Padang Panjang, Bidik-kasusnews.com — TNI Angkatan Darat kembali menunjukkan respons cepat dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Hujan deras berkepanjangan yang mengguyur Kota Padang Panjang sejak dini hari, Jumat (28/11/2025), memicu banjir serta longsor di sejumlah titik. Dalam situasi darurat tersebut, prajurit Yonif 131/Braja Sakti (BRS) Kodam XX/TIB dikerahkan untuk membantu evakuasi warga dan melaksanakan penanganan awal di lokasi terdampak. Curah hujan ekstrem membuat beberapa sungai meluap dan material longsor menutup akses jalan serta merusak rumah warga. Menyikapi kondisi yang berkembang cepat, prajurit TNI AD dari Yonif 131/BRS langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu keluarga yang masih terjebak di rumah, mengevakuasi warga lansia dan anak-anak, serta memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat yang mengalami luka ringan. Setibanya di lapangan, personel TNI AD bersama BPBD, Basarnas, dan aparat pemerintah daerah melakukan koordinasi untuk mempercepat proses penanganan. Para prajurit membantu membuka akses yang tertutup material longsor, mengevakuasi barang berharga milik warga, dan mendirikan titik pengungsian sementara untuk menampung masyarakat yang harus meninggalkan rumah mereka. Komandan Yonif 131/BRS, Letkol Inf Dedy Harnoto, menyampaikan bahwa seluruh upaya ini merupakan perintah langsung Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., sebagai wujud kehadiran TNI AD dalam kondisi apa pun. “Prajurit kami bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana. Saat ini fokus utama adalah menyelamatkan warga dan memastikan mereka berada di tempat aman. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat pemulihan,” ujarnya. Hingga saat ini, prajurit Yonif 131/BRS masih berada di lapangan untuk memastikan jalur evakuasi tetap aman, membantu pendataan korban, serta memberikan dukungan logistik kepada warga yang mengungsi. Pemantauan terus dilakukan mengingat potensi hujan susulan masih mungkin terjadi. Pangdam XX/TIB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan aparat di lapangan demi mengurangi risiko tambahan akibat cuaca yang belum stabil. (Agus)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon melaksanakan Penanggulangan pasca Bencana Alam Angin Puting Beliung, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Slangit, Desa Bangodua Kecamatan Klangenan dan Desa Bakung Kidul Kec. Jamblang Kabupaten Cirebon. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Klangenan IPTU DIDING, S.H.,M.H, dan Danramil Klangenan KAPTEN ARH. EDI HARTONO serta turut melibatkan 148 Personil gabungan TNI, Polri, Dishub, BPBD, hingga lainnyam Dalam kegiatan tersebut juga turut dilaksanakan juga Bhakti Kesehatan Pengobatan Gratis dan kerja bhakti membersihkan yang terdampak angin puting beliung, yang di ikuti oleh Para Perwira, Bintara Polsek Plered Polresta Cirebon. “Personil gabungan yang terlibat dalam kegiatan ini dibagi dalam 3 kelompok, dilanjutkan dengan pelaksanaan penanganan pasca Bencana Puting Beliung di 3 Desa Wilkum Polsek Klangenan yaitu Desa Slangit, Desa Bangodua dan Desa Bakung Kidul,” kata Kapolsek Klangenan IPTU DIDING, S.H.,M.H. Ia mengatakan, para personel gabungan dikerahkan untuk membantu warga setempat membersihkan rumah dari bekas reruntuhan atap dan pohon. Pihaknya juga turut melakukan trauma helling kepada korban bencana alam. “Bencana Puting Beliung di Wilkum Polsek Klangenan terjadi Pada Jumat (14/11/2025) pukul 16.00 Wib di Desa Slangit, Desa Bangodua Kecamatan Klangenan dan Desa Bakung Kidul Kecamatan Jamblang yang mengakibatkan beberapa Kerusakan serta Korban Luka – Luka. Namun, dipastikan Tidak Ada Korban Jiwa, karena Hanya Kerugian Materil saja,” ujarnya. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peristiwa kebakaran yang melanda rumah milik Hamid atau Wa’Jero di Kampung Cicariu, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Selasa (11/11/2025) dini hari, menjadi pengingat penting bagi warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing. Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, menegaskan perlunya menghidupkan kembali kegiatan siskamling (sistem keamanan lingkungan) sebagai langkah pencegahan dini terhadap berbagai kejadian tak terduga, termasuk kebakaran. “Kami mengimbau warga agar kembali mengaktifkan siskamling dan meningkatkan kewaspadaan, terutama di malam hari,” ujarnya saat meninjau lokasi kebakaran. Menurut Bakang, sinergi antarwarga menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan lingkungan. “Dengan adanya ronda malam, warga bisa saling mengingatkan jika terjadi hal mencurigakan atau muncul tanda-tanda kebakaran. Ini bentuk gotong royong nyata dalam menjaga kampung kita,” tambahnya. Diketahui, kebakaran terjadi sekitar pukul 01.04 WIB di kamar depan rumah Wa’Jero yang saat itu dalam keadaan kosong. Api berhasil dipadamkan setelah satu unit armada dari Pos XI Pemadam Kebakaran Surade tiba di lokasi dan melakukan pemadaman serta pendinginan selama sekitar 20 menit. Komandan Pos XI Damkar Surade, Widi, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Bah Enur, yang mencium bau asap dan segera meminta bantuan warga. “Laporan cepat warga sangat membantu petugas menekan api agar tidak meluas,” jelasnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun bagian depan rumah mengalami kerusakan cukup parah. Pemerintah desa berharap warga dapat menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran untuk lebih sigap dan peduli terhadap keselamatan bersama. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam di Kampung Cipeuncit, RT 05/06, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/11/2025) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Dikabarkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Berdasarkan pantaun di lapangan puluhan ribuan ayam serta fasilitas kandang hangus terbakar. Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cikembar, Leni Nurliah, menjelaskan kebakaran diduga kuat dipicu oleh kebocoran tabung gas di area kandang. “Kebakaran berawal dari kebocoran gas yang kemudian menyambar material bangunan kandang yang mudah terbakar. Api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian kandang,” ujar Leni, Kamis (6/11/2025). Kandang dua tingkat tersebut diketahui milik Ibu Maria, dengan ayam ternak milik Heri. Informasi yang diterima sekitar 20 ribu ekor ayam serta seluruh peralatan peternakan hangus dilalap api. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp480 juta. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 24.56 WIB setelah warga, perangkat desa, dan tiga unit armada Damkar Cibadak turun ke lokasi membantu proses pemadaman. “Api berhasil dipadamkan setelah sekitar dua jam. Tidak ada korban jiwa, namun aktivitas peternakan terhenti total,” tambah Leni. Pemerintah Desa dan Polsek Cikembar langsung melakukan pengecekan lokasi serta berkoordinasi untuk penanganan pascakebakaran. Cuaca cerah saat kejadian turut membantu proses pemadaman, meski seluruh bangunan kandang sudah ludes. Pemerintah Kecamatan Cikembar mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam penggunaan peralatan berbahan bakar gas, khususnya di area usaha yang berpotensi mudah terbakar. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua Komunitas Land Rover Sukabumi Peduli, H. Asep Suparwan, turun langsung menyalurkan bantuan sembako kepada sembilan kepala keluarga terdampak bencana di Kampung Pamoyanan RT 01 RW 09, Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Bantuan tersebut diserahkan kepada keluarga Andi Suhandi (5 jiwa), Mukhlis (5 jiwa), Aryadi (5 jiwa), Marpasa (2 jiwa), Adwari (3 jiwa), Daman (5 jiwa), Sujari (4 jiwa), Andri Irawan (4 jiwa), dan Dadi Setiawan (4 jiwa). Asep menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komunitas Land Rover terhadap warga yang tengah mengalami cobaan akibat bencana beberapa waktu lalu. “Kami terketuk hati untuk membantu meringankan beban kehidupan mereka. Bantuan ini berupa kebutuhan pokok sehari-hari,” kata Asep, Sabtu (1/11/2025) Ia berharap aksi sosial tersebut dapat menginspirasi komunitas lain untuk ikut menyalurkan bantuan bagi warga yang membutuhkan. Selain itu, Asep juga menyerukan agar pemerintah segera merelokasi warga terdampak ke tempat yang lebih aman dan layak huni. ”Kami berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” tambahnya. Kegiatan sosial ini disambut haru oleh para penerima bantuan. Warga mengaku sangat terbantu dengan kepedulian yang ditunjukkan komunitas Land Rover di tengah kondisi sulit pascabencana. Mereka berharap perhatian seperti ini dapat terus berlanjut sampai kondisi benar-benar pulih. Komunitas Land Rover Sukabumi sendiri dikenal aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Mereka bersama-sama dengan berbagai potensi yang dimiliki untuk membantu sesama. Tak hanya saat terjadi bencana, komunitas ini juga kerap menggelar kegiatan sosial seperti bakti lingkungan dan bantuan logistik ke daerah terpencil. Oleh karena itu, dukungan masyarakat pun terus mengalir atas gerakan-gerakan sosial mereka. Mewakili penerima bantuan, Suhandi menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya pada komunitas tersebut yang telah hadir membantu bukan hanya berbentuk logistik saja tetapi dorongan dan motivasi agar tetap kuat dan tabah menerima musibah ini. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Rasa kepedulian terhadap sesama kembali digelorakan Komunitas Land Rover Sukabumi melalui gerakan sosial bertajuk “Pray for Cisolok”. Aksi tersebut merupakan bentuk nyata solidaritas untuk membantu warga di Kecamatan Cisolok yang tengah berjuang memulihkan diri pascabanjir bandang. Ketua Komunitas Land Rover Sukabumi Peduli, H. Asep Suparwan, mengatakan bahwa bencana yang melanda beberapa kampung di Cisolok telah mengundang keprihatinan mendalam. “Kami mengetuk hati warga Sukabumi untuk ikut meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Rencananya penyaluran sembako akan dilakukan pada Sabtu lusa,”ujarnya, Kamis (30/10/2025). Menurut Asep, komunitas membuka layanan donasi bagi masyarakat luas yang ingin menyalurkan bantuan ke lokasi-lokasi paling parah terdampak bencana itu. Nantinya posko Land Rover Sukabumi Peduli akan menjadi tempat pengumpulan donasi berupa kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, serta dana tunai yang selanjutnya disalurkan langsung ke titik-titik terdampak bencana. Lebih lanjut ia menjelaskan, daerah yang mengalami dampak cukup parah di antaranya Kampung Cikondang, Pamokoan, Langkob. Lokasi lainnya yakni di Kampung Marinjung Hilir, Cipancur, Kampung Tugu, dan Cigoler. Sejumlah rumah warga rusak berat, akses jalan terputus, serta kebutuhan logistik mulai menipis. Komunitas Land Rover Sukabumi sendiri dikenal aktif dalam berbagai aksi sosial dan tanggap bencana di wilayah Jawa Barat. Dengan kemampuan mobil off-road yang dimiliki para anggotanya, mereka kerap turun langsung menjangkau lokasi-lokasi sulit untuk menyalurkan bantuan. “Bagi kami, kepedulian bukan hanya kata-kata. Kami berusaha hadir langsung di lapangan, memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan,” tambah Asep. Ia juga mengajak komunitas dan organisasi lain untuk bergandengan tangan demi mempercepat pemulihan di Cisolok. Melalui gerakan Pray for Cisolok, Land Rover Sukabumi berharap solidaritas warga terus menyala. Setiap donasi sekecil apa pun, kata Asep, akan sangat berarti bagi warga yang kini berjuang bangkit dari bencana. “Mari bersama kita jaga semangat kemanusiaan ini tetap hidup,” tutupnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Selasa (28/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi unsur Forkopimda dan Camat setempat. Beberapa titik yang dikunjungi di antaranya Kampung Cisolok RT 03 RW 02 yang mengalami jembatan putus, Kampung Cigoler RT 03 RW 03 Desa Cisolok, Kampung Cikukulu RT 03 RW 04 Desa Cisolok. Selain itu bupati juga mengunjungi Kampung Tugu RT 03 RW 03 Desa Cikahuripan, Kampung Gembol RT 01 RW 02 Desa Cikahuripan, serta Kampung Cilengo RT 03 RW 02 Desa Cikahuripan. Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti penanganan di beberapa titik terdampak untuk meringankan beban warga. “Sekarang sedang dilakukan asesmen di Desa Cisolok dan Desa Cikahuripan. Berdasarkan data sementara, sekitar 500 kepala keluarga terdampak. Kalau dibiarkan, kasihan masyarakat,” ujar Asep Japar. Ia menambahkan, penanganan bencana akan dilakukan secara terkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mengingat sebagian wilayah sungai yang meluap merupakan kewenangan provinsi. “Ini perlu koordinasi dengan Pemprov Jawa Barat karena sungai yang meluap kewenangannya ada di provinsi. Pemerintah harus peka terhadap pembagian kewenangan agar penanganannya efektif,” tegasnya. Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah, kantor desa, dan rumah warga. Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun telah menyiapkan dapur darurat di sekitar lokasi bencana. “Saya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mencari tempat yang aman untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan,” pungkas Bupati. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Sebuah rumah milik Diman (54), warga Kampung Cipeundeuy RT 003/019, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, ludes dilalap api pada Selasa (14/10/2024) sekitar pukul 13.30 WIB. Saat kejadian, seluruh penghuni rumah tengah berada di kebun untuk bertani. Kepala Desa Mekarsari, Amat, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang bekerja di kebun yang jaraknya cukup jauh. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat kejadian, rumah memang sedang kosong. Dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik,” ujarnya di lokasi. Warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal segera berhamburan membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan rumah terbuat dari kayu. “Api sudah telanjur besar, kami berusaha semampunya, tapi sulit dikendalikan,” kata salah satu warga. Aparat desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas kemudian datang untuk membantu pemadaman dan mengamankan area agar api tidak merembet ke rumah lain. Setelah beberapa waktu, api berhasil dipadamkan, namun rumah milik Diman rata dengan tanah dan hampir seluruh barang hangus terbakar. Pasca kejadian, Pemerintah Desa Mekarsari bersama aparat setempat langsung melakukan pendataan dan memberikan bantuan sementara. “Korban sementara mengungsi ke rumah kerabat. Kami masih mendata kerugian dan kebutuhan mendesak,” tambah Amat. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. Pemerintah desa mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Setelah tiga hari dilakukan pencarian intensif, nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Pantai Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban bernama Karom (45) ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Selasa (14/10/2025) pagi sekitar pukul 07.20 WIB di pesisir Pantai Kongsi, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, atau sekitar tujuh kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan hilang. “Jenazah korban berhasil ditemukan pagi ini oleh tim SAR gabungan saat melakukan penyisiran lanjutan di hari ketiga operasi. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto. Menurut Suryo, sejak hari pertama, tim gabungan melakukan pencarian dengan berbagai metode penyisiran, baik lewat jalur laut, darat, maupun udara. Di laut, pencarian dilakukan menggunakan perahu nelayan hingga radius lima mil laut ke arah barat dari lokasi kejadian. Di darat, petugas menelusuri garis pantai sejauh empat kilometer, sementara pemantauan udara dilakukan menggunakan drone dengan jangkauan hingga satu kilometer dari titik hilangnya korban. Operasi pencarian ini melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, di antaranya Pos SAR Sukabumi, Polsek Tegalbuleud, Satpol PP Kecamatan Tegalbuleud, P2BK, HNSI, Linmas, KSB, Destana, dan masyarakat setempat. Sinergi lintas instansi tersebut menjadi faktor penting hingga korban berhasil ditemukan. Diketahui, Karom dilaporkan hilang pada Minggu (12/10/2025) sekitar pukul 07.00 WIB saat sedang menjala ikan di perairan Pantai Tegalbuleud. Diduga kuat, korban terseret ombak besar yang tiba-tiba datang saat sedang melaut. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Menjelang musim tanam padi, keresahan melanda para petani di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, stok pupuk bersubsidi semakin sulit didapat di sejumlah kios, terutama di Kecamatan Cibitung dan Surade. Kelangkaan ini bahkan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Seorang warga Cibitung menulis keluhannya di akun Facebook, meminta pemerintah menambah kuota pupuk. “Kami bukan minta, tapi mau beli. Kasihan para petani,” ketusnya. Pantauan di lapangan pada Kamis (9/10/2025), menunjukkan antrean panjang petani di salah satu kios pupuk di Kampung Pasirjampang, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung. Mereka menunggu giliran untuk mendapatkan pupuk urea dan phonska bersubsidi yang jumlahnya terbatas. “Sekarang sudah mulai masa tanam, jadi pupuk sangat dibutuhkan. Saya baru bisa setor uang dan menyerahkan e-KTP untuk verifikasi kuota. Katanya baru bisa diambil besok,” ujar Kurdi (55), petani setempat. Pemilik kios pupuk, Rismawan (39), membenarkan keterbatasan stok yang menyebabkan antrean panjang. Ia mengaku pengiriman dari distributor di Kota Sukabumi sering terlambat sehingga penyaluran harus diatur. “Memang tadi ada sekitar 50–60 petani datang. Karena stok terbatas, pembagian kami batasi supaya semua kebagian. Misalnya yang minta lima kuintal, kami kasih tiga kuintal dulu,” jelasnya. Menurut Rismawan, kiosnya baru menerima kiriman 4 ton pupuk phonska dan 4 ton urea, yang langsung disalurkan kepada petani terdaftar. Sedangkan harga jual tetap sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp2.300 per kilogram untuk phonska dan Rp2.250 per kilogram untuk urea. “Besok juga ada kiriman baru. Sebagian petani sudah bayar dan menunggu pengambilan,” tambahnya. Para petani berharap pasokan pupuk segera normal agar masa tanam tidak terganggu dan hasil panen tetap optimal. “Kami cuma ingin pupuk tersedia tepat waktu, itu saja,” ujar Kurdi. (Dicky)