secara merata, terutama di wilayah yang sulit dijangkau. “Kesehatan adalah kebutuhan dasar. Kami akan terus bersinergi dengan instansi terkait agar masyarakat di daerah terpencil tetap mendapatkan layanan yang layak,” ucapnya. Kegiatan Klinik Terapung berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kehangatan. Polres HSU berharap program ini dapat membantu masyarakat Desa Paminggir dalam menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Satuan Lalu Lintas Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap pengemudi truk dan bus di sejumlah titik strategis Kota Amuntai. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Zebra Intan 2025 yang digelar serentak untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas dan memastikan kendaraan angkutan umum maupun barang dalam kondisi layak jalan.(20/11/2025) Pemeriksaan dimulai pukul 10.30 WITA dan difokuskan di beberapa lokasi yang dikenal memiliki arus lalu lintas padat, yaitu Terminal Benua Lima, Terminal Pelampitan, Jalan Brigjen H. Hasan Baseri, Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Negara Dipa, serta Jalan Patmaraga Amuntai. Titik-titik tersebut dipilih karena merupakan jalur utama mobilitas masyarakat dan transportasi barang. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres HSU AKP Yuwono, bersama tim gabungan dari Sat Lantas Polres HSU, Dinas Perhubungan Kabupaten HSU, serta petugas LLAJ. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh mulai dari kondisi rem, ban, lampu, kelengkapan surat kendaraan, hingga kondisi kesehatan pengemudi. Selain melakukan pengecekan, petugas juga memberikan sosialisasi terkait keselamatan berkendara. Edukasi ini menjadi bagian penting dari Operasi Zebra Intan 2025 yang menekankan pencegahan pelanggaran dan potensi kecelakaan sebagai upaya menciptakan Kamseltibcarlantas yang aman dan tertib. Kasat Lantas AKP Yuwono menegaskan pentingnya pemeriksaan berkala terhadap kendaraan angkutan yang memiliki intensitas perjalanan tinggi. “Kami memastikan setiap kendaraan dalam keadaan layak jalan, dan pengemudi siap berkendara dengan aman. Ini langkah penting untuk mencegah kecelakaan,” ujarnya. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui PS. Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur, memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pelaksanaan ramp check tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kelayakan kendaraan merupakan tindakan preventif yang berdampak besar terhadap keselamatan masyarakat. “Operasi Zebra Intan 2025 tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi aturan lalu lintas. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” jelas IPTU Asep. Ia juga mengimbau seluruh pengemudi kendaraan umum dan truk untuk selalu menjaga kondisi kendaraan dan mematuhi rambu lalu lintas. “Stop pelanggaran, stop kecelakaan. Keselamatan adalah kebutuhan bersama,” tegasnya. Kegiatan ramp check berjalan lancar, tertib, dan kondusif. Polres HSU bersama Dinas Perhubungan berharap langkah kolaboratif ini dapat menciptakan transportasi yang lebih aman dan nyaman di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

TEMANGGUNG –Bidik-KasusNews.Com Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Temanggung secara resmi menggelar Operasi Zebra Candi 2025 mulai 17 hingga 30 November 2025. Operasi gabungan ini difokuskan untuk menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dan meningkatkan kedisiplinan pengendara di wilayah Kabupaten Temanggung.18/11/25 Kasatlantas Polres Temanggung, AKP Yosra Meidicta Mandung, S.T.K., S.I.K., M.P., menegaskan bahwa tujuan utama operasi kali ini adalah aspek edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. “Operasi Zebra Candi ini bukan semata-mata mencari pelanggar, tetapi lebih kepada memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas. Kami ingin meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya keselamatan, karena keselamatan adalah kebutuhan utama,” ujar AKP Yosra di Temanggung. Operasi yang melibatkan sekitar 40 personel gabungan dari berbagai fungsi ini akan berfokus pada penindakan delapan jenis pelanggaran lalu lintas yang dianggap sebagai pemicu utama kecelakaan dan kemacetan. Delapan sasaran pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan antara lain: Tidak menggunakan helm SNI (Standar Nasional Indonesia). Tidak menggunakan sabuk keselamatan bagi pengendara mobil. Melanggar marka jalan atau rambu lalu lintas. Menerobos lampu merah (APILL/Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas). Menggunakan telepon seluler saat berkendara. Kendaraan tidak laik jalan secara teknis. Balap liar di jalan umum. AKP Yosra menambahkan bahwa pelaksanaan Operasi Zebra Candi yang berlangsung selama dua pekan ini diharapkan mampu mengubah perilaku berkendara masyarakat menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab. Dengan adanya penertiban dan edukasi yang masif ini, Polres Temanggung berharap dapat menciptakan kondisi jalan raya yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan di wilayah hukum Kabupaten Temanggung. “Mari kita jadikan jalan raya sebagai ruang bersama yang aman. Patuhi rambu dan utamakan keselamatan diri serta pengguna jalan lain,” AKP Yosra, mengimbau seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan ketertiban lalu lintas.pungkasnya. Jurnalis ( TRM )

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Seorang pegawai RSUD Kartini berinisial LL kembali menjadi perhatian setelah muncul dugaan perselingkuhan yang disampaikan oleh istrinya, F. Kejadian itu disebut terjadi di sebuah rumah di Desa Ngabul pada 11 Januari 2025. F menuturkan bahwa ia mendatangi rumah tersebut untuk mengambil sampo karena dirinya dan LL sudah tidak tinggal bersama usai talak satu. Saat tiba di lokasi, F mendapati pintu rumah terkunci. Ia juga melihat sepatu LL berada di dalam rumah, menandakan suaminya sudah berada di lokasi. Ketika F masuk ke dalam rumah, ia mengaku mendapati seorang perempuan berinisial C berada di dalam kamar. Menurut keterangannya, C kemudian masuk ke kamar mandi yang berada di dalam kamar tersebut setelah mengetahui F datang. Ujar F kepada Bidik-kasusnews saat dikonfirmasi lewat sambungan telpon 19/11)2025.Situasi ini memicu dugaan bahwa LL dan C sedang bersama sebelum F tiba. Respons Singkat LL LL saat dimintai konfirmasi Bidik-kasusnews melalui WhatsApp pada 15 November 2025 memberikan jawaban pendek tanpa penjelasan lebih lanjut. > “Maaf sudah diurus om saya,” tulisnya. Keterangan dari RSUD Kartini Direktur RSUD Kartini yang dihubungi pada 19 November 2025 membenarkan bahwa LL masih aktif bekerja sebagai pegawai di RSUD Kartini. > “LL masih bekerja di RSUD Kartini. Jabatannya bersifat internal rumah sakit, dan jabatan tersebut juga ada monev-nya,” jelasnya. BKD: Tidak Ada Aduan, Hanya Izin Perceraian Dari pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara, informasi yang diterima Bidik-kasusnews menyebutkan bahwa tidak ada laporan dugaan perselingkuhan yang masuk. > “LL mengajukan izin perceraian saja. Kami kemarin sudah mengklarifikasi, dan tidak ada aduan terkait hal tersebut,” ujar pihak BKD melalui pesan WhatsApp pada 19 November 2025. “Yang ada hanya permohonan izin perceraian dari LL selaku penggugat.” Perkembangan Masih Dipantau Hingga saat ini, belum ada pernyataan tambahan dari pihak LL maupun C terkait dugaan perselingkuhan hingga berita ini di terbitkan.(Wely-jateng)

BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUANEWS.COM Upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan terus diperkuat oleh jajaran TNI. Pada Rabu malam (19/11/2025), Babinsa Kelurahan Korpri Raya, Serda M. Hadi Wijaya dari Koramil 410-01/Panjang, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) sekaligus pembinaan patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di Pos PAM Swakarsa Perumahan Korpri Blok B. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB itu bertujuan mempererat hubungan antara Babinsa dengan warga binaan serta memberikan imbauan keamanan kepada petugas jaga malam. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat pada malam hari menjadi bagian dari komitmen Kodim 0410/KBL dalam menjaga kondusivitas wilayah. “Tujuan dari kegiatan ini adalah memantapkan koordinasi dan jalinan komunikasi dengan warga binaan, khususnya di RT 01 Lingkungan I. Dengan komunikasi yang baik, setiap potensi gangguan keamanan bisa diantisipasi lebih dini,” ujar Serda M. Hadi Wijaya. Selama Komsos berlangsung, Babinsa aktif berdialog dengan warga, mendengarkan aspirasi, serta menerima informasi terkait situasi terkini di lingkungan mereka. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa keamanan lingkungan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Kegiatan berakhir pada pukul 21.30 WIB dalam situasi aman dan tertib. Melalui sinergi antara Babinsa dan masyarakat, sistem keamanan berbasis warga diharapkan semakin tangguh dan berkelanjutan, sehingga Kota Bandar Lampung tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang oknum pegawai RSUD Kartini Jepara berinisial LL, yang menjabat sebagai Kepala Rekam Medis, kembali mencuat setelah pengakuan dari istrinya berinisial F. Insiden itu dilaporkan terjadi pada 11 Januari 2025 di sebuah rumah di kawasan Ngabul, Jepara. Menurut keterangan F kepada Bidik-kasusnews melalui sambungan telepon pada 19 November 2025, kejadian bermula saat ia mendatangi rumah tersebut untuk mengambil sampo. Ia mengaku sudah berpisah tempat tinggal sejak LL menjatuhkan talak satu pada 11 Desember 2024. “Saya datang hanya untuk mengambil sampo. Karena sudah talak satu, kami tidak satu rumah. Tapi saat saya masuk, saya melihat LL dan CC sedang berada di dalam kamar,” ujar F. F menambahkan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, hubungan antara LL dan CC—yang juga diketahui sebagai rekan kerja di RSUD Kartini—diduga telah berlangsung cukup lama. Bahkan ia mengklaim bahwa sebelum dirinya ditalak, LL sudah menjalin kedekatan dengan CC. “Dia bilang alasan menalak saya karena saya susah diatur. Padahal itu penilaian dia sendiri. Setelah ketahuan, dia juga sudah mengakui soal perselingkuhan itu dan proses klarifikasi juga sudah pernah dilakukan di BKD. Dan informasinya juga berlanjut ke Kemenag,” ungkap F. Tanggapan LL dan Pihak RSUD Kartini Ketika dikonfirmasi oleh Bidik-kasusnews melalui pesan WhatsApp pada 15 November 2025, LL hanya memberikan jawaban singkat. “Maaf, sudah diurus om saya,” tulis LL. Pihak RSUD Kartini, melalui Direktur RSUD Kartini yang dikonfirmasi via watsap pada 19 November 2025, menyampaikan bahwa LL masih aktif bekerja sebagai pegawai RSUD. “LL masih bekerja di RSUD Kartini. Jabatan itu sifatnya internal rumah sakit, dan jabatan tersebut juga ada monev nya”, ujarnya. Penjelasan BKD Jepara Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Jepara saat dikonfirmasi pada hari yang sama menjelaskan bahwa pihaknya hanya menerima pengajuan izin perceraian dari LL. “LL mengajukan izin perceraian saja. Kami kemarin sudah melakukan klarifikasi, dan tidak ada aduan terkait hal lain. Yang ada hanyalah pengajuan izin perceraian oleh LL sebagai penggugat,” jelasnya melalui keterangan WhatsApp 19/11/2025. (Wely-jateng)