HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Banjang melakukan pengecekan langsung terhadap pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Hulu Sungai Utara (HSU) yang berlokasi di Desa Rantau Bujur RT 01, Kecamatan Banjang, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan operasional bangunan yang kini telah rampung 100 persen sekaligus menjamin keamanan fasilitas sebelum digunakan untuk pelayanan masyarakat. Pengecekan dipimpin personel Polsek Banjang yang terdiri dari AIPTU Suyatmi, SH, AIPDA Herry S, AIPDA Sukadi, dan Brigadir Fahmi R. Dalam kegiatan itu, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan, lingkungan sekitar, serta sistem pengamanan lokasi. Kapolsek Banjang menyampaikan bahwa kehadiran polisi di lokasi merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah, khususnya dalam upaya peningkatan pelayanan pemenuhan gizi masyarakat. Selain itu, pengecekan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun tindakan perusakan fasilitas umum. “Pengamanan dan monitoring dilakukan agar bangunan yang telah selesai dibangun ini dapat segera beroperasi dengan aman serta memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya. Dari hasil pengecekan, pembangunan SPPG dinyatakan telah selesai sepenuhnya dan siap digunakan. Saat ini masih dilakukan pekerjaan tambahan berupa pembangunan pos keamanan dan penyediaan fasilitas tempat sampah yang dikerjakan oleh lima orang pekerja. Selama kegiatan berlangsung hingga pukul 10.10 WITA, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Banjang menegaskan akan terus melakukan pemantauan guna menjaga stabilitas keamanan lingkungan sekaligus mendukung kelancaran program pelayanan publik di wilayah hukum setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri Presisi dalam menghadirkan pelayanan yang prediktif, responsif, dan transparan demi kepentingan masyarakat. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, suasana pengamanan di Rumah Tahanan Negara Jepara semakin diperketat. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Bachtiar Oktaffiandi turun langsung melaksanakan kontrol keliling bersama personil regu pengamanan sebagai langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtib). Dengan langkah sigap dan penuh kewaspadaan, Bachtiar bersama regu pengamanan menyusuri setiap sudut rutan, mulai dari blok hunian warga binaan, area brandgang, pos jaga, hingga titik-titik yang dinilai rawan. Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan gembok, teralis, serta sarana pengamanan lainnya dalam kondisi optimal. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk komitmen kuat jajaran pengamanan dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif menjelang Ramadhan. Momentum bulan suci yang identik dengan peningkatan aktivitas ibadah menjadi perhatian khusus agar seluruh warga binaan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tenang. Dalam arahannya, Bachtiar menegaskan pentingnya sinergi dan kekompakan antar personil. Ia juga mengingatkan agar setiap petugas tetap menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP), meningkatkan deteksi dini, serta responsif terhadap setiap potensi gangguan kamtib. “Kontrol keliling ini adalah bagian dari upaya preventif kita. Dengan kehadiran langsung di lapangan bersama regu pengamanan, kita pastikan situasi tetap aman dan terkendali,” ujarnya. Melalui pengawasan yang intensif dan kolaborasi solid antar petugas, Rutan Jepara optimis mampu menjaga keamanan secara maksimal selama bulan Ramadhan, sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh warga binaan dalam menjalankan ibadah. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Kehangatan dan semangat toleransi lintas agama terasa kuat dalam kunjungan kerja Panglima Kodam XXI/RI ke Vihara Amurwa Bumi Graha, Jalan Ikan Bawal Nomor 09/52, Kelurahan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Senin (17/2/2026) sore. Dalam kegiatan tersebut, Komandan Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., turut mendampingi langsung rombongan Pangdam XXI/RI. Kehadiran perwira menengah TNI AD itu tidak hanya sebagai unsur pendamping, tetapi juga menjadi penghubung dalam mempererat hubungan antara TNI dan umat Tri Dharma di Kota Tapis Berseri. Sejak awal kegiatan, Kolonel Roni memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar. Personel Babinsa Kodim 0410/KBL diterjunkan untuk membantu pengamanan sekaligus mendukung panitia dalam pendistribusian ratusan paket sembako kepada masyarakat sekitar vihara. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat silaturahmi serta nilai toleransi antarumat beragama,” ujar Kolonel Roni di sela kegiatan. Acara berlangsung khidmat saat Pangdam XXI/RI membuka kegiatan secara simbolis melalui prosesi pemukulan gong dan beduk. Suasana semakin hangat ketika Dandim 0410/KBL turut diminta melanjutkan prosesi tersebut. Dentuman gong yang menggema disambut tepuk tangan para undangan sebagai simbol harmonisasi antara TNI, pemerintah daerah, dan tokoh agama. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimkot) Bandar Lampung yang dipimpin Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana. Kebersamaan lintas unsur pemerintahan dan masyarakat menambah kuat pesan persatuan yang ingin disampaikan melalui kegiatan ini. Selain menghadiri seremoni, Kolonel Roni juga turun langsung menyapa warga penerima bantuan sosial. Ia berdialog dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, hingga bercengkerama dengan anak-anak yang hadir bersama orang tua mereka. Suasana penuh keakraban terlihat sepanjang pembagian sembako berlangsung. Pemilik vihara, Suhu Dharma Rakhitta Savira atau Suhu Riki, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan jajaran TNI, khususnya Kodim 0410/KBL. Menurutnya, kehadiran aparat TNI memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan kuatnya nilai toleransi di Bandar Lampung. “Kami merasa dihargai dan diperhatikan. Kehadiran TNI, terutama Pak Dandim, membawa kebahagiaan dan menjadi contoh nyata kerukunan,” ungkapnya. Menutup kegiatan, Kolonel Roni Hermawan menegaskan komitmen TNI untuk terus menjaga keharmonisan sosial di wilayah binaannya. Ia berharap silaturahmi lintas iman seperti ini dapat terus berlanjut sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang damai dan sejahtera. Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari tersebut menjadi gambaran sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas serta memperkuat persatuan di Kota Bandar Lampung. (Agus)
Bidik-kasusnews.com Jakarta, 17 Februari 2026 — Dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan fasilitas kunjungan bagi keluarga dan kerabat para tahanan di Rutan Cabang KPK. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa layanan kunjungan dibuka mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk komitmen KPK dalam menjamin hak-hak dasar para tahanan, khususnya untuk dapat bertemu keluarga pada momen hari raya keagamaan. “Kunjungan dilaksanakan secara terbatas dan tetap mengedepankan ketertiban serta kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku, termasuk dalam pengaturan pengantaran makanan,” ujar Budi kepada Bidik-kasusnews 17/2/2026. Data terbaru mencatat, di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih terdapat 40 tahanan, dengan rincian 32 pria dan 8 wanita. Sementara di Rutan Cabang KPK Gedung C1 terdapat 41 tahanan yang seluruhnya pria. Dari jumlah tersebut, dua orang tengah menjalani pembantaran untuk keperluan perawatan kesehatan. KPK menegaskan bahwa pelaksanaan kunjungan selama perayaan Imlek tetap berada dalam pengawasan petugas, guna memastikan aspek keamanan dan ketertiban tetap terjaga tanpa mengabaikan hak para tahanan. (Wely)
JAKARTA:Bidik-kasusnews.com Seorang guru honorer, Reza Sudrajat, resmi mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN Tahun Anggaran 2026 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Permohonan tersebut tercatat dengan nomor perkara 55/PUU-XXIV/2026 dan kini telah memasuki tahap pemeriksaan pendahuluan. Reza mempersoalkan ketentuan Pasal 22 ayat (2) dan ayat (3) beserta penjelasannya, khususnya terkait pengalokasian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimasukkan dalam fungsi pendidikan. Ia menilai klasifikasi tersebut berpotensi memengaruhi pemenuhan amanat konstitusi mengenai kewajiban alokasi minimal 20 persen anggaran negara untuk sektor pendidikan. Dalam permohonannya, Reza mengaku mengalami kerugian konstitusional sebagai tenaga pendidik honorer. Ia khawatir jika anggaran MBG dihitung sebagai bagian dari porsi pendidikan, maka alokasi riil untuk kebutuhan mendasar seperti kesejahteraan guru, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, serta mutu pembelajaran dapat tergerus. “Pengelompokan anggaran tersebut dapat berdampak pada alokasi riil yang diterima sektor pendidikan,” dikutip dari Jatim Expost, 13 Februari 2026. Dalam sidang pemeriksaan awal, majelis hakim MK memberikan sejumlah catatan agar pemohon memperjelas kedudukan hukum (legal standing) serta menguraikan secara lebih rinci bentuk kerugian konstitusional yang dialaminya. MK memberikan waktu 14 hari untuk memperbaiki dan melengkapi berkas permohonan sebelum perkara dilanjutkan ke tahap berikutnya. Perkara ini tidak secara langsung menggugat keberadaan program MBG, melainkan menitikberatkan pada skema dan klasifikasi penganggarannya dalam struktur APBN 2026. Hingga kini, proses hukum masih berjalan dan menunggu perbaikan permohonan dari pihak pemohon sebelum diputuskan kelanjutannya oleh Mahkamah Konstitusi. (Wely)
Banjang, Bidik-kasusnews.com — Jajaran Polsek Banjang melakukan pengecekan akhir pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Hulu Sungai Utara (HSU) yang berlokasi di Desa Rantau Bujur, Kecamatan Banjang, Selasa (17/02/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Hasil pengecekan menunjukkan bangunan telah rampung sepenuhnya dan siap dioperasionalkan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus memastikan kesiapan fasilitas sebelum digunakan untuk mendukung program pelayanan gizi masyarakat. Pengecekan dilaksanakan oleh Aipda Dedi S, Aipda Nasrullah, dan Briptu Zakir. Kapolsek Banjang menjelaskan bahwa pengecekan difokuskan pada aspek keamanan bangunan, kesiapan sarana pendukung, serta situasi lingkungan sekitar guna mencegah potensi gangguan terhadap fasilitas umum. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan langkah mendukung kelancaran program pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pembangunan SPPG telah mencapai progres 100 persen. Saat ini masih dilakukan pekerjaan tambahan berupa pembangunan pos keamanan dan fasilitas tempat pembuangan sampah oleh tiga orang pekerja guna menunjang operasional ke depan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Pengecekan berakhir sekitar pukul 09.15 Wita tanpa adanya kendala berarti. Dengan rampungnya pembangunan tersebut, keberadaan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres HSU diharapkan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pelayanan pemenuhan gizi serta mendukung terciptanya lingkungan yang sehat di wilayah Kecamatan Banjang. (Agus)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 1.919 personel gabungan dalam rangka pengamanan Perayaan Imlek Tahun 2026 di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Pengamanan dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan masyarakat Tionghoa berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kekuatan personel tersebut terdiri dari 155 personel Polda Metro Jaya, 1.106 personel Polres jajaran, 225 personel TNI, 217 personel Satpol PP, 123 personel Dinas Perhubungan, 53 personel Dinas Kesehatan, serta 40 personel Dinas Pemadam Kebakaran. Seluruh unsur bersinergi dalam pola pengamanan terpadu di lokasi ibadah, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, serta titik-titik keramaian lainnya. Pengamanan secara khusus difokuskan pada 165 vihara yang tersebar di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Personel ditempatkan untuk melaksanakan penjagaan, pengaturan lalu lintas, sterilisasi lokasi sebelum ibadah, serta patroli di sekitar area guna memastikan kegiatan berlangsung dengan aman dan khidmat. Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan bahwa pengamanan dilaksanakan secara terbuka dan tertutup dengan mengedepankan pendekatan humanis serta pelayanan kepada masyarakat. “Pengamanan Perayaan Imlek Tahun 2026 dilaksanakan secara terpadu bersama TNI dan pemerintah daerah. Kami memastikan 165 vihara yang melaksanakan ibadah mendapatkan pengamanan maksimal sehingga masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya Senin (16/2/2026). Selain penjagaan dan patroli wilayah, Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi perayaan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan pada jam ibadah dan puncak kunjungan masyarakat. Polda Metro Jaya mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 110 yang aktif selama 24 jam. (Agung)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Dalam rangka memastikan umat Buddha dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman, aparat TNI bersama unsur keamanan wilayah melaksanakan pengamanan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Vihara Sari Putra, Kelurahan Gedong Air, Senin (16/02/2026) malam. Kegiatan pengamanan yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut dipimpin Babinsa Kelurahan Gedong Air, Serka Mari Untung, didampingi Serda Deni Saputra. Pengamanan dilakukan bersama aparat terkait di wilayah Tanjung Karang Barat, aparatur kelurahan, serta personel Perlindungan Masyarakat (Linmas). Menurut Serka Mari Untung, kehadiran aparat merupakan bentuk pelayanan negara untuk menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Ia menegaskan pengamanan dilakukan guna menciptakan suasana kondusif sehingga umat dapat melaksanakan Puja Bhakti tanpa rasa khawatir. Perayaan Imlek yang berlangsung di vihara yang berlokasi di Jalan H. Abdul Mutholib, Gang Cetya, RT 03/LK I tersebut mengusung tema “Mengembangkan Metta (Cinta Kasih)”. Kegiatan diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh umat, yakni Up Cundana, Upasika Kimlan, dan Upasaka Hengki, serta diikuti sekitar 30 jamaat. Selain pengamanan statis, personel gabungan juga aktif berkoordinasi dengan pengurus vihara dan jamaat untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib. Kehadiran Lurah Gedong Air, Fajar Muntoni, ST, turut memperkuat sinergi antara aparat TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Kegiatan ibadah berlangsung khidmat dan berakhir sekitar pukul 19.30 WIB dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Para jamaat pun mengapresiasi kehadiran aparat yang dinilai memberikan rasa tenang selama perayaan berlangsung. Melalui pengamanan ini, diharapkan nilai toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di Kota Bandar Lampung terus terjaga, sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk. (Agus)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Di tengah meningkatnya ancaman pencemaran limbah elektronik di kawasan perkotaan, Kodam Jaya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah konkret. Sebanyak 5.598,2 kilogram e-waste berhasil dihimpun dan diserahkan untuk dikelola sesuai standar limbah B3. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi”, inisiatif Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si, yang memperluas makna pengamanan wilayah bukan hanya pada aspek teritorial, tetapi juga keberlanjutan lingkungan hidup. Pengumpulan dilakukan secara terstruktur oleh jajaran Satkowil dan Sat Non Kowil Kodam Jaya, dengan dukungan aktif Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya yang menggerakkan keluarga prajurit serta masyarakat untuk menyalurkan limbah elektronik ke jalur pengelolaan resmi. Dari seluruh satuan yang terlibat, capaian tertinggi diraih oleh: • Komando Distrik Militer 0510/Tigaraksa – 1.225 kilogram • Batalyon Kavaleri 9/Satya Dharma Kala 9 – 207,5 kilogram Total lebih dari 5,5 ton limbah elektronik tersebut secara resmi diserahkan kepada DLH Provinsi DKI Jakarta untuk diproses melalui mekanisme pengelolaan limbah berbahaya dan beracun (B3). Pangdam Jaya menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab kolektif. “Menjaga wilayah tidak hanya soal batas geografis, tetapi juga menjaga tanah dan airnya tetapaman, Melalui program Jaga Jayakarta, Jaga Bumi, kami ingin memastikan bahwa limbah elektronik tidak menjadi beban bagi generasi mendatang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut DLH bekerja bersama Kodam Jaya dalam kegiatan yang sangat luar biasa. Ini pertama kalinya sebuah unit kerja secara terstruktur menggerakkan pengumpulan e-waste dalam skala besar, Alhamdulillah terkumpul lebih dari 5.200 kilogram, Kami sangat mengapresiasi komitmen ini dan berharap kerja sama ini terus berlanjut, tidak hanya pada e-waste tetapi juga dalam program lingkungan lainnya. Menurut DLH, limbah elektronik mengandung zat berbahaya seperti timbal, merkuri, dan kadmium yang dapat mencemari tanah dan air serta berdampak pada kesehatan. Namun melalui pengolahan resmi, komponen elektronik dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku seperti aluminium, tembaga, bahkan emas dari papan sirkuit (PCB). Momentum ini juga ditandai dengan penukaran plakat antara perwakilan Kodam Jaya dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta sebagai simbol penguatan sinergi dalam menjaga lingkungan hidup. Lebih dari sekadar angka dan seremoni, gerakan ini menunjukkan bahwa perubahan selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Ketika kepedulian diterjemahkan menjadi aksi nyata, maka harapan untuk lingkungan yang lebih bersih dan sehat bukan lagi sekadar wacana, melainkan sesuatu yang sedang dibangun hari ini. Jayakarta Bergerak, Jakarta Terjaga. (Red)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Semangat gotong royong kembali ditunjukkan personel TNI bersama masyarakat dalam kegiatan kerja bakti pembersihan saluran air di Jalan WR. Supratman, RT 08 Lingkungan I, Kelurahan Gunung Mas, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Sabtu (16/02/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin Babinsa Koramil 410-02/TBS, Serma Harris, dengan melibatkan aparat kelurahan, Ketua RT, Kepala Lingkungan, personel Linmas, serta warga setempat. Aksi bersih lingkungan ini difokuskan pada normalisasi aliran Kali Way Sekampung yang sebelumnya mengalami penyumbatan. Pembersihan dilakukan secara manual dengan mengangkat tumpukan sampah, endapan pasir, serta batu yang menghambat aliran air. Material tersebut dinilai berpotensi menyebabkan luapan air saat hujan deras apabila tidak segera ditangani. Serma Harris menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti merupakan bentuk nyata kedekatan TNI dengan masyarakat sekaligus langkah preventif dalam mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman. Menurutnya, keterlibatan langsung aparat di lapangan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Selain membersihkan saluran air, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi sosial antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Suasana kebersamaan terlihat saat warga dan aparat saling berdiskusi mengenai kondisi lingkungan serta upaya menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah. Kerja bakti berlangsung penuh keakraban hingga selesai sekitar pukul 09.30 WIB dalam keadaan aman dan lancar. Setelah dilakukan pembersihan, aliran Kali Way Sekampung kembali normal sehingga diharapkan mampu meminimalisir potensi genangan maupun banjir di wilayah Kelurahan Gunung Mas. Melalui kegiatan gotong royong ini, sinergi antara TNI, pemerintah kelurahan, dan masyarakat diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tangguh menghadapi musim penghujan. (Agus)